Andalas University

eSkripsi Universitas Andalas
Not a member yet
    74254 research outputs found

    Analisis Indeks Kesuburan Tanah Pada Beberapa Satuan Lahan Di Kelompok Tani Padayo Kelurahan Indarung Kota Padang

    Get PDF
    Kesuburan tanah merupakan salah satu faktor utama yang menentukan produktivitas pertanian, karena tanah yang subur mampu menyediakan unsur hara esensial dalam jumlah yang cukup dan seimbang bagi tanaman. Kelurahan Indarung, Kota Padang, memiliki potensi pertanian yang cukup besar, namun tingkkat kesuburan tanah pada lahan Kelompok Tani Padayo belum diketahui dapat menjadi kendala bagi petani dalam menyusun rekomendasi pemupukan dan pengelolaan lahan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untk mengetahui nilai indeks kesuburan tanah (Soil feritility index/SFI) pada beberapa satuan lahan Kelompok Tani Padayo. Penelitian ini menggunakan metode survey dan pengambilan sampel tanah dilakukan secara purposive sampling berdasarkan satuan lahan (14 satuan lahan). Parameter yang dianalisis yaitu pH (H₂O), C-organik, P-tersedia, kation basa (Ca-dd, Mg-dd, K-dd), dan Al-dd. Hasil analisis indeks kesuburan tanah dengan menggunakan rumus SFI. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan, nilai indeks kesuburan tanah (SFI) berkisar antara 15,93–28,86 dengan kriteria sangat rendah hingga sedang. Perbedaan nilai SFI dipengaruhi oleh variasi bahan induk tanah, sifat kimia tanah, jenis penggunaan lahan, dan pengelolaan lahan. Sebagian besar lahan memiliki tingkat kesuburan rendah sehingga memerlukan perbaikan melalui penambahan bahan organik dan pemupukan yang tepa

    HUBUNGAN RUPTUR PERINEUM DENGAN FUNGSI SEKSUAL PADA WANITA SETELAH MENJALANI PERSALINAN PERVAGINAM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAUH TAHUN 2025

    Get PDF
    Ruptur perineum dapat menyebabkan turunnya kekuatan otot dasar panggul yang dapat berpengaruh terhadap fungsi seksual ibu setelah melahirkan. Jika tidak mendapatkan penanganan yang baik bisa memengaruhi kualitas hidupnya. Penelitian yang dilakukan menggunakan desain kuantitatif dengan metode cross sectional, responden akan dipilih melalui teknik pengambilan sampel purposive sampling. Fungsi seksual wanita diukur menggunakan instrumen FSFI. Proses pengolahan data menggunakan uji Chi-square untuk mengetahui hubungan secara statistik. Penelitian ini melibatkan 46 orang, jumlah responden yang mengalami gangguan fungsi seksual 25 orang (54,3%). Dalam penelitian ini didapatkan hasil sebagian besar responden dengan ruptur perineum cenderung mengalami gangguan fungsi seksual sebanyak 19 orang (82,6%) dan sebagian besar responden yang tidak mengalami ruptur perineum tidak mengalami gangguan fungsi seksual sebanyak 17 orang (73,9%). Dalam penelitian ini juga didapatkan responden yang tidak mengalami ruptur perineum namun mengalami gangguan fungsi seksual sebanyak 26,1% dan responden yang mengalami ruptur perineum tapi tidak mengalami gangguan fungsi seksual, hal ini mengindikasikan bahwa selain ruptur perineum ada faktor lain yang dapat memengaruhi fungsi seksual wanita setelah melahirkan diantaranya usia, paritas dan juga pendidikan. Berdasarkan hasil uji statistic dengan uji chi-square didapatkan nilai p = 0,001 (p<0,05) Berdasarkan penelitian bisa diambil kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara ruptur perineum dengan fungsi seksual wanita setelah melahirkan di wilayah kerja Puskesmas Pauh

    Analisis Kesiapan Pelayanan Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) di Rumah Sakit Universitas Andalas Tahun 2025

    Get PDF
    Rumah Sakit Universitas Andalas telah menjadi rujukan layanan hemodialisa sejak 2019 di wilayah Sumatera bagian Tengah, namun belum mengimplementasikan layanan Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD). Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan penyelenggaraan CAPD berdasarkan teori Donabedian, kerangka SARA (Service Availability and Readiness Assessment) dari WHO yang menilai ketersediaan dan kesiapan layanan kesehatan, serta Peraturan menentri kesehatan No. 17 Tahun 2024 yang mengatur standar penyelenggaraan pelayanan dialisis di fasilitas kesehatan. Penelitian deskriptif kualitatif dilakukan dari Januari hingga Juli 2025 dengan tujuh informan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, dianalisis secara interpretative menggunakan triangulasi sumber dan metode. Kesiapan layanan CAPD di RS Universitas Andalas dinilai cukup, tetapi masih terhambat oleh masalah ketersediaan tim CAPD. Dokumen perencanaan dan staf sudah tersedia. Namun, rumah sakit belum memiliki tim CAPD, jadwal layanan, sertifikasi staf, serta fasilitas khusus seperti ruangan, cairan dialisis, dan alat edukasi. Akibatnya, pelaksanaan dan pengawasan belum berjalan optimal sehingga pasien masih dirujuk. Layanan CAPD di RS Universitas Andalas sudah cukup siap dari segi administrasi dan SDM. Namun, masih butuh penguatan pada pelatihan staf, penyediaan fasilitas khusus, pembentukan tim, serta penyusunan SOP. Koordinasi dan pengadaan fasilitas perlu dipercepat agar layanan bisa segera diimplementasikan

    HUBUNGAN KADAR APOLIPOPROTEIN B DENGAN TINGKAT KEPARAHAN STROKE INFARK

    Get PDF
    HUBUNGAN KADAR APOLIPOPROTEIN B DENGAN TINGKAT KEPARAHAN STROKE INFARK ABSTRAK Latar Belakang: Stroke infark merupakan salah satu penyebab utama kecacatan dan kematian di seluruh dunia. Tingkat keparahan stroke diukur menggunakan National Institutes of Health Stroke Scale (NIHSS) yang memberikan gambaran objektif mengenai defisit neurologis yang valid serta mudah diakses. Salah satu faktor yang berperan penting dalam patogenesis stroke infark adalah aterosklerosis, yang dipengaruhi oleh jumlah partikel lipoprotein aterogenik dalam sirkulasi. Apolipoprotein B (ApoB) merupakan protein struktural utama dari lipoprotein aterogenik. Meskipun telah diteliti sebagai biomarker lipid, bukti terkait hubungan antara kadar ApoB dengan tingkat keparahan stroke infark masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kadar Apolipoprotein B dengan tingkat keparahan stroke infark. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional terhadap 72 pasien stroke infark onset <72 jam yang dirawat di RSUP Dr. M. Djamil Padang selama bulan Februari 2025 hingga Juli 2025. Data dikumpulkan melalui wawancara, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang dan laboratorium. Kadar ApoB diukur menggunakan metode ELISA, dan tingkat keparahan stroke dinilai menggunakan\ud skala NIHSS. Analisis data dilakukan dengan SPSS versi 30.0 dan dianggap bermakna jika nilai p < 0.05. Hasil: Rerata kadar Apolipoprotein B sebesar 105,25 mg/dL. Berdasarkan penilaian NIHSS, pasien yang mengalami tingkat keparahan stroke sedang sebesar 43,1%, diikuti stroke ringan (37,5%) dan berat (19,4%). Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar Apolipoprotein B dengan tingkat keparahan stroke infark (nilai p = 0,614). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara kadar Apolipoprotein B dengan tingkat keparahan stroke infar

    Analisis Pengaruh Penambahan Nanocrystalline Cellulose (NCC) dari Ampas Tebu terhadap Peningkatan Kekuatan Polylactic Acid (PLA)

    Get PDF
    Polylactic Acid (PLA) adalah polimer biodegradable yang memiliki manfaat lingkungan, namun kelemahan alaminya yang rapuh membatasi penggunaannya secara luas. Studi ini mengeksplorasi peningkatan sifat mekanik PLA dengan memperkuatnya menggunakan Nanocrystalline Cellulose (NCC) yang dihasilkan dari ampas tebu, sumber biomassa yang melimpah dan ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis NCC dari limbah tebu melalui hidrolisis asam sulfat dan menyelidiki pengaruhnya terhadap sifat mekanik komposit PLA. Metode yang digunakan melibatkan ekstraksi NCC melalui proses multi-langkah termasuk hidrolisis asam. Selanjutnya, PLA dilarutkan dalam campuran DMF/aseton, dan NCC ditambahkan pada konsentrasi yang bervariasi (0 wt%, 1 wt%, 3 wt%, dan 5 wt%). Spesimen dibentuk sesuai standar ASTM D638 Tipe 5 dan diuji tarik untuk mengevaluasi kekuatan tarik, dan modulus elastisitas. Hasil menunjukkan bahwa NCC secara signifikan meningkatkan kekuatan tarik PLA, dengan penambahan 5 wt% NCC menghasilkan peningkatan 162,7% dibandingkan PLA murni. Modulus elastisitas juga meningkat, mencapai puncaknya pada 3 wt% NCC akibat dispersi optimal, meskipun terjadi penurunan ringan pada 5 wt% kemungkinan akibat agregasi NCC. Temuan ini mengonfirmasi potensi NCC sebagai penguat PLA untuk meningkatkan kekuatan, menekankan perlunya optimasi konsentrasi dan pencampuran untuk mencapai sifat mekanik yang seimbang

    Analisis dan Usulan Perbaikan Kualitas Produk Koran Menggunakan Metodologi Six Sigma DMAI Di PT. Padang Graindo Mediatama

    Get PDF
    PT. Padang Graindo Mediatama merupakan perusahaan percetakan di Kota Padang yang berdiri tahun 2009. Perusahaan ini mencetak 3 koran yaitu: Padang Ekspres, Pusmetro Padang, dan Rakyat Sumbar. Penelitian ini menganalisis perbaikan kualitas produk koran di PT. Padang Graindo Mediatama menggunakan metodologi Six Sigma DMAI. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi karakteristik dan distribusi cacat produk koran, menganalisis faktor dominan penyebab cacat, dan merumuskan usulan perbaikan kualitas produk koran menggunakan metode DMAI. Analisis data historis (2023-2024) menunjukkan adanya masalah kualitas yang persisten, pada tahun 2024 proses produksi koran menghadapi tingkat cacat rata-rata 5,48%, yang melebihi ambang toleransi 3% dan menyebabkan kerugian biaya material substansial sebesar Rp16.227.237,26 per bulan. Tahapan DMAI dimulai dengan tahap Define yang menghasilkan CTQ yaitu: tidak register, kegagalan warna, dan kelebihan tinta. Tahap Measure, data produksi dianalisis menggunakan Peta Kendali P dan Diagram Pareto, yang menunjukkan proses tidak stabil dengan kapabilitas pada Level Sigma 3,56. Cacat dominan menyumbang sekitar 78% dari total cacat. Tahap Analyze mengidentifikasi akar permasalahan sistematis melalui Diagram Sebab-Akibat dan Five Why Analyze, yaitu: kurangnya sistem pemeliharaan preventif, instruksi kerja mesin yang tidak baku, dan kurangnya sistem pengawasan kualitas. Tahap Improve merumuskan usulan perbaikan berupa program pemeliharaan preventif, standardisasi instruksi kerja, dan sistem pengawasan kualitas terstandar. Implementasi usulan ini berpotensi untuk mengurangi variasi proses, menurunkan tingkat cacat secara signifikan, dan meningkatkan efisiensi biaya bagi perusahaan

    KEPASTIAN HUKUM PENERAPAN PENGHENTIAN PENUNTUTAN OLEH PENUNTUT UMUM BERDASARKAN KEADILAN RESTORATIF (Studi di Wilayah Hukum Kejaksaan Negeri Agam)

    Get PDF
    Proses penyelesaian perkara pidana dengan konsep keadilan restoratif melalui proses perdamaian memiliki kelebihan dari pada melalui proses persidangan. Terbitnya Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif (PERJA Nomor 15 Tahun 2020) dan Surat Edaran Jaksa Agung Tindak Pidana Umum tentang Pelaksanaan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif (SE Jampidum tentang RJ) diharapkan menjadi terobosan dalam efektivitas penyelesaian perkara pidana. Dalam praktiknya, terdapat perkara yang memenuhi ketentuan sebagaimana PERJA Nomor 15 Tahun 2020 dan SE Jampidum tersebut tetapi tidak diselesaikan dengan pendekatan keadilan restoratif. Penelitian ini membahas tentang kepastian hukum penerapan peraturan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif di wilayah hukum Kejaksaan Negeri Agam, dan faktor-faktor yang mempengaruhi proses penyelesaian perkara pada tingkat penuntutan berdasarkan keadilan restoratif di wilayah hukum Kejaksaan Negeri Agam. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian empiris dengan sumber data primer, dan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan kepastian hukum tentang penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif telah diatur di dalam PERJA Nomor 15 Tahun 2020 dan SE Jampidum tentang RJ, namun dalam penerapannya di wilayah hukum Kejaksaan Negeri Agam, aturan sebagaimana PERJA dan SE Jampidum tersebut belum diterapkan secara konsisten dan efektif. Kemudian, faktor yang mempengaruhi proses penyelesaian perkara pada tingkat penuntutan berdasarkan keadilan restoratif di wilayah hukum Kejaksaan Negeri Agam berupa faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung tersebut terdiri dari hukum, sarana, dan prasarana, masyarakat, serta kebudayaan. Sedangkan, faktor penghambat berasal dari penegak hukum, yaitu penuntut umum. Berdasarkan hal tersebut, Kejaksaan Republik Indonesia perlu mewajibkan ketentuan PERJA Nomor 15 Tahun 2020 dan SE Jampidum tentang RJ, dan menyelenggarakan bimbingan teknis, serta pendidikan pelatihan tentang penyelesaian perkara pada tingkat penuntutan berdasarkan keadilan restoratif kepada secara rutin dan konsisten. Selanjutnya, perlu adanya pengawasan dari Kepala/Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Agam terhadap perkara yang ditangani oleh penuntut umum, dan perlu dilakukan penyuluhan hukum oleh Kejaksaan Negeri Agam kepada masyarakat mengenai penyelesaian perkara pidana melalui pendekatan keadilan restoratif

    Pengujian Plasmid pGEM T-Easy dan pET28a(+) Rekombinan untuk Produksi Enzim L-Asparaginase II Asal Serratia plymuthica UBCF_13 pada Escherichia coli Strain BL21

    Get PDF
    Akrilamida merupakan senyawa yang terbentuk dari pemanasan pada suhu tinggi pada produk yang mengandung karbohidrat atau pati serta dapat memicu terjadinya kanker. Enzim L-Asparaginase merupakan enzim yang dapat mencegah pembentukan akrilamida dengan memecah L-Asparagin menjadi L-Aspartat dan melepaskan ammonia yang juga digunakan dalam pengobatan kanker Leukemia Limfoblastik Akut (ALL). Gen AnsB yang mengkode enzim L-Aparaginase II ditemukan pada Serratia plymuthica UBCF_13 dapat digunakan sebagai sumber alternatif untuk produksi enzim dengan mengkloningnya ke dalam plasmid. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan vektor plasmid yang paling efektif untuk meningkatkan produksi enzim L-Asparaginase II asal S. plymuthica UBCF_13 dalam sel E. coli strain BL21. Penelitian ini dirancangan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan E. coli strain BL21 yang mengandung plasmid rekombinan pGEM_AnsB dan pET28a(+)_AnsB. Hasil penelitian menunjukkan uji aktivitas enzim yang tinggi diperoleh pada bakteri E. coli rekombinan yang mengandung plasmid pET28a(+)_AnsB dengan penginduksian IPTG dengan nilai 0,713 U/ml. Hasil ekstrasi protein memperlihatkan terdapatnya pita protein dengan berat molekul 36,5 kDa. Pita protein yang tebal terlihat pada E. coli BL21 pET28a(+)_AnsB + IPTG, yang mengindikasikan bahwa jumlah protein yang dihasilkan juga meningkat. Peningkatan aktivitas enzim dan jumlah protein yang dihasilkan pada transforman dengan plasmid pET28a(+) dibandingkan dengan pGEM T-Easy menunjukkan bahwa pET28a(+) lebih efektif untuk produksi enzim L-Asparaginase II pada E. coli strain BL21

    58,132

    full texts

    74,254

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eSkripsi Universitas Andalas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇