Jurnal Upertis
Not a member yet
358 research outputs found
Sort by
Peningkatan Keterampilan Masyarakat tentang Range of Motion (ROM) dalam Merawat Keluarga dengan Stroke
ABSTRAK
Mewujudkan peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pemeliharaan kesehatan yang paripurna, sangat di perlukan upaya bersama dari seluruh kalangan masyarakat. Jorong Kambing VII Nagari Gadut merupakan salah satu jorong, dimana penduduknya ada yang mengalami Strok. Hasil wawancara dengan masyarakat di dapatkan informasi bahwa kelurga yang merawat anggota dengan stroke banyak yang kurang memahami bagaimana perawatan stroke di rumah. Stroke merupakan salah satu masalah kesehatan yang yang berdampak tidak hanya pada individu namun juga pada keluarga dan masyarakat. Dampak dari stroke salah satunya adalah gangguan pada mobilitas fisik hingga kelumpuhan pada anggota tubuh. Hal ini tentu membuat penderita tidak dapat mandiri dalam kehidupan dan bahkan sampai tidak produktif lagi. Anggota gerak yang mengalami kelupuhan harus selalu dilakukan latihan untuk mencegah kekakuan dan kecacatan lebih lanjut. Dalam kondisi ini pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan latihan terhadap pasien harus ditingkatkan, sehingga keluarga dapat membantu dan atau pasien dapat melakukan secara mandiri. Latihan ROM yang dibantu oleh keluarga di sebut ROM Pasif sedangan jika pasien melakukan sendiri disebut ROM Aktif. Adapun bentuk luaran dari kegiatan pengabdian masyarat ini adalah terpublikasinya kegiatan ini di media online Universitas Perintis Indonesia.
ABSTRACT
Realizing an increase in the degree of public health through complete health care requires a concerted effort from all levels of society. Jorong Kambing VII Nagari Gadut is one of the jorongs, where there are residents who have had a stroke. The results of interviews with the community obtained information that many families who care for members with strokes do not understand how to treat stroke at home. Stroke is a health problem that affects not only individuals but also families and communities. One of the impacts of stroke is impaired physical mobility to paralysis of the limbs. This of course makes the sufferer unable to be independent in life and even to the point of not being productive anymore. The limb that is paralyzed should always be exercised to prevent further stiffness and disability. In this condition, knowledge and skills in performing exercises for patients must be increased, so that families can help and/or patients can perform independently. ROM exercises that are assisted by the family are called Passive ROM, while if the patient does it alone, it is called Active ROM. The output form of this community service activity is the publication of this activity in the online media of the Indonesian Pioneer University. ROM exercises that are assisted by the family are called Passive ROM, while if the patient does it alone, it is called Active ROM. The output form of this community service activity is the publication of this activity in the online media of the Indonesian Pioneer University. ROM exercises that are assisted by the family are called Passive ROM, while if the patient does it alone, it is called Active ROM. The output form of this community service activity is the publication of this activity in the online media of the Indonesian Pioneer University.
 
Nilai Leukosit, Eritrosit dan Trombosit pada Penderita Leukemia Limfoblastik Akut Pasien Anak
Leukemia merupakan suatu penyakit keganasan sel darah yang ditandai proliferasi leukosit secara tidak terkendali dengan manifestasi adanya sel-sel abnormal. Di Sumatera Barat penyakit ini menunjukkan prevalensi leukemia sebesar 2,4%. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran nilai Leukosit, Eritrosit dan Trombosit pada Penderita Leukemia Limfoblastik Akut (LLA) Pasien Anak di RSUP DR. M. Djamil Padang. Populasi dalam penelitan ini adalah pasien LLA anak yang menjalani kontrol di poliklinik khusus anak dan melakukan pemeriksaan darah di laboratorium sentral RSUP Dr. M Djamil yang terdiri dari 12 anak laki-laki dan 6 orang anak perempuan. Sampel adalah pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Parameter yang diperiksa adalah leukosit, eritrosit, dan trombosit. Prinsip pemeriksaan darah adalah flow cytometri dengan teknik impedance. Dari penelitian yang telah dilakukan bahwa hasil darah pasien LLA anak memperlihatkan rerata jumlah leukosit 72,10±155,91 pada laki-laki dan 4,50±3,01 pada perempuan, jumlah eritrosit 4,19±0,84 pada laki-laki dan 3,66±0,81 pada perempuan. Selanjutnya rerata trombosit 280±138,69 pada laki-laki dan 243±1,58 pada perempuan. Dari hasil tersebut bahwa terjadi peningkatan leukosit pada laki-laki (72,10±155,91) sedangkan pada anak perempuan masih dalam rentang normal (4,50±3,01) (standar normal leukosit: 4,5-13,5)
Uji Kesesuaian Pewarnaan Gram Dari Sedimen Urin dengan Uji Nitrit Pada Suspek Infeksi Saluran Kemih
Infeksi saluran kemih (ISK) adalah kondisi ketika organ yang termasuk ke dalam sistem kemih mengalami infeksi. Organ tersebut bisa ginjal, ureter, uretra, atau kandung kemih. Namun, infeksi saluran kemih umumnya terjadi di uretra dan kandung kemih .Infeksi saluran kemih merupakan istilah yang menandakan adanya keberadaan mikroorganisme didalam urin. Mikroorganisme yang menyebabkan infeksi saluran kemih adalah Bakteri, bakteri penyebab utama dari infeksi saluran kemih adalah bakteri gram negatif salah satunya (Escherichia coli).Pemeriksaan diagnosis yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan pewarnaan gram dari sedimen urin dengan uji nitrit.Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk melihat kesesuain antara pemeriksaan pewarnaan gram dari sedimen urin dengan uji nitrit. Metode yang digunakan adalah metode carik celup pada nitrit dan pewarnaan Gram . Dari 50 sampel didapatkan hasil dari pemeriksaan pewarnaan gram dari sedimen urin yang positif sebanyak 22 responden (44%), hasil negatif didapatkan sebanyak 28 responden (56%).Dan uji nitrit positif sebanyak 16 (32%) dan hasil negatif sebanyak 34 responden (68%). Maka dari itu pewarnaan gram dari sedimen urin dengan uji nitrit memiliki kesesuaian atau memiliki tingkat kesesuaian sedang, dengan interval kesesuaian (0,57)
Pemberian MP-ASI dan Sanitasi Lingkungan Terhadap Kejadian Wasting Pada Balita Usia 0-59 Bulan
Wasting adalah suatu keadaan kekurangan gizi akut yang banyak terdapat di daerah dengan sosial-ekonomi rendah yang dapat disebabkan oleh asupan nutrisi yang inadekuat dan adanya penyakit Wasting merupakan bagian dari kekurangan gizi, salah satu klasifikasi dari indikator status gizi BB/TB. Anak yang dikatakan kurus adalah mereka yang memiliki berat badan rendah yang tidak sesuai terhadap tinggi badan yang dimilikinya Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan deskripsi, analisis dan interprestasi terhadap kejadian wasting pada balita (0-59 bulan) di KabupatenPasamandan Kota Bukittinggitahun 2019.
Penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan desain case control. Penelitian dilakukan dipuskesmas Kabupaten Pasaman dan Kota Bukittinggi, pada bulan Mei-Juni 2019. Jumlah populasi 8442. Sampel kuantitatif 216 orang dengan menggunakan teknik proportionate stratified sampling. Analisis data uji chi-square dan multivariate binary logistic.
Hasil uji statistic menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan anatara kejadian wasting dengan Pemberian MP-ASI (0.000, OR 4.452) dan Sanitasi Lingkungan (0.008, OR 3.835) di Kabupaten Pasaman dan ada hubungan yang signifikan antara kejadian wasting dengan Pemberian MP-ASI (0.006, OR 3.692) dan Sanitasi Lingkungan (0.007, OR 4.095)di Kota Bukittinggi. Kendala kurangnya SDM dalam hal ini tenaga gizi menyebabkan kurangnya informasi tentang pentingnya gizi khususnya wasting yang didapat ibu balita.
Hasil penelitian pengaruh pemberian MP-ASI dan sanitasi lingkungan dengan kejadian wasting sehingga disarankan untuk dinas kesehatan lebih menggiatkan promotif dan preventif tentang pentingnya informasi tentang Pemberian MP-ASI dan menjaga sanitas lingkungan bagi penurunan kasus wasting balita di Kabupaten Pasaman dan Kota Bukittinggi
Aspek Fisik dan Psikososial terhadap Status Fungsional pada Lansia
Proses penuaan merupakan suatu kondisi yang wajar dan tidak dapat dihindari dalam fase kehidupan ini. Penuaan adalah suatu proses yang berkaitan dengan usia seseorang, semakin tua seseorang, fungsi organ dan kehidupan sosial seseorang semakin berkurang. Perubahan fisik dan psikososial pada lansia akan mempengaruhi kemampuan fungsional dan kesejahteraan lansia. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan aspek fisik dan psikososial dengan status fungsional pada lansia di Puskesmas Air Haji Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2021. Metode yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan Cross Sectional dengan pengukuran kuesioner instrumen. Sampel dalam penelitian ini adalah 59 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara aspek fisik dengan status fungsional lansia dengan p value = 0,000 (p<0,05) dan hubungan yang signifikan antara status psikososial dengan status fungsional lansia dengan p value = 0,001 (p < 0,05). Kesimpulan terdapat hubungan aspek fisik, psikososial dengan status fungsional lansia. Diharapkan dukungan keluarga dapat dioptimalkan agar lansia dapat menjaga kesehatan lansia baik fisik maupun psikososial
Pengaruh Terapi Rendam Kaki Air Hangat dengan Garam dan Serai terhadap Tekanan Darah pada Lansia Hipertensi
Hipertensi sering terjadi pada lansia menyebabkan menderita stroke,infark miokard,gagal ginjal,kerusakan otak bahkan kematian.Lansia dengan hipertensi cendrung tidak stabil karena kurangya memperhatikan gaya hidup dan pengobatan yang tidak teratur. Rendam kaki dengan air hangat dan serai dengan campuran garam mengandung Nacl dan minyak atsiri dapat menurunkan tekanan darah.Tujuan penelitiannya adalah menaganalisa pengaruh pemberian terapi rendam kaki menggunakan air hangat garam dan serai terhadap perubahan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi.Penelitian exsperimental dengan pre-pst test with kontrol groups design. Teknik penelitian menggunakan Non Probability Sampling. Jumlah responden sebanyak 32 lansia yang di bagi 2 kelompok. Hasil penelitian di dapat pre test tekanan darah kelompok intervensi yaitu 157,75 dan tekanan darah kelompok kontrol 155,31 sedangkan post test tekanan darah pada kolompok intervensi146.38 dan kelompok kntrolyaitu tekanan darah 153.63. Hasil analisa bivariatdengan uji Independen T- Test yaitu p-value tekanan darah =(0,0000) <(0,50).Disimpulkan bahwa ada pengaruh terapi rendam kakiair hangat dengan campuran garam dan seraiterhadap tekanan darah pada landis hipertensi. Maka secara statistik Ha di terima.Pemberian terapi dapat di jadikan alternatifdalam perubahan tekanan darah padalansia yang di lakukan secar teratur dalam 3 hariberturut- turut selama 20 meni
Averrhopa Dishand ( Averrhoa Bilimbi And Pachyrhizus Erosus Disposible Handwash ) sebagai Upaya Antisipasi Covid-19 Di Indonesia
Produk Averrhopa Dishand ini adalah bentuk sediaan handwash atau sabun cuci tangan berlapis tipis yang diformula dari kombinasi infusa buah belimbing wuluh ( Averrhoa bilimbi L ) dengan serbuk dari limbah pati buah bengkoang ( Pachyrhizus erosus L ). Infusa buah belimbing wuluh merupakan salah satu obat tradisional yang berkhasiat sebagai antimikroba. Tujuan penelitian ini adalah membuat formula Averrhopa Dishand sebagai disposible handwash dari kombinasi infusa buah belimbing wuluh dan serbuk pati buah bengkuang, menguji kestabilan Averrhopa Dishand sebagai disposible handwash berbentuk edible film, dan mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap produk Averrhopa Dishand sebagai upaya antisipasi Covid-19 di Indonesia. Jenis penelitian eksperimental dengan membuat produk Averrhopa Dishand. Plasticizer yang digunakan adalah gliserin. Hasil formulasi produk Averrhopa Dishand ini pada pemeriksaan organoleptis dengan tekstur lentur, tidak berminyak, bau peppermint, warna putih bening dan putih, pH 5,27, bobot 32,5 mg, ketebalan 0,02 mm, keseragaman kandungan 98,975 %, waktu hancur metode 1 yaitu 58,25 detik, uji kandungan lembab 5,87 %. Sediaan Averrhopa Dishand memberikan khasiat sebagai antimikroba dengan memiliki daya hambat 1,37 mm terhadap bakteri Staphylococcus aureus di kulit, tidak memberi daya hambat terhadap bakteri E.coli di air. Kesimpulannya kombinasi infusa buah belimbing wuluh dengan serbuk pati buah bengkoang dapat diformula menjadi Averrhopa Dishand, Averrhopa Dishand ini stabil selama 1 bulan di suhu kamar, Tingkat kesukaan panelis terhadap produk ini dari tekstur 80%, warna 80%, aroma 70%, busa sabu
Pembuatan Sistem Dispersi Padat Asam Mefenamat Menggunakan PVA sebagai Pembawa dengan Metode Penguapan Pelarut
Research has been carried out on the Preparation of Mefenamic Acid Solid Dispersion System Using Polyvinyl Alcohol (PVA) as a Carrier with Solvent Evaporation Method. Mefenamic acid is a non-steroidal anti-inflammatory drug (NSAID) and analgesic-antipyretic drug. One of the problems that mefenamic acid has is that it is practically insoluble in water. This study aims to determine the effect of polyvinyl alcohol (PVA) on characterization, dissolution test and the ratio of mefenamic acid : PVA which can increase dissolved mefenamic acid levels. Solid dispersions are prepared using the solvent evaporation method. Three formulas were prepared with mefenamic acid ratios of 1: 1 (F1), 1: 2 (F2), 1: 4 (F3), and a physical mixture of 1: 1 (CF). The results of solid dispersion analysis by FTIR spectroscopy proved that there was no chemical interaction between the drug and the carrier. SEM results showed that there was a surface change in pure mefenamic acid with solid dispersion. Mefenamic acid dissolution rate from solid dispersion system is higher than pure mefenamic acid and physical mixture. The largest dissolved mefenamic acid content is shown by the solid dispersion formula at a 1: 1 ratio of 104%
Efektifitas Pemberian Seduhan Jahe dengan Jus Jeruk terhadap Mual Muntah pada Ibu Hamil Trimester I
Emesis gravidarum merupakan keluhan umum yang disampaikan pada early pregnancy. Terjadinya kehamilan menimbulkan perunahan hormonal pada wanita karena terdapat hormon esterogen, progesteron, dan dikeluarkannya human chorionic gonadothropine plasenta. Gejala klinis emesis gravidarum adalah kepala pusing, terutama dipagi hari, disertai mual muntah sampai kehamilan berumur 4 bulan. Rasa mual pada awal kehamilan dapat di kurangi dengan menggunakan terapi komplementer antara lain dengan tanaman herbal atau tradisional yang bisa dilakukan dan mudah di dapatkan seperti daun peppermint, lemon, jahe, salak dll. Fungsi farmakologis salak salah satunya adalah antiemetik. Tujuan untuk mengetahui Efektifitas Pemberian Seduhan Jahe Dengan Jus Buah Jeruk Terhadap Keluhan Mual Muntah Ibu Hamil Trimester I. Jenis penelitian ini yaitu penelitian eksperimen atau percobaan (eksperimen research), yaitu suatu penelitian dengan melakukan kegiatan percobaan (experiment). Sampel berjumlah 12 orang. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar observasi untuk mengamati penuunan mual muntah. Hasil dari penelitian ini teridentifikasi, Uji Statistic Paired T-test didapatkan nilai P = 0,000 (0,000<0,005). Saran untuk tempat penelitian, diharapkan bagi lahan penelitian dapat mengajarkan dan menganjurkan ada ibu hamil yang mengalami mual muntah untuk diberikan seduhan jahe dan jus buah jeruk untuk mengurangi mual muntah pada ibu hamil.
 
Uji Mutu Sediaan Sabun Padat dari Ekstrak Lidah Buaya (Aloe vera)
Aloe vera mengandung saponin, pyrocatechol, glucomannan, lignin, asam amino dan vitamin sehingga berfungsi sebagai antiseptik alami, antimikroba, dan melembutkan kulit. Berdasarkan fakta tersebut maka ekstrak Aloe vera digunakan sebagai zat aditif pada formulasi sediaan sabun padat. Kualitas sabun padat yang baik adalah sabun yang telah sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) sabun mandi padat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kualitas dari sediaan sabun padat ekstrak Aloe vera yang dihasilkan. Sabun dibuat melalui metode cold process menggunakan tiga campuran lemak, yaitu minyak sawit, minyak kelapa, dan minyak zaitun serta ekstrak Aloe vera yang berfungsi sebagai antiseptik alami. Uji mutu sediaan sabun mandi padat dilakukan dengan mengevaluasi aspek organoleptik, pH, dan kadar air terhadap tiga sampel yaitu sabun padat ekstrak Aloe vera, sabun padat tanpa ekstrak Aloe vera sebagai kontrol negatif dan sabun padat komersial sesuai SNI sebagai kontrol positif. Hasil evaluasi mutu dari ketiga sampel tersebut menunjukkan bahwa pH pada rentang 10,08 – 10,75 dan kadar air pada rentang 7,58 – 10,35%. Kualitas sediaan sabun padat ektrak Aloe vera telah memenuhi standar mutu berdasarkan SNI sabun mandi padat