74254 research outputs found
Sort by
Pengaruh Jaminan Pensiun Dan Faktor Sosial Demografi Terhadap Keputusan Penduduk Lansia Bekerja di Indonesia
Seiring dengan terus meningkatnya jumlah penduduk lansia di Indonesia, kesejahteraan serta partisipasi bekerja penduduk lansia menjadi semakin penting untuk dikaji. Banyak penduduk lansia yang masih bekerja meskipun telah melewati usia pensiun formal, yang mencerminkan kompleksitas faktor jaminan pensiun, sosial demografi yang mempengaruhi keputusan bekerja pada penduduk lansia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor yang mempengaruhi keputusan penduduk lansia usia ≥ 66 tahun setelah memasuki usia pensiun di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data SAKERNAS Agustus tahun 2023 yang diolah menggunakan metode regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga variabel independen yang berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen, yaitu variabel jenis kelamin, status kesehatan dan Status kepala rumah tangga (KRT). Sedangkan variabel independen yang tidak signifikan terhadap variabel dependen yaitu variabel jaminan pensiun, tingkat pendidikan, status perkawinan dan daerah tempat tinggal
Hubungan Pengetahuan Gizi, Konsumsi Ultra Processed Food, dan Kebiasaan Sarapan dengan Kejadian Gizi Lebih pada Siswa Sekolah Dasar di SD 1-11 Kartika Kota Padang tahun 2025
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi, konsumsi ultra processed food, dan kebiasaan sarapan dengan kejadian gizi lebih pada siswa sekolah dasar di SD 1-11 Kartika Kota Padang tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 95 siswa sekolah dasar kelas 4,5, dan 6 di SD 1-11 Kartika Kota Padang tahun 2025 yang diambil dengan teknik proportional random sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan cara pengukuran antropometri, wawancara, dan pengisian angket. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Hubungan variabel diuji menggunakan uji chi-square dengan derajat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan 33,7% siswa memiliki status gizi lebih, 43,2% dengan pengetahuan gizi yang kurang, 51,6% dengan konsumsi ultra processed food yang tinggi, dan 58,9% dengan kebiasaan sarapan yang sering. Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan gizi (p=0,001) dan konsumsi ultra processed food (p=0,002) dengan kejadian gizi lebih, serta tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kebiasaan sarapan dengan kejadian gizi lebih (p=0,138). Pengetahuan gizi dan konsumsi ultra processed food memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian gizi lebih. Kebiasaan sarapan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian gizi lebih
Evaluasi Kebijakan Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Kota Padang
Sri Waila Marcelly, NIM 2420841002, Evaluasi Kebijakan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Di Kota Padang, Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Andalas. Dibimbing oleh: Dr. Desna Aromatica, S.AP, M.AP dan Dr. Hendri Koeswara, S.IP., M.Soc.Sc. Tesis ini terdiri dari 170 halaman dengan referensi 11 buku teori, 4 buku metode, 14 jurnal, 6 dokumen dan 5 website.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pupuk sebagai faktor utama dalam peningkatan produktivitas pertanian, khususnya di Indonesia yang masih sangat bergantung pada sektor ini untuk menjamin ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Pemerintah telah lama menerapkan kebijakan subsidi pupuk guna memastikan keterjangkauan bagi petani kecil. Namun, di Kota Padang, implementasi kebijakan penyaluran pupuk bersubsidi masih menghadapi berbagai permasalahan, seperti ketidaktepatan sasaran, distribusi yang tidak merata, data penerima yang tidak akurat, serta lemahnya pengawasan di tingkat lapangan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan penyaluran pupuk bersubsidi di Kota Padang menggunakan teori evaluasi Edward A. Suchman. Evaluasi dilakukan melalui enam tahapan yang mencakup: identifikasi tujuan kebijakan, analisis masalah, deskripsi kegiatan, pengukuran dampak, penentuan penyebab perubahan, serta penilaian terhadap keberadaan dampak kebijakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dari berbagai pihak terkait yaitu Dinas Pertanian, distributor, kios pengecer, dan petani.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan belum berjalan efektif. Meskipun tujuan kebijakan telah ditetapkan secara relevan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani, masih terdapat berbagai hambatan seperti pendataan petani yang tidak valid, keterbatasan jumlah penyuluh, serta ketidaksiapan dalam menghadapi sistem digital. SOP dan sistem distribusi berbasis aplikasi telah tersedia, namun implementasinya masih menemui kendala teknis dan lemahnya koordinasi antarpihak yaitu Dinas Pertanian. Dampak kebijakan menunjukkan peningkatan akses terhadap pupuk, tetapi belum disertai pemanfaatan yang merata dan efektif. Penyebab perubahan sebagian besar berasal dari lemahnya pengawasan, proses verifikasi dan validasi data yang belum optimal, serta minimnya pemahaman kebijakan di tingkat bawah. Penilaian dampak menunjukkan bahwa kebijakan yang berhasil pada aspek ketepatan waktu dan tempat, namun belum optimal dalam hal jenis, jumlah, harga, dan mutu pupuk. Oleh karena itu, disarankan adanya perbaikan sistem pendataan, peningkatan kapasitas petugas lapangan, serta penguatan koordinasi lintas sektor dan partisipasi kelompok tani agar kebijakan ini dapat memberikan dampak yang lebih signifikan dan berkelanjutan
Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Pada Beberapa Dosis Pupuk ZA dan Konsentrasi ZPT Atonik
Produksi bawang merah terus mengalami fluktuasi yang disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain kurangnya unsur hara di dalam tanah, iklim dan efektivitas budidaya yang kurang optimal. Pertumbuhan dan perkembangan bawang merah sangat dipengaruhi oleh pemupukan. Selain itu, penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji interaksi antara dosis pupuk ZA dan konsentrasi ZPT Atonik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian ini dimulai dari bulan Maret sampai Mei 2025 di Kebun Percobaan UPT Fakultas Pertanian, Universitas Andalas, Padang, dan Laboratorium PT Wiwiadi Bintang Sains. Percobaan dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan dua faktor perlakuan. faktor pertama dosis pupuk ZA 0 kg/ ha, 400 kg/ha, 800 kg/ha dan faktor kedua konsentrasi ZPT Atonik 0 cc/L, 0,5 cc/L, 1 cc/ L. Setiap satuan percobaan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 27 satuan percobaan. Data hasil penelitian di uji f dan yang berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan terjadi Interaksi nyata antara dosis pupuk ZA dengan ZPT Atonik pada variabel pengamatan diameter umbi. Dosis pupuk ZA berpengaruh terhadap semua variabel pengamatan kecuali tinggi tanaman. ZPT Atonik 1 cc/L merupakan konsentrasi terbaik pada variabel pengamatan diameter umbi. Dapat disimpulkan bahwa kombinasi pupuk ZA dan konsentrasi ZPT Atonik tidak memberikan pengaruh baik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah
Identifikasi Potensi Tanah Mengembang pada Subgrade dengan Menggunakan Uji CBR (California Bearing Ratio) (Studi Kasus di Kawasan Kampus III UIN Imam Bonjol Padang, Padang)
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi tanah mengembang pada subgrade di kawasan Kampus III UIN Imam Bonjol Padang berdasarkan parameter geoteknik dan hasil pengujian California Bearing Ratio (CBR) di tiga lokasi berbeda. Sampel tanah dari masing-masing titik diuji untuk mengetahui sifat fisik, distribusi ukuran butir, batas Atterberg, serta diklasifikasikan menurut sistem USCS. Hasil analisis menunjukkan bahwa jenis tanah di ketiga titik termasuk dalam klasifikasi MH, yaitu lanau anorganik dengan plastisitas sedang hingga tinggi. Fraksi lanau mendominasi distribusi butiran (50,65%–57,58%), disertai dengan kadar lempung antara 13,76% hingga 15,52%, yang mengindikasikan potensi pengembangan volumetrik cukup tinggi. Nilai batas cair (LL) berkisar antara 54,76% hingga 74,35%, dan indeks plastisitas (PI) tertinggi mencapai 33,75%, menunjukkan sifat ekspansif tanah yang signifikan. Kondisi fisik ini diperkuat oleh kadar air alami yang cukup tinggi (45,26%–47,84%), serta berat volume tanah yang tergolong rendah, yaitu antara 1,63 hingga 1,76 gr/cm³, yang menandakan tanah berstruktur lepas dan berpori besar. Berdasarkan pengujian CBR, baik dalam kondisi jenuh (soaked) maupun tidak jenuh (unsoaked), seluruh titik menunjukkan nilai <5%, yang secara teknis tergolong sangat rendah dan menandakan ketidaklayakan tanah tersebut sebagai lapisan subgrade tanpa dilakukan perlakuan khusus. Rendahnya nilai CBR mencerminkan ketahanan geser dan kapasitas dukung tanah yang tidak memadai dalam menahan beban lalu lintas dan perkerasan jalan. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa tanah dasar di wilayah ini memiliki potensi tinggi terhadap tanah mengembang akibat perubahan kadar air, serta berisiko menyebabkan deformasi struktural seperti penurunan setempat (settlement) dan pengangkatan (heave) apabila digunakan secara langsung tanpa perbaikan. Disarankan dilakukan upaya perbaikan tanah melalui metode stabilisasi kimiawi (dengan penambahan kapur, semen, atau bahan pozzolanik) maupun teknik mekanis seperti pemadatan berulang atau penggantian lapisan tanah, guna meningkatkan kekuatan dan kestabilan tanah serta menjamin umur layan struktur jalan di kawasan tersebut
Pengaruh Pemberian Produk Ampas Sari Kedelai dan Daun Ubi Kayu Fermentasi dalam Ransum terhadap Retensi Nitrogen, Daya Cerna Serat Kasar dan Energi Metabolisme Broiler
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan optimum pemberian produk ampas sari kedelai dan daun ubi kayu fermentasi (ASKDUKF) dengan Bacillus subtilis dalam ransum terhadap retensi nitrogen, daya cerna serat kasar dan energi metabolisme broiler. Penelitian telah dilaksanakan dikandang percobaan ternak unggas Unit Pelaksaaan Teknis (UPT) dan Laboratorium Nutrisi Non Ruminansia Fakultas Peternakan Universitas Andalas. Penelitian ini menggunakan 100 ekor ayam broiler strain Lohman galur MB-202 Platinum dari PT. Japfa Comfeed Indonesia, sedangkan untuk mengukur retensi nitrogen, daya cerna serat kasar dan energi metabolisme digunakan 24 ekor broiler umur 6 minggu. Metode dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan ransum dan 4 ulangan. Perlakuan ransum adalah persentase pemberian ASKDUKF terdiri dari R1 (0% ASKDUKF), R2 (20% ASKDUKF), R3 (25% ASKDUKF), R4 (30% ASKDUKF) dan R5 (35% ASKDUKF). Parameter yang diukur adalah retensi nitrogen, daya cerna serat kasar dan energi metabolisme. Hasil analisis keragaman menunjukan bahwa pemberian produk ASKDUKF dengan Bacillus subtilis dalam ransum memberikan pengaruh berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap retensi nitrogen, daya cerna serat kasar dan energi metabolisme. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan pemberian produk ASKDUKF dengan Bacillus subtilis dapat digunakan sampai 35% dalam ransum broiler memberikan hasil optimum dilihat dari retensi nitrogen 60,96 %, daya cerna serat kasar 45,72 % dan energi metabolisme 2800,83 Kkal/kg.
Kata Kunci: Ampas sari kedelai, daun ubi kayu, fermentasi, Bacillus subtilis, kualitas nutris
Makna Pemimpin Politik Instan Menurut Pemilih Pemula : Studi Kasus Mahasiswa Hukum Universitas Andalas
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena pemimpin yang diangkat ke posisi strategis tanpa memiliki pengalaman yang memadai dan tidak mengikuti proses kaderisasi dalam dunia politik. Hal ini terjadi karena adanya dukungan kuat dari lingkungan keluarga maupun kerabat dekat yang mempermudah jalan seseorang menduduki jabatan kepemimpinan, terlepas dari rekam jejak dan kapasitas politik yang dimilikinya. Salah satu contoh nyata dari fenomena tersebut adalah terpilihnya Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam waktu yang relatif singkat sejak ia bergabung sebagai anggota partai. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna pemimpin instan menurut pemilih pemula studi kasus mahasiswa hukum Universitas Andalas.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori interaksionisme simbolik yang dikemukakan oleh Herbert Blumer. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, proses pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan studi dokumen. Unit analisis pada penelitian ini adalah unit analisis individu, yaitu mahasiswa yang menjadi pemilih pemula dalam pemilu. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan teknik analisis kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa hukum Universitas Andalas memaknai pemimpin instan sesuai dengan tiga premis teori interaksionisme simbolik Herbert Blumer, yaitu (1) mahasiswa hukum memaknai pemimpin instan sebagai pemimpin yang tidak memiliki latar belakang politik, tidak melalui proses yang seharusnya, memiliki koneksi orang dalam, serta terbantu oleh popularitas. (2) proses interaksi sosial mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Andalas berdasarkan interaksi dengan dosen, teman, keluarga dan di media sosial. Proses tersebut terjadi di media dan lingkungan sosial informan yang mempengaruhi pemaknaan mereka terhadap pemimpin politik instan
Pengaruh Cultural Affinity, Fashion Lifestyle Terhadap Purchase Intention Pada Songket Dengan Mediasi Attitude Terhadap Songket (Studi Pada Generasi Z Di Sumatera Barat)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Cultural Affinity dan Fashion Lifestyle terhadap Purchase Intention pada songket, dengan Attitude sebagai variabel mediasi, khususnya pada Generasi Z di Sumatera Barat. Sampel penelitian terdiri dari 130 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner daring dan dianalisis dengan Smart-PLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cultural Affinity dan Fashion Lifestyle berpengaruh positif dan signifikan terhadap Attitude, dan Attitude berpengaruh positif terhadap Purchase Intention. Meskipun Cultural Affinity tidak berpengaruh langsung terhadap Purchase Intention, kedua variabel independen memiliki pengaruh tidak langsung yang signifikan melalui mediasi Attitude. Temuan ini menekankan pentingnya sikap positif terhadap songket dalam meningkatkan niat beli konsumen
PELAKSANAAN PROGRAM PEMBINAAN TERPADU ANAK JALANAN DI KOTA PADANG
Fenomena anak jalanan merupakan salah satu permasalahan sosial yang terus berkembang di Kota Padang. Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Sosial menjalankan Program Pembinaan Terpadu sebagai upaya penanganan dan rehabilitasi sosial bagi anak jalanan dengan melibatkan lintas instansi seperti
Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan Batalyon Infanteri 133/Yudha Sakti. Meskipun hasil pelaksanaan program terlihat berhasil, belum diketahui secara pasti seperti apa peran masing-masing instansi dijalankan, serta tantangan apa saja yang dihadapi dalam menjalankan program secara lintas sektor. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan Program Pembinaan Terpadu bagi Anak Jalanan di Kota Padang. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Sistem AGIL oleh Talcott Parsons yang memandang masyarakat sebagai sebuah sistem sosial yang kompleks. Sistem ini terdiri dari berbagai bagian (struktur) yang saling berhubungan dan menjalankan fungsi-fungsi tertentu untuk menjaga stabilitas dan kelangsungan hidup sistem secara keseluruhan. Keberlangsungan suatu sistem sosial bergantung pada kemampuan sistem tersebut dalam menjalankan empat fungsi utama yang dikenal dengan konsep AGIL (Adaptation, Goal Attainment, Integration, dan Latency). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Informan Penelitian dipilih dengan teknik Purposive dan dalam pengumpulan data digunakan teknik wawancara mendalam serta studi dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program pembinaan dilaksanakan secara terpadu dengan peran berbeda dari masing-masing instansi. Dinas Sosial sebagai koordinator utama melakukan asesmen dan pendampingan, Satpol PP melakukan penjaringan, Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan kesehatan, dan Batalyon bertanggung jawab atas pelatihan fisik dan kedisiplinan. Namun, pelaksanaan program masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan
anggaran, kendala dalam penjangkauan anak jalanan, kurangnya keterlibatan LSM, serta kurangnya evaluasi pasca program. Tahap pelaksanaan berjalan sesuai rencana dengan pola pembinaan kedisiplinan militer yang terstruktur. Meskipun
kegiatan berjalan lancar, pendekatan ini hanya berfokus pada fisik dan spiritual saja. Aspek psikososial dan keterampilan hidup belum terbagi secara menyeluruh ke semua anak yang dibina. Respon anak jalanan menilai program bermanfaat
untuk skala psikososial namun tidak cukup membantu kebutuhan mereka
ANALISIS PENGARUH VARIABEL MAKROEKONOMI TERHADAP IPM DI PROVINSI ACEH
Pembangunan manusia merupakan inti dari proses pembangunan daerah, di mana Indeks Pembangunan Manusia (IPM) digunakan sebagai indikator utama untuk menilai kualitas hidup masyarakat. Meskipun IPM Provinsi Aceh tergolong tinggi secara agregat, ketimpangan antarwilayah masih menjadi tantangan serius, khususnya antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Di sisi lain, angka kemiskinan dan pengangguran di Aceh juga tetap tinggi dibandingkan rata-rata nasional, menunjukkan bahwa hasil pembangunan belum dinikmati secara merata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel makroekonomi terhadap IPM di Provinsi Aceh, dengan menggunakan pendekatan regresi data panel pada 23 kabupaten/kota selama periode 2016-2023. Variabel independen yang digunakan meliputi PDRB per kapita, belanja pendidikan, belanja kesehatan, kemiskinan, dan pengangguran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan kelima variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap IPM di Provinsi Aceh. Secara parsial, PDRB per kapita dan belanja pendidikan menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap IPM. Pengangguran menunjukkan pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap IPM. Belanja kesehatan menunjukkan tidak signifikan terhadap IPM.
Kata Kunci: Indeks Pembangunan Manusia, PDRB per kapita, Belanja Pendidikan, Belanja Kesehatan, Kemiskinan, Pengangguran, Regresi Data Panel