Andalas University

eSkripsi Universitas Andalas
Not a member yet
    74254 research outputs found

    ISOLASI DAN ANALISIS MINYAK ATISIRI KULIT BUAH JERUK PURUT (Citrus hystrix DC.) SERTA UJI AKTIVITAS INSEKTISIDA TERHADAP LARVA Crocidolomia pavonana F. HAMA TANAMAN KUBIS

    No full text
    Jeruk purut (Citrus hystrix DC.) merupakan golongan tanaman yang dari famili Rutaceae yang memiliki banyak manfaat dan dibudidayakan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Bagian daun dan buahnya telah banyak dimanfaatkan dalam berbagai hal, dan bagian kulit buah pun telah dimanfaatkan juga dalam aplikasi pengobatan dan pengendalian hama. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komponen kimia dari minyak atsiri yang diisolasi dari kulit buah jeruk purut (Citrus hystrix DC.) serta aktivitasnya sebagai insektisida terhadap larva Crocidolomia pavonana F. yang merupakan hama tanaman kubis dari parameter mortalitas, antifeedant, dan lama perkembangan. Kulit buah jeruk purut diambil buahnya dari Simawang, Kabupaten Tanah Datar dan minyak atsiri diperoleh dengan metode hidrodistilasi yang kemudian diidentifikasi kandungan senyawanya menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Minyak atsiri yang diperoleh yaitu sebanyak 11,8 mL dengan massa jenis sebesar 0,908 g/mL, serta mengandung 66 senyawa dengan tiga senyawa utamanya yaitu isopulegol (14,33%), phytol (10,77%), dan benzocycloheptenone (9,53%). Hasil uji aktivitas insektisida menunjukkan bahwa minyak atsiri kulit buah jeruk purut mampu menyebabkan mortalitas larva Crocidolomia pavonana F. sebanyak 92%, penghambatan makan (antifeedant) 74,15% yang termasuk kategori sedang, dan penghambatan lama perkembangan selama 1,30 hari (instar 2 – 3) dan 1,22 hari (instar 2 – 4). Nilai LC50 minyak atsiri kulit buah jeruk purut terhadap larva Crocidolomia pavonana F. senilai 1,2%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minyak atsiri yang diisolasi dari kulit buah Citrus hystrix DC. memiliki potensi insektisida yang signifikan dan dapat menjadi sumber senyawa bioaktif yang menjanjikan untuk pengembangan pestisida nabati

    Pengaruh Slow Stroke Back Massage Menggunakan Minyak Serai Wangi Terhadap Tekanan Darah, Kecemasan dan Kualitas Tidur pada Pasien Hipertensi

    No full text
    Peningkatan tekanan darah sering disertai dengan kecemasan dan gangguan tidur. Terapi nonfarmakologis seperti Slow Stroke Back Massage dengan minyak serai wangi dapat digunakan sebagai upaya untuk membantu menurunkan tekanan darah, mengurangi kecemasan dan memperbaiki kualitas tidur. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan pengaruh Slow Stroke Back Massage dengan minyak serai wangi terhadap tekanan darah, kecemasan dan kualitas tidur pada pasien hipertensi. Desain penelitian ini menggunakan Quasi Experiment dengan pretest-postest with control group. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 38 orang dengan 19 orang kelompok intervensi dan 19 orang kelompok kontrol dengan menggunakan Convenience Sampling. Instrument penelitian yang digunakan adalah Depression Anxiety and Stress Scale (DASS 21) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Intervensi dilakukan 2 kali seminggu selama 4 minggu. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kari Taluk Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi Riau. Hasil penelitian didapatkan pada kelompok intervensi tekanan darah sistolik menurun 6,11mmHg. Tekanan darah diastolik pada kelompok intervensi menurun 4,11mmHg. Kecemasan sebelum dan sesudah pada kelompok intervensi yaitu dari 9 menjadi 3. Kualitas tidur pada kelompok intervensi sebelum dan sesudah yaitu dari 12 menjadi 6. Ada pengaruh signifikan Slow Stroke Back Massage dengan menggunakan minyak serai wangi pada kelompok intervensi terhadap penurunan tekanan darah, penurunan kecemasan dan peningkatan kualitas tidur dengan p-value < 0,001. Diharapkan Slow Stroke Back Massage dengan menggunakan minyak serai wangi dapat diterapkan untuk sebagai salah satu terapi untuk penurunan tekanan darah, kecemasan dan meningkatkan kualitas tidur pada pasien hipertensi

    Hubungan Kadar Carcinoembryonic Antigen (CEA), Kadar Hemoglobin, dan Nilai Neutrophil to Lymphocyte Ratio (NLR) Dengan Indikator Derajat Diferensiasi Histopatologi Pada Pasien Kanker Kolorektal

    No full text
    Kanker kolorektal menjadi masalah kesehatan global dengan angka insiden dan mortalitas yang signifikan. Identifikasi karakteristik klinis menggunakan biomarker tumor dan parameter hematologi menjadi aspek yang sangat penting dalam mengevaluasi derajat diferensiasi sel tumor. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik kadar Carcinoembryonic Antigen (CEA), hemoglobin, serta nilai Neutrophil to Lymphocyte Ratio (NLR) sebagai indikator derajat diferensiasi histopatologi pasien kanker kolorektal. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan retrospektif menggunakan data rekam medis pasien di RS Dr. M. Djamil Padang periode Januari 2023 hingga Desember 2024. Sampel berjumlah 154 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi diambil dengan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji statistik untuk menilai signifikansi hubungan antar variabel. Distribusi pasien berjenis kelamin perempuan lebih banyak (55,8%) dan lebih dari separuh berusia di atas 50 tahun (62,3%). Gambaran histopatologi sebagian besar berderajat low grade (81,2%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara kadar CEA dengan derajat diferensiasi histopatologi (p=0,017). Namun, tidak ditemukan hubungan yang bermakna secara statistik antara kadar hemoglobin (p=0,822) maupun nilai NLR (p=0,303) dengan derajat diferensiasi histopatologi. Terdapat hubungan signifikan antara kadar CEA dengan derajat diferensiasi histopatologi, sedangkan kadar hemoglobin dan nilai NLR tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Kadar CEA dapat menjadi indikator potensial dalam memprediksi derajat diferensiasi tumor pada pasien kanker kolorektal

    Perbandingan Skor Chuba Dan Pneumonia Severity Indeks Sebagai Prediktor Mortalitas Pasien Pneumonia Komunitas Di Rs M. Djamil Padang

    Get PDF
    Pneumonia adalah peradangan akut di parenkim paru yang terjadi akibat paparan mikroorganisme (bakteri, jamur, virus, parasit) selain Mycobacterium tuberculosis yang menjadi peringkat kedelapan penyebab kematian dan sepuluh besar penyakit rawat inap di Indonesia. Beberapa alat untuk memprediksi mortalitas 30 hari adalah skor CHUBA dan skor Pneumonia Severity Indeks (PSI). Keduanya telah dilakukan validasi. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan skor CHUBA dan skor PSI untuk memprediksi mortalitas pasien CAP. Metode Penelitian ini merupakan studi observasional dengan pendekatan kohort retrospektif. Dilakukan pada pasien dengan CAP di Rumah Sakit Dr.M.Djamil sejak 1 Maret hingga 30 Maret 2025, analisis dengan uji prognositik dari skor CHUBA dan skor PSI Hasil Subjek dalam penelitian ini ada 80 pasien. Skor CHUBA usia 18-65 tahun memiliki sensitivitas dan spesifisitas masing-masing 9.5% dan 80%, dengan nilai prediksi positif sebesar 22.2% dan nilai prediksi negatif sebesar 59.6%. Skor CHUBA usia 65 tahun memiliki sensitivitas dan spesifisitas masing-masing 66.7% dan 80%, dengan nilai prediksi positif sebesar 66.7% dan nilai prediksi negatif sebesar 80%. Skor PSI usia 18-65 tahun memiliki sensitivitas dan spesifisitas masing-masing 28.6% dan 68.6%, dengan nilai prediksi positif sebesar 35.3% dan nilai prediksi negatif sebesar 61.5%. Skor PSI usia 65 tahun memiliki sensitivitas dan spesifisitas masing-masing 77.8% dan 53.3%, dengan nilai prediksi positif sebesar 50% dan nilai prediksi negatif sebesar 80%. Kesimpulan Skor PSI tidak signifikan dalam memprediksi mortalitas kematian baik pada usia 18-65 tahun maupun usia >65 tahun, berbeda dengan skor CHUBA yang signifikan dalam memprediksi mortalitas pada usia >65 tahu

    Pengaruh Pertumbuhan Rambut Menggunakan Hair Tonic dengan Penambahan Ekstrak Rosemary Secara In Vivo

    Get PDF
    Kerontokan rambut adalah masalah umum yang disebabkan oleh genetika, perubahan hormonal, kekurangan nutrisi, stres, atau kondisi medis. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas dan keamanan tonik rambut dengan ekstrak rosemary sebagai bahan aktif. Tonik diformulasikan dengan konsentrasi ekstrak rosemary 0%, 5%, 10%, dan 15%, menggunakan minoxidil 2% sebagai kontrol positif. Karakterisasi meliputi pengukuran pH, viskositas, dan analisis GC-MS. Studi in vivo dilakukan pada 15 tikus Wistar jantan selama 28 hari. Hasil menunjukkan ekstrak rosemary mendorong pertumbuhan rambut secara bergantung pada dosis. Formulasi rosemary 15% mencapai panjang rambut tertinggi (16,73 ± 1,97 mm) pada minggu ke-4, melampaui minoxidil 2% (10,02 ± 1,83 mm). Konsentrasi 10% menunjukkan berat rambut tertinggi (87,08 ± 30,87 mg/cm²), mengindikasikan rambut lebih tebal dan kuat. Semua formulasi memenuhi standar SNI dengan pH 4,18-4,75. Formulasi rosemary tidak menyebabkan efek samping, sedangkan minoxidil menyebabkan kekeringan dan iritasi kulit pada satu hewan uji. Analisis GC-MS mengidentifikasi β-myrcene (17,18%) dan 1,8-cineole (16,58%) sebagai komponen utama dengan sifat anti-inflamasi, antimikroba, dan antioksidan yang meningkatkan sirkulasi darah dan melindungi folikel rambut. Kesimpulannya, tonik rambut ekstrak rosemary merupakan alternatif alami yang aman dan efektif untuk produk pertumbuhan rambut sintetis

    Hubungan Indikator Kepuasan Pasien dengan Minat Kunjungan Ulang Poli Orthopedi di RSUP Dr. M. Djamil Padang

    Get PDF
    Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai mutu pelayanan kesehatan dan berperan dalam meningkatkan kepercayaan serta minat pasien untuk melakukan kunjungan ulang. Penilaian kepuasan pasien pada pelayanan rawat jalan, khususnya di Poli Orthopedi, perlu dilakukan untuk mengetahui dimensi kepuasan yang perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepuasan pasien berdasarkan lima dimensi pelayanan dengan minat kunjungan ulang di Poli Orthopedi RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian adalah 96 pasien rawat jalan di Poli Orthopedi RSUP Dr. M. Djamil Padang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang terdiri dari 26 pertanyaan berdasarkan lima dimensi kepuasan (tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy), Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk menganalisis hubungan kepuasan pasien dengan minat kunjungan ulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pasien secara umum berada pada kategori puas. Dimensi assurance memiliki tingkat kepuasan tertinggi (86,6%), sedangkan dimensi tangible terendah (70,8%). Mayoritas pasien (97,9%) menyatakan berminat untuk melakukan kunjungan ulang, dengan kecenderungan minat yang lebih tinggi pada pasien yang merasa puas. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kepuasan pasien di Poli Orthopedi RSUP Dr. M. Djamil Padang berada pada kategori baik dan berhubungan signifikan dengan minat kunjungan ulang. Dimensi tangible memiliki nilai terendah sehingga perlu menjadi prioritas perbaikan guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan secara keseluruhan. Patient satisfaction is an important indicator in assessing the quality of healthcare services and plays a key role in increasing patient trust and intention to make repeat visits. Evaluating patient satisfaction in outpatient services, particularly in the Orthopedic Clinic, is necessary to identify service dimensions that require improvement. This study aimed to analyze the relationship between patient satisfaction based on five service quality dimensions and revisit intention at the Orthopedic Clinic of RSUP Dr. M. Djamil Padang. This study employed a descriptive analytic design with a cross-sectional approach. A total of 96 outpatients at the Orthopedic Clinic of RSUP Dr. M. Djamil Padang were included using a purposive sampling technique. Data were collected using a questionnaire consisting of 26 items representing five service quality dimensions (tangible, reliability, responsiveness, assurance, and empathy). Data analysis was conducted using univariate analysis to describe frequency distributions and bivariate analysis using Chi-Square test to examine the relationship between patient satisfaction and revisit intention. The results showed that overall patient satisfaction was in the satisfied category. The assurance dimension had the highest satisfaction level (86.6%), while the tangible dimension showed the lowest satisfaction level (70.8%). Most patients (97.9%) expressed an intention to revisit, with a higher tendency among satisfied patients. Overall, patient satisfaction at the Orthopedic Clinic of RSUP Dr. M. Djamil Padang was generally good, with a higher tendency for revisit intention among satisfied patients. The tangible dimension showed the lowest score and should be prioritized for improvement

    Profil Pasien Deviasi Septum Nasi Yang Dilakukan Operasi Septoplasti Di Rsup Dr. M. Djamil Padang Tahun 2019-2023

    No full text
    Deviasi septum nasi adalah kelainan struktural dimana septum hidung terdorong ke salah satu sisi kavum nasi, menyebabkan sumbatan dan keluhan utama seperti obstruksi hidung. Kondisi ini kebanyakan disebabkan oleh trauma wajah karena hidung merupakan bagian paling menonjol di wajah. Dalam kasus deviasi septum yang parah dengan obstruksi hidung signifikan, operasi septoplasti dilakukan sebagai pilihan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik pasien deviasi septum nasi yang menjalani operasi septoplasti di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada periode 2019 – 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan sampel pasien yang telah didiagnosis mengalami deviasi septum nasi dan menjalani operasi septoplasti. Data diambil secara sekunder dari rekam medis di RSUP Dr. M. Djamil Padang menggunakan metode total sampling, dengan total 118 pasien yang memenuhi kriteria. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi deviasi septum nasi lebih tinggi pada laki-laki (55,9%) dan kelompok usia rata-rata terjadi deviasi septum nasi pada dekade 2 sebanyak 21 pasien (17,9%), dekade ke-3 sebanyak 21 pasien (17,9%), dekade ke-4 merupakan kelompok usia terbanyak dengan 27 pasien (23,1%), pada dekade ke-5 menunjukkan angka yang hampir sama sebanyak 24 pasien (20,5%). Kebanyakan pasien tidak memiliki riwayat trauma (89,8%) dan keluhan utama yang paling sering adalah hidung tersumbat (79,7%). Berdasarkan klasifikasi Mladina, tipe VII merupakan tipe yang paling banyak ditemukan (54,7%), dan mayoritas pasien juga mengalami rinosinusitis kronis (42,8%). Kesimpulan dari penelitian ini banyak ditemukan pasien deviasi septum nasi yang berjenis kelamin laki laki dengan kelompok usia rata rata terjadi pada dekade ke-2 hingga dekade ke-5 dengan mayoritas pasien tidak adanya riwayat trauma wajah, pasien banyak datang dengan keluhan utama hidung tersumbat dan banyak ditemukanya RSK pada pasien deviasi septum nasi setelah dilakukan pemeriksaan pada pasien

    Pengaruh Edukasi tentang Anemia Model PAKEM terhadap Tingkat Pengetahuan dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri

    Get PDF
    Anemia merupakan masalah kesehatan global yang memiliki dampak yang besar bagi remaja putri. Prevalensi anemia pada perempuan usia ≥15 tahun di dunia masih stagnan pada angka 29,9%. Kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD) masih rendah, salah satunya dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan. Model edukasi Partisipatif, Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM) merupakan salah satu model edukasi yang dinilai dapat meningkatkan pengetahuan dan mendorong kepatuhan konsumsi TTD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi tentang anemia model PAKEM terhadap tingkat pengetahuan dan kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri di SMK Negeri 2 Padang. Penelitian ini merupakan quasi experimental dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Penelitian dilaksanakan pada Mei-Oktober 2025 terhadap 74 remaja putri yang dibagi ke dalam kelompok kontrol dan kelompok intervensi, menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan kepatuhan minum obat MMAS-8. Data univariat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, sedangkan data bivariat dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan p < 0,05 Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan pada kelompok intervensi dari didominasi kategori cukup 48,6% menjadi kategori baik 73.0%. Kepatuhan konsumsi TTD meningkat dari didominasi kategori rendah 64,9% menjadi kategori sedang 43,2%, setelah diberikan edukasi model PAKEM. Uji chi-square menunjukkan terdapat pengaruh edukasi tentang anemia model PAKEM terhadap tingkat pengetahuan (nilai p=0,001) dan kepatuhan konsumsi TTD (nilai p=0,008). Kesimpulan penelitian yaitu edukasi tentang anemia model PAKEM efektif meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri. Model ini dapat direkomendasikan sebagai strategi inovatif dalam upaya peningkatan pengetahuan dan kepatuhan konsumsi TTD di sekolah

    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN STATUS EKONOMI ORANG TUA DENGAN RIWAYAT PEMBERIAN IMUNISASI DASAR PERTUSIS ACELLULAR DAN PERTUSIS WHOLE CELL PADA ANAK USIA 5–9 TAHUN DI BEBERAPA WILAYAH KOTA PADANG

    Get PDF
    Pertusis umumnya dikenal sebagai batuk rejan. Penyakit infeksi ini menular melalui saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis. Batuk rejan dapat menyebabkan kecacatan dan kematian pada anak jika tidak segera ditangani. World Health Organization (WHO) menegaskan bahwa imunisasi merupakan cara terbaik untuk mencegah pertusis. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, capaian Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) mengalami penurunan pada rentang tahun 2020 hingga 2021. Keberhasilan imunisasi sangat dipengaruhi oleh pengetahuan dan status ekonomi orang tua. Rendahnya kedua aspek tersebut berdampak pada rendahnya capaian imunisasi dan meningkatkan risiko komplikasi pertusis pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan status ekonomi orang tua dengan riwayat pemberian imunisasi dasar pertusis acellular dan pertusis whole cell pada anak usia 5–9 tahun di beberapa wilayah Kota Padang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan metode cross sectional dan dilaksanakan mulai bulan Januari 2025 hingga Desember 2025. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 76 orang tua, terdiri dari 29 orang tua yang memberikan anak imunisasi pertusis acellular dan 47 dengan imunisasi pertusis whole cell sesuai kriteria inklusi dan ekslusi, dipilih secara consecutive sampling. Data kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan pada umumnya tingkat pengetahuan orang tua dalam kategori tinggi (90,8%) dan status ekonomi lebih dari separuh dalam kategori baik (57,9%). Hasil analisis statistik bivariat antara hubungan tingkat pengetahuan (p = 0,04) dan status ekonomi orang tua (p < 0,001) dengan riwayat pemberian imunisasi dasar pertusis acellular dan whole cell pada anak usia 5–9 tahun di beberapa wilayah Kota Padang didapatkan nilai p-value < 0,05. Kesimpulan penelitian ini adalah tingkat pengetahuan dan status ekonomi orang tua memiliki hubungan yang signifikan dengan pemberian imunisasi dasar pertusis acellular dan whole cell pada anak usia 5–9 tahun di beberapa wilayah Kota Padang

    Analisis Perbedaan Derajat Nyeri Luka Episiotomi pada Ibu dengan dan Tanpa Pemberian Platelet-Rich Plasma

    Get PDF
    Nyeri pada luka episiotomi merupakan salah satu keluhan tersering pada ibu pascapersalinan dan dapat mengganggu mobilisasi dini, menyusui, serta kenyamanan ibu. Platelet-Rich Plasma (PRP) mengandung faktor pertumbuhan dan berpotensi meningkatkan proses penyembuhan jaringan dan menurunkan intensitas nyeri melalui mekanisme modulasi inflamasi, angiogenesis, serta regenerasi jaringan. Dalam hal ini perbedaan penurunan derajat nyeri luka episiotomi pada ibu yang diberi PRP dan tidak diberikan PRP masih memerlukan bukti klinis yang lebih kuat. Penelitian ini bertujuan mengetahui analisis perbedaan derajat nyeri dengan dan tanpa pemberian Platelet-Rich Plasma pada luka episiotomi. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan desain cohort retrospektif menggunakan data sekunder dari penelitian primer mengenai penggunaan PRP pada luka episiotomi. Sampel terdiri dari 106 ibu pasca-persalinan pervaginam, yaitu 56 pada kelompok PRP dan 50 pada kelompok non-PRP. Penilaian nyeri dilakukan menggunakan VAS pada hari ke-0 dan hari ke-8. Uji Mann–Whitney U digunakan untuk menganalisis hubungan dengan tingkat signifikansi p ≤ 0,05. Kelompok PRP dan Non-PRP, pada hari ke-0, mayoritas subjek mengalami nyeri berat–sangat berat. Pada hari ke-8, kelompok PRP menunjukkan penurunan nyeri yang lebih besar, dengan 44,6% tidak lagi merasakan nyeri dan 50% mengalami nyeri ringan. Sebaliknya, kelompok Non-PRP masih menunjukkan proporsi nyeri ringan yang lebih tinggi, dengan 84%. Uji Mann–Whitney U mengindikasikan hubungan bermakna antara pemberian PRP dan penurunan nyeri pada hari ke-8 (p < 0,05). Pemberian Platelet-Rich Plasma terbukti berhubungan dengan penurunan derajat nyeri yang lebih signifikan pada luka episiotomi dibandingkan perawatan standar tanpa PRP

    58,132

    full texts

    74,254

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eSkripsi Universitas Andalas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇