74254 research outputs found
Sort by
Analisis Pengaruh Open Innovation, Knowledge Transfer dan Competitive Advantage Terhadap Kinerja UMKM di Kabupaten Kerinci (Studi Kasus: UMKM Dodol Kentang Lubuk Nagodang)
Besarnya angka UMKM di Indonesia membuatnya menjadi pilar penting dalam perekonomian, namun menurut databoks pada tahun 2022 walaupun kinerja UMKM di Indonesia masih dalam kategori baik tetapi jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Myanmar dan Singapura yang memiliki jumlah UMKM jauh lebih sedikit Kinerja UMKM di Indonesia masih lebih rendah. Kabupaten Kerinci adalah salah satu daerah yang memiliki UMKM terbanyak di Provinsi Jambi, salah satu produk yang dihasilkan adalah dodol kentang. Dalam tiga tahun terakhir terjadi penurunan jumlah UMKM di Kabupaten Kerinci berdasarkan data dari BPS Provinsi Jambi pada tahun 2023. Salah satu faktor yang mempengaruhi menurunnya jumlah UMKM tersebut adalah kinerja. Kinerja UMKM dapat dinilai dari banyak hal salah satunya adalah open innovation, knowledge transfer dan competitive advantage. Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti merasa perlunya dilakukan pemecahan masalah di UMKM dodol kentang untuk mengetahui seberapa besar pengaruh open innovation, knowledge transfer dan competitive advantage terhadap kinerja suatu UMKM
Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) untuk mengetahui seberapa besar pengaruh open innovation, knowledge transfer dan competitive advantage terhadap kinerja UMKM dodol kentang. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada pemilik UMKM, teknik yang digunakan adalah metode sensus. Pengolahan data menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) dengan bantuan program SmartPLS. Tahapan dalam pengolahan data yaitu dengan melakukan evaluasi model pengukuran (Outer Model), model struktural (Inner Model) dan pengujian hipotesis.
Berdasarkan hasil penelitian menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan program SmartPLS, didapatkan hasil yaitu Open Innovation berpengaruh positif terhadap Competitive advantage UMKM di Kabupaten Kerinci, Knowledge Transfer berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM di Kabupaten Kerinci, Knowledge Transfer berpengaruh positif terhadap Open Innovation UMKM di Kabupaten Kerinci, Knowledge Transfer berpengaruh positif terhadap Competitive advantage UMKM di Kabupaten Kerinci dan Competitive advantage berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM di Kabupaten Kerinci. Hasil penelitian yang diperoleh juga dapat dijadikan rujukan bagi pemerintah setempat maupun pemilik UMKM untuk dapat memprioritaskan sumber ekonomi dan sumber daya manusianya pada parameter-parameter yang memiliki nilai signifikansi terbesar untuk perkembangan UMKM nya, dalam hal ini competitive advantage yang memiliki pengaruh langsung pada kinerja UMKM dan knowledge transfer yang memiliki signifikansi paling tinggi
Pengaruh Suhu Pengeringan dan Tingkat Kematangan Buah dalam Pembuatan Teh Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca)
Kulit pisang kepok (Musa paradisiaca) sebagai limbah memiliki manfaat yang dapat dijadikan teh sebagai pangan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh untuk mengetahui interaksi suhu pengeringan dan tingkat kematangan buah pisang kepok terhadap kandungan dan mutu teh kulit pisang yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial (RALF) dengan 2 faktor diantaranya faktor A suhu pengeringan (60°C, 70°C, dan 80°C) dan faktor B tingkat kematangan buah (mentah dan matang), dengan 3 kali ulangan dan divariasikan menjadi 18 percobaan yaitu A1B1, A2B1, A3B1, A2B1, A2B2, A3B2, jika didapatkan hasil berbeda nyata maka dilakukan uji lanjutan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) taraf 5%. Analisis meliputi kadar air, kadar abu, total polifenol, aktivitas antioksidan, serta uji organoleptik terhadap warna, aroma, dan rasa produk teh yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan A2B1 (suhu pengeringan 70°C dan tingkat kematangan mentah) merupakan perlakuan optimum dengan hasil organoleptik yang baik. Berdasarkan analisis kimia, kadar air 3,74%, kadar abu 6,99%, total polifenol 144,12 mg GAE/gr, aktivitas antioksidan 57,47%, nilai °Hue warna seduhan 54,86, Angka Lempeng Total 1,4 × 103, dan skor organoleptik parameter warna yaitu 3,24 (biasa), aroma yaitu 3,56 (suka) dan rasa yaitu 3,08 (biasa)
PENGELOLAAN PASAR NAGARI PADANG LUA YANG BERADA DI ATAS TANAH PERKERETAAPIAN YANG DIKLAIM PT KERETA API INDONESIA (PERSERO)
ABSTRAK
Pengelolaan pasar nagari merupakan upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan fungsi pasar. Pasar Nagari Padang Lua yang berdiri tahun 1951 di atas tanah perkeretaapian yang diklaim PT Kereta Api Indonesia (Persero). Keberadaan pasar tersebut menyebabkan kemacetan lalu lintas yang disebabkan oleh pedagang yang berjualan di bahu jalan, hal ini bertentangan dengan Pasal 37 Ayat (3) huruf f Peraturan Daerah Kabupaten Agam Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Pasar. Rumusan masalah dari penelitian ini, yaitu 1) Bagaimana pengelolaan pasar Nagari Padang Lua serta proses pembangunan pasar Nagari Padang Lua, Kabupaten Agam, yang berada di atas tanah perkeretaapian? 2) Bagaimana hubungan hukum antara pemerintah Nagari Padang Lua, Kabupaten Agam, dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam pengelolaan pasar nagari tersebut? 3) Bagaimana penyelesaian sengketa yang terjadi dalam pengelolaan pasar Nagari Padang Lua dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero)?. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris, dengan menggunakan data sekunder dan data primer adapun teknik pengumpul data dalam penelitian ini menggunakan studi dokumen dan wawancara, data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif kemudian disajikan secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan, antara lain: 1) Proses pendirian pasar Nagari Padang Lua berawal dari kebutuhan masyarakat akan pemenuhan kebutuhan sehari-hari, dengan lokasi strategis yang berdekatan dengan stasiun kereta api sebagai faktor pendorong utama, serta dilengkapi dengan pengaturan pengelolaan pasar yang jelas dan terpisah dari manajemen pemerintahan nagari. 2) Hubungan hukum Nagari Padang Lua dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) berdasar perjanjian sewa tanah, namun status tanah yang memakai Grondkaart perlu dikonversi sesuai Pasal 49 UU No. 1 Tahun 2004 agar legalitas kuat, sengketa terhindar, dan tata kelola aset terjamin. 3) Sengketa penyewaan lahan perkeretaapian secara pribadi dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) di sekitar pasar Nagari Padang Lua yang masih menempuh jalur hukum, menjadi hambatan dalam pengelolaan pasar Nagari Padang Lua.
Kata Kunci: Pengelolaan, Pasar Nagari, Tanah Perkeretaapian, Sewa Tana
Hubungan antara Verbal Abuse Orang Tua dengan Perilaku Agresif pada Remaja
Kekerasan verbal merupakan salah satu bentuk perlakuan negatif yang dapat memicu munculnya perilaku agresif pada remaja. Ucapan bernada kasar, ejekan, dan hinaan yang terus-menerus dapat membentuk respons negatif, termasuk
perilaku agresif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan verbal abuse orang tua dengan perilaku agresif pada remaja. Metode penelitian yang digunakanadalah metode kuantitatif, yaitu korelasional dengan teknik analisis pearson product moment. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 390 remaja berusia 11-20 tahun di Kota Padang, dengan menggunakan teknik nonprobability sampling melalui metode accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan adaptasi alat ukur The Reactive-Proactive Questionnaire pada skala perilaku agresif dan adopsi alat ukur Verbal Abuse pada skala verbal abuse. Hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa terdapat hubungan yang positif antara verbal abuse orang tua dengan perilaku agresif remaja. Artinya, semakin tinggi tingkat kekerasan verbal yang dialami remaja, maka semakin tinggi pula kecenderungan perilaku agresif yang
ditunjukkan, dan begitupun sebaliknya
ANALISIS PENGARUH INFLASI, PERTUMBUHAN EKONOMI, PENGANGGURAN TERHADAP KREDIT BERMASALAH (NPF) PADA BANK MUAMALAT PERIODE 2008-2023
Stabilitas perbankan syariah dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi yang tercermin dalam tingkat Non-Performing Financing (NPF). Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan pengangguran terhadap kredit bermasalah (NPF) Bank Muamalat Indonesia periode 2008-2023. Sampel dalam Penelitian ini adalah data tahunan dari tahun 2008 hingga 2023. Jenis data dalam penelitian ini yaitu data sekunder time series tahunan selama 16 tahun. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan regresi linear berganda dengan transformasi logaritma natural pada variabel NPF, dilengkapi Uji Asumsi Klasik (Normalitas, Multikolinearitas, Heteroskedastisitas, dan Autokorelasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel makroekonomi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap NPF dengan F-statistik 10,486 dan R² sebesar 72,4%. Secara parsial, inflasi berpengaruh positif signifikan (koefisien 0,518), artinya kenaikan inflasi 1% meningkatkan NPF sebesar 51,8%. Pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif signifikan (koefisien -0,537), menunjukkan kenaikan pertumbuhan ekonomi 1% menurunkan NPF sebesar 53,7%. Pengangguran berpengaruh negatif signifikan (koefisien -0,334), temuan yang bertentangan dengan teori konvensional namun dapat dijelaskan melalui hipotesis flight-to-quality effect dalam perbankan syariah. Penelitian mengkonfirmasi relevansi teori Keynes tentang interdependensi makroekonomi dalam konteks perbankan syariah Indonesia, dengan implikasi kebijakan pengembangan sistem peringatan dini inflasi dan fokus strategis pada segmen UMKM
ANALISIS KOMPARATIF PENGARUH KINERJA DAN KONTROVERSI ESG TERHADAP NILAI PERUSAHAAN: PERBANDINGAN PERUSAHAAN DI INDONESIA DAN MALAYSIA
ANALISIS KOMPARATIF PENGARUH KINERJA DAN KONTROVERSI ESG
TERHADAP NILAI PERUSAHAAN: PERBANDINGAN PERUSAHAAN DI
INDONESIA DAN MALAYSIA
ABSTRAK
Oleh : Tiara Fauza (2120532020)
Magister Akuntansi, Universitas Andalas
Dosen Pembimbing
Dr. Riza Reni Yenti, S.E., Ak., M.Si.
Latar Belakang - Seiring dengan meningkatnya perubahan iklim global yang dapat mengancam
perekonomian negara berkembang dengan infrastruktur lemah, perusahaan menjadi lebih sadar
terhadap isu-isu lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis secara empiris pengaruh
kinerja dan kontroversi ESG terhadap nilai perusahaan: perbandingan perusahaan di Indonesia
dan Malaysia.
Desain/Metodologi - Penelitian ini menggunakan data sekunder, dengan jumlah sampel 205 di
Indonesia dan 260 di Malaysia yang terdiri dari perusahaan publik sektor non-keuangan yang
terdaftar di bursa efek masing-masing negara Indonesia dan Malaysia selama periode 2020-2024.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari
Refinitiv Eikon. Alat analisis yang digunakan adalah STATA versi 17.
Hasil - Temuan ini menunjukkan bahwa kinerja ESG berpengaruh positif signifikan terhadap
nilai perusahaan. Kemudian kontroversi ESG tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan,
Terdapat perbedaan signifikan dalam kinerja ESG antara Indonesia dan Malaysia, dengan
implementasi ESG yang terbukti lebih baik di Malaysia. Selain itu, kontroversi ESG juga
memperlihatkan perbedaan antara kedua negara, di mana jumlah kontroversi ESG lebih sedikit
terjadi di Indonesia dibandingkan Malaysia.
Kontribusi - Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap literatur keuangan dan tata
kelola perusahaan. Hasil ini memperluas pemahaman tentang relevansi teori sinyal dan teori
pemangku kepentingan dalam konteks keberlanjutan di lingkungan pasar yang pelaporan ESG
dan kesadaran investornya belum matang sepenuhnya.
Kata Kunci : Kinerja ESG, Kontroversi ESG, Nilai Perusahaan, Indonesia, Malaysia
ANALISIS DC/DC BOOST CONVERTER DAN BATTERY AGING TERHADAP PERFORMA KENDARAAN LISTRIK PADA MATLAB SIMULINK
Penelitian ini membahas analisis DC/DC Boost Converter dan battery
aging terhadap performa kendaraan listrik menggunakan software
Matlab/Simulink. Kendaraan listrik menjadi solusi mobilitas yang semakin
penting dalam upaya mengurangi emisi gas rumah kaca dan ketergantungan pada
bahan bakar fosil. Namun, tantangan seperti efisiensi daya dan degradasi baterai
(battery aging) perlu diatasi untuk mengoptimalkan kinerjanya. Penelitian ini
menggunakan DC/DC Boost Converter untuk meningkatkan tegangan dari baterai
ke motor listrik, yang diharapkan dapat meningkatkan performa kendaraan. Selain
itu, efek battery aging juga dianalisis untuk memahami dampaknya terhadap
performa converter. Simulasi dilakukan dengan memodelkan kendaraan listrik,
DC/DC Boost Converter, dan baterai dengan efek aging pada software
Matlab/Simulink. Hasil simulasi menunjukkan bahwa penggunaan DC/DC Boost
Converter mampu meningkatkan kecepatan dan akselerasi kendaraan listrik.
Namun, battery aging menyebabkan penurunan performa, terutama pada
kapasitas dan tegangan baterai. Penelitian ini memberikan wawasan tentang
pentingnya manajemen baterai yang baik dan penggunaan konverter untuk
menjaga performa kendaraan listri
Manajemen Proyek dalam Pengangkutan Batu Kapur dengan Pemindahan Lokasi Crusher Existing ke Lokasi Baru Sesuai Kemajuan Penambangan Menggunakan Sistem Downhill Conveyor di PT Semen Padang
Industri semen memainkan peran penting dalam pembangunan infrastruktur nasional, yang bergantung pada efisiensi rantai pasokan bahan baku. PT Semen Padang menghadapi tantangan operasional karena kemajuan lokasi tambang menyebabkan lokasi mobile crusher existing yang saat ini memiliki jarak angkut cukup jauh yaitu 3.350 meter dari tambang dan menggunakan 11 dump truck dengan biaya operasional yang tinggi. Selain itu, pada tahun 2016, cadangan batu kapur hanya mencapai 5.050.000 ton, jauh di bawah kebutuhan tahunan
10.100.000 ton. Untuk mengatasi permasalahan ini, proyek pemindahan mobile crusher II ke lokasi baru dan implementasi sistem downhill conveyor direncanakan guna meningkatkan efisiensi pengangkutan batu kapur. Tujuan dari proyek ini adalah untuk membuat manajemen proyek yang dapat mengurangi biaya operasional, meningkatkan produksi pasokan batu kapur, dan mendukung keberlanjutan operasi penambangan. Analisis kelayakan menunjukkan proyek ini memiliki NPV sebesar Rp 26,65 miliar, IRR 32,10%, payback period 5 tahun 0,8 bulan, dan BCR 1,84, yang menyimpulkan bahwa proyek ini layak secara finansial. Proyek ini juga menekankan pentingnya pemodelan sistem, analisis risiko, serta kerangka kerja pelaksanaan yang melibatkan berbagai divisi, termasuk engineering, konstruksi, operasi tambang, dan operasi conveyor. Dengan spesifikasi downhill conveyor kapasitas 2000–2.500 ton/jam dan belt width 1.200 mm, proyek ini dapat memberikan efisiensi operasional, sekaligus mengurangi resiko kecelakaan kerja dan dampak lingkungan. Hasilnya menunjukkan bahwa pemindahan lokasi crusher dan penerapan sistem downhill conveyor adalah solusi yang optimal untuk mendukung keberlanjutan operasi PT Semen Padang
Pengaruh Geosintetik Sebagai Perkuatan Pada Timbunan Pasir Terhadap Daya Dukung Dan Pola Keruntuhan Pada Pasir Bergradasi
Rendahnya kapasitas dukung dan tingginya kompresibilitas pada tanah pasir menjadi tantangan utama dalam rekayasa geoteknik, terutama untuk infrastruktur yang memerlukan kestabilan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan geosintetik sebagai perkuatan pada timbunan pasir terhadap daya dukung dan pola keruntuhan pada pasir dengan variasi gradasi. Tiga jenis geosintetik yang digunakan meliputi geotekstil woven, geotekstil nonwoven, dan geogrid, yang diaplikasikan pada pasir bergradasi kasar, sedang, dan halus dengan konfigurasi satu dan dua lapisan pada kedalaman 5 cm (1/2 B), 10 cm (B) dan kombinasi 5 cm (1/2 B dan, 10 cm (B). Pengujian dilakukan menggunakan model fisik kotak kaca berukuran 80 cm × 10 cm × 40 cm untuk memperoleh data tegangan, penurunan, beban maksimum, dan pola keruntuhan yang terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasir bergradasi halus memiliki kapasitas dukung alami lebih tinggi dibandingkan gradasi sedang dan kasar. Konfigurasi dua lapisan geosintetik pada kedalaman 5 cm dan 10 cm terbukti paling efektif dalam meningkatkan kapasitas dukung, mengurangi penurunan, dan memodifikasi pola keruntuhan menjadi lebih terdistribusi, terutama pada penggunaan geogrid dan geotekstil woven. Keunggulan geotekstil woven terletak pada kekuatan tarik dan kekakuannya, sedangkan geogrid memaksimalkan interlocking antarpartikel pasir. Temuan ini memberikan kontribusi pada pemahaman mekanisme interaksi geosintetik–pasir dalam meningkatkan stabilitas dan mengendalikan keruntuhan lokal, sehingga dapat menjadi acuan desain perkuatan timbunan pasir untuk pondasi dangkal yang lebih aman dan efisien
Analisis Keragaman Genetik Aren (Arenga pinnata Merr.) Asal Sumatra Barat Menggunakan Penanda Simple Sequence Repeat (SSR)
Aren (Arenga pinnata Merr.) merupakan salah satu tanaman perkebunan yang memiliki prospek pengembangan yang masih sangat luas. Keragaman aren yang luas membuka potensi pengembangan yang sangat besar, sehingga tidak heran banyak upaya pemuliaan tanaman aren yang dilakukan. Eksplorasi dan identifikasi tanaman aren lokal telah dilakukan pada beberapa daerah yang bertujuan untuk melihat keragaman yang ada dan mencari keragaman-keragaman baru yang berpotensi menjadi plasma nutfah yang berharga. Metode yang sering digunakan adalah pengamatan dan analisis pada perbedaan morfologi tanaman dengan bantuan penanda morfologi berupa deskriptor. Akan tetapi, morfologi tanaman dapat dipengaruhi oleh lingkungan tumbuh, sehingga data pengamatan yang didapatkan bisa memunculkan bias yang besar. Untuk menutupi kekurangan yang terdapat pada penanda morfologi, solusinya adalah dengan pendekatan molekuler dengan penanda Simple Sequence Repeat (SSR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keragaman genetik aren yang berasal dari berbagai daerah di Sumatra Barat menggunakan penanda Simple Sequence Repeat (SSR). Penelitian telah dilaksanakan di Laboratorium Uji Mutu, Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Buah Tropika, Kabupaten Solok, Sumatra Barat. dari Mei – Juni 2025. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional dan analisis genetik. Pendekatan observasi dimulai dengan pengambilan sampel daun aren di berbagai daerah, dilanjutkan dengan analisis genetik dari isolasi DNA, elektroforesis, dan amplifikasi DNA. Analisis yang dilakukan meliputi skoring pita DNA, analisis SSR, analisis keragaman genetik, dan perbandingan hasil keragaman genetik morfologi dan molekuler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanda SSR dapat digunakan untuk melihat keragaman genetik aren secara molekuler. Hal ini dapat dilihat dari nilai heterozigositas dan PIC keempat primer yang digunakan termasuk tinggi, kecuali AD679 yang hanya dapat membaca pita monomorfik. Keragaman genetik aren di Sumatra Barat termasuk kategori rendah. Hal ini didasarkan pada nilai Shannon Index (I) yang rendah dan banyaknya ditemukan pita monomorfik. Keragaman morfologi dan molekuler aren di Sumatra Barat tidak berkorelasi berdasarkan uji Mantel, namun memperlihatkan beberapa kemiripan pola pengelompokan pada perbandingan dendogram secara visual