74254 research outputs found
Sort by
Potensi Keong Mas (Pomacea Canaliculate) Sebagai Penghasil Pakan Bagi Ternak Itik Pitalah Di Nagari Batipuah Baruah, Kecamatan Batipuah, Kabupaten Tanah Datar
Penelitian ini betujuan untuk mengetahui potensi Keong Mas (Pomacea canaliculate) dan potensi lahan sawah di Nagari Batipuah Baruah sebagai penghasil pakan bagi ternak itik Pitalah. Potensi Keong Mas ditinjau dari kepadatan populasi dan penyebaran Keong Mas di lahan sawah. Penelitian ini menggunakan metode survey dan pengembilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yang diambil secara berulang setiap 2 hari sekali selama 14 hari. Pengambilan sampel dilakukan dengan kerangka kuadran berukuran 5x5 meter sebanyak 3 plot secara berurutan. Potensi Keong Mas dilihat dari kepadatan, pola distribusi dan ketersediaan Keong Mas. Kepadatan Keong Mas dalam satu kuadran berkisar 27,39 individu/m2, dengan pola penyebaran acak karena nilai Indeks Morisita (Id = 1) dan ketersediaan Keong Mas berkisar 29,64 g/m2. Potensi Keong Mas sebanyak 889,2 kg/ha/th, dan potensi Keong Mas di Nagari Batipuah Baruah 33.015,996 kg/th. Potensi lahan sawah di Nagari Batipuah Baruah mampu menampung ternak itik Pitalah sebanyak 510 ekor itik Pitalah. Dilihat dari total populasi yang ada sebanyak 2.686 ekor, lahan sawah di Nagari Batipuah Baruah hanya mampu mencukupi 18,99% kebutuhan itik dari total populasi itik Pitalah yang ada
PENGARUH PROFITABILITAS, LIKUIDITAS, DAN LEVERAGE TERHADAP PERTUMBUHAN LABA (Studi Empiris pada Perusahaan Sektor Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019-2023)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang di timbulkan oleh rasio
profitabilitas, likuiditas, dan leverage terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan
pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2023.
Pertumbuhan Laba dalam penelitian ini diukur melalui tiga indikator utama, yaitu
Profitabilitas, Likuiditas, dan Leverage. Penelitian menggunakan data sekunder, dan
populasi dalam penelitian adalah seluruh perusahaan pertambangan yang terdaftar
di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2023, dengan teknik pengambilan sampel
menggunakan purposive sampling yang menghasilkan sampel sejumlah 21
perusahaan. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan
berfokus menguji hipotesis melalui analisis regresi linear berganda. Hasil studi ini
menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap pertumbuhan laba,
sedangkan likuiditas dan leverage tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba.
Kata Kunci : Profitabilitas, Likuiditas, Leverage, Pertumbuhan Lab
Pertanggungjawaban Perdata Terhadap Peretasan Pusat Data Nasional Ditinjau dari Perspektif Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 Tentang Pelindungan Data pribadi
Peretasan Pusat Data Nasional merupakan salah satu insiden keamanan siber yang menimbulkan dampak serius terhadap pelindungan data pribadi warga negara Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kewajiban pemerintah sebagai pengendali data dalam menghadapi peretasan PDN serta pertanggungjawaban perdata yang melekat pada pemerintah berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP). Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pemerintah Komdigi memiliki kewajiban hukum yang jelas untuk menjaga keamanan data pribadi melalui penerapan prinsip perlindungan data, audit berkala, notifikasi kebocoran data, serta pencadangan dan pemulihan data. Namun, dalam kasus peretasan PDN ditemukan berbagai kelalaian, seperti minimnya pencadangan data dan keterlambatan notifikasi kepada publik, yang mengindikasikan kegagalan Pelindungan Data Pribadi. (2) dalam hal terjadi kegagalan perlindungan data, pemerintah dapat diposisikan sebagai subjek hukum privat yang tunduk pada hukum perdata. Kelalaian menjaga keamanan data pribadi dapat dikualifikasikan sebagai perbuatan melawan hukum karena memenuhi unsur perbuatan melawan hukum, kerugian, kesalahan dan hubungan kausal. Dengan demikian, kegagalan perlindungan data pribadi oleh pemerintah dapat dimintakan pertanggungjawaban atas kerugian materiil maupun immateriil yang dialami subjek data, dengan dasar hukum Pasal 12 UU PDP dan Pasal 1365 KUH Perdata. Penelitian ini menyarankan agar Pemerintah Komdigi memperkuat mekanisme pelindungan data pribadi dengan regulasi komprehensif dan kebijakan berbasis prinsip kehati-hatian serta menegakkan standar keamanan siber yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pemerintah juga perlu segera membentuk lembaga yang akan menjalankan penyelenggaran pelindungan data pribadi sebagaimana amanat Pasal 58 UU PDP untuk mengawasi perlindungan data dan menjamin pertanggungjawaban perdata atas kerugian. Regulasi pelaksana Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 harus diterbitkan untuk menegakkan hukum atas kebocoran data, memperkuat kewajiban pencadangan dan pemulihan data, serta mewajibkan audit keamanan berkala oleh lembaga independen guna meningkatkan akuntabilitas dan kepastian hukum dalam Pelindungan Data Pribad
Microsimulation Of Intersection Arrangement Optimization Near The Culinary Market Area Of Padang Panjang City
Optimasi simpang bertujuan untuk mengopmalkan pengaturan persimpangan di dekat
Kawasan Pasar Kuliner Kota Padang Panjang, yang sering mengalami kemacetan, antrean
panjang, dan tundaan, terutama pada jam operasional pasar kuliner Kota Padang
Panjang dan hari libur. Permasalahan ini disebabkan oleh hambatan samping seperti
parkir di bahu jalan dan aktivitas pertokoan dan pasar yang mengurangi lebar jalan
efektif . Penelian ini menggunakan perangkat lunak PTV Vissim untuk menganalisis
kinerja persimpangan dalam kondisi eksisting dan mengusulkan skenario untuk optimasi
simpang .Data meliputi geometri jalan, volume lalu lintas, kecepatan kendaraan, dan
siklus lampu lalu lintas. Model simulasi menggunakan PTV Vissim, dikalibrasi, dan
divalidasi menggunakan uji Geoffrey E. Havers (GEH) untuk memastikan kondisi lapangan
yang akurat. Tiga skenario optimasi diusulkan: Skenario 1 (menghilangkan parkir on
street dan penambahan road barrier), Skenario 2 (menerapkan sistem One Way dan
menghilangkan parkir on street), dan Skenario 3 (menerapkan One Way, menghilangkan
parkir on street, dan menjadikan ruas Jl. Abdul Muis satu arah). Hasil simulasi
menunjukkan bahwa Skenario 3 memberikan kinerja paling optimal, dengan penurunan
panjang antrean dan tundaan yang signifikan di ketiga persimpangan, serta peningkatan
Tingkat pelayanan (LOS) menjadi kategori A dan B.Secara keseluruhan, penelitian ini
menunjukkan bahwa penerapan mikrosimulasi dengan PTV Vissim efektif dalam
mengidenfikasi masalah lalu lintas dan merumuskan solusi opmasi yang dapat
meningkatkan efisiensi dan kelancaran arus lalu lintas di kawasan Pasar Kuliner Kota
Padang Panjang
Pengembangan Metode Homotopi Perturbasi dalam Mengatasi Masalah Ketidakmulusan pada Solusi Persamaan Black-Scholes
Tugas akhir ini membahas masalah ketidakmulusan yang muncul pada persamaan Black-Scholes ketika diselesaikan secara analitik dalam bentuk deret pangkat menggunakan metode homotopi perturbasi. Ketidakmulusan terjadi pada kurva opsi put saat harga saham sama dengan harga pelaksanaan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan metode homotopi perturbasi yang dimodifikasi dengan melakukan transformasi variabel untuk mengatasi ketidakmulusan pada kurva opsi put tersebut. Penerapan metode ini menunjukkan bahwa kurva solusi yang diperoleh menjadi halus dan lebih akurat dengan yang diperoleh secara eksak. Hasil penelitian menegaskan bahwa transformasi variabel pada metode homotopi perturbasi dinilai cukup efektif dan dapat menjadi alternatif bagi variasi persamaan Black-Scholes yang tidak memiliki solusi tertutup sederhana
KONSTRUKSI DAN ANALISIS MODEL MATEMATIKA KEKERASAN SEKSUAL KASUS TERLAPOR DAN TAK TERLAPOR DI INDONESIA
Kekerasan seksual tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat dan sosial yang meluas, dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa satu dari tiga perempuan di seluruh dunia mengalami kekerasan seksual sepanjang hidupnya. Selain itu, lebih dari setengah korban tidak melapor tentang pengalaman mereka, menyoroti kebutuhan akan alat analisis yang memperhitungkan baik kasus yang dilaporkan maupun yang tidak dilaporkan. Studi ini memperkenalkan model matematika nonlinier lima kompartemen SUVPR untuk menganalisis dinamika kekerasan seksual berbasis gender di Indonesia. Berdasarkan model SUVPR ini, diperoleh dua titik ekuilibrium, yaitu bebas kekerasan seksual dan endemik kekerasan seksual. Menggunakan metode Next Generation Matrix, dihitung nilai bilangan reproduksi dasar (R0). Analisis menunjukkan bahwa kedua titik ekuilibrium tersebut stabil secara asimtotik di bawah kondisi parameter tertentu, hal ini divalidasi melalui simulasi numerik. Tingkat kontak efektif dan tingkat pelaporan merupakan faktor penentu utama R0, menunjukkan bahwa meningkatkan mekanisme pelaporan dan mengurangi toleransi masyarakat terhadap kekerasan dapat secara signifikan mengurangi dinamika penularan kekerasan seksual
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tindakan Perawat Dalam Pemilahan Limbah Infeksius dan Non Infeksius di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Otak DR. Drs. Moh. Hatta Bukittinggi Tahun 2025
Tujuan Penelitian
Aktivitas di fasilitas pelayanan kesehatan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan jika tidak dikelola dengan baik. Pemilahan limbah oleh perawat masih belum optimal, sehingga perlu dilakukan observasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan perawat dalam pemilahan limbah di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Otak Dr. Drs. Moh. Hatta Bukittinggi.
Metode
Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, dilaksanakan pada bulan Juli 2024-Maret 2025 di Rumah Sakit Otak Dr. Drs. Moh. Hatta Bukittinggi. Sampel sebanyak 125 perawat dengan menggunakan teknik total sampling. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat.
Hasil
Hasil penelitian menunjukkan 44,8% perawat memiliki tindakan yang kurang baik dalam pemilahan limbah,43,2% pengetahuan rendah, 44% sikap negatif,45,6% persepsi kurang baik dalam ketersediaan sarana dan informasi,47,2% persepsi kurang baik dalam pengawasan dan 40% motivasi yang kurang baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan (p=0,003), sikap (p=0,034), Ketersediaan Sarana dan Informasi (p=0,031), dan pengawasan (p=0,029) dengan tindakan pemilahan limbah.
Kesimpulan
Pengetahuan, sikap, ketersediaan sarana dan informasi dan pengawasan merupakan faktor yang berhubungan dengan tindakan pemilahan limbah. Pihak rumah sakit diharapkan memberikan pelatihan secara berkala dan merata kepada perawat serta melengkapi fasilitas untuk pemilahan limbah
PENERAPAN UPAYA DIVERSI TERHADAP ANAK YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA PADA TAHAP PEMERIKSAAN DI PENGADILAN
penerapan diversi dalam sistem peradilan pidana anak merupakan bentuk perlindungan hukum terhadap anak yang berhadapan dengan hukum, termasuk dalam perkara tindak pidana narkotika. Upaya diversi dilakukan berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dan diperluas melalui Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 4 Tahun 2014 pada tahap pemeriksaan di pengadilan. Namun, dalam praktiknya, masih ditemukan perbedaan sikap di antara para hakim dalam menerapkan ketentuan tersebut. Berdasarkan hal tersebut, maka dalam penelitian ini akan dikemukakan
permasalahan sebagai berikut: Pertama, Penerapan Upaya Diversi Terhadap Anak Yang Melakukan Tindak Pidana Narkotika Pada Tahap Pemeriksaan di Pengadilan Negeri Padang. Kedua, Kendala Dalam Penerapan Upaya Diversi Terhadap Anak
Yang Melakukan Tindak Pidana Narkotika Pada Tahap Pemeriksaan di Pengadilan
Negeri Padang dan Upaya Penanggulangannya. Penelitian ini menggunakan
pendekatan yuridis empiris dan bersifat deskriptif karena penelitian ini diharapkan
memperoleh gambaran yang menyeluruh, lengkap dan sistematis. Dari hasil
penelitian yang dilakukan diperoleh kesimpulan: Pertama, Penerapan upaya diversi
terhadap anak yang melakukan tindak pidana narkotika pada tahap pemeriksaan di
Pengadilan Negeri Padang telah menunjukkan hasil yang cukup positif. Namun,
terdapat perbedaan diantara hakim dalam menyikapi penerapan upaya diversi dalam
penyelesaian tindak pidana narkotika. Ditemukan sebanyak 12 perkara narkotika
anak yang memenuhi ketentuan Pasal 3 Perma Diversi, ditemukan 2 perkara
narkotika Anak yang diselesaikan melalui upaya diversi, dan 10 perkara narkotika
Anak yang tidak diterapkan upaya diversi meskipun sudah memenuhi ketentuan
Pasal 3 Perma Diversi. Kedua, Kendala upaya penerapan diversi terhadap anak yang
melakukan tindak pidana narkotika pada tahap pemeriksaan di Pengadilan Negeri
Padang terdapat kendala internal meliputi kurangnya hakim yang memiliki sertifikasi
sebagai hakim anak, kendala eksternal mencakup kurangnya pemahaman masyarakat dan keluarga tentang konsep diversi, kesulitan dalam menghadirkan tokoh masyarakat, dan kurangnya koordinasi antara lembaga terkait. Adapun upaya penanggulangannya, yakni tmemberikan pelatihan kepada hakim, meningkatkan pemahaman masyarakat terkait diversi, pendekatan solutif untuk melibatkan tokoh masyarakat dan meningkatkan kerjasama antar lembaga agar proses diversi berjalanlebih efekti
PENGARUH INTERVAL DEFOLIASI TERHADAP PRODUKTIVITAS DAN KUALITAS Indigofera zollingeriana DI BPTU HPT PADANG MENGATAS PROVINSI SUMATERA BARAT
PENGARUH INTERVAL DEFOLIASI TERHADAP PRODUKTIVITAS DAN KUALITAS Indigofera zollingeriana DI BPTU HPT PADANG MENGATAS PROVINSI SUMATERA BARAT
Yulia Heniwati, dibawah bimbingan Bapak Prof. Dr. Ir. Novirman Jamarun, M.Sc, IPU ASEAN Eng dan ibu Dr. Riesi Sriagtula, S.Pt, MP
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interval defoliasi terhadap produktivitas dan kualitas nutrisi Indigofera zollingeriana yang ditanam di BPTU HPT Padang Mengatas Payakumbuh Sumatera Barat. Defoliasi dilakukan pada tiga interval waktu yaitu 50 hari, 65 hari, dan 80 hari setelah pemotongan sebelumnya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) tiga perlakuan interval defoliasi yaitu 50 hari, 65 hari dan 80 hari, masing-masing dengan lima ulangan. Variabel yang diamati adalah produksi bahan segar daun dan ranting, produksi bahan kering, jumlah ranting, rasio daun dengan ranting, panjang ranting, kandungan nutrient (protein kasar, lemak kasar, serat kasar), fraksi serat ( kandungan NDF, ADF, Selulosa, Hemiselulosa, Lignin, Silika), serta kecernaan bahan kering (KcBK) dan kecernaan bahan organik (KcBO). Data yang diperoleh dianalisa menggunakan Analisis of Variance (ANOVA) dan perbedaan antar perlakuan menggunakan uji lanjut Duncan Multiple Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interval defoliasi memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan vegetatif, hasil biomassa segar dan kering, serta komposisi kimia hijauan. Interval defoliasi 50 hari memberikan hasil optimal dalam hal rasio daun terhadap ranting yaitu 7,3, kadar protein kasar yaitu 27,17 %, yang berbeda nyata dengan interval 65 hari yang menghasilkan rasio daun dengan ranting sebesar 4,61 dan protein kasar 25,54 %. Akan tetapi pada variabel produksi bahan segar, panjang ranting dan jumlah ranting, serat kasar, lemak kasar, kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik interval defoliasi 50 hari tidak berbeda nyata dengan interval defoliasi 65 hari. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa interval 80 hari menghasilkan bobot biomassa dan bahan organik tertinggi yang juga tidak berbeda nyata dengan interval defoliasi 65 hari. Interval defoliasi 80 hari menghasilkan kualitas pakan yang lebih rendah, khususnya kadar serat kasar yang meningkat dan protein kasar yang menurun. Interval 65 hari memberikan hasil produksi bahan kering tertinggi per tahun. Untuk fraksi serat, interval defoliasi 80 hari juga menghasilkan NDF,ADF,lignin dan selulosa tertinggi.Dengan demikian, interval defoliasi yang direkomendasikan untuk budidaya Indigofera zollingeriana di lokasi penelitian ini adalah 65 hari, karena mampu memberikan keseimbangan antara kuantitas dan kualitas hijauan sebagai pakan ternak ruminansia.
Kata kunci : defoliasi, Indigofera zollingeriana, kualitas hijauan, kecernaan
nutrisi, fraksi serat
EFFECT OF DEFOLIATION INTERVAL ON PRODUCTIVITY AND QUALITY OF Indigofera zollingeriana AT BPTU HPT PADANG MENGATAS, WEST SUMATRA PROVINCE
Yulia Heniwati, under the guidance of Prof. Dr. Ir. Novirman Jmarun, M.Sc, IPU ASEAN Eng and Dr. Riesi Sriagtula, S.Pt, MP
ABSTRACT
This study aimed to determine the effect of defoliation intervals on the productivity and nutritional quality of Indigofera zollingeriana. The research was conducted at BPTU HPT Padang Mengatas, Payakumbuh, West Sumatra. Defoliation was carried out at three intervals: 50, 65, and 80 days after the previous cutting. The study used a Randomized Block Design (RBD) with three treatments (50, 65, and 80 days) and five replications. Variables observed included fresh and dry matter yields, number of branches, branch length, leaf-to-branch ratio, and nutrient composition (crude protein, crude fat, crude fiber, NDF, ADF, cellulose, hemicellulose, lignin, silica), as well as dry matter and organic matter digestibility (KcBK and KcBO). Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) and treatment means were compared using Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). The results showed that defoliation interval significantly affected vegetative growth, biomass production, and forage quality. A 50-day interval produced the highest leaf-to-branch ratio (7.3) and crude protein content (27.17%), which were significantly higher than those at 65 days (4.61 and 25.54%, respectively). However, fresh biomass yield, branch length, number of branches, crude fiber, crude fat, and digestibility did not differ significantly between the 50- and 65-day intervals. The 80-day interval produced the highest fresh biomass and organic matter, comparable to the 65-day interval, but with lower quality due to higher fiber and lower protein contents. The 65-day interval provided the highest annual dry matter yield. Fiber fractions (NDF, ADF, cellulose, lignin) were greatest at 80 days. In conclusion, a 65-day defoliation interval is recommended for Indigofera zollingeriana cultivation in this location, as it provides an optimal balance between quantity and quality of forage for ruminant livestock.
Keywords: defoliation. Indigofera zollingeriana, forage quality, nutrient digestibility, fiber fraction
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kualitas Hidup Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Parintang Hati Kota Padang Tahun 2025
Tujuan Penelitian
Jumlah kasus baru ODHA di Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Parintang Hati Kota Padang meningkat dari 138 orang pada tahun 2023 menjadi 163 orang pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup ODHA di KDS Parintang Hati Kota Padang pada tahun 2025.
Metode
Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 129 ODHA. Penelitian dilakukan pada April-Agustus 2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengolahan data menggunakan analisis univariat, bivariat dengan uji chi-square, dan multivariat dengan metode enter.
Hasil
Hasil penelitian didapatkan bahwa hampir setengah ODHA (46,5%) memiliki kualitas hidup buruk. Terdapat hubungan lama terapi ARV (p = 0,024/POR 2,68) dan stigma (p = 0,022/POR 2,52). Tidak terdapat hubugan jenis kelamin (p = 0,283), pendidikan (p = 0,416), pekerjaan (p = 0,125), dan kepatuhan terapi ARV (p = 0,721). Variabel dominan yaitu stigma (POR= 2,93).
Kesimpulan
Dari hasil penelitian didapatkan hampir setengah ODHA dengan kualitas hidup buruk. Variabel paling dominan adalah stigma. Disarankan bagi Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Parintang Hati Kota Padang dapat mengurangi stigma dengan memberikan edukasi mengenai informasi tentang HIV/AIDS baik pada ODHA maupun pada masyarakat