74254 research outputs found
Sort by
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN EKSTRAK DAUNANDONG (Cordyline fruticosa (Linnaeus) A. Cheval). TERHADAP MORTALITAS KEONG MAS (Pomacea canaliculata Lamarck) PADA TANAMAN PADI SAWAH (Oryza sativa Linnaeus)
Daun andong (Cordyline fruticosa (Linnaeus) A. Cheval) merupakan salah satu
tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati. Daun andong
memiliki kandungan senyawa saponin sehingga berpotensi sebagai moluskisida
nabati. Penyimpanan moluskisida nabati sangat bermanfaat bagi petani untuk
menghemat waktu dan biaya, serta dapat digunakan untuk lahan yang luas secara
efisien. Namun moluskisda nabati yang disimpan lama, akan menurunkan daya
toksik terhadap keong mas. Lama penyimpanan merupakan salah satu faktor
penentu efektif atau tidaknya suatu moluskisida nabati. Penelitian ini bertujuan
untuk menentukan lama penyimpanan ekstrak andong yang masih efektif dalam
pengendalian keong mas (Pomacea canaliculata Lamarck). Penelitian
dilaksanakan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Andalas
menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan
dan 4 ulangan. Perlakuan adalah lama penyimpanan ekstrak daun andong dengan
konsentrasi 10 g/l yaitu: Kontrol, 2 , 24, 72, 120, dan 168 jam. Data dianalisis
dengan sidik ragam, dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan’s New Multiple
Range Test (DNMRT) pada taraf 5%. Parameter pengamatan adalah mortalitas
keong mas, persentase rumpun terserang dan intensitas serangan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa lama penyimpanan ekstrak daun andong sampai 24 jam
masih efektif menyebabkan kematian keong mas. Lama penyimpanan 2 dan 24
jam menyebabkan mortalitas sebesar 85-95% dengan persentase rumpun terserang
dan intensitas serangan yang rendah
MANAJEMEN KOMUNIKASI FORUM BATAJAU DALAM UPAYA MELESTARIKAN KESENIAN DAERAH (Studi Kasus Festival Batajau Seni Pariaman)
Forum Batajau Seni Pariaman merupakan komunitas seni kolektif yang memiliki misi pelestarian kesenian di Kabupaten Padang Pariaman. Perkembangan seni budaya merupakan bentuk keresahan yang bertranformasi menjadi tujuan Forum Batajau Seni dalam mengembalikan kesenian kembali ke masyarakat sebagai pemilik kesenian. Kepemilikan ini mendasari identitas sosial yang dibentuk sebuah produk kesenian yang tumbuh dan berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam upaya Forum Batajau Seni Pariaman melakukan pelestarian kesenian dengan menjadikan Festival Batajau Seni sebagai wadah serta bentuk kegiatan yang dilakukan dalam Festival Batajau. Penelitian ini menggunakan teori identitas sosial untuk membahasnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan paradigma konstruktivis. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen komunikasi yang dilakukan oleh Forum Batajau Seni telah memiliki andil dalam bentuk inovasi kesenian yang memiliki kebaharuan. Keberadaan teori identitas sosial menjadi penting dalam pengemasan pesan yang disampaikan dalam bagian diskusi seni dan orasi seni, karena dengan konsep teori identitas sosial ini memberikan pemahaman kepada masyarakat selaku pemilik sebuah produk kesenian yang menjadi identitas kedaerahan yang mencerminkan keberagaman
GAMBARAN TINGKAT PENCAPAIAN KOMPETENSI DALAM PENEGAKAN DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN PENYAKIT OLEH MAHASISWA KEPANITERAAN KLINIK DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS
Kepaniteraan klinik merupakan tahap yang ditempuh mahasiswa kedokteran setelah menyelesaikan program sarjana kedokterannya. Kepaniteraan klinik merupakan wadah untuk mengasah kemampuan mahasiswa dalam memanajemen pasien di lingkungan klinis yang nyata agar siap menjadi dokter yang kompeten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pencapaian kompetensi mahasiswa kepaniteraan klinik dalam penegakan diagnosis dan penatalaksanaan penyakit.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional study. Dari 224 mahasiswa kepaniteraan klinik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas yang mengikuti 4 stase besar periode 12 Agustus-14 Oktober 2024, hanya 150 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi diambil dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dengan kuesioner self assessment terhadap kompetensi penegakan diagnosis dan penatalaksanaan penyakit level 3 dan 4 berdasarkan SKDI 2012. Analisis data menggunakan analisis univariat.
Didapatkan tingkat pencapaian kompetensi pada stase Ilmu Penyakit Dalam diperoleh lebih banyak yang tidak tercapai (43,3%). Pada stase Ilmu Bedah diperoleh lebih banyak penyakit yang tingkat pencapaian kompetensinya hampir tercapai (41,9%). Pada stase Ilmu Kesehatan Anak diperoleh tingkat pencapaian kompetensi lebih banyak tidak tercapai (57,7%). Lalu pada stase Obstetri dan Ginekologi diperoleh tingkat pencapaian kompetensi lebih banyak tidak tercapai (49%).
Tingkat pencapaian kompetensi dalam penegakan diagnosis dan penatalaksanaan penyakit oleh mahasiswa kepaniteraan klinik seluruhnya belum mencapai level kompetensi yang diharapkan
PENGARUH SUPLEMENTASI VITAMIN D3 TERHADAP AKTIVASI NUCLEAR FACTOR-KAPPA B PADA KELENJAR LAKRIMAL TIKUS MODEL DIABETES
Pendahuluan : Diabetes Mellitus (DM) merupakan sindrom metabolik dengan
karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau
keduanya. DM menyebabkan kerusakan lacrimal functional unit (LFU) berupa disfungsi
kelenjar lakrimal dan permukaan okular. NF-κB merupakan gen faktor transkripsi yang
berperan sebagai regulator ekspresi gen sitokin pro-inflamasi, kemokin, molekul adhesi,
enzim pro-inflamasi serta meregulasi proliferasi sel, apoptosis, morfogenesis, dan
diferensiasi sel. Pada kelenjar lakrimal pasien DM dapat ditemukan peningkatan kadar
NF-κB. Vitamin D berperan sebagai imunomodulator dan anti-inflamasi. Pemberian
vitamin D pada kondisi DM berperan dalam mencegah perkembangan komplikasi DM
pada kelenjar lakrimal dengan menginhibisi aktivasi NF-κB dan selanjutnya mengontrol
inflamasi.
Tujuan : Mengetahui pengaruh suplementasi vitamin D3 terhadap aktivasi NF-κB
kelenjar lakrimal tikus model DM.
Metode : Penelitian ini merupakan studi eksperimental terhadap 32 tikus putih galur
Wistar model diabetik yang terbagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan
kelompok perlakuan dengan pemberian vitamin D3 500 IU/kgBB. Kadar NF-κB kelenjar
lakrimal tikus diperiksa dengan metode ELISA. Perbedaan antara kedua kelompok
dianalisa secara statistik menggunakan uji Mann-Whitney U. Kemaknaan hasil uji
berdasarkan nilai p < 0,05.
Hasil : Rerata kadar NF-κB kelenjar lakrimal tikus kelompok kontrol yaitu sebesar
5.0450 ng/mL dan kelompok perlakuan dengan pemberian vitamin D3 500 IU/kgBB
sebesar 3.8607 ngm/L. Kadar NF-κB kelenjar lakrimal kelompok tikus dengan
pemberian vitamin D3 500 IU/kgBB secara signifikan lebih rendah dibandingkan
kelompok tikus kontrol DM (p < 0,001)
Kesimpulan : Pemberian vitamin D3 dosis 500 IU/kgBB/hari dapat menurunkan kadar
NF-κB kelenjar lakrimal tikus model D
PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM RUMAH TANGGA MINANGKABAU (Studi di Kelurahan Gunung Sarik, Kota Padang)
Pada sebuah rumah tangga, seringkali terdapat beragam masalah atau isu yang perlu diselesaikan secara kolektif. Setiap isu yang muncul memerlukan solusi yang harus diambil melalui proses pengambilan keputusan, baik oleh individu yang terlibat maupun secara bersama-sama. Setiap anggota rumah tangga juga memiliki bagian untuk terlibat dalam pengambilan keputusan. penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengambilan keputusan dalam rumah tangga perempuan Minangkabau pada bidang domestik dan publik serta mendeskripsikan pola relasi kuasa pengambilan keputusan dalam rumah tangga perempuan Minangkabau.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan tipe deskripstif. Teknik pengumpulan datanya dengan menggunakan observasi dan wawancara mendalam dengan informan yang dipilih dengan teknik Purposive yaitu pemilihan informan dengan sengaja berdasarkan kriteria-kriteria yang sudah ditentukan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori relasi kuasa Micheal Fouchault.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengambilan keputusan pada masing-masing rumah tangga terdapat perbedaan. Berdasarkan pihak pencari nafkah di bidang domestik, pada rumah tangga suami saja bekerja, istri saja bekeja dan dua rumah tangga suami istri bekerja keputusan dengan kesepakatan bersama dengan pengaruh suami lebih besar, kesepaktan bersama pengaruh istri kebih besar, kesepakatan bersama pengaruh suami istri seimbang dan istri sendiri. Sedangkan dua rumah tangga dengan suami-istri bekerja keputusan berdasarkan kesepakatan bersama dengan pengaruh suami istri seimbang. di bidang publik terbagi menjadi aktivitas produktif dan aktivitas sosial. Pada aktivitas produktif, rumah tangga dengan suami saja bekerja, istri saja bekerja, dan dua informan suami istri bekerja terdapat keputusan dengan kesepakatan bersama dengan pengaruh suami lebih besar, pengaruh istri kebih besar, pengaruh suami istri seimbang dan istri sendiri. Sedangkan pada dua rumah tangga dengan suami istri bekerja keputusan lebih banyak diambil dengan kesepakatan bersama pengaruh suami istri seimbang. Pada aktivitas sosial, keadaan rumah tangga dengan suami saja bekerja, istri saja bekerja, dan suami istri bekerja, untuk mengikuti kegiatan sosial, proses pengambilan keputusan sama dimana keputusan untuk mengikuti kegiatan sosial ditentukan oleh istri sendiri. Tiap rumah tangga memiliki pola relasi kuasa yang berbeda tergantung negosiasi antara suami-istri, berdasarkan akses dan kontrol terhadap sumberdaya dan manfaat, dalam hal akses suami dan istri memiliki akses yang sama atau setara, sedangkan dalam hal kontrol peran istri lebih dominan
HUBUNGAN KADAR SERUM NERVE GROWTH FACTOR DENGAN KEJADIAN NEUROPATI PERIFER PADA PASIEN KEMOTERAPI
ABSTRAK
Latar Belakang: Seiring perkembangan penggunaan kemoterapi pada terapi
kanker, menimbulkan efek samping pada 30-60% pasien yang biasa dikenal dengan
Chemotherapy-Induced Peripheral Neuropathy (CIPN). Penyakit ini dapat
mempengaruhi kadar Nerve Growth Factor (NGF), yang merupakan suatu
neurotropin yang berperan dalam pemeliharaan dan morfologi neuron. Mengetahui
konsentrasi NGF pada pasien yang menjalani kemoterapi, dapat menjadi faktor
dalam menentukan ringan atau beratnya CIPN dan prognosis terapi pada pasien.
Metode: Penelitian observasional dengan desain cross-sectional dilakukan selama
lima bulan yang dimulai dari bulan Juni sampai Oktober 2024. Kami mengambil
tiga cc darah vena untuk pemeriksaan NGF serum dari semua pasien kanker yang
menjalani kemoterapi secara konsekutif sampling. Kejadian neuropati diperiksa
menggunakan skor Toronto Clinical Scoring System (TCSS) dengan uji statistik
Mann Whitney digunakan untuk melihat hubungan NGF dan CIPN.
Hasil: Diantara 60 pasien pada penelitian ini, didapatkan 17 pasien tidak
mengalami CIPN dengan median kadar NGF sebesar 148.91 (82.42 – 470.50).
Sedangkan 43 pasien yang mengalami CIPN memiliki median kadar NGF sebesar
103.26 (23.86-630.80). Hasil analisis statistik memperlihatkan bahwa terdapat
hubungan yang bermakna antara kadar serum NGF dengan kejadian CIPN dengan
nilai kemaknaan (p=0,029).
Kesimpulan: Penelitian ini menunjukan bahwa pasien yang mengalami CIPN
memiliki kadar NGF yang bermakna lebih rendah
Exploring Community Resilience, Emotional Solidarity and Place Attachment for Disaster Preparedness (Case Study: Rural Destination in West Sumatra)
This research aims to explore the role of place attachment in influencing emotional solidarity and its contribution to tourist community resilience. It also seeks to examine the community’s readiness to welcome back visitors after a disaster. This research employs a qualitative approach using interviews with informants who are representatives of the community or individuals directly involved in tourism destinations and disaster mitigation and uses NVivo 14 software for data processing. A total of 15 informants participated, including tourism village management, disaster activists, community representatives, and one validator, The Deputy Governor of West Sumatra (2021-2025). West Sumatra is known as a disaster-prone area. Most of the community has been exposed to mitigation activities for disaster preparedness. However, there is still a sense of fear when a disaster occurs. The local community of West Sumatra still strongly uphold the culture of mutual assistance, especially during disasters. They help each other in the recovery of their living areas and also rely heavily on external support to aid in these recovery efforts
Gambaran Efek Samping Kemoterapi pada Pasien Karsinoma Nasofaring di Bagian THT-KL RS Dr. M.Djamil Padang
Kemoterapi merupakan salah satu terapi utama pada Karsinoma Nasofaring. Pemberian kemoterapi pada karsinoma nasofaring selain dapat meningkatkan kualitas hidup pasien, juga hampir selalu memberikan efek samping yang kurang baik terhadap tubuh. Hal ini disebabkan karena pemberian kemoterapi bersifat tidak spesifik, selain membunuh sel tumor, kemoterapi ini juga dapat menyebabkan toksisitas sistemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran efek samping kemoterapi berdasarkan derajat keparahannya di Bagian THT-KL RS Dr. M. Djamil Padang.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitan ini dilakukan di Poliklinik THT-KL RS Dr. M. Djamil Padang sejak Oktober 2024 – Maret 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 30 pasien karsinoma nasofaring yang sedang menjalani kemoterapi di Bagian THT-KL RS Dr. M. Djamil Padang. Instrumen yang digunakan berupa kuisioner berdasarkan CTCAE (Common Terminology Criteria for Adverse Events) dan data rekam medis di RS Dr. M. Djamil Padang.
Hasil penelitian didapatkan presentase pasien laki-laki sebanyak 63,3%. Kelompok umur terbanyak yaitu dewasa akhir usia 36 – 45 tahun (30%). Efek samping kemoterapi terbanyak yaitu muntah grade 1 (93,3%.). Efek samping kemoterapi grade tertinggi terbanyak yaitu alopesia grade 2 (90%).
Kesimpulan penelitian ini adalah pasien karsinoma nasofaring yang menjalani kemoterapi terbanyak pada jenis kelamin laki-laki dengan kelompok usia terbanyak yaitu dewasa akhir. Efek samping kemoterapi yang paling banyak ditemukan yaitu muntah grade 1. Efek samping kemoterapi dengan grade tertingi terbanyak yaitu alopesia grade 2
GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KELUHAN KEPUTIHAN PADA SISWI ASRAMA SMAN 1 PADANG PANJANG
Keputihan juga dikenal istilah leucorrhoea, white discharge, vaginal discharge, atau flour albus adalah keluarnya cairan kental dari vagina yang bukan merupakan darah. Keputihan dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu keputihan normal atau fisiologis dan keputihan abnormal atau patologis. Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang dan Provinsi Sumatera Barat belum mempunyai catatan mengenai kejadian keputihan pada remaja putri.
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran faktor – faktor yang memengaruhi keluhan keputihan pada siswi asrama SMAN 1 Padang Panjang. Jenis penelitian analitik cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik total sampling dan instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Terdapat 149 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik analisis menggunakan univariat dan bivariat (chi-square).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluhan keputihan terbanyak pada siswi asrama SMAN 1 Padang Panjang adalah keputihan fisiologis (62,4%). Kelompok usia yang paling banyak mengalami keluhan keputihan adalah kelompok usia remaja akhir (98%), siswi yang memiliki keluhan keputihan terbanyak menunjukkan perilaku vulva hygiene yang cukup (54,4%), tidak menggunakan pantyliner (57,9%), tidak menggunakan sabun pembersih kewanitaan(75,8%) dan tingkat stres terbanyak pada siswi asrama yang mengalami keluhan keputihan adalah tingkat stres sedang (81,9%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan bermakna antara vulva hygiene (p-value=0,000) dan penggunaan pantyliner (p-value=0,014) dengan keluhan keputihan. Di sisi lain, tidak ada hubungan antara penggunaan sabun pembersih kewanitaan (p-value=1,000) dan tingkat stres (p-value=0,230) dengan keluhan keputihan
PENGARUH KEY AUDIT MATTERS, AUDIT COMPLEXITY, RASIO AKTIVITAS PERSEDIAAN, AGE OF COMPANY, DAN FEE AUDIT TERHADAP AUDIT DELAY (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2022-2023)
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh Key Audit Matters (KAM), Audit Complexity, Rasio Aktivitas Persediaan, Age of Company, dan Fee Audit terhadap Audit Delay penelitian dilakukan dengan metoda kuantitatif menggunakan analisis regresi linear berganda yang melibatkan 156 sampel yang teridiri dari 78 perusahaan manufaktur tahun 2022-2023 yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil studi ini menunjukkan bahwa audit complexity dan fee audit berpengaruh negatif terhadap audit delay. Temuan tersebut mengimplikasikan bahwa semakin tinggi audit complexity maka audit delay akan semakin redah begitu juga dengan fee audit, semakin tinggi fee audit maka semakin rendah audit delay, Riset ini memberikan konstribusi kepada auditor, investor, dan perusahaan terkait faktor-faktor yang mempengaruhi audit delay. Kata Kunci: Audit Delay, KAM, Audit Complexity, Rasio Aktivitas Persediaan, Age of Company, Fee Audit, Perusahaan Manufaktu