Jurnal Upertis
Not a member yet
358 research outputs found
Sort by
Dukungan Teman Sebaya dan Lingkungan Sekolah dengan Gangguan Mental Emosional Pada Siswa SMK
Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar setiap manusia, World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa kesehatan adalah suatu keadaan dimana sejahtera fisik, mental dan sosial dalam keadaan sehat dan bebas dari penyakit apapun. Di Indonesia, remaja yang mengalami gangguan mental emosional semakin meningkat setiap tahunnya karena beberapa faktor salah satunya adalah dukungan teman sebaya dan lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan teman sebaya dan lingkungan sekolah dengan gangguan jiwa dan emosi pada remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan uji statistik cross sectional dan chi-square. Instrumen menggunakan kuesioner. Sampel penelitian ini sebanyak 76 responden dengan kategori remaja dengan menggunakan teknik multistage sampling. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah hubungan antara dukungan teman sebaya dengan gangguan mental emosional pada remaja di SMK Kosgoro 2 Payakumbuh dengan (p<α) p value 0,048 dan tidak ada hubungan antara lingkungan sekolah dengan gangguan mental emosional pada remaja dengan hasil (p>) nilai p 0,276. Dapat disimpulkan bahwa dukungan teman sebaya memiliki hubungan yang signifikan dengan gangguan mental emosional dan lingkungan sekolah tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan gangguan mental emosional. Saran dari penelitian ini diharapkan pihak sekolah memperhatikan hubungan peer support dalam pergaulan siswa karena hal ini sangat mempengaruhi terjadinya gangguan mental emosional pada remaja
Pemanfaatan Fermentasi Singkong, Air Tebu, Gula Merah dan Kulit Pisang dalam Optimalisasi Perangkap Nyamuk (Trapping) sebagai Atraktan Perangkap
Nyamuk merupakan serangga yang dapat menganggu karena selain menyebabkan rasa gatal dan sakit, beberapa jenis nyamuk merupakan vektor atau penular berbagai jenis penyakit. Salah satu pengendalian vektor nyamuk yang bebas dan ramah lingkungan ialah membuat perangkap sederhana dengan atraktan yang berisi fermentasi bahan alami. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektifitas fermentasi singkong, fermentasi air tebu, fermentasi gula merah dan fermentasi kulit pisang sebagai atraktan nyamuk. Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai alternatif metode perangkap nyamuk. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen atau percobaan (experiment research) dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah (posttest – only group design). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan fermentasi singkong, fermentasi air tebu, fermentasi gula merah sebagai atraktan nyamuk tidak memiliki perbedaan yang signifikan dalam menarik nyamuk dengan jumlah nyamuk yang terperangkap adalah 62 ekor, 56 ekor, 50 ekor terlihat selama 9 hari penelitian. Sedangkan untuk untuk fermentasi kulit pisang dengan jumlah nyamuk terperangkap 27ekor pada 9 hari penelitian dan mengalami penurunan dari hari ke hari. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa fermentasi singkong adalah yang paling efektif sebagai penarik nyamuk dengan jumlah nyamuk terperangkap selama 9 hari penelitian 62 ekor , dengan rata-rata nyamuk terperangkap sebanyak 3 dan efektif pada hari ke 5 dari pengamatan
Pemanfaatan Serbuk Kacang Kedelai (Glycine max L. Merr) sebagai Bahan Pengganti Beef Extract pada Media Nutrien Agar (NA) untuk Pertumbuhan Bakteri Stapylococcus aureus
Kacang kedelai (Glycine max L. Merr) merupakan sumber protein, dan lemak, serta sebagai sumber vitamin A, E, K, dan beberapa jenis vitamin B dan mineral K, Fe, Zn, dan P. Kadar protein kacang-kacangan berkisar antara 20-25%, sedangkan pada kedelai mencapai 40%. Kadar protein dalam produk kedelai bervariasi misalnya, tepung kedelai 50%, konsentrat protein kedelai 70% dan isolat protein kedelai 90%. Salah satu bakteri yang ditanam pada media alternatif serbuk kacang kedelai (Glycine max L. Merr) sebagai bahan pengganti Beef Extract pada Nutrien agar adalah Bakteri Staphylococcus aureus . Penelitian ini bersifat studi eksperimental untuk pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus pada media Kacang kedelai sebagai pengganti Beef Extract pada media Nutrien Agar (NA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan serbuk kacang kedelai sebagai pengganti Beef Extract pada media NA untuk pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus . Dengan diketahuinya potensi serbuk kacang kedelai ini sehingga diharapkan dapat digunakan dalam pembuatan media untuk pertumbuhan bakteri, dengan keuntungan harga lebih murah dan mudah diperoleh di bandingkan dengan Beef Extract. Populasi yang akan diteliti pada penelitian ini adalah kacang kedelai. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah serbuk kacang kedelai. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kacang kedelai kurang efektif digunakan sebagai bahan alternatif sumber protein pengganti beef ekstrak pada media NA untuk menumbuhkan bakteri Staphylococcus aureus
Pola Resistensi Bakteri pada Pasien Infeksi Saluran Kemih (ISK) di Bangsal Interne RSUP DR. M. Djamil
Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme yaitu bakteri di saluran kemih. Penatalaksanaan lini pertama untuk terapi pada penderita ISK adalah pemberian antibiotik. Masalah dari penggunaan antibiotik yang tidak rasional menyebabkan terjadinya resistensi. Resistensi pada penggunaan antibiotik akan mengakibatkan ketidakberhasilan terapi pada penderita ISK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis bakteri yang terdapat pada urin pasien ISK dan pola resistensinya terhadap antibiotik meropenem, trimetophrim-sulfametoksazol, ciprofloksasin, ceftazidime, dan gentamisin. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain prospektif. Objek yang diteliti adalah urin pasien ISK rawat inap di bangsal Interne RSUP Dr. M. Djamil Padang periode Februari-April 2019. Sampel pasien ISK diisolasi pada media Mac Conkey dan Blood Agar, selanjutnya identifikasi spesies ditegaskan dengan pewarnaan Gram dan uji biokimia. Dari 12 sampel berhasil diisolasi 3 jenis bakteri penyebab ISK yaitu Escherichia coli sebanyak 7 sampel (58,33%), Klebsiella pneumonia 4 sampel (33,33%), Streptococcus sp. 1 sampel (8,33%). Uji resistensi E.coli dan K.pneumonia menunjukkan resistensi paling tinggi terhadap trimetoprim-sulfametoksazol yaitu masing-masing 85,71% dan 50%, sedangkan Streptococcus sp. resisten terhadap semua antibiotik uji. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa telah berkembang sifat resistensi pada bakteri penyebab ISK di bangsal Interne RSUP Dr. M. Djamil Padang
Perbandingan Kadar Hemoglobin Pengguna Rokok Elektrik Dani Rokok Biasa
Kadar hemoglobin dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu umur, jenis kelamin, asupan nutrisi, aktivitas, kehamilan, dan juga kebiasaan merokok. Merokok sudah menjadi kebiasaan sehari-hari bagi masyarakat Indonesia. Banyak upaya yang telah dilakukan untuk mencari alternatifirokok tembakau.iRokok jenis elektrikiadalahisalah satu fenomena baru yang diupayakan untuk menganti rokok tembakau. Kandungan CO dari asap rokok dapat berikatan dengan hemoglobin sehingga terbentuk senyawa karboksihemoglobin yang dapat mengganggu kesehatan. Penelitianiini bertujuaniuntukimengetahui perbandingan kadar hemoglobin pada penggunairokok elektrik danirokok konvensional. iPemeriksaan kadar hemoglobin ini menggunakan metode POCT (Point Of Care Testing). Hasil penelitian didapatkan rata–rata kadar hemoglobin pengguna rokok elektrik dan rokok biasa yaitu pengguna rokok elektrik adalah 13.26 dan pengguna rokok biasa 9.96. Terdapat perbandingan antara pegguna rokok elektrik dan rokok biasa
Pelaksanaan Mobilisasi Dini Berpengaruh Terhadap Proses Penyembuhan Luka Pasien Post Laparatomi
ABSTRAK
Tindakan laparatomi melahirkan bekas luka yang memerlukan perawatan agar tidak terjadi infeksi. Oleh sebab itu perlu tindakan penanganan untuk mencegah infeksi pasca bedah, yakni melalui upaya penyembuhan luka bedah tanpa komplikasi melalui pelaksanaan mobilisasi dini. Fenomena yang ditemukan di ruang Ambun Suri RSUD dr. Achmad Mochtar Bukittinggi, dari 28 pasien post laparatomi hanya 10 pasien yang melakukan mobilisasi. Pasien yang malas melakukan mobilisasi dini, tampak proses penyembuhan luka di area bekas jahitan merah dan mengeluarkan cairan pada saat di lakukan perawatan luka pada hari ke 3. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan mobilisasi dini terhadap proses penyembuhan luka pasien post laparatomi. Jenis penelitian quasi experiment, dengan rancangan one group pretest posttest. Populasi adalah semua pasien post laparatomi yang dirawat di Ambun Suri Lantai 2 RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi, dengan jumlah rata-rata 32 orang per bulan, dengan pengambilan sampel secara purposive sampling sebanyak 15 orang. Data diolah dan dianalisa menggunakan uji dependent sample t-test. Analisa univariat didapatkan rerata keadaan luka sebelum dilakukan mobilisasi dini adalah 4,40 dan sesudah dilakukan mobilisasi dini adalah 1,40. Hasil bivariat ada pengaruh pelaksanaan mobilisasi dini terhadap proses penyembuhan luka pasien post laparatomi (p = 0,000). Disimpulkan bahwa ada pengaruh pelaksanaan mobilisasi dini terhadap proses penyembuhan luka pasien post laparatomi. Diharapkan pada pihak rumah sakit agar membuatkan SOP dan brosur tentang mobilisasi dini sehingga mudah dilihat dan dipraktekkan pasien post laparatomi kepada perawat di Ruang Ambun Suri RSUD dr. Achmad Mochtar Bukittinggi, dan petugas diharapkan agar mendampingi serta memotivasi pasien melakukan mobilisasi dini sesuai dengan SOP.
 
Pengetahuan dan Motivasi Perawat Pelaksana dalam Penerapan Patient Safety
Perawat sebagai komponen utama pemberi pelayanan kesehatan kepada masyarakat, dalam upaya pencegahan dan memutus rantai transmisi infeksi untuk memenuhi kebutuhan keselamatan pasien. Pengetahuan dan motivasi mempengaruhi perawat dalam memberikan pelayanan terhadap pasien. Pengetahuan perawat terhadap keselamatan pasien kurang, maka akan berpengaruh pada pelayanan perawat dalam penerapan patient safety dirumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan dan Motivasi Perawat Pelaksana dalam Penerapan Patient Safety di RSUD dr.Adnaan WD Payakumbuh Tahun 2021. Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dan studi dokumentasi. Sampel penelitian berjumlah 32 orang dengan teknik Total Sampling, dan menggunakan uji chi square. Hasil analisis univariat menunjukan bahwa perawat pelaksana dengan pengetahuan baik 78,12%, Motivasi tinggi sebanyak 81,25%, dan penerapan patient safety baik sebanyak 68,8% . Hasil uji statistic untuk pengetahuan P value = 0,001dan motivasi P value = 0,006. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan dan motivasi perawat pelaksana dengan penerapan patient safety di RSUD dr.Adnaan WD Payakumbuh Tahun 2021. Disarankan agar pihak manajemen rumah sakit tetap memberikan kesempatan kepada perawat pelaksana untuk mengikuti pelatihan secara berkala sebagai update ilmu dalam bidang keperawatan
Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Kunjungan Lansia ke Posyandu Lansia dimasa New Normal Covid-19
Posyandu lansia merupakan salah satu wadah pencegahan penularan Covid-19 melalui upaya tindakan promotif dan preventif bagi lansia yang merupakan kelompok paling rentan tertular dan memiliki angka kesakitan dan kematian yang tinggi. Kunjungan lansia ke Posyandu idealnya makin meningkat di masa pandemi Covid-19 sebagai upaya terhindar dari paparan virus Covid-19. Sebaliknya Lansia belum memanfaatkan secara maksimal layanan Posyandu dan kondisi ini tentu menjadi hal yang urgen untuk dicermati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan lansia ke Posyandu Kp.Caniago dimasa New Normal Covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Bonjol, Propinsi Sumatera Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang dirancang sendiri s. Data dianalisis dengan uji statistik chi square. Sampel berjumlah sebanyak 57 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan p = 0,048 (p < 0,05) dan fasilitas kesehatan p = 0,031 (p < 0,05) dengan kunjungan lansia ke posyandu lansia dimasa new normal Covid-19 dan tidak ada hubungan signifikan antara sikap petugas dengan kunjungan lansia ke Posyandu lansia dimasa new normal Covid-19 p = 0,204 (p > 0,05). Faktor-Faktor yang berhubungan dengan kunjungan lansia ke Posyandu Kp Caniago dimasa new normal Covid-19 adalah pengetahuan dan fasilitas kesehatan. Diharapkan pihak terkait dan keluarga dapat memberikan edukasi dan motivasi kepada lansia untuk lebih aktif mengikuti posyandu lansia
The 2nd International Conference on Digital Technology, Pharmacy, Health and Social Sciences (ICODIGIPHAS 2022)
"Improvement Health Education Quality After Pandemic
Terapi Kognitif Menurunkan Depresi Pada Lansia
Lanjut usia adalah bagian dari proses kehidupan yang tidak dapat dihindarkan dan akan dialami oleh setiap individu. Dalam proses perkembangan lansia ini dapat terjadi beberapa perubahan alamiah yang menyangkut beberapa aspek yaitu fisik, psikologis dan sosial. Dengan adanya perubahan tersebut ditambah kurangnya kemampuan lansia dalam beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi akan memicu timbulnya depresi pada lansia. Salah satu terapi untuk megatasi masalah depresi pada lansia adalah terapi kognitif.Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi kognitif terhadap tingkat depresi pada lansia di PSTW Kasih Sayang Ibu Batusangkar.Penelitian ini menggunakan desain penelitian “Quasi Experimental One GroupPretest-Postest” dengan intervensi terapi kognitif.Instrumen yang pakai untuk memperoleh data tingkat depresi lansia adalah GeriatricDepression Scale (GDS).Hasil uji statistik dengan menggunakan uji wilcoxson menunjukkan bahwa rata-rata depresi lansia ada penurunan sesudah dilakukan terapi kognitif. Berdasarkan hasil uji analisis terlihat nilai p-value = 0.001. Maka dapat disimpulkan ada perubahan yang signifikan antara tingkat depresi sebelum dan sesudah pemberian terapi kognitif pada lansia