74254 research outputs found
Sort by
Tingkat Keberhasilan Inseminasi Buatan Pada Ternak Sapi Potong Di Kecamatan IV Nagari, Kabupaten Sijunjung
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan inseminasi buatan menggunakan semen beku pada berbagai bangsa ternak sapi potong di Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung. Metode penelitian yang digunakan yaitu survei, dengan sampel semen sapi Bali, sapi Brahman, sapi Angus, sapi PO dan sapi Limosin, serta sapi akseptor yaitu sapi Bali dan sapi PO. Variabel yang diamati adalah Conception Rate (CR), Service per Conception (S/C), dan Calving Rate. Data dianalisis dengan uji t proporsi dan uji t nilai tengah. Hasil penelitian menunjukkan IB semen beku sapi Bali dengan betina sapi Bali dengan nilai CR 55%, S/C 1,4, dan Calving Rate 83 %, IB semen beku sapi Brahman dengan betina sapi Bali dengan nilai CR 30%, S/C 1,4, dan Calving Rate 50 % , IB semen beku sapi Brahman dengan betina sapi PO dengan nilai CR 60%, S/C 1,3, dan Calving Rate 63,6%, IB semen beku sapi Limosin dengan betina sapi PO dengan nilai CR 58%, S/C 1,5, dan Calving Rate 83%, IB semen beku sapi Angus dengan betina sapi Bali dengan nilai CR 66% , S/C 1,2, dan Calving Rate 83%, IB semen beku sapi PO dengan betina sapi Bali dengan nilai CR 63,6%, S/C 1,0 dan Calving Rate 63,6%
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA TAWURAN DIKALANGAN REMAJA DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA DI WILAYAH HUKUM POLSEK LUBUK BEGALUNG
Tawuran dikalangan remaja merupakan suatu kenakalan yang dilakukan oleh anak usia remaja yang sangat meresahkan masyarakat dan dapat mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat. Setelah dilakukan pra penelitian di Polresta Padang, ditemukan fakta bahwa Kecamatan Lubuk Begalung merupakan daerah yang paling sering terjadi tawuran di Kota Padang, hal ini mengganggu ketertiban serta keamanan masyarakat dan perlu ditanggulangi. Penanggulangan tawuran merupakan tanggungjawab semua pihak untuk mengatasinya, terutama kepolisian sebagaimana tugas kepolisian yang telah tercantum dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Rumusan masalah penelitian ini yaitu: apa saja faktor penyebab terjadinya tawuran oleh remaja di Kecamatan Lubuk Begalung dan bagaimana upaya penanggulangan tawuran dikalangan remaja oleh kepolisian di wilayah hukum Polsek Lubuk Begalung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian empiris dengan lokasi penelitian di wilayah hukum Polsek Lubuk Begalung. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis. Penelitian ini memiliki kesimpulan sebagai berikut: pertama, faktor penyebab terjadinya tawuran terbagi atas faktor intrinsik atau faktor yang berasal dari diri pelaku tawuran itu sendiri dan faktor ekstrinsik atau faktor yang berasal dari luar diri pelaku tawuran tersebut. Kedua, upaya penanggulangan tawuran yang dilakukan oleh Polsek Lubuk Begalung terbagi atas tiga yaitu: a. upaya preemtif berupa pendataan, sosialisasi dan kerjasama dengan pihak ketiga b.upaya preventif berupa pengawasan, patroli dan razia, c. upaya represif berupa pengamanan, pemanggilan orang tua dan penegakkan hukum terhadap pelaku tawuran setelah tawuran tersebut terjadi. Adapun saran yang diberikan yaitu: a. meningkatkan kesadaran akan dampak negatif dari tawuran melalui sosialisasi baik itu oleh pemerintah maupun kepolisian, b. hendaknya seluruh unsur memberikan perhatian yang lebih serius terkait tawuran, c. dirutinkannya sosialisasi dan razia ke sekolah-sekolah oleh pihak kepolisian, d. kepolisian mengadakan penyuluhan untuk masyarakat yang memiliki anak remaja terkait bahaya tawuran, e. pemerintah menyediakan wadah untuk menyalurkan bakat remaja, f. diharapkan adanya Perda yang mengatur secara khusus terkait tawuran dan teknis penanganan tawuran, g. mendorong orangtua ataupun keluarga untuk berperan aktif dalam mengawasi anak untuk mengurangi angka tawuran, h. diharapkan tenaga pendidik untuk dapat menanamkan nilai-nilai moral dan nilai-nilai agama.
Kata Kunci: Tawuran, Kepolisian, Faktor, Upaya Penanggulangan
Hubungan Work-Family Conflict dengan Mindfulness Parenting pada Ibu Bekerja yang Memiliki Anak dengan Neurodevelopmental Disorders
Ibu bekerja yang memiliki anak dengan NDD menghadapi berbagai tantangan ganda baik dari pekerjaan dan pengasuhan khusus yang dapat memicu terjadinya konflik antar peran. Mindfulness parenting merupakan pengasuhan yang membutuhkan kesadaran penuh, emosional dan penerimaan ibu yang diperkirakan mampu berperan penting dalam mengurangi dampak negatif dari work-family conflict. Pada penelitian ini mengkaji hubungan antara work-family conflict dengan mindfulness parenting pada ibu bekerja yang memiliki anak dengan NDD. Adapun metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif berupa analisis korelasi Pearson Product Moment. Penelitian ini melibatkan 224 ibu bekerja yang memiliki anak dengan NDD di 35 SLB yang ada di Sumatera Barat dengan menggunakan purposive sampling. Penelitian ini
mengadaptasi alat ukur Work Family Conflict Scale (WFCS) (α = .956) dan Mindfulness in Parenting Questionnaire (MIPQ) (α = .914). Hasil yang diperoleh pada penelitian ini berupa adanya hubungan secara signifikan antara work-family conflict dengan mindfulness parenting pada ibu bekerja yang memiliki anak dengan NDD (r = -.207, p = .002). Hal ini menjelaskan bahwa semakin tinggi tingkat work family conflict maka semakin rendah pula tingkat mindfulness parenting yang dimiliki oleh ibu bekerja dengan anak NDD dan begitu pula sebaliknya
Gastronomi Dalam Perspektif Folklor: Kajian Tentang Makanan Tradisional Minangkabau
Penelitian ini membahas makanan tradisional Minangkabau di Nagari Kajai dalam perspektif gastronomi sastra. Tujuan penelitian ini adalah mendokumentasikan jenis-jenis makanan tradisional Minangkabau serta menganalisisnya dalam konteks gastronomi sastra dengan pendekatan folklor. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara kepada tokoh dan masyarakat yang memahami kuliner serta tradisi lokal. Data dikumpulkan melalui dokumentasi foto, observasi, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan tradisional Minangkabau di Nagari Kajai tidak hanya berfungsi sebagai konsumsi sehari-hari, tetapi juga memiliki makna sosial, budaya, dan simbolik yang kuat dalam kehidupan masyarakat. Kesimpulannya, dokumentasi dan analisis makanan tradisional Minangkabau dengan pendekatan folklor dan gastronomi sastra dapat mengungkap peran makanan sebagai bagian dari identitas budaya dan warisan kuliner masyarakat Nagari Kajai.
Kata kunci: Gastronomi Sastra
Implementasi Peraturan Daerah Kota Padang Nomor 12 Tahun 2019 Tentang Kota Layak Anak Tahun 2022-2023
Keberhasilan Pemerintah Kota Padang dalam mengimplementasikan kebijakan Kota Layak Anak menjadi hal yang menarik untuk dikaji. Implementasi perda tentang KLA di Kota Padang berhasil meraih penghargaan predikat kategori utama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Peraturan Daerah Kota Padang Nomor 12 Tahun 2019 Tentang Kota Layak Anak tahun 2022-2023. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus instrumental, dan teknik pengumpulan data berupa data sekunder, wawancara dan dokumentasi. Teori yang digunakan yakni implementasi kebijakan menurut Van Meter dan Van Horn. Adapun hasil penelitian ini ialah pertama, aspek standar dan tujuan kebijakan Kota Layak Anak berjalan sesuai dengan pemenuhan hak anak yang telah ditetapkan sesuai dengan Konvensi Hak Anak. Kedua, aspek sumber daya telah dimanfaatkan secara maksimal oleh Pemerintah Daerah. Ketiga, komunikasi antar organisasi belum berjalan secara efektif, dikarenakan masih sulitnya Gugus Tugas KLA dalam mengkolektifkan data, serta komunikasi kepada masyarakat yang menjadi sasaran kebijakan masih minim dikarenakan lembaga-lembaga yang disediakan Pemerintah Kota untuk konseling dan edukasi pola asuh anak jarang dikunjungi oleh masyarakat. Keempat, disposisi pelaksana sangat baik terhadap kebijakan ini dikarenakan adanya satu pemahaman yang sama terhadap kebijakan ini. Kelima, karakteristik pelaksana, pemerintah kota berkomitmen tinggi dalam pemenuhan hak anak dengan menjadikan Kota Padang sebagai Kota Ramah Anak. Keenam, kondisi sosial, ekonomi dan politik. Kondisi sosial masyarakat menjadi salah satu faktor penghambat dalam proses implementasi kebijakan dikarenakan maraknya kasus kekerasan pada anak disebabkan ketidaktahuan masyarakat mengenai pola asuh anak dengan baik.
Kata Kunci: Implementasi, Kota Layak Anak, 5 Klaster Hak Ana
PENGARUH KALINCUANG (LIMBAH CAIR PRODUKSI GAMBIR) TERHADAP TEKANAN DARAH SISTOLIK, DIASTOLIK, DAN TEKANAN DARAH RATA-RATA PADA TIKUS PUTIH YANG MENGALAMI HIPERTENSI
Kalincuang merupakan limbah cair dari proses penirisan gambir. Kalincuang dilaporkan masih mengandung berbagai senyawa aktif yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kalincuang terhadap tekanan darah tikus jantan hipertensi. Kalincuang di proses dengan metode liofilisasi dan distandarisasi sesuai farmakope herbal. Skrining senyawa aktif dilakukan menggunakan LC-MS/MS QTOF lalu diuji aktivitas antioksidannya. Kalincuang kering kemudian dievaluasi pengaruhnya terhadap tekanan darah sistolik (TDS), tekanan darah diastolik (TDD), dan tekanan darah rata-rata (TAR) pada tikus hipertensi yang diinduksi dengan kombinasi NaCl 2,5% b/v-Prednison 1,5 mg/kgbb secara peroral, dan diikuti pemberian L-NAME 20 mg/kgbb selama dua hari terakhir dalam masa induksi. Sebanyak 5 kelompok tikus hipertensi diperlakukan selama 14 hari masing-masing sebagai kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif (kaptopril 2,5 mg/kgbb) dan kelompok kalincuang dengan variasi dosis 10, 20, dan 40 mg/kgbb. TDS, TDD, dan TAR diukur sebelum perlakuan dan pada hari ke-1, 3, 7, dan 14 setelah perlakuan menggunakan Non-invasive Blood Pressure (CODA®). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kalincuang memenuhi standarisasi kadar air dan kadar abu tak larut asam, kecuali untuk kadar abu. Kalincuang mengandung 23 senyawa aktif dengan total fenol sebesar 320 mgGAE/g dan 〖IC〗_AO50 9,35 ppm. Data penelitian dianalisis dengan ANOVA dua arah diikuti uji Duncan dengan batas kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan darah tikus yang diberi kalincuang terutama pada dosis 10-20 mg/kgbb berbeda nyata (P<0,05) jika dibandingkan dengan kontrol negatif. Efek penurunan tekanan darah ini semakin besar seiring dengan lamanya penggunaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kalincuang berpotensi sebagai antihipertensi alami
Kajian Penundaan Waktu Pre-cooling dan Suhu Penyimpanan terhadap Susut Bobot dan Total Padatan Terlarut pada Penyimpanan Jambu Biji Merah (Psidium guajava L.)
Penanganan pascapanen buah jambu Biji Merah bisa dilakukan dengan tindakan pre-cooling. Pre-cooling, penanganan pascapanen lainnya yang dapat memperpanjang umur simpan adalah suhu penyimpanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi mutu jambu Biji Merah berdasarkan pemberian perlakuan penundaan pre-cooling dan pre-cooling air berozon pada suhu ruang dan suhu dingin 10oC terhadap susut bobot dan total padatan terlarut. Metode pada penelitian ini menggunakan RAL Faktorial dengan dua faktor yaitu penundaan pre-cooling dan suhu penyimpanan. Hasil penelitian didapatkan pada perlakuan pre-cooling air berozon suhu dingin jambu biji merah mampu bertahan selama 16 hari, pada perlakuan precooling suhu dingin bertahan selama 12 hari dan kontrol dingin selama 10 hari. Pada pre-cooling air berozon yang disimpan pada suhu ruang jambu biji merah bertahan selama 10 hari, precooling suhu ruang selama 8 hari dan tanpa pre-cooling suhu ruang 6 hari. Hasil pengamatan terbaik didapatkan dari perlakuan pre-cooling ozon yang disimpan pada suhu dingin dengan nilai hasil susut bobot terbaik didapatkan sebesar 1,859% dan hasil total padatan terlarut yang terbaik juga didapatkan dari hasil peningkatan terendah yaitu sebesar 7,233oBrix selama penyimpanan 16 hari
Gambaran Emotional Expressivity pada Individu yang Menjalani Long Distance Marriage
Penelitian ini dilakukan untuk melihat gambaran emotional expressivity pada individu yang menjalani long distance marriage. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan metode purposive sampling yang melibatkan 100 partisipan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan alat ukur Self Expressiveness Questionnaire (SEQ) untuk mengukur ekspresi emosi partisipan dan alat ukur Partner Expressiveness Questionnaire (PEQ) untuk melihat perbedaan ekspresi emosi partisipan dengan persepsi individu terhadap ekspresi emosi pasangan. Reliabilitas pada alat ukur SEQ adalah 0.820 dan PEQ sebesar 0.861. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar individu yang menjalani long distance marriage berada pada kategori low expressive (54%) dan sisanya berada pada kategori high expressive (46%). Berdasarkan dimensi, positive emotional expressivity memiliki mean sebesar 6.84 dan negative emotional expressivity memiliki mean sebesar 3.70. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar individu kurang ekspresif selama menjalani long distance marriage. Namun secara dimensi, ternyata individu lebih ekspresif dalam emosi positif dibandingkan emosi negatif. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara ekspresi emosi individu dengan persepsi individu terhadap ekspresi emosi pasangan
Keanekaragaman Serangga pada Pertanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) di Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok
Tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Berbagai serangga yang ditemukan hidup di lahan pertanaman bawang merah. Tujuan penelitian ini untuk untuk mengetahui keanekaragaman jenis serangga pada pertanaman bawang merah di Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok. Penelitian ini dilaksanakan dari Desember 2023 sampai Februari 2024 di beberapa lahan pertanaman bawang merah di Nagari Salimpek, Nagari Alahan Panjang, Nagari Sungai Nanam dan Nagari Aia Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode survei dan pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode nisbi, yaitu menggunakan jaring ayun dan perangkap jebak (pitfall trap) dan metode mutlak dengan melakukan pengambilan langsung dengan tangan (handpicking). Variabel yang diamati yaitu kelimpahan individu dan jenis serangga yang didapatkan. Hasil penelitian mendapatkan 7 ordo, 16 famili dan 24 spesis dengan total 602 individu serangga pada seluruh pertanaman bawang di lokasi penelitian. Ordo serangga dengan jumlah individu yang paling dominan adalah Diptera. Keanekaragaman serangga tertinggi didapatkan di Jorong Polong Kaciak sebesar 1,258 dan yang terendah didapatkan di Jorong Usak sebesar 0,938. Indeks keanekaragaman serangga pada kedelapan lahan penelitian tergolong rendah karena nilai H’ < 1,5. Untuk nilai indeks kemerataan, nilai tertinggi didapatkan di Jorong Taratak Baru sebesar 0,589 dan terendah didapatkan pada Jorong Usak sebesar 0,451. Nilai indeks kemerataan pada setiap lokasi penelitian memiliki nilai E ≤ 0,4 yang berarti kemerataan serangga pada lokasi penelitian tergolong sedang
ANALISIS JARINGAN KOMUNIKASI ORGANISASI DALAM SATGAS HALAL SUMBAR (Studi Deskriptif Analisis Jaringan Komunikasi Dalam Koordinasi Untuk Mengintegrasikan Dukungan Fasilitasi Sertifikasi Halal)
Akselerasi fasilitasi Sertifikasi Halal Gratis telah dilaksanakan BPJPH dari 2021-2024. Pemprov Sumbar pun menargetkan 100 ribu UMK dapat bersertifikat halal pada akhir 2024. Pada April 2024, UMK yang bersertifikat halal menyentuh angka 22 ribu UMK, Mei 2024 menjadi 40 ribu unit usaha. Namun, November 2024 cuma mencapai 48 ribu UMK bersertifikat halal. Yang diatargetkan tidak tercapai karena peran Satgas Halal Sumbar pada komunikasi dalam koordinasi masih lemah. Alhasil, dukungan fasilitasi sertifikasi halal dari sejumlah aktor terkait masih lambat dalam integrasinya. Tesis ini membahas jaringan komunikasi organisasi dalam Satgas Halal Sumbar. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur jaringan komunikasi organisasi dalam Satgas Halal Sumbar dan menganalisis proses interaksi vertikal, horizontal, dan fungsional. Paradigma yang digunakan: post-positivisme dengan pendekatan studi deskriptif. Metode pengumpulan data berdasarkan hasil observasi dan dokumentasi serta wawancara mendalam. Teori yang digunakan: konsistensi kognitif, orientasi tujuan dan kendali organisasi serta manajemen koordinasi makna. 4 teori tersebut untuk melihat kualitas pesan dari tinjauan konsistensi kognitif terkait orientasi tujuan penguasaan & keterampilan. Terutama pada kontrol organisasi maupun pada manajemen koordinasi makna. Hasil penelitian ini mendeskripsikan sentralitas yang tidak seimbang pada struktur jaringan komunikasi organisasi dalam Satgas Halal Sumbar. Implikasinya: muncul kelemahan sentralisasi yang tergambar dalam proses interaksi vertikal, horizontal maupun fungsional. Fungsi Public Relation belum secara terstruktur dilibatkan dalam memperkuat peran Satgas Halal Sumbar. Peran Satgas Halal sebagai bridge sangat tergantung pada aktor sentral. Akhirnya, Satgas Halal Sumbar mengalami ambiguitas peran dan konflik peran. Pesan komunikasi dalam kooordinasi oleh antar aktor menunjukkan bahwa pelaksanaan konsistensi kognitif yang berorientasi tujuan pada penguasaan pengetahuan & keterampilan, kendali unobtrusive, sosialisasi, identifikasi organisasi dan kendali konsertif. Terutama dalam mengkoordinasikan makna masih belum optimal