Jurnal Upertis
Not a member yet
    358 research outputs found

    Pengaruh Pemberian Jus Wortel Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Derajat 1 Lansia Umur 50-70 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Tapus Kabupaten Pasaman Timur

    Get PDF
    Penyakit darah tinggi atau hipertensi merupakan penyakit yang digolongkan sebagai the silent killer (pembunuh diam-diam). Menurut WHO (World Health Organization) Pada tahun 2014 sebanyak 982 juta orang atau 26,4% penduduk di dunia mengalami hipertensi, angka ini kemungkinan akan meningkat menjadi 29,2% di tahun 2025. Salah satu solusinya yaitu dengan pemberian jus wortel. Salah satu kandungan wortel yang baik untuk menurunkan atau mengendalikan tekanan darah adalah kalium. Kalium bersifat sebagai diuretik yang kuat sehingga membantu menjaga keseimbangan tekanan darah (Junaidi , 2010) Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian jus wortel terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental quasi. Dilakukan terhadap 16 responden lansia yang berusia 50-70 tahun tekanan darah diukur dengan menghitung tekanan darah sistolik dan diatolik sebelum dan sesudah meminum jus wortel. Analisis data menggunakan uji T test Independent berpasangan dengan α=0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tekanan darah setelah meminum wortel dalam bentuk jus sebanyak 200 ml 136/80 mmHg lebih rendah secara signifikan dari sebelum meminum wortel dalam bentuk jus sebanyak 200 ml 161/100 mmHg (p<0,00). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh pemberian jus wortel terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi lansia umur 50-70 tahun. &nbsp

    Interaksi Ekstrak Etanol Daun Petai Cina ( Leucaena leucocephala folium ) Dan Lidah Buaya ( Aloe vera L.) Menghambat Pertumbuhan Staphylococus aureus Secara Invitro

    Get PDF
    Tanaman petai cina (Leucaena leucocephala folium) dan lidah buaya (Aloe vera L.) merupakan salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai tanaman obat.Bagian tanaman petaicinayang dapat dimanfaatkan yaitu pada daun dan lidah buaya dimanfaatkan yaitu gelyang sama-sama mengandungsenyawa saponin, flavonoiddantanin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya zona hambat yang dihasilkan oleh ekstrak etanol daun petai cina (Leucaena leucocephalafolium) dan lidah buaya (Aloe vera L.) terhadap pertumbuhan Staphylococus aureusMetode penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain penelitian Ekperimental laboratory secara In vitro dengan metode Kirby Bauer.Sampel yang digunakan adalah tanaman petai cina dan lidah buaya denganstrain murni Staphylococus aureusdan Anova digunakan untuk membandingkan perbedaan daya hambat daunpetaicina dan lidah buaya terhadap pertumbuhanbakteriStaphylococus aureus. Hasilpenelitian uji kombinasi ektrsak etanol petai cina dan lidah buaya menunjukkanterdapatperbedaan yang bermaknapadakonsentrasi 25 gr/ml, 50 gr/ml, 75 gr/ml dan 100 gr/ml. Menunjukkan(p<0,05) yang berarti ekstrak etanol daun petai cina dan lidah buaya dapat menghambat pertumbuhan Staphylococus aureusDari hasil penelitian inididapatkan adanya interaksi pada kombinasi ekstrak etanol daun petai cina dan lidah buaya menghambat pertumbuhan Staphylococus aureusdengan konsentrasi yang paling efektif adalah konsentrasi 100 gr/ml. Manfaat bagi peneliti dalampenelitianini dapat mengetaui manfaat daridaunpetai cina dan lidah buaya, bagimasyarakatakantahumanfaatdan khasiat daunpetaicina dan lidah buaya dalampengobata

    Hubungan Asupan Vitamin dengan Panjang Telomer Etnik Minangkabau Berdasarkan Kadar Malondialdehid Plasma

    No full text
    Kesehatan merupakan hal yang sangat penting untuk manusia dalam melakukan kegiatan sehari hari dengan optimal. Untuk menilai derajat kesehatan penduduk digunakan usia harapan hidup (UHH). UHH menunjukan suatu kesejahteraan masyarakat. Penuaan merupakan proses menurun nya jaringan secara berlahan-lahan, untuk memperbaiki atau menganti diri dari kerusakan sel. Biomarker dari penuaan adalah telomer. Banyak faktor yang mempengaruhi panjang telomer. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan vitamin A,C,E dengan panjang telomer laki-laki etnik Minangkabau berdasarkan kadar malondialdehid (MDA) plasma. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional terhadap 107 laki-laki pegawai negeri sipil etnik Minangkabau yang bekerja di lingkungan kantor kecamatan Kota Padang yang berusia 40-50 tahun sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Panjang telomer diukur dari darah vena dan qPCR dengan menggunakan metode O’ Challagan & Fennech. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat dan analisis hubungan antarvariabel kategorikal crosstab untuk melihat hubungan antara dua atau lebih variabel kategorikal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan bermakna antara asupan vitamin A, C, E , dengan panjang telomer laki-laki etnik Minangkabau berdasarkan kadar MDA plasma dengan p > 0,05

    STATUS IMUNISASI BCG DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU PADA ANAK USIA BALITA

    Get PDF
    Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mikobacterium Tuberculosis. Pemberian BCG dapat mengurangi morbiditas tuberkulosis sampai 74% oleh karena itu pemerintah menganjurkan para ibu untuk memberikan imunisasi BCG pada anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status imunisasi BCG dengan tuberkulosis paru pada anak usia balita di Poliklinik Anak RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain corelational. Populasi adalah anak yang datang ke Poliklinik anak RSUD Dr.Achmad Muchtar Bukittinggi rata – rata perbulan adalah 162 orang. Sampel berjumlah 35 orang, diambil secara  accidental sampling. Pengolahan dan analisa data dilakukan secara komputerisasi. Hasil analisa univariat diketahui 57,1 % responden mendapatkan imunisasi BCG, dan 74,3 % tidak terjadi penyakit TB Paru. Hasil analisa bivariat diketahui ada hubungan status imunisasi BCG dengan kejadian tuberkulosis paru pada anak usia balita di Poloklinik Anak RSUD Dr.Achamad Mochtar Bukittinggi (p=0,022 dan OR=7,875). Disimpulkan bahwa ada hubungan status imunisasi BCG dengan kejadian tuberkulosis paru pada anak usia balita. Oleh sebab itu diharapkan kepada tenaga kesehatan di Puskesmas ataupun di Rumah Sakit agar dapat memotivasi para ibu untuk memberikan imunisasi BCG pada bayi baru lahir, dan melakukan kunjungan rumah pada ibu yang tidak bisa mendatangi pelayanan kesehatan untuk memperoleh imunisasi BCG. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya yaitu penelitian dengan metode kelompok kasus Tuberkulosis (TB) dan kontrol

    PENINGKATAN KOMPETENSI BELAJAR BIOLOGI MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING MAHASISWA S1 KEPERAWATAN STIKES PERINTIS PADANG

    No full text
    ABSTRACT   The competence of college students in study  biology is still low. To improve the competence of college students in the learning process, is applied problem based learning using a scientific approach. This study is aim to improve the competence of learning biology college students use scientific approach with the model of problem based learning. This research is a  class room action research consisting of 2 cycles. Each cycle consists of four steps: planning, research. implementation, observation, and reflection. The research was carried out at S1 Keperawatan STIKes Perintis Padang. Research instrument consists of  the observation sheet and tests learning outcomes of college student. Data analysis  techniques use descriptive analysis. The study of biology using scientific approach with Problem Based Learning of model can improve the competence of  students.  Based on conclusion above, it is recommended that  lecturer or other researchers  try to use the model of problem based learning  in order to improve the competence of the college students on biology lesson.   Keywords:  action research , scientific approach, problem based learning, competence       &nbsp

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEGAGALAN INISIASI MENYUSUI DINI PADA IBU POST SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT TENTARA BINJAI TAHUN 2018

    Get PDF
    Masih tingginya angka kematian ibu dan bayi membuat pemerintah berusaha keras untuk meningkatkan kualitas hidup. Salah satunya yaitu pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini. Namun kenyataannya banyak ibu menolak untuk melakukannya. Berdasarkan data  yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Binjai Tahun 2015, cakupan IMD Kota Binjai hanya 11% dari yang ditargetkan sebesar 80%. Data yang diperoleh dari RS Tentara Binjai Tahun 2015 cakupan IMD 1,28%, tahun 2016 cakupan IMD  0,98%, dan tahun 2017 sebesar 0,92% dari yang ditargetkan 80%. Tujuan  penelitian ini adalah Menganalisis  sebab-sebab kegagalan Inisiasi Menyusui Dini pada ibu post sectio caesaria di Rumah Sakit Tentara Binjai tahun 2018. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif  kualitatif dengan 3 informan ibu, 3 informan suami, dan 3 informan bidan perujuk dan bidan penanggung jawab yang bertugas di ruang rawat inap sebagai pemberi asuhan persalinan serta dilakukan triangulasi data untuk menjaga validitas data.  Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan ditemukan kurangnya pengetahuan ibu tentang pentingnya pelaksanaan IMD disebabkan karena kurangnya informasi yang diberikan oleh tenaga kesehatan,  dukungan suami, serta motivasi, baik dari bidan perujuk pada saat kunjungan kunjungan ANC maupun peran dari bidan yang bertugas di rumah sakit yang seharusnya memfasilitasi ibu melakukan IMD. Maraknya promosi susu formula di media massa, teman, penawaran langsung ke ibu, menyebabkan timbulnya pola fikir ibu yang beranggapan susu formula sama baiknya dengan ASI. Diharapkan agar Rumah Sakit Tentara Binjai yang merupakan faktor  paling berpengaruh sebagai tempat rujukan agar melakukan sosialisasi kebijakan dan mendukung program IMD antara lain mengupayakan standar prosedur operasional terkait pelaksanannya, pengawasan dan evaluasi menuju keberhasilan menyusui

    VERIFIKASI PENENTUAN ANGKA BAKTERI Escherichia coli PADA SAMPEL YANG DI-SPIKE MENGGUNAKAN METODE COLONY FORMING UNIT

    Get PDF
    The water that must be drunk is healthy water that meets the requirements of Bacteriology, Chemistry, Radioactivity and Physicality based on Republic of Indonesia Minister of Health Regulation No: 492 / MENKES / PER / IV / 2010 concerning the requirements and supervision of clean water quality which includes physical requirements which are odorless, not colored and tasteless, where for the Coliform value is 0/100 mL. Escherichia coli is a fecal coliform bacterium and an indicator of the quality of drinking water because its presence in water indicates that the water is contaminated by feces. The aim of this study was to determine the value of accuracy, precision, detection limit, sensitivity and specificity of the calculated numbers of Escherichia coli bacteria from spike samples using the CFU method with agar chromocult media. The results of the bacterial results obtained on accuracy parameters were 229.33%, precision ie 26.35%, LOD which was 13.85 CFU / ml, LOQ ie 138.54 CFU / ml, and Specificity of 0%. Based on the results of verification of bacterial numbers obtained from the results of the accuracy test, precision that is not within the range of  general requirements indicates that the method cannot be valid to use factors that affect high dilution, rapid bacterial growth rate, adequate nutrition and observer vision, whereas specificity indicate that chromocult coliform is very specific to Escherichia coli

    PENGARUH PEMBERIAN DISCHARGE PLANNING TERHADAP KEMAMPUAN KELUARGA DALAM PERAWATAN PASCA STROKE DI RUMAH TAHUN 2019

    Get PDF
    Post-stroke patients admitted to hospital in fact did not get a good discharge planning for the family, therefore this study aims to examine the effect of giving discharge discharges on the ability of families in post-stroke care at home. The method of this research is the design of correlation with the population whose sample is the family of patients after stroke. The research was carried out on January 2, 2019 until February 10, 2019. The results showed post-stroke family ability at home before discharge planning with Mean = 12.2 and with Standard Deviation 2.1 and results of post-stroke family abilities at home after discharge planning with Mean = 21.3 and with Standard Deviation 2.9. Statistical test results obtained p value 0,000. It was concluded that this study had the effect of discharge planning on the ability of families in post-stroke care at home. And it was suggested to hospital staff to provide discharge planning about to treat post-stroke at home such as diet, exercise and ADL including: to the toilet, eat, dress, bathe, and move places

    PERBEDAAN ACTIVE CYCLE OF BREATHING TECHNIQUE (ACBT) DAN PURSED LIPS BREATHING TECHNIQUE (PLBT) TERHADAP FREKUENSI NAFAS PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) DI POLI PARU RSUD DR. ACHMAD MUCHTAR BUKITTINGGI TAHUN 2018

    No full text
    Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah penyakit paru-paru kronis yang ditandai dengan obstruksi atau obstruksi aliran udara di saluran napas progresif nonreversibel atau parsial reversibel. Manajemen keperawatan yang dapat dilakukan pada pasien PPOK adalah siklus aktif teknik pernafasan (ACBT) dan teknik menggerakkan bibir bibir (PLBT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan teknik siklus pernafasan aktif (ACBT) dan teknik bibir mengembang bibir (PLBT) terhadap frekuensi pernafasan penderita PPOK di Poliklinik Paru Achmad Muchtar rumah sakit Bukittinggi 2018. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan metode penelitian quasi experimental. menggunakan dua kelompok desain pre-test-post test. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 orang dengan teknik quota sampling. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa ada penurunan frekuensi pernafasan pada pasien PPOK setelah diberikan siklus aktif teknik pernapasan (ACBT) dan teknik menggerakkan bibir (PLBT). Berdasarkan hasil dari siklus aktif teknik pernapasan (ACBT) dan teknik bibir bernafas (PLBT), itu dihitung menurunnya angka untuk 3,69 dan 2,25 masing-masing, untuk nilai 0,000 p. Disimpulkan bahwa teknik siklus pernafasan aktif (ACBT) dan teknik teknik pernapasan bibir (PLBT) dapat menurunkan frekuensi pernafasan pasien PPOK dimana latihan siklus aktif teknik pernapasan (ACBT) lebih berpengaruh untuk menurunkan frekuensi pernapasan. Selanjutnya, disarankan agar hasil penelitian ini dapat diterapkan oleh perawat di rumah sakit untuk mengurangi keluhan pasien sesak nafas &nbsp

    Pemberian Jus Wortel Dan Manajemen Hidroterapi (Sitzbath) Terhadap Penurunan Dismenore Pada Siswi

    Get PDF
    ABSTRAK Menstruasi merupakan peristiwa yang wajar terjadi pada setiap wanita.Namun terkadang menstruasi menimbulkan masalah yaitu adanya nyeri haid atau yang disebut dismenore. Dismenore yaitu dimana kondisi medis yang terjadi waktu menstruasi yang mengganggu aktivitas sehari-hari dan memerlukan pengobatan dengan nyeri dan rasa sakit diarea perut dan panggul.Hasil survey masih tingginya angka absensi disekolah karena alasan kejadian nyeri menstruasi pada siswi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian jus wortel dan manajemen hidroterapi (sitzbath) terhadap penurunan nyeri dismenore pada siswi SMA N 1 Kayutanam. Penelitian ini menggunakan metode pra-exsperiment dengan rancangan Two group pretest dan posttest. Populasi 55 orang siswi dan sampel yang digunakan 14 orang siswi dengan Stratified Random Sampling.Uji analisis menggunakan uji t (dependen sample test). Hasil penelitian ini membuktikan denganrerata nyeri yang dirasakan sebelum diberikan jus wortel adalah 8,14 dan melakukan hidroterapi(Sitzbath) adalah 7,29 dengan kategori nyeri berat, yang kemudian sesudah pemberianjus wortel adalah 3,29 dan manajemen hidroterapi 2,73 dengan kategori nyeri ringan dan nilai p Value = 0,000 (p<0,05). Kesimpulan terdapat efektifitas pemberian jus wortel dan manajemen hidroterapi terhadap penurunan. Dismenore pada siswi SMA N 1 Kayutanam tahun 2019.Disarankan untuk siswi agar dapat mengkonsumsi jus wortel atau manajemen hidroterapi (Sitzbath) dalam mengatasi dismenore. Kata Kunci : Manajemen Hidroterapi, Nyeri Haid, Jus Worte

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Upertis
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇