74254 research outputs found
Sort by
Profil Pasien Nefritis Lupus di RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2023-2024
Nefritis lupus adalah suatu bentuk glomerulonefritis yang dapat terjadi pada pasien lupus sistemik eritematosus, dan merupakan salah satu manifestasi organ yang paling umum dan parah dari LES, yang mempengaruhi lebih dari 50% pasien. Nefritis lupus dapat menyebabkan kerusakan ginjal permanen, yang apabila tidak diterapi dengan tepat mengakibatkan pasien jatuh dalam kondisi End-Stage Renal Disease (ESRD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pasien nefritis lupus di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada tahun 2023-2024.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian ini adalah pasien nefritis lupus di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada bulan Januari 2023 – Agustus 2024 dengan jumlah sampel 74 pasien berdasarkan data dari rekam medis. Data rekam medis dikumpulkan dengan metode total sampling.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas pasien adalah perempuan (91,9%), dengan rentang usia antara 18-25 tahun (39,1%), dan merupakan pelajar/mahasiswa (25,7%). Durasi penyakit pasien terbanyak <5 tahun (78,4%), dengan manifestasi klinis yang paling sering ditemukan adalah proteinuria (98,6%). Berdasarkan hasil ANA Profile, temuan paling umum adalah dsDNA positif (17,6%) dan pemeriksaan protein urin paling banyak menunjukkan hasil +3 (50%). Pilihan terapi yang paling sering diberikan berupa kombinasi glukokortikoid dengan AZA/CYC/MMF (44,6%), sementara itu, sebagian besar luaran pasien adalah hidup (71,6%).
Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas pasien nefritis lupus di RSUP Dr. M. Djamil Padang adalah perempuan pada usia produktif. Terapi yang paling sering diberikan adalah kombinasi glukokortikoid dengan AZA/CYC/MMF. Sebagian besar pasien menunjukkan prognosis yang baik dengan tingkat kelangsungan hidup yang tinggi
Hubungan antara Genotype Human Papillomavirus dengan Tipe Histopatologi pada Kanker Serviks
Keganasan pada serviks disebabkan terutama oleh infeksi dari Human Papillomavirus yang ditransmisikan melalui hubungan seksual. Genotype HPV yang paling erat kaitannya dengan kejadian kanker serviks ialah tipe dari high risk HPV, dengan estimasi 70% kasus diakibatkan oleh HPV 16 dan HPV 18. Terdapat 2 tipe histopatologi yang sering didiagnosis pada kanker serviks, yaitu tipe Squamous Cell Carcinoma (SCC) dan Adenocarcinoma (ADC). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan terdapatnya hubungan yang signifikan antara tipe genotype HPV tertentu dengan tipe histopatologi pada kanker serviks.
Terdapat 43 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi pada penelitian potong lintang ini. Sampel berupa jaringan kanker serviks dari blok parafin dari tahun 2022-2024, dengan tipe SCC atau ADC, dilakukan ekstraksi DNA yang kemudian diuji menggunakan metode PCR untuk mendeteksi genotipe HPV pada sampel.
Hasil dari penelitian ini, diperoleh tipe genotype dengan frekuensi tertinggi yaitu HPV 16 (42%) serta tipe histopatologi tersering yaitu squamous cell carcinoma (83,7%). Hasil uji bivariat dengan metode Fisher’s exact antara tipe genotipe HPV tertentu terhadap tipe histopatologi kanker serviks, diperoleh p-value > 0.05.
Genotipe terbanyak yang terdeteksi ialah HPV 16, serta tipe SCC sebagai tipe histopatologi tersering didiagnosis pada penelitian ini. Akan tetapi, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara genotipe HPV tertentu dengan tipe histopatologi pada kanker serviks. Diharapkan penelitian lebih lanjut dapat dikerjakan pada sampel berupa jaringan segar dari kanker serviks serta jumlah genotipe yang lebih banyak sehingga diperoleh hasil yang lebih representatif
GAMBARAN KADAR THYROID STIMULATING HORMONE, BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR DAN USIA GESTASI PADA NEONATUS YANG DILAKUKAN SKRINING HIPOTIROID KONGENITAL
ABSTRAK
GAMBARAN KADAR THYROID STIMULATING HORMONE, BERAT
BADAN BAYI BARU LAHIR DAN USIA GESTASI PADA NEONATUS
YANG DILAKUKAN SKRINING HIPOTIROID KONGENITAL
Oleh
Agung Yudha Nugraha, Dwi Yulia, Rahmatini, Efrida, Anggia Perdana
Harmen, Dessy Arisanty
Hipotiroid kongenital adalah suatu kondisi defisiensi hormon tiroid bawaan
yang dapat menyebabkan kecacatan fisik dan retardasi mental. Kejadian hipotiroid
kongenital sangat jarang menunjukkan manifestasi klinis pada saat bayi baru lahir,
sehingga sangat penting dilakukan skrining untuk mencegah keterlambatan
diagnosis. Skrining hipotiroid kongenital telah menjadi kebijakan pemerintah yang
dilakukan dengan mengukur kadar thyroid stimulating hormone (TSH). Kadar TSH
pada neonatus dapat dipengaruhi oleh berat badan bayi baru lahir dan usia gestasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar TSH, berat badan bayi
baru lahir dan usia gestasi pada neonatus yang dilakukan skrining hipotiroid
kongenital.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional menggunakan
data sekunder kertas skrining hipotiroid kongenital. Sampel berjumlah 1000
neonatus yang didapat menggunakan teknik consecutive-sampling. Data dianalisis
secara univariat dan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi.
Hasil penelitian menunjukkan semua neonatus memiliki hasil pemeriksaan
kadar TSH normal (< 20 mU/L). Kelompok bayi yang dilakukan skrining paling
banyak terdapat pada kelompok bayi dengan berat badan baru lahir normal (87,5%),
dan usia kelahiran bayi cukup bulan (93,2%). Kadar TSH bervariasi berdasarkan
berat badan lahir dan usia gestasi.
Simpulan dari penelitian adalah sebagian besar neonatus yang dilakukan
skrining hipotiroid kongenital memiliki kadar TSH normal, berat badan lahir
normal dan usia gestasi cukup bulan.
Kata kunci: neonatus, skrining hipotiroid kongenital, thyroid stimulating hormone,
berat badan bayi baru lahir, usia gestasi
Gambaran Transepidermal Water Loss, Skin Capacitance dan Sebum Pada Akne Vulgaris Berdasarkan Face Mapping Zone
Akne vulgaris adalah kondisi dermatologis umum yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk perubahan fungsi kulit di berbagai zona wajah. Salah satu faktor penting dalam patogenesis akne vulgaris adalah disfungsi barrier kulit, yang ditandai oleh peningkatan Transepidermal Water Loss (TEWL), penurunan skin capacitance, dan produksi sebum yang tidak seimbang. Face mapping zone. mengklasifikasikan kulit wajah ke dalam delapan area, yaitu dahi, pelipis, mata, hidung, daerah bibir atas, bibir bawah, pipi, dan dagu, sehingga memungkinkan analisis lebih spesifik terhadap kondisi kulit akne pada setiap zona. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat, TEWL, skin capacitance dan kadar sebum pada kulit mahasiswa Prodi Kedokteran Universitas Andalas angkatan 2021-2023 yang mengalami akne vulgaris berdasarkan face mapping zone.
Penelitian ini merupakan penelitian analitik deskriptif observasional dengan menggunakan data primer pasien akne vulgaris dengan teknik pengambilan constituve sampling. Pada periode ini tercatat 92 pasien memenuhi kriteria inklusi lalu diperiksa menggunakan alat Corneometer, Tewameter dan Sebummeter data yang ada kemudian diolah dan selanjutnya ditampilkan dalam bentuk table deskriptif.
Penelitian menunjukkan bahwa mayoritas subjek penelitian adalah perempuan berusia 21 tahun. Sebagian besar subjek mengalami peningkatan TEWL area wajah seperti bibir, dahi, hidung, dan dagu. Penurunan Skin Capacitance terutama terjadi di area bibir, hidung, dan pipi. Sebagian besar subjek juga mengalami peningkatan kadar sebum di area hidung, dagu, dan dahi.
Pada Penelitan ini didapatkan bahwa pada kulit akne banyak terjadi pada perempuan dan pada daerah dahi, hidung dan dagu terjadi peningkatan TEWL, penurunan skin capacitance dan peningkatan kadar sebu
IMPLEMENTASI GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG) PADA BADAN USAHA MILIK DAERAH (BUMD) PT. BANK NAGARI PROVINSI SUMATERA BARAT
Penelitian ini membahas bagimana penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bank Nagari di Provinsi Sumatera Barat dan implikasinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Keberhasilan penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) pada PT. Bank Nagari berhasil menjadikan PT. Bank Nagari sebagai penyumbang deviden utama dari hasil Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik implementasi prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bank Nagari di Sumatera Barat serta implikasinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2023. Penelitian ini menggunakan teori Good Corporate Governance (GCG), dengan penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) meliputi transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, independensi dan kewajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) di PT. Bank Nagari telah memberikan kontribusi yang baik terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Provinsi Sumatera Barat. Transparansi diwujudkan melalui laporan keuangan yang akurat dan terbuka bagi para pemangku kepentingan. Akuntabilitas Bank Nagari ditunjukkan dalam pertanggungjawaban kepada pemegang saham, khususnya pemerintah daerah, pertanggungjawaban dilaksanakan melalui kepatuhan terhadap peraturan. Sedangkan independensi dijaga melalui pemisahan yang jelas antara fungsi manajerial dan pengawasan. Prinsip kewajaran memastikan perlakuan yang adil bagi semua pemangku kepentingan. Penerapan Good Corporate Governance (GCG) berdampak positif terhadap kinerja Bank Nagari dan meningkatkan kontribusinya terhadap PAD Sumatera Barat, sekaligus memperkuat peran bank dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah
IMPLEMENTASI PEMBANGUNAN FISIK PADA RPJMNag NAGARI PELANGAI KECAMATAN RANAH PESISIR KABUPATEN PESISIR SELATAN TAHUN 2021-2022
Pembangunan nagari adalah salah satu aspek penting yang diselenggarakan oleh pemerintah nagari untuk meningkatkan ekonomi masyarakat nagari. Pembangunan merupakan proses perubahan yang direncanakan berbagai aspek kehidupan masyarakat. Seiring perkembangan dan kemajuan zaman pembangunan selalu menjadi hal yang sangat diprioritaskan oleh pemerintah untuk kemajuan daerah atau nagari masing-masing. Banyak tantangan atau faktor yang dihadapi oleh pemerintah nagari dalam melaksanakan pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan implementasi pembangunan fisik pada RPJMNag yang ditinjau berdasarkan konsep pembangunan di Nagari Pelangai Kecamatan Ranah Pesisir Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2021-2022. Penelitian ini menggunakan teori Gow dan Morse (2008) yang menjelaskan 4 indikator yaitu hambatan politik, hambatan institusi, ketidak mampuan sumber daya manusia di bidang teknis dan administratif, serta perbedaan agenda tujuan aktor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan dipilih mengunakan purposive sampling. Peneliti menggunakan pengumpulan data primer dan sekunder. Hasil dari penelitian ini menujukan bahwa pemerintah nagari telah mencapai program-program pembangunan fisik pada RPJMNag Nagari Pelangai Tahun 2021-2022. Selain itu pemerintah nagari juga bekerja sama dengan lembaga institusi dalam meningkatkan pembangunan fisik pada RPJMNag dalam nagari. Dalam sumber daya manusia di bidang teknis dan administratif cukup baik sehingga tidak mengalami kesulitan dalam mengurus prosedur yang dibutuhkan nagari dan masyarakat. Selain itu terdapat faktor terhambatnya pembangunan nagari yang mengalami keterlambatan yang diakibatkan pergantian pemerintah nagari sehingga agenda yang disusun dalam perencanaan pembangunan mengalami penundaan waktu untuk dilaksanakannya pembangunan dalam Nagari Pelangai.
Kata Kunci : Pembangunan Nagari, Implementasi pembangunan fisik Pada RPJMNag, Nagari Pelangai Kecamatan Ranah Pesisir
Partisipasi Anggota Kelompok Wanita Tani dalam Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Di Kelurahan Lubuk Minturun Kecamatan Koto Tangah Kota Padang
Ketersediaan pangan di Indonesia harus diperhatikan mengingat banyaknya masyarakat yang terus mengalami pertambahan penduduk, sehingga memberikan tuntutan untuk mampu menjamin ketersediaan kebutuhan pangan. Oleh karena itu upaya yang dilakukan pemerintah dalam memaksimalkan kebutuhan pangan adalah melalui P2L. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Lubuk Minturun Kecamatan Koto Tangah Kota Padang dengan tujuan untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh KWT Lubuk Ramang dalam program P2L pada tahap pengembangan tahun 2022 di Kelurahan Lubuk Minturun Kecamatan Koto Tangah Kota Padang dan mengukur tingkat partisipasi anggota KWT Lubuk Ramang dalam program P2L pada tahap pengembangan tahun 2022 di Keluruhan Lubuk Minturun Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan cara sensus. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh KWT Lubuk Ramang dalam program P2L mulai dari sarana pembibitan, penanaman, pengembanga demplot, dan penanganan pasca panen. Partisipasi anggota KWT Yang diamati dari keikutsertaan anggota KWT dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, pemanfaataan hasil serta monitoring dan evaluasi berada pada kategori tinggi
PENGARUH CITRA MEREK DAN DESAIN KEMASAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN (Studi Kasus Pada Konsumen Produk Susu Ultra High Temperature(UHT) Pada Swalayan Budiman Sawahan)
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh citra merek
dan desain kemasan terhadap keputusan pembelian susu Ultra High
Temperatur (UHT) di Swalayan Budiman Sawahan Kota Padang.
Penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 9 September - 30
Semtember 2024. Metode penelitian adalah survei dengan jumlah
sampel 100 responden. Teknik yang digunakan dalam pengambilan
sampel adalah purposive sampling. Metode analisis data menggunakan
Structural Equation Model (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS)
dengan bantuan program SmartPLS versi 3.2.9. Hasil penelitian
berdasarkan analisis koefisien determinasi diperoleh R-Square sebesar
0,59 artinya bahwa variabel cita merek dan desain kemsan 59%
mempengaruhi keputusan pembelian susu UHT. Hasil penelitian
menunjukkan citra merek mempengaruhi konsumen terhadap
keputusan pembelian susu UHT dengan p value 0,001, kualitas merek
memberikan pengaruh yang tinggi terhadap citra merek sebanyak 52
orang. Desain kemasan mempengaruhi keputusan pembelian susu UHT
dengan nilai p value 0,009 lebih kecil dari 0,05, daya tarik kemasan
memberikan pengaruh yang tinggi terhadap desain kemasan sebanyak
56 orang dalam keputusan pembelian susu UHT konsumen di
Swalayan Budiman Sawahan
HALAL VALUE CHAIN EVALUATION OF LEATHER CRAFT PRODUCTION AT MINANG KAYO
Along with the progress of the times, halal certification has become an ob-ligation, not only in the food industry but also in the fashion industry, which is now required to have halal certification. Law Number 33 of 2014, Article 4, stipu-lates that every product entering and circulating in Indonesia must have halal cer-tification. These products include leather crafts as utilitarian goods that are re-quired to be halal-certified. This is also regulated in Government Regulation Number 31 of 2019, Article 1, Paragraph 2, which states that utilitarian goods are among the products required to be halal-certified. The phased implementation of halal certification for utilitarian goods began on October 17, 2021, and will con-tinue until October 17, 2026. Halal certification for fashion also includes leather crafts. The Minang Kayo Leather Center was the site of this research to implement a halal value chain to produce halal-certified leather crafts. The need for Minang Kayo to obtain halal certification arises because it aims to strengthen its brand identity as a halal product to attract more customers both domestically and inter-nationally. Additionally, it serves as halal souvenirs for tourists visiting West Su-matra, as the province is being developed as a halal tourism destination.
The evaluation of the halal value chain in this study used the Halal Critical Control Point (HCCP) method to identify haram (prohibited) elements in key ac-tivities and provide improvement recommendations. Based on data collection and processing, 14 critical points of haram risk in the products were identified, stem-ming from processes, facilities, as well as tools and materials used during the pro-duction of leather crafts at Minang Kayo. The potential haram materials found in-cluded pork fat, impurities (najis), pork gelatin, and pork oil. The design of an HCCP plan was developed in this study to prevent the contamination of haram and najis substances in the products. The plan was designed for the 14 critical points of haram risk. Documentation and record-keeping plans were also devel-oped to control these critical points, including forms for raw material acceptance, facility cleanliness, finished product delivery, tool halal status, records of haram critical points, and value chain check sheets. Based on the halal value chain evalu-ation, it was found that one of the four forms reviewed was rejected, specifically the raw material acceptance form. This rejection occurred because the raw materi-als received from the supplier did not have halal certification
Hubungan Adverse Childhood Experiences (ACEs) dengan Kecenderungan Kejadian Depresi pada Remaja di SMAN 4 Kota Padang Tahun 2024
Kejadian depresi pada remaja mengalami peningkatan setiap tahunnya, termasuk juga di Indonesia. Salah satu faktor penyebab terjadinya depresi adalah pengalaman buruk masa kecil atau disebut Adverse Childhood Experiences (ACEs). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan Adverse Childhood Experiences (ACEs) dengan kecenderungan kejadian depresi pada remaja di SMAN 4 Padang. Jenis penelitian kuantitatif menggunakan desain cross-sectional. Sampel penelitian ini siswa kelas X, XI dan XII sebanyak 290 respoden dengan menggunakan teknik proporsional random sampling. Pengambilan data dilakukan pada bulan September 2024. Instrumen yang digunakan Adverse Childhood Experiences Questionnere (ACE-Q) dan Beck Depression Inventory-II (BDI-II). Data dianalisis menggunakan chi-square. Hasil penelitian didapatkan 51,0% remaja mengalami ACEs, 36% mengalami gejala depresi ringan, 14,5% mengalami gejala depresi sedang, dan 4,1% mengalami gejala depresi berat. Diketahui adanya hubungan yang signifikan antara ACEs dengan kecenderungan kejadian depresi pada remaja dengan p-value <0,05. Diharapkan pihak sekolah melaksanakan program Technical Packages sevagai Upaya pencegahan dampak ACEs serta bekerja sama dengan pelayanan kesehatan untuk melakukan sosialisasi kesehatan mental