Ejournal Universitas Indo Global Mandiri (UIGM)
Not a member yet
    1708 research outputs found

    ANALYSIS OF PROFESSIONALISM, COMPETENCY AND INDEPENDENCE ON AUDIT QUALITY IN PUBLIC ACCOUNTING FIRM IN PALEMBANG CITY.

    Get PDF
    Objective: This is to determine the effect of professionalism, competency and independence analysis on audit quality at Public Accounting Firms in Palembang. ”   Design/method/approach: " This research uses quantitative methodology and utilizes SPSS 26 as a measuring tool. The population of this research is five Public Accounting Firms in Palembang. Because of the quantitative approach used in the sampling methodology, the sample used was 33 respondents.   Results: This research shows that with a significance value of 0.015 <0.05, H1 is rejected due to incomplete professionalism. With a significance value of 0.001 <0.05, competency has a fairly large influence on audit quality; so, H2 is approved. Additionally, independence has little impact on audit quality; when this effect is statistically significant 0.789 > 0.05, H3 is rejected. If a simultaneous significance value of 0.000 is found, which means less than 0.05, then H4 is approved. Audit quality is significantly influenced by professionalism, competence and independence simultaneously.  Practical/policy implications: It is hoped that the findings of this study will guide future investigations. Keywords: Professionalism, Competence and Independence on Audit Quality

    Revitalisasi Semangat Literasi Taman Baca Melalui Pemanfaatan Infografis Dengan Metode Humanitas Untuk Masa Depan Cerdas Anak-anak Di Desa Mengger

    No full text
    Berdasarkan survei Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2022 Indonesia skor kemampuan rata-rata siswa Indonesia pada kemampuan membaca menurun dibandingkan tahun 2018, memperoleh skor 359 dari skor rata-rata dunia 469. Kemampuan membaca merupakan kemampuan dalam memahami dan menyerap makna berbagai informasi. Namun, banyak orang yang belum mengetahui manfaat membaca dan cenderung mengabaikannya. Perkembangan teknologi, alih-alih menjadi penunjang belajar, justru menjadi penghalang karena banyak anak yang terjebak dalam konsumsi hiburan (game, dll. Desa Mengger sudah memiliki taman baca namun keberadaanya belum dimaksimalkan. Hasil diskusi dengan mitra terdapat permasalahan yang dialami diantaranya: 1) rendahnya minat baca anak usia (5-12) tahun warga Mengger, 2) tempat baca yang kurang nyaman dan koleksi buku sedikit, 3) kurangnya tenaga pengelola yang kreatif dan inovatif. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, implementasi infografis, pendekatan humanitas, dan evaluasi. Hasil program menunjukkan peningkatan minat baca anak-anak dan kualitas pengelolaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Mengger Membaca. Penggunaan infografis yang menarik berhasil menarik perhatian anak-anak dan memberikan informasi yang jelas bagi pengelola TBM. Berdasarkan evaluasi menunjukkan peningkatan jumlah anak-anak yang mengunjungi taman bacaan dan belajar bersama. Kemampuan dan pemahaman pengelola TBM Mengger membaca mengenai infografis meningkat 30 %. Pada minat belajar anak anak kampung mengger terjadi peningkatan 38 anak, Kegiatan pertama jumlah peserta sebanyak 13 anak hingga kegiatan ke 5 naik menjadi 51 anak.Berdasarkan survei Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2022 Indonesia skor kemampuan rata-rata siswa Indonesia pada kemampuan membaca menurun dibandingkan tahun 2018, berada di skor 359 dari skor rata-rata dunia 469. Kemampuan membaca merupakan kemampuan dalam memahami dan menyerap makna berbagai informasi. Namun, banyak orang yang belum mengetahui manfaat membaca dan cenderung mengabaikannya. Perkembangan teknologi, alih-alih menjadi penunjang belajar, justru menjadi penghalang karena banyak anak yang terjebak dalam konsumsi hiburan (game, dll. Desa Mengger sudah memiliki taman baca namun keberadaanya belum dimaksimalkan. Hasil diskusi dengan mitra terdapat permasalahan yang dialami diantaranya: 1). rendahnya minat baca anak usia (5-12) tahun warga Mengger, 2). tempat baca yang kurang nyaman dan koleksi buku sedikit, 3). kurangnya tenaga pengelola yang kreatif dan inovatif. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, implementasi infografis, pendekatan humanitas, dan evaluasi. Hasil program menunjukkan peningkatan minat baca anak-anak dan kualitas pengelolaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Mengger Membaca. Penggunaan infografis yang menarik berhasil menarik perhatian anak-anak dan memberikan informasi yang jelas bagi pengelola TBM. Berdasarkan evaluasi menunjukkan peningkatan jumlah anak-anak yang mengunjungi taman bacaan dan belajar bersama. Kemampuan dan pemahaman pengelola TBM Mengger membaca mengenai infografis meningkat 30 %. Pada minat belajar anak anak kampung mengger terjadi peningkatan 46 %, Kegiatan pertama jumlah peserta sebanyak 13 anak hingga kegiatan ke 4 naik menjadi 19 anak

    Peran Pemerintah dan Stakeholders dalam Mengatasi Dampak Pernikahan Dini di Nagari Muaro Sakai Inderapura, Kecamatan Pancung Soal, Kabupaten Pesisir Selatan

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat Peranan Stakeholders dalam mengatasi dampak pernikahan dini di Nagari Muaro Sakai Inderapura, Kecamatan Pancung Soal, Kabupaten Pesisir Selatan. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dimana dalam metode tersebut memiliki tujuan untuk dapat mendeskripsikan hal yang terjadi sesuai dengan kondisi disaat penelitian dilakukan. Teknik Pengumpulan Data dalam penelitian ini yaitu dengan melakukan wawancara dan studi dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori Peranan Stakeholders model Nugroho dalam yaitu peranan stakeholders sebagai Policy Creator, Koordinator, Fasilitator, Implementor, dan Akselerator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan stakeholders dalam mengatasi dampak pernikahan dini dilaksanakan dalam bentuk membuat kebijakan pencegahan dampak pernikahan dini, memberikan penyuluhan dan pelibatan masyarakat. Namun demikian dalam pencegahan ini dihadapkan pada permasalahan, pembuatan kebijakan pencegahan dampak pernikahan dini belum optimal, belum semua masyarakat yang mendapatkan sosialisasi dan adanya dispensasi nikah sebagai jalan memperlancar menikahkan anak. Saran dari penelitian ini adalah perlunya strategi dan perhatian stakeholders-stakeholders yang terkait mengatasi dampak pernikahan dini dalam bentuk memperketat pelayanan administrasi khususnya dalam pendaftaran nikah, pelibatan masyarakat di tingkat nagari dalam kegiatan sosialisasi penyuluhan agar masyarakat dapat mematuhi Undang-undang tentang Perkawinan dan mengetahui dampak negatif pernikahan dini

    Strategi MOOC untuk Meningkatkan Potensi Bakat Masyarakat dalam Pendidikan Ilmu Komputer dengan ADDIE dan Design Thinking

    Get PDF
    The development of digital-based education such as Massive Open Online Course (MOOC) has expanded public access to quality education without limits. However, the main challenge in developing MOOCs, especially in the field of computer science, is how to meet the diverse needs of users and create interactive learning experiences that are relevant to the world of work and easy to understand in their use for all groups. This study aims to develop a MOOC strategy that can increase the potential of community talent through the application of the ADDIE method (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) and the Design Thinking approach. ADDIE provides a systematic framework in course development, while Design Thinking ensures development focuses on user needs. The initial stage of this study highlighted the needs analysis to understand the challenges and expectations of users in computer science courses. In the design and development phase, interactive learning modules and simulations were created that were designed to increase participant engagement. The course was tested through a prototype at the implementation stage, which was then improved based on user feedback. An evaluation was conducted to assess the effectiveness of the course in improving participant skills and satisfaction, with an overall average result of 4.09, indicating that the course is feasible to be implemented widely. Course satisfaction and effectiveness were the most prominent aspects, with an average score of 4.45 and a percentage of 27%. These findings suggest that the combination of ADDIE and Design Thinking methods is effective in developing MOOCs that can improve access and quality of computer science education for the wider community, particularly through an approach that is responsive to user needs

    Hukum dan Kebijakan Keamanan Siber: Tantangan Regulasi Perangkat IoT

    Get PDF
    The Internet of Things (IoT) has impacted many sectors such as industry, health, and households, with the ability to connect physical objects to the internet network. However, this development is accompanied by major challenges related to cybersecurity, including the risk of data intrusion, cyberattacks, and privacy violations. One fundamental problem is the lack of uniform security standards, which causes various manufacturers' implementation differences. In addition, many IoT devices are not designed with security as a priority, making them vulnerable to attacks. Other challenges include the lack of user awareness of the importance of data security and the limitations of cross-country regulations in monitoring and enforcing IoT security laws. This article explores the challenges in cybersecurity regulation on IoT and offers policies that support increased security. The main contribution of this article is to provide insight into the problems of IoT regulation and provide practical solutions to reduce cyber risks on IoT devices. These solutions are expected to be a guide for policymakers in formulating dynamic regulations, under the development of IoT technology

    The Effect of Online Frontliner Interpersonal Communication on Consumer Purchase Decisions of Cv Borneo Store Banjarmasin

    Get PDF
    The existence of frontliners has a very viral role in providing services to consumers, because they are the first people faced by consumers when interacting with companies. As a company representative, frontliners function to create a positive first impression through the attitude and service provided. The quality of service shown by the frontliner will greatly affect consumers' perception of the company, which can ultimately affect their purchasing decisions. Therefore, good interpersonal communication from the frontliner is key in creating a satisfying customer experience. This study aims to determine the influence of online frontliner interpersonal communication on purchase decisions in CVs. Borneo Store Banjarmasin. The research method used is a quantitative approach with data collection through questionnaires distributed to consumers who shop at CV. Borneo Store. The research sample is 73 people who are randomly selected using the *simple random sampling* technique. The collected data was then analyzed using a simple linear regression with reference to the AIDDA (Attention, Interest, Desire, Decision, Action) theory, which describes the stages in the consumer decision-making process. The results of the study show that good interpersonal communication from online frontliners has a significant effect on consumer purchase decisions. A simple linear regression test showed that the determination coefficient was 40.1% with a significance level of 0.001 (<0.05), which means that online frontliner interpersonal communication had a considerable influence on the purchase decision. These findings show that effective communication between frontliners and consumers, both in-person and online, is important for building relationships, creating trust, and driving purchasing decisions. Companies need to pay attention to the quality of frontliner communication, especially in the digital era, to increase customer satisfaction and loyalty.  Keywords: Online Frontliner, Consumer, Purchase Decision, AIDDA Theory, Simple Linear Regression, Interpersonal Communication

    ANALISA PENILAIAN KONDISI IRIGASI RAWA TELANG I KABUPATEN BANYUASIN

    Get PDF
    ABSTRACT  Irrigation is defined as the process of providing a controlled supply of water to agricultural land through a specially designed distribution system. The Telang I area has unique hydrological conditions as it is surrounded by several major rivers such as the Musi River, Banyuasin River and Telang River. Good irrigation management supports water conservation, uses resources sustainably and reduces environmental impacts. Irrigation condition analysis is an assessment and improvement plan for irrigation infrastructure to ensure long-term functionality. This study aims to determine the irrigation condition of Rawa Telang I in Muara Telang Sub-district, Banyuasin Regency. The methodology used includes field surveys, interviews with farmers and irrigation managers, as well as condition analysis and maintenance recommendations. The results of the research from the analysis of the condition of the channels and supporting buildings obtained maintenance recommendations. The results of the research from the analysis of channel conditions and supporting buildings obtained maintenance recommendations. Maintenance on primary channels, namely 3 channels carried out routine maintenance and 2 channels periodic maintenance. In the maintenance of secondary channels, 21 channels are carried out routine maintenance, 86 channels are carried out periodic maintenance and 11 channels are rehabilitated. Supporting buildings, namely 3 regulating buildings and 2 protective embankments are carried out periodic maintenance. The conclusion of this research is the need for maintenance measures tailored to the current conditions so that both channels and buildings pendung irrigation Rawa Telang I can function optimally and support the efficiency of water resources management. Keywords: Irrigation, Telang I, Condition Analysis   ABSTRAK Irigasi didefinisikan sebagai proses penyediaan suplai air yang terkontrol ke lahan pertanian melalui sistem distribusi yang dirancang secara khusus. Daerah Telang I memiliki kondisi hidrologi yang unik karena dikelilingi oleh beberapa sungai besar seperti Sungai Musi, Sungai Banyuasin dan Sungai Telang. Pengelolaan irigasi yang baik mendukung konservasi air, menggunakan sumber daya secara berkelanjutan dan mengurangi dampak lingkungan. Analisis kondisi irigasi berupa penilaian dan rencana perbaikan infrastruktur irigasi untuk memastikan fungsionalitas jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi irigasi Rawa Telang I di Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin. Metodologi yang digunakan meliputi survei lapangan, wawancara dengan petani dan pengelola irigasi, serta analisis kondisi dan rekomendasi pemeliharaan. Hasil penelitian dari analisis kondisi saluran dan bangunan penunjang diperoleh rekomendasi pemeliharaan. Pemeliharaan pada saluran primer, yaitu 3 saluran dilakukan pemeliharaan rutin dan 2 saluran pemeliharaan berkala. Pada pemeliharaan saluran sekunder yaitu 21 saluran dilakukan pemeliharaan rutin, 86 saluran dilakukan pemeliharaan berkala dan 11 saluran dilakukan rehabilitasi. Bangunan pendukung yaitu 3 bangunan pengatur dan 2 tanggul pelindung dilakukan pemeliharaan berkala. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlunya tindakan pemeliharaan yang disesuaikan dengan kondisi saat ini sehingga baik saluran maupun bangunan pendung irigasi Rawa Telang I dapat berfungsi dengan optimal dan mendukung efisiensi pengelolaan sumber daya air. Kata Kunci : Irigasi, Telang I, Analisis Kondis

    Empowerment of Batik MSMEs in Jombang Through Green Innovation Towards a Green Batik Industry

    No full text
    Industri batik di Kabupaten Jombang memiliki kontribusi signifikan dalam perekonomian nasional. Meskipun demikian, sebagian besar UMKM batik di wilayah ini masih menggunakan metode produksi konvensional yang tidak ramah lingkungan, seperti penggunaan bahan kimia berbahaya dan pembuangan limbah tanpa pengolahan yang tepat. Kondisi ini menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan, termasuk pencemaran air dan tanah. Untuk mengatasi tantangan ini, program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan UMKM Batik Jombang, terutama CV Pesona Batik Jombang, melalui penerapan inovasi hijau yang berfokus pada keberlanjutan industri batik. Metode yang diterapkan dalam program ini mencakup serangkaian kegiatan, mulai dari sosialisasi dan pelatihan, hingga penerapan teknologi, pendampingan intensif, dan evaluasi hasil. Pelatihan yang diberikan kepada mitra berfokus pada penggunaan pewarna alami Indigofera, yang lebih ramah lingkungan dibanding pewarna sintetis, serta penerapan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan metode elektrokoagulasi untuk mengurangi polusi yang dihasilkan dari proses produksi. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan kapasitas mitra dalam menerapkan praktik produksi yang lebih ramah lingkungan, terlihat dari peningkatan omset produk batik pewarna alami sebesar 41,28% dalam kurun waktu empat bulan. Selain itu, penerapan IPAL berhasil mengolah hingga 4.000 liter air limbah menjadi air bersih yang bisa digunakan kembali, mengurangi beban pencemaran lingkungan secara signifikan. Program ini membuktikan bahwa inovasi hijau mampu meningkatkan daya saing produk batik, mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, dan mendorong keberlanjutan UMKM batik. Keberhasilan ini juga menyoroti pentingnya adanya dukungan finansial, akses terhadap teknologi mutakhir, serta kebijakan yang kondusif untuk membantu UMKM batik mengadopsi praktik produksi yang berkelanjutan.Industri batik di Kabupaten Jombang memiliki kontribusi signifikan dalam perekonomian nasional. Meskipun demikian, sebagian besar UMKM batik di wilayah ini masih menggunakan metode produksi konvensional yang tidak ramah lingkungan, seperti penggunaan bahan kimia berbahaya dan pembuangan limbah tanpa pengolahan yang tepat. Kondisi ini menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan, termasuk pencemaran air dan tanah. Untuk mengatasi tantangan ini, program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan UMKM Batik Jombang, terutama CV Pesona Batik Jombang, melalui penerapan inovasi hijau yang berfokus pada keberlanjutan industri batik. Metode yang diterapkan dalam program ini mencakup serangkaian kegiatan, mulai dari sosialisasi dan pelatihan, hingga penerapan teknologi, pendampingan intensif, dan evaluasi hasil. Pelatihan yang diberikan kepada mitra berfokus pada penggunaan pewarna alami Indigofera, yang lebih ramah lingkungan dibanding pewarna sintetis, serta penerapan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan metode elektrokoagulasi untuk mengurangi polusi yang dihasilkan dari proses produksi. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan kapasitas mitra dalam menerapkan praktik produksi yang lebih ramah lingkungan, terlihat dari peningkatan omset produk batik pewarna alami sebesar 26,27% dalam kurun waktu tiga bulan. Selain itu, penerapan IPAL berhasil mengolah hingga 4.000 liter air limbah menjadi air bersih yang bisa digunakan kembali, mengurangi beban pencemaran lingkungan secara signifikan. Program ini membuktikan bahwa inovasi hijau mampu meningkatkan daya saing produk batik, mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, dan mendorong keberlanjutan UMKM batik. Keberhasilan ini juga menyoroti pentingnya adanya dukungan finansial, akses terhadap teknologi mutakhir, serta kebijakan yang kondusif untuk membantu UMKM batik mengadopsi praktik produksi yang berkelanjutan

    EDUKASI DAN PELATIHAN KEUANGAN DIGITAL SEBAGAI UPAYA PENGEMBANAGN PERTANIAN DAN UMKM

    Get PDF
    Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan digital bagi pelaku usaha di sektor pertanian dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Kemang. Rendahnya pemahaman mengenai teknologi keuangan digital serta masih digunakannya metode manual dalam pengelolaan keuangan menjadi masalah utama yang dihadapi oleh para pelaku usaha di desa ini. Akibat dari minimnya pengetahuan tentang teknologi keuangan digital, pelaku usaha sering kali kesulitan dalam melakukan pencatatan transaksi, mengakses modal dan membuat perencanaan keuangan yang baik. Kegiatan pengabdian ini dirancang untuk memberikan edukasi dan pelatihan yang komprehensif terkait penggunaan berbagai aplikasi keuangan digital, termasuk aplikasi manajemen keuangan dan dompet digital. Metode pelaksanaan kegiatan ini mencakup sosialisasi kepada pelaku usaha, pelatihan yang dilakukan secara langsung, pendampingan teknis dalam penerapan aplikasi keuangan digital, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Sebanyak 15 pelaku usaha UMKM dan petani di Desa Kemang terlibat aktif dalam program ini. Hasil yang dicapai sangat positif, yaitu 50% peningkatan literasi keuangan digital di kalangan peserta program. Para pelaku usaha yang sebelumnya tidak terbiasa dengan teknologi kini mampu mengadopsi aplikasi keuangan digital dalam kegiatan sehari-hari mereka, sehingga pengelolaan keuangan menjadi lebih efisien dan transparan. Luaran dari program ini adalah peningkatan pemahaman serta adopsi teknologi keuangan digital, yang diharapkan dapat menjadi model keberhasilan yang bisa diterapkan di desa lain dalam rangka mendorong transformasi digital di sektor UMKM dan pertanian.PKM ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan digital bagi pelaku usaha di sektor pertanian dan UMKM di Desa Kemang. Rendahnya pemahaman tentang teknologi keuangan digital dan masih digunakannya metode manual dalam pengelolaan keuangan menjadi masalah utama yang dihadapi pelaku usaha di desa ini. Program ini dirancang untuk memberikan edukasi terkait penggunaan aplikasi keuangan digital, seperti aplikasi manajemen keuangan dan dompet digital, yang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pencatatan transaksi, akses permodalan, dan perencanaan keuangan usaha. Metode pelaksanaan program meliputi sosialisasi, pelatihan intensif, pendampingan teknis, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Sebanyak 15 pelaku usaha UMKM dan petani mengikuti program ini. Program ini berhasil mencapai target utama, yaitu meningkatkan literasi keuangan digital dan efisiensi pengelolaan keuangan bagi UMKM dan petani di Desa Kemang. Luaran dari program ini meliputi peningkatan pemahaman dan adopsi teknologi keuangan digital. Dengan hasil yang signifikan, program ini diharapkan dapat menjadi model untuk diterapkan di desa-desa lain guna mendorong transformasi digital di sektor UMKM dan pertanian

    Peningkatan Kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT) melalui Hilirisasi Produk Jamur di Desa Gading Rejo Utara, Pringsewu

    Get PDF
    Pengabdian kepada masyarakat di Desa Gading Rejo Pringsewu bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT) melalui pelatihan teknis dalam pengolahan jamur tiram menjadi kaldu bubuk, sebuah produk dengan nilai tambah tinggi. Pengabdian kepada masyarakat melibatkan 10 peserta dan terfokus pada pengembangan keterampilan dalam pengolahan serta pengemasan produk secara efektif, dengan memanfaatkan teknologi yang tepat guna. Pengabdian ini dirancang berdasarkan analisis mendalam terhadap potensi kelompok dan pemahaman awal peserta mengenai teknik yang dibutuhkan untuk produksi yang efisien. Evaluasi keterampilan dilaksanakan melalui metode pretest dan posttest yang mengungkapkan peningkatan signifikan dalam kompetensi peserta, dengan rata-rata peningkatan mencapai 72,33%. Peningkatan kemampuan ini paling terlihat pada peserta yang sebelumnya memiliki pengetahuan dasar yang minim tentang teknik pengolahan dan aplikasi teknologi. Penerapan teknologi tepat guna dalam proses pelatihan ini tidak hanya berhasil meningkatkan efisiensi kerja dan kualitas produk yang dihasilkan, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Realisasi dari pengabdian kepada masyarakat ini telah memungkinkan peserta untuk memproduksi kaldu bubuk, membuka peluang pasar yang baru dan sekaligus mendukung keberlanjutan dari usaha para peserta. Secara keseluruhan, pengabdian kepada masyarakat telah membuktikan bahwa integrasi antara teknologi dan keterampilan praktis memberikan dampak yang signifikan dalam memajukan pemberdayaan masyarakat dan mendorong kemajuan ekonomi di wilayah pedesaan. Sehingga memberikan model efektif untuk meningkatkan ekonomi pedesaan melalui penerapan teknologi yang inovatif dan pendidikan keterampilan yang relevan.Pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Desa Gading Rejo, Pringsewu berfokus pada pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) melalui program pelatihan pengolahan jamur tiram menjadi produk bernilai tambah, seperti kaldu bubuk. Program ini berhasil mengidentifikasi kebutuhan dan potensi kelompok, serta meningkatkan kemampuan anggota KWT dalam teknik pengolahan dan pengemasan yang tepat. Hasil evaluasi menggunakan metode pretest dan posttest menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta setelah pelatihan, terutama bagi peserta yang memiliki pemahaman awal yang rendah. Pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi kerja melalui penerapan teknologi tepat guna, yang berdampak positif pada kualitas, daya tahan produk, dan efisiensi produksi. Secara keseluruhan, pengabdian kepada masyarakat ini berhasil memberdayakan kelompok wanita tani dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui pendekatan yang menggabungkan keterampilan praktis dengan teknologi

    1,628

    full texts

    1,708

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Ejournal Universitas Indo Global Mandiri (UIGM)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇