Ejournal Universitas Indo Global Mandiri (UIGM)
Not a member yet
1708 research outputs found
Sort by
Inovasi Penggunaan QR-Code: Akses Digital untuk Edukasi dan Pelestarian Budaya di Museum Ruwa Jurai Lampung
Penerapan teknologi QR-Code di Museum Negeri Ruwa Jurai Lampung bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas informasi bagi pengunjung dan mendukung digitalisasi museum. Teknologi QR-Code diimplementasikan sebagai alat komunikasi interaktif yang memungkinkan pengunjung menggali lebih dalam tentang koleksi benda sejarah dan budaya di Museum Ruwa Jurai Lampung. Dengan menggunakan smartphone, pengunjung dapat dengan mudah dan efisien mengakses informasi mendalam tentang setiap artefak, termasuk sejarah dan konteksnya. Selain meningkatkan pengalaman pengunjung, juga bertujuan untuk memperdalam pemahaman masyarakat terhadap warisan budaya yang tersimpan dalam koleksi museum dengan pendekatan yang lebih interaktif dan efektif. Berdasarkan hasil kuesioner dengan 10 responden, 60% pengunjung sangat setuju bahwa QR-Code mudah digunakan, sementara 40% setuju, menandakan bahwa mayoritas responden menemukan teknologi ini user-friendly dan efektif dalam menyediakan informasi yang relevan. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa pengunjung yang mengalami kendala teknis, yang menunjukkan perlunya peningkatan pada aspek user experience. Dari segi kualitas informasi, sebagian besar responden merasa bahwa konten yang disajikan melalui QR-Code cukup informatif dan relevan, meskipun ada beberapa responden yang menganggapnya kurang memuaskan. Selain itu, hasil kuisioner juga mengungkap bahwa meskipun QR-Code dianggap efektif dalam menyajikan informasi, mayoritas pengunjung lebih memilih metode tradisional seperti pemandu museum untuk mendapatkan informasi. Hal ini menunjukkan pentingnya keseimbangan antara pendekatan digital dan tradisional dalam memberikan pengalaman yang optimal bagi pengunjung. Secara keseluruhan, penerapan QR-Code telah memberikan kontribusi positif, namun perbaikan terkait kendala teknis dan penyempurnaan konten digital diperlukan untuk meningkatkan pengalaman pengunjung dan mendukung upaya edukasi museum.Penerapan teknologi QR-Code di Museum Negeri Ruwa Jurai Lampung bertujuan untuk meningkatkan
aksesibilitas informasi bagi pengunjung dan mendukung digitalisasi museum. Berdasarkan hasil kuisioner, mayoritas responden memberikan tanggapan positif terhadap penggunaan QR-Code, terutama dalam hal kemudahan akses informasi, dengan 6 dari 10 responden sangat setuju bahwa QR-Code mudah digunakan. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa pengunjung yang mengalami kendala teknis, yang menunjukkan perlunya peningkatan pada aspek user experience. Dari segi kualitas informasi, sebagian besar responden merasa bahwa konten yang disajikan melalui QR-Code cukup informatif dan relevan, meskipun ada beberapa responden yang menganggapnya kurang memuaskan. Selain itu, hasil kuisioner juga mengungkap bahwa meskipun QR-Code dianggap efektif dalam menyajikan informasi, mayoritas pengunjung lebih memilih metode tradisional seperti pemandu museum untuk mendapatkan informasi. Hal ini menunjukkan pentingnya keseimbangan antara pendekatan digital dan tradisional dalam memberikan pengalaman yang optimal bagi pengunjung. Secara keseluruhan, penerapan QR-Code telah memberikan kontribusi positif, namun perbaikan terkait kendala teknis dan penyempurnaan konten digital diperlukan untuk meningkatkan pengalaman pengunjung dan mendukung upaya edukasi museum
Bantuan Desain dan Pembangunan Gapura Desa Air Merah Kabupaten Rejang Lebong
Gapura bukan hanya sekedar bangunan simbolis tanpa makna dan fungsi. Lebih dari itu Gapura berfungsi sebagai identitas dari suatu wilayah. Identitas suatu wilayah mencerminkan karakteristik masyarakat yang menempatinya. Identitas daerah menjadi penting sebab sangat berperan dalam proses perencanaan dan perancangan kota. Suatu daerah yang memiliki ciri khas tertentu seperti keunggulan komoditinya ataupun wisata juga dilambangkan dari Gapura. Gapura terletak pada jalan masuk utama suatu wilayah. Hal ini membuat wilayah tersebut menjadi mudah dikenali oleh orang luar karena gapura yang akan pertama kali dilihat ketika sesorang memasuki wilayah tersebut. Berdasarkan survey lapangan yang telah dilakukan oleh tim pengabdian kepada masyarakat, ditemukan satu desa di Kecamatan Curup Tengah Kabupaten Rejang Lebong yaitu Desa Air Merah belum memiliki gapura. Ketiadaan gapura pada desa ini menjadikan desa ini sulit untuk dikenal. Padahal desa air merah memiliki beberapa komoditi unggulan seperti produksi gula aren dan kolang- kaling. Berangkat dari permasalahan tersebut maka dilakukan kegiatan PkM bagi masyarakat desa air merah ini dengan tujuan memberikan bantuan perencaan desain gapura desa berupa Design Engineering Detail (DED) serta rencana anggaran biaya (RAB). Tahapan yang dilakukan dalam kegiatan ini terbagi menjadi lima tahapan yaitu survey lokasi, diskusi dengan warga, pembuatan desain dan penyusunan RAB, proses pembangunan Gapura, dan serta pelaporan hasil kegiatan. Kegiatan ini selain menghasilkan dokumen perencanaan berupa DED dan RAB, juga menghasilkan bangunan fisik Gapura.Gapura bukan hanya sekedar bangunan simbolis. Lebih dari itu Gapura berfungsi sebagai identitas dari suatu daerah yang mencerminkan karakterisit masyarakat yang menempatinya. Suatu daerah yang memiliki ciri khas tertentu seperti keunggulan komoditnya ataupun wisata juga dilambangkan dari Bangunan Gapura. Berdasarkan survey lapangan yang telah dilakukan oleh tim pengabdian kepada masyarakat, ditemukan satu desa di Kecamatan Curup Tengah Kabupaten Rejang Lebong yaitu Desa Air Merah belum memiliki gapura. Ketiadaan gapura pada desa ini menjadikan desa ini sulit untuk dikenal. Padahal desa air merah memiliki beberapa komoditi unggulan seperti produksi gula aren dan kolang- kaling. Berangkat dari permasalahan tersebut maka dilakukan kegiatan PkM bagi masyarakat desa air merah ini dengan tujuan memberikan bantuan perencaan desain gapura desa berupa DED serta rencana anggaran biaya (RAB). Tahapan yang dilakukan dalam kegiatan ini terbagi menjadi lima tahapan yaitu survey lokasi, diskusi dengan warga, pembuatan desain dan penyusunan RAB, proses pembangunan Gapura, dan Evaluasi hasil kegiatan serta pelaporan. Kegiatan ini selain menghasilkan dokumen perencaan berupa DED dan RAB, juga menghasilkan bangunan fisik Gapura
Peningkatan Pemberdayaan Kelompok Kumis Lele dengan Penggunaan Listrik Tenaga Surya dan Teknologi Pengemasan Vakum
Kelompok Kumis Lele memiliki usaha budidaya ikan lele dengan tiga kolam pemijahan/pembibitan, lima kolam pendederan dan dua kolam pembesaran yang memerlukan sirkulasi air dengan pompa air. Kelompok Kumis Lele berusaha menghasilkan listrik secara mandiri dengan membangun sistem panel surya sebagai penghasil energi listrik, akan tetapi daya yang dihasilkan terbatas dan belum memenuhi kebutuhan untuk seluruh kolam lele. Untuk itu perlu dilakukan penambahan peralatan sistem panel surya dan pemeliharaan yang baik agar daya listrik yang dihasilkan lebih besar dan mampu memenuhi daya seluruh pompa air di semua kolam. Selain budidaya ikan lele, Kelompok Kumis Lele juga memproduksi beberapa produk olahan ikan lele seperti lele siap goreng, nugget dan siomay. Produk olahan tersebut disimpan beku akan tetapi umur simpannya hanya tiga bulan. Untuk itu perlu cara pengolahan yang baik dan penggunaan teknologi pengemasan vakum untuk memperbaiki kualitas produk olahan ikan lele. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas mitra dalam budidaya ikan lele maupun produksi produk olahan ikan lele melalui pelatihan dan penerapan teknologi dan inovasi. Pelaksanaan kegiatan terdiri dari empat tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, serta pendampingan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan lebih dari 90% anggota mitra Kelompok Kumis Lele memahami cara kerja pengelolaan dan pemeliharaan sistem panel surya, peningkatan daya listrik yang dihasilkan sebesar 89%, 96% anggota mitra memahami cara produksi pangan olahan baik dan pengemasan vakum produk olahan ikan lele. Melalui kegiatan ini pemberdayaan Kelompok Kumis Lele diharapkan meningkat.Kelompok Kumis Lele memiliki usaha budidaya ikan lele dengan tiga kolam pemijahan/pembibitan, lima kolam pendederan dan dua kolam pembesaran yang memerlukan sirkulasi air dengan pompa air. Kelompok Kumis Lele berusaha menghasilkan listrik secara mandiri dengan membangun sistem panel surya sebagai penghasil energi listrik, akan tetapi daya yang dihasilkan terbatas dan belum memenuhi kebutuhan untuk seluruh kolam lele. Untuk itu perlu dilakukan penambahan peralatan sistem panel surya dan pemeliharaan yang baik agar daya listrik yang dihasilkan lebih besar dan mampu memenuhi daya seluruh pompa air di semua kolam. Selain budidaya ikan lele, Kelompok Kumis Lele juga memproduksi beberapa produk olahan ikan lele seperti lele siap goreng, nugget dan siomay. Produk olahan tersebut disimpan beku akan tetapi umur simpannya hanya tiga bulan. Untuk itu perlu cara pengolahan yang baik dan penggunaan teknologi pengemasan vakum untuk memperbaiki kualitas produk olahan ikan lele. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas mitra dalam budidaya ikan lele maupun produksi produk olahan ikan lele melalui pelatihan dan penerapan teknologi dan inovasi. Pelaksanaan kegiatan terdiri dari empat tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, serta pendampingan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mitra Kelompok Kumis Lele terhadap pengelolaan dan pemeliharaan sistem panel surya serta peningkatan jumlah peralatan sistem panel surya sehingga daya listrik yang dihasilkan lebih besar. Hasil kegiatan juga meningkatkan pemahaman mitra tentang cara produksi pangan olahan baik dan meningkatkan kualitas produk olahan ikan lele dengan memperpanjang umur simpannya. Melalui kegiatan ini pemberdayaan Kelompok Kumis Lele diharapkan meningkat
Gerakan Sosial Anak Muda dalam Proses Demokrasi Elektoral 2024: Studi Gerakan Protes atas Politik Dinasti
This study aims to explore the youth social movements in the electoral democracy process of 2024. The social movement was triggered by the various situations that are related to the issue of political dynasty which is seen as producing a sense of injustice and a threat to democracy existence. This study uses a qualitative approach. The data is obtained and osberved from various social media reports on the protests against political dynasty issue. This study shows that the protest movement was carried out by more than 700 universities spread across various regions in Indonesia. The protest movement on the streets was dominated by the youth. This study formulates that the social movements carried out involving various framings and repertoires in building narratives for rejecting the political dynasty and demanding a systemic change. Actors in this social movements use social media as a tool for mass mobilization. However, the main challenge in this social movement comes from a strong cultural power system and a complex of democratic dynamics, which affect the results of the protest movement that carried out. Through these two challenges, the protest movement against political dynasty issue has not been so strong enough in accomodating, influencing and changing the political system will by the protesters. The contribution of this study is to expand the research issue related to new social movement that focuses on youth as movement’s actors and reveal the layered barrier or challenge of social movement in the context of Indonesia’s democracy
PERANCANGAN SISTEM PENDETEKSI KUALITAS TELUR AYAM BERBASIS IoT (INTERNET OF THINGS) MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER ESP32
Kualitas telur ayam adalah faktor kunci dalam industri peternakan, demi memenuhi standar kualitas yang ketat dibutuhkan sistem pendeteksi otomatis yang dapat dengan akurat memisahkan telur dengan kualitas baik dan buruk. Selama ini cara yang digunakan masih manual yaitu dengan senter atau memanfaatkan sinar matahari, lalu dengan memasukkan kedalam air untuk mengetahui kualitas dari telur tersebut. Oleh karena itu sistem ini memungkinkan pengukuran dua parameter penting yang memengaruhi kualitas telur, yaitu tingkat transparansi cangkang dan berat telur. Sensor LDR (Light Dependent Resistor) digunakan untuk mengukur tingkat transparansi cangkang telur, sensor berat (Load Cell) digunakan untuk mengukur berat telur. Sistem ini menghasilkan akurasi yang cukup signifikan dalam proses pemilihan telur, dari 15 telur yang diuji pada alat menghasilkan 14,0% error dan menghasilkan 86,0% akurasi pada alat. Sistem pendeteksi kualitas telur ayam berbasis IoT (Internet Of Things) pada mikrokontroler ESP32 ini memberikan solusi yang sangat berguna dalam meningkatkan efisiensi produksi telur ayam dan memastikan kepuasan konsumen dengan produk berkualitas tinggi yang aman dikonsumsi. Dengan demikian, penelitian ini memiliki potensi untuk mendukung perbaikan dalam industri peternakan telur dan pangan secara keseluruhan
First Documentation of Nest and Immature Juvenile Black-eared Squirrel Nannosciurus melanotis (Rodentia: Sciuridae) in the Wild
Black-eared Squirrel Nannosciurus melanotis is a pygmy squirrel range from Sumatra, West Java, Borneo and its smaller adjacent islands. On 11 November 2020, we conducted a biodiversity survey in Tangerang Village (02°00'S, 110°39'E), Jelai Hulu Subdistrict, Ketapang District, West Kalimantan Province. In this survey, we observed and documented a nest and immature juvenile of N. melanotis. There is no previous known about breeding information on N. melanotis. This finding is a constitute first breeding record for N. melanotis
THE USE OF SKETCH-TO-STRETCH STRATEGY TO IMPROVE STUDENTS’ LISTENING COMPREHENSION
This study aimed at investigating whether or not there was any significant difference in listening comprehension achievement between before and after the students were taught by using Sketch-to-Stretch strategy, and to find out whether or not there was any significant difference in listening comprehension achievement between the students who were taught by using Sketch-to-Stretch strategy and those who were not. The population of the study was the eleventh grade students of SMA N 18 Palembang with a total number of 265 students. The two classes were chosen as the samples of the study by using purposive sampling method. In collecting the data, the pre-test and post-test were given to both groups. The data were analysed by using paired samples t-test and independent samples t-test. The results of paired samples t-test showed that the p-value (0.000) was lower than 0.05, therefore the null hypothesis (Ho1) was rejected while the alternative hypothesis (Ha1) was accepted. Thus there was a significant difference in listening comprehension achievement before and after the students were taught by using Sketch-to-Stretch strategy. The results of independent samples t-test showed that p-value (0.000) was lower than 0.05, then the null hypothesis (Ho1) was rejected and the alternative hypothesis (Ha1) was accepted. Thus, there was a significant difference in listening comprehension between the students who were taught by using Sketch-to-Stretch strategy and those who were not. To sum up, Sketch-to-Stretch strategy was effective in improving listening comprehension achievement of the eleventh graders of SMA N 18 Palembang
Keywords: listening comprehension achievement, Sketch-to-Stretch strateg
Perbandingan Akurasi Algoritma Naive Bayes dan Algoritma Decision Tree dalam Pengklasifikasian Penyakit Kanker Payudara
Cancer is one of the deadliest diseases in the world with a high increase in the number of cases every year Cancer disease with significant growth in cases, is a serious global challenge. The main focus of this research is breast cancer in Indonesia. Using a data mining approach, this study compares two main classification algorithms, namely Naive Bayes and Decision Tree, to identify breast cancer. Naive Bayes is a simple probabilistic approach, calculating probabilities assuming attribute independence. Decision Tree, as a popular algorithm, represents decision rules in the form of a tree. Through comparison with previous research on algorithms in other contexts, this study aims to find the algorithm with the highest accuracy in breast cancer classification. With the final result, the decision tree has a higher accuracy of 92.04% and naïve Bayes has an accuracy of 91.15%.This result proves that the decision tree is superior in the classification of breast cancer disease compared to naïve Bayes. The results of the study are expected to make an important contribution to the development of effective approaches for the diagnosis and treatment of breast cancer
The LEACH Protocol to Improve Energy Efficiency of Wireless Sensor Networks in Smart Agriculture
Smart agriculture is the application of technology to improve efficiency, productivity, and sustainability in agricultural practices. However, smart agriculture systems face major challenges related to connectivity and energy management. To address connectivity issues, the Wireless Sensor Network (WSN) architecture is utilized, consisting of sensor nodes to collect and transmit sensor data wirelessly. Despite the implementation of WSN, there are still issues related to high power consumption in smart agriculture systems. This can lead to reduced battery life for each sensor node in the WSN architecture. Therefore, increasing energy efficiency is crucial to optimizing the performance of smart agriculture systems. This study proposes the use of the LEACH (Low-Energy Adaptive Clustering Hierarchy) protocol in smart agriculture to manage clusters within the WSN and reduce energy consumption in each sensor node. Experimental methods were conducted by building the WSN using the nRF24L01 as the sensor data transmitter and Arduino / Node MCU as the microcontroller. The use of the LEACH protocol aims to address energy issues. Additionally, data from each sensor is collected using the Message Queuing Telemetry Transport (MQTT) protocol to facilitate monitoring of sensor data transmission and battery power information. Test results show that the integration of the LEACH protocol into the WSN can be carried out at each stage, from Discovery-State to Steady-State, to Setup-State. These steps are aimed at significantly reducing energy consumption in sensor nodes by 13% over a 12-hour testing period. Furthermore, it can extend battery life and improve the overall system efficiency
Rancang Bangun Smart Akuarium Ikan Hias Discus Berbasis Internet Of Things
Discus ornamental fish have become a popular hobby among ornamental fish fans. However, to maintain optimal conditions for Discus fish, proper maintenance and careful monitoring are necessary. Therefore, in order to be able to keep discus fish easily, a detection system that utilizes Internet of Things-based technology is needed to ensure fish welfare and water quality. This system uses temperature, pH, Ultrasonic sensors to measure and monitor water conditions. In this research the author developed a smart aquarium for ornamental discus fish based on the Internet of Things with a data transmission mode via a wireless network or (wifi) and integrated with a mobile application platform. With real-time monitoring, it is hoped that we can monitor and maintain aquarium conditions more effectively, reduce the risk of stress in fish, and increase the chances of success in keeping Discus fish. Based on the results of the tests carried out, the system can provide feed and water changes automatically based on the time the user has set in the mobile application. Sensor reading results in the form of temperature, PH and water level values can be monitored easily on the 20x4 LCD and mobile applications in real time