UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan
Not a member yet
2923 research outputs found
Sort by
Sinergi Guru Pendidikan Agama Islam dan Bimbingan Konseling dalam Meningkatkan Efikasi Diri Siswa di MAN 3 Bantul
Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan bentuk sinergi antara guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan guru Bimbingan Konseling (BK) dalam menumbuhkan efikasi diri siswa di MAN 3 Bantul. Fenomena yang diamati menunjukkan bahwa sebagian siswa yang berlatar belakang pondok pesantren memiliki kecenderungan merasa telah menguasai ilmu agama, sehingga cenderung menyepelekan proses pembelajaran formal di sekolah. Hal ini berdampak pada rendahnya efikasi diri dan minat belajar siswa, terutama dalam mata pelajaran Akidah Akhlak.
Desain/metode – Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan desain studi kasus, yang menggali proses kolaborasi antara guru PAI dan BK serta efektivitas strategi yang diterapkan dalam konteks pendidikan madrasah. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Temuan – Temuan penelitian menunjukkan bahwa sinergi antara guru PAI dan BK mampu memberikan pengaruh positif terhadap penguatan efikasi diri siswa, dengan adanya berbagai program kolaboratif yang berbasis spiritual dan psikologis. Faktor pendukung sinergi antara lain komunikasi yang terbuka, antusiasme siswa, serta komitmen guru, sedangkan kendala utama mencakup keterbatasan anggaran dan beban kerja guru
Pemberdayaan Perempuan pada Masyarakat Padukuhan Nologaten, Catur Tunggal, Depok, Kabupaten Sleman
Padukuhan nologaten merupakan salah satu padukuhan di Kabupaten Sleman yang padat penduduk. Kebutuhan permukiman dan prasarana terkait akan meningkat ketika terjadi pertambahan penduduk. Hal ini menyebabkan berkurangnya daerah resapan air yang menimbulkan berbagai dampak. Jumlah penduduk yang mayoritas perempuan menjadi peluang peningkatan peran perempuan dalam lingkungan masyarakat. Selain persoalan lingkungan, kelompok masyarakat khusus perempuan di Padukuhan Nologaten juga mengalami penurunan produktivitas. Oleh karena itu, KKN Tematik 114 UIN Sunan Kalijaga selaku peneliti memberikan intervensi berupa pemberdayaan masyarakat perempuan Padukuhan Nologaten. Dengan metode Community Based Participatory Action, kegiatan yang dilakukan berupa workshop yang berisi sosialisasi dan praktik penanaman biopori, kerja bakti, pemilahan sampah, dan secara sekilas memberikan motivasi untuk giat menjalankan UMKM. Observasi, wawancara, dan FGD dilakukan secara fleksibel di tengah masyarakat untuk mengetahui dampak kegiatan. Peneliti menggunakan teknik analisis deskriptif selama proses perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi. Melalui kegiatan ini, masyarakat lebih paham mengenai biopori, kerja bakti, pemilahan sampah, dan dampak positifnya terhadap lingkungan serta semarak menggalakkan UMKM dalam acara penarikan KKN. Sebagian perempuan di Padukuhan Nologaten telah berkomitmen untuk memanfaatkan hasil dari kegiatan ini secara optimal.
Keywords: pertambahan penduduk, biopori, perempuan, pemberdayaan perempuan, masyaraka
Integrative Thematic Learning Model in Shaping Students\u27 Character at Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam Lumajang
Learning plays an important role in achieving educational goals because the success of an education does not escape the role of learning itself. Good learning will produce a quality education and quality education is education that can shape the character of students because in essence education has two goals, namely helping humans to become capable, and helping humans to be better and have character. The integrative thematic learning model helps build student character, namely; Religious with habituation designed by the pesantren system which creates a generation of students with noble character. Responsibility for their duties Care for the environment by getting used to keeping the environment clean. This research uses a qualitative approach, descriptive qualitative method. Type of case study research. Purposive research subject technique. Observation, interview and documentation data collection techniques. Data analysis techniques using Miles and Huberman interactive analysis: collection, reduction, presentation of data and conclusion drawing/verification. Data validity using source and technique triangulation techniques. The results of these findings: 1) The connected integrative thematic learning model is in the form of planning (determining concepts and characters, formulating learning objectives, and learning steps). Implementation (arrangement of student places with a random system; learning applies 5M and the use of media as needed). Evaluation using process and results. 2) The spider web integrative thematic learning model in the form of planning (determining the central theme, identifying concepts and determining the schedule according to the theme), (delivery of objectives, demonstration, integrated practice, feedback, practice), evaluation using test and portfolio assessment
Analyzing the Development of Structural-Functional Theory in the Sociological Approach to Primary School Education
This study investigates the interplay between sociology and education, focusing on Islamic education from a sociological perspective. The objective is to elucidate the sociological dimensions of Islamic education, employing library research for data collection and analysis. This approach facilitated an objective examination of the existing literature, uncovering the multifaceted perspectives within the sociology of education, akin to the diversity in sociological studies. The research underscores the importance of a sociological approach in understanding religious teachings and their social implications, particularly in the realm of Islamic education. It reveals that social issues significantly influence religious teachings, necessitating a comprehensive understanding of social sciences within religious communities. The findings indicate that the sociology of education in the context of Islam incorporates individual, social, and interactional approaches. The individual approach examines personal religious experiences and their educational impact, the social approach considers the influence of societal norms on educational practices, and the interaction approach investigates the interplay between individual beliefs and social contexts in educational settings. This tripartite framework enriches the understanding of Islamic education, highlighting the role of sociological insights in analyzing and interpreting educational phenomena within religious contexts. The study advocates for the integration of sociological theories in educational research, especially for religious education, to unravel the complex interactions between society and education. It proposes that a sociological perspective is essential for a nuanced understanding of Islamic educational practices and theories, urging further research in this interdisciplinary field. The conclusion emphasizes the need for continued exploration of the sociological aspects of education, particularly in Islamic contexts, to foster a more comprehensive and holistic approach to educational studies
Upaya Meningkatkan Basil Belajar Sains di Madrasah Ibtidaiyah Melalui Tiga Langkah Pembelajaran Aktif
Tiga langkah pembelajaran aktif adalah sebuah strategi pembelajaran yang membuat siswa aktifdan guru kreatij Tiga langkah pembelajaran ini meliputi eksplorasi, elaborasi, dan refleksi. Eksplorasi adalah kegiatan siswa untuk mengaktifkan pengetahuan awal mereka. Elaborasi adalah kegiatan siswa untuk membangun dan menerapkan pengetahuan awal Refleksi adalah kegiatanbersama antara guru dan siswa untuk membuat kesimpulan. Tiga langkah pembelajaran aktif ini didasarkan pada teori konstruktivisme. Ketiga langkah pembelajaran aktifini telah diterapkan di MI Asih Putera Cimahi. Sebanyak 54 siswa terlibat dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa lebih baik dari sebelum menrgunakan tiga langkah pembelajaran aktif Tiga langkah pembelajaran aktif disinergikan dengan perubahan konseptual menurut Posner (1982) yaitu intelligible, plausible, and fruitful. Pada penelitian ini tampak ketercapaian dari fruitful karena terwujudnya keterampilan proses sains pada tiga langkah pembelajaran aktif ini
Active Learning untuk Mewujudkan Pembelajaran Efektif Runtut Prih Utami
Kualitas pendidikan merupakan salah satu aspek penting dari suatu bangsa, karena maju tidaknya suatu bangsa bisa dilihat dari kualitas pendidikannya. Kualitas pendidikan tidak terlepas dari kualitas pembelajaran dan kualitas tenaga pengajar/gurunya. Oleh sebab itu kedua aspek tersebut harus ditingkatkan. Pembelajaran yang berlangsung selama ini umumnya menggunakan metode pengajaran yang cenderung sama setiap kali pertemuan di kelas. Pembelajaran masih berpusat pada guru ini mengakibatkan siswa cenderung pasif dan pembelajaran tidak efektif. Kondisi pembelajaran yang tidak memperhatikan perbedaan peserta didik, teacher centered, monoton, tidak efektif dan jauh dari ketuntasan belajar pada saat ini membuktikan terjadinya kegagalan dalam proses pembelajaran di sekolah. Oleh sebab itu perlu inovasi pembelajaran yang merubah paradigma teacher centered menjadi student centered, dari mengajar (to teach/ instructor) menjadi memfasilitasi (to help student learn facilitator). Strategi pembelajaran yang ditawarkan adalah strategi belajar aktif (active learning strategy). Active learning memberikan kesempatan yang lebih banyak pada peserta didik untuk melakukan aktivitas belajar daripada sekedar menerima pelajaran yang diberikan. Agar pembelajaran lebih bermakna maka siswa harus terlibat aktif dalam pembelajaran untuk mengkonstruk pengetahuannya melalui pengalaman belajar yang dimilikinya. Dalam active learning ini guru bertindak sebagai fasilitator, oleh sebab itu guru harus profesional yang menguasai materi dan mampu berkomunikasi dengan baik, inovatif serta mampu mengelola kelas dengan baik. Implementasi active learning ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran secara khusus dan kualitas pendidikan secara umum.
Pembelajaran PAI di Sekolah Dasar dengan Pendekatan Tematik
Pendidikan agama Islam, suatu usaha untuk membina dan mengasuh peserta didik, agar dapat memahami ajaran Islam secara menyeluruh, menghayati tujuan, dan pada akhirnya dapat mengamalkan serta menjadikan Islam sebagai pandangan hidup. Tujuan pembelajaran PAI untuk menumbuh kembangkan aqidah Islam dan mewujudkan manusia Indonesia taat beragama dan berakhlaq mulia. Pendekatan pembelajaran PAI secara tematik menjadi urgen. Karena itulah, pola yang dapat diakomodir adalah menetapkan tema-tema dalam lingkup PAI, meliputi: AI Qur\u27an, Aqidah, Fikih, Akhlak, dan SKI.Kata Kunci: PAI, Siswa, Islam, temati
Pengembangan Soft Skill Guru dalam Pembelajaran Sains SD/MI Masa Depan yang Bervisi Karakter Bangsa
Di era globalisasi ini, perkembangan saintek dan pendidikan di sekolah dasar sangatlah cepat. Dalam paradigma pendidikan pun sudah mulai berubah dari Teacher center berangsur-angsur berubah ke Student Centered Learning. Pengembangan soft skills guru harus berlandaskan pada kehidupan nyata, aplikatif, penilaian komprehensif, dan pembentukan manusia yang memiliki akal sehat. Pengasahan soft skills guru dapat juga dilaksanakan melalui: kegiatan-kegiatan seminar, MGMP/KKG, pelatihan-pelatihan khusus soft skill, bisa juga melalui character building. Guru sains bukanlah hanya pengajar, tetapi pendidik.Kata Kunci: Pengembangan, Soft Skill, Guru, Pembelajaran, Sains, Karakte
UNVEILING THE REASONING ABILITY OF MODERATELY-SKILLED ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS IN LEARNING MATHEMATICS THROUGH THE CONTEXT OF ECO-MATHEMATICS
Mathematical reasoning ability is one of the critical elements of mathematical learning, particularly in solving daily problems and coming to conclusions. Based on preliminary studies, students have difficulty solving mathematical problems, which are difficulty understanding a problem, planning a solution, and concluding a piece of information. Thus, a contextual approach focusing on mathematical objects in daily life\u27s economic and cultural contexts is needed. This study aimed to identify the extent of the mathematical reasoning ability of fifth-grade students in Class V-B of Ketintang 1/409 Elementary School of Surabaya in solving multiplication problems presented in the context of eco-mathematics (economy, culture, object of mathematics). This study applied a qualitative research method with an exploratory, descriptive approach, which describes or depicts a particular phenomenon\u27s condition. Data in the study were collected through written tests, interviews, observations, and documentation. The subjects of this research were students, each of whom had high, medium, and low abilities. The data analysis technique involved credibility testing, dependability testing, confirmability testing, and transferability testing. There are three subjects: high, medium, and low ability. The results of this study indicated that the subjects had moderate abilities during the learning process in the classroom; they were active in answering all questions given by the researchers but still lacked precision. The subjects could explore their learning abilities by discovering new things around them and obtained scores ranging from 39 to 95
Making Peace with Change: The Effect of GPT Chat Utilization on the Performance of Islamic Religion Teachers in Creating Teaching Modules
Purpose – This study aims to explore the effect of GPT Chat utilization on the performance of Islamic religion teachers in making teaching modules. Specifically, this study examines (1) the performance of Islamic religion teachers before utilizing Chat GPT, (2) how the utilization of Chat GPT by Islamic religion teachers, (3) the performance of Islamic religion teachers after utilizing Chat GPT, and (4) whether there is a significant effect of utilizing Chat GPT on teacher performance in making teaching modules.
Design/methods/approach – This research uses a quantitative approach with a pre-experiment design. Data collection tools include questionnaires, observation guidelines, and documentation. Hypothesis testing was conducted through normality tests (Kolmogorov-Smirnov and Shapiro-Wilk) and non-parametric tests (Wilcoxon) to measure significant differences between pretest and posttest results.
Findings – The findings of this study indicate that the use of Chat GPT affects the performance of Islamic religion teachers in making teaching modules.
Research implications/limitations – This study shows that the utilization of Chat GPT significantly improves teacher performance in doing Islamic religious education teaching modules. However, this study has limitations because of the small sample size of only 22 teachers. Future research can expand the scope by involving a larger sample and other education levels.
Originality/value – This study provides empirical evidence of the transformative potential of digital technologies in Islamic religious education practice and offers insights into how teachers can integrate AI technologies to improve Islamic religious education teaching strategies and learning outcomes