74254 research outputs found
Sort by
Pengaruh Komunikasi Internal Pelatihan dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan di Departemen SDM & Umum PT Semen Padang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh komunikasi internal, pelatihan dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan di departemen sdm & umum PT Semen Padang. Sampel pada penelitian ini berjumlah 52 orang dengan tekniknya simple random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara langsung. Kuesioner diukur dengan menggunakan skala likert 1-5. Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan bantuan software Smart PLS versi 4.1.1.2. Hasil temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi internal dan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan di departemen sdm & umum PT Semen Padang. Namun, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pelatihan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, sehingga hipotesis mengenai pengaruh positif dan signifikan pelatihan terhadap kinerja karyawan ditolak
Analisis Kesiapan Perumda Pincuran Gadang Kota Solok Dalam Penyediaan Air Bersih Pada Situasi Darurat Bencana
Tujuan Penelitian: Kota Solok merupakan daerah rawan bencana, sehingga seringkali berdampak buruk pada penyediaan air bersih. Penurunan kualitas, kuantitas serta keterlambatan pendistribusian air bersih menjadi permasalahan di tengah masyarakat yang menunjukan adanya kerentanan dalam penyediaan air bersih saat bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan Perumda Pincuran Gadang dalam penyediaan air bersih pada situasi darurat bencana. Metode: Penelitian kualitatif dengan 15 informan yang berperan dalam penyediaan air bersih saat bencana yang dipilih secara purposive sampling. Penelitian dilaksanakan di Kota Solok dan Perumda Pincuran Gadang pada bulan April hingga Mei 2025 dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, telaah dokumen dan observasi. Hasil: Penelitian menunjukan kendala dalam penyediaan air bersih saat bencana, khususnya terkait keterlambatan distribusi akibat keterbatasan sarana prasarana dan pendanaan. Dalam pendistribusiannya Perumda tidak menetapkan standar kuantitas sehingga berimplikasi pada belum tercapainya standar minimum kebutuhan air bersih saat bencana, yaitu 5 liter/orang/hari pada hari pertama dan 15–20 liter/orang/hari pada hari berikutnya. Kesimpulan: Pemenuhan penyediaan air bersih saat bencana belum mencapai standar yaitu 5 liter/orang/hari pada hari pertama dan 15-20 liter/orang/hari. Sehingga diperlukannya perbaikan dan kerjasama antara Perumda Pincuran Gadang dengan pemerintah daerah demi pemenuhan standar penyediaan air bersih pada situasi bencana
AKRONIM PADA NAMA-NAMA KULINER DI KOTA PADANG
Nurul Rahma Desni. 2025. “Akronim pada Nama-Nama Kuliner di Kota Padang”. Skripsi. Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas, 2025. Pembimbing I: Dra. Noviatri, M. Hum., Pembimbing II: Leni Syafyahya, S. S., M. Hum.
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan akronim pada nama-nama kuliner di Kota Padang dan menjelaskan proses pembentukan setiap akronim pada nama-nama kuliner di Kota Padang. Penelitian ini terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap penyediaan data, tahap analisis data, dan tahap penyajian hasil data. Pada tahap penyediaan data, digunakan metode simak, dilanjutkan dengan teknik dasar teknik sadap dan teknik lanjutannya teknik Simak Libat Cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Pada tahap analisis data, digunakan metode padan referensial dengan teknik dasar Pilah Unsur Penentu (PUP) dan teknik lanjutan dengan teknik Hubung Memperbedakan (HBB) dan Hubung Banding Mempersamakan (HBS). Pada tahap penyajian hasil, data digunakan metode penyajian formal dan informal.
Berdasarkan hasil analisis data, ada 46 akronim yang digunakan pada nama-nama kuliner di Kota Padang, di antaranya SOBU, Mantan, CIKIBUL, CIGOR, dan TANDUMER. Ada 31 proses pembentukan akronim yang digunakan pada nama-nama kuliner di Kota Padang, di antaranya 1) pengekalan dua huruf pertama komponen pertama dan pengekalan suku kata pertama komponen terakhir, 2) pengekalan tiga huruf pertama komponen pertama dan pengekalan suku kata terakhir komponen terakhir, 3) pengekalan seutuhnya kata pertama pada komponen pertama dan pengekalan suku kata terakhir pada komponen terakhir, 4) pengekalan suku kata terakhir komponen pertama dan pengekalan tiga huruf pertama komponen terakhir, 5) pengekalan suku kata terakhir komponen pertama dan komponen terakhir, serta pengekalan suku kata pertama komponen kedua. Hasil analisis akronim dan proses pembentukan akronim dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan akronim semakin beragam dan variatif seiring dengan berkembangnya zaman
FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI UPAH TENAGA KERJA TERDIDIK DI INDONESIA: STUDI KASUS SAKERNAS TAHUN 2023
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan faktor- faktor yang mempengaruhi kecenderungan upah tenaga kerja terdidik di Indonesia. Data yang digunakan bersumber dari Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) periode Agustus 2023 dan dianalisis melalui metode kuantitatif dengan pendekatan regresi logistik biner. Pendidikan, status pekerjaan, jenis kelamin, umur, jumlah jam kerja, pengalaman kerja, pelatihan kerja, penggunaan internet, dan klasifikasi tempat tinggal berperan sebagai variabel independen dan upah tenaga kerja terdidik berperan sebagai variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan, status pekerjaan, jenis kelamin, umur, jumlah jam kerja, pelatihan kerja, penggunaan internet, dan klasifikasi tempat tinggal memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap peluang tenaga kerja terdidik untuk memperoleh upah di atas rata- rata UMP. Sementara itu, pengalaman kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap peluang tenaga kerja untuk memperoleh upah di atas rata- rata UMP. Karakteristik tenaga kerja terdidik yang menerima upah di atas rata- rata UMP adalah tenaga kerja dengan tingkat pendidikan tinggi, memiliki status pekerjaan sebagai pekerja formal, berjenis kelamin laki- laki, kelompok umur dewasa yaitu 25 tahun ke atas, memiliki jumlah jam kerja lebih dari 35 jam dalam seminggu, memiliki pengalaman kerja, mengikuti pelatihan kerja dan mendapatkan sertifikat, menggunakan internet dalam pekerjaan, serta tinggal di wilayah perkotaan.
Kata Kunci: Upah Tenaga Kerja, Tenaga Kerja Terdidik, Sakernas, Regresi Logistik, UMP
Evaluasi Parameter Keselamatan Pentanahan Gardu Induk 275 kV Payakumbuh Berdasarkan Standar IEEE Std 80-2000 Menggunakan Perangkat Lunak CYMGrd
Sistem pentanahan berperan penting dalam menjaga keselamatan operasional gardu induk, khususnya dalam melindungi personel dan peralatan dari risiko arus gangguan. Penelitian ini mengevaluasi sistem pentanahan Gardu Induk 275 kV Payakumbuh berdasarkan standar IEEE Std. 80-2000 menggunakan perangkat
lunak CYMGrd. Evaluasi terhadap sistem eksisting menunjukkan bahwa meskipun parameter tegangan langkah, kenaikan potensial tanah (Ground Potential Rise/GPR), dan resistansi pentanahan masih berada dalam batas aman, nilai tegangan sentuh sebesar 1019.6 V melebihi ambang batas yang diizinkan.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan simulasi terhadap tiga metode perbaikan secara terpisah, yaitu penambahan mesh, penambahan elektroda batang (rod), dan peningkatan kedalaman grid. Di antara ketiganya, penambahan mesh menunjukkan performa distribusi tegangan sentuh terbaik, meskipun belum sepenuhnya menurunkan nilainya ke bawah batas aman. Solusi paling efektif diperoleh dari kombinasi penambahan mesh dengan peningkatan ketebalan lapisan permukaan (surface layer thickness) dari 0.1 m menjadi 0.15 m, yang berhasil menurunkan seluruh parameter keselamatan, termasuk tegangan sentuh, hingga berada dalam batas yang ditentukan standar. Dengan demikian, penelitian
ini berhasil menentukan strategi optimasi sistem pentanahan yang lebih aman dan sesuai standar keselamatan internasional
Optimasi Ekstraksi Nilam (Pogostemon cablin Benth.) dengan Microwave Assisted Extraction (MAE) Berdasarkan Perbedaan Ukuran Partikel dan Pengaturan Daya Ekstraksi
Minyak nilam (Pogostemon cablin Benth.) merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia yang memiliki nilai jual tinggi di pasar internasional. Namun, tantangan utama dalam proses ekstraksi minyak nilam adalah rendahnya rendemen, mutu minyak yang belum sesuai standar, serta konsumsi energi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses ekstraksi minyak nilam menggunakan MAE dengan mengkaji pengaruh pengecilan partikel bahan baku dan daya ekstraksi terhadap rendemen, mutu, serta efisiensi ekonomi dengan RAL faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran partikel dan daya ekstraksi berpengaruh signifikan terhadap rendemen dan mutu minyak yang menghasilkan model regresi: y = 4,673 + 0,040x₁ − 0,001x₂ serta R2 = 0,5983. Kombinasi partikel kasar dan daya 800 Watt menghasilkan rata-rata rendemen tertinggi sebesar 4,88%. Perlakuan partikel halus dengan daya 700 Watt menghasilkan warna minyak terbaik dengan frekuensi warna kuning tertinggi, sementara partikel halus pada daya 800 Watt menghasilkan kadar patchouli alcohol tertinggi sebesar 39,14%. Seluruh perlakuan menghasilkan kadar patchouli alcohol yang melebihi standar minimum SNI (30%). Dari sisi ekonomi, kombinasi partikel kasar dan daya 800 Watt memberikan rata-rata biaya pokok produksi terendah sebesar Rp8.716,53/ml. Berdasarkan aspek teknis dan ekonomi, kombinasi partikel kasar dan daya 800 Watt dikatakan sebagai perlakuan optimal dalam ekstraksi minyak nilam menggunakan MAE
APLIKASI “MALA” SEBAGAI PREDIKSI PENINGKATAN BERAT BADAN PADA KEHAMILAN DI KABUPATEN DELI SERDANG
Prevalensi kenaikan berat badan tidak sesuai rekomendasi masih tinggi terjadi di Kabupaten Deli Serdang, ketidaksesuaian ini berdampak buruk bagi kesehatan ibu dan janin, meskipun pemantauan berat badan ibu hamil melalui pelayanan Ante Natal Care sudah dilakukan secara rutin, pelaksanaan konseling kehamilan belum berjalan optimal. Konseling masih terbatas pada penggunaan buku KIA tanpa alat bantu lain untuk itu butuh adanya alat bantu berupa aplikasi dan modul yang dapat membantu untuk peningkatan berat badan sesuai rekomendasi diawal kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi MALA sebagai alat bantu prediksi peningkatan berat badan selama kehamilan di Kabupaten Deli Serdang. Desain penelitian ini adalah mixed methods dengan tahapan ADDIE. Tahap analysis menunjukkan bahwa peningkatan berat badan ibu hamil rata – rata 12,32 kg ± 2,88 dan berdasarkan analisis korelasi bahwa variabel usia, asupan energi, protein, lemak, karbohidrat, aktivitas fisik, pengetahuan, dukungan keluarga dan IMT berhubungan dengan peningkatan berat badan ibu hamil dengan nilai P-Value < 0,05 dan asupan energi merupakan faktor yang paling dominan dalam memengaruhi peningkatan berat badan ibu hamil (β = 0, 729; B = 0,002; p = 0,000), tahap develovment mencakup penyusunan blueprint aplikasi dan modul edukasi sebagai panduan edukasi bagi bidan, aplikasi MALA dan modul yang telah dikembangkan dilakukan uji coba aplikasi kepada 90 orang ibu hamil dan modul kepada 30 orang bidan pada uji coba modul dengan hasil 56,7% peningkatan berat badan tidak sesuai rekomendasi dan terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap bidan sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan modul (p = < 0,001), uji efektivitas aplikasi MALA dilakukan dengan hasil layak untuk digunakan. Aplikasi ini berpotensi diterapkan secara luas pada ibu hamil trimester pertama, calon pengantin, wanita usia subur dan bidan untuk deteksi dini dan dapat menjadi strategi efektif untuk membantu ibu hamil mencapai kenaikan berat badan ideal sesuai rekomendasi
Perancangan Sistem Pelumasan Kiln Menggunakan Siemens S7-1500 di PT Semen Padang
Kiln merupakan komponen fundamental dalam proses pembuatan semen. Bagian-bagian penting pada kiln seperti tyre dan drive gear membutuhkan pelumasan yang optimal. Sistem pelumasan kiln di PT Semen Padang saat ini adalah dengan menyemprotkan pelumas ke gear kiln sebanyak 40 kali dalam durasi 40 detik, dan sistem ini kembali aktif setiap 10 menit. Namun, pelumasan ini kurang efektif ketika kiln berputar pada kecepatan 1 rpm, karena hanya sebagian kecil gear yang menerima pelumas. Sebagai solusi, peneliti membuat rancangan sistem otomatisasi pelumasan menggunakan PLC Siemens S7-1500 dan Human Machine Interface (HMI). Perancangan program PLC menggunakan bahasa Function Block Diagram (FBD) dan software TIA Portal. Pengujian sistem difokuskan pada proses pelumasan dan pemantauan tangki, untuk memastikan bahwa fungsi start/stop serta respon terhadap kondisi gangguan berjalan sesuai dengan parameter yang telah ditetapkan. Visualisasi HMI juga dikembangkan untuk memantau status peralatan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa baik program PLC maupun HMI berfungsi dengan baik, di mana peralatan bekerja dan berhenti sesuai dengan logika program yang telah dirancang. HMI mampu melakukan pemantauan secara real time selama proses normal, saat terjadi gangguan, maupun dalam kondisi darurat
EKSPRESI miR-210, KADAR HIF-1α, KADAR MMP-2 DAN KADAR ROS PADA KEHAMILAN NORMAL DINI, KEHAMILAN NORMAL LANJUT, KEHAMILAN DENGAN PREEKLAMPSIA AWITAN DINI,DAN KEHAMILAN DENGAN PREEKLAMPSIA AWITAN LAMBAT
ABSTRAK
EKSPRESI miR-210, KADAR HIF-1α, KADAR MMP-2 DAN KADAR ROS PADA
KEHAMILAN NORMAL DINI, KEHAMILAN NORMAL LANJUT, KEHAMILAN
DENGAN PREEKLAMPSIA AWITAN DINI, DAN KEHAMILAN DENGAN
PREEKLAMPSIA AWITAN LAMBAT
Nelvianti Nelson
Preeklampsia merupakan komplikasi kehamilan serius yang ditandai oleh
hipertensi dan disfungsi organ, dengan mekanisme patogenesis yang belum sepenuhnya
dipahami. Faktor molekuler seperti microRNA-210 (miR-210), hypoxia-inducible
factor 1-alpha (HIF-1α), reactive oxygen species (ROS), dan matrix metalloproteinase2 (MMP-2) diduga berperan penting dalam regulasi angiogenesis, stres oksidatif, dan
remodeling jaringan selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
ekspresi miR-210, HIF-1α, ROS, dan MMP-2 pada berbagai kondisi kehamilan, yaitu
kehamilan normal awal, kehamilan normal lanjut, preeklampsia dini, dan preeklampsia
lambat.
Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan
pendekatan cross-sectional. Sampel diperoleh dari wanita hamil yang memenuhi
kriteria inklusi pada masing-masing kelompok. Ekspresi miR-210 dianalisis
menggunakan RT-qPCR, sedangkan kadar HIF-1α, ROS, dan MMP-2 diukur melalui
metode ELISA dan spektrofotometri sesuai protokol standar. Analisis statistik
dilakukan untuk mengevaluasi perbedaan ekspresi antar kelompok.
Hasil: Ekspresi miR-210 ditemukan lebih tinggi pada PEAD dibandingkan
dengan kehamilan
normal dini (usia kehamilan 20-34 minggu), namun dari uji statistik tidak
didapatrkan perbedaan bermakna (p>0,05). Kadar HIF-1 α lebih tinggi pada kelompok
PEAL dibandingkan dengan kelompok hamil normal lanjut serta pada kelompok hamil
normal dini dibandingkan dengan kelompok hamil normal lanjut. Tidak didapatkan
perbedaan bermakna kadar MMP-2 pada kehamilan normal dini dengan lanjut.
Terdapat perbedaan bermakna kadar ROS pada semua kelompok sampel kecuali pada
kelompok sampel hamil normal dini dengan lanjut.
Kesimpulan: Tingginya ekspresi miR-210 pada PEAD dibandingkan dengan
PEAL mempertegas peran miRNA-210 pada kegagalan remodeling arteri
uterina.Perbedaan kadar HIF-1α pada PEAL dengan hamil normal lanjut serta antara
hamil normal dini dengan normal lanjut menunjukkan kadarnya tidak dipengaruhi oleh
remodeling arteri spiralis, sebaliknya sangat dipengaruhi oleh usia kehamilan ( penuaan
plasenta). Hasil pengukuran terhadap MMP-2 menunjukkan tidak ada peran MMP2
pada maternal preeklampsia. Hasil pengukuranROS menunjukkan ROS tidak
dipengaruhi sama sakali oleh usia kehamilan, murni muncul sebagai akibat dari
hipoksia
Metode Variasi Ketidakseimbangan Beban Terhadap Rugi-Rugi Daya Pada Saluran Jaringan Tegangan Rendah PT.PLN Painan
Ketidakseimbangan beban merupakan permasalahan umum yang terjadi pada sistem distribusi tenaga listrik, khususnya pada jaringan tegangan rendah (JTR), dan berdampak signifikan terhadap rugi-rugi daya dan penurunan kualitas pasokan listrik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ketidakseimbangan beban terhadap rugi-rugi daya pada saluran distribusi tegangan rendah di PT PLN Painan. Metodologi yang digunakan melibatkan pengambilan data arus beban pada berbagai transformator di Feeder Batang Kapas, baik pada kondisi Beban Puncak maupun Non-Beban Puncak, serta pemodelan sistem menggunakan perangkat lunak ETAP untuk mensimulasikan kondisi ideal (beban seimbang). Hasil pengukuran menunjukkan bahwa sebagian besar transformator mengalami ketidakseimbangan beban di atas batas toleransi standar IEEE sebesar 5%. Ketidakseimbangan ini menghasilkan arus netral yang signifikan dan menyebabkan rugi-rugi daya yang cukup besar pada konduktor fasa dan konduktor netral. Perhitungan juga menunjukkan adanya kerugian materiil yang disebabkan oleh energi yang hilang dalam proses distribusi akibat ketidakseimbangan tersebut. Simulasi dalam kondisi seimbang menggunakan ETAP menunjukkan bahwa rugi-rugi daya dapat ditekan secara signifikan apabila distribusi beban dilakukan secara proporsional antar fasa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemantauan dan penyeimbangan beban secara berkala sangat diperlukan untuk meningkatkan efisiensi energi dan kualitas daya pada sistem distribusi tegangan rendah, serta dapat mengurangi kerugian operasional yang ditanggung oleh penyedia energi listrik