Jurnal Upertis
Not a member yet
358 research outputs found
Sort by
Beban Kerja Dan Motivasi Dengan Perilaku Caring Perawat
Keberhasilan rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pelayanan keperawatan yang merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di rumah sakit. Salah satu bentuk pelayanan keperawatan adalah perilaku caring perawat yang merupakan inti dalam praktek keperawatan professional. Sehubungan dengan hal tersebut, maka dirasa perlu melakukan penelitian tentang perilaku caring perawat.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adanya hubungan beban kerja dan motivasi dengan perilaku caring perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Bukittinggi Yarsi Sumatera Barat. Penelitian ini merupakan jenis deskriptif analitik dengan mengunakan pendekatan cross sectional yang melibatkan 80 perawat di ruang rawat inap RS Islam Ibnu Sina Bukittinggi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa kuesioner dan observasi. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa perawat yang berperilaku caring kurang baik sebanyak (53,8%). Beban kerja lebih dari standard waktu optimum produktif (80%) terutama pada shift pagi (99,03%) diikuti shift sore (97,37%) dan shift malam (78,73%). Perawat yang memiliki motivasi tinggi untuk menerapkan perilaku caring sebanyak (57,5%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa beban kerja mempunyai hubungan yang signifikan dengan perilaku caring (p=0,002) dan motivasi mempunyai hubungan yang signifikan dengan perilaku caring (p=0,018) dan beban kerja merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap perilaku caring. Disarankan bagi bidang keperawatan perlu dipertimbangkan pengelolaan tenaga perawat agar beban kerja perawat menjadi lebih seimbang.
 
Komunikasi Terapeutik Mempengaruhi Kepuasan Keluarga Pasien Di Rsud Dr Adnaan WD Payakumbuh
Komunikasi terapeutik merupakan salah satu upaya meningkatkan kepuasan keluarga pasien yang anaknya dirawat di rumah sakit. Kenyataan ditatanan pelayanan masih banyak perawat belum melakukan komunikasi terapeutik terhadap anak dengan baik saat melakukan tindakan keperawatan, sehingga keluarga pasien merasa kurang puas terhadap pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi terapeutik yang mempengaruhi kepuasan keluarga pasien anak di RSUD Adnaan WD Payakumbuh. Penelitian ini menggunakan metode deskiptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Teknik yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 67 keluarga pasien yang dilaksakan bulan Juni 2019. Pengumpulan data menggunakan kusioner, dengan uji Chi Square. Hasil analisis menunjukkan lebih dari separoh (58,2%) perawat menggunakan komunikasi terapeutik dengan baik, dan sebagian besar (65,7%) keluarga pasien anak puas dengan komunikasi terapeutik perawat. Uji statistik dengan p value 0,002, dapat disimpulkan ada hubungan komunikasi terapeutik yang dipersepsikan dengan kepuasan keluarga pasien anak dengan odds ratio 6.095, artinya komunikasi terapeutik perawat kategori baik berpeluang 6.095 kali mendapatkan kepuasan dibadingkan dengan komunikasi terapeutik perawat kategori kurang baik. Disarankan perawat menerapkan komunikasi terapeutik kepada semua pasien asuhannya sesuai Standar Operasional Prosedur
Pijat Bayi Di Kelurahan Belakang Balok Kota Bukittinggi Sumatera Barat
Massage is one form of touch therapy that serves as one of the important treatment techniques that can increase appetite and toddler weight. Through baby massage demonstration activities are expected to be able to increase the knowledge and skills of toddler mothers about baby massage. The type of activity carried out was a demonstration as well as a baby massage that was carried out in the Belakang Balok Village, Bukittinggi city, West Sumatera. The target in this community service was mothers who had toddlers living in the Belakang Balok Village, Bukittinggi city, West Sumatera. The results of this activity are: This service program runs well and smoothly and can increase the knowledge and skills of mothers about infant massage so that mothers can do their own massages to their children that have an impact on the child's weight gai
ANALISIS MUTU PELAYANAN PERAWAT TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP KELAS III DI RUMAH SAKIT ADVENT MEDAN
Nurse services are the most services obtained by inpatients at the hospital and important in providing patient satisfaction. The satisfaction survey for inpatients in 2017 for the period of February to April shows the lowest satisfaction rates for Class III inpatients on nurse services was 71% in April. The purpose of this study was to determine the relationship between the qualities of nurse services to the satisfaction of class III inpatients at Advent Hospital Medan. The design of this study is a quantitative analytical survey with a cross sectional approach. The population of this study was class III inpatients with an average number of 168 people each month. This research used accidental sampling technique as many as 118 people. The results of the chi-square analysis showed that the variable completeness and accuracy of information provided by nurses (p value 0,000), skilled and professional nurse variables (p value 0.019), patient variables were comfortable (p value 0,000) and patient variables avoided danger (p value 0,000) has a relationship to satisfaction. While the variable decrease in patient anxiety (p value 0.066) and friendly and empathetic nurses (p value 0.085) did not have a relationship to tsatisfaction. The results of multivariate analysis showed that the patient variables avoided danger (p = 0.009; Exp (B) 76,851) and the patient felt comfortable (p = 0.035; Exp (B) 15.308) significantly affected satisfaction. The conclusion of this study shows that efforts are needed to emphasize the implementation of patient safety while monitoring and evaluating, its implementation and to improve the ability of nurses to perform pain management.
ABSTRAK
Pelayanan perawat merupakan pelayanan terbanyak yang diperoleh pasien rawat inap dirumah sakit, sehingga menjadi ujung tombak pelayanan dan berperan dalam memberikan kepuasan pasien. Survey kepuasan pasien rawat inap tahun 2017 periode bulan Februari sampai April menunjukkan angka kepuasan pasien rawat inap kelas III terendah pada bulan April sebesar 71%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan perawat terhadap kepuasan pasien rawat inap kelas III di Rumah Sakit Advent Medan . Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif survei analitik dengan pendekatan cross sectional . Populasi penelitian adalah pasien rawat inap kelas III di Rumah Sakit Advent Medan dengan jumlah rata –rata 168 orang setiap bulan , menggunakan teknik accidental sampling sebanyak 118 orang. Hasil analisis chi square menunjukkan bahwa variabel kelengkapan dan ketepatan informasi yang diberikan perawat ( p value 0,000), variabel perawat terampil dan professional (p value 0,019) ,variabel pasien merasa nyaman (p value 0,000) dan variabel pasien terhindar dari bahaya ( p value 0,000) memiliki hubungan terhadap kepuasan pasien rawat inap kelas III RS Advent Medan. Sedangkan variabel penurunan kecemasan pasien (p value 0,066) dan perawat ramah dan empati (p value 0,085) tidak memiliki hubungan terhadap kepuasan pasien. Hasil analisis multivariat menunjukkan variabel pasien terhindar dari bahaya (p=0.009; Exp(B) 76.851) dan pasien merasa nyaman ( p=0.035; Exp(B) 15.308) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien rawat inap kelas III Rumah Sakit Advent Medan. Kesimpulan bahwa diperlukan upaya untuk menekankan pelaksanaan keselamatan pasien sembari dilakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaannya dan diperlukan upaya untuk meningkatkan kemampuan perawat dalam melakukan manajemen nyeri
IDENTIFIKASI BAKTERI Escherichia Colli PADA JAJANAN BAKSO TUSUK DI SEKOLAH DASAR KECAMATAN GUNUNG TALANG
Makanan pangan jajanan anak sekolah (PJAS) di Indonesia diketahui mengalami penurunan kualitas, hal ini ditunjukkan dengan banyaknya angka kejadian keracunan di Sumatera Barat yang dilaporkan kepada Dinas Kesehatan.Pada tahun 2017 sebanyak 6 kasus keracunan dengan jumlah korban sebanyak 404 orang.Salah satu penyebabnya adalah kontaminasi pada makanan jajanan. Adanya kontaminasi pada makanan jajanan dapat menyebabkan foodborne disease.Penyebab kontaminasi pada makanan adalah cemaran mikroba, cemaran mikroba merupakan penyebab utama tidak terpenuhinya syarat pada pangan jajanan anak sekolah (PJAS) di Indonesia salah satunya disebabkan oleh Escherichia colli.Penelitianini bertujuan untuk mengetahui adanya cemaran bakteri, jumlah bakteri, dan identifikasi bakteri Escherichia collipada jajanan bakso tusuk.Sampel diambil dari 5 Sekolah Dasar di Kecamatan Gunung Talang.MetodePerhitungan dengan metode Uji Total Plate Count (TPC), isolasi pada media, dan uji biokimia. Dapat disimpulkan bahwa pada sampel 1 memiliki hasil rata-rata jumlah bakteri tertinggi dibandingkan dengan sampel lain, yaitu 1,5 x 105CFU/gram, dan hasil terendah terdapat pada sampel 5 sebesar 2,3 x 103 CFU/gram.Hasil penelitian inimenunjukkan hasil bahwa 1dari 5 sampel bakso tusuk telah melebihi ambang batas, sementara 4 lainnya masih diperbolehkan dikonsumsi
PENGARUH STROKE EDUCATION PROGRAM (SEP) TERHADAP PENGONTROLAN PERILAKU KESEHATAN DALAM MODIFIKASI GAYA HIDUP PASCA STROKE DI POLIKLINIK NEURO RSSN BUKITTINGGI TAHUN 2017
ABSTRAK
Stroke merupakan penyakit yang menyerang fungsi saraf, pasien pasca stroke harus memperhatikan beberapa hal terkait gaya hidup demi mencegah kejadian stroke berulang, sehingga dibutuhkan tindakan dan perhatian untuk merubah gaya hidup pasien pasca stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Stroke Education Program(SEP) terhadap pengontrolan perilaku kesehatan dalam modifikasi gaya hidup pasca stroke Dipoliklinik Neuro RSSN Bukittinggi Tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah Quasy Experimendengan pendekatan one group pre-post test. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien stroke yang ada Dipoliklinik Neuro RSSN Bukittinggi yaitu sebanyak 170 setiap bulannya, pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Acccidental Samplingsehingga didapatkan responden sebanyak 17 orang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner penelitian. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat yang dilakukan secara komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian Stroke Education Program(SEP) terhadap pengontrolan perilaku kesehatan dalam modifikaksi gaya hidup pasca stroke dengan beda rata-rata gaya hidup pre-post 2,70 dan p=0,000. Dapat disimpulkan bahwa pemberian Stroke Education Program(SEP) berpengaruh terhadap perilaku pasien pasca stroke dalam kodifikasi gaya hidup. Untuk itu diharapkan kepada semua pihak khususnya petugas untuk selalu memberikan edukasi dan pendidikan kesehatan dengan berbagai metode, salah satunya menggunakan Stroke Education Program (SEP) yang terbukti dalam perubahan gaya hidup pasien pasca stroke.
 
Hubungan Lama Waktu Tunggu Pelayanan Dengan Kepuasan Pasien Poli Penyakit Dalam RSUD Painan
Waktu tunggu pelayanan merupakan masalah yang masih banyak dijumpai dalam praktik pelayanan kesehatan. Waktu tunggu pasien merupakan komponen penting yang menyebabkan adanya rasa ketidakpuasan, pasien merasa tidak puas apabila waktu tunggu tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan yaitu ≤ 60 menit. Kenyataan menujukkan masih ditemukan pasien mengeluh tidak puas karena waktu tunggu yang lama di RSUD Dr Muhammad Zein Painan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama waktu tunggu pelayanan dengan kepuasan pasien poli penyakit dalam di RSUD Dr muhammad zein painan tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah kuatitatif dengan pendekatan cros sectional. Populasi dalam penelitian ini 309 responden dengan jumlah sampel 62 responden, menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan menggunakan uji chis square. Hasil analisa lebih dari separoh (59,7%) responden yang mempersepsikan lama waktu tunggu pasien tidak sesuai dengan standar. Selanjutnya lebih dari separoh (62,9%) responden yang merasa tidak puas dengan pelayanan yang diberikan. Hasil uji statistik diperoleh nilai p value 0,000 (p<0,05), kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara lama waktu tunggu pelayanan dengan kepuasan pasien. Disarankan kepada pihak rumah sakit untuk melengkapi sarana dan prasarana dan meningkatkan kedesiplinan sehingga dapat memberikan pelayanan yang memuaskan sewaktu pasien berobat di poli penyakit dalam, harapannya mutu pelayanan rumah sakit akan meningkat
Pengaruh Buerger Allen Exercise Terhadap Sensitivitas Kaki Pasien Diabetes Mellitus
Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit metabolik kronis yang membutuhkan perawatan medis dan pendidikan pengelolaan mandiri untuk mencegah komplikasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh Buerger Allen Exercise terhadap sensitivitas kaki pada pasien diabetes melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Rasimah Ahmad Tahun 2019. Metode penelitian dengan Quasy Experimental Design, dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel berjumlah 13 responden yang menderita Diabetes Mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Rasimah Ahmad Kota Bukittinggi Tahun 2019 dengan tekhnik pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Data diolah dengan menggunakan uji Paired T-Test. Analisa Univariat nilai rata-rata sensitivitas kaki sebelum dilakukan Buerger Allen exercise adalah 4,9 dan nilai rata-rata sensitivitas kaki setelah dilakukan Buerger Allen exercise adalah 7,54. Berdasarkan karakteristik responden didapatkan bahwa usia terbanyak >45 tahun (84,6%), dan jenis kelamin terbanyak (92,3%) yang berjenis kelamin perempuan. Hasil bivariat menunjukan ada pengaruh Buerger Allen exercise terhadap sensitivitas kaki dengan selisih rata-rata sebelum dan sesudah dilakukan Buerger Allen exercise adalah -2,846 dengan P-Value 0,000 (<0,05). Disimpulkan bahwa ada pengaruh Buerger Allen exercise terhadap sensitivitas kaki. Penderita diabetes mellitus agar dapat menerapkan Buerger Allen exercise guna meningkatkan nilai sensitivitas kaki agar terhindar dari komplikasi dari Diabetes Mellitus
EFEKTIFITAS ANTI JAMUR CAMPURAN REBUSAN JAHE (Zingiber officinale) DAN KUNYIT (Curcuma domestica) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans
Obat tradisional yang lebih dikenal sebagai jamu telah meluas sejak zaman nenek moyang dan terus dilestarikan sebagai warisan budaya bangsa. Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa, memiliki keanekaragaman obat tradisional yang terbuat dari bahan alami. Penggunaan bahan alami sebagai obat tradisional semakin meningkat karena aman dikonsumsi dan tidak menimbulkan efek samping, berbeda dengan obat kimia yang mengakibatkan efek samping bila dikonsumsi secara terus menerus dalam jumlah yang besar. Dari sekian banyak tanaman yang dapat digunakan sebagai tanaman obat tradisional diantaranya adalah jahe (Zingiber officinale) dan Curcuma domestica. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas anti jamur rebusan jahe (Zingiber officinale), rebusan kunyit (Curcuma domestica) dan campuran rebusan jahe dan kunyit terhadap pertumbuhan Candida albicans. Penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan metode difusi yaitu melihat efektivitas antifungi yang terkandung dalam campuran air rebusan jahe (Zingiber officinale) dan kunyit (Curcuma domestica) terhadap pertumbuhan Candida albicans dengan memakai berbagai variasi konsentrasi. Konsentrasi rebusan jahe dan kunyit adalah konsentrasi 100% berasal dari 25 g jahe dan 25 g kunyit yang direbus dengan aquabidesh dengan volume 100 ml. Kemudian diencerkan dengan aquabides hingga berkonsentrasi 80%, 50% dan 20%. Parameter yang di ukur adalah besarnya diameter yang terbentuk disekitar kertas cakram. Data yang diperoleh diolah secara statistik menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 8 perlakuan dan 6 kali pengulangan dan menggunakan SPSS dengan uji Anova One Way. Hasil penelitian didapatkan rata-rata diameter daya hambat yang terbentuk dengan perlakuan konsentrasi 20%, 50%, 80% dan 100% secara berurutan adalah 7,8 mm, 8,6 mm, 12 mm, dan 13,3 mm. Terbentuknya zona hambat di sekitar kertas cakram membuktikan bahwa campuran rebusan jahe dan kunyit bersifat anti jamur terhadap Candida albicans. Kemudian dilakukan uji lanjutan untuk membandingkan besarnya diameter zona hambat antara campuran rebusan jahe dan kunyit dengan rebusan jahe saja dan rebusan kunyit saja.
Konsentrasi terendah yang digunakan adalah 20% mempunyai daya hambat 7,8 mm. Penghambatan yang terjadi pada Candida albicans tersebut membuktikan bahwa campuran rebusan jahe dan kunyit mengandung senyawa aktif yang bersifat anti jamur seperti tanin, minyak atsiri, palmitic acid, alkaloid flavonoid dan terpenoid.
Kata kunci: Daya hambat, Jahe (Zingiber officinale), Kunyit (Curcuma domestica),
Candida albicans
PENERAPAN CUCI TANGAN FIVE MOMEN DENGAN ANGKA KEJADIAN INFEKSI NOSOKOMIAL
In a preliminary survey conducted, of 10 nurses in the surgery and interne inpatient at RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi showed the observation of 7 nurses in the surgery and interne did not wash hands first. Based on the documented study, data obtained on the highest incidence of nosocomial infection was plebitis (9%). The purpose of this study to determine the relationship of handwashing five moments with the incidence of nosocomial infection in RSAM Achmad Mochtar hospital room in 2018. This research was conducted on February 5-26, 2018 with a descriptive research design using cross sectional approach. The number of samples in this study were 44 respondents with sampling total sampling technique. This research instrument uses observation sheet. The results of this study indicate that the application of handwashing five moments as much as 70.5%, which perform wash 6-step tag as much as 70.5%, and that does not occur nosocomial infection as much as 75.0%. The results of this study found there is a relationship of handwashing five moments with the incidence of nosocomial infections (ρ = 0.001 and OR = 14.933). and there is a relationship between 6-step handwashing and the incidence of nosocomial infection (ρ = 0.001 and OR = 14,933). It can be concluded that there is a relationship of handwashing five moments with the incidence of nosocomial infection in the inpatient room of RSUD Dr. Achmad Mochtar 2018 and suggested to all nurses should be responsible for implementing handwashing five moments in providing nursing services and also for further researchers can use other variables such as environmental factors and others