74254 research outputs found
Sort by
Analisis Waste, Higienitas, Sanitasi Proses Produksi Kue Bawang di UMKM Kue Bawang Medan “Rizka
Proses produksi merupakan aspek vital bagi suatu perusahaan karena hal itu berdampak pada biaya dan kualitas produk yang dihasilkan. Kegiatan produksi di perusahaan seringkali menghadapi masalah yaitu higienitas pada proses produksi dan pemborosan. Selain Perusahaan, usaha pangan perlu memperhatikan waste dalam proses produksi. UMKM Kue Bawang Medan “Rizka” merupakan sebuah usaha yang bergerak dalam bidang industri makanan yang memproduksi satu jenis makanan yaitu kue bawang medan. Pada proses produksi yang berlangsung karyawan tidak menggunakan sarung tangan pada saat melakukan pengadonan dan pemotongan. Selain itu permasalahan lainnya yaitu terdapat beberapa waste yang ditemukan, yaitu waste defect, waste waiting, waste process dan waste motion. Berdasarkan permasalahan tersebut, perlu dilakukan analisis waste untuk meningkatkan produktivitas proses produksi dengan metode Value Stream Mapping (VSM), Waste Relationship Matrix (WRM), Waste Assessment Questionnaire (WAQ), VALSAT dan fishbone diagram. Selain itu juga dilakukan analisis mengenai higienitas dan sanitasi pada proses produksi di UMKM Kue Bawang Medan “Rizka”. Berdasarkan hasil pengolahan VSM didapatkan nilai PCE awal sebesar 64,76%. Hasil pengolahan WRM diperoleh bahwa waste motion dan process menjadi waste yang paling dominan memicu waste lainnya, sedangkan waste defect menjadi waste yang paling banyak terdampak. Selanjutnya hasil pengolahan WAQ didapatkan tiga waste yang paling dominan yaitu waste defect sebesar 19,57%, waste motion sebesar 18,16%, dan waste process sebesar 14,76%. Pada pengolahan VALSAT, tools yang terpilih yaitu Process Activity Mapping (PAM). Pada pengolahan PAM diperoleh 33 aktivitas dengan lead time sebesar 96,56 menit. Penyebab waste dilakukan dengan menggunakan fishbone diagram yang terdiri dari kategori manusia, material, mesin, metode dan lingkungan. Dari hasil fishbone diagram dilakukan usulan perbaikan untuk waste defect yaitu menggunakan container box untuk penyimpanan produk jadi. Selain itu analisis higienitas didapatkan dari 8 aspek hanya 2 aspek yang bernilai 100%, sedangkan pada analisis sanitasi didapatkan dari 10 aspek terdapat 2 aspek yang tidak memenuhi syarat. Waste motion dengan memperbaiki aliran proses dari stasiun kerja penggorengan ke stasiun kerja pengemasan, serta waste process dengan menggunakan alat bantu untuk mencetak adonan. Selain itu juga dilakukan usulan perbaikan dari PAM dengan meminimasi atau menghilangkan aktivitas NVA dan NNVA. Setelah usulan perbaikan diberikan, dilakukan pembuatan Future Value Stream Mapping (FVSM) untuk menggambarkan VSM setelah dilakukan usulan perbaikan. Berdasarkan hasil perhitungan PCE pada FVSM, terjadi peningkatan nilai PCE sebesar 16,84% dari 64,76% menjadi 81,60%. Selain itu juga terjadi pengurangan lead time sebesar 25,81 menit dari 96,56 menit menjadi 70,75 menit
Aplikasi Water-soluble Calcium dari Cangkang Telur Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai Edamame (Glycine max (L.) Merr) Varietas Biomax 1
Kedelai edamame (Glycine max (L.) Merrill) salah satu tanaman palawija yang termasuk dalam famili Fabaceae. Varietas kedelai edamame yang dibudidayakan untuk dijadikan kedelai edamame atau kedelai sayur adalah varietas Biomax 1.
Salah satu upaya peningkatan produksi kedelai edamame dapat dilakukan dengan penambahan unsur hara kalsium. Pemupukan alternatif dari pupuk kalsium kimia anorganik dapat dilakukan dengan cara menggunakan sumber unsur kalsium dari bahan organik, misalnya dari cangkang telur dengan metode water-soluble calcium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi water-soluble calcium dari cangkang telur terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai edamame varietas Biomax 1. Penelitian ini telah dilakukan di di Lahan beralamat di Jalan Pasar Lalang, Kelurahan Kuranji, Padang pada bulan Maret hingga Juni 2024.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri atas 5 taraf perlakuan yaitu konsentrasi WCa (0 ppm, 500 ppm, 1000 ppm, 1500 ppm, 2000 ppm) yang terdiri dari 3 kelompok, dimana terdapat 15 satuan percobaan. Data yang
diperoleh dianalisis secara statistik dengan uji F pada taraf nyata 5% dan apabila berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan’s Multiple Range
Test (DNMRT) dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh dari pengaruh aplikasi water-soluble calcium dari cangkang telur terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai edamame varietas Biomax 1. Pemberian WCa dengan konsentrasi 500 ppm terbaik untuk meningkatkan jumlah polong, konsentrasi 1000 ppm menghasilkan bobot segar tanaman tertinggi, dan konsentrasi 1500 ppm menghasilkan hasil panen per petak dan per hektar tertinggi pada tanaman kedelai edamame varietas Biomax 1.
Kata kunci : Edamame, Kalsium, Cangkang Telur, Bioma
HUBUNGAN SELF-ESTEEM DENGAN NOMOPHOBIA PADA REMAJA DI SMA NEGERI 1 LEMBAH GUMANTI
Nomophobia bisa diartikan sebagai kecanduan terhadap penggunaan smartphone yang dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari. Masalah ini banyak terjadi pada remaja, karena remaja masih belum bisa mengelola waktu dengan baik dalam menggunakan smartphone. Beberapa faktor yang memengaruhi nomophobia selain dari durasi penggunaan smartphone juga bisa disebabkan oleh tingkat self-esteem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self-esteem dengan nomophobia pada remaja di SMA Negeri 1 Lembah Gumanti. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode korelatif dan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah siswa-siswi SMA Negeri 1 Lembah Gumanti dengan sampel berjumlah 254 responden yang dipilih dengan teknik proposional random sampling. Waktu pengumpulan data dilakukan dari 10-11 Desember 2025. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner RSES (Rosenberg Self-Esteem Scale) dan NMP-Q (Nomophobia Questionnaire) dan dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian didapatkan rata-rata self-esteem 16,87 (self-esteem sedang), dan nomophobia 92,69 (nomophobia sedang). Hasil penelitian ini didapatkan adanya hubungan yang signifikan antara self-esteem dengan nomophobia (p = 0,001), dengan kekuatan yang sedang (r = -0,403) dengan arah hubungan yaitu negatif, artinya semakin rendah self-esteem maka semakin berat nomophobia remaja di SMA Negeri 1 Lembah Gumanti. Self-esteem berperan dalam tingkat nomophobia. Nomophobia lebih rentan terjadi pada remaja dengan self-esteem yang rendah. Diharapkan dari pihak sekolah untuk mengarahkan remaja pada aktivitas positif dengan mengoptimalkan kegiatan ektrakurikuler di sekolah dalam upaya meningkatkan self-esteem remaja dan mengurangi risiko nomophobia pada kalangan remaja
Modifikasi Perancangan Alat Pencabut Singkong (manihot esculenta) Sebagai Upaya Mengurangi Kelelahan Petani Singkong.
Petani umumnya memanen singkong menggunakan tangan atau peralatan sederhana seperti cangkul dan pacul garpu. Selain menggunakan cara manual, pemanenan singkong juga bisa dilakukan dengan bantuan alat mekanik. Alat mekanis dapat membantu meringankan kerja dan mempercepat waktu dalam proses pemanenan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memodifikasi rancang bangun alat pencabut singkong yang sudah ada dari modifikasi alat pencabut singkong untuk mengurangi kelelahan pada petani singkong, mempermudah proses pemanenan, dan meningkatkan kualitas hasil panen singkong. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang melibatkan perancangan alat, uji teknis alat, ekonomis alat. Kapasitas pemanenan secara manual diperoleh sebesar 87,146 kg/jam, sementara itu kapasitas dengan alat diperoleh sebesar 284,79 kg/jam. Kapasitas kerja efektif masing-masing diperoleh secara manual dan alat yaitu 0,00226 ha/jam dan 0,00365 ha/jam. Persentase singkong tidak terpanen diperoleh secara manual dan alat yaitu 1,952% dan 2,799%. Selanjutnya energi operator diperoleh masing-masing secara manual dan alat yaitu 52,55 Watt dan 29,02 Watt. Hasil analisis ekonomi diperoleh biaya pokok alat sebesar Rp. 42,68/kg dan titik impas alat sebesar 66.547,25 kg/tahun. Biaya pokok alat manual sebesar Rp 118,04/kg dan titik impas manual sebesar 6.579,93 kg/tahun
Penilaian Kepatuhan Terapi Pasien Hipertensi Penerima Pill Card dengan Piktogram di Puskesmas Belimbing Kota Padang
Salah satu tantangan utama dalam pengelolaan hipertensi adalah rendahnya kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat secara teratur. Menurut Survei Kesehatan Indonesia 2023, terdapat 42,6% pasien hipertensi yang tidak rutin minum obat antihipertensi. Salah satu upaya untuk meningkatkan kepatuhan pasien dalam pengobatan adalah dengan pemberian pill card dengan piktogram. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan pasien hipertensi pada kelompok kontrol (tanpa pill card) dan kelompok perlakuan (pill card dengan piktogram). Penelitian ini dilakukan secara deskriptif dengan desain pretest-posttest control group, di Puskesmas Belimbing Kota Padang, dengan jumlah responden sebanyak 94 orang pasien yang terbagi secara acak dalam kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Metode pengukuran tingkat kepatuhan pada penelitian ini menggunakan MARS-5 dan dianalisis secara statistik menggunakan Uji Mann Whitney dan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan selisih rata-rata skor kepatuhan pasien hipertensi sebesar 2,00 atau 8% pada kelompok pemberian pill card dengan piktogram dibandingkan kelompok tanpa pemberian pill card. Dari hasil tersebut, dilakukan uji Mann-Whitney didapatkan nilai p-value 0,002 (p<0,05) dan Uji Wilcoxon didapatkan p-value <0,001 (p<0,05). Kesimpulan pada penelitian ini adalah pemberian pill card dengan piktogram dapat meningkatkan kepatuhan pasien hipertensi di Puskesmas Belimbing Kota Padang
Kajian Imunostimulan Isolat Aktif Daun Tapak Liman (Elephantopus scaber Linn) terhadap Sel NK, Sel T CD8+ dan Perforin Sistem Imun Mencit Putih Jantan Terpapar Antigen Virus SARS-COV-2
Penelitian ini mengkaji potensi imunostimulan isolat aktif dari daun tapak liman (Elephantopus scaber Linn) terhadap sel Natural Killer (NK), sel T CD8+, dan perforin dalam sistem imun mencit putih jantan yang terpapar antigen virus SARS-CoV-2. Latar belakang penelitian ini adalah dampak masif pandemi COVID-19 yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, virus yang menyerang sel pernapasan. Sistem imun tubuh, baik bawaan maupun adaptif, sangat penting dalam melawan infeksi ini, namun pasien COVID-19 parah sering menunjukkan penurunan signifikan pada sel NK dan sel T CD8+. Oleh karena itu, pencarian imunostimulan alami dengan toksisitas rendah, seperti E. scaber yang kaya fitokimia, menjadi sangat relevan.
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas isolat aktif daun E. scaber terhadap aktivasi atau peningkatan jumlah sel NK, sel T CD8+, dan kadar perforin pada mencit putih jantan secara in silico. Proses penelitian dimulai dengan penyiapan simplisia dan ekstraksi menggunakan etanol, menghasilkan ekstrak kental E. scaber dengan rendemen 4,7%. Skrining fitokimia mengkonfirmasi keberadaan senyawa penting seperti flavonoid, saponin, fenolik, steroid, dan terpenoid, yang mendukung potensi farmakologis tanaman ini.
Hasil uji in vivo menunjukkan bahwa ekstrak etanol E. scaber memiliki efek imunostimulan yang bergantung pada dosis, menunjukkan fenomena hormesis atau efek bifasik. Dosis 10 mg/kgbb terbukti optimal untuk peningkatan sel NK, sementara dosis 30 mg/kgbb paling efektif untuk peningkatan sel T CD8+ dan perforin. Fraksinasi ekstrak kemudian dilakukan, menghasilkan fraksi heksan, etil asetat, dan butanol. Fraksi etil asetat menunjukkan aktivitas tertinggi dalam meningkatkan kadar sel T CD8+ dan perforin secara signifikan, mengindikasikan konsentrasi senyawa bioaktif yang relevan pada fraksi ini.
Berdasarkan hasil uji in vivo pada fraksi, fraksi etil asetat dipilih untuk isolasi lebih lanjut. Dari fraksi ini, berhasil diisolasi dua senyawa murni, yaitu stigmasterol (isolat 01) dan deoxyelephantopin (isolat 02). Identifikasi kedua senyawa ini dikonfirmasi secara komprehensif melalui analisis organoleptis, KLT, spektroskopi IR, LC-MS, dan NMR (1D dan 2D), menegaskan struktur stigmasterol sebagai fitosterol umum dan deoxyelephantopin sebagai seskuiterpen lakton khas genus Elephantopus.
Selanjutnya, pengujian aktivitas imunostimulan dilakukan secara in silico melalui molecular docking untuk memprediksi interaksi isolat dengan protein target imun (NK PDB ID: 8QMD, CD8+ T PDB ID: 3B9K, dan perforin PDB ID: 3NSJ). Hasil docking menunjukkan bahwa stigmasterol memiliki afinitas pengikatan yang unggul secara spesifik terhadap protein sel NK, dengan energi bebas Gibbs (ΔG) sebesar -7,82 kcal/mol dan konstanta inhibisi (Ki) sebesar 1,86 µM. Di sisi lain, deoxyelephantopin menunjukkan potensi signifikan sebagai modulator sel T CD8+ (ΔG = -7,62 kcal/mol, Ki = 2,59 µM) dan perforin (ΔG = -3,25 kcal/mol, Ki = 4120 µM), melibatkan ikatan hidrogen spesifik dengan residu seperti ASN42 pada CD8+ T.
Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak etanol daun E. scaber memiliki aktivitas imunostimulan yang bergantung pada dosis, dengan fraksi etil asetat menjadi yang paling aktif. Temuan baru yang signifikan dari pengujian in silico adalah bahwa stigmasterol dapat meningkatkan aktivasi sel NK, sementara deoxyelephantopin dapat meningkatkan aktivasi sel T CD8+ dan perforin. Divergensi ini menunjukkan bahwa kedua senyawa memiliki profil farmakoforik yang berbeda, membuka peluang baru dalam pengembangan imunostimulan alami yang selektif dan bertarget
Pengawasan Perizinan Industri Rumah Tangga pada Usaha Rendang oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Payakumbuh
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pengawasan perizinan industri rumah tangga pada usaha rendang oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Payakumbuh serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi penghambat dalam proses pengawasan tersebut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya pelaku usaha rendang di Kota Payakumbuh yang tidak memiliki legalitas usaha berupa Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT). Selain itu juga banyak terjadi pelanggaran perizinan berusaha baik pelanggaran teknis maupun pelanggaran administratif serta tidak optimalnya pelaksanaan pengawasan berbasis risiko sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 sebagai perubahan dari Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis empiris dengan sifat deskriptif analitis. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dan wawancara dengan pihak DPMPTSP dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pengawasan oleh DPMPTSP masih menghadapi berbagai kendala, baik yuridis maupun non-yuridis. Secara yuridis, tidak ada peraturan pelaksana daerah yang mengakibatkan ketidakjelasan mekanisme dan koordinasi pengawasan. Secara non-yuridis, terdapat kendala berupa keterbatasan sumber daya manusia pengawas, minimnya anggaran, serta rendahnya kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya perizinan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan regulasi daerah, peningkatan kapasitas aparatur pengawas, serta optimalisasi koordinasi antar OPD agar pengawasan terhadap usaha rendang sebagai bagian dari industri rumah tangga dapat berjalan efektif, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip-prinsip hukum administrasi negara
Rancang Bangun Secondary Skin Berbasis Variasi Kemiringan Sudut Fasad Dalam Upaya Peningkatan Efisiensi Energi Dan Kenyamanan Termal Ruangan
Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengevaluasi kinerja secondary skin dengan variasi sudut kemiringan fasad sebagai strategi desain pasif dalam meningkatkan efisiensi energi dan kenyamanan termal ruangan. Secondary skin berfungsi sebagai lapisan pelindung tambahan pada bangunan yang mampu merespons kondisi lingkungan eksternal, seperti intensitas radiasi matahari, suhu udara luar, dan aliran angin, sehingga dapat mengurangi beban panas yang masuk ke dalam ruang. Metode penelitian meliputi perancangan model fasad dengan variasi sudut kemiringan 10°, 20°, dan 30°, yang kemudian dianalisis melalui simulasi termal menggunakan perangkat lunak pemodelan energi bangunan. Parameter utama yang dikaji mencakup suhu udara dalam ruang, kelembaban relatif, serta konsumsi energi pendingin.
Hasil simulasi menunjukkan bahwa penggunaan secondary skin dengan sudut kemiringan 10°, 20°, dan 30° dapat menurunkan beban pendinginan masing-masing sebesar 11,05%, 10,95%, dan 10,80%. Selain itu, terdapat penurunan nilai rata-rata Predicted Mean Vote (PMV) sebesar 0,06 (5,03%) pada sudut 10°, 0,07 (6,29%) pada sudut 20°, dan 0,08 (7,20%) pada sudut 30°. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan secondary skin dengan sudut kemiringan yang tepat dapat menjadi solusi desain arsitektural yang efektif untuk mewujudkan bangunan hemat energi dan berkelanjutan, khususnya di wilayah beriklim tropis..
Kata kunci: secondary skin, kemiringan sudut fasad, efisiensi energi, kenyamanan termal, desain pasi
KEKUATAN HUKUM JUAL BELI TANAH MELALUI PERJANJIAN DI BAWAH TANGAN DI NAGARI LINGKUANG AUA KABUPATEN PASAMAN BARAT, SUMATERA BARAT
Perjanjian menjadi dasar hukum dalam pelaksanaan berbagai transaksi, termasuk jual beli tanah. Berdasarkan ketentuan Pasal 37 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, setiap peralihan hak atas tanah seharusnya dilakukan dengan akta autentik yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Praktik jual beli tanah yang berlangsung di Nagari Lingkuang Aua, Kabupaten Pasaman Barat, menunjukkan kecenderungan masyarakat melakukan perjanjian secara di bawah tangan tanpa melalui prosedur resmi. Alasan yang melatarbelakangi praktik tersebut antara lain adanya hubungan kekerabatan, rasa saling percaya antar pihak, serta pertimbangan efisiensi waktu dan biaya. Ketidakterlibatan PPAT dalam proses jual beli tanah menyebabkan peralihan hak tidak tercatat secara resmi, sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum dan potensi sengketa di kemudian hari. Penelitian ini merumuskan dua permasalahan utama, yaitu bagaimana kekuatan hukum jual beli tanah bersertifikat yang dilakukan tanpa melalui proses pencatatan resmi dan bagaimana proses penyelesaian jual beli tanah untuk menjamin kepastian hukum di Nagari Lingkuang Aua, Kabupaten Pasaman Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris, dengan pendekatan normatif melalui studi kepustakaan serta pendekatan empiris melalui wawancara langsung dengan pihak-pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jual beli tanah secara di bawah tangan tidak memiliki kekuatan hukum yang memadai karena tidak memenuhi persyaratan formal pendaftaran tanah. Kondisi ini melemahkan posisi hukum pembeli dan membuka peluang sengketa di masa mendatang. Penyelesaian yang dapat menjamin kepastian hukum hanya dapat ditempuh melalui pencatatan resmi berdasarkan akta autentik. Diperlukan peningkatan kesadaran hukum masyarakat serta dukungan aktif dari pemerintah nagari untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya prosedur hukum dalam transaksi pertanahan.
Kata kunci: jual beli tanah, perjanjian di bawah tangan, kekuatan hukum, pendaftaran tanah, kepastian huku
Analisis Kelengkapan Pengisian Rekam Medis Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Universitas Andalas Tahun 2025
Tujuan penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kelengkapan pengisian rekam medis pasien rawat inap di Rumah Sakit Universitas Andalas Tahun 2025.
Analisis difokuskan pada persentase kelengkapan berdasarkan empat aspek
utama, yaitu identifikasi pasien, laporan penting, autentikasi, serta ketepatan
pencatatan.
Metode
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian
adalah dokumen rekam medis rawat inap bulan Januari-Februari tahun 2025
dengan sampel 75 rekam medis, pengumpulan data dilakukan melalui lembar
checklist. Data diolah menggunakan analisis univariat.
Hasil
Hasil penelitian menunjukkan kelengkapan pengisian rekam medis review
identifikasi pasien mencapai 100%. Namun, kelengkapan laporan penting hanya
83%, dengan komponen yang paling tidak lengkap adalah tanggal keluar
(45,30%) dan catatan perkembangan pasien terintegrasi (CPPT) (60%). Rata-rata kelengkapan autentikasi adalah 77,35%, dan pencatatan yang benar mencapai 99,57%.
Kesimpulan
Pengisian rekam medis pasien rawat inap di Rumah Sakit Universitas Andalas
termasuk lengkap, meskipun masih ditemukan sejumlah ketidaklengkapan dalampengisisan. Temuan ini mengindikasikan perlunya peningkatan kompetesi tenagamedis melalui pelatihan yang berkesinambungan, guna memastikan kelengkapandokumentasi rekam medis serta mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan