74254 research outputs found
Sort by
PEMUNGUTAN PAJAK PENGHASILAN TERHADAP WAJIB PAJAK BADAN PT. SURYA UNGGAS SEJAHTERA
Pajak merupakan salah satu bentuk iuran masyarakat. Sebagai salah satu unsur penerimaan negara, peran pajak sangat besar dan sangat diandalkan untuk kepentingan pembangunan dan pengeluaran pemerintahan. Salah satu pajak yang sangat potensial yang dipungut oleh pemerintah secara langsung adalah pajak penghasilan sebagaimana yang telah diatur dalam Ketentuan Umum Perpajakan (KUP). Berdasarkan Undang – Undang Nomor 7 Tahun 2021 Terdapat perubahan Tarif pajak penghasilan dimana ketentuan peraturan tersebut berubah dari 28 persen menjadi 22 persen. Oleh karena itu penelitian ini memfokuskan pada dua hal utama yaitu pertama , Bagaimana Penerapan Pemungutan Pajak Penghasilan Pada PT. Surya Unggas Sejahtera Berdasarkan Undang- Undang? Kedua yaitu Bagaimana Sanksi yang Diterima Apabila Tidak Melakukan Pembayaran Pajak Penghasilan Sesuai dengan Peraturan Perundang – Undangan?.Untuk menjawab fokus penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian yuridis empiris dengan spesifikasi penelitian ke PT Surya Unggas Sejahtera dan Direktorat Jenderal Pajak serta dianalisis dengan studi kepustakaan dan metode analisis data yuridis –kualitatif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa PT Surya Unggas Sejahtera masih belum mengetahui aturan pajak penghasilan sesuai dengan Undang –Undang Nomor 7 Tahun 2021, serta masih dikenai sanksi administrasi perpajakan. Oleh karena itu pentingnya sosialisasi hukum kepada masyarakat agar terwujudnya masyarakat taat hukum dan membayar pajak sesuai peraturan perundang-undangan.
Kata Kunci : Pajak Penghasilan, Undang- Undang Perpajaka
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Anak Air Tahun 2024
Pencapaian cakupan ASI eksklusif kota Padang tahun pada tahun 2022 cakupan ASI eksklusif di kota padang hanya 67,7%, menurut data terbaru cakupan ASI eksklusif tahun 2023 di kota Padang yaitu 72,3%. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan keberhasilan pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Anak Air Tahun 2024.
Desain penelitian ini adalah cross sectional, lokasi penelitian di wilayah kerja puskesmas Anak Air dengan teknik pengambilan sampel proposional sampling, jumlah sampel 74 orang dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square, dengan CI 95%.
Hasil penelitian menunjukkan, mayoritas responden dengan tingkar self efficacy, dukungan suami tinggi, dan konseling persiapan menyusui yag baik, berhasil memberikan ASI eksklusif. Hasil uji bivariat menunjukka hubungan antara keberhasilan pemberian ASI eksklusif dengan self efficacy (p=0.000), dukungan suami (p=0.000), dan konseling persiapan menyusui (p=0.032).
Disimpulkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara self efficacy, dukungan suami, dan konseling persiapan menyusui dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Anak Air. Diharapkan adanya edukasi untuk ibu menyusui yang lebih proaktif guna meningkatkan keyakinan ibu dalam memberikan pemberian ASI eksklusif, dukungan suami dari segala aspek, dan juga kualitas konseling menyusui yang lebih baik dan tidak hanya melibatkan ibu saja namun juga keluarga
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap dengan Tingkat Kecemasan Remaja Putri dalam Menghadapi Premenstrual Syndrome di SMP Negeri 13 Padang Tahun 2024
Premenstrual syndrome adalah kumpulan gejala fisik, emosional, dan perilaku yang dialami 80%-95% remaja putri menjelang menstruasi. Kurangnya pengetahuan, pengalaman, dan informasi mengenai kondisi ini menyebabkan banyak remaja tidak paham pentingnya sikap yang tepat dalam menghadapinya, sehingga gejala akan semakin parah dan memicu kecemasan. Sekitar 48% remaja dari total populasi dunia mengalami kecemasan akibat premenstrual syndrome. Tujuan penelitian adalah mengetahui bagaimana hubungan tingkat pengetahuan dan sikap terhadap tingkat kecemasan remaja putri dalam menghadapi premenstrual syndrome di SMP Negeri 13 Padang tahun 2024.
Jenis Penelitian ini adalah penelitian analitik deskriptif kuantitatif, desain penelitian Cross-Sectional dan sampel 87 orang siswi dengan pengambilan sampel teknik random sampling. Data analisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square (p <0,05).
Hasil penelitian didapatkan bahwa 43,7% remaja berpengetahuan cukup, 60,9% bersikap positif dan 35,6% mengalami cemas tingkat berat.
Kesimpulan terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan dan sikap terhadap tingkat kecemasan remaja putri dalam menghadapi premenstrual syndrome di SMP Negeri 13 Padang tahun 2024. Diharapkan seluruh remaja putri baik yang sudah maupun yang belum menstruasi untuk aktif meningkatkan pengetahuan tentang premenstrual syndrome, serta kerjasama pihak sekolah dalam sosialisasi premenstrual syndrome diharapkan membantu siswi memiliki pengetahuan baik dan sikap positif, sehingga dapat menurunkan kecemasan akibat premenstrual syndrome
Hubungan Luka Bakar Listrik dengan Kejadian Amputasi pada Pasien Rawat Inap di RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2019-2024
Luka bakar listrik adalah trauma yang disebabkan oleh arus listrik yang dihantarkan melalui tubuh. Berat ringannya trauma dipengaruhi oleh besar tegangan, resistansi jaringan, jenis dan kekuatan arus, jalur arus melalui tubuh, durasi paparan, serta kerentanan individu. Kerusakan jaringan yang terjadi dapat menyebabkan sindrom kompartemen karena iskemia vaskular dan edema otot sehingga dapat meningkatkan risiko amputasi.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara luka bakar listrik dengan kejadian amputasi pada pasien rawat inap di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada tahun 2019-2024. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross-sectional. Pengambilan data menggunakan rekam medis di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Sampel penelitian ini adalah seluruh pasien yang terdiagnosis luka bakar listrik dengan total sampel 69 pasien. Analisis data menggunakan uji Chi-square.
Hasil penelitian mengenai hubungan tegangan listrik dengan kejadian amputasi pada pasien luka bakar listrik didapatkan nilai p=0,025, hubungan luka bakar listrik masuk dengan kejadian amputasi didapatkan nilai p=0,493, dan hubungan luka bakar listrik keluar dengan kejadian amputasi didapatkan nilai p=1,000.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah didapatkan pasien luka bakar listrik yang diamputasi sebanyak 16 pasien (23,2%) dan seluruhnya berjenis kelamin laki-laki dengan rentang usia 36-45 tahun, kecelakaan kerja menjadi mekanisme penyebab trauma terbanyak, terdapat hubungan yang signifikan antara besarnya tegangan listrik dengan kejadian amputasi, serta tidak terdapat hubungan yang signifikan antara luka bakar listrik masuk dan keluar dengan kejadian amputasi
Gambaran Faktor-faktor yang Mempengaruhi Insiden Post Anesthesia Shivering pada Pasien Pascaoperasi di Ruang Pemulihan Instalasi Bedah Sentral RSUP Dr. M. Djamil Padang
Post Anesthesia Shivering (PAS) atau menggigil pascaanestesi merupakan aktivitas otot secara tidak sengaja yang menjadi komplikasi setelah anestesi. Beberapa faktor yang dikatakan mempengaruhi insiden PAS diantaranya usia, jenis kelamin, IMT, jenis anestesi, durasi operasi, dan IBL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi insiden PAS pada pasien pascaoperasi di Ruang Pemulihan Instalasi Bedah Sentral RSUP Dr. M. Djamil Padang.
Penelitian ini berbentuk kuantitatif deskriptif observasional menggunakan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada bulan Januari hingga Maret 2025. Sembilan puluh dua sampel dikumpulkan dengan teknik accidental sampling dan dianalisis secara univariat.
Hasil penelitian ditemukan 18 dari 92 (19,6%) pasien pascaoperasi mengalami PAS, 1 orang derajat ringan, 9 orang derajat sedang, dan 8 orang derajat berat, dengan persentase kejadian terbanyak pada pasien bedah ginekologi (33,3%). Adapun gambaran faktor-faktor PAS yang terbanyak terjadi pada pasien berusia 30 – 44 tahun (44,4%), jenis kelamin perempuan (88,9%), IMT normal (50%), prosedur anestesi umum (55,6%), durasi operasi <2 jam (50%), dan IBL <500 mL (94,4%).
Kesimpulan penelitian ini faktor-faktor dengan persentase insiden PAS terbanyak adalah pasien berusia 30 – 44 tahun, Perempuan, IMT normal, menjalani prosedur anestesi umum serta durasi operasi <2 jam
PENGEMBANGAN CREAM SOUP INSTAN SUBSTITUSI TEPUNG CANGKANG UDANG VANAME (Litopenaeus Vannamei) SEBAGAI MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) SELINGAN TINGGI KALSIUM UNTUK MENURUNKAN RISIKO STUNTING PADA BALITA
Tujuan
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk cream soup instan substitusi tepung cangkang udang (Litopenaeus vannamei) terhadap uji organoleptik dan kandungan zat gizi sebagai Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) selingan tinggi kalsium untuk menurunkan risiko stunting pada balita.
Metode
Penelitian ini berjenis eksperimental laboratorium dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Produk dibuat dengan dengan 4 taraf perlakuan yang terdiri dari F0 (formula standar), F1, F2, dan F3 dengan subtitusi tepung cangkang udang berturut-turut sebesar 0%, 20%, 40%, dan 60% dari total tepung terigu yang digunakan pada resep standar produk. Uji organoleptik melibatkan 32 orang panelis semi terlatih. Analisis data menggunakan uji ANOVA dan uji Kruskall Wallis dengan taraf pengujian 5% dan dilanjutkan dengan uji Mann Whitney dan Duncan sebagai uji lanjut pada data yang menunjukkan perbedaan signifikan.
Hasil
Berdasarkan uji organoleptik, persentase substitusi tepung cangkang udang tidak mempengaruhi tingkat kesukaan panelis terhadap warna, aroma, rasa, dan tekstur. Tidak memiliki perbedaan signifikan antara keempat formula (p-value < 0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa semua formulasi cream soup instan substitusi tepung cangkang udang memiliki potensi yang sama untuk terpilih menjadi formulasi terbaik. Berdasarkan kandungan zat gizi, F3 menjadi formulasi terbaik dengan kandungan zat gizi tertinggi berupa kadar air 7,26%, kadar abu 8,64%, kadar lemak 24,43%, kadar protein 15,35%, kadar karbohidrat 44,32%, dan kalsium sebesar 460 mg/g. Berdasarkan ALG balita usia 1-3 tahun, kadar kalsium pada produk cream soup instan memenuhi syarat untuk diklaim sebagai MP-ASI selingan tinggi kalsium.
Kesimpulan
Berdasarkan masing-masing perlakuan, formulasi terbaik yang ditetapkan adalah F3 dengan subtitusi tepung cangkang udang sebesar 60% dari total tepung terigu yang digunakan
Pengaruh Pemberian Jerami Peram dengan Pengawet Kalsit Batu dan Cangkang Kerang terhadap Profil Hematologi, Mineral dan Protein Darah Sapi Pesisir yang dipelihara dengan Tethering System
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat penggunaan kalsit batu dan kalsit cangkang kerang kerang sebagai bahan pengawet jerami peram yang digunakan sebagai pakan tambahan sapi Pesisir yang dipelihara dengan tethering system terhadap profil hematologi, mineral, dan protein darah. Penelitian ini dilakukan dengan pemberian jerami peram dengan penambahan bahan pengawet (kalsit cangkang kerang dan kalsit batu) dan aditif (molases dan urea). Penelitian terdiri dari 4 perlakuan yaitu K (jerami padi segar sebagai kontrol), P1 (jerami padi + 1% kalsit cangkang kerang) lalu diperam, P2 (jerami padi + 1% kalsit batu) lalu diperam, P3 (jerami padi + 0.5% kalsit cangkang kerang + 0.5% kalsit batu) lalu diperam. Jerami peram diberikan kepada 4 ekor sapi Pesisir dimana setiap sapi akan mendapatkan perlakuan berbeda setiap 11 hari, 7 hari masa adaptasi dan 4 hari masa collecting data. Parameter yang diuji: profil hematologi darah (SDP, SDM, HGB, HCT, MCV, MCH, MCHC, PLT, LYM dan MONO), Mineral (Ca, Mg, P) dan protein darah. Data dianalisis secara statistik menggunakan Rancangan Bujur Sangkar Latin (BSL) dengan 4 perlakuan dan 4 periode ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peraman dengan pengawet kalsit cangkang kerang dan kalsit batu menunjukkan pengaruh tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap profil hematologi, mineral dan protein darah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jerami yang diperam menggunakan bahan pengawet kalsit cangkang kerang dan kalsit batu memberikan pengaruh yang setara dengan jerami segar sebagai pakan tambahan terhadap hematologi, mineral dan protein darah sapi Pesisir yang dipelihara dengan tethering system.
Kata Kunci: cangkang kerang, hematologi, jerami peram, kalsit, sapi Pesisi
PENGARUH PENAMBAHAN PULP BUAH SIRSAK MADU (Annona muricata L.) TERHADAP TOTAL FENOL, AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ORGANOLEPTIK KEFIR SUSU SAPI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan pulp buah sirsak madu (Annona muricata L.) terhadap total fenol, aktivitas antioksidan dan organoleptik kefir susu sapi. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan dalam penelitian ini adalah penambahan pulp buah sirsak madu pada kefir susu sapi sebanyak A (0%), B (5%), C (10%), D (15%), dan E (20%). Peubah yang diamati adalah total fenol, aktivitas antioksidan dan organoleptik kefir susu sapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pulp buah sirsak madu memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap total fenol, aktivitas antioksidan dan organoleptik kefir susu sapi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa hasil terbaik terdapat pada perlakuan E (20%) dengan nilai total fenol 102,17 mg GAE/g, aktivitas antioksidan 39,32% dan nilai organoleptik masih dalam range disukai oleh panelis yaitu dengan skor organoleptik rasa 3,93 (mendekati suka), aroma 4,18 (suka), dan tekstur 3,89 (mendekati suka)
PENERAPAN GREEN BANKING DALAM PEMBERIAN KREDIT HIJAU (GREEN LOAN) DI PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK
Pembangunan Nasional yang berkelanjutan merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh aspek kehidupan masyarakat, bangsa dan negara dalam jangka panjang. Pembangunan berkelanjutan menitikberatkan pada bagaimana cara memajukan perekonomian masyarakat, bangsa dan negara dengan memperhatikan kelestarian lingkungan hidup. Salah satu sektor industri yang mulai memperhatikan isu keberlanjutan adalah sektor industri perbankan. Seperti perusahaan yang bergerak di industri lain, bank sebagai salah satu lembaga jasa keuangan juga berinteraksi langsung dengan lingkungan, istilah ini dikenal dengan green banking. Green banking adalah upaya perbankan untuk mengutamakan pemenuhan keberlanjutan dalam penyaluran pembiayaan atau kegiatan operasionalnya. Salah satu bentuk penyaluran pembiayaan tersebut yaitu adalah Green Loan (Kredit Hijau). Green loan adalah bentuk pembiayaan berupa pinjaman atau kredit yang mengutamakan aspek peningkatan kualitas lingkungan hidup dan pembangunan keberlanjutan dalam pelaksanannya. Perumusan masalah penelitian dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana penerapan green banking dalam pemberian kredit hijau (green loan) di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk? 2) Apa saja yang menjadi kendala pada penerapan green banking dalam pemberian kredit hijau (green loan) di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk? Pendekatan masalah yang dilakukan dalam penelitian ini bersifat yuridis empiris. Sifat yang dilakukan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah studi dokumen dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian yang telah Penulis lakukan, maka diperoleh hasil sebagai berikut: 1) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) secara aktif menerapkan green loan sebagai bagian dari komitmennya terhadap keuangan berkelanjutan dan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). 2) Green loan banyak menghadapi kendala yang secara garis besar yaitu kurangnya edukasi dan kesadaran calon nasabah, kriteria penilaian yang cukup ketat, keterbatasan infrastruktur, risiko kredit yang tinggi, tantangan dalam pengawasan serta laporan dan sangat bergantung pada pasar global
Pengaruh Kinerja ESG, Struktur Modal dan Pertumbuhan Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kinerja ESG, struktur modal dan pertumbuhan perusahaan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021-2023. Dari keseluruhan sampel penelitian selama 3 tahun diperoleh 177 observasi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi melalui situs resmi IDX: www.idx.co.id serta basis data Refintiv Eikon. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menemukan bahwa secara signifikan kinerja ESG dan pertumbuhan perusahaan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Sementara itu, struktur modal tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Secara simultan kinerja ESG, struktur modal, pertumbuhan perusahaan, umur perusahaan dan ukuran perusahaan berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
Kata kunci: Kinerja ESG, Struktur Modal, Pertumbuhan Perusahaan, Nilai Perusahaa