Ejournal Universitas Indo Global Mandiri (UIGM)
Not a member yet
1708 research outputs found
Sort by
Amanbos: Transformasi Perizinan Kesehatan Di Dpmptsp Kab. Gianyar Berbasis Teknologi
Kemajuan teknologi informasi memberikan dampak yang positif bagi semua aspek kehidupan masyarakat, tidak terlepas juga bidang pelayanan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Gianyar menyadari pentingnya memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam proses pelayanan publik. Dalam upaya memperbaiki sistem perizinan di Kabupaten Gianyar, Pemerintah Kabupaten Gianyar menghadirkan aplikasi web online mandiri bernama “AMANBOS”. Penerapannya dimulai dari bulan Februari 2023 oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kab. Gianyar. Sebelum adanya AMANBOS, proses perizinan kesehatan di Kabupaten Gianyar dilakukan secara manual dengan menulis data pada buku laporan khusus pengajuan izin kesehatan. Situasi ini menyebabkan proses perizinan menjadi lambat dan rumit, memakan waktu yang lama, dan berisiko menghadapi kesulitan dalam mengakses informasi yang diperlukan. Metode pengabdian yang digunakan adalah pengenalan aplikasi web AMANBOS yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan aksesibilitas dalam pengajuan izin kesehatan. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa AMANBOS telah berhasil mempercepat dan menyederhanakan proses pengajuan izin kesehatan, mengurangi waktu yang dibutuhkan, dan menghilangkan kerumitan prosedur sebelumnya. Petugas teknis dapat dengan mudah melacak status pengajuan izin dan mendapatkan data statistik terkini. Pemohon juga memperoleh kemudahan dalam mengisi formulir permohonan kapan saja dan di mana saja. Transformasi ini telah membuktikan pentingnya penerapan inovasi teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Gianyar.Dalam era kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, Pemerintah Kabupaten Gianyar menyadari pentingnya memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam proses pelayanan publik. Dalam upaya memperbaiki sistem perizinan di Kabupaten Gianyar, Pemerintah Kabupaten Gianyar menghadirkan aplikasi web online mandiri bernama “AMANBOS”. Penerapannya dimulai dari bulan Februari 2023 oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kab. Gianyar. Sebelum adanya AMANBOS, proses perizinan kesehatan di Kabupaten Gianyar dilakukan secara manual dengan menulis data pada buku laporan khusus pengajuan izin kesehatan. Situasi ini menyebabkan proses perizinan menjadi lambat dan rumit, memakan waktu yang lama, dan berisiko menghadapi kesulitan dalam mengakses informasi yang diperlukan. Metode pengabdian yang digunakan adalah pengembangan aplikasi web AMANBOS yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan aksesibilitas dalam pengajuan izin kesehatan. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa AMANBOS telah berhasil mempercepat dan menyederhanakan proses pengajuan izin kesehatan, mengurangi waktu yang dibutuhkan, dan menghilangkan kerumitan prosedur sebelumnya. Petugas teknis dapat dengan mudah melacak status pengajuan izin dan mendapatkan data statistik terkini. Pemohon juga memperoleh kemudahan dalam mengisi formulir permohonan kapan saja dan di mana saja. Transformasi ini telah membuktikan pentingnya penerapan inovasi teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Gianyar
Efektivitas Kinerja Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam Percepatan Penurunan Stunting di Kelurahan Dadok Tunggul Hitam Kota Padang
This study aims to analyze the effectiveness of Human Development Cadres (KPM) in accelerating stunting reduction in Dadok Tunggul Hitam Village. Based on Article 11 paragraph (2) of Padang Mayor Regulation Number 80 of 2022 concerning the acceleration of stunting reduction in Padang City, the implementation of stunting reduction acceleration is carried out through the mobilization of KPM which is an active community that works to assist the village government in facilitating the local community related to planning, implementing, and supervising human resource development in the village. The method used in this study is descriptive qualitative, focusing on agencies, organizational devices, and communities who are involved in reducing stunting rates and at the same time becoming research informants. The results of this study indicate that the effectiveness of KPM performance in accelerating stunting reduction in Dadok Tunggul Hitam Village which is carried out through facilitating, advocating, and accompanying families is not yet effective. This is because KPM has not been able to mobilize the community to participate in socialization activities on healthy living behavior, the division of work areas is not yet even, has not succeeded in directing the community to register with the local DUKCAPIL, and KPM is often late in reporting and inputting stunting data. It is hoped that in the future, the Padang City Government will need to pay special attention to Human Development Cadres (KPM), especially in improving their abilities and understanding of problems in the field
Sistem Pengendalian Water Pump Untuk Mengatur Tinggi Level Air Dengan Fuzzy
Di beberapa wilayah Sumatera Selatan pada musim kemarau air bersih sulit ditemukan. Warga setempat mengandalkan sumber mata air dari perbukitan yang jauh dari pemukiman. Air bersih yang baik memiliki kriteria dan mutu, PDAM ialah perusahaan pengolah air yang tidak layak menjadi air bersih layak konsumsi. PDAM memiliki plant Water Treatment sebagai tempat untuk mengelola air bersih. Salah satu prosedur pada plant ialah pengendalian level air secara konvensional. Masih ada tingkat error pada pengendalian level secara konvensional. Dibutuhkan kendali pada tingkat error agar pengendalian lebih efisien. Penerapan logika fuzzy digunakan untuk memperkecil tingkat error. Logika fuzzy digunakan untuk kendali output nilai PWM motor pada plant serta memiliki masukan pembacaan jarak dari sensor IR SHAR GP2Y0A21. Nilai PWM ditentukan dari aturan fuzzy berdasarkan nilai error dan beda error yang dihasilkan dari pembacaan jarak oleh sensor. Nilai PWM yang dihasilkan berasal dari himpunan fuzzy. Dari hasil yang dilakukan, pada saat level air 6 cm nilai error 14 serta nilai PWM yang dihasilkan sebesar 221 nilai PWM masuk pada himpunan cepat dan sangat cepat. Nilai PWM akan turun sampai nilai error 0 menghasilkan nilai PWM sebesar 190 yang masuk pada himpunan sedang. Penggunaan logika fuzzy pada plant bagian level tepat dilakukan untuk mengendalikan pompa sesuai pada tingkat error yang dihasilkan
Host Plant Preferences of Butterflies (Lepidoptera: Rhopalocera) in Sriwijaya University Campus of Indralaya, South Sumatra
Hostplants are important for butterflies becaue the plants are where they lay their eggs and catterpilars will to eat after. A study to about butterflies diversity and their host plant preferences has been carried out in July-September 2014 in Sriwijaya University Campus of Indralaya, South Sumatra. This research was to determine the preferences and identify the various species larval host plants and nectar sources of butterflies in Sriwijaya University Campus of Indralaya. We applied sampling points using purposive sampling method. Our findings suggest that there were 8 larval host plant family Achantaceae, Annonaceae, Cleomaceae, Fabaceae, Lauraceae, Malvaceae, Passifloraceae and Rutaceae. The nectar host plants are 8 Family of plants consisting of Achantaceae, Asteraceae, Loganiaceae, Malvaceae, Oxalidaceae, Passifloraceae, Rubiaceae and Verbenaceae. The highest percentage of host larvae in Family Rutaceae and Achantaceae of 23% and a low of Malvaceae by 7%. The highest nectar host is Family Verbenaceae by 32% and the lowest is Family Loganiaceae with 2%
ANALISIS SPASIAL TINGKAT KEKRITISAN LAHAN PADA DAERAH RESAPAN AIR MENGGUNAKAN TEKNOLOGI GEOSPASIAL (Studi Kasus: Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung)
ABSTRACT
Kemiling is one of the sub-districts that functions as a recharge area and ecological balancer for Bandar Lampung City because there are still lots of green open spaces. However, as time goes by, green open space is decreasing because the need for housing and daily living is increasing because the population is increasing every year. If this continues to happen, it will have an impact on the condition of the water catchment areas in Kemiling District. This research aims to analyze the current conditions and the extent of critical land in water catchment areas in Kemiling District. The data used are Landsat 8 satellite images for 2014 and 2023, DEMNAS, daily rainfall data for a year at 2 rain stations, soil type data and rock type data. Land use change analysis uses the supported support vector machine (SVM) guided classification method and the rainfall infiltration processing method uses the inverse distance weight (IDW) method, then the data is weighted and combined using the overlay method. The results of this research were 5 classes of criticality of water catchment in Kemiling District, dominated by critical water catchment conditions of 710,604 Ha (38.19%), normal natural water catchment of 698,169 Ha (37.52%), water catchment starting to become critical amounting to 274,734 Ha (14.77%), good water absorption was 141,044 Ha (7.58%) and the smallest water absorption condition was very critical at 36,119 Ha (1.94%).
Keywords : Kemiling District, Water Catchment Area, Support Vector Machine, Inverse Distance Weight, Overlay.
ABSTRAK
Kemiling merupakan salah satu Kecamatan yang berfungsi sebagai recharge area dan penyeimbang ekologis Kota Bandar Lampung karena masih banyak terdapat ruang terbuka hijau. Namun seiring berjalannya waktu ruang terbuka hijau itu semakin berkurang disebabkan karena kebutuhan akan tempat tinggal dan kehidupan sehari-hari meningkat karena jumlah populasi yang semakin bertambah setiap tahunnya. Hal tersebut bila terus terjadi akan berdampak pada kondisi daerah resapan air di Kecamatan Kemiling. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi terkini beserta luasan dari kekritisan lahan pada daerah resapan air yang ada pada Kecamatan Kemiling.Data yang digunakan adalah citra satelit Landsat 8 tahun 2014 dan 2023, DEMNAS, data curah hujan harian dalam setahun pada 2 stasiun hujan, data jenis tanah dan data jenis batuan. Analisis perubahan penggunaan lahan menggunakan metode klasifikasi terbimbing support vector machine (SVM) dan metode pengolahan infiltrasi curah hujan menggunakan metode inverse distance weight (IDW), kemudian dilakukan skoring pembobotan data tersebut dan digabungkan menggunakan metode overlay.Hasil dari penelitian ini diperoleh 5 kelas kekritisan resapan air yang ada pada Kecamatan Kemiling dengan didominasi kondisi resapan air kritis sebesar 710.604 Ha (38,19%), resapan air normal alami sebesar 698.169 Ha (37,52%), resapan air mulai kritis sebesar 274.734 Ha (14,77%), resapan air baik sebesar 141.044 Ha (7,58%) dan yang terkecil kondisi resapan air sangat kritis sebesar 36.119 Ha (1,94%).
Kata Kunci : Kecamatan Kemiling, Daerah Resapan Air, Support Vector Machine, Inverse Distance Weight, Overlay
Pemberdayaan Kelompok Tani Rahmat II Melalui Pemanfaatan Limbah Tempurung dan Sabut Kelapa
Desa Manyampa adalah salah satu wilayah bagian dari Kecamatan Ujungloe yang memiliki luas Wilayah 42 Km persegi dengan 25% merupakan area pertanian kelapa. Berdasarkan survey lapangan, ditemukan jika anggota kelompok tani rahmat II memiliki lahan Perkebunan kelapa dengan luasan area 0,5-4 hektar lahan. Potensi buah kelapa yang dihasilkan berada pada kisaran 1.000-12.000 biji buah kelapa yang dipanen setiap 2 bulan. Merupakan daerah yang memiliki potensi besar dalam pengelolaan limbah tempurung dan sabut kelapa. Namun, masyarakat setempat belum sepenuhnya memanfaatkan limbah tersebut secara optimal sehingga bernilai ekonomis. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat Desa Manyampa dalam memanfaatkan limbah tempurung dan sabut kelapa melalui teknologi pirolisis, serta memberikan pelatihan pembuatan briket dan pestisida organic asap cair yang memiliki nilai jual tinggi. Teknologi pirolisis dipilih karena merupakan metode yang efektif dalam mengubah limbah menjadi produk yang bernilai guna, seperti arang yang diolah menjadi briket-briket dan juga menghasilakn pestisida organik berupa produk asap cair. Kegiatan pengabdian ini meliputi sosialisasi teknologi pirolisis, pelatihan pembuatan briket, pelatihan pemanfaatan asap cair serta pendampingan dalam proses produksi dan pengemasan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan limbah tempurung dan sabut kelapa. Selain itu, masyarakat juga mampu memproduksi briket dan asap cair dengan kualitas yang baik, sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan mereka melalui penjualan produk tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat berkelanjutan, dan memberikan dampak positif dalam pengembangan ekonomi lokal melalui pemanfaatan sumber daya yang tersedia.Desa Manyampa merupakan daerah yang memiliki potensi besar dalam pengelolaan limbah tempurung dan sabut kelapa. Namun, masyarakat setempat belum sepenuhnya memanfaatkan limbah tersebut secara optimal sehingga bernilai ekonomis. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat Desa Manyampa dalam memanfaatkan limbah tempurung dan sabut kelapa melalui teknologi pirolisis, serta memberikan pelatihan pembuatan briket yang memiliki nilai jual tinggi. Teknologi pirolisis dipilih karena merupakan metode yang efektif dalam mengubah limbah menjadi produk yang bernilai guna, seperti arang dan briket. Kegiatan pengabdian ini meliputi sosialisasi teknologi pirolisis, pelatihan pembuatan briket, serta pendampingan dalam proses produksi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan limbah tempurung dan sabut kelapa. Selain itu, masyarakat juga mampu memproduksi briket dengan kualitas yang baik, sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan mereka melalui penjualan produk tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat berkelanjutan, dan memberikan dampak positif dalam pengembangan ekonomi lokal melalui pemanfaatan sumber daya yang tersedi
Optimalisasi Pemanfaatan Canva sebagai Alat Bantu Pembuatan Media Pembelajaran Guru SMAN 2 Bengkulu Tengah
Penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi menjadi daya tarik tersendiri untuk peserta didik dalam berbagai bidang pembelajaran. Namun, banyak guru yang belum memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Guru perlu untuk memiliki kemampuan dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi ini, sehingga perlu untuk diadakan kegiatan pengabdian ini. Kegiatan ini memiliki tujuan untuk melatih guru SMA Negeri 2 Bengkulu Tengah dalam mengoptimalkan pemanfaatan Canva sebagai alat bantu untuk membuat media pembelajaran berbasis teknologi. Kegiatan ini dilakukan di Laboratorium Komputer, SMA Negeri 2 Bengkulu dengan jumlah peserta 22 guru dari berbagai bidang. Pelatihan dilakukan sebanyak 2 pertemuan yang terdiri dari penyampaian materi, praktik pembuatan dan presentasi hasil. Ketercapaian tujuan adalah adanya media pembelajaran yang dikembangkan melalui Canva dan persepsi dari peserta tentang tingkat pemahaman. Instrumen yang digunakan adalah lembar penilaian media dan angket persepsi. Hasil yang didapatkan adalah sebanyak 17 media pembelajaran telah dihasilkan dengan jenis 11 media slide presentasi, 3 media lembar kerja, 1 media poster, dan 2 media video pembelajaran. Hasil penilaian media diperoleh skor rerata sebesar 2,53 dan angket persepsi tingkat pemahaman dengan skor rerata 2,55 atau kategori tinggi untuk tingkat pemahaman materi yang diberikan. Kendala yang dihadapi adalah sebanyak 5 guru tidak memiliki waktu lebih untuk mengembangkan media pembelajaran sebagai penugasan, sehingga tidak mengumpulkan di akhir kegiatan.Penggunaan media pembelajaran menjadi daya tarik tersendiri untuk peserta didik dalam pembelajaran. Guru perlu untuk memiliki kemampuan dalam mengembangkan media pembelajaran, sehingga diadakan kegiatan pengabdian ini. Kegiatan ini memiliki tujuan untuk melatih guru SMAN 2 Bengkulu Tengah dalam mengoptimalkan pemanfaatan Canva sebagai alat untuk membuat media pembelajaran. Kegiatan ini dilakukan di Laboratorium Komputer, SMAN 2 Bengkulu dengan jumlah peserta 22 guru. Pelatihan dilakukan sebanyak 2 pertemuan yang terdiri dari penyampaian materi, praktik pembuatan dan presentasi hasil. Ketercapaian tujuan adalah adanya media pembelajaran yang dikembangkan melalui Canva dan persepsi dari peserta tentang tingkat pemahaman. Instrumen yang digunakan adalah lembar penilaian media dan angket persepsi. Hasil yang didapatkan adalah sebanyak 17 media pembelajaran telah dihasilkan dengan jenis slide presentasi, lembar kerja, poster, dan video pembelajaran. Hasil penilaian media dan angket persepsi tingkat pemahaman berada pada kategori tinggi. Kendala yang dihadapi adalah sebanyak 5 guru tidak memiliki waktu lebih untuk mengembangkan media pembelajaran sebagai penugasan, sehingga tidak mengumpulkan di akhir kegiatan
Penyusunan Profil Desa dalam Mendukung Kemandirian Desa Lubuk Enau Kecamatan Lembak Kabupaten Muara Enim
Berdasarkan hasil analisis permasalahan mitra Pemerintah Desa Lubuk Enau belum memiliki profil desa yang terperinci dan akuntabel, sedangkan pembangunan desa yang efektif dan tepat sasaran membutuhkan data desa yang terinventarisasi dengan baik dan mutakhir. Profil desa terdiri dari data dasar keluarga, data potensi desa, perkembangan dan permasalahan desa, penguasaan aset ekonomi dan sosial keluarga, serta partisipasi masyarakat desa. Profil desa berisi data dasar yang penting dalam proses penyusunan rencana pembangunan desa, sehingga dapat digunakan sebagai pedoman dalam program peningkatan kapasitas penduduk desa dan pembangunan fisik desa. Oleh sebab itu, PkM penyusunan Profil Desa Lubuk Enau dilakukan guna membantu dan memfasilitasi pemerintah Desa Lubuk Enau dalam melengkapi dan memutakhirkan data profil desanya. Metode yang digunakan dalam penyusunan profil desa ini dimulai dari penyiapan instrumen, pelaksanaan pengumpulan data, pengolahan dan interpretasi data, serta publikasi data. Luaran dari kegiatan PkM ini berupa dokumen Profil Desa Kabupaten Lubuk Enau yang melengkapi dan menyempurnakan data desa sebelumnya. Disertai hasil observasi lapangan, survei dan wawancara dengan masyarakat, dokumen ini dilengkapi dengan foto deskripsi dan hasil pemetaan menggunakan ArgGIS. Melalui progam PkM penyusunan profil desa ini diharapkan dapat membantu perangkat Desa Lubuk Enau dalam menyediakan basis data yang mutakhir dan akuntabel untuk perencanaan pembangunan desa, dan dapat menggali potensi desa.Berdasarkan hasil analisis permasalahan mitra Pemerintah Desa Lubuk Enau belum memiliki profil desa yang terperinci dan akuntabel, sedangkan pembangunan desa yang efektif dan tepat sasaran membutuhkan data desa yang terinventarisasi dengan baik dan mutakhir. Profil desa terdiri dari data dasar keluarga, data potensi desa, perkembangan dan permasalahan desa, penguasaan aset ekonomi dan sosial keluarga, serta partisipasi masyarakat desa. Profil desa berisi data dasar yang penting dalam proses penyusunan rencana pembangunan desa, sehingga dapat digunakan sebagai pedoman dalam program peningkatan kapasitas penduduk desa dan pembangunan fisik desa. Oleh sebab itu, PkM penyusunan Profil Desa Lubuk Enau dilakukan guna membantu dan memfasilitasi pemerintah Desa Lubuk Enau dalam melengkapi dan memutakhirkan data profil desanya. Metode yang digunakan dalam penyusunan profil desa ini dimulai dari penyiapan instrumen, pelaksanaan pengumpulan data, pengolahan dan interpretasi data, serta publikasi data. Luaran dari kegiatan PkM ini berupa dokumen Profil Desa Kabupaten Lubuk Enau yang melengkapi dan menyempurnakan data desa sebelumnya. Disertai hasil observasi lapangan, survei dan wawancara dengan masyarakat, dokumen ini dilengkapi dengan foto deskripsi dan hasil pemetaan menggunakan ArgGIS. Melalui progam PkM penyusunan profil desa ini diharapkan dapat membantu perangkat Desa Lubuk Enau dalam menyediakan basis data yang mutakhir dan akuntabel untuk perencanaan pembangunan desa, dan dapat menggali potensi desa. 
PENYORTIRAN BUAH TOMAT BERDASARKAN TINGKAT KEMATANGAN MENGGUNAKAN SENSOR WARNA TCS3200
Penelitian ini mengembangkan sebuah prototipe untuk mendeteksi dan memisahkan tomat berdasarkan tingkat kematangannya, yaitu tomat matang, setengah matang, dan mentah, dengan memanfaatkan warna sebagai parameter utama. Alat ini menggunakan sensor warna TCS3200 dan teknologi NodeMCU ESP32 untuk mengotomatisasi proses penyortiran. Ketika tomat ditempatkan pada alat ini, sensor warna TCS3200 mendeteksi warna tomat, kemudian data warna tersebut dikirimkan ke NodeMCU ESP32 untuk diproses lebih lanjut. Berdasarkan hasil pemrosesan, tomat akan diarahkan ke wadah yang sesuai, tergantung pada kematangan, baik untuk tomat matang, setengah matang, maupun mentah. Pengujian dilakukan menggunakan 15 tomat, yang terdiri dari 8 tomat matang, 4 tomat setengah matang, dan 3 tomat mentah. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat ini memiliki akurasi sebesar 73,3% dalam mendeteksi dan memisahkan tomat sesuai dengan tingkat kematangannya
Photographic Documentation of Rare Enggano Palm Civet Paradoxurus hermaphroditus enganus (Carnivora: Viverridae)
Enggano Palm Civet Paradoxurus hermaphroditus enganus is a subspecies of Common Palm Civet Paradoxurus hermaphroditus that range limited in Enggano Island, Bengkulu Province, Southwest Sumatra. Since a specimen collection on 11 November 1904, the occurence P. hermaphroditus enganus has not ever been reported again. There are two recent observations of P. hermaphroditus enganus in 2011 and 2020. These observations are represent recent records of this rare endemic taxa after 107 years