Ejournal Alma Ata University Yogyakarta
Not a member yet
1757 research outputs found
Sort by
Pemanfaatan Media Digital dalam Upaya Peningkatan Literasi Bahasa Indonesia
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat berinteraksi dengan bahasa, baik dalam konteks komunikasi maupun pembelajaran. Perubahan ini menuntut adanya inovasi dalam pengembangan literasi bahasa Indonesia agar tetap relevan dengan kebutuhan generasi digital sekaligus memperkuat identitas kebangsaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan efektivitas pemanfaatan media digital dalam peningkatan literasi bahasa Indonesia. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka terhadap berbagai artikel ilmiah, laporan kebijakan, dan praktik literasi digital di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital seperti buku-el, aplikasi pembelajaran interaktif, podcast, blog, dan kanal YouTube edukatif memiliki kontribusi signifikan terhadap peningkatan keterampilan membaca, menulis, serta berpikir kritis masyarakat. Diskusi hasil penelitian menunjukkan bahwa temuan ini sejalan dengan beberapa studi terdahulu yang menyoroti peran teknologi dalam pendidikan bahasa, namun penelitian ini menambahkan perspektif baru melalui analisis terhadap dimensi interaktif dan partisipatif media digital dalam membentuk ekosistem literasi yang kolaboratif dan adaptif. Dengan demikian, novelty penelitian ini terletak pada pemaknaan media digital bukan sekadar alat bantu pembelajaran, melainkan instrumen strategis dalam penguatan literasi bahasa Indonesia di era globalisasi digital. Kata kunci: Literasi Bahasa Indonesia, Media Digital, Inovasi Pembelajara
Uji Parameter Standarisasi dan Aktifitas Antioksidan Ekstrak Etanol 70% Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.) Dari Kebun Tanaman Obat Farmasi Universitas Ata Yogyakarta dengan Metode DPPH
Antioksidan adalah senyawa yang berfungsi untuk menetralkan radikal bebas, molekul reaktif yang dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel biologis. Salah satu tanaman yang memiliki potensi antioksidan yang signifikan adalah bunga telang. Tanaman ini mengandung berbagai metabolit sekunder yang berfungsi sebagai antioksidan.Proses standarisasi diperlukan untuk memastikan kualitas dan konsistensi ekstrak bunga telang dalam pembuatan sediaan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan parameter standarisasi serta aktivitas antioksidan dari ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) yang diperoleh dari tanaman obat farmasi Universitas Alma Ata dengan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Penelitian ini merupakan studi eksperimental laboratorium. Ekstrak etanol bunga telang dibuat dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% dengan perbandingan bahan tanaman terhadap pelarut sebesar 1:10. Penelitian mencakup uji standarisasi spesifik dan non-spesifik untuk menilai kualitas ekstrak, serta pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH untuk menentukan potensi ekstrak dalam menangkal radikal bebas. Ekstrak etanol 70% bunga telang memenuhi standarisasi parameter spesifik (organoleptik, mikroskopik, skrining fitokimia)Â dan non-spesifik (susut pengeringan, bobot jenis, kadar abu). Aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol bunga telang diukur dengan nilai IC50 dan diperoleh hasil sebesar 58,78 ppm. Berdasarkan nilai IC50 tersebut, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol bunga telang memiliki aktivitas antioksidan yang kuat
Kepuasan Pasien Umum dan Pasien BPJS Terhadap Kualitas Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit (RS) X Wilayah Bantu
Penggunaan obat dengan peresepan merupakan hal yang penting dalam pelayanan kesehatan untuk tercapainya terapi pengobatan dan kepuasan pasien. Apoteker harus melakukan pengkajian resep sesuai persyaratan administrasi, persyaratan farmasetik, dan persyaratan klinis baik untuk pasien rawat inap maupun rawat jalan. Pelayanan kefarmasian didefinisikan sebagai kegiatan terpadu yang bertujuan untuk mengidentifikasi, mencegah dan menyelesaikan masalah obat dan masalah yang berkaitan dengan kesehatan. Kepuasan pasien didapatkan dari apa yang dirasakan pasien sebanding atau lebih besar dari harapan mereka. Bila kinerja dibawah harapan, pasien akan sangat kecewa, sebaliknya jika kinerja sesuai harapan pelanggan akan sangat puas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui analisis kualitas pelayanan kefarmasian berdasarkan pola peresepan dan tingkat kepuasan pasien BPJS dan umum di RS X. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimen berupa deskriptif kuantitatif menggunakan pendekatan cross-sectional pada pasien BPJS dan umum dengan analisa data analisis gap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelayanan kefarmasian pada RS X Wilayah Bantul memiliki kualitas sedang (53,8%). Hasil kepuasan terhadap pelayanan tersebut adalah tidak terdapat nilai rata-rata gap yang berbeda antara pasien BPJS (-0,4) dan umum (-0,4). Gap terbesar dimiliki oleh pasien BPJS yakni -0,62 pada aspek ketanggapan, dan pada pasien umum ditemukan gap terbesar ada pada aspek jaminan yaitu sebesar -0,56. Kesimpulan dari penelitian ini adalah RS X Wilayah Bantul memiliki kualitas sedang dan pasien merasa belum puas akan kualitas tersebut
Pengembangan Media Pop Up Book Bermuatan Ejaan Suku Kata untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas I SD
This study aims to develop Pop-up Book learning media featuring syllable spelling to enhance the beginning reading skills of first-grade elementary school students. Beginning reading skills are a crucial foundation for young learners to recognize letters, spell words, and read simple sentences. The research employed the Research and Development (R&D) method with the Borg and Gall model, encompassing stages such as needs analysis, product development, initial trials, evaluation, and revision. The study was conducted with first-grade students from SD Muhammadiyah Kalakijo, utilizing data collection techniques including material, media, and teacher validation questionnaires, student interviews, and baikobservations of reading progress after using the media. The results indicated that the media was deemed appropriate, with a material expert validation score of 75% and a media expert validation score of 87.5%. Teacher responses were highly favorable, with a 100% agreement on the mediaÂ’s effectiveness in supporting learning activities. Students provided positive feedback, describing the Pop-up Book as engaging, easy to use, and enjoyable, significantly improving their beginning reading abilities. This media not only enhances students\u27 reading skills but also motivates them to learn with enthusiasm. The study demonstrates that visually appealing and interactive Pop-up Books can serve as innovative and effective tools for teaching reading. The use of syllable spelling further facilitates students in gradually understanding the material. It is hoped that this media development can be widely implemented in various educational settings to support literacy needs among young learners.Â
Al-Quran Based on the Local Culture Learning “Nggahi Mbojo†For TPQ Students in Pajo District, Dompu Regency
The objective of this study is to ascertain the local culture-based Quran learning method known as \u27Nggahi Mbojo\u27 for TPQ students in Pajo Sub-district, Dompu Regency. The present study employs a mixed-methods research approach, utilising a combination of observational studies, questionnaires, documentation analysis, and direct interviews. The collected data is then subjected to rigorous analysis employing two primary approaches. Firstly, qualitative analysis was employed, encompassing data reduction, narrative presentation, and conclusion drawing based on patterns that emerged from interviews and observations. Secondly, quantitative analysis was utilised, encompassing the processing of questionnaire data to generate numerical values or scores, which were then presented in tabular, graphical, or descriptive statistical formats. The findings of the data analysis demonstrate the efficacy of local culture-based Qur\u27an learning \u27Nggahi Mbojo\u27 as a support for the learning process of reading the Qur\u27an for students at TPQ in Pajo sub-district, Dompu district. The integration of Qur\u27an learning with local culture-based learning in Nggahi Mbojo has been found to be a highly engaging subject, as evidenced by the results of the questionnaire, which revealed that 30 respondents strongly agreed (50.84%), while 20 respondents expressed agreement (33.89%). These results are further substantiated by internal factors, namely the motivation and enthusiasm of TPQ students, who have been encouraged to utilise local languages in Qur\u27an learning. The integration of Nggahi Mbojo has been found to enhance the interest and participation of students in the learning process of the Qur\u27an at TPQ. It has been observed that students\u27 proficiency in reading the Qur\u27an is found to be deficient; however, by the integration of local culture into the Qur\u27an learning process, as exemplified by Nggahi Mbojo, serves to enhance students\u27 motivation, given the ease with which they can comprehend the lessons delivered in their local language.Â
PERAN TEKNOLOGI CLOUD DALAM TRANSPARANSI PELAPORAN KEUANGAN PADA UMKM
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran teknologi cloud computing dalam meningkatkan transparansi pelaporan keuangan pada UMKM. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis kontribusi cloud computing dalam meningkatkan efisiensi operasional, keamanan data, dan pengambilan keputusan berbasis data, serta mengidentifikasi tantangan dan solusi implementasinya.   Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui studi literatur (literature review). Data dikumpulkan dari publikasi ilmiah, jurnal, dan penelitian terdahulu antara tahun 2019-2024. Fokus penelitian adalah pada penerapan cloud computing dalam konteks akuntansi dan pelaporan keuangan dengan pendekatan sistematis terhadap hasil-hasil studi sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi cloud computing memberikan kontribusi signifikan pada efisiensi operasional, penghematan biaya, dan keamanan data keuangan. Teknologi ini memungkinkan akses data real-time, mendukung pengambilan keputusan strategis, serta meningkatkan fleksibilitas dan daya saing UMKM. Namun, penelitian juga mengidentifikasi tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, risiko keamanan, dan kebutuhan pelatihan sumber daya manusia. Strategi yang tepat, regulasi yang mendukung, dan pengembangan keterampilan teknis menjadi kunci keberhasilan implementasi cloud computing
Pengabdian kepada Masyarakat dalam Pengembangan UMKM melalui Pembuatan NIB PIRT dan Label
UMKM berperan penting dalam perekonomian nasional, namun masih banyak yang belum memiliki legalitas usaha. Legalitas seperti NIB, PIRT, dan label produk sangat penting untuk meningkatkan daya saing, perlindungan hukum, dan akses program pemerintah. Melalui KKN Tematik di Kelurahan Limbangan Kulon, mahasiswa membantu pelaku UMKM dalam pengurusan legalitas dan edukasi pentingnya kepatuhan hukum. Kegiatan ini diharapkan mendorong UMKM tumbuh lebih kuat dan kompetitif di era digital. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), di mana masyarakat terlibat langsung dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi masalah hingga evaluasi hasil. Hassil observasi menunjukkan bahwa sebagian UMKM di wilayah tersebut belum memiliki legalitas usaha yang lengkap, yang menjadi kendala dalam memperluas pasar dan mengakses berbagai program pemerintah.Melalui sosialisasi dan pendampingan, pelaku UMKM diberikan pemahaman mengenai pentingnya legalitas serta langkah-langkah untuk memperoleh dokumen yang diperlukan. Dengan adanya legalitas yang sah, UMKM di Kelurahan Limbangan Kulon diharapkan dapat meningkatkan daya saing, memperluas pasar, dan memanfaatkan program pemerintah untuk pengembangan usaha. Hasil pengabdian menunjukkan program ini berdampak langsung pada peningkatan pemahaman dan kepemilikan legalitas, serta mendorong terbentuknya ekosistem usaha yang tertib hukum dan berdaya saing
Relationship between menopausal status, fat intake, and fiber intake with women cholesterol level
ABSTRAK Latar Belakang : Kadar kolesterol yang tinggi merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular. Kadar kolesterol yang tinggi disebabkan oleh berbagai faktor antara lain asupan lemak dan status menopause. Wanita menopause rentan mengalami kadar kolesterol tinggi karena pada wanita pascamenopause terjadi penurunan produksi hormon estrogen yang berfungsi mengatur metabolisme lipid. Asupan lemak yang tinggi mempengaruhi kadar kolesterol. Namun mengonsumsi asupan serat yang cukup dapat mengontrol kadar kolesterol agar tetap stabil. Banyak penelitian telah dilakukan mengenai hubungan antara asupan lemak dan serat dengan kadar kolesterol. Namun, hanya sedikit yang melakukan penelitian pada wanita, terutama mengenai status menopause. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara status menopause, asupan lemak, dan asupan serat dengan kadar kolesterol wanita di indonesia.Metode : Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan subjek perempuan berusia 15-54 tahun di 10 provinsi di Indonesia. Kadar kolesterol darah diperoleh dari pengukuran darah kapiler dan asupan lemak dan serat diperoleh dari wawancara dengan metode SQ-FFQ yang dilakukan oleh tenaga kesehatan terampil. Status menopause diperoleh dari wawancara yang dilakukan oleh enumerator terlatih yang menanyakan riwayat menstruasi dalam satu tahun. Klasifikasi status menopause dibedakan menjadi belum menopause, pra menopause, dan pasca menopause. Hasil : Dari total 606 subjek, 122 subjek mempunyai kadar kolesterol tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan antara status menopause dengan kadar kolesterol (p<0,05) dengan tingkat korelasi r=0,013. Dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara asupan lemak dan asupan serat dengan kadar kolesterol (p>0,05) dengan tingkat korelasi masing-masing r=0,060 dan r=0,297.Kesimpulan : Status menopause mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kadar kolesterol. KATA KUNCI : asupan lemak; asupan serat; kadar kolesterol; status menopause; wanita ABSTRACT Background : High cholesterol levels are a risk factor for cardiovascular disease. High cholesterol levels are caused by various factors including fat intake and menopausal status. Menopausal women are susceptible to high cholesterol levels because in postmenopausal women there is a decrease in the production of the hormone estrogen which functions to regulate lipid metabolism. High fat intake affects cholesterol levels. However, consuming sufficient fiber intake can control cholesterol levels so that they remain stable. Many studies have been conducted on the relationship between fat and fiber intake and cholesterol levels. But, only a few have studied in women, especially regarding menopausal status.Objectives : The aim of this study was to determine whether there is a relationship between menopausal status, fat intake and fiber intake with cholesterol levels in Indonesian women.Methode : The design of this study was cross sectional with female subjects aged 15-54 years in 10 provinces in Indonesia. Subject selection will be carried out using purposive sampling methode. Blood cholesterol levels were obtained from capillary blood measurements and fat and fiber intake were obtained from interviews using SQ-FFQ method conducted by skilled health workers. Menopausal status was obtained from interviews conducted by trained enumerators who asked about menstrual history within one year. The classification of menopausal status is divided into not yet menopausal, pre-menopausal, and post-menopausal.Result : Of the total 606 subjects, 20,1% subjects had high cholesterol levels. The average fat intake of the subjects was 47.5 g or 75%. The average fiber intake of the subjects was 12.5 g or 42.6%. There is a significant relationship between menopausal status and cholesterol levels (p<0.05) with a correlation level of r=0.013. And there was no significant relationship between fat intake and fiber intake and cholesterol levels (p>0.05) with correlation levels of r=0.060 and r=0.297 respectively.Conclution : Menopausal status has a significant effect on cholesterol levels. KEY WORDS: cholesterol level; fat intake; fiber intake; menopausal status; women Received: 06 Jan 2025; Revised: 26 July 2024; Accepted: 26 Jan 2025; Available online: 30 Mar 2025; Published: 30 Mar 202
The relationship between nutritional intake with the incidence of Chronic Energy Deficiency (CED) of teenagers in urban and rural areas
ABSTRAK Latar Belakang: Kurang energi kronis (KEK) adalah kondisi kekurangan energi dan protein dalam jangka waktu lama yang umumnya terjadi pada remaja putri atau Wanita Usia Subur. Masalah ini perlu mendapat perhatian karena dapat menimbulkan dampak serius dalam jangka panjang. Kondisi ini menonjol pada remaja putri usia 15-19 tahun dan dapat diidentifikasi melalui pengukuran lingkar lengan atas (LILA) <23,5 cm. Asupan zat gizi yang tidak memenuhi mencukupi merupakan faktor langsung penyebab KEK, yang dapat menyebabkan penurunan berat badan, dan jika berkelanjutan berisiko memperparah kondisi KEK.Tujuan:  Menganalisis hubungan asupan zat gizi terhadap kejadian kurang energi kronis pada siswi SMA di wilayah urban dan rural Kabupaten Kediri. Metode: Metode penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik dengan design case control, sampel terdiri dari enam SMA yang dibagi menjadi tiga SMA di wilayah urban dan tiga SMA di wilayah rural dengan total sampel 144 siswi masing-masing sekolah 24 sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner food recall 2x24 jam yang diambil pada saat weekday dan weekend. Analisis data menggunakan SPSS dengan chi-square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara asupan zat gizi pada wilayah urban asupan energi (p=0,000), protein (p=0,03), karbohidrat (p=0,000) dan lemak (p=0,04) dan wilayah rural asupan energi (p=0,000), protein (p=0,018), karbohidrat (p=0,000) dan lemak (p=0,018) dengan kejadian kurang energi kronis pada siswi SMA di Kabupaten Kediri. Kesimpulan: Asupan zat gizi (asupan energi, protein, karbohidrat dan lemak) sebagai penyebab kurang energi kronis (KEK) sehingga dapat dijadikan acuan untuk mencegah mengalami kurang energi kronis.  KATA KUNCI: asupan zat gizi; kurang energi kronis; siswi; SMA    ABSTRACTBackground: Chronic energy deficiency (CED) is a condition in teenage girls or women of reproductive age who are experiencing long-term energy and protein deficiencies. CED is still a nutrition problem in teenagers that must be addressed because it has serious long-term impacts. The most prominent CED occurs at the age of 15-19 years, especially in adolescent girls. CED can be seen from the size of the upper arm circumference (MUAC) <23.5 cm Nutritional intake is a direct factor that causes CED. Lack of nutritional intake that does not meet needs can result in weight loss and if it continues can result in chronic energy deficiency. Objectives:  to analyze the relationship between nutritional intake and the incidence of chronic energy deficiency in female high school students in urban and rural areas of Kediri Regency.Methods: The research method used is analytical observational with case control design, the sample consists of six high schools which are divided into three high schools in urban areas and three high schools in rural areas with a total sample of 144 students, each school has 24 samples. Data collection used a 2x24 hour food recall questionnaire taken on weekdays and weekends. Data were analyzed using SPSS Version 26 with chi-square.Results: The results showed that there is a relationship between Nutrient intake in urban areas (energy intake (0.000), protein (0.03), carbohydrates (0.000 and fat (0.04)) and rural areas (energy intake (0.000), protein (0.018), carbohydrates (0.000 and fat (0.018) with the incidence of chronic energy deficiency in female high school students in Kediri Regency Conclusions: Therefore, female students can know that nutritional intake (energy, protein, carbohydrate and fat intake) is the cause of chronic energy deficiency (CED) so that it can be used as a reference to prevent experiencing chronic energy deficiency.  KEYWORD: nutrient intake; chronic energy deficiency; female students; high school Â
The role of dietary inflammatory index and fruit–vegetable variety in body fat accumulation among adolescents
ABSTRAK Latar Belakang: Pada tahun 2023, sebanyak 8,8% remaja Indonesia mengalami overweight dan 2,9% mengalami obesitas. Hal itu dapat terjadi karena pola makan tidak sehat, terutama makanan yang memiliki potensi inflamasi tinggi sehingga mempengaruhi lemak tubuh. Dietary Inflammatory Index (DII) merupakan cara untuk mengetahui tingkat potensi inflamasi makanan. Besarnya nilai potensi inflamasi makanan serta bervariasinya konsumsi buah dan sayur dapat mempengaruhi komposisi lemak tubuh remaja.Tujuan: Mengetahui hubungan skor inflamasi makanan dan variasi konsumsi buah sayur terhadap lemak tubuh pada remaja.Metode: Penelitian menggunakan observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel dipilih menggunakan metode multistage random sampling dan terpilih 150 remaja berusia 15-18 tahun. Pengambilan data lemak tubuh menggunakan Bio Impedance Analysis (BIA) dan data asupan makan menggunakan Semi Quantitative Questionnaire (SQ FFQ). Penelitian dilakukan di Surakarta pada bulan Mei-Juni 2024. Hasil: Variasi buah sayur pada remaja memiliki rentang skor 0-18 dan skor Dietary Inflammatory Index DII -1,91 hingga 2,39. Hasil uji Spearman menunjukkan hubungan yang signifikan antara skor inflamasi makanan dengan persen lemak tubuh tubuh (r = 0,18, p=0,026), namun tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara konsumsi variasi buah sayur dengan persen lemak tubuh (r= 0,006, p=0,941).Kesimpulan: Tingginya potensi inflamasi makanan berhubungan dengan peningkatan lemak tubuh remaja, namun sayur buah tidak berhubungan dengan lemak tubuh remaja.KATA KUNCI: asupan sayur buah; asupan sayur buah; dietary inflammatory index; lemak tubuh; remajaABSTRACTBackground: In 2023, 8.8% of Indonesian teenagers were overweight, while 2.9% were obese. Many teens are overweight or obese because they eat unhealthy, inflammation-causing foods that increase body fat. The Dietary Inflammatory Index (DII) is a method used to determine the level of inflammatory potential in food. The level of the inflammatory potential value in food and the variation in fruit and vegetable consumption can affect the body fat composition of adolescents.Objective: To determine the relationship between the inflammatory score of food and the variation in fruit and vegetable consumption on adolescent body fat.Method: This study used an analytical observational method with a cross-sectional design. The sample of 150 adolescents aged 15-18 was selected using multistage random sampling. Adolescents’ body fat was measured using Bio-Impedance Analysis (BIA) and their dietary intake was assessed using the Semi-Quantitative Questionnaire (SQ-FFQ). The research was conducted in Surakarta from May to June 2024. Results: The variation of fruits and vegetables in adolescents has a score range of 0-18 and a DII score of -1.91 to 2.39. Spearman correlation showed that the DII score positively correlates with body fat percentage (r = 0.18, p = 0.026). However, no significant effect was found between fruit and vegetable variety consumption on body fat percentage (r =0.006 p=0.941). Conclusion: Foods with high inflammatory potential may increase body fat in adolescents, while fruit and vegetable variety does not. The health department should offer guidelines to help the community, especially adolescents, choose non-inflammatory foods and avoid high-inflammatory ones.KEYWORDS: dietary inflammatory index; fruit and vegetable intake; body fat; adolescent