74254 research outputs found
Sort by
Faktor Risiko Kejadian HIV/AIDS Pada Laki-laki di RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2024
Tujuan Penelitian
Laki-laki teridentifikasi sebagai kelompok dengan risiko tinggi terjadinya infeksi HIV/AIDS. Laki-laki cenderung lebih sering terlibat dalam perilaku seksual berisiko seperti berganti-ganti pasangan, hubungan seks tanpa kondom, hal ini terjadi karena konstruksi maskulinitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko dominan yang berhubungan dengan kejadian HIV/AIDS pada laki-laki di RSUP Dr. M.Djamil Padang.
Metode
Penelitian ini menggunakan desain studi case control yang menggunakan data rekam medis dan SIHA dengan 92 sampel. Analisis data meliputi level univariat, bivariat, dan multivariat untuk mengetahui hubungan antar variabel. Penelitian dilaksanakan pada November 2024-Mei 2025.
Hasil
Laki-laki yang melakukan testing HIV/AIDS di RSUP Dr. M.Djamil Padang mayoritas berusia 1). Faktor risiko yang paling dominan yang berhubungan dengan kejadian HIV/AIDS pada laki-laki adalah laki-laki yang berstatus LSL dengan p-value <0,001 dan adjusted OR 9,02.
Kesimpulan
Faktor risiko dominan yang berperan terhadap kejadian HIV/AIDS di RSUP Dr. M.Djamil Padang adalah status LSL. Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan pendekatan komunikasi yang bersifat edukatif dan non-diskriminatif terhadap pasien HIV/AIDS, khususnya pada kalangan laki-laki yang beresiko seperti kelompok LSL
OPTIMASI KUALITAS SEMEN CAIR AYAM BANGKOK DENGAN PENAMBAHAN VITAMIN C DALAM PENGENCER SITRAT KUNING TELUR PADA PENYIMPANAN SUHU 5°C
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara dosis vitamin C yang berbeda dalam pengencer sitrat kuning telur dengan lama waktu penyimpanan berebeda yang disimpan pada suhu 5°C terhadap kualitas spermatozoa ayam Bangkok. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah semen segar dari ayam Bangkok yang berjumlah 3 ekor. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang dirancang dengan Rancangan Petak Terbagi dalam waktu (RPT) yang terdiri dari 4 petak utama yaitu A1= sitrat kuning telur A2= sitrat kuning telur dengan dosis vitamin C 0,1g, A3= sitrat kuning telur dengan dosis vitamin C 0,2g A4= sitrat kuning telur dengan dosis vitamin C 0,3g. 5 anak petak yaitu B1= penyimpanan 0 jam, B2 = penyimpanan 24 jam, B3 = penyimpanan 48 jam, B4 = penyimpanan 72 jam, B5 = penyimpanan 96 jam dan kelompok sebagai ulangan sebanyak 4 kali. Data dianalisis menggunakan Analysis of variance (ANOVA), perlakuan yang berpengaruh dilakukan uji lanjut Ducan,s Multiple Range Test (DMRT). Peubah yang diamati yaitu motilitas spermatozoa, persentase hidup spermatozoa, abnormalitas spermatozoa, membran plasma utuh spermatozoa dan longivitas spermatozoa. Hasil penelitian ini adalah pemberian sitrat kuning telur dengan dosis vitamin C yang berbeda, berbeda sangat nyata (P<0,01) dengan lama waktu penyimpanan berbeda, terhadap motilitas spermatozoa. Pemberian sitrat kuning telur dengan dosis vitamin C yang berbeda, berbeda nyata (P<0,05) dengan lama waktu penyimpanan berbeda, terhadap persentase spermatozoa hidup, abnormalitas spermatozoa dan membran plasma utuh (MPU) spermatozoa. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat interaksi antara pemberian dosis vitamin C yang berbeda dalam pengencer sitrat kuning telur dengan lama waktu penyimpanan berbeda terhadap motilitas, persentase spermatozoa hidup, abnormalitas, dan membran plasma utuh spermatozoa ayam Bangkok. Spermatozoa yang diencerkan dengan sitrat kuning telur dengan dosis vitamin C 0,2g merupakan perlakuan terbaik karena mampu mempertahankan motilitas 40% selama 96 jam, persentase spermatozoa hidup di atas 50%, abnormalitas dibawah 20%, menjaga keutuhan membran plasma spermatozoa sampai penyimpanan 96 jam dengan longivitas selama 11 hari.
Kata Kunci: Kualitas spermatozoa, longivitas spermatozoa, sitrat kuning telur dan vitamin
Hubungan Self-Awareness Dengan Kesiapsiagaan Bencana Pada Masyarakat di Wilayah Pesisir Kota Padang
Kota Padang merupakan daerah pesisir Sumatera Barat yang memiliki risiko tinggi terjadinya gempa bumi dan tsunami. Melihat potensi tersebut, pemerintah melakukan upaya pengurangan risiko bencana dengan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Namun, untuk mendukung kesiapsiagaan bencana, dibutuhkan kesadaran diri (self-awareness) dari masyarakat agar dapat membangun masyarakat tangguh dan peka terhadap bencana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara self-awareness dengan kesiapsiagaan bencana pada masyarakat di wilayah pesisir Kota Padang. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif, analisis statistik korelasi Person Product Moment, serta quota sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Responden dalam penelitian ini berjumlah 240 orang dewasa, yang terdiri dari 30 orang di setiap delapan kecamatan yang berada pada zona merah tsunami di Kota Padang, mencakup Kecamatan Koto Tangah, Kecamatan Nanggalo, Kecamatan Padang Barat, Kecamatan Padang Utara, Kecamatan Padang Timur, Kecamatan Padang Selatan, Kecamatan Lubuk Begalung, dan Kecamatan Bungus Teluk Kabung. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini meliputi skala self-awareness yang diadaptasi dari Goleman (1995) dan modifikasi skala pengukuran tingkat kesiapsiagaan masyarakat dan komunitas sekolah dari Pusat Oseanografi LIPI-UNESCO/ISDR (2006). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara self-awareness dan kesiapsiagaan bencana pada masyarakat di wilayah pesisir Kota Padang, yang dibuktikan dengan nilai signifikansi .015 (p < .05). Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara kedua variabel, dimana jika terjadi peningkatan pada self-awareness masyarakat, maka cenderung diikuti oleh peningkatan dalam kesiapsiagaan bencana masyakarat
Pengaruh Penggunaan Barium Klorida Dalam Mendeteksi Kebuntingan Sapi Di Kecamatan Pauh Kota Padang
Tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui angka kebuntingan sapi yang diuji menggunakan barium klorida (BaCl2). 2. Untuk mengetahui akurasi barium klorida (BaCl2) dalam mendeteksi kebuntingan pada sapi. 3. Untuk mengetahui sensitivitas barium klorida (BaCl2) dalam mendeteksi kebuntingan pada sapi. Penelitian ini menggunakan 30 ekor urin sapi betina pasca IB. Metode penelitian ini bersifat eksperimen, untuk pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling dengan kriteria sapi pedaging memiliki BCS > 3 dan rata-rata partus berkisar 2 – 3 kali dengan pengambilan urin sebanyak 3 kali, yaitu pada hari ke-21, 42, dan 63 pasca IB. Setelah itu, dilakukan tes urin dengan menggunakan larutan BaCl2 konsentrasi 3%, 5%, 7%, 9%, dan 11%. Kemudian, status kebuntingan dikonfirmasi dengan palpasi rektal pada hari ke-90. Variabel yang diamati, yaitu angka kebuntingan, akurasi, dan sensitivitas dari uji barium klorida. Hasil penelitian diperoleh angka kebuntingan yakni pada hari ke-21 sebesar 43,33%, pada hari ke-42 sebesar 60,00%, dan pada hari ke-63 sebesar 63,33%. Hasil akurasi deteksi kebuntingan pada hari ke-21 yakni sebesar 66,66%, pada hari ke-42 sebesar 96,66%, dan pada hari ke-63 sebesar 100%. Hasil sensitivitas deteksi kebuntingan pada hari ke-21 sebesar 57,89%, pada hari ke-42 sebesar 94,73%, dan pada hari ke-63 sebesar 100%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa BaCl2 sudah dapat mendeteksi kebuntingan sapi pada umur kebuntingan 42 hari hingga 63 hari dengan akurasi dan sensitivitas mencapai 100%
Penampilan Fenotipik Agronomis Galur Inbred Jagung Manis (Zea mays var. saccharata Sturt.) Generasi S4
Perubahan pola konsumsi dan diversifikasi produk olahan jagung manis yang terus berkembang menyebabkan peningkatan permintaan konsumen. Hal ini harus diimbangi dengan peningkatan produksi dan produktivitasnya, salah satunya melalui penggunaan varietas hibrida unggul. Perakitan galur inbred merupakan syarat mutlak dalam perakitan hibrida. Setiap generasi galur inbred perlu dievaluasi dan diseleksi penampilan serta variabilitas fenotipiknya agar diperoleh informasi mengenai karakter agronomisnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik agronomis, variabilitas fenotipik serta mengidentifikasi korelasi antar karakter agronomis pada berbagai galur inbred jagung manis generasi S4. Informasi ini digunakan sebagai acuan seleksi dalam perakitan jagung manis hibrida. Penelitian ini telah dilaksanakan di UPT Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Andalas dari bulan Oktober 2024 hingga Januari 2025. Evaluasi dilakukan menggunakan rancangan Augmented II dengan tiga inbred digunakan sebagai inbred penguji dan tiga puluh tiga inbred digunakan sebagai inbred yang diuji dengan metode pengamatan single plant. Hasil penelitian menunjukkan terdapat variabilitas yang luas pada karakter hasil dan karakter penting lainnya. Karakter hasil berkorelasi dengan komponen hasil dan karakter pertumbuhan. Akan tetapi, berkorelasi negatif dengan karakter umur berbunga dan umur panen. Penampilan agronomis yang baik terdapat pada enam galur yaitu 151.SD2, Amerigo-2.0.1.1, 926-4.1.3.1, MM/IndxInd-2.2.3.3, P35-1.1.1.1, dan Indx360/MM-1.3.1,1. Galur-galur tersebut disarankan untuk dievaluasi lebih lanjut pada generasi S5 untuk diuji keragaman dan heritabilitasnya sehingga dapat ditentukan galur yang potensial sebagai tetua persilangan dalam perakitan varietas hibrida
PEMUNGUTAN PAJAK PENGHASILAN TERHADAP WARGA NEGARA ASING PEMAIN SEPAK BOLA DI PERSATUAN SEPAK BOLA SEMEN PADANG
Penggunaan Tenaga Kerja Asing sebagai pemain asing di Indonesia berpotensi memberikan pemasukan tambahan bagi negara melalui pajak penghasilan. Pemungutan pajak penghasilan merupakan pengumpulan pajak yang dikenakan atas penghasilan yang diterima oleh individu atau badan. Dasar hukum pemungutan pajak penghasilan saat ini adalah UU Nomor 7 Tahun 2021 yang mengatur tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan yang merupakan penyempurnaan dari UU Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan. Berdasarkan fakta masih ditemui Tenaga Kerja Asing sebagai wajib pajak dalam negeri meninggalkan Indonesia tanpa melaksanakan kewajiban perpajakannya seperti melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) ditempat domisili si wajib pajak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme pemungutan Pajak Penghasilan di perusahaan yang menggunakan tenaga kerja asing, dengan fokus penelitian pada Semen Padang FC yang mempekerjakan pemain asing. Penelitian ini mencakup tiga pokok permasalahan: 1) Bagaimana pelaksanaan pemungutan Pajak Penghasilan terhadap pemain sepak bola asing di Persatuan Sepak Bola Semen Padang? 2) Bagaimana mekanisme penggunaan pemain asing di Persatuan Sepak Bola Semen Padang? dan 3) Bagaimana Upaya peningkatan pemenuhan kewajiban perpajakan pemain sepak bola asing di Persatuan Sepak Bola Semen Padang?. Penelitian ini menggunakan metode Yuridis Empiris dengan sifat deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah data primer dan sekunder melalui studi dokumen dan wawancara. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: 1) Pelaksanaan pemungutan Pajak Penghasilan terhadap pemain sepak bola asing di Semen Padang FC, pemain asing berstatus sebagai wajib pajak dalam negeri yang dikenai tarif pph 21. Proses pemotongan dilakukan oleh klub langsung, sesuai dengan kontrak. 2) Mekanisme penggunaan tenaga kerja asing sebagai pemain asing di Semen Padang FC dengan klub wajib memiliki RPTKA yang disahkan menteri ketenagakerjaan untuk diterbitkan IMTA dan ITAS. 3) Upaya peningkatan pemenuhan kewajiban perpajakan pemain asing di Semen Padang FC, perusahaan memberikan edukasi kepada tenaga kerja asing mengenai kewajiban perpajakan mereka, termasuk melaporkan SPT diakun pajaknya masing-masing.
Kata kunci: Pemungutan Pajak Penghasilan, Tenaga Kerja Asing, Wajib Pajak, Semen Padang FC
PENYELESAIAN SENGKETA PERTANAHAN DI DESA KOTO MARAPAK KECAMATAN PARIAMAN TIMUR KOTA PARIAMAN
Tanah merupakan tempat hidup dan beraktivitas bagi manusia, oleh karena itu eksistensi tanah sangatlah fundamental. Eksistensi tanah yang fundamental berimplikasi pada berlomba-lombanya masyarakat untuk mendapatkan tanah. Untuk menjamin kepastian hukum hak atas tanah yang dimiliki masyarakat, Undang-Undang Pokok Agraria tahun 1960 mengamanatkan Pemerintah untuk mengadakan pendaftaran tanah. Pentingnya tanah bagi kehidupan manusia, berimplikasi pada berlomba-lombanya masyarakat untuk mendapatkan tanah. Tak jarang masalah di bidang pertanahan pun timbul di masyarakat, di antaranya adalah sengketa sertipikat ganda dan sengketa tanah adat. Berdasarkan Pasal 11 Ayat (3) Permen ATR/BPN No. 11 Tahun 2016 tentang Penyelesaian Kasus Pertanahan, Kantor Pertanahan mempunyai kewenangan dalam penyelesaian sengketa pertanahan. Akan tetapi, fakta yang terjadi adalah penyelesaian kasus pertanahan tidak selalu diselesaikan oleh BPN. Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini 1) Bagaimanakah Kronologis Sengketa Pertanahan yang Terjadi di Desa Koto Marapak Kecamatan Pariaman Timur Kota Pariaman? 2) Bagaimanakah Penyelesaian Sengketa Pertanahan di Desa Koto Marapak Kecamatan Pariaman Timur Kota Pariaman? Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis empiris dengan sifat penelitian deskriptif analitis. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini didapatkan dari studi kepustakaan dan wawancara. Adapun analisis yang digunakan yaitu metode analisis dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kronologi terjadinya sengketa tanah di Desa Koto Marapak bermula pada terjadinya perselisihan atas batas tanah pusako (sengketa tanah adat) antara Ibu Zulbaidah dan Ibu Maleni yang terjadi pada bulan Mei 2019. Selanjutnya pada bulan Februari 2020, terjadi sengketa antara PT Griya dengan Bapak Rinaldi yang disebabkan karena adanya sertipikat ganda pada suatu bidang tanah yang sedang dilaksanakan pembangunan perumahan. 2) Sengketa pertanahan yang terjadi di Desa Koto Marapak yang terjadi sebelumnya didominasi oleh sengketa tanah adat. Penyelesaian atas sengketa tanah adat dilakukan dengan prinsip Bajanjang Naiak Batanggo Turun sehingga proses penyelesaian sengketa adat dapat meredam potensi konflik yang lebih besar. Sedangkan sengketa pertanahan yang berkaitan dengan keberadaan sertipikat ganda antara PT GKU dengan Bapak Rinaldi dapat diselesaikan setelah saling bersepakat untuk menyelesaikan sengketa melalui proses mediasi yang difasilitasi oleh Kepala Desa.
Kata Kunci: Sengketa Pertanahan, Sertipikat Ganda, Tanah Adat, Medias
Pengaruh Penggunaan Limbah Buah Durian Fermentasi Dengan Lentinus edodes Dalam Ransum Terhadap Performa Karkas Broiler
Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan pengaruh penggunaan Limbah Buah Durian Fermentasi (LBDF) dengan level berbeda dalam ransum terhadap performa karkas broiler. Penelitian ini menggunakan 200 ekor DOC broiler strain Lohman MB-202. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari A (0% LBDF, ransum kontrol), B (10% LBDF dalam ransum), C (15% LBDF dalam ransum), D (20% LBDF dalam ransum), dan E (25% LBDF dalam ransum). Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah bobot hidup, persentase lemak abdomen, dan persentase karkas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot hidup (g/ekor), persentase karkas, dan persentase lemak abdomen. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan produk fermentasi dapat digunakan sampai level 25% dalam ransum dan dapat mempertahankan karkas broiler. Pada kondisi ini diperoleh bobot hidup broiler 1378,46 g/ekor, persentase lemak abdomen 1,59 %, dan persentase karkas 66,01 %
Hubungan Kecerdasan Emosional dengan Perilaku Caring Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Universitas Andalas Padang
Caring merupakan inti dari keperawatan yang berperan penting dalam menentukan kualitas asuhan dan kepuasan pasien. Namun, implementasi perilaku caring oleh perawat sering kali belum optimal. Salah satu faktor yang memengaruhi caring adalah kecerdasan emosional, yang mencakup empati, pengendalian diri, dan pemahaman emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan perilaku caring perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Universitas Andalas Padang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 107 perawat yang bekerja di ruang rawat inap. Instrumen yang digunakan adalah Trait Emotional Intelligence Questionnaire-Short Form oleh Cooper & Petrides dan Caring Ability Inventory oleh Nkongho. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 88,8% perawat memiliki kecerdasan emosional tinggi dan 65,4% perawat menunjukkan perilaku caring yang rendah. Berdasarkan hasil uji statistik, diperoleh p-value sebesar 0,028 (p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan perilaku caring perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Universitas Andalas Padang. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan, pendidikan, dan pengembangan program kecerdasan emosional perawat sebagai langkah untuk meningkatkan perilaku caring perawat yang lebih baik
Hubungan Karakteristik Individu dan Perceived Stress dengan Kualitas Hidup Lansia di PSTW Kasih Sayang Ibu Batusangkar Tahun 2025
Peningkatan usia harapan hidup belum diikuti dengan kualitas hidup yang optimal, terutama pada lansia di panti sosial yang masih menghadapi berbagai masalah psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik individu dan perceived stress dengan kualitas hidup lansia di PSTW Kasih Sayang Ibu Batusangkar tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional yang dilaksanakan pada November 2024 - Mei 2025. Sampel sebanyak 53 orang diperoleh melalui teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner WHOQOL-OLD dan PSS-10. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan independent t-test dan mann whitney U, serta multivariat dengan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar responden berusia 70–79 tahun (49,1 %), laki-laki (73,6 %), tidak bersekolah (43,4 %), berstatus janda/duda (88,7 %), dan telah tinggal di panti 1–5 tahun (62,3 %). Mayoritas memiliki perceived stress normal (69,8 %) dengan rata-rata skor kualitas hidup 52,98 ± 9,64. Terdapat hubungan signifikan antara perceived stress dan status marital dengan kualitas hidup (p 0,05). Analisis multivariat menunjukkan tidak ada interaksi antara perceived stress dan karakteristik individu terhadap kualitas hidup (p > 0,05). Perceived stress memiliki hubungan signifikan terhadap kualitas hidup lansia. Upaya peningkatan kesejahteraan lansia perlu mempertimbangkan pendekatan psikososial untuk menurunkan stres dan meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh