Andalas University

eSkripsi Universitas Andalas
Not a member yet
    74254 research outputs found

    Penurunan Persamaan Penalty untuk Optimasi Fungsi dengan Metode Algoritma Genetik

    Get PDF
    Penentuan nilai optimal fungsi dengan constraint, sering ditemukan dalam aplikasi teknik. Solusi analitik sering kali susah dilakukan untuk fungsi dengan banyak variabel bebas, fungsi yang tidak kontinu dan fungsi yang mempunyai constrain. Fungsi dengan constraint dapat dijadikan sebagai fungsi tanpa constraint dengan menggabung fungsi tersebut dengan fungsi objektif menggunakan sebuah fungsi penalty. Pada penelitian ini sebuah fungsi penalty untuk optimasi dengan genetik algoritma diturunkan. Akurasi dan konvergensi solusi pada pencarian nilai optimal fungsi diuji dengan menulis sendiri fungsi coding C++ untuk metode algoritma genetik. Coding tersebut digunakan untuk mencari nilai optimal dari persamaan Rosenbrock dengan dua buah constraint. Ketelitian fungsi penalty ini dibandingkan dengan dua fungsi yang banyak digunakan saat ini. Didapatkan fungsi yang diturunkan mempunyai akurasi yang lebih baik

    Pengujian Mekanik Material Komposit dengan Matriks Polyester - MMA dan Penguat Arang Tempurung yang Dihaluskan

    Get PDF
    Penggunaan material komposit dari bahan alami semakin meningkat karena adanya keinginan untuk mengurangi ketergantungan pada material konvensional yang kurang ramah lingkungan. Salah satu bahan alami yang berpotensi adalah arang tempurung kelapa, yang memiliki ketersediaan melimpah, ringan, serta sifat mekanik yang baik. Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan arang tempurung kelapa sebagai penguat dalam matriks polyester yang telah dicampur dengan 10% Methyl Methacrylate (MMA), guna menghasilkan komposit dengan sifat mekanik yang baik. Kombinasi ini diharapkan mampu menghasilkan komposit yang tidak hanya kuat tetapi juga lebih ramah lingkungan.Dalam penelitian ini, arang tempurung kelapa dihaluskan dan disaring menggunakan alat sieve hingga mencapai ukuran mesh 50, untuk memastikan distribusi partikel yang baik dalam matriks. Tiga variasi fraksi volume serbuk arang digunakan, yaitu 0%, 20%, dan 30%. Sampel komposit diuji secara mekanik melalui uji tarik dan uji bending menggunakan alat universal testing machine seri 95T dan Galdabini.Hasil uji tarik menunjukkan bahwa penambahan arang meningkatkan kekuatan tarik hingga maksimum pada komposisi 30% arang, yaitu sebesar 30,17 MPa. Pada uji bending, peningkatan kadar arang dari 0% hingga 30% meningkatkan kekuatan lentur rata-rata dari 25,74 N/mm² menjadi 61,06 N/mm². Hasil ini menunjukkan bahwa serbuk arang tempurung kelapa berukuran mesh 50 mampu meningkatkan performa mekanik komposit, khususnya dalam aspek kekuatan tarik dan lentur, meskipun dengan penurunan elastisitas. Komposisi 20–30% arang dapat dianggap sebagai titik optimal tergantung kebutuhan aplikasi akhir

    Peran Social Influence terhadap Minat Pembelian Online Produk Skincare pada Konsumen Perempuan Gen Z Pengguna Shopee

    No full text
    Generasi Z (1997–2012) tumbuh di era digital dan terbiasa berbelanja online. Skincare menjadi kebutuhan utama khususnya bagi perempuan dan menjadi salah satu produk yang paling banyak dibeli melalui platform e-commerce seperti Shopee. Dalam mempertimbangkan pembelian, perempuan Gen Z cenderung dipengaruhi oleh lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah social influence berpengaruh terhadap minat pembelian online produk skincare pada konsumen perempuan Gen Z pengguna Shopee. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan 385 partisipan yang dipilih melalui non-probability sampling dengan teknik voluntary sampling. Alat ukur social influence diadaptasi dari skala Consumers Susceptibility to Interpersonal Influence (CSII) yang dikembangkan oleh Bearden et al. (1989) (α =.877), sedangkan alat ukur minat pembelian online disusun oleh peneliti berdasarkan teori Widokarti dan Priansa (2019) (α =.833). Hasil penelitian menunjukkan bahwa social influence memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap minat pembelian online (p = .000 < .05) dan nilai R-square (R2) sebesar .183. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat social influence yang diterima, maka semakin tinggi pula minat pembelian online pada konsumen perempuan Gen Z pengguna Shopee, begitu pun sebaliknya

    PENGAWASAN TERHADAP PENGELOLAAN LIMBAH FLY ASH DAN BOTTOM ASH DI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP SAWAHLUNTO

    No full text
    Limbah Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) dihapuskan dalam daftar limbah B3 sesuai dengan PP 22/2021 yang merupakan turunan dari UU Cipta Kerja. Hal tersebut memunculkan banyak pertentangan ditengah masyarakat dan pengamat lingkungan. Masyarakat dan pengamat lingkungan beranggapan kebijakan tersebut terkesan tidak sesuai, serta hal tersebut terdapat kelonggaran. Dalam sudut pandang yang berbeda, kebijakan ini didukung oleh produsen listrik yang menggunakan batubara sebagai sumber energi bahan bakar. Mereka berpendapat telah banyak penelitian yang dilakukan tentang FABA dari jauh hari dengan kesimpulan bahwa FABA dapat dimanfaatkan secara aman. PLTU Ombilin menjadi salah satu pemasok energi listrik besar dengan daya yang dihasilkan 2 x 100 MW, dimana daya yang dihasilkan tersebut bersumber dari batubara. Pengawasan terhadap pengelolaan FABA terdapat dalam Permen LHK 19/2021, kewenangan pengawasan ini diserahkan ke daerah. Permasalahan dalam penelitian ini berfokus pada wewenang dan pengaturan pengelolaan limbah FABA setelah berlakunya UU Cipta Kerja. Kedua terkait tindak lanjut dari pengawasan lingkungan akibat FABA pada PLTU Ombilin. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis-analisis dengan melakukan penelitian bahan kepustakaan sebelum wawancara. Setelah itu, data tersebut dianalisis secara kualitatif menggunakan metode penelitian deskriptif analitis. Dalam diketahui bahwa pengawasan dilakukan oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Lingkungan Hidup (DPKP2LH) Kota Sawahlunto, dengan melakukan pengawasan langsung dan tidak langsung yang dilakukan satu kali per enam bulan. Pengawasan langsung dimaksud dengan dinas terkait langsung ke lapangan pengawasan yaitu pada PLTU Ombilin. Sementara pengawasan tidak langsung berupa pelaporan dokumen oleh PLTU Ombilin kepada Pemerintah Daerah. Tindak lanjut pengawasan terhadap pengelolaan FABA PLTU Ombilin meliputi Penegakan Hukum Lingkungan dan Penyelesaian sengketa dengan kegiatan Penataan Lingkungan

    EKSTRAKSI, KARAKTERISASI, DAN UJI AKTIVITAS ENZIM LIPASE DARI JAMUR Geotrichum candidum UNTUK DEGRADASI POLIETILEN TEREFTALAT (PET)

    Get PDF
    Permasalahan limbah plastik, khususnya polietilen tereftalat (PET), menjadi isu lingkungan global yang signifikan karena sifatnya yang sulit terurai secara alami. Salah satu pendekatan yang menjanjikan dalam penanganan limbah PET adalah penggunaan enzim lipase yang dihasilkan oleh mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi jamur Geotrichum candidum dalam menghasilkan enzim lipase kasar yang dapat digunakan untuk mendegradasi plastik PET secara enzimatik. Tahapan penelitian mencakup isolasi dan peremajaan jamur, produksi enzim melalui fermentasi keadaan padat, serta pengujian aktivitas enzim menggunakan metode cup-plate. Selanjutnya dilakukan uji degradasi plastik PET dengan ekstrak enzim lipase kasar dalam kondisi terkontrol selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enzim lipase kasar dari G. candidum memiliki aktivitas lipolitik yang ditunjukkan dengan terbentuknya zona bening pada media selektif. Total protein yang dihasilkan mencapai ratarata 2,992 mg/mL, menunjukkan proses fermentasi berlangsung stabil. Hasil uji degradasi menunjukkan adanya penurunan berat PET dengan persentase degradasi antara 5,9% hingga 6,4%. Karakterisasi menggunakan Fourier Transform Infra Red (FTIR) mengonfirmasi pemutusan ikatan ester pada struktur PET melalui perubahan spektrum gugus karbonil. Pengamatan menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) menunjukkan perubahan morfologi berupa retakan dan pori-pori pada permukaan PET yang telah diberi perlakuan. Kesimpulannya, enzim lipase kasar dari G. candidum memiliki potensi signifikan sebagai agen biodegradasi untuk mengurangi pencemaran plastik PET secara ramah lingkungan

    Pengaruh Waktu Proses Dip coating Menggunakan Graphene Pada Stainless Steel (AISI 316) Terhadap Morfologi Lapisan Dan Sifat Wettability

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu pada proses pelapisan stainless steel (AISI 316) menggunakan graphene. Graphene sebagai pelapis dapat meningkatkan sifat hidrofobik pada permukaan stainless steel sehingga sudut kontak dengan cairan bisa meningkat saat digunakan sebagai elektroda pada pemisahan hidrogen. Graphene juga memiliki kemampuan menghantarkan listrik dengan baik. Selain itu, graphene memiliki sifat adhesi atau energi ikat yang tinggi, yang membuatnya mudah menempel pada substrate. Pelapisan telah dilakukan menggunakan metode dip coating. Lapisan yang terbentuk memiliki sifat wettability yang rendah, yaitu sifat kebasahan permukaan terhadap cairan dimana kontak cairan dengan permukaan lebih sedikit. Low Wettability merupakan sifat krusial dalam perancangan elektroda pada alat pemisah hidrogen. Wettability yang rendah dapat meningkatkan efisiensi transportasi proton dan electron pada elektroda sehingga kinerja alat pemisah hydrogen menjadi lebih efisien. Sifat wettability dari permukaan yang dilapisi bergantung kepada ketebalan lapisan. Sedangkan ketebalan lapisan bergantung kepada waktu dan konsentrasi larutan. Pada penelitian ini telah dilakukan kajian pengaruh variasi waktu pelapisan graphene pada stainless steel terhadap wettability elektroda. Tahapan proses yang dilakukan meliputi persiapan subtrate AISI 316 meliputi pemotongan dan pengamplasan hingga pembersihan permukaan dan pelapisan dengan metode dip coating. Variasi waktu pelapisan yang digunakan adalah 20, 40, dan 50 detik dengan kecepatan penarikan setelah di celup adalah 4 mm/detik. Sampel yang terlapisi selanjutnya diamati menggunakan SEM (Scanning Electron Microscope), pengujian sudut kontak dengan Contact Angle Goniometer, pengukuran ketebalan lapisan graphene, serta pengukuran kekasaran pada permukaan stainless steel yang sudah dilapisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sudut kontak dan ketebalan lapisan maksimum tercapai pada waktu pelapisan 50 detik dengan kecepatan 4 mm/detik

    Pengaruh Beberapa Intensitas Curah Hujan Buatan terhadap Efikasi Herbisida Glifosat pada Alang-Alang (Imperata cylindrica L.)

    No full text
    Gulma merupakan organisme pengganggu tanaman yang dapat merusak pertumbuhan tanaman melalui kompetisi dalam memperoleh unsur hara, air, cahaya, dan ruang tumbuh. Salah satu jenis gulma yang umum ditemukan adalah alang-alang (Imperata cylindrica L.), meskipun memiliki beberapa manfaat seperti bahan baku obat dan kertas, juga diketahui mengandung senyawa alelopati yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman lain. Pengendalian alang-alang secara efektif dapat dilakukan menggunakan herbisida, salah satunya adalah glifosat. Glifosat merupakan herbisida sistemik yang terbukti mampu menekan pertumbuhan gulma, termasuk alang-alang. Namun, efektivitas aplikasi glifosat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, terutama curah hujan. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai tingkat curah hujan buatan terhadap efikasi herbisida glifosat dalam mengendalikan alang-alang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober sampai Desember 2023 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Andalas, Padang. Percobaan ini disusun berdasarkan rancangan acak kelompok (RAK) dengan faktor perlakuannya adalah curah hujan yang terdiri atas 6 taraf yaitu 0, 1, 2, 4, 8, 16 mm. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kelompok, sehingga terdapat 24 satuan percobaan. Data dianalisis secara deskriptif dan disajika dalam bentuk tabel dan gambar. Pengamatan dilakukan terhadap gulma adalah skor gejala kerusakan, skor muncul gulma lain, dan jenis gulma lain yang tumbuh setelah 28 HSA

    Analisis Strategi Percepatan Ekonomi dalam Upaya Pengembangan Daerah Tertinggal di Nagari Galugua, Kabupaten Lima Puluh Kota

    No full text
    Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengembangan daerah tertinggal untuk percepatan ekonomi di Nagari Galugua, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, yang masih berstatus tertinggal berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) 2024. Dengan metode deskriptif kuantitatif dan pendekatan studi lapangan, penelitian melibatkan 35 responden dari perangkat nagari dan masyarakat, serta mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan kuesioner. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa perekonomian Galugua masih didominasi sektor pertanian dengan pendapatan rendah, infrastruktur dasar yang terbatas, serta ketergantungan pada satu komoditas utama, namun didukung potensi pertanian dan wisata, serta semangat gotong royong masyarakat. Strategi pengembangan diarahkan pada penguatan ekonomi lokal, peningkatan infrastruktur, pemberdayaan sumber daya manusia, dan penguatan tata kelola nagari. Implementasi strategi ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga Nagari Galugua dapat keluar dari status daerah tertinggal secara berkelanjutan. Kata Kunci : Daerah tertinggal, Percepatan ekonomi, Nagari Galugua, Strategi Pengembangan, SWOT

    Ketidakpatuhan Pedagang Kaki Lima Berjualan di Lokasi Pujasera Pantai Gandoriah Kota Pariaman

    No full text
    Penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang menyebabkan ketidakpatuhan pedagang kaki lima berjualan di lokasi pujasera Pantai Gandoriah Kota Pariaman. Latar belakang penelitian ini adalah fenomena di kawasan wisata Pantai Gandoriah, pemerintah telah membangun pujasera senilai Rp1,6 miliar pada tahun 2014 dengan 40 kios sebagai upaya relokasi pedagang, namun fasilitas tersebut kini tidak dihuni pedagang karena pedagang kembali berjualan di lokasi lama. Hal ini menciptakan kesan semrawut dan mengurangi keindahan kawasan pantai, meskipun telah dilakukan berbagai upaya penertiban. Penelitian ini bertujuan untuk memahami mengapa pedagang kaki lima tidak patuh berjualan di lokasi pujasera Pantai Gandoriah Kota Pariaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Pemilihan informan penelitian menggunakan teknik purposive sampling dengan 8 pedagang kaki lima sebagai informan pelaku dan 4 orang sebagai informan pengamat. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi. Teori yang digunakan adalah Teori Strukturasi oleh Anthony Giddens. Data dianalisis menggunakan model analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab ketidakpatuhan dibagi menjadi dua kategori. Pertama, faktor constraining yang membatasi pedagang meliputi kebijakan relokasi pedagang ke pujasera dan peraturan daerah yang mengatur. Kedua, faktor enabling yang memungkinkan ketidakpatuhan meliputi: lokasi pujasera yang tidak strategis karena jauh dari aktivitas utama pengunjung pantai. Persaingan dengan pedagang asongan yang bebas berkeliling tanpa terikat lokasi. Penegakan aturan yang lemah dengan koordinasi antar instansi yang kurang baik. Tidak adanya pengawasan pemerintah setelah relokasi dan fasilitas pujasera yang tidak memadai seperti lantai licin, atap bocor, dan kios yang sempit. Kondisi-kondisi ini mendorong pedagang menggunakan kemampuan refleksif mereka untuk kembali ke lokasi lama yang lebih menguntungkan secara ekonomi, meskipun melanggar aturan resmi

    Pengembangan Model Kalibrasi NIR untuk Estimasi Kadar Air dan Kafein Teh Cascara Menggunakan MLR dan PCR

    No full text
    Teh cascara merupakan produk teh herbal yang terbuat dari kulit ceri kopi yang dikeringkan. Sebagai produk teh herbal, kualitas teh cascara perlu diperhatikan, seperti kadar air dan kafein. Oleh karena itu, perlu suatu metode yang mampu mengukur kadar air dan kafein secara akurat. Salah satu metode yang dikembangkan adalah spektroskopi NIR (near infrared) yang memiliki keunggulan non destruktif, cepat, dan tidak memerlukan bahan kimia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model estimasi spektroskopi NIR dalam memprediksi kadar air dan kafein teh cascara menggunakan metode multiple linear regression (MLR) dan principal component regression (PCR), serta membandingkan performa model estimasi yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode PCR memberikan performa model terbaik dibandingkan MLR dalam memprediksi kadar air dan kafein teh cascara. Model estimasi kadar air teh cascara menggunakan metode MLR terbaik diperoleh dengan tanpa pretreatment dan WL 13 yang menghasilkan nilai R2 dan RPD yang cukup tinggi. Sementara itu, metode PCR menunjukkan performa terbaik dengan pretreatment SNV dan PC 8, menghasilkan nilai R2 dan RPD yang tinggi. Kadar kafein teh cascara yang diprediksi menggunakan PCR dengan pretreatment SNV+dg2 dan PC 5 menunjukkan performa model estimasi yang baik dibandingkan MLR. Performa model yang dihasilkan memiliki nilai R2 dan RPD yang masih rendah, sedangkan metode MLR tidak dapat digunakan karena tidak ada panjang gelombang dominan yang memiliki nilai korelasi diatas 0,90. Dengan demikian, spektroskopi NIR mampu memprediksi kadar air pada teh cascara dengan baik dan kadar kafein secara kasar, sehingga berpotensi sebagai metode analisis yang efisien dalam kontrol mutu teh herbal cascara

    58,132

    full texts

    74,254

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eSkripsi Universitas Andalas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇