74254 research outputs found
Sort by
Perancangan Sistem Kontrol Operasi Ats Berbasis Plc Pada Sistem Suplai Listrik Dari PLTS, PLTB, BATERAI DAN PLN
Tesis ini membahas perancangan sistem kontrol operasi ATS (Automatic Transfer Switch) yang berbasis PLC (Programmable Logic Controller) untuk sistem suplai listrik yang terdiri dari sumber energi terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTB), serta baterai dan sumber energi konvensional dari PLN.
Sistem ini bertujuan untuk memastikan pengelolaan efisien dan stabilitas suplai listrik dengan menggunakan teknologi PLC, sistem ini dapat dikendalikan secara otomatis, sehingga dapat memudahkan si pengguna tanpa adanya penggontrolan secara real-time serta intervensi yang cepat dan tepat saat terjadi perpindahan sumber energi tanpa adanya gangguan.
Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan sistem energi terbarukan dan teknologi kontrol yang dapat diimplementasikan dalam skala yang lebih luas untuk meningkatkan keandalan dan efisiensi sistem suplai listrik
Hubungan Kecanduan Smartphone dengan Kualitas Tidur pada Remaja di SMPN 18 Kota Padang
Penggunaan smartphone secara berlebihan merupakan salah satu penyebab terganggunya kualitas tidur pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecanduan smartphone dengan kualitas tidur pada remaja di SMPN 18 Kota Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 253 siswa yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Smartphone Addiction Scale-Short Version (SAS-SV) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 66,% responden mengalami kualitas tidur yang buruk, dan 56,1% responden memiliki tingkat kecanduan smartphone sedang. Uji statistik chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kecanduan smartphone dan kualitas tidur dengan p-value = 0,000 (p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat kecanduan smartphone, semakin buruk kualitas tidur yang dialami remaja. Berdasarkan hasil ini, disarankan agar sekolah dan orang tua dapat lebih aktif dalam memantau serta membatasi penggunaan smartphone di kalangan remaja, khususnya menjelang waktu tidur, guna mencegah dampak negatif terhadap kesehatan fisik dan psikologis siswa
Hubungan Karakteristik Ayah dan Peran Petugas Kesehatan dengan Kelengkapan Imunisasi Polio pada Anak di Kecamatan Padang Barat Tahun 2025
Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui hubungan karakteristik ayah (pengetahuan, tingkat pendidikan, sikap, pendapatan, kepercayaan, pekerjaan) dan peran petugas kesehatan dengan kelengkapan imunisasi polio pada anak di Kecamatan Padang Barat tahun 2025.
Metode
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ayah yang memiliki anak kandung berusia di bawah lima tahun. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 117 responden, yang ditentukan secara proporsional berdasarkan jumlah balita di setiap kelurahan. Pemilihan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling, dengan mempertimbangkan kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis melalui analisis univariat, bivariat menggunakan uji statistik chi square dan multivariat menggunakan uji regresi logistik.
Hasil
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 54,7% anak yang mendapatkan imunisasi polio lengkap. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ayah (p-value=0,004), tingkat pendidikan (p-value=0,022), dan pendapatan (p-value=0,021) dengan kelengkapan imunisasi polio pada anak. Hasil multivariat menunjukkan bahwa pengetahuan ayah merupakan variable yang paling dominan (p-value=0,009).
Kesimpulan
Pengetahuan ayah merupakan faktor yang paling dominan terhadap kelengkapan imunisasi polio pada anak. Diharapkan puskesmas meningkatkan pendekatan berbasis keluarga dalam imunisasi dengan melibatkan ayah secara aktif melalui edukasi yang komunikatif, pemanfaatan media digital, dan kerja sama dengan kader serta tokoh masyarakat
Kajian Eksperimental Pengaruh Geometri Ambang Tajam terhadap Akurasi Debit, Loncatan Hidrolis, dan Pembentukan Aerasi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akurasi persamaan debit dan loncatan hidrolis melalui ambang tajam serta efektivitasnya dalam meningkatkan aerasi. Geometri ambang tajam yang digunakan adalah segi empat dengan ketinggian 15 cm, 10 cm, dan 5 cm, trapesium dengan variasi ketinggian 7,5 cm, 5 cm, dan 2,5 cm, serta segitiga dengan sudut 30°, 45°, dan 60°. Eksperimen dilakukan di Laboratorium Hidrolika Lingkungan dengan mengukur kedalaman air, kecepatan aliran, serta kadar oksigen terlarut (DO) di lima titik pengukuran pada saluran terbuka. Data yang diperoleh digunakan untuk menghitung debit, luas penampang, dan bilangan Froude. Debit teoritis dibandingkan dengan debit aktual untuk menilai keakuratan persamaan dalam memprediksi debit aliran yang melewati ambang. Loncatan hidrolis dilihat dari terjadinya perubahan aliran dari superkritis menjadi subkritis. Aerasi dianalisis melalui peningkatan DO, yang hasilnya dianalisis kembali menggunakan uji ANOVA untuk melihat apakah perbedaan yang dihasilkan dari masing-masing geometri ambang signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa error yang dihasilkan oleh debit teoritis terhadap debit aktual memiliki nilai yang sangat kecil (4,63% - 6,71%). Loncatan hidrolis terjadi pada ambang segitiga 30° karena terjadi perubahan aliran dari superkritis menjadi subkritis, sedangkan geometri segi empat dan trapesium tidak terjadi loncatan hidrolis karena kondisi aliran di sepanjang saluran subkritis (Fr < 1). Peningkatan DO tertinggi (1,1 mg/L) terjadi pada ambang segi empat 15 cm dan segitiga 30° 15 cm. Uji ANOVA mendapatkan nilai p-value < 0,05 sehingga disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kadar DO yang signifikan dari masing�masing geometri ambang tajam. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam desain ambang tajam untuk peningkatan aerasi
PROSEDUR PENYUSUNAN ANGGARAN DAN RASIO EFEKTIVITAS BELANJA DAERAH PADA BIRO ORGANISASI KANTOR GUBERNUR PROVINSI SUMATERA BARAT
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Lama Rawat Inap pada Pasien Luka Bakar di RSUP Dr. M. Djamil Periode 2020-2024.
Luka bakar merupakan cedera akut yang kompleks dan membutuhkan perawatan intensif serta pendekatan multidisipliner. Lama rawat inap dipengaruhi oleh berbagai faktor klinis dan non-klinis, antara lain usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh (IMT), penyebab luka, luas dan kedalaman luka bakar, lokasi luka, serta adanya penyakit penyerta. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan lama rawat inap pasien luka bakar di RSUP Dr. M. Djamil Padang selama periode 2020–2024.
Desain penelitian menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Data dikumpulkan dari rekam medis pasien dan dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi p<0,05. Sampel diperoleh melalui teknik total sampling, dengan jumlah responden sebanyak 67 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sebagian besar pasien berada dalam rentang usia 18–40 tahun (59,7%) dan mayoritas berjenis kelamin laki-laki (70,1%). Sebagian besar pasien mengalami luka bakar termal (56,7%), dengan luas luka kurang dari 20% (58,5%), kedalaman luka derajat 3 (35,8%), serta lokasi luka pada tiga area tubuh (50,7%). Kondisi medis penyerta ditemukan pada 11,9% pasien. Mayoritas pasien memiliki lama rawat inap <10 hari (61,2%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa hanya variabel luas luka bakar yang berhubungan dengan lama rawat inap (p=0,007), sedangkan usia, IMT, dan kedalaman luka bakar menunjukkan tidak ada hubungan dengan lama rawat inap.
Hasil ini diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan dalam pengelolaan klinis pasien luka bakar, perencanaan sumber daya rumah sakit, serta penyusunan kebijakan pelayanan kesehatan yang lebih efisien dan efektif
Kajian Eksperimental Pengaruh Perendaman Air Laut Dan Hydrocarbon Liquid Terhadap Material Polymer Aditif Manufaktur
Pemanfaatan polimer seperti asam polilaktat (PLA) dan akrilonitril butadiena stirena (ABS) dalam industri terus meningkat karena sifat ringan, tahan korosi, dan mekanik yang baik. Namun, kedua material ini memiliki kelemahan dalam ketahanan terhadap cairan seperti air laut dan hidrokarbon (bensin). Penelitian ini bertujuan menganalisis efek resin coating epoxy terhadap sifat mekanik, ketahanan air, dan bahan bakar pada PLA dan ABS. Metode yang digunakan melibatkan perendaman spesimen dalam air laut dan cairan hidrokarbon selama periode tertentu, serta pengujian kekuatan lentur (flexural strength), pertambahan massa, dan modulus elastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan resin coating tidak secara signifikan meningkatkan ketahanan material terhadap cairan, bahkan cenderung menurunkan performa mekanik. Pada uji kekuatan lentur, nilai tertinggi tetap dimiliki spesimen kontrol tanpa coating (69,328 MPa). Perendaman dalam hidrokarbon menyebabkan penurunan kekuatan lentur terendah pada ABS+ tanpa coating (3,304 MPa), sementara PLA+ tanpa coating relatif stabil (46,867 MPa). Hal ini disebabkan kesamaan matriks kimia ABS dengan hidrokarbon, sehingga meningkatkan penyerapan cairan hingga 74,368% pada ABS+, sedangkan PLA+ hanya mengalami pertambahan massa 5,035% (tanpa coating) dan 1,712% (dengan coating) karena sifat hidrofilik dan lapisan coating yang meminimalkan penetrasi cairan. Pada perendaman air laut, pertambahan massa semua spesimen kurang dari 1%, menunjukkan dampak lebih ringan dibandingkan hidrokarbon. Modulus elastisitas juga mengalami penurunan, terutama pada material ber-coating. Nilai tertinggi terdapat pada spesimen kontrol PLA+ (3,081 GPa), sedangkan terendah pada ABS+ tanpa coating yang direndam hidrokarbon (0,108 GPa). Penurunan sifat mekanik disebabkan oleh faktor dari viskositas resin yang meningkat, pelemahan struktur mikro PLA+ dan ABS+ akibat adanya perendaman dengan cairan air laut dan hydrocarbon liquid, dan juga pelemahan yang terjadi pada struktur mikro akibat dari proses coating dan curing spesimen
Pengaruh Pemberian Campuran Empulur Sagu dan Daun Ubi Kayu Fermentasi Dengan Bacillus subtilis Dalam Ransum Terhadap Performa Produksi Puyuh
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian empulur sagu (ES) dan daun ubi kayu (DUK) fermentasi dengan Bacillus subtilis (ESDUKF) dalam ransum terhadap peforma produksi puyuh. Penelitian ini menggunakan 200 ekor puyuh jenis Coturnix-coturnix japonica yang berumur 8 minggu dengan produksi ± 10%. Kandang yang digunakan adalah 20 unit kandang box yang terbuat dari kayu dan kawat yang berukuran 65×45×25 cm dan setiap unit diisi 10 ekor puyuh dan dilengkapi tempat ransum dan minum. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan masing-masing 4 ulangan. Perlakuan merupakan tingkat pemberian ESDUKF dalam ransum puyuh; R1(0%), R2(15%), R3(20%), R4(25%) dan R5(30%) ESDUKF dalam ransum puyuh. Ransum disusun dengan iso protein 20% dan iso energi 2800 Kkal/kg. Parameter yang di ukur yaitu konsumsi ransum, produsi telur harian, massa telur dan konversi ransum. Hasil analisis keragaman menunjukan bahwa pemberian ransum yang mengandung ESDUKF sampai level 25% memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi ransum, produksi telur harian dan massa telur serta memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap konversi ransum. Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa ESDUKF dapat digunakan sampai 25% dalam ransum, hal ini dapat dilihat dari konsumsi ransum 19,96 g/ekor/hari, produksi telur harian puyuh 44,41%, massa telur 4,54 g/ekor/hari dan konversi ransum 4,54
SINTESIS DAN KARAKTERISASI OPTIK NANOKOMPOSIT ZnO/GQD (GRAPHENE QUANTUM DOT)
Sintesis nanokomposit ZnO/GQD dilakukan dengan tujuan mengembangan sifat optik ZnO dengan pendopingan material luminisens lain yaitu GQD, yang diaplikasikan sebagai material pengontras pada proses bioimaging. Sampel berupa ZnO yang dikonjugasikan dengan variasi GQD yaitu (0,001, 0,0015, 0,002) g Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode hidrotermal. Nanokomposit dikarakterisasi dengan 5 alat berbeda. Hasil karakterisasi XRD menunjukkan bahwa terbentuknya struktur hexagonal pada ZnO murni, sedangkan ZnO/GQD (0,001 dan 0,0015) g berstruktur orthorhombic, untuk ZnO/GQD 0,002 g adalah tetragonal . Ukuran kristal ZnO dan ZnO/GQD (0,001, 0,0015, 0,002)g berturut-turut adalah 58,14 nm, 58,14 nm, 51,22 nm, dan 46,21 nm. Karakterisasi FTIR pada nanokomposit ZnO/GQD didapatkan ikatan Zn-O memperlihatkan adanya ZnO, dan ikatan C=C menunjukkan terbentuknya GQD. Didapatkan hasil UV-vis pada GQD yaitu 3,63 eV, untuk karakterisasi photoluminescence menunjukkan puncak emisi cahaya tampak tertinggi nanopartikel ZnO pada panjang gelombang 550 nm yang menghasilkan luminisens berwarna kuning cerah. Variasi nanokomposit ZnO/GQD didapatkan panjang gelombang pada 550 nm, 590 nm, dan 570 nm. Ukuran rata-rata partikel yang didapatkan melalui karakterisasi TEM adalah 70 nm.
Kata kunci: Hidrotermal, ZnO, GQD, nanokomposit, ZnO/GQ