Jurnal Upertis
Not a member yet
    358 research outputs found

    Analisis Implementasi Family Development Session (FDS) tentang Gizi pada Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga

    No full text
    Lebih dari 50% kematian anak terkait dengan masalah gizi. Di Kota Padang terjadi peningkatan masalah gizi balita dengan persentase kasus gizi paling tinggi yaitu di wilayah kerja puskesmas Air Dingin dan anak Air Kecamatan Koto Tangah dengan cakupan balita dengan cakupan balita gizi kurang 20,9 % dan 12,0%, balita kurus sebanyak 18,1% dan 17,8 %, balita pendek sebanyak 22,4% dan 18,7%. Pemerintah berupaya mengatasi masalah tersebut melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dengan dilaksanakannya intervensi Family Development Session (FDS) atau P2K2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan P2K2 tentang Gizi di Kecamatan Koto Tangah. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data primer didapat melalui wawancara dengan informan yang memahami tentang P2K2, dokumentasi hasil observasi seperti rekaman, catatan di lapangan dan gambar hasil foto. Data sekunder didapat dari dinas atau instansi terkait yaitu Dinas Sosial, Kesehatan Kota Padang dan Puskesmas Anak air dan Air Dingin. Peneliti merupakan instrument utama dalam memperoleh data. Jumlah informan sebanyak 20 orang yaitu Kepala Dinas Sosial, Koordinator PKH, Supervisor, pendamping, Pemegang program Gizi di puskesmas dan KPM PKH. Validasi data dilakukan dengan triagulasi sumber dan metode kualitatif. Hasil penelitian pelaksanaan FDS tentang gizi sudah terlaksana, namun belum berjalan sesuai dengan pedoman yaitu belum ada dana APBD yang dialokasikan untuk pelaksanaan FDS, masih kurangnya sarana penunjang, pendamping belum melibatkan tenaga puskesmas, pelaporan masih belum dilakukan setiap bulannya, belum dilakukan monitoring kelapangan secara maksimal. Saran bagi instansi terkait yaitu mensosialisasikan kembali kebijakan terkait FDS tentang gizi, meningkatkan kerjasama lintas sektor, penyediaan sarana, meningkatkan monitoring dan evaluasi demi pencapaian progra

    Pengenalan Terapi Non Farmakologi Untuk Menurunkan Nyeri Kepala Pada Pasien Hipertensi

    No full text
    Penyakit Hipertensi adalah penyakit yang sering ditemukan baik di negara maju maupun negara berkembang termasuk   Indonesia. Salah satu dari gejala hipertensi adalah nyeri kepala dan kaku kuduk. Penatalaksanan Hipertensi berupa terapi farmakologis dan non farmakologis. Terapi non farmakologis untuk mengurangi nyeri kepala ialah  rendam kaki air hangat dan terapi lelaksasi nafas dalam dengan iringan music klasik. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menambah pengetahuan warga  desa Mekar Sari terkait  penyakit Hipertensi dan dapat mengimplementasikan terapi secara mandiri rendam kaki air hangat dan lelaksasi nafas untuk menurunkan rasa nyeri.  Desa Mekar Sari menjadi lokasi penelitian karena  sebagian besar warga menderita Hipertensi dengan keluhan nyeri kepala dan kaku kuduk. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan  denganpresentasi  penyampaian materi, selanjutnya dilakukan rendam kaki air hangat dan terapi lelaksasi nafas dalam dengan iringan music klasik kemudian di evaluasi. Pengabdian masyarakat membuah hasil yaitu terdapat  peningkatan pengetahuan terkait  hipertensipada warga Desa Mekar Sari, terjadi penurunan tekanan darah baik diastolik maupun sistolik dan penurunan skala nyeri setelah dilakukan rendam kaki air hangat dan terapi lelaksasi nafas.Kedua terapi ini diharapkan bisa diimplementasikan dengan mandiri sebanyak dua kali dalam seminggu oleh Warga Desa Mekarsari

    Keberhasilan Ibu Penyintas Covid dalam Kegiatan Menyusui

    No full text
    Di saat pandemic Covid-19 yang sedang terjadi di Indonesia, menyusui menjadi perlindungan yang sangat baik untuk bayi. Keberhasilan menyusui sangat penting didapatkan bagi seorang ibu untuk kesehatan dan kelangsungan hidup bayi dimana efek perlindungan ASI sangat kuat dalam melawan infeksi penyakit melalui peningkatan daya tahan tubuh bayi. Hingga saat ini dalam berbagai penelitian bahwa virus ini belum pernah ditemukan di dalam ASI sehingga ini menjadi jalan untuk ibu terus melanjutkan pemberian ASI kepada bayi.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui secara mendalam keberhasilan ibu penyitas covid dalam menyusui bayinya. Metode penelitian kualitatif langsung kepada 30 informan, dengan pendekatan studi fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan in-depth interview. Data dianalisis dengan menggunakan Interpretative Phenomenological disesuaikan dengan ukuran Pelaksanaan Praktek Menyusui di masa Pandemi Covid-19 Kementerian Kesehatan. Hasil penelitian yang dilakukan selama masa pandemi di tahun 2020 menggambarkan hasil yang sangat signifikan dari upaya laktasi pada ibu dalam segi pengalaman menyusui dan masalah laktasi yang dihadapi saat pandemi dimana ibu sangat membutuhkan dukungan pada ibu menyusui . Disimpulkan bahwa upaya dalam keberhasilan ibu menyusui khusus pada masa pandemi terletak dari pengalaman menyusui serta dukungan yang baik untuk ibu terus memberikan ASI

    Kombinasi Ekstrak Daun Kecombrang (Etlingera elatior) dan Daun Beluntas (Pluchea indica) sebagai Biolarvasida

    No full text
    Indonesia merupakan negara tropis dengan dua musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Dimusim penghujan merupakan waktu untuk penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) oleh nyamuk Aedes aegypti. Kecombrang sudah lama digunakan sebagai bahan pangan dan bahan obat. Bagian bunga, daun, batang, dan rimpang kcombrang mengandung senyawa alkaloid, saponin, tanin, fenolik, flavonoid, triterpenoid, steroid, dan glikosida. Daun beluntas mengandung tannin dan alkaloid, selain itu juga mengandung flavonoid, fenol, saponin, dan minyak atsiri. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui efektvitas ekstrak daun kecombrang  (Etlingera elatior) dan daun beluntas (Pluchea indica) sebagai biolarvasida terhadap larva nyamuk A.aegypti. Manfaat dari penelitian ini yaitu dapat mengetahui potensi dari ekstrak etanol daun kecombrang dan daun beluntas sebagai biolarvasida untuk A.aegypti. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai sumber pengetahun dari daun kecombrang dan daun beluntas sebagai bahan biolarvasida. Bahan yang digunakan menggunakan air sumur, daun kecombrang, daun beluntas, larva nyamuk A.aegypti, dan ethanol 96%. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tujuh perlakuan dan ulangan sebanyak empat kali. Pengamatan dilakukan setelah 24 jam dengan cara menghitung larva yang mati dan dinyatakan dalam persen kematian. Selanjutnya hasil dianalisis menggunakan analisis probit untuk mengetahui nilai LC50. Hasil dari penelitian ini yaitu ekstrak daun kecombrang  (E.elatior) dan daun beluntas (P.indica) positif mengandung alkaloid, flavonoid, terpenoid/steroid, dan tannin serta negatif mengandung saponin. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu kombinasi dari kedua ekstrak ini memiliki potensi sebagai biolarvasida dengan nilai LC50 sebesar 910 ppm

    Kearifan Lokal Suku Anak Dalam (SAD) di Masa Pandemi Covid-19

    No full text
    Suku anak dalam (SAD)  mengungsi kehutan di masa pandemik  virus covid-19. Fenomena ini terjadi  pada saat pemerintah memberlakukan social distancing.  SAD di desa pelakar jaya mengungsi kehutan/kebun untuk menghindari penularan  virus Covid-19. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui latar belakang  perilaku SAD masuk ke hutan  dan kehidupan di masa pandemik virus  Covid-19. Bahan dan metode, Jenis penelitian ini Kualitatif dengan desain Studi kasus. Jumlah informan sebanyak 10 orang, sample diambil dengan teknik  Purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi. Analisis data dilakukan dengan Content Analysis. SAD ketika awal pendemic Covid-19, pergi kehutan atau kebun untuk menghindari penyakit, saat ini mereka  tinggal di pondok sederhana atau  sudung. SAD meninggalkan pemukiman di dasari oleh kebiasaan melangun yaitu meninggalkan rumah untuk menghindar dari suatu bahaya atau kesedihan. Kesimpulan kearifan lokal melangun mendasari perilaku mengasingan dengan pergi kehutan atau kebun disaat pandemic covid-19, untuk menghindar dari penyakit sesuai dengan pesan nenek moyang warga SA

    Hubungan Infeksi Soil Transmitted Helmith dengan Kadar Kolesterol Darah Pada Anak dan Dewasa di Daerah Endemik Kecacingan Sumatera Barat

    No full text
    Soil transmitted Helminth (STH) merupakan penyebab tersering dari infeksi kronis pada usus manusia.  Kemampuan cacing memodulasi respon imun host melalui Th2 yang memicu sitokin anti inflamatori diduga mempengaruhi kadar kolesterol darah pada individu yang terinfeksi STH, yang akan memiliki efek protektif terhadap penyakit metabolik. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan melihat hubungan infeksi STH  dengan kadar kolesterol darah, sebagai dasar helminthic therapy dan evaluasi terhadap program pengobatan massal. Infeksi STH diperiksa dengan pemeriksaan tinja metode langsung dengan iodine, sedangkan untuk mengukur jumlah telur per gram tinja dilakukan dengan  metode Kato Katz. Kadar kolesterol total darah diperiksa dengan metode enzimatik CHOD-PAP. Semua subjek penelitian yang terinfeksi  STH pada penelitian ini tergolong  infeksi ringan. Kadar kolesterol individu yang terinfeksi STH didapatkan lebih rendah dibandingkan kadar kolesterol individu yang tidak terinfeksi STH, baik pada anak ataupun dewasa  (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara infeksi STH dengan kadar kolesterol darah, sekalipun pada infeksi ringan

    Korelasi Kadar Thyroxine Dengan Thyroid Stimulating Hormon Pada Suspek Penderita Hipertiroid

    No full text
    Suspek Hipertiroid adalah responden yang diduga menderita hipertiroid dengan melihat tanda-tanda klinisanya. Hipertiroid merupakan peningkatan kadar hormon tiroid bebas secara berlebihan yang beredar dalam sirkulasi peredaran darah dalam tubuh, akibat hiperaktivitas kelenjar tiroid yang ditandai dengan peningkatan kadar Free Thyroxine fT4, Thyroxine (T4), Free Triiodothyronine (fT3) atau Triiodothyronine (T3) dan penurunan Thyroid Stimulating Hormone. Dikatakan hipertiroid jika TSH serum<0,3 mU/l dan  T4 > 120 nmol/L, fT4>24,5 pmol/l atau fT3>6,3 pmol. Hipertiroid apabila terjadi peningkatan kadar T3/T4 serum, tetapi TSH serumnya rendah (tidak terdeteksi), karena efek umpan balik negatif dari peningkatan kadar T3/T4 terhadap hipofisis anterior. Hipertiroid dapat didiagnosis secara tepat melalui pemeriksaaan laboratorium dengan menguji kadar hormon tiroid (T4) dan TSH (Thyroid Stimulating Hormone) di dalam darah. Desain penelitian adalah potong lintang cross sectional yang meneliti hubungan kadar T4 dengan TSH pada suspek penderita hipertiroid. Kadar T4 dan TSH dalam serum diukur dengan metode ELISA. Analisis statistik yang digunakan adalah Uji korelasi.Terdapat hubungan yang signifikan antara kadar T4 dengan TSH pada suspek penderita hipertiroid ρ < 0,05. Kadar T4 meningkat sesuai dengan mekanisme umpan balik negatif. Apabila kadar T4 meningkat maka kadar TSH menurun pada suspek penderita hipertiroi

    Pelatihan Penyelenggaraan Ujian dengan Computer Based Test (CBT) Bagi Dosen dan Mahasiswa STIKES ST. Elisabeth Semarang

    No full text
    Perkembangan teknologi memberikan dampak positif di berbagai bidang, termasuk bidang pendidikan. Evalusi pembelajaran  merupakan hal yang tidak bisa terlepas dari proses pendidikan. Institusi pendidikan dapat memanfaatkan teknologi yang ada untuk menyelenggarakan ujian berbasis komputer, sehingga lebih memudahkan dosen dan mahasiswa. STIKes St. Elisabeth Semarang telah memiliki laboratorium komputer yang memadai, namun belum dimanfaatkan secara optimal untuk penyelenggaraan ujian. Kegiatan pelatihan bertujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dosen serta mahasiswa dalam penyelenggaraan ujian berbabasis komputer. Pelatihan diselenggarakan dalam 2 tahap. Tahap I untuk  dosen dan tahap II untuk mahasiswa. Setelah dilakukan pelatihan, dosen dan mahasiswa dapat melaksanakan ujian menggunakan computer based test dengan baik

    Analisa Faktor Yang Berhubungan Dengan Stunting Pada Balita Usia 25-60 Bulan

    No full text
    Kerdil (Stunting) pada anak mencerminkan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis, sehingga anak menjadi terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi kronis terjadi sejak bayi dalam kandungan hingga usia dua tahun, dengan demikian periode 1000 hari pertama kehidupan seyogyanya mendapat perhatian khusus karena menjadi penentu tingkat pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktivitas seseorang dimasa depan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan Asupan Energi, Protein, Penyakit Infeksi (Diare, ISPA), ASI Eksklusif dan Status Imunisasi dengan Kejadian Stunting Pada Balita. Penelitian ini adalah penelitian cross sectional. Tiap subjek penelitian hanya diobservasi sekali saja dan pengukuran dilakukan terhadap status karakter atau variabel subjek pada saat pemeriksaan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 103 dari 150 populasi balita yang diambil menggunakan teknik Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan energi pada balita mempunyai hubungan yang signifikan dengan nilai p = 0.003, asupan protein memiliki hubungan yang signifikan dengan nilai p = 0.010, ASI Eksklusif memiliki hubungan yang signifikan dengan nilai p = 0.000, status imunisasi juga memiliki hubungan yang signifikan dengan nilai p = 0.003, sedangkan status penyakit infeksi yang perna diderita balita dalam satu bulan terakhir selama dilakukan penelitian tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan nilai p = 0.075. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah asupan energi, asupan protein, pemberian asi eksklusif serta imunisasi yang lengkap dapat berkontribusi dalam mencegah terjadinya stunting pada balita usia 25-60 bulan

    Ekstrak Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix D.C) Mampu Menghambat Pertumbuhan Candida albicans

    No full text
    Ekstrak daun jeruk purut mengandung beberapa komponen aktif seperti saponin, polifenol, flavonoid dan tanin yang dapat menghambat pertumbuhan jamut. Tujuan penelitian ini untuk menguji ekstrak daun jeruk purut sebagai senyawa penghambat pertumbuhan Candida albicans dan memperoleh konsentrasi ekstrak daun jeruk purut paling baik dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans. Manfaat penelitian ini untuk menguji ekstrak daun jeruk purut dan konsentrasi yang paling baik dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans. Penelitian ini menggunakan penelitian ekperimental laboratorium dengan rancangan acak lengkap dengan berbagai konsentrasi ekstrak 10%, 20%, 40% 80% sebagai perlakuan dan dibandingkan dengan kontrol positif ketokonazol serta kontrol negatif Carboxymethyl cellulose (CMC) dengan 6 pengulangan. Hasil pengukuran diameter zona hambat Candida albicans di uji menggunakan uji statistic One way Anova (Analysis of variance) selanjutnya dilakukan uji duncan’s pada taraf 5%. Analisis terhadap hasil penelitian mengidentifikasi ekstrak daun jeruk purut mampu memberikan penghambatan terhadap Candida albicans. Penghambatan pertumbuhan terbaik ditunjukkan pada perlakuan ekstrak 80% dengan rerata diameter koloni 3.69±0.14 cm dan ketokonazol sebagai kontrol positif 4.40 cm. Dengan demikian, ekstrak daun jeruk purut berpotensi untuk menghambat pertumbuhan Candida albicans

    204

    full texts

    358

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Upertis
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇