74254 research outputs found
Sort by
Pengaruh Perbandingan Selulosa dari Nata De Pina dan Sabut Kelapa terhadap Karakteristik Kertas Karton
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
perbandingan selulosa dari Nata de Pina dan sabut kelapa terhadap
karakteristik fisik kertas karton, serta untuk menentukan formulasi
terbaik dari kedua bahan tersebut. Metode yang digunakan adalah
Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan
perbandingan pulp (50:50, 45:55, 40:60, 35:65, dan 30:70) dan tiga
ulangan. Data di analisis secara statistik menggunakan Analisis Of
Varians (ANOVA) dan di lanjutkan dengan analiisis Duncan New
Multiple Range Test (DUNCAN) pada taraf 5%. Hasil penelitian
menunjukan bahwa perbandingan sabut kelapa dan nata de pina
berpengaruh signifikan terhadap uji kadar air, gramatur, dan indeks
tarik terhadap kertas karton yang dihasilkan. Karakteristik kertas
karton terbaik dihasilkan pada perbandingan nata de pina dan sabut
kelapa 45:55(perlakuan B) yang memiliki kadar air sebesar 6,67%,
gramatur 200 g/m², dan indektarik 1,46 g/m2 dan didapatkan hasil
analisis sensori yang paling mendekati dengan kertas karton
komersial
Representasi Pemuda Mentawai Di Padang Melawan Hegemoni Diskriminasi
Penelitian ini menganalisis representasi pemuda dan mahasiswa Mentawai di Padang dalam upaya melawan hegemoni diskriminasi. Kecenderungan pola pikir yang mengutamakan penumpukan kekayaan ekonomi dibanding keberlanjutan
lingkungan hidup seringkali melanggengkan diskriminasi dan stigma "terbelakang" terhadap masyarakat adat, termasuk Mentawai. Dalam kerangka paradigma kritis dan pendekatan studi kasus, skripsi ini menyoroti bagaimana hegemoni bekerja melalui konstruksi “common sense” (akal sehat/nalar umum) yang mapan, dan bagaimana ia digugat. Mengacu pada pemikiran Antonio Gramsci, pemuda dan mahasiswa Mentawai diidentifikasi sebagai intelektual organik yang berpihak pada perjuangan rakyatnya. Skripsi ini menggunakan Teori Komunikasi Advokasi (ACT) dari Monica Cornejo untuk menganalisis bagaimana mereka merepresentasikan perlawanan. Melalui metode kualitatif dengan observasi partisipatif dan wawancara mendalam, ditemukan bahwa perjuangan pemuda Mentawai merupakan sebuah proyek komunikasi advokasi yang
multilevel dan multidimensi. Secara spesifik, mereka menggunakan empat tema yang saling terkait sebagai strategi komunikasi advokasi. Pertama, spiritualitas dan kepercayaan lokal Arat Sabulungan menjadi fondasi dan identitas kelompok (ingroup identity) yang kuat, memprediksi keterlibatan mereka dalam advokasi. Kedua, kebudayaan digunakan sebagai narasi pemersatu yang menginspirasi
tindakan kolektif. Ketiga, kesenian, seperti revitalisasi ti’ti Mentawai, berfungsi sebagai advokasi simbolik (adornment advocacy) yang menantang stigma, dan sebagai advokasi akademis (academic advocacy) yang melegitimasi pengetahuan lokal. Keempat, ekologi-lingkungan hidup menjadi ranah advokasi protes (protest advocacy) dan advokasi politik (political advocacy) yang menuntut kedaulatan atas alam.Penelitian ini menyimpulkan bahwa melalui representasi yang militan dan konsisten, gerakan pemuda Mentawai telah berhasil merebut perhatian publik dan menggugat hegemoni diskriminasi, meskipun masih perlu meningkatkan kemandirian riset demi keberlanjutan dan pembentukan "blok historis" yang lebih
kuat
DETECTION OF FRAUD IN THE CAMPENY'S FINANCIAL STATEMENT USING THE THEORY OF FRAUD DIAMONS (CASE STUDY: COMPANINES IN THE INFRASTRUCTURE SECTOR LISINCE ON INDONESIA STOCK EXCHANGE)
This study aims to detect financial statement fraud in infrastructure sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2018–2024 by applying the Fraud Diamond Theory. The theory identifies four key elements that may contribute to fraudulent behavior: pressure, opportunity, rationalization, and capability. The research design employs a quantitative approach with purposive sampling, selecting companies that consistently published annual reports during the observation period. Secondary data were obtained from the IDX official website and company annual reports. The Beneish M-Score model was applied to measure the likelihood of financial statement fraud, while multiple linear regression analysis was used to test the hypotheses.
The findings reveal that [replace with results once available]. These results highlight the importance of strengthening corporate governance mechanisms, enhancing transparency, and improving monitoring systems to reduce opportunities for fraudulent reporting.
Theoretically, this research contributes to the literature on fraud detection by providing empirical evidence on the applicability of the Fraud Diamond Theory in the Indonesian context. Practically, the study provides valuable insights for regulators, auditors, and company management in developing preventive measures against fraudulent financial reporting
EFEKTIFITAS PENANAMAN MODAL ASING DI KAWASAN EKONOMI KHUSUS (KEK) KOTA BATAM
Efektivitas penerapan KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) di Batam, khususnya KEK Nongsa dan KEK Batam Aero Technic, menunjukkan hasil yang positif dengan peningkatan investasi, penyerapan tenaga kerja, dan pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, persaingan dengan kawasan ekonomi serupa di negara lain, seperti SEZ Singapura-Johor, menjadi tantangan yang perlu dihadapi. Kawasan Ekonomi Khusus adalah salah satu strategi Indonesia untuk memajukan investasi serta menaikkan daya saing Indonesia. Oleh itu dibutuhkan sesuatu kebijakan yang meliputi penetapan kriteria utama suatu pemilihan lokasi daerah tersebut buat memenuhi syarat pembangunan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam mengacu pada Penanaman Modal Asing, yaitu investasi yang dilakukan oleh pihak asing di wilayah Batam, khususnya dalam konteks KEK. Batam, sebagai salah satu daerah dengan KEK, menarik minat investor asing untuk menanamkan modalnya di berbagai sektor industri dan jasa.Batam menjadi tujuan investasi yang menarik bagi investor asing karena lokasi strategis, kemudahan perizinan, dan dukungan infrastruktur. Beberapa sektor yang menjadi daya tarik investasi asing di Batam antara lain industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, serta sektor jasa seperti perdagangan, konstruksi, dan properti.
Kata kunci: Efektifitas, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Penanaman Modal Asing (PMA
Hubungan Antara Asupan Zat Gizi Mikro, Status Gizi, Dan Aktivitas Fisik Dengan Dismenore Primer Pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Dan Fakultas Keperawatan Universitas Andalas Kota Padang Tahun 2025
Tujuan
Dismenore primer merupakan keadaan nyeri atau kram pada perut bagian bawah yang muncul saat menstruasi akibat kontraksi rahim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan zat gizi mikro, status gizi, dan aktivitas fisik dengan dismenore primer pada mahasiswi Fakultas Kedokteran dan Fakultas Keperawatan Universitas Andalas kota Padang tahun 2025.
Metode
Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah mahasiswi Fakultas Kedokteran dan Fakultas Keperawatan angkatan 2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proportionate stratified random sampling sebanyak 161 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner, pengukuran berat badan dan tinggi badan, serta wawancara asupan zat gizi dengan SQ-FFQ. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square.
Hasil
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami dismenore primer (86,3%), kekurangan asupan zat besi (67,1%), kekurangan asupan vitamin C (75,2%), kekurangan asupan zink (68,9%), status gizi normal (75,2%), dan aktivitas fisik ringan (54,7%). Analisis bivariat menunjukan bahwa terdapat hubungan antara asupan zat besi (p=0,038), vitamin C (p=0,032), zink (p=0,021), dan aktivitas fisik (p=0,039) dengan dismenore primer. Namun, tidak terdapat hubungan antara status gizi (p-value=0,583) dengan dismenore primer.
Kesimpulan
Asupan zat besi, vitamin C, zink, dan aktivitas fisik berhubungan dengan dismenore primer. Oleh karena itu, diharapkan kepada mahasiswi untuk meningkatkan konsumsi zat besi, vitamin C, dan zink, serta melakukan aktivitas fisik secara teratur untuk mendukung kesehatan reproduksi
Hubungan Asupan Zat Gizi Makro, Emotional Eating, dan Kecenderungan Tingkat Stres Psikososial dengan Status Gizi Remaja Usia Sekolah di SMAN 10 Kota Padang Tahun 2025
Fenomena yang paling sering terjadi pada remaja usia sekolah adalah emotional eating yang dapat dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan menimbulkan stres psikososial. Emotional eating dapat mempengaruhi asupan seseorang, dimana asupan merupakan salah satu faktor penyebab langsung yang dapat mempengaruhi status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan zat gizi makro, emotional eating, dan kecenderungan tingkat stres psikososial dengan status gizi remaja usia sekolah di SMAN 10 Kota Padang tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan menggunakan teknik simple random sampling. Responden dalam penelitian ini berjumlah 90 siswa dari gabungan kelas XI dan kelas XII. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli tahun 2025 dengan menggunakan kuisioner SQ-FFQ, kuisioner DEBQ-33, dan kuisioner HRSSY. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan 42,2% responden memiliki asupan karbohidrat kurang, 34,4% responden memiliki asupan lemak kurang dan berlebih, 64,4% responden memiliki asupan protein berlebih, 48,9% responden dengan emotional eating rendah, dan 44,4% responden dengan kecenderungan tingkat stres ringan. Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan lemak (p-value=0,018) dan emotional eating (p-value=0,003) dengan status gizi. Tidak terdapat hubungan antara asupan karbohidrat, asupan protein dan tingkat stres psikososial dengan status gizi (p>0,05). Asupan lemak dan kebiasaan emotional eating berhubungan dengan status gizi remaja usia sekolah. Hal ini menunjukkan pentingnya pengelolaan emosi yang baik dan benar agar tidak mempengaruhi asupan, yang secara tidak langsung juga dapat mempengaruhi status gizi
KEANEKARAGAMAN VEGETASI GULMA PADA Beberapa Tingkat Kelerengan Lahan Perkebunan Kelapa Sawit Di PT. Selago Makmur Plantation
Keberadaan gulma dengan tingkat kelerengan lahan yang berbeda merupakan salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan dalam budidaya kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan mengetahui keanekaragaman vegetasi gulma pada berbagai tingkat kelerengan lahan di perkebunan kelapa sawit PT Selago Makmur Plantation. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode kuadrat berukuran 2×2 m dengan penempatan plot secara purposive random sampling pada empat tingkat kelerengan: datar (0–8%), landai (8–15%), agak curam (15–25%), dan curam (25– 40%). Parameter yang diamati meliputi jenis, jumlah individu, kerapatan, frekuensi, dominansi, Indeks Nilai Penting (INP), Summed Dominance Ratio (SDR), indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H'), serta faktor lingkungan (suhu, kelembapan, dan intensitas cahaya). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah individu,
famili, dan spesies gulma tertinggi terdapat pada lahan datar, sedangkan terendah pada lahan curam. Gulma dominan di lahan datar adalah Ageratum conyzoides (SDR 32,12%), pada lahan landai Centotheca lappacea (SDR 37,64%), pada lahan
agak curam Asystasia gangetica (SDR 32,28%), dan pada lahan curam Nephrolepis biserrata (SDR 41,68%). Nilai H' berkisar 1,68– 0,99 (kategori sedang hingga rendah). Perbedaan keanekaragaman gulma dipengaruhi oleh variasi faktor lingkungan pada tiap kelerengan, di mana lahan datar cenderung memiliki kelembapan dan ketersediaan unsur hara yang lebih baik, serta intensitas cahaya lebih tinggi dibandingkan lahan curam. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dalam pengelolaan gulma yang efektif sesuai kondisi kelerengan lahan di perkebunan kelapa sawit
Hubungan Kualitas Diet, Rasio Lingkar Pinggang Panggul (RLPP), dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Hipertensi Pada Pra Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang Tahun 2025
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang prevalensinya terus meningkat, terutama pada kelompok pra lansia yang mulai mengalami perubahan fisiologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas diet, rasio lingkar pinggang panggul, dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada pra lansia di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional yang dilakukan bulan April-Agustus 2025. Sampel berjumlah 103 orang yang diambil dengan metode multistage cluster random sampling. Data kualitas diet didapatkan melalui wawancara dengan SQ FFQ, data RLPP didapatkan dengan cara diukur menggunakan metline, dan data aktivitas fisik didapatkan dengan menggunakan kuesioner GPAQ, serta pengukuran tekanan darah menggunakan sphygmomanometer digital. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Dari 103 responden, sebanyak 53,4% termasuk dalam kategori hipertensi. Mayoritas responden memiliki kualitas diet kurang (55,3%), obesitas sentral berdasarkan RLPP (69,9%), serta aktivitas fisik rendah (83,5%). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas diet dengan hipertensi (p-value = 0,001) dan aktivitas fisik dengan hipertensi (p-value = 0,030). Selanjutnya, tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara rasio lingkar pinggang panggul dengan hipertensi (p-value = 0,126) pada pra lansia. Lebih dari separuh pra lansia mengalami hipertensi, dengan kualitas diet kurang dan tingkat aktivitas fisik rendah. Intervensi gizi terarah dan program peningkatan aktivitas fisik rutin dapat dijadikan strategi utama untuk mencegah hipertensi dan menurunkan risiko komplikasi jangka panjang pada kelompok pra lansia
TANGGUNG JAWAB DIREKTUR SEBAGAI PELAKSANA OPERASIONAL TERHADAP PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK NAGARI (BUMNAG) SEJAHTERA MANDIRI NAGARI BATANG BARUS KECAMATAN GUNUNG TALANG KABUPATEN SOLOK
ABSTRAK
Badan Usaha Milik Nagari digunakan untuk menggali potensi pembangunan ekonomi berdasarkan sumber daya lokal agar dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan nagari. Penelitian ini membahas mengenai tanggung jawab direktur sebagai pelaksana operasional terhadap pengelolaan Badan Usaha Milik Nagari (BUMNAG) Sejahtera Mandiri Nagari Batang Barus Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok. Metode penelitian yang digunakan disini dengan pendekatan yuridis empiris. Penelitian ini bersifat deskriptif, penelitian memberikan gambaran tentang tanggung jawab direktur sebagai pelaksana operasional terhadap pengelolaan BUMNAG Sejahtera Mandiri Nagari Batang Barus Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok sesuai dengan fakta-fakta yang terjadi. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu: 1) Bagaimana pelaksanaan pengelolaan operasional BUMNAG Sejahtera Mandiri Nagari Batang Barus Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok dalam pemberdayaan ekonomi nagari? 2) Bagaimana tanggung jawab direktur sebagai pelaksana operasional terhadap pengelolaan BUMNAG Sejahtera Mandiri Nagari Batang Barus Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok dalam pemberdayaan ekonomi nagari?. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Pengelolaan BUMNAG Sejahtera Mandiri Nagari Batang Barus dimulai dengan modal awal sebesar Rp115.000.000,00 (seratus lima belas juta rupiah) sebagai upaya pemberdayaan ekonomi nagari dan didirikan pada 27 Oktober 2021. Kegiatan unit usaha kuliner mulai beroperasi pada 27 April 2022 namun hanya berlangsung selama dua bulan dan berakhir pada 27 Juni 2022 karena usaha tidak mampu menghasilkan keuntungan yang cukup, bahkan tidak bisa menutupi gaji bagi pengelola. 2) Tanggung jawab direktur sebagai pelaksana operasional BUMNAG Sejahtera Mandiri Nagari Batang Barus belum terlaksana dengan baik tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 18 PerDes/Nagari Batang Barus Nomor 3 Tahun 2022 dan Pasal 64 PP Nomor 11 Tahun 2021. Selain, itu juga melakukan pelanggaran pada Pasal 27 angka 2 poin C dan D PP Nomor 11 Tahun 2021 dan pada ketentuan Pasal 17 angka 1 dan Pasal 23 angka 1 dan 2 Perkades/Wali Nagari Batang Barus Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok Nomor 2 Tahun 2022 dimana tidak menyerahkan laporan secara berkala, baik laporan bulanan, semester, maupun tahunan.
Kata Kunci: Tanggung Jawab, Pelaksana Operasional, BUMNA
Penerapan Building Information Modelling (BIM) Dalam Pemodelan Bangunan Menggunakan Autodesk Revit Dan Pembuatan Bar Bending Schedule (BBS) Menggunakan Plugin Sofistik
Perkembangan teknologi konstruksi menuntut adanya inovasi dalam pengelolaan data struktur, salah satunya melalui penerapan Building Information Modelling (BIM). Salah satu aspek penting dalam pekerjaan struktur adalah pembuatan Bar Bending Schedule (BBS), yang berfungsi sebagai acuan jumlah, dimensi, dan bentuk pembesian pada elemen beton bertulang. Pekerjaan ini seringkali menghasilkan limbah material jika tidak dilakukan secara akurat dan efisien. Oleh karena itu, penelitian ini membahas penerapan BIM menggunakan Autodesk Revit yang terintegrasi dengan plugin Sofistik dalam pembuatan BBS pada proyek pembangunan Gedung Ruang Dosen dan Ruang Serba Guna Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Metodologi penelitian meliputi pengumpulan data berupa gambar Detail Engineering Drawing (DED), pemodelan struktur 3D, pengecekan tabrakan (clash detection), pemodelan tulangan, hingga pembuatan BBS dengan plugin Sofistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Autodesk Revit dengan Sofistik dapat menghasilkan output BBS yang lebih cepat, akurat, dan terstandarisasi dibandingkan metode manual atau Revit tanpa plugin. Plugin Sofistik mampu secara otomatis menghasilkan informasi detail tulangan seperti diameter, jumlah, panjang bengkokan, berat, serta representasi grafis yang memudahkan pemahaman di lapangan. Namun, kekurangan masih terdapat pada aspek manajemen pemotongan besi, karena Sofistik belum mendukung optimasi penyusunan potongan dalam batang 12 meter untuk meminimalkan sisa material. Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan BIM dengan dukungan plugin dapat meningkatkan efisiensi dan keakuratan proses pembuatan BBS. Selain memberikan kontribusi praktis bagi proyek konstruksi, penelitian ini juga membuka peluang pengembangan lebih lanjut pada integrasi fitur optimasi pemotongan besi agar waste material dapat ditekan seminimal mungkin