Jurnal Upertis
Not a member yet
358 research outputs found
Sort by
Implementasi Pemberian Makanan Tambahan, Praktek PHBS Dalam Pencegahan Stunting Pada Siswa SDN 21 Sungai Bangek Kelurahan Lubuk Buaya Kec. Koto Tangah
The World Health organization (WHO) states that malnutrition results in 54% of infant and child deaths. The results of the WHO census show that 49% of the 10.4 million under-five deaths in developing countries are related to malnutrition. About 50% of Asian toddlers, 30% African toddlers, 20% of Latin Americans suffer from malnutrition (Ministry of Health, 2018) . The results of reports carried out at SDN 21 Sungai Bangek are known to be 40.3% (21 people) classified as malnourished (BB / U) and 26.9% (14 people) classified as short (TB / U) and 32.8% classified as normal. The purpose of this community service activity (pengabmas) is to look for the problem. The activity was carried out at SDN 21 Sungai Bangek, Lubuk Buaya Village, Koto Tangah Subdistrict, Padang City on the 07-08 November 2018 initial survey, November 20-21 2018 measurement of student body weight and height, on November 3 to 6 the data was collected and on January 17 2019 the implementation of community service activities. The methods used in the community service activities are: Implementation of PMT (Supplementary Food Delivery) and PHBS practice (6 steps of hand washing) in the prevention of stunting in students of SDN 21 Sungai Bangek, Lubuk Buaya Village, Koto Tangah District. The students were very enthusiastic in participating in this community service event, where there were questions and questions and answers between the speakers, students and students of SDN 21 Sungai Bangek who were present at the ceremony.
 
Penyuluhan Kesehatan Dan Pemeriksaan Laboratorium Kesehatan Pada Masyarakat Di Wilayah Kerja Puskesmas Koto Mudiak Batang Kapas
This Community Service was done by D III of medical laboratorium Medic STIKes Perintis that was done in Mei 4 until 2019 the place in koto mudiak batang Kapas has given very meaningful contribution to society kenagarian Guguak vii kotoget good welcome and very high enthutiasm. Health education about how to live clean and healt and demonstration of good and correct hand washing, and examine on of health in the form of examination of Tb, Hb, and malariae. Hopeless with this health education and examination of healthy laboratorium societies are more aware of healthy living behaviors and conduct routine checks in health laboratories at the puskesmas. The result research that of 36 people present, as many as 52% have Tuberkulosis, and anemia as many as about 100%. It is expected that the society will dilligent to their examine of health in near of puskesmas laboratory
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Relawan Bencana Dengan Keterampilan Melakukan Triase Metode Start Di Kota Bukittinggi
Metode Triage START adalah sistem triase yang sederhana dan mudah digunakan atau diterapkan dalam pemilihan menggunakan warna merah, kuning, hijau, hitam. Triage adalah tindakan memilih korban sebelum ditangani dengan cepat berdasarkan berat luka yang harus diprioritaskan. Triase metode START sangat diperlukan sebelum petugas kesehatan datang untuk membantu. Relawan bencana memiliki fungsi yang sangat penting untuk menyelamatkan korban bencana, terutama di Kota Bukittinggi, harus memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk melakukan triase metode START. Pada kenyataannya masih ada banyak sukarelawan bencana yang tidak memiliki pengetahuan dan sikap dalam keterampilan untuk melakukan triase metode START. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan keterampilan dalam melaksanakan metode triase START di Kota Bukittinggi pada tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif korelasi cross-sectional. Hasil penelitian lebih dari separuh responden yang terampil memiliki pengetahuan tinggi 47 (52,8%) dan hasil penelitian lebih dari setengah responden memiliki sikap positif yaitu 48 (53,9%), sedangkan hasil keterampilan penelitian lebih dari setengah sukarelawan terampil adalah 55 (61,8%) dalam triase metode START, sehingga ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan sikap relawan dengan keterampilan untuk melakukan triase metode START di kota. Bukittinggi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 89 sukarelawan di Kota Bukittinggi, penelitian ini menggunakan metode pengambilan sampel dengan stratified sampling. Analisis pengetahuan relawan diperoleh p = 0,001, dengan OR = 0,203, sedangkan sikap relawan diperoleh p = 0,3474, dengan OR = 3,474. Disimpulkan bahwa pengetahuan relawan dan sikap relawan secara statistik terkait dengan keterampilan relawan dalam melaksanakan metode triase START. Direkomendasikan bahwa BPBD Bukittinggi memberikan pelatihan tentang tanggap darurat bencana, terutama dengan triase metode START
Determinan Faktor Kepuasan Kerja Petugas Puskesmas Dalam Tantangan Pencapaian Jaminan Kesehatan Semesta Di Kabupaten Merangin
Tenaga kesehatan dihadapkan pada tantangan dalam menghadapi pencapaian Jaminan Kesehatan Semesta, menjamin efektifitas pelaksanaan paket manfaat, peningkatan cakupan pelayanan, serta bagaimana negara menghasilkan, mendistribusikan dan mempertahankan tenaga kesehatan yang mendukung Universal Health Coverage. Sementara fenomena yang ditemukan, tidak meratanya pemenuhan petugas kesehatan pada unit pelayanan kesehatan (Puskesmas) saat ini, dengan keengganan petugas kesehatan berada pada puskesmas dengan jumlah pesertanya lebih sedikit, yang tentunya akan berdampak pada kinerja unit pelayanan kesehatan tersebut. Penelitian ini mendukung upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Merangin di dalam memberikan motivasi kerja petugas kesehatan yang telah dilakukan dengan menentukan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kepuasan kerja petugas puskesmas di Kabupaten Merangin, terdiri dari insentif non finansial, insentif finansial, hubungan dengan rekan kerja, supervisi, retensi dan motivasi petugas kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan kepuasan kerja petugas puskesmas di Kabupaten Merangin masih perlu ditingkatkan dengan memperhatikan faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan kerja pegawai tersebut yaitu faktor insentif non finansial, insentif finansial, faktor hubungan dengan rekan kerja, dan faktor motivasi. Sementara itu, faktor penentu kepuasan kerja yaitu insentif finansial, faktor hubungan dengan rekan kerja, serta faktor motivasi. Dengan faktor penentu paling besar yaitu insentif finansial. Pemberian insentif finansial yang telah diberikan perlu lebih memperhatikan beban kerja dan kondisi geografis dari puskesmas tersebut, tanpa mengabaikan promosi dan pengembangan karir pegawai serta peningkatan hubungan interpersonal antar pegawai dalam menciptakan suasana kerja yang kondusif.
 
Efektifitas Akupresur Terhadap Derajat Restless Leg Syndrome Pada Pasien Yang Menjalani Hemodialisis
Komplikasi yang sering dialami oleh pasien gagal ginjal terminal yang menjalani hemodialisis adalah Restless Leg Syndrome (RLS). RLS terjadi karena penurunan fungsi neuron dopaminergik diensafalik A11. Akupresur dapat menstimulasi reseptor sensori dan fungsi saraf otonom sehingga menimbulkan vasoaktif neuropeptida calcitonin gene-related peptide dan substansi p yang berdampak pada peningkatan aliran darah dan memperbaiki fungsi neuron dopaminergik diensafalik A11. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektifitas akupresur terhadap derajat RLS pada pasien hemodialisis. Desain penelitian adalah quasi experiment menggunakan pendekatan pre dan post with control group design. Penelitian ini terdiri dari kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel adalah consecutive sampling dengan besar sampel 15 orang kelompok kontrol dan 15 orang kelompok intervensi. Instrumen yang digunakan adalah Kuesioner International Restless Leg Syndrome Scale. Hasil penelitian dianalisis menggunakan Paired T-Test dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan akupresur efektif menurunkan derajat restless leg syndrome pada pasien hemodialisis pada kelompok intervensi (p=0,001). Disimpulkan bahwa akpresur efektif dalam menurunkan derajata restless leg syndrome pada pasien hemodialisis. Diharapkan perawat dapat menerapkan terapi akupresur pada pasien yang menjalani hemodialisis khususnya pasien yang mengalami restless leg syndrome
PERBANDINGAN TOKSISITAS KANDUNGAN NIKOTIN PADA PEROKOK AKTIF DAN PASIF
ABSTRACT
Smoking can cause health problems. This health disorder can be caused by nicotine devired from mainstream smoke and grom the smoke side currents of agarettes smoked by smokers, so that it is not only dangerous for smokers them selver (active smokers) but also people who are in the environtment of cigarette smoke or called passive smokers. Nicotine is very toxic chemical substance. a dose of 60 mg in adults can be fatal due to paralysis or respiratory. Failure of nicotine dependence develops rapidly due to the activation of the ventral segmental do paminergic area by nicotine. Therefore, the authors want to see the ratio of toxicity of nicotine content in active and passive smokers by using the method QC-MS. This research was conducted in the laboratory Padang which is taken by herous active and passive smokers
Memandikan Bayi Dan Perawatan Tali Pusat Bayi Baru Lahir Di RSI Ibnusina Yarsi Bukittinggi
Bayi merupakan anugrah terindah yang diamanahkan kepada kita, perawatan bayi baru lahir sangat penting diperhatikan untuk kelangsungan kesehatannya. Salah satu perawatan bayi yaitu memandikan dan perawatan tali pusat, hal ini merupakan tindakan yang harus dilakukan dalam perawatan bayi baru lahir yang bertujuan untuk menjaga kebersihan bayi, memberikan kesegaran pada bayi dan mencegah terjadinya infeksi. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan pada Ibu post partum terutama ibu primigravida di RSI Yarsi Bukittinggi didapatkan data bahwa pada umumnya Ibu dan suami tidak tahu cara memandikan bayi baru lahir serta perawatan tali pusat, sehingga jika pulang nanti keluarga yang lainlah yang diharapkan bisa membantu, padahal setiap Ibu post partum harus mampu melakukan perawatan bayi baru lahir jika mereka mendapatkan edukasi saat persiapan mendekati kelahiran bayi. Untuk itu tim Pengabdi melakukan kegiatan penyuluhan kesehatan dan demonstrasi tentang cara memandikan bayi dan perawatan tali pusat pada Ibu post partum dan keluarga di RSI Yarsi Bukittinggi. Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada hari Jum’at, 28 Desember 2018, dengan metode ceramah dan demonstrasi. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat didapatkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan ibu post partum dan keluarga tentang memandikan bayi baru lahir dan perawatan tali pusat
Kecerdasan Emosional Dengan Perilaku Caring Perawat Pada Praktek Keperawatan
Pelayanan keperawatan yang berkualitas dapat diwujudkan melalui pemberian asuhan keperawatan yang didasari oleh perilaku caring perawat. Sebab, perilaku caring yang ditampilkan oleh seorang perawat dapat mempengaruhi kepuasan pasien. Salah satu indikator klinik mutu pelayanan keperawatan adalah kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara kecerdasan emosional perawat dengan perilaku caring perawat pada praktek keperawatan di Ruang Rawat Inap Ambun Suri RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi. Penelitian ini merupakan jenis deskriptif analitik dengan mengunakan pendekatan cross sectional yang melibatkan 69 perawat di Ruang Rawat Inap Ambun Suri RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa kuesioner. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa perawat yang berperilaku caring kurang baik sebanyak (44,9%). Perawat yang memiliki kecerdasn emosional tinggi untuk menerapkan perilaku caring sebanyak (53,7%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa keerdasan emosional mempunyai hubungan yang signifikan dengan perilaku caring (p=0,001). Disarankan bagi kepala ruangan melalui fungsi pengarahan dan pengawasan hendaknya mengupayakan kemampuan kecerdasan emosi berkembang pada diri para perawat meliputi aspek-aspek kesadaran diri, pengelolaan diri, kesadaran sosial, pengelolaan hubungan, dengan langkah diadakan berrbagai pelatihan, pendidikan tambahan dan training yang berkaitan untuk meningkatkan kecerdasan emosi perawat guna meningkatkan perilaku caring perawat
Terapi Okupasi Bina Diri Terhadap Kemandirian Pada Anak Tunagrahita
keterampilan baik motorik maupun kognitif bagi anak tuna grahita, namun Sekolah Luar Biasa Al-azra’iyah belum pernah menerapkan teknik terapi okupasi yang memiliki keunggulan jika dibandingkan dengan jenis terapi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi okupasi bina diri terhadap kemandirian anak tunagrahita di Sekolah Luar Biasa Al-azra’iyah. Jenis penelitian quasi eksperimen dengan pendekatan pre test-post test one group design. Sampel pada penelitian ini menggunakan teknik probability sampling. Sampel sebanyak 13 orang anak tunagrahita sedang. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi tingkat kemandirian anak yang diukur sebelum dan sesudah intervensi dan dianalisis menggunakan uji t- dependent test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi rata-rata tingkat kemandirian anak adalah 85,92 dan setelah intervensi meningkat menjadi 144,38 yang berada pada kategori tinggi. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa ada perbedaan rata-rata tingkat kemandirian anak tunagrahita antara sebelum dan sesudah intervensi dengan beda rata-rata 58,46 dan p=0,000. Penerapan terapi okupasi binadiri berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemandirian anak tunagrahita sedang. Diharapkan pihak sekolah menerapakan teknik terapi okupasi di sekolah secara terus-menerus demi meningkatkan kemandirian pada anak tunagrahit