74254 research outputs found
Sort by
ISOLASI SENYAWA AKTIF ANTIBAKTERI DARI JAMUR ENDOFIT Xylaria sp. YANG DIPEROLEH DARI TANAMAN PUCUK MERAH (Syzygium myrtifolium Walp.)
Munculnya resistensi antibiotik dan penyakit degeneratif menyoroti kebutuhan mendesak akan senyawa bioaktif baru. Penelitian ini melihat potensi tanaman Syzygium myrtifolium Walp. dan jamur endofitnya sebagai sumber agen antibakteri. Sebanyak enam belas isolat jamur endofit berhasil diperoleh dari enam bagian tanaman dan diidentifikasi secara morfologis. Profiling kimia berbasis kromatografi lapis tipis (KLT) menunjukkan pola metabolit sekunder yang serupa antara tanaman dan jamur endofitnya, mengindikasikan kemungkinan adanya jalur biosintesis yang sama. Uji antibakteri dengan metode bioautografi-KLT dan penentuan konsentrasi hambat minimum (MIC) menunjukkan bahwa baik ekstrak tanaman maupun ekstrak jamur endofit mampu menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Xylaria sp. (Sm.Dh4) menunjukkan aktivitas paling kuat (MIC = 64 µg/mL) terhadap S.aureus. Analisis menggunakan liquid chromatography-high resolution mass spectrometry (LC-HRMS) mengungkapkan adanya metabolit sekunder unik pada ekstrak jamur endofit yang tidak terdapat pada ekstrak tanaman, serta ada senyawa yang sama antara tanaman dan jamur endofitnya, sehingga memperkuat potensi mereka sebagai agen antibakteri. Selain itu, senyawa murni berhasil diisolasi dari Xylaria sp. (Sm.Dh4.M.6.4.5) dan diidentifikasi sebagai Cytochalasin D, suatu senyawa alkaloid. Elusidasi struktur dilakukan menggunakan spektroskopi ¹H-NMR, ¹³C-NMR, HSQC, dan HMBC. Senyawa ini menunjukkan aktivitas antibakteri dengan nilai MIC sebesar 128 µg/mL terhadap S. aureus dan 256 µg/mL terhadap E. coli, yang mengonfirmasi potensinya sebagai senyawa bioaktif
STUDI KERENTANAN SEISMIK GEDUNG SEKOLAH BERTINGKAT DI KOTA PADANG MENGGUNAKAN KURVA FRAGILITAS
Kota Padang memiliki risiko seismik tertinggi di Indonesia akibat lokasinya yang berdekatan dengan zona Megathrust Mentawai, sehingga ketahanan infrastruktur vital seperti gedung sekolah menjadi prioritas utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerentanan seismik enam gedung sekolah bertingkat (SMPN 13, 28, 30, 39, 41, dan 47) yang perencanaannya telah mengacu pada standar gempa terbaru, SNI 1726:2019. Metodologi penelitian ini menggunakan analisis pushover nonlinier pada model struktur tiga dimensi yang dibangun di software ETABS v22. Kinerja setiap bangunan dievaluasi secara mendalam untuk kemudian dikembangkan menjadi kurva fragilitas berbasis standar HAZUS. Hasil analisis menunjukkan sebuah temuan krusial: meskipun seluruh bangunan secara prosedural telah memenuhi syarat desain menurut SNI 1726:2019, teridentifikasi adanya kelemahan signifikan yang tidak terantisipasi oleh standar tersebut. Pola pembentukan sendi plastis pada semua model secara konsisten menunjukkan bahwa kelelehan pertama terjadi pada elemen-elemen struktur di sekitar tangga. Hal ini menandakan bahwa area tangga, akibat konfigurasi geometrinya, berfungsi sebagai titik lemah yang memicu konsentrasi kerusakan awal pada seluruh sistem struktur. Kurva fragilitas yang dihasilkan berhasil menguantifikasi kerentanan spesifik ini dengan memetakan probabilitas kerusakan pada berbagai tingkat intensitas gempa. Penelitian ini memberikan data empiris yang penting bagi pemerintah daerah dan para praktisi untuk mengevaluasi kembali praktik desain terkini serta memprioritaskan kebijakan retrofitting yang lebih terarah, bahkan untuk bangunan yang secara teoretis sudah memenuhi standar
Pembuatan dan Pengujian Unit Turbin Angin Propeler Bertingkat dengan Beda Arah Putaran
Penelitian ini bertujuan untuk menguji kinerja turbin angin propeler dua tingkat dengan putaran berlawanan arah (counter-rotating) di tepi pantai Padang, Sumatera Barat, yang memiliki potensi angin yang belum dimanfaatkan secara optimal. Meskipun wilayah pesisir ini memiliki kecepatan angin yang bervariasi antara 1,3 m/s hingga 2,7 m/s, pemanfaatannya masih rendah, dan penelitian langsung di lapangan untuk turbin angin skala kecil sangat terbatas. Penelitian ini berfokus pada pengujian turbin dengan kapasitas masing-masing 600 watt pada kedua tingkat propeler yang menggunakan generator permanen magnet (PMG).
Pengujian dilakukan selama 6 jam dengan pengambilan data setiap 5 menit untuk mengukur kecepatan angin, tegangan, arus, daya listrik, dan efisiensi turbin. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tegangan maksimum turbin tingkat pertama mencapai 7,5 V dan turbin tingkat kedua 7,9 V. Arus maksimum yang tercatat untuk turbin tingkat pertama adalah 0,0722 A, sedangkan turbin tingkat kedua 0,0792 A. Daya maksimum yang dihasilkan oleh generator turbin tingkat pertama adalah 0,5415 W, dan turbin tingkat kedua mencapai 0,6154 W. Efisiensi tertinggi turbin tingkat pertama mencapai 3,604%, sementara turbin tingkat kedua mencapai 33,742%.
Hasil ini menunjukkan bahwa turbin angin propeler dua tingkat dengan putaran berlawanan arah dapat beroperasi secara efisien di pesisir, dengan turbin tingkat kedua menunjukkan efisiensi yang lebih baik. Penelitian ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan energi angin di wilayah pesisir yang belum sepenuhnya terjangkau oleh pembangkit listrik
ANALISIS KINERJA PENYULUH PERTANIAN DI KABUPATEN TANAH DATAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dua hal. Pertama, kinerja penyuluh pertanian dan kedua, pengaruh beberapa faktor terhadap kinerja penyuluh pertanian. Khususnya penyuluh Aparatur Sipil Negara (ASN) di kabupaten Tanah Datar. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2024 sampai Februari 2025. Kajian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur kepada responden dengan menggunakan kuisioner. Populasi penelitian adalah penyuluh pertanian yang bertugas di nagari sebanyak 68 orang. Sedangkan sampel diambil dengan teknik sampling jenuh (sensus) Jawaban tujuan pertama digunakan analisis deskriptif kuantitatif. Caranya dengan menghitung skor total jawaban responden. Kemudian ditentukan kelas intervalnya, lalu mengelompokkan sesuai dengan kelas intervalnya, Sedangkan untuk tujuan kedua analisis yang digunakan adalah SEM PLS. Hasil penelitian tujuan pertama menunjukan kinerja penyuluh pertanian di Kabupaten Tanah Datar berada pada kategori sedang. Pada tujuan kedua ditemukan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja penyuluh pertanian adalah karakteristik individu, lingkungan kerja dan sarana prasarana melalui perantara motivasi sebagai variabel intervening. Sedangkan faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kinerja penyuluh pertanian adalah lingkungan kerja dan motivasi
PENGARUH FOAMING PADA MINYAK KELAPA SAWIT TERHADAP KINERJA PELUMASAN
Minyak kelapa sawit memiliki potensi besar sebagai pelumas nabati yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Namun, penggunaannya masih menghadapi beberapa tantangan, salah satunya adalah pembentukan foaming yang dapat memengaruhi performa pelumasan secara signifikan. Kontaminasi pasir silika menjadi salah satu pemicu utama terbentuknya foaming pada pelumas berbasis minyak kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh foaming dan kontaminasi pasir silika terhadap laju keausan spesifik, serta mengamati karakteristik scar diameter, dan scar width menggunakan tribometer pin-on-disk pada pelumas nabati berbasis minyak kelapa sawit.
Pengujian dilakukan dengan variasi kecepatan putaran 500 dan 1400 rpm serta pembebanan 50 dan 100 N selama. Busa dihasilkan dengan menyuntikkan udara menggunakan pompa aerator dan nano. Laju keausan ditentukan dengan mengukur perbedaan massa disk sebelum dan setelah uji menggunakan tribometer pin-on-disk, sementara diameter, lebar, dan kedalaman goresan dievaluasi menggunakan mikroskop optik stereo dan mikroskop video digital 3D untuk melihat perubahan tekstur permukaan yang disebabkan oleh gesekan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa foaming dan kontaminasi pasir silika meningkatkan laju keausan spesifik secara signifikan,. Hasil pengamatan mikroskop menunjukkan scar yang lebih parah terbentuk pada kondisi foaming. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan pelumas bio based yang optimal dengan pengendalian foaming dan kontaminasi untuk meminimalkan keausan sehingga dapat meningkatkan kinerja mesin dan mengurangi biaya perawatan komponen mekanis
ISOLASI SENYAWA AKTIF ANTIPROLIFERASI TERHADAP SEL KANKER PAYUDARA MCF-7 DARI EKSTRAK JAMUR ENDOFIT DAUN PALA (Myristica fragrans Houtt.)
Kanker payudara menjadi penyebab kematian dengan urutan kedua di dunia dan
menjadi kasus dengan jumlah tertinggi di Indonesia. Tingginya kasus ini menjadi
alasan para peneliti untuk menemukan kandidat obat dalam pengobatan kanker
payudara. Senyawa aktif yang diisolasi dari jamur endofit yang terdapat pada
tanaman menjadi sumber yang potensial untuk pengobatan kanker. Keutungan
metode ini yaitu jamur endofit dapat memproduksi metabolit sekunder yang sama
dengan tanaman inangnya dan bahkan memproduksi metabolit sekunder yang baru.
Salah satu tanaman asli Indonesia yaitu tanaman pala (Myristica fragrans Houtt.)
memiliki kandungan metabolit sekunder seperti steroid, alkaloid, dan fenolik yang
mempunyai bioaktivitas, salah satunya yaitu memiliki aktivitas antiproliferasi .
Penelitian sebelumnya melaporkan salah satu jamur endofit dari daun pala yaitu
Colletotrichum sp. yang mempunyai aktivitas antiproliferasi . Tujuan penelitian ini
adalah mengisolasi dan mmengetahui struktur senyawa metabolit sekunder, serta
mengetahui aktivitas antiproliferasi senyawa hasil isolasi pada ekstrak jamur
endofit Colletotrichum sp. daun pala. Proses ekstraksi menggunakan metode
maserasi dan fraksinasi cair-cair. Isolasi pada ekstrak menggunakan metode
Bioassay-guided terhadap sel kanker payudara MCF-7 dan diisolasi menggunakan
kolom kromatografi, lalu dilanjutkan dengan KLT Preparatif hingga diperoleh
senyawa murni. Hasil karakterisasi Spektrofotometer NMR menunjukkan dugaan
struktur senyawa murni termasuk golongan steroid dengan rumus molekul C28H44O
dan nama senyawa ergosterol (ergosta-5,7,22-trien-3β-ol). Aktivitas antiproliferasi
senyawa ditunjukkan dengan nilai IC50 5,46 µg/mL yang tergolong kuat dalam
menghambat pertumbuhan sel kanker payudara MCF-7
Bentuk dan Fungsi Mitos Ujuang Tanjuang di Kenagarian Muaro Sakai Inderapura: Kajian Folklor
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk dan apa fungsi dari mitos Ujuang Tanjuang yang ada di Kenagarian Muaro Sakai Inderapura. Data dalam penelitian ini adalah data kualitatif berupa cerita- cerita tentang mitos Ujuang Tanjuang itu sendiri. Dalam pengumpulan data, teknik yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam menganilisis data, metode yang digunakan adalah metode analisis kualitatif, yaitu menganalisa sumber-sumber yang telah terkumpul.
Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah bentuk cerita dari mitos Ujuang Tanjuang dan juga fungsi dari mitos Ujuang Tanjuang yang mana ada empat fungsi, yaitu: (1) sebagai sistem proyeksi, yakni sebagai alat pencermin angan-angan suatu kolektif, (2) sebagai alat pengesahan pranata-pranata dan lembaga kebudayaan, (3) sebagai alat pendidik anak, dan (4) sebagai alat pemaksa berlakunya norma-norma masyarakat akan selalu dipatuhi anggota kolektifnya.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah cerita mitos Ujuang Tanjuang merupakan cerita mitos yang berkaitan dengan kerajaan-kerajaan yang pernah ada di Inderapura, pelabuhan kapal di Muaro Sakai dan peristiwa pembunuhan di masa lalu. Selain itu kebaradaan mitos Ujuang Tanjuang juga memiliki fungsi tersendiri bagi masyarakat. Terdapat juga banyak anjuran dan larangan yang ada di dalam mitos Ujuang Tanjuang dan dijadikan sebagai pedoman bagi masyarakat dalam betingkah laku di tengah lingkungan suatu masyarakat. Oleh karena itu, keberadaan mitos Ujuang Tanjuang dapat menjadi suatu pedoman bagi masyarakat dan suatu daya tarik bagi generasi muda untuk mengenal daerah asalnya sendiri, sehingga keberadaan sebuah mitos tidak terhenti disuatu generasi dan terus diwariskan ke generasi-generasi berikutnya.
Kata Kunci: Folklor, Mitos, Fungsi, Ujuang Tanjuan
NAFKAH ANAK PASCA PERCERAIAN: IMPLEMENTASI PUTUSAN NOMOR 1501/Pdt.G/2022/PA.Pdg TERHADAP KEWAJIBAN NAFKAH OLEH APARATUR SIPIL NEGARA
Perceraian membawa konsekuensi hukum terhadap anak, khususnya dalam hal pemenuhan nafkah yang menjadi kewajiban ayah. Ketentuan ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan serta Kompilasi Hukum Islam, yang menegaskan bahwa kewajiban memberikan nafkah kepada anak tetap melekat pada ayah meskipun perkawinan telah berakhir. Namun dalam praktik, pelaksanaan kewajiban tersebut sering kali tidak berjalan efektif, bahkan setelah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap. Penelitian ini mengkaji efektivitas pelaksanaan nafkah anak pasca perceraian melalui dua studi kasus, yaitu Putusan Nomor 1501/Pdt.G/2022/PA.Pdg dan Putusan Nomor 1275/Pdt.G/2023/PA.Pdg, yang sama-sama melibatkan ayah berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).Permasalahan yang dikaji meliputi: (1) bagaimana efektivitas pelaksanaan kedua putusan tersebut terhadap kewajiban nafkah anak oleh ASN, dan (2) apa upaya hukum yang dapat dilakukan agar nafkah anak tetap terpenuhi pasca perceraian. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif analitis. Data diperoleh melalui studi kepustakaan serta wawancara dengan pihak-pihak yang berperkara dan hakim pada Pengadilan Agama Padang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1. Pelaksanaan Putusan Nomor 1501/Pdt.G/2022/PA.Pdg tidak efektif karena ayah hanya menunaikan kewajiban selama dua bulan, selanjutnya lalai membayar. Hambatan utama terletak pada ketiadaan mekanisme pemaksaan otomatis dari instansi kepegawaian, sikap pasif lembaga terkait, serta rendahnya kesadaran hukum dari pihak ayah. Sebaliknya, Putusan Nomor 1275/Pdt.G/2023/PA.Pdg relatif lebih efektif karena adanya kesepakatan dalam proses mediasi, sehingga nafkah anak dapat disalurkan secara lebih teratur meskipun nominal yang ditetapkan lebih rendah. Fakta ini menunjukkan bahwa substansi hukum sudah tersedia, namun struktur pelaksanaannya masih lemah dan sangat bergantung pada kesadaran serta itikad baik pihak yang berhutang nafkah 2. Upaya hukum yang dapat ditempuh antara lain mengajukan permohonan eksekusi ke pengadilan sesuai ketentuan Pasal 195 HIR, melakukan sita eksekusi terhadap harta pihak yang lalai, serta mengusulkan pemotongan gaji ASN melalui instansi kepegawaian berdasarkan Pasal 8 PP Nomor 10 Tahun 1983 jo. PP Nomor 45 Tahun 1990. Penelitian ini menekankan pentingnya penguatan sistem pengawasan dan penerapan sanksi administratif terhadap ASN yang tidak memenuhi kewajibannya, serta perlunya koordinasi lintas lembaga agar perlindungan hukum terhadap hak anak benar-benar terwujud dalam praktik, tidak hanya berhenti pada putusan tertulis
IMPLIKASI HUKUM GUGATAN PERLAWANAN PIHAK KETIGA TERHADAP EKSEKUSI PUTUSAN PENGADILAN HUBUNGAN INDUSTRIAL (STUDI KASUS PT SELAGURI CITA TAMA MEDIKA)
Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) merupakan lembaga peradilan yang bertujuan untuk memberikan perlindungan terhadap hak-hak pekerja, khususnya dalam perkara pemutusan hubungan kerja. Namun, dalam pelaksanaan putusan PHI, seringkali muncul hambatan yang disebabkan oleh gugatan perlawanan pihak ketiga (derden verzet), yakni ketika pihak lain yang bukan merupakan pihak dalam perkara mengklaim kepemilikan atas objek yang hendak dieksekusi. Salah satu contohnya terjadi dalam perkara antara karyawan dan PT Selaguri Cita Tama Medika, di mana pelaksanaan eksekusi terhadap aset perusahaan menjadi tertunda karena adanya klaim dari pihak ketiga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Bagaimana implikasi hukum dari gugatan perlawanan pihak ketiga terhadap eksekusi putusan PHI dalam perkara pemutusan hubungan kerja dan (2) Bagaimana upaya hukum yang dapat dilakukan oleh pihak penggugat untuk memastikan pelaksanaan eksekusi berjalan efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris, yaitu dengan mengkaji ketentuan hukum yang berlaku serta menelusuri fakta-fakta di lapangan melalui wawancara dengan hakim, karyawan, dan kuasa hukum pihak tergugat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gugatan perlawanan pihak ketiga tidak membatalkan putusan PHI, tetapi dapat menghentikan sementara eksekusi terhadap objek yang disengketakan hingga perkara perlawanan tersebut diputus. Kondisi ini berpotensi menunda pemenuhan hak-hak pekerja. Oleh karena itu, penggugat perlu lebih cermat dalam memilih objek eksekusi dan mengupayakan langkah hukum alternatif jika diperlukan. Penelitian ini juga merekomendasikan adanya pembaruan regulasi terkait batasan derden verzet dalam perkara PHI agar proses eksekusi tidak terlalu mudah diintervensi oleh klaim pihak ketiga
Pengaruh Kecepatan dan Ketinggian Terhadap Kualitas Foto Hasil Pemetaan Menggunakan Pesawat Tanpa Awak Skywalker X8
Penggunaan Pesawat Tanpa Awak (UAV) untuk pemetaan udara telah meningkat karena efisiensi dan kemampuannya menangkap citra beresolusi tinggi di area yang luas. Dibandingkan dengan survei tradisional, UAV menawarkan akuisisi data yang lebih cepat dan biaya operasional yang lebih rendah, sehingga ideal untuk berbagai industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecepatan dan ketinggian penerbangan terhadap kualitas foto hasil pemetaan
menggunakan UAV Skywalker X8. Pengambilan data foto pemetaan dilakukan dengan variasi kecepatan 12, 14, dan 16 m/s dan ketinggian 80, 100, dan 120 m. Hasil yang didapatkan diproses menggunakan metode fotogrametri untuk mengevaluasi parameter-parameter utama, termasuk Ground Sampling Distance
(GSD), reprojection error dan point density.
Hasil menunjukkan bahwa reprojection error optimum diperoleh pada ketinggian 100 m dengan kecepatan 12 m/s, yang merupakan nilai terendah di antara semua kombinasi. Nilai ini menunjukkan akurasi geometris tinggi dengan distorsi minimal, karena keseimbangan antara resolusi spasial dan stabilitas geometri citra, serta kecepatan rendah yang menjaga overlap foto secara optimal. Nilai point density tertinggi diperoleh pada ketinggian 80 m dengan kecepatan 12
m/s, menandakan detail permukaan tertinggi. Ketinggian rendah menghasilkan GSD kecil, sehingga detail lebih jelas, sementara kecepatan rendah mengurangi motion blur dan kehilangan tie points.
Secara keseluruhan, kecepatan 12 m/s memberikan kualitas citra terbaik pada parameter reprojection error maupun point density. Untuk pemetaan dengan detail maksimal, kombinasi 80 m dan 12 m/s adalah yang paling optimal, sedangkan kombinasi 100 m dan 12 m/s untuk meminimalkan reprojection error. Penelitian ini dapat menjadi panduan praktis dalam optimasi parameter terbang UAV guna meningkatkan akurasi dan efisiensi pemetaan