Jurnal Upertis
Not a member yet
358 research outputs found
Sort by
Komunikasi Keluarga Dan Pola Asuh Dengan Kecerdasan Emosional Anak Usia 5 – 18 Tahun
Kecerdasan emosional anak-anak sangat penting untuk perkembangan pribadi anak-anak secara menyeluruh. Perkembangan kecerdasan emosional. Adapun tujuan penelitian ini adalah: melihat dampak komunikasi dalam keluarga dan pola asuh orangtua terhadap kecerdasan emosional anak usia 5-18 Tahun. Metodologi penelitian dengan melakukan literature review dari beberapa artikel baik internasional maupun nasional yang dicari dengan mempergunakan google scholar dan sciencedirect, mengisihkan 72 artikel dengan kata kunci Pola asuh, komunikasi dalam keluarga dan kecedasan emosional. yang terdiri dari 36 internasional dan 36 jurnal nasional setelah dilakukan seleksi sesuai kata kunci yang dianalisis 18 artikel, yang terdiri dari 8 artikel internasional dan 10 artikel Nasional penelusuran dengan mempergunakan google scholar dan sciencedirect dengan desain penelitian kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian: Bahwa pola asuh dan komunikasi keluarga sangat berpengaruh terhadap kecerdasan emosional anak. Kesimpulan: pola asuh demoktratis akan membentuk kecedasan yang positif dan pola komunikasi dengan keluarga yang sangat membantu kecerdasan emosional lebih menekan pada pada durasi waktu interaksi anak dan orang tua. Disarankan pada orang tua untuk memperhatikan pola asuh dan komunikasi keluraga untuk mendapat anak yang cerdas secara emosiona
Aesthetic Expression dalam Praktik Keperawatan
Aesthetic expression adalah hubungan yang unik antara pasien dan perawat dengan melakukan tindakan kepedulian yang berdasarkan pada pengalaman hidup, keyakinan individu, pengembangan diri, dan memungkinkan perawat dapat melihat dan mengintegrasikan diri mereka ke semua tindakan asuhan keperawatan. Studi ini merupakan tradisional literatur review yang bertujuan untuk mengeksplore penerapan aesthetic expression dalam praktek keperawatan. Kriteria inklusi pada studi literatur ini antara lain; jurnal yang membahas tentang bentuk penerapan aesthetic expression dalam praktek keperawatan, artikel bebahasa Inggris dan Indonesia, artikel terbitan tahun 2009-2020. Strategi penelusuran literatur review ini dilakukan dengan mengakses beberapa data base seperti Proquest, CINAHL, Elsevier/Science Direct, Pubmed, dan Google Schoolar dengan menggunakan kata kunci aesthetic, aesthetic expression, nursing care, nursing practice, estetika dan praktik keperawatan, Hasil dari literatur review menemukan beberapa bentuk penerapan asthetic expression dalam praktek keperawatan meliputi terapi music,terapi dance, puisi, humor, dan visual. Studi selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian tentang penerapan aesthetic expression khususnya pada spesifikasi bidang dalam praktek keperawatan
Edukasi Gizi pada Anak dan Remaja Keluarga Mahasiswa Gizi di berbagai Wilayah Sumatera
Konsumsi minuman manis berisiko yaitu lebih dari 1 kali per hari pada penduduk usia diatas 10 tahun di Sumatra barat mencapai 48,1% .Remaja yang gemar mengkonsumsi minuman manis berdampak terhadap terjadinya kelebihan berat badan (overweight), obesitas dan meningkatnya risiko penyakit Diabetes mellitus. Terdapat hubungan positif antara total asupan gula tambahan yang sebagian besar berasal dari minuman manis dengan peningkatan level LDL (low Density Lipoprotein) dan trigliserida yang merupakan faktor risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler (cardiovascular disease). Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengedukasi anak dan remaja tentang gizi seimbang dan dampak asupan minuman manis yang berlebihan.
Metode yang digunakan adalah edukasi daring melalui zoom meeting agar dapat menjangkau sasaran di wilayah yang luas dan menghindari terbentuknya kerumunan di masa pandemi. Setelah pengabian masyarakat ini dilakukan maka diharapkan anak dan remaja dapat mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan mengindari kunsumsi minuman manis
Analisis Kandungan Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Mikroalga Chlorella sp. Berdasarkan Variasi Waktu Pencahayaan
Mikroalga mengandung metabolit sekunder yang potensial untuk dikembangkan. Metabolit sekunder digunakan untuk pertahanan kimia terhadap predator di lingkungan air. Salah satu jenis mikroalga yang dapat dikembangkan metabolit sekundernya adalah Chlorella sp. Kondisi lingkungan saat kultivasi Chlorella sp. mempengaruhi jumlah sel, kandungan metabolit sekunder dan kestabilan senyawa antioksidan mikroalga. Faktor lingkungan yang menjadi fokus penelitian adalah faktor cahaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan fitokimia dan antioksidan biomassa mikroalga Chlorella sp. dengan variasi waktu pencahayaan. Variasi pemberian cahaya pada proses kultivasi menggunakan periode terang : gelap yang terbagi menjadi 2 kelompok yaitu 12:12 (terang:gelap) jam dan 18:6 (terang:gelap) jam. Metode yang digunakan untuk analisis kandungan fitokimia menggunakan metode Harborne dan analisis aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak mikroalga Chlorella sp. dengan variasi waktu pencahayaan (terang:gelap) 12:12 jam mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, kuinon dan terpenoid. Sedangkan, ekstrak mikroalga Chlorella sp. dengan variasi waktu pencahayaan (terang:gelap) 18:6 jam mengandung alkaloid, flavonoid, saponin dan terpenoid. Hasil aktivitas antioksidan ekstrak mikroalga Chlorella sp. dengan variasi waktu pencahayaan (terang:gelap) 12:12 jam IC50 sebesar 40,421 dan ekstrak Chlorella sp. dengan variasi waktu pencahayaan (terang:gelap) 18:6 jam memiliki IC50 sebesar 8,992. Berdasarkan penelitian diperoleh bahwa ekstrak mikroalga yang diberi waktu pencahayaan tinggi menghasilkan aktivitas antioksidan yang lebih kuat dibandingkan pencahayaan rendah
Kecemasan pada Masa Pandemi Covid-19 Meningkatkan Tekanan Darah Lansia
Pandemi Covid-19 dapat menjadi stressor bagi lansia sehingga menimbulkan kecemasan. Kecemasan dapat meningkatkan tekanan darah pada lansia sehingga menimbulkan kejadian hipertensi. Kejadian hipertensi pada lansia di UPTD Puskesmas DTP Argapura Kabupaten Majalengka tahun 2019-2020 mengalami kenaikan yaitu dari 25,7% menjadi 28,4% atau naik sebesar 2,7%. Penelitan ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh kecemasan pada masa pandemi Covid-19 terhadap peningkatan tekanan darah lansia di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas DTP Argapura Kabupaten Majalengka. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Subjek pada penelitian ini yaitu lansia di wilayah kerja UPTD Puskesmas DTP Argapura Kabupaten Majalengka sebanyak 92 orang pada bulan Mei-Juni 2021. Pengumpulan datanya untuk kecemasan menggunakan instrumen Zung Self Anxiety Scale (ZSAS), sedangkan untuk mengukur tekanan darah menggunakan Sphygmomanometer dan stetoskop. Analsis data menggunakan uji chi square. Kurang dari setengah (27,2%) lansia pada masa pandemi Covid-19 mengalami cemas sedang dan lebih dari setengah (54,3%) lansia mengalami hipertensi stadium 1. Terdapat pengaruh kecemasan lansia pada masa pandemi Covid-19 dengan peningkatan tekanan darah pada lansia di wilayah kerja UPTD Puskesmas DTP Argapura Kabupaten Majalengka dengan r value = 0,000. Kecemasan pada masa pandemi Covid-19 terbukti meningkatkan tekanan darah pada lansia
Edukasi Etika Batuk Yang Benar Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit TB Paru Di Dusun Aik Nyet Lombok Barat
Tuberkulosis saat ini masih merupakan masalah kesehatan, terutama di negara-negara berkembang termasuk Indonesia.Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis yang menyerang berbagaiorgan tubuh khususnya paru-paru. Penyakit ini merupakan penyebab utama kecacatan dan kematian hampir di sebagian besar negara di seluruh dunia. Meskipun menular, penyakit TB bisa dicegah salah satunya dengan cara memberikan penjelasan pada penderita untuk menutup mulut dengan sapu tangan bila batuk serta tidak meludah atau mengeluarkan dahak disembarang tempat dan menyediakan tempat ludah yang diberi Lysol atau bahan lain yang dianjurkan. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang etika batuk yang baik dan benar sebagai upaya untuk pencegahan penyakit TB Paru. Metode pelaksanaannya dengan ceramah dan role play. Sasarannya warga dusun Aik Nyet Lombok Barat sebanyak 43 orang. Hasil dari kegiatan ini adalah tingkat pengetahuan warga tentang etika batuk yang benar sebelum diberikan penyuluhan yaitu tingkat pengetahuan kurang 24 orang (55,9%), pengetahuan cukup 13 orang (30,2%) dan pengetahuan baik 6 orang (13,9%). Pengetahuan warga meningkat setelah diberikan edukasi menjadi pengetahuan cukup 21 orang (48,8%), pengetahuan baik 12 orang (28,0%) dan pengetahuan kurang 10 orang (23,2%). Sehingga dapat disimpulkan adanya peningkatan pengetahuan warga setelah diberikan edukasi etika batuk yang benar
Ekstrak Monascus purpureus (angkak) mampu Menurunkan GM-CSF pada Penderita Demam Berdarah
Penyakit demam berdarah akibat infeksi virus dengue dapat dikategorikan sebagai penyakit dengan self limiting disease dengan masa penyembuhan sekitar 7 hari. Pada perjalanan penyakit tersebut, seringkali ditemukan berbagai macam penyulit yang dapat menyebabkan terjadinya komplikasi hingga kematian. Berbagai permasalahan klinis yang ditimbulkan akan mengakibatkan penurunan kondisi penderita secara umum. Salah satu komplikasi berbahaya yang dapat ditimbulkan dari demam berdarah adalah timbulnya syok dan perdarahan. Pemberian asupan ekstrak Monascus purpureus mampu menurunkan kadar Granulocyte-Macrophage Colony Stimulating Factor (GM-CSF), sehingga mampu mencegah komplikasi lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asupan ekstrak Monascus purpureus terhadap perubahan kadar GM-CSF pada penderita demam berdarah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental pada 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan yang diberikan asupan ekstrak Monascus purpureus selama 3 hari. Jumlah sampel yang digunakan pada setiap kelompok berjumlah 15 orang. Parameter yang digunakan pada penelitian tersebut adalah kadar GM-CSF setelah pemberian perlakuan. Hasil penelitian memperlihatkan adanya perbedaan kadar GM-CSF pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan (p<0,05). Sehingga dapat disimpulkam pemberian asupan ekstrak Monascus purpureus selama 3 hari mampu menurunkan kadar GM-CSF penderita demam berdarah
Efektifitas Pemberian Makanan Tambahan dan Konseling Gizi dalam Perbaikan Status Gizi Balita
Upaya pemerintah untuk menangani masalah gizi pada balita yaitu dengan memberikan makanan tambahan berupa biskuit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh pemberian makanan tambahan (PMT) dibandingkan dengan pemberian makanan tambahan (PMT) disertai konseling gizi terhadap status gizi anak usia 6 – 24 bulan. Penelitian ini menggunakan Quasi Eksperimental design dengan rancangan two group pretest and postest. Sampel penelitian balita gizi kurang usia 6–24 bulan di Nagari IV Koto Mudik Kabupaten Pesisir Selatan berjumlah 14 orang. Analisis data menggunakan uji paired T-Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata berat badan yaitu 6,9 kg sebelum diberikan PMT. Setelah diberikan PMT pada bulan I diperoleh rata-rata berat badan 7,3 kg, 7,7 kg pada bulan II dan 8,2 kg pada bulan III perlakuan. Pada kelompok perlakuan kombinasi PMT dan Konseling Gizi, rata-rata berat badan awal 6,9 kg, terjadi peningkatan berat badan 7,3 kg pada bulan I, 7,9 kg pada bulan II dan 8,3 kg pada bulan III. Pemberian PMT saja tidak berpengaruh terhadap status gizi berdasarkan BB/U (p=,0,078). Intervensi kombinasi PMT dan Konseling Gizi berpengaruh terhadap status gizi kurang usia 6 – 24 bulan (p=0,008), akan tetapi tidak ada perbedaan pengaruh intervensi PMT dengan kombinasi PMT dan Konseling Gizi terhadap status gizi kurang usia 6 – 24 bulan (p=0,356
Metode Pijat Oksitosin, Salah Satu Upaya Meningkatkan Produksi ASI Pada Ibu Postpartum
Pemberian ASI (Air Susu Ibu) eksklusif selama enam bulan di seluruh dunia belum sesuai dengan rekomendasi World Health Organization (WHO). Terlepas dari manfaat ASI, masalah masalah dalam pemberian ASI eksklusif salah satu kendala utamanya yakni produksi ASI yang tidak lancar. Secara klinis pemberian terapi obat diberikan pada post partum untuk memperlancar ASI. Sayangnya, metode ini memiliki efek ketergantungan pada ibu. Pijat Oksitosin merupakan salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan produksi ASI dan bersifat non invasif untuk ibu. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap pengeluaran ASI pada ibu post partum. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan eksperimen semu. Populasi pada penelitian ini berjumlah 86 orang. Sampel diambil secara purposive sampling berjumlah 60 orang ibu post partum yang dibagi menjadi 2 kelompok secara randomisasi yaitu 30 orang kelompok intervensi yang diberikan pijat oksitosin selama 30 menit dan 30 orang kelompok kontrol yang diberikan pijat oksitosin selama 15 menit. Hasil Uji statistik diperoleh p-value= 0,000 (p-value ≤0,05) yang berarti ada pengaruh signifikan antara pijat oksitosin pada kelompok intervensi terhadap produksi ASI pada ibu post partum. Diharapkan hasil penelitian ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan bagi tenaga kesehatan terutama bidan sebagai pelaksana sehingga dapat memberikan edukasi kepada ibu akan manfaat pijat oksitosin dan dapat memotivasi ibu dan keluarga untuk melakukan pijat oksitosin
Asupan Energi, Asupan Lemak, Aktivitas Fisik Dan Pengetahuan, Berhubungan dengan Gizi Lebih pada Remaja SMA
Masalah overweight dan obesitas penting untuk diperhatikan pada remaja karena 80% remaja berpeluang mengalami obesitas pada saat dewasa. SMA Pembangunan Kota Padang memiliki prevalensi status gizi lebih tertinggi pada tahun 2017 yaitu 22,52%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan energi, asupan lemak, aktivitas fisik, pengetahuan gizi dan kualitas tidur dengan kejadian gizi lebih pada remaja SMA. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional study. Variabel independen (asupan energi, asupan lemak, aktivitas fisik, pengetahuan gizi, kualitas tidur) dan variabel dependen (kejadian gizi lebih) dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan. Instrumen yang digunakan adalah SQ-FFQ, kuesioner, timbangan berat badan dan microtoise. Populasi sebanyak 389 orang dan sampel 57 orang. Penelitian ini menggunakan uji chi-square pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan 28.1% siswa mengalami gizi lebih. Proporsi kejadian gizi lebih banyak ditemukan pada remaja dengan asupan energi berlebih(64.3%), asupan lemak berlebih(70%), aktivitas fisik tidak aktif (47.6%), pengetahuan gizi cukup (50.0%),dan kualitas tidur buruk (36.4%).Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan asupan energi, asupan lemak, aktifitas fisik, pengetahuan gizi dengan kejadian gizi lebih (p<0,05), dantidak terdapat hubungan kualitas tidur dengan kejadian gizi lebih (p>0.05). Disarankan kepada remaja untuk lebih memperhatikan makanan yang dikonsumsi terutama makanan yang mengandung tinggi energi dan tinggi lemak agar tidak terjadi kenaikan berat badan secara signifikan, aktif melakukan aktivitas fisik, meningkatkan pengetahuan gizi demi mencapai sikap dan tindakan positif dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi