74254 research outputs found
Sort by
Audit Energi Proses Produksi UMKM Gula Semut Simanis Di Kenagarian Lawang
Produksi gula semut merupakan salah satu bentuk pengolahan hasil pertanian yang bernilai ekonomi tinggi, terutama pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). UMKM Gula Semut Simanis di Kenagarian Lawang telah memproduksi gula semut secara tradisional sejak tahun 2015, namun produktivitas dan efisiensi energinya belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi praktik kerja dan penggunaan energi dalam proses produksi, menghitung kebutuhan aliran energi pada setiap tahapan produksi, dan mengidentifikasi peluang efisiensi energi terhadap produktivitas melalui analisis biaya dan nilai tambah. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei langsung dan perhitungan konsumsi energi pada enam tahapan produksi: penggilingan, pemasakan, pengkristalan, penghalusan, pengayakan, dan pengemasan. Jenis energi yang dianalisis mencakup energi manusia, bahan bakar, mesin, dan listrik. Hasil penelitian menunjukkan total konsumsi energi input sebesar 1.861,69 kJ/kg, dengan pemasakan menjadi proses paling boros energi (82%). Rendemen dari proses penggilingan yaitu 60,76%, proses pemasakan 12,34%, dan proses selanjutnya 100%. Total biaya produksi sebesar Rp9.520,8/kg, sedangkan nilai tambah yang dihasilkan sebesar Rp39.879,20/kg dengan rasio nilai tambah sebesar 81,04%. Hasil ini menunjukkan bahwa proses produksi memberikan nilai ekonomi yang cukup tinggi dengan struktur biaya yang relatif efisien, meskipun masih sangat bergantung pada tenaga kerja keluarga dan bahan baku lokal. Perbaikan efisiensi energi, khususnya pada proses pemasakan, direkomendasikan untuk meningkatkan keberlanjutan dan daya saing UMKM.
Kata kunci: Audit Energi, UMKM, Gula Semut, Efisiensi Produksi, Nilai Tamba
VIABILITAS BENIH AREN (Arenga pinnata Merr.) DAN PERTUMBUHAN KECAMBAH PADA BEBERAPA KONDISI WARNA BUAH
Kegiatan budidaya tanaman aren dimulai dari pembibitan. Salah satu
faktor pendukung keberhasilan dalam pembibitan adalah dengan menyediakan
benih yang berkualitas. Secara praktis pengambilan buah untuk tujuan
pembenihan adalah panen sekaligus dalam satu tandan buah, akan tetapi
perubahan warna buah aren. Kemasakan buah aren antara lain ditandai dengan
perubahan warna kulit buah dari hijau, hijau kekuningan, kuning kehijauan,
kuning dan hitam secara bertahap. Benih berasal dari buah yang sudah matang
akan mengalami perubahan fisiologis, terjadi pembentukan embrio dan
pengeringan benih. Sedangkan selama perkecambahan, benih akan mengalami
imbibisi, perombakan cadangan makanan, pengangkutan zat makanan, asimilasi,
respirasi dan pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui viabilitas
benih aren pada beberapa kondisi warna buah aren (Arenga pinnata Merr.) dan
mengetahui warna kulit buah aren yang menghasilkan viabilitas benih aren yang
terbaik. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan September 2024 sampai
bulan Januari 2025 di Kebun Percobaan Universitas Andalas Kampus III
Dharmasraya, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya. Pada
penelitian ini digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan percobaan satu
faktor. Dari percobaan tersebut terdapat 5 perlakuan yaitu dari warna buah hijau,
hijau kekuningan, kuning kehijauan, kuning, hitam dengan masing-masing
diulang 5 kali. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa kulit buah berwarna
hitam dapat meningkatkan pertumbuhan kecambah biji aren dari pada warna buah
yang lain seperti waktu muncul apokol, panjang apokol, uji daya kecambah benih,
panjang koleoptil, panjang akar sekunder, dan diameter batang benih tanaman aren
(Arenga pinnata Merr.)
PENGARUH PENAMBAHAN PROTEINASE-K BERBAGAI KONSENTRASI DAN WAKTU INKUBASI TERHADAP HASIL EKSTRAKSI DNA Mycobacterium tuberculosis DENGAN METODE BOILING
Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang memerlukan diagnosis dini untuk penanganan yang optimal. Teknik PCR membutuhkan isolat DNA murni dengan sensitivitas tinggi untuk deteksi yang akurat. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh penambahan Proteinase K dengan berbagai konsentrasi dan waktu inkubasi terhadap hasil ekstraksi DNA M. tuberculosis menggunakan metode boiling.
Penelitian eksperimental dengan design true eksperimental dengan menggunakan sampel sputum dari pasien yang terkonfirmasi positif M.tuberculosis yang berasal dari Rumah Sakit Paru Sumatera Barat. Penelitian dilakukan dengan 3 kali pengulangan menggunakan metode boiling dengan perlakuan perbedaan penambahan Konsentrasi Proteinase K (0, 1, 5, 10, 20, 30 µg/ml) dan waktu inkubasi (15, 30, 45 menit). Analisis univariate pada penelitian menggunakan uji Two-way Anova dengan nilai significiance p= (<0.05).
Hasil penelitian didapat bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada penambahan Proteinase K berbagai konsentrasi dan waktu inkubasi terhadap hasil ekstraksi DNA Mycobacterium tuberculosis dengan metode boiling
Penyelesaian Sengketa Wanprestasi Perjanjian Bagi Hasil Tanah Pertanian Berdasarkan Pagang Gadai Sawah Di Nagari Sakayan Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman
Pagang gadai merupakan perjanjian pinjam meminjam dengan memberikan jaminan kepada penerima gadai, dimana panggadai akan menyerahkan sebidang tanah kepada penerima gadai dengan menerima sejumlah emas sesuai yang telah disepakati dan selama utang belum dibayar maka barang jaminan akan tetap berada ditangan si penerima gadai. Dalam perjalanan gadai, terkadang muncul permasalahan yang terjadi antara kedua belah pihak. Perjanjian bagi hasil adalah suatu bentuk perjanjian antara seorang yang berhak atas suatu bidang tanah pertanian dari orang lain. Di dalam suatu perjanjian apapun bentuk dan jenisnya pastilah terkandung asas itikad baik didalamnya. Adapun Rumusan Masalah (1) Bagaimana kedudukan perjanjian bagi hasil tanah pertanian berdasarkan Pagang Gadai sawah ditinjau dari Hukum Adat Minangkabau dan Undang-Undang No. 56 PRP Tahun 1960 Tentang Penetapan Luas Tanah Pertanian?, (2) Bagaimana penyelesaian secara hukum adat jika terjadi wanprestasi dalam pelaksanaan perjanjian bagi hasil tanah pertanian berdasarkan Pagang Gadai sawah? dan (3) Bagaimana perlindungan hukum terhadap para pihak dalam perjanjian Pagang Gadai sawah?. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian yuridis empiris. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah : (1) Perjanjian pagang gadai sawah dalam Hukum Adat Minangkabau merupakan bentuk tolong-menolong yang berdiri sendiri dan berlandaskan nilai sosial-kultural, dengan tanah sebagai harta pusaka komunal yang memerlukan persetujuan Mamak Kapalo Waris. Tetapi persetujuan ini sering diabaikan, memicu potensi sengketa. Undang-Undang No. 56 PRP Tahun 1960 membatasi gadai tanah pertanian hanya tujuh tahun, yang dinilai bertentangan dengan nilai adat Minangkabau yang menekankan kekeluargaan dan solidaritas. (2) Penyelesaian wanprestasi pagang gadai di Nagari Sakayan umumnya dilakukan melalui musyawarah kekeluargaan. Minimnya keterlibatan KAN karena perjanjian sering dibuat tanpa Mamak Kapalo Waris atau Wali Nagari menyulitkan penyelesaian adat. Agar tercipta kepastian hukum, penting untuk melibatkan pihak terkait sejak awal dan mematuhi prosedur formal. dan (3) Hukum adat Minangkabau melindungi praktik ini melalui musyawarah dan Kerapatan Adat Nagari, sementara secara nasional, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1960 mewajibkan perjanjian tertulis di hadapan kepala desa, sehingga memberikan kepastian dan perlindungan hukum yang lebih kuat bagi para pihak
Peran Media Dalam Gerakan Tentara Kandjeng Nabi Muhammad (TKNM) dan Aksi Bela Islam 212: Sebuah Sejarah Komparatif
Penelitian ini mengkaji peran media dalam dua peristiwa besar yang berkaitan dengan gerakan sosial-keagamaan di Indonesia, yaitu Gerakan Tentara Kandjeng Nabi Muhammad (TKNM) tahun 1918 dan Aksi Bela Islam 212 tahun 2016. Keduanya dipicu oleh kasus penistaan agama yang memicu respons luas dari umat Islam dan mobilisasi massa berskala besar. TKNM muncul sebagai reaksi terhadap artikel surat kabar Djawi Hisworo yang dianggap menghina Nabi Muhammad, sedangkan Aksi 212 dipicu oleh pernyataan Basuki Tjahaja Purnama terkait Surah Al-Maidah ayat 51 yang dianggap menyinggung keyakinan umat Islam. Kedua gerakan menunjukkan bahwa isu keagamaan mampu menjadi penggerak massa yang efektif, dengan media memainkan peran strategis dalam proses tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang mencakup tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Fokus kajian diarahkan pada analisis komparatif model media, pola pemberitaan, serta keterlibatan media dalam membentuk opini publik dan dinamika gerakan. Penelitian ini bertujuan mengungkap bagaimana media, dalam konteks temporal dan teknologi yang berbeda, memengaruhi pembingkaian isu keagamaan dan kesadaran kolektif masyarakat Muslim.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa media cetak seperti Oetoesan Hindia menjadi corong utama advokasi TKNM di masa kolonial, sedangkan Aksi 212 sangat bergantung pada media sosial seperti Facebook, Twitter, dan WhatsApp untuk penyebaran informasi dan mobilisasi massa secara instan.
Kesimpulannya, media—baik cetak maupun digital—berperan sebagai aktor sosial-politik dalam sejarah gerakan Islam di Indonesia. Transformasi media membawa peluang dan tantangan baru yang perlu disikapi secara kritis dalam kerangka kebangsaan dan konstitusi
Manajemen Privasi Pelaku Friends With Benefits di Media Sosial (Studi Netnografi pada Channel Telegram FWB BASE MENFESS)
Penelitian ini membahas tentang manajemen privasi pelaku Friends With Benefits (FWB) dalam ruang digital, khususnya di channel Telegram FWB BASE MENFESS. Meskipun berinteraksi secara anonim, para pengguna kanal ini tetap menerapkan berbagai strategi pengelolaan privasi guna menjaga kendali atas informasi pribadi mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode netnografi untuk menggali praktik-praktik manajemen privasi yang dilakukan pengguna dalam aktivitas mengirim menfess (mention confess). Data dikumpulkan melalui observasi terhadap konten yang dibagikan dalam channel FWB BASE, dan dianalisis melalui tahapan analisis netnografi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengguna FWB BASE MENFESS menerapkan beragam bentuk manajemen privasi, seperti selektif dalam berbagi informasi identitas, penyensoran foto diri, dan pengungkapan identitas seksual secara terbatas. Selain itu, interaksi anonim di kanal tersebut tidak menghilangkan adanya dinamika negosiasi privasi. Seiring berkembangnya relasi interpersonal dalam ruang daring, batasan privasi pengguna mengalami perubahan secara fleksibel, namun tetap rentan terhadap gangguan privasi apabila ekspektasi privasi dilanggar. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pengelolaan privasi dalam komunitas daring berbasis anonimitas bersifat dinamis, situasional, dan sangat bergantung pada persepsi risiko serta kebutuhan sosial individu. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik pada studi komunikasi digital, serta menjadi rujukan praktis bagi pengguna media sosial dalam memahami pentingnya menjaga privasi di era keterbukaan informasi
Analisis Sensitivitas dan Spesifikasi Kadar Adiponektin, Irisin, Rasio Massa Otot Terhadap Massa Lemak Wanita Dewasa Suku Minang dalam Memprediksi Sindrom Metabolik
Adipokin Adiponektin dan Miokin Irisin sebagai mediator utamaperadangan pada sindrom metabolik. Massa otot dan massa lemak jugaberhubungan dengan resistensi insulin dan sindrom metabolik. Penelitian Crosssectional study ini bertujuan untuk menganalisis sensitifitas dan spesifisitas
kadar adiponektin, irisin dan rasio massa otot terhadap massa lemak dalammemprediksi sindrom metabolik pada wanita dewasa suku minang.
158 wanita dewasa berusia 25–44 tahun yang tinggal di kabupatenpesisir selatan dipilih secara simple random sampling. Pengambilan sampeldarah oleh analis laboratorium. Data meliputi status gizi, komposisi tubuh,
profil darah dan kadar adiponektin serta irisin. Data komposisi tubuh diukurmenggunakan BIA, profil darah dianalisis di Labkesda Sumatra Barat dan
analisis ELISA di Laboratorium Biomedik.
Kejadian sindrom metabolik ditemukan 24%. Rerata kadar adiponektinresponden 5,49 + 2,82 µg/ml, Rerata lebih rendah pada kelompok sindrommetabolik Rerata kadar irisin responden 18,1+8,36 µg/ml, rerata lebih tinggi
pada kelompok sindrom metabolik. Rerata rasio massa otot terhadap massalemak responden 1,67+0,7, rerata lebih rendah pada kelompok dengan sindrommetabolik. Sensitivitas dan spesifisitas adiponektin dalam memprediksi sindrom
metabolik yaitu 58,8% dan 65,5% dengan Cut off 4,3 µg/ml. Sensitivitas danspesifisitas irisin dalam memprediksi sindrom metabolik yaitu 23,5% dan 22%. Sensitivitas dan spesifisitas rasio massa otot terhadap massa lemak danmemprediksi sindrom metabolik 67,6 % dan 67,1 % dengan Cut off 1,4.
Indikator yang paling sensitif dan spesifik dalam memprediksi sindrom metabolik yaitu rasio massa otot terhadap massa lemak dengan keuntungan
lebih murah dan tidak infasif. Rasio massa otot terhadap massa lemak dapat dilanjutkan sebagai prediktor sindrom metabolik di masyarakat
KUALITAS SUSU KAMBING PERAH BERDASARKAN NILAI Total Plate Count, pH, DAN UJI ALKOHOL (Studi Kasus: Di Peternakan Padayo Farm, Indarung, Padang)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas susu kambing perah berdasarkan nilai total plate count (TPC), pH, dan uji alkohol (studi kasus: di peternakan Padayo Farm, Indarung, Padang. Materi yang digunakan adalah susu kambing perah di Padayo Farm, Indarung, Padang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dan analisis laboratorium, parameter yang diukur adalah TPC, pH dan uji alkohol susu kambing perah. Sampel susu diambil sebanyak 750 ml dari 16 ekor kambing. Pengambilan sampel susu untuk uji kualitas diulang sebanyak tiga kali. Hasil rataan yang didapatkan pada penelitian ini adalah TPC 3,58×104 ± 0,82 CFU/ml, pH 6,71± 0,01 dan uji alkohol negatif (-). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kualitas susu kambing perah di peternakan Padayo Farm sudah baik dan memenuhi Standar Nasional Indonesia (2011
Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Konsumsi Sugar-Sweetened Beverages (SSBs) pada Siswa SMA Negeri 9 Padang Tahun 2025
Tujuan Penelitian
Remaja menjadi kelompok berisiko mengalami obesitas karena memiliki tingkat konsumsi Sugar-Sweetened Beverages (SSBs) tertinggi. Berdasarkan SKI 2023, sebanyak 45,8% remaja usia 15 - 19 tahun mengonsumsi SSBs setiap hari. SMA Negeri 9 Padang merupakan sekolah dengan kasus gizi lebih dan obesitas terbanyak di wilayah kerja Puskesmas Pauh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku konsumsi SSBs pada siswa SMA Negeri 9 Padang tahun 2025.
Metode
Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Dilaksanakan pada Februari hingga Juni 2025 di SMA Negeri 9 Padang. Sampel sebanyak 134 siswa dipilih secara simple random sampling, dengan instrumen menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan chi-square, dan multivariat dengan uji regresi logistik.
Hasil
Didapatkan hasil sebanyak 67 siswa (50%) memiliki perilaku buruk dalam konsumsi SSBs pada siswa SMA Negeri 9 Padang. Terdapat hubungan antara sikap (p = 0,000), peran orang tua (p = 0,000), dukungan teman sebaya (p = 0,000), dan paparan media sosial (p = 0,000) terhadap perilaku konsumsi SSBs. Variabel yang paling dominan berpengaruh dengan perilaku konsumsi SSBs adalah peran orang tua (p = 0,001, POR = 5,549), yang menunjukkan pentingnya peran orang tua dalam membentuk pola konsumsi anak.
Kesimpulan
Peran orang tua merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap perilaku konsumsi SSBs. Diharapkan sekolah dapat bekerjasama dengan lembaga kesehatan untuk menyediakan penyuluhan edukasi kepada orang tua siswa tentang dampak konsumsi SSBs. Orang tua juga diharapkan membatasi ketersediaan SSBs di rumah dan memberi contoh konsumsi minuman sehat
Analisis Propgram Pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Air Dingin Kota Padang
Berdasarkan Profil Kesehatan Kota Padang 2023, capaian ASI eksklusif terendah terdapat di Puskesmas Air Dingin, yakni 31,5%. ASI eksklusif penting untuk tumbuh kembang, imunitas, serta pencegahan malnutrisi dan stunting. Penelitian ini bertujuan menganalisis program pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Air Dingin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dilakukan selama bulan November 2024–Maret 2025 dengan 19 informan melalui purposive sampling. Data
dikumpulkan lewat wawancara, observasi, telaah dokumen, FGD, serta dianalisis dengan triangulasi sumber dan metode. Kebijakan ASI Eksklusif belum sepenuhnya diketahui tenaga kesehatan dan belum punya SOP khusus. SDM cukup tapi kurang kompeten dalam menjalan tugas, kader minim pelatihan,
Pembiayaan program Asi bersumber dari BOK, dana yang tersedia belum mencukupi menyebabkan sarana dan prasarana program ASI Eksklusif belum memadai dan masih banyak yang kurang. Fasilitas kurang memadai, koordinasi antar program ada tapi kader kurang dilibatkan. Penyuluhan rutin, partisipasi ibu rendah, KP-ASI tidak aktif, dan 10 langkah menyusui belum optimal. IMD berjalan, namun susu formula masih ditawarkan bidan swasta. Pencatatan online-manual, evaluasi dua kali setahun oleh dinas kesehatan
kota Padang