UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan
Not a member yet
2923 research outputs found
Sort by
The Development of Problem-based Learning Worksheet for the Material of Optical Instrument
Student learner-centered creates interaction and activeness of teaching and learning activities in the classroom. Students can play an active role in learning by using Problem-Based Learning (PBL) based student worksheets. This study aims to 1) Know the results of the development of student worksheets Problem-Based Learning (PBL) on optical instrument material, 2) Know the quality/feasibility of student worksheets Problem-Based Learning (PBL) on optical instrument material, 3) Know the response of students to student worksheets Problem-Based Learning (PBL) on optical equipment material. This research is a Research & Development using 4D development procedures by Thiagarajan. The development phase includes define, design, develop, and disseminate, but this research is limited to the develop stage by conducting limited and field tests. The product developed is a student worksheet based on Problem Based Learning (PBL) on optical instruments for high school students. The quality of student worksheets based on Problem-Based Learning (PBL) on optical instrument material for Senior High School class XI which was developed based on the assessment of material experts, media experts and physics teachers obtained Very Good (VG) criteria. The response of students to student worksheet in limited trials and field trials obtained Very Good (VG) criteria. These results show that student worksheets based on Problem-Based Learning (PBL) can be used as teaching material in the learning process on optical instrument materials
Enhancing Teacher Professionalism in Indonesia: Challenges and Strategies for Digital Technology Utilization in the Society 5.0 Era
Abstract: The Society 5.0 era presents new challenges for the world of education, especially in improving teacher professionalism in utilizing digital technology. This study aims to analyze the challenges teachers face and identify strategies that can be applied to enhance their professionalism. The research method used is the Narrative Literature Review (NLR), with a qualitative approach based on thematic analysis of various relevant literature sources. The PRISMA method is applied to ensure a systematic selection and analysis process. The study results indicate that teacher professionalism in the Society 5.0 era is influenced by five main aspects: understanding digital technology, developing 21st-century competencies, implementing a humanistic learning approach, increasing capacity through continuous learning, and collaborating with various educational stakeholders. However, teachers face multiple challenges, including adaptation to digital technology, the digital literacy gap, the complexity of teacher tasks, inequality in access to technology, and demands for continuous competency development. The implications of this study emphasize the need for a holistic approach to improving teacher professionalism, with policy support that encourages constant training and the provision of adequate digital infrastructure. With the right strategy, teachers can optimize their role in forming an adaptive, innovative, and highly competitive generation in the Society 5.0 era.
Abstrak: Era Society 5.0 menghadirkan tantangan baru bagi dunia pendidikan, terutama dalam meningkatkan profesionalisme guru dalam pemanfaatan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan yang dihadapi guru serta mengidentifikasi strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan profesionalisme mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah Narrative Literature Review (NLR), dengan pendekatan kualitatif berbasis analisis tematik terhadap berbagai sumber literatur yang relevan. Metode PRISMA diterapkan untuk memastikan proses pemilihan dan analisis yang sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesionalisme guru di era Society 5.0 dipengaruhi oleh lima aspek utama: pemahaman teknologi digital, pengembangan kompetensi abad ke-21, penerapan pendekatan pembelajaran humanis, peningkatan kapasitas melalui pembelajaran berkelanjutan, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam pendidikan. Namun, terdapat berbagai tantangan yang dihadapi guru, antara lain adaptasi terhadap teknologi digital, kesenjangan literasi digital, kompleksitas tugas guru, ketimpangan akses teknologi, dan tuntutan pengembangan kompetensi secara berkelanjutan. Implikasi dari penelitian ini menegaskan perlunya pendekatan holistik dalam peningkatan profesionalisme guru, dengan dukungan kebijakan yang mendorong pelatihan berkelanjutan serta penyediaan infrastruktur digital yang memadai. Dengan strategi yang tepat, guru dapat mengoptimalkan peran mereka dalam membentuk generasi yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing tinggi di era Society 5.0
The Relationship Between Teacher-Student Relationship and School Adjustment in Cilandak South Jakarta
The relationship between teachers and children plays an important role in determining children\u27s adjustment to school, especially in early childhood education environments. A positive relationship between teachers and children is believed to help children overcome challenges in the adaptation process, thus contributing to their success in the school environment. The purpose of this study was to investigate the relationship between teachers and students with school adjustment in Kindergarten A students. Using a quantitative methodology, this study gathered data from 70 respondents who filled out questionnaires. With a correlation value of 0.604, the study discovered a positive and significant link between school adjustment and the relationship between teachers and students. According to this study, students\u27 school adjustment is positively correlated with the strength of their interaction with their teachers. Furthermore, teacher-student relationships contribute 36.5% to school adjustment, while the remaining 63.5% is influenced by other factors such as family support, social environment, and individual student characteristics. This study emphasizes the importance of teachers\u27 roles in fostering positive relationships with students to support optimal school adjustment processes
Pengaruh Self-Regulated Learning dan Math Anxiety Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik
Pendidikan dan belajar merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Belajar memiliki peran penting guna mencapai sebuah prestasi peserta didik dalam sebuah pendidikan. Faktor yang dapat mempengarui seseorang dalam berprestasi salah satunya faktor internal. Faktor internal dapat berupa kemandirian belajar dan kecemasan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya pengaruh kemandirian belajar (Self Regulated Learning) dan kecemasan matematis (Math Anxiety) terhadap hasil belajar matematika peserta didik. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XII MAN 1 Sleman. Instrumen penelitian terdiri dari angket kemandirian belajar, angket kecemasan matematis, dan nilai hasil UTS semester ganjil. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan analisis regresi berganda untuk mengetahui adanya pengaruh antara variabel X1 dan X2 terhadap variabel Y. Berdasarkan hasil analisis data, didapatkan adanya pengaruh kemandirian belajar dan kecemasan matematis terhadap hasil belajar peserta didik baik peserta didik perempuan maupun laki-laki. Besarnya kontribusi pengaruh kemandirian belajar dan kecemasan matematis diperoleh dari dari nilai koefisien determinasi sebesar 4% untuk peserta didik laki-laki dan 33,4% untuk peserta didik perempuan
Internalisasi Kesadaran Gender dalam Pendidikan Agama Islam: Pendekatan Holistik untuk Pengembangan Karakter
Tujuan – Penelitian ini menganalisis internalisasi kesadaran gender dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui pendekatan berbasis literatur. Kesadaran gender, sebagai kompetensi multidimensional yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, dikembangkan melalui tiga jalur pendidikan: kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Kegiatan intrakurikuler menekankan pengintegrasian pengetahuan konseptual tentang kesetaraan gender dalam kurikulum, kegiatan kokurikuler mendukung pembelajaran berbasis pengalaman, dan kegiatan ekstrakurikuler memberikan ruang untuk penerapan nyata prinsip kesadaran gender.
Metode – Penelitian ini menggunakan studi literatur yang dilakukan dengan mengeskplorasi sumber-sumber tertulis seperti buku dan artikel-artikel ilmiah tentang topik gender. Selanjutnya secara eksploratif dianalisis untuk mendapatkan analisis kualitatif yang mendalam.
Hasil – Hasil penelitian menegaskan pentingnya peran guru sebagai fasilitator yang memiliki kompetensi gender untuk menciptakan pengalaman belajar yang seimbang dan inklusif. Upaya kolaboratif dengan komunitas lokal, lembaga pemberdayaan perempuan, dan instansi pemerintah turut memperkuat dampak dari inisiatif ini. Penelitian juga menyoroti pentingnya menyelaraskan program-program kesadaran gender dengan nilai-nilai budaya lokal, sambil tetap mengutamakan prinsip keadilan gender. Implikasi dari penelitian ini sangat signifikan, menunjukkan bahwa integrasi kesadaran gender dalam PAI mendukung pengembangan karakter siswa dan berkontribusi pada transformasi sosial yang lebih luas. Namun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan, termasuk ketergantungan pada data sekunder dan perlunya validasi empiris terhadap model yang diusulkan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan studi lapangan guna mengevaluasi implementasi program kesadaran gender dan mengembangkan model pelatihan guru yang lebih komprehensif untuk meningkatkan efektivitas program
Pengembangan Model Pembelajaran Ipa Bagi Siswa Madrasah Ibtidaiyah
Pengembangan model pembelajaran selalu dilakukan untuk mendapatkan hasil belajar yang optimal. Salah satu model yang menjanjikan adalah model pembelajaran tematik yang sesuai dengan tingkat perkembangan intelektual dan karakteristik anak usia sekolah dasar. Dengan pembelajaran ini akan diperoleh pembelajaran yang bermakna, memberikan pengalaman langsung kepada siswa, dan mendapatkan materi yang lebih utuh. Pembelajaran ini berimplikasi pada siswa, guru, sekolah dan sarana-prasarana yang diperlukan
Thoha Husain dan Reformasi Pendidikan Islam: Suatu Upaya Interpretasi Kontekstual Atas Al-Qur\u27an
Reformasi pendidikan bagi umat Islam di manapun, termasuk di Indonesia merupakan suatu keharusan. Hal ini dikarenakan, pendidikan merupakan aset yang paling penting bagi penyiapan generasi masa depan suatu masyarakat. Thoha Husain merupakan salah satu dari sosok umat Islam yang telah melakukan reformasi pendidikan bagi umat Islam. Gagasan Thoha Husain meskipun memunculkan kontroversi, tidak lepas dari upaya menginterpretasi atas al-Qur\u27an secara kontekstual. Apa yang digagas Thoha, meskipun dilakukan di Mesir memiliki benang merah bagi upaya reformasi pendidikan bagi umat Islam Indonesia
Peran Blog Sebagai Media Pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah
Literasi digital telah memasuki kelas dan pengajaran di sekolah. Salah satu media berbasis internet yang mulai dilirik sebagai media pembelajaran sains di level pendidikan dasar adalah blog atau weblog. Blog memiliki berbagai manfaat diantaranya bagi guru sebagai tempat berbagi lesson plan, link ke sumber-sumber online dan search engines, menyebarluaskan informasi dan berkomunikasi sesama guru. Bagi siswa blog dapat memberikan kemudahan berkomunikasi secara online dan melatih siswa untuk berinteraksi sosial dengan lebih mandiri dan percaya diri. Blog juga menyediakan ruang pencarian informasi yang bermanfaat bagi siswa SD/MI untuk memahami konsep sains secara mandiri.Beberapa sekolah dan guru di Amerika telah menggunakan blog sebagai media pendidikan. Kebanyakan menggunakan blog sebagai sumber infomasi, mencari lesson plan, dan kurikulum. Contoh dari blog-blog yang bermanfaat di dunia pendidikan diantaranya http://librarygoddess. blogspot.com, http:// www.educationlibrarian.com, http://edsourceonline. blogspot.com, dan lainlain. Dengan melihat manfaat dan kelebihan blog, artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan blog sebagai media pembelajaran bagi siswa SD/MI. Dengan eksplorasi tersebut diharapkan lebih banyak guru dan peserta didik yang dapat mengembangkan technology fluencynya melalui blog
Perbandingan Standar Nasional Pendidikan Sains Indonesia dan National Science Education Standards USA pada Pendidikan Dasar
Secara umum, topik kajian mala pelajaran sains di Indonesia di pendidikan dasar hampir sama dengan di Amerika. Namun, ada beberapa perbedaan. Misal: Di Amerika dikaji delapan topik, tapi di Indonesia hanya enam topik. Ada dua topik dalam standar kompetensi sains di Amerika yang tidak dikembangkan dalam standar kompetensi di Indonesia. Dua topik tersebut adalah tentang sejarah perkembangan sains dan konsep kesatuan proses. Perljabaran topik juga berbeda; di Amerika, pada standar sains, kajian tentang lingkungan dalam perspektifpribadi dan sosial. Di Indonesia, pada topik tentang sains, kajian tentang lingkungan terpadu, teknologi, dan masyarakat
Pendekatan Problem Solving untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi
Penggunaan suatu pendekatan pembelajaran di kelas sangat mempengaruhi kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa SDIMI dalam matematika. Salah satu pendekatan pembelajaran inovatifyang secara langsung berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan berpikir tingkat ·tinggi siswa SDIMI dalam matematika. adalah pendekatan problem solving. Hanya saja dalam pelaksanaannya di kelas, tetap harus berpedoman kepada tahap perkembangan intelektual siswa, dengan agar tidak terjadi kegagalan. Selanjutnya dengan penggunaan pendekatan ini diharapkan terciptanya individu-individu generasi penerus, pembela agama dan bangsa yang handal, kreatifdan tangguh