74254 research outputs found
Sort by
PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP EFIKASI DIRI DAN KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI PROSEDUR KEMOTERAPI
Background: Cancer is disease characterized by with growth excessive abnormal cells
that can spread to part other bodies as well can cause death. Efforts treatment cancer
breast can done with various method, one of which is is improvement quality life.
Purpose: This study aim to know influence support social to efficacy self and quality
life patient cancer breasts undergoing procedure chemotherapy. Methods: Research
design This is cross sectional with use application SmartPLS 4.0 data processing. Data
retrieval techniques sample use non probability sampling that is consecutive sampling
with amount sample of 95 people. Results: This study show that has a significant effect
between social support to patient breast cancer self-efficacy ( p value 0.000), that has
a significant effect between social support to quality of life patient breast cancer ( p
value 0.000), that has a significant effect between self-efficacy to quality of life patient
breast cancer ( p value 0.000) and that has a significant effect of social support to
quality of life patient breasts cancer mediated by self-efficacy with mark substantially
strong (R 2 > 0.75). Conclusions: There has a relationship between support social,
efficacy self to quality life patient cancer breasts and there are influence positive
between support social to quality life patient cancer breasts mediated by efficacy self
Profil Rekomendasi Pilihan Obat Demam untuk Swamedikasi Anak Usia 2 Tahun dari Apotek dan Toko Obat di Kota Padang
Demam merupakan gejala yang paling sering dialami oleh anak-anak yang ditandai dengan peningkatan suhu tubuh ≥38°C. Demam tergolong sebagai gejala ringan yang dapat diobati dengan melakukan swamedikasi. Swamedikasi adalah tindakan mengobati diri sendiri dengan menggunakan obat-obatan yang bisa diperoleh bebas di apotek maupun toko obat atas inisiatif sendiri tanpa nasehat dokter. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari profil rekomendasi pilihan obat demam untuk swamedikasi anak usia 2 tahun dari apotek dan toko obat di Kota Padang. Penelitian deskriptif dengan pendekatan potong lintang (cross sectional) ini menggunakan teknik pengambilan sampel convenience sampling dengan jumlah sampel yaitu 102 apotek dan 8 toko obat. Data dikumpulkan secara terselubung dengan teknik undercover buy. Berdasarkan hasil penelitian, obat demam yang paling sering direkomendasikan oleh apotek dan toko obat adalah obat generik bermerek. Terdapat 15 jenis merek dari apotek dan 3 merek dari toko obat dengan merek yang paling sering direkomendasikan adalah Sanmol®. Bentuk sediaan yang paling sering direkomendasikan apotek dan toko obat adalah sediaan cair dalam bentuk syrup. Harga rata-rata obat yang direkomendasikan apotek yaitu Rp22.701 dan toko obat Rp22.375. Rekomendasi yang dikatakan tepat yaitu obat dengan kandungan parasetamol. Hasil rekomendasi yang tepat pada apotek diperoleh sebanyak (98%) dan yang tepat pada toko obat sebanyak (100%)
Potensi Konsorsium Plant Growth Promoting Bacteria (PGPB) dalam Menekan Perkembangan Penyakit Hawar Daun Stemphylium dan Peningkatan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.)”
Penyakit hawar daun stemphylium yang disebabkan oleh jamur Stemphylium vesicarium dapat menyebabkan kehilangan hasil mencapai 87%. Pengendalian dengan memanfaatkan mikoorganisme sebagai agens hayati dari kelompok Plant Growth Promoting Bacteria (PGPB). Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik PGPB dapat diaplikasikan secara konsorsium, karena dapat memberikan berbagai mekanisme pengendalian secara bersamaan, sehingga akan lebih efektif dalam mengendalikan patogen. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan konsorsium PGPB terbaik dalam menekan perkembangan penyakit hawar daun Stemphylium dan peningkatan pertumbuhan serta produksi tanaman bawang merah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 7 kombinasi perlakuan strain PGPB, kontrol positif dan negatif. Setiap perlakuan terdiri dari 4 ulangan dan 3 unit. Konsorsium yang digunakan merupakan kombinasi dari bakteri genus Bacillus spp., Pseudomonas hibiscicola dan Achromobacter insolitus. Variabel yang diamati yaitu perkembangan penyakit, pertumbuhan tanaman dan hasil tanaman bawang merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsorsium PGPB perlakuan G (B. thuringiensis strain MRSNRZ.3.1 + B. subtilis strain MRTDUMBE.3.2.1 + B. mycoides strain MRSNUMBE.2.2 + B. waihenstephanensis strain RBTLL.3.2 + B. cereus strain MRPLUMBE.1.3 + Bacillus sp strain MRSPRZ.1.1 + Pseudomonas hibiscicola strain MRTLDRZ.2.2 + Achromobakter insolitus strain MRBPUMBE.1.3) merupakan konsorsium terbaik dalam menekan perkembangan penyakit hawar daun stemphylium dan meningkatkan pertumbuhan dan produksi bawang merah dengan efektivitas penekanan masa inkubasi 182,45%, efektivitas insidensi penyakit 33,34%, efektivitas peningkatan jumlah daun tanaman 12,23% dan efektivitas peningkatan berat kering 79,02%
HUBUNGAN SELF AWARENESS DENGAN SELF CARE PRACTICE MENGENAI PENCEGAHAN PENYAKIT CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) PADA PASIEN HIPERTENSI
Terdapat hubungan yang kuat antara hipertensi dan chronic kidney disease (CKD). Untuk meminimalkan dan mencegah terjadinya chronic kidney disease (CKD), pasien hipertensi harus memiliki self awareness dan mematuhi self care practice. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai self awareness dan self care practice terkait pencegahan chronic kidney disease (CKD) pada pasien hipertensi di Kelurahan Andalas Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kota Padang. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross- sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non-probabilty sampling dan accidental sampling, jumlah sampel sebanyak 92 yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan data menggunakan kuesioner tertutup yaitu kuesioner self awareness dan self care practice. Variabel dalam penelitian ini yaitu self awareness sebagai variabel independent dan self care practice sebagai variabel dependen. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji statistic dengan menggunakan uji Chi-square didapatkan p value 0,000. Sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara self awareness dan self care practice. Saran bagi responden diharapkan untuk meningkatkan self awareness dan mengadopsi self care practice terhadap penyakit hipertens
Formulasi Nanoemulgel Minyak Serai Wangi (Cymbopogon nardus) dan Uji Aktivitas Antiinflamasi
Osteoarthritis adalah satu penyakit sendi degeneratif yang sering terjadi dan melibatkan proses inflamasi yang dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan sendi. Pengobatan oral yang umum digunakan, seperti NSAID (Non Steroid Anti-Inflammatory Drug), efektif mengurangi peradangan tetapi memiliki efek samping serius jika digunakan dalam jangka panjang. Minyak atsiri serai wangi diketahui memiliki potensi antiinflamasi namun penggunaannya terbatas karena permeabilitas kulit yang rendah sehingga diperlukan inovasi pada sistem penghantarannya. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan minyak serai wangi dalam bentuk nanoemulsi yang secara termodinamika stabil dan dapat meningkatkan permeabilitas zat aktif, kemudian dikombinasikan ke dalam basis gel (nanoemulgel) untuk kemudahan aplikasi secara transdermal. Selain itu juga untuk menentukan aktivitas antiinflamasi nanoemulgel secara in vivo pada mencit dengan parameter berupa penurunan volume eksudat. Nanoemulsi minyak serai wangi dengan komposisi 1% lesitin, 28,2% Tween 80, dan 2,3% VCO, proses pembuatan pada suhu 75oC, waktu pengadukan 15 menit, kecepatan rotasi 1000 rpm, menghasilkan nanoemulsi transparan dan stabil, ukuran partikel 8,7 nm, indeks polidispersitas 0,327, dan zeta potensial -36,7mV. Nanoemulsi kemudian dikombinasikan dengan gel berbasis 1% karbomer 940 dan gliserin sebagai humektan. Nanoemulgel yang mengandung 0,42% minyak serai wangi memiliki homogenitas baik, pH 6,69 dan viskositas 12.200cP serta memiliki aroma khas minyak atsiri serai wangi. Pemberian nanoemulgel minyak serai wangi menunjukkan efek antiinflamasi ditandai dengan penurunan rata-rata volume eksudat sebesar 0,264±0,03 ml, dibandingkan dengan gel Na diklofenak sebagai obat standar 0,51±0,06 ml dan gel kombinasi minyak serai wangi dengan VCO 0,44±0,04 ml. Data ini menunjukkan bahwa nanoemulgel memiliki aktivitas antiinflamasi yang bermakna dibandingkan dengan perlakuan lainnya dan kontrol obat pembanding.
Kata kunci : osteoarthritis, minyak serai wangi, nanoemulsi, nanoemulgel, antiinflamas
Hubungan Tingkat Kepatuhan Terapi Antidiabetik Dengan Kualitas Hidup Terkait Kesehatan Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Peserta Prolanis Di Puskesmas Belimbing Kota Padang
Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit yang memerlukan terapi jangka panjang, dengan tujuan untuk mencegah munculnya komplikasi dan meningkatkan efektivitas pengobatan. Keberhasilan terapi tidak hanya bergantung pada ketepatan diagnosis, pemilihan, dan pemberian obat yang sesuai, tetapi juga ditentukan oleh
kepatuhan pasien terhadap pengobatan, sehingga kepatuhan menjadi faktor penting untuk mencapai hasil yang optimal. Diabetes melitus tipe 2 termasuk penyakit kronis yang akan berakibat pada Health Related Quality of Life (HRQoL). Pemerintah memberikan pelayanan untuk membantu penderita diabetesmelitus tipe
2 dengan membentuk Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya yang efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara tingkat kepatuhan terapi antidiabetik dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Belimbing Kota Padang. Penelitian ini termasuk penelitian analitik non– eksperimental, responden diambil secara purposive sampling dan didapatkan 82 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi selama bulan NovemberDesember 2024 di Puskesmas Belimbing Kota Padang. Kuesioner MARS-5 digunakan untuk mengukur tingkat kepatuhan terapi pasien sedangkan untuk mengukur kualitas hidup digunakan kuesioner Diabetes Quality of Life (DQoL) serta hasil yang didapat dianalisa secara statistik menggunakan Chi Square. Hasil yang didapatkan adalah terdapat hubungan tingkat kepatuhan terapi antidiabetik dengan kualitas hidup yang signifikan dengan p-value 0.000. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan terapi pasien dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2
THE EFFECT OF BOARD OF DIRECTOR CHARACTERISTICS ON EARNINGS MANAGEMENT
This study aims to investigate the effect of board characteristics proxied by board size, proportion of independent directors, board financial expertise, and board gender diversity on earnings management in companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2021-2023. This research uses a quantitative approach. Data collection in this study used the documentation method. The sampling technique used was purposive sampling involving 292 companies and 876 observations. The results of this study indicate that the proportion of independent directors has a negative effect on earnings management, while board financial expertise has a positive effect on earnings management. In contrast, board size and board gender diversity have no effect on earnings management.
Keywords: Board Characteristics, Earnings Managemen
Perbandingan Penggunaan Metildopa dan Nifedipin terhadap Tekanan Darah dan Proteinuria Pasien Preeklampsia Berat di RSUP Dr. M. Djamil Padang
Kematian ibu hamil masih menjadi salah satu permasalahan yang harus ditangani hampir di seluruh dunia. Sebagian besar kasus disebabkan oleh eklampsia dan hipertensi yang terjadi selama kehamilan. Kondisi ini dapat dikelola dengan pemberian antihipertensi seperti metildopa dan nifedipin. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penggunaan metildopa dan nifedipin sebagai terapi antihipertensi tunggal terhadap tekanan darah dan proteinuria pasien preeklampsia berat yang menjalani rawat inap di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan dilakukan secara retrospektif dengan menganalisis data rekam medis 60 pasien preeklampsia berat tahun 2023 yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis selisih penurunan tekanan darah dilakukan dengan Independent Sample T-test sedangkan proteinuria dianalisis menggunakan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata penurunan tekanan darah sistolik (TDS) pada penggunaan metildopa sebesar 35,49 ± 18,388 mmHg, sedangkan nifedipin sebesar 44,53 ± 17,217 mmHg. Penurunan tekanan darah diastolik (TDD) pada metildopa 21,38 ± 13,025 mmHg, sementara nifedipin 24,13 ± 13,606 mmHg. Penurunan rata-rata proteinuria pada metildopa adalah 1,07 dan nifedipin 1,13. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai p=0,099 untuk TDS dan p=0,486 untuk TDD (Independent Sample T-test), serta nilai p=0,788 untuk proteinuria (Mann-Whitney test). Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa meskipun pasien preeklampsia berat yang menggunakan nifedipin menunjukkan nilai selisih rata-rata penurunan tekanan darah dan proteinuria yang lebih besar dibandingkan dengan metildopa, namun perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik yang dibuktikan dengan didapatkannya nilai p>0,05 pada setiap pengujian
PENGARUH GREEN ACCOUNTING, KINERJA LINGKUNGAN DAN GREEN PRODUCT TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN SEKTOR MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2021-2023
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh green accounting, kinerja lingkungan dan green product terhadap profitabilitas pada perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2021-2023. penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif yang melibatkan 27 perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2021-2023. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa green accounting dan kinerja lingkungan berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Sedangkan green produk tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Selanjutnya, Green accounting, kinerja lingkungan dan green product secara simultan dapat mempengaruhi profitabilitas perusahaan.
Kata kunci: Green Accounting, Kinerja Lingkungan, Green Products, Profitabilita
POTENSI EKSTRAK BIJI MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) TERHADAP PERKEMBANGAN Spodoptera frugiperda J. E. Smith.
Ulat grayak jagung (Spodoptera frugiperda J. E. Smith.) merupakan salah satu hama penting yang menyerang beberapa kelompok tanaman Graminae, terutama tanaman jagung. Insektisida nabati sebagai alternatif untuk mengendalikan larva S. frugiperda salah satunya ekstrak biji mengkudu (Morinda citrifolia). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan ekstrak biji mengkudu (M. citrifolia) dengan beberapa konsentrasi dalam memengaruhi perkembangan S. frugiperda. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan September hingga Desember 2024 di Laboratorium Bioekologi Serangga Fakultas Pertanian, Universitas Andalas. Rancangan penelitian yang digunakan adalah RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan metode eksperimen. Penelitian dengan dua tahapan, yaitu uji pendahuluan dan uji lanjutan. Uji pendahuluan terdiri dari 3 perlakuan konsentrasi (0,00%; 0,25%; 0,50%) dan 3 ulangan. Uji lanjutan terdiri dari 6 perlakuan konsentrasi (0,00%; 0,25%; 0,35%; 0,50%; 0,71%; 1,00%) dan 4 ulangan. Parameter pengamatan yang diamati adalah mortalitas larva S. frugiperda, aktivitas antifeedant, persentase pupa terbentuk, persentase imago terbentuk. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis Of Variance (Anova) dilanjutkan dengan uji lanjut LSD (Least Significance Different) pada taraf 5% menggunakan aplikasi Statistik 8. Hasil Penelitian menunjukkan ekstrak biji mengkudu (M. citrifolia) memengaruhi persentase mortalitas larva S. frugiperda, aktivitas anti makan (antifeedant), pembentukan pupa, dan imago. Hubungan antara konsentrasi ekstrak dengan persentase mortalitas larva menghasilkan nilai LC50 sebesar 0,478% dan LC95 sebesar 1,804%. Meskipun ekstrak biji mengkudu menunjukkan efektivitas dalam mengurangi mortalitas larva, potensi pengendaliannya tergolong rendah, sehingga tidak dapat direkomendasikan sebagai alternatif utama dalam pengendalian S. frugiperda