Ejournal Universitas Indo Global Mandiri (UIGM)
Not a member yet
1708 research outputs found
Sort by
Pengaruh Brand Experience dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Produk Skin Game di Jabodetabek
The skin care industry has attracted much attention in recent years. In line with the growth of the skincare industry, it encourages innovation in products used in skin care according to their functions. This study examines the effect of brand experience and product quality on purchasing decisions for Skin Game brand skin care products in Jabodetabek. The method used in this research is a descriptive quantitative approach with purposive sampling and determining the sample using the Lemeshow formula. The object of this research is consumers who use the skincare brand Skin Game in Jabodetabek, with 100 respondents. The results of this study reveal that the brand experience variable has a positive and significant effect on purchasing decisions from a significance result of 0.002, which means a sig value of 0.002 1.985. The results of hypothesis testing show that product quality positively impact purchasing decisions from a significance result of 0.000, which means a sig value of 0.000 t table of 1.985. The results of the F test showed that the F count is 61.024 with a significance value of 0.000. Brand experience and product quality simultaneously positively affect purchasing decisions for skin care products for the Skin Game brand. The result of the Coefficient determination Brand experience variables and product quality impact purchasing decisions by 55.7%.
Keywords: Experience, Product Quality, Purchase Decisio
Analisis Implementasi Dalam Mewujudkan Ekonomi Hijau Di Kalimantan Barat
This research aims to examine the application and implementation of a green economy in West Kalimantan by involving collaboration between the West Kalimantan REDD+ Work Program and close communication with indigenous communities as an integral part of these programs. The main focus of this research is fair and sustainable forest management, with the hope that these steps will move West Kalimantan towards a greener future. Even though it is known as a province rich in potential in the agricultural, plantation, forestry, fisheries, mining and mining sectors, West Kalimantan remains committed to the principles of a green economy. For example, the agriculture, forestry and plantation sectors contributed 24% to Gross Regional Domestic Product (GRDP) in 2020. In an effort to increase added value and environmental sustainability, commodity downstreaming and reducing exploitation of natural resources is a strategic focus. The West Kalimantan Provincial Government hopes that all stakeholders can synergize and collaborate to realize the vision of a green economy that not only empowers the community but also protects the environment. This research uses literature study to obtain information and data regarding Implementation Analysis in Realizing a Green Economy in West Kalimantan. Secondary data sources come from journals, news, books, statutory regulations and other documents. To optimize sustainable management of natural resources, the West Kalimantan Provincial Government issued Regional Regulation (Perda) Number 6 of 2018 concerning sustainable management of land-based businesses. The regulation requires land-based entrepreneurs to consider environmental sustainability, eco-efficiency, fairness and benefits to society.
Keywords: Green Economy, Implementation, Natural resources
Analisis Jangkauan Jarak Fasilitas Kesehatan Terhadap Pemukiman Kumuh di Kecamatan Bukit Kecil Palembang (Studi Kasus: Rumah Susun 24 Ilir)
ABSTRACT
One of the impacts of high levels of urbanization is the increase in the number of urban residents. This problem causes an increase in the need for housing. If this is not balanced with residential development, it will lead to illegal or slum housing. The increasing number of urban residents will also encourage the emergence of various urban activities. To accommodate and support various emerging activities, adequate land is needed, especially for low-income communities (MBR). To fulfill the need for affordable housing for MBR, certainty of ownership and control is provided in the form of a Sarusun Building Ownership Certificate (SKBG Sarusun) for Flats (sarusun) for MBR.
Flat 24 Ilir, Bukit Kecil District is one of the flats in Palembang where most of the people living there have economic limitations or are classified as poor. However, the existence of health facilities around the 24 Ilir flats is not evenly distributed so that the community's ability to access health facilities is limited.
This research discusses the gap between health facilities and slum areas. The aim of this research is to determine the distribution pattern and distance of accessibility of health facilities in the 24 Ilir flats, Bukit Kecil District, Palembang. This research uses the nearest neighbor method and buffer analysis using a Geographic Information System. The data collection technique used is primary and secondary data collection. Based on the results of the research and discussion, it was concluded that the distribution of health facilities in the 24 Ilir flats, Bukit Kecil District, Palembang has a uniform pattern. Meanwhile, only 2 health facilities are affordable with 24 ilir flats with a reach of 0-300 m. And there are 3 health facilities that are difficult to reach and take quite a long time with a range of 600-1200 m and 1200-3000 m.
Keywords: Nearest Neighbor, Distribution Pattern, Accessibility Distance, Buffer
ABSTRAK
Salah satu dampak dari tingginya tingkat urbanisasi adalah bertambahnya jumlah penduduk perkotaan. Permasalahan ini menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan perumahan. Jika hal ini tidak diimbangi dengan pembangunan pemukiman maka akan menimbulkan perumahan liar atau kumuh. Meningkatnya jumlah penduduk perkotaan juga akan mendorong munculnya berbagai aktivitas perkotaan. Untuk menampung dan mendukung berbagai kegiatan yang bermunculan, diperlukan lahan yang memadai, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Untuk memenuhi kebutuhan hunian terjangkau bagi MBR, diberikan kepastian kepemilikan dan penguasaan dalam bentuk Surat Keterangan Pemilikan Bangunan Gedung Sarusun (SKBG Sarusun) untuk Rumah Susun (sarusun) bagi MBR.
Rumah Susun 24 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil merupakan salah satu rumah susun di Palembang yang sebagian besar masyarakatnya yang tinggal di sana memiliki keterbatasan ekonomi atau tergolong miskin. Namun keberadaan fasilitas kesehatan di sekitar rumah susun 24 Ilir belum merata sehingga kemampuan masyarakat dalam mengakses fasilitas kesehatan terbatas.
Penelitian ini membahas kesenjangan antara fasilitas kesehatan dan permukiman kumuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola sebaran dan jarak aksesibilitas fasilitas kesehatan di rumah susun 24 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang. Dalam penelitian ini menggunakan metode nearest neighbor dan analisis buffer dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengumpulan data primer dan sekunder. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka diperoleh kesimpulan bahwa persebaran fasilitas kesehatan di rumah susun 24 ilir, Kecamatan Bukit Kecil Palembang memiliki pola yang seragam. Sedangkan keterjangkauan fasilitas kesehatannya hanya 2 yang terjangkau dengan rusun 24 ilir dengan jangkauan 0-300 m. Dan fasilitas kesehatan yang sulit dijangkau dan memerlukan waktu lumayan lama ada 3 dengan jangkauan 600-1200 m dan 1200-3000 m.
Kata Kunci: Nearest Neighbor, Pola Persebaran, Jarak Keterjangkauan, Buffe
Effectiveness Of Coaching And Mentoring For Employee Career Development Within The Organization
Objective: This study aims to determine the effectiveness of coaching and mentoring for the career development of employees in organizations.
Design/Methods/Approach: This study uses the research method used is the observation method, the library method, internet review and the analysis process is carried out using the literature review analysis method of previous journals.
Findings: Employees must know specifically what to do and be able to face obstacles to achieve effective performance, this is where coaching, mentoring and career counseling activities are needed.
Originality/Value: Coaching and Mentoring are important for improving employee performance and providing different benefits for the organization.
Practical/Policy implication: The results of the study show that coaching and mentoring help improve employee performance and setting goals leads to higher performance through increasing effort and motivation levels of employees, one of which is through career counseling
Kiat Penelitian & Ilustrasi Karya Ilmiah Riset Bagi Siswa Eksakta SMAN 2 Bandar Lampung
Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Bandar Lampung aktif berpartisipasi dalam Lomba Anugerah Inovasi Daerah (LAID) Provinsi Lampung dengan prestasi yang baik. Kendati pada tahun 2023 ini tim Sekolah yang dikirim tidak berhasil menjadi juara Lomba tersebut, pada tahun lalu, tim peneliti muda yang diikutsertakan dalam LAID 2022 berhasil menjadi juara pertama kategori pelajar. Pada tahun 2017, tim Sekolah mendapatkan juara kedua kategori pelajar pada Lomba ini. Lomba yang diselenggarakan oleh Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Daerah (Balitbangnovda) Provinsi Lampung diawali dengan seleksi naskah artikel/karya tulis ilmiah, sehingga hanya naskah artikel yang disusun dengan baik yang mencerminkan kecemerlangan ide dapat lolos ke tahap selanjutnya. Berdasarkan hal tersebut, maka Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Teknik Universitas Lampung (PkM FT Unila) mempertimbangkan perlunya membantu pihak SMAN 2 Bandar Lampung dalam penyusunan/presentasi karya tulis penelitian dan hasilnya melalui Pelatihan Kiat Penelitian dan Ilustrasi Karya Tulis Ilmiah. Setelah pertemuan dengan pihak Sekolah, Tim PkM FT Unila Menyusun materi yang dibutuhkan dalam Pelatihan ini. Sebelum, selama, dan sesudah pelaksanaan Pelatihan, dilakukan evaluasi kepada para peserta (pelajar). Metode Participatory Appraisal diterapkan dalam pembelajaran ini. Peningkatan pemahaman yang tinggi dari siswa eksakta diperoleh. Seluruh pelajar (100%) dapat memahami dengan baik formulasi Pendahuluan karya tulis ilmiah, ragam/jenis rancangan percobaan, penelitian OFAT, pengaturan tampilan ilustrasi untuk artikel/karya tulis ilmiah. Namun, hanya sebagian siswa (50-60%) yang memahami dengan benar subyek komposisi Pendahuluan dan preparasi ilustrasi artikel.Aktifnya Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Bandar Lampung dalam Lomba Anugerah Inovasi Daerah Provinsi Lampung menghasilkan prestasi yang baik dengan dapat menjadi juara dalam Lomba tersebut. Lomba yang diselenggarakan oleh Balitbangnovda Provinsi Lampung ini diawali dengan seleksi artikel/makalah ilmiah, sehingga artikel yang penyusunannya baik akan lolos ke tahap lanjut. Berdasarkan hal tersebut, maka dipandang perlu membantu pihak Sekolah dalam memperbaiki penyusunan/presentasi penelitian dan hasilnya melalui Pelatihan Kiat Penelitian dan Ilustrasi Karya Tulis Ilmiah. Metode Participatory Appraisal diterapkan dalam pembelajaran ini. Peningkatan pemahaman yang tinggi dari siswa eksakta diperoleh. Seluruh pelajar (100%) dapat memahami dengan baik formulasi Pendahuluan karya tulis ilmiah, ragam/jenis rancangan percobaan, penelitian OFAT, pengaturan tampilan ilustrasi untuk artikel/karya tulis ilmiah. Namun, hanya sebagian siswa (50-60%) yang memahami dengan benar subyek komposisi Pendahuluan dan preparasi ilustrasi artikel
Analisis SWOT dan Framework Implementasi Strategi Pengembangan UMKM
Magelang City UMKM actors operate in three fields, namely industry, services and trade. The development of UMKM actors in Magelang City from 2020 to 2022 experienced fluctuations. UMKM players are encouraged to expand their marketing through market places. The emergence of various digital platforms indicates that UMKM players are in the era of globalization. The development of UMKM which is accompanied by environmental changes must be adjusted to approproate strateges such as SWOT analysis approach. The aim of this research is create a model or framework for implementing UMKM development strategies in Magelang City. The research method is qualitative with a SWOT analysis approach (identification of strengths, weaknesses, opportunities and threats). The location of the research was in Magelang City. Informants were selected using a purposive sampling technique, including heads of UMKM associations, trader coordinators and regional apparatus organizations related to UMKM empowerment. Data collection was carried out by interviews, observation and documentation. This research identified 6 strengths, 7 weaknesses, 7 opportunities and 4 threats. From this identification, 16 strategies were produced in the form of 7 SO strategies, 3 WO strategies, 3 ST strategies, and 3 WT strategies. After that, a strategy implementation framework was formulated which focused on the classification of action planning for UMKM actors by paying attention to SO, WO, ST and WT strategies. All of these strategies are classified into four components, including optimizing the availability of human resources, utilizing external programs and technology, obtaining and using business legality, and forming branding and business characteristics
Pengembangan Motif dengan Sistem Ruang Waktu Datar melalui Penggayaan Ilustrasi Flat Design dengan Inspirasi Wayang Kamasan
Sistem Ruang Waktu Datar (RWD) menjadi salah satu teknis penggambaran dari berbagai arah, tempat, waktu yang memperhatikan wimba dan tata ungkapan untuk menghasilkan ilustrasi yang dapat bercerita. Ilustrasi yang dihasilkan terdiri dari beberapa adegan yang menggambarkan suatu kejadian. Selain itu, ditemukannya persamaan antara RWD dan flat design yaitu memiliki gambaran yang terkesan datar. Di sisi lain, terdapat penelitian sebelumnya yang mengembangkan motif dengan sistem RWD menggunakan penggayaan ilustrasi flat design dengan inspirasi Damar Kurung yang menghasilkan komposisi motif berupa motif non-repetitif, lalu pada penelitian tersebut memiliki saran untuk penelitian selanjutnya untuk dapat mengeksplor seni tradisi Indonesia lainnya, serta membuat komposisi tanpa adanya perpotongan. Sehingga pada penelitian ini memiliki potensi untuk menggunakan salah satu inspirasi seni tradisi di Indonesia, yaitu Wayang Kamasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan bagaimana cara mengembangkan stilasi motif dengan sistem RWD melalui penggayaan ilustrasi flat design dengan inspirasi Wayang Kamasan, serta menciptakan komposisi motif repetitif dengan mengungkapkan adegan cerita. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa studi literatur melalui buku, jurnal, dan penelitian sebelumnya, lalu observasi berupa analisa studi visual untuk memahami karakteristik dari sistem RWD, flat design, dan visual Wayang Kamasan, serta melakukan wawancara terhadap illustrator untuk menemukan informasi terkait inspirasi, melakukan studi brand, dan melakukan eksplorasi motif yang memanfaatkan sistem RWD melalui penggayaan flat design dengan inspirasi Wayang Kamasan. Hasil akhir dari penelitian ini adalah berupa komposisi motif repetitif dengan teknik one way yang menggunakan salah satu adegan cerita pada visual Wayang Kamasan. Hasil akhir tersebut akan diaplikasikan pada lembaran tekstil dengan teknik digital printing
PELATIHAN DIGITAL MARKETING UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN & PRODUKTIVITAS BAGI KOMUNITAS KPM PKH
Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh Komunitas KPM PKH di Kec. Suruh adalah masalah pemasaran dan keterampilan menggunakan teknologi. Komunitas KPM PKH di Kec. Suruh memerlukan pengembangan usaha berbasis teknologi sehingga dapat bersaing dengan usaha baru yang bersifat online. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah 1) Mengidentifikasi penggunaan media pemasaran pada Komunitas KPM PKH di Kec. Suruh, 2) Menggambarkan upaya pengembangan usaha berbasis teknologi pada Komunitas KPM PKH Kec. Suruh melalui pelatihan digital marketing. Metode yang digunakan adalah dengan observasi, wawancara, penyebaran kuesioner dan Focus Group Discussion. Metode yang digunakan dalam upaya pengembangan usaha berbasis teknologi adalah metode pendidikan masyarakat dan pelatihan. Materi -materi dalam upaya pengembangan usaha berbasis teknologi pada Komunitas KPM PKH Kec. Suruh melalui pelatihan digital marketing meliputi : 1) Menumbuhan jiwa kewirausahaan untuk bisnis online, 2) Sharing session, 3) Pelatihan digital marketing (menggunakan facebook dan instragram bisnis). Hasil identifikasi menunjukkan bahwa banyak Komunitas KPM PKH di Kec. Suruh menggunakan teknologi sederhana dalam pemasaran, yaitu didominasi dengan media Whatsapp. Bahkan masih banyak Komunitas KPM PKH yang menjalankan usahanya secara offline tanpa bantuan teknologi. Hasil evaluasi dari kegiatan pelatihan digital marketing menunjukkan bahwa kegiatan ini mendapatkan tanggapan yang positif, dinilai dapat memberikan wawasan dan ilmu, dan memberikan inspirasiSalah satu permasalahan yang dihadapi oleh Komunitas KPM PKH di Kec. Suruh adalah masalah pemasaran dan keterampilan menggunakan teknologi. Komunitas KPM PKH di Kec. Suruh memerlukan pengembangan usaha berbasis teknologi sehingga dapat bersaing dengan usaha baru yang bersifat online. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah 1) Mengidentifikasi penggunaan media pemasaran pada Komunitas KPM PKH di Kec. Suruh, 2) Menggambarkan upaya pengembangan usaha berbasis teknologi pada Komunitas KPM PKH Kec. Suruh melalui pelatihan digital marketing. Metode yang digunakan adalah dengan observasi, wawancara, penyebaran kuisioner dan Focus Group Discussion. Metode yang digunakan dalam upaya pengembangan usaha berbasis teknologi adalah metode pendidikan masyarakat dan pelatihan. Materi -materi dalam upaya pengembangan usaha berbasis teknologi pada Komunitas KPM PKH Kec. Suruh melalui pelatihan digital marketing meliputi : 1) Menumbuhan jiwa kewirausahaan untuk bisnis online, 2) Sharing session, 3) Pelatihan digital marketing (menggunakan facebook dan instragram bisnis). Hasil identifikasi menunjukkan bahwa banyak Komunitas KPM PKH di Kec. Suruh menggunakan teknologi sederhana dalam pemasaran, yaitu didominasi dengan media Whatsapp. Bahkan masih banyak Komunitas KPM PKH yang menjalankan usahanya secara offline tanpa bantuan teknologi. Hasil evaluasi dari kegiatan pelatihan digital marketing menunjukkan bahwa kegiatan ini mendapatkan tanggapan yang positif, dinilai dapat memberikan wawasan dan ilmu, dan memberikan inspirasi
Analisis Pengembangan Bisnis UD. Sinar Harapan Melalui Pendekatan Business Model Canvas
Every company must use a strategy to develop its business. One way to compete is to create a new strategy so that the company has a good and appropriate business model. The condition of the company is used as a tool in developing its business through a business model. The business model aims to prioritize value as part of technology development management. The business model used is the Business Model Canvas, which can build business activities and business models. UD Sinar Harapan is a company that produces crackers. The company seeks to implement strategic management in the business it runs. The purpose of this study is to determine the implementation of the Business Model Canvas, SWOT analysis, and business development strategies that should be applied to UD Sinar Harapan. This research was conducted using qualitative research methods and descriptive research types. This study uses five informants, namely, business owners, employees, and three customers of UD. Rays of hope Based on the results of the data obtained, it is known that UD. Sinar Harapan has not fully implemented the Business Model Canvas. However, there are five blocks that have been used, namely value proposition, channel, customer relationship, revenue stream, and key activity. UD. Sinar Harapan also found the need for a business development strategy that could be implemented through a SWOT analysis by increasing the number of variants, making brand labels on each package, and reproducing them online through a media network so that more subscribers will recognize it.
Keywords: Development strategy, Business model canvas, SWOT analysi
Analisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Tingkat kemiskinan dan Indeks Kemiskinan terhadap besaran APBD di Provinsi Sumatera Selatan
Some regencies/cities that have big Regional Government Budgets (RGB) come from Revenue Sharing Fund of Natural Resource show their economicindicators are lower than other regions. This study does to knowand analyse a correlation of RGB to economic growth, poverty level and Human Development Index at 17 regencies/cities of South Sumatra Province. The research data are from 2013 to 2017 come from BPKAD and BPS, and using quantitative research method that used descriptive statisticalanalyses to test each variable and analytic statistical analyses which is used scoring analyses and simple regression analyses.Revenue Sharing Fund is a component of central government transfer as one of RGB components so the bigger Revenue Sharing Fund of a region the bigger RGB of that region. Scoring analyses shows some regions that have big RGB in 2017 do not have better rankings and vice versa, some regions that have small RGB get better rankings. Simple regression analyses, from 2013 to 2017, shows that a RGB does not have a correlation to economic growth, poverty level and Human Development Index at 17 regencies/cities of South Sumatra Province. Hence, the bigger RGB is not significant its correlation to the increasing of economic growth, the decreasing of poverty level and the increasing of Human Development Index.
Keywords: Economic Growth, Poverty Level, HD