Jurnal Upertis
Not a member yet
    358 research outputs found

    Hubungan Jenis Kelamin, Tempat Bekerja dan Tingkat Pendidikan Dengan Kecemasan Perawat Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19

    No full text
    WHO (2020) menyatakan bahwa kemunculan Virus Covid N19  yang tiba-tiba menyebabkan kecemasan internasional termasuk kepada tenaga kesehatan khususnya perawat karena penularannya yang sangat menular dan pandemi. Oleh itu penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan karakteristik (jenis kelamin, tempat bekerja dan tingkat pendidikan)  perawat dengan kecemasan perawat dalam menghadapi pandemi Covid-19. Metode Penelitian adalah deskriptif korelasi dengan desain cross sectional. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner secara online. Populasi penelitian ini adalah perawat yang bekerja di rumah sakit dan puskesmas di Kota Bukittinggi, Payakumbuh dan Damasraya dengan pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampiling yang berjumlah sebanyak 50 orang dengan waktu penelitian pada April  2020. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden yaitu 42 orang adalah perempuan (80%) a tempat kerja sebagian besar responden bekerja di rumah sakit sebanyak 29 orang ( 58 %) pendidikan sebagian besar responden berpendidikan strata S1  ( sarjana dan Ners sebanyak 32 orang ( 64 %) dan D3 keperawatan sebanyak 18 orang ( 36 % tidak ada hubungan karakteristik (jenis kelamin, tempat bekerja dan tingkat pendidikan)  perawat dengan kecemasan perawat dalam menghadapi covid-19 dengan pvalue 0.827, 0,282 dan 0,540.  Sehingga disimpulkan bahwa kecemasan dalam menghadapi Covid-19 tidak berhubungan dengan karakteristik perawat (jenis kelamin, tempat bekerja dan tingkat pendidikan)

    Pengetahuan Dan Sikap Terhadap Pelaksanaan Mobilisai Dini Pada Pasien Post Operasi

    No full text
    Pembedahan adalah semua prosedur pengobatan yang menggunakan metode invasif dengan cara membuka atau memajang bagian tubuh yang akan dirawat. Mengingat komplikasi yang dapat terjadi pada pasca operasi, maka proses pemulihan kesehatan pasca operasi menjadi sangat penting bagi pasien. Salah satu prosedur pemulihan yang dapat dilakukan adalah pelatihan pasca operasi, yaitu mobilisasi dini yang dilakukan segera kepada pasien setelah operasi dimulai di tempat tidur, yaitu latihan kaki, miring ke kiri dan ke kanan, bangun dan duduk di samping tempat tidur hingga pasien bangun dari tempat tidur, berdiri dan mulai belajar berjalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan pelaksanaan mobilisasi dini pada pasien pasca operasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini akan dilaksanakan di RSUD Sungai Dareh pada bulan November 2019. Populasi penelitian adalah 517 orang. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Alat yang digunakan untuk pengumpulan data berupa kuesioner. Pengolahan data dilakukan secara komputerisasi menggunakan program komputerisasi dengan analisis univariat dan bivariat, uji statistik yang digunakan adalah chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden yang memiliki pengetahuan rendah tentang mobilisasi dini 17 responden (56,7%) yang memiliki pengetahuan rendah, sikap tidak baik 18 (60,0%) yang memiliki sikap kurang baik. Kesimpulan dalam penelitian ini ada hubungan antara pengetahuan (p = nilai = 0,016), sikap (p = nilai = 0,033) terhadap Mobilisasi Dini. &nbsp

    Gambaran Pemeriksaan Hasil Basil Tahan Asam Pada Penderita Tuberkulosis Paru Sebelum Dan Sesudah Pengobatan

    No full text
    Tuberkulosis paru adalah penyakit yang disebabkan oleh basil tahan asam (BTA), yang berbentuk batang dan bersifat aerobik obligate, penyakit Mycobacterium tuberculosis ini dapat menular secara akut maupun kronis yang terutama menyerang organ bagian paru-paru. Diangnosa tuberkulosis paru pada orang dewasa dapat ditegakkan dengan ditemukan basil tahan asam (BTA) pada pemeriksaan mikroskopis sebelum dan sesudah pengobatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pemeriksaan basil tahan asam sesudah dan sebelum pengobatan di puskesmas kambesko kabupaten indragiri hulu. Penelitian bersifat deskriptif, penelitian dilakukan pada bulan maret 2019, Metode pemeriksaan Ziehl Neelsen. Populasi semua pasien positif TB dengan jumlah sampel 45 orang di puskesmas kambesko kabupaten indragiri hulu dari tahun 2017 dan 2018. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil pemeriksaan mikroskopis basil tahan asam (BTA) sebelum pengobatan pada penderita tahun 2017; 1 orang (4,167%) negatif, 23 orang (95,833%) positif, tahun 2018; 1 orang (4,762%) negatif, 20 orang (95,238%) positif. Pemeriksaan mikroskopis basil tahan asam (BTA) sesudah pengobatan pada tahun 2017; 23 orang (95,833%) negatif, 1 orang (4,167%) positif. Tahun 2018; 20 orang (95,283%) negatif, 1 orang ( 4,762% ) positif

    Hubungan Pengetahuan dan Motivasi dengan Penerapan Germas pada Masyarakat

    No full text
    Germas sebagai tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan dari dalam keluarga oleh           masyarakat dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk berperilaku sehat guna meningkatkan kualitas hidup. Pada kenyataannya masih banyak masyarakat  yang belum                berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Hal ini diduga kurangnya sosialisasi dan informasi tentang  Germas serta manfaatnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan motivasi dengan penerapan germas pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Mandiangin Kota Bukittinggi tahun 2018. Metode: Desain              penelitian adalah desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, yang dilaksanakan di wilayah  Puskesmas Mandiangin pada tahun 2018. Populasi penelitian ini adalah 98 orang. Teknik pengambilan sampel adalah multistage random sampling. Hasil: analisisunivariat diperoleh 59,2% responden  memiliki pengetahuan tinggi dalam penerapan germas, 57,1% responden memiliki motivasi tinggi serta  53,1% orang yang melakukan germas. Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan penerapan germas p value = 0,000 dengan OR 21,722. Ada hubungan yang signifikan antara motivasi dengan implementasi program germas dengan nilai p = 0,018 dengan nilai OR 2,925. Kesimpulan : ada hubungan pengetahuan dan motivasi dengan penerapan germas pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Mandiangin kota bukittinggi tahun 2018. Saran  untuk Dinas kesehatan agar lebih meningkatkan upaya promosi kesehatan kepada masyarakat tentang implementasi germas untuk dapat meningkatkan status kesehatan masyarakat

    HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP KONSUMSI TABLET FE

    Get PDF
    Angka Kematian Ibu merupakan salah satu target yang telah ditentukan dalam tujuan pembangunan Millenium Development Goals (MDGs) yaitu menurunkan AKI hingga 3/4 dalam kurun waktu 1990-2015. Penyebab utama masih tingginya AKI di Indonesia adalah perdarahan, eklampsia dan infeksi. Salah satu penyebab terjadinya perdarahan adalah karena anemia yng terjadi pada masa kehamilan.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan dan sikap terhadap perilaku konsumsi tablet fe. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan rancangan cross sectional . keseluruhan ibu hamil jorong kambing VII diwilayah kerja Puskesmas Pekan Kamis sebanyak 33 orang responden. Uji statistik yang digunakan uji  chi-square,dengan sistem komputerisasi. Untuk melihat batas kemaknaan perhitungan statistik digunakan batas kemaknaan 0.05 sehingga bila nilai P ≤ 0.05, maka hasil statistik  bermakna, dan bila  nilai P > 0.05 maka hasil statistik tidak bermakna. Lebih dari separoh 17 orang (51,5%) responden yang memiliki pengetahuan rendah. Lebih dari separoh 19 orang (57,6%) responden yang memiliki sikap positif . Lebih dari separoh 19 orang (57,6%) responden yang tidak menkonsumsi tablet Fe. Ada Hubungan yang bermakna antara Pengetahuan Ibu Hamil Dengan Konsumsi Tablet Fe p = 0,001 (p = > 0,05). Tidak Ada Hubungan yang bermakna antara Pengetahuan Ibu Hamil Dengan Konsumsi Tablet Fe p = 0,305 (p = > 0,05

    Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perawatan Hipertensi pada Lansia

    No full text
    Hipertensi seringkali disebut sebagai pembunuh gelap (silent killer), karena termasuk penyakit yang mematikan, tanpa disertai dengan gejala-gejalanya lebih dahulu sebagai peringatan bagi korbannya. Penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan dengan menggunakan obat-obatan ataupun dengan cara modifikasi gaya hidup. Hasil studi pendahuluan terhadap 10 pasien yang mengalami hipertensi, 30 % tidak mengetahui cara perawatan hipertensi di rumah, 40 % tidak termotivasi untuk melakukan anjuran petugas dan 30 % kurang mendapatkan perhatian dari keluarga. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perawatan hipertensi pada lansia. Metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah penderita hipertensi yang berkunjung ke Puskesmas Perkotaan Rasimah Ahmad Bukittinggi dengan rata-rata 159 orang per bulan, jumlah sampel 62 orang yang diambil secara accidental sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terpimpin dengan panduan kuesioner, kemudian diolah secara komputerisasi dengan menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil analisa univariat didapatkan responden memiliki pengetahuan tinggi (59,7 %), motivasi rendah (64,5 %), keluarga yang mendukung (56,5 %), dan melakukan perawatan hipertensi yang tidak baik (64,5 %). Hasil bivariat ada hubungan pengetahuan (p = 0,004 dan OR = 7,741), motivasi (p = 0,040 dan OR = 3,600), dan dukungan keluarga (p = 0,029 dan OR = 4,156) dengan perawatan hipertensi pada lansia. Kesimpulan: Ha: ada hubungan pengetahuan, motivasi dan dukungan keluarga dengan perawatan hipertensi. Diharapkan pada petugas kesehatan agar memberikan penyuluhan dan leaflet tentang perawatan hipertensi di rumah, memotivasi pasien dan keluarga untuk melakukan perawatan hipertensi di rumah guna mencegah terjadinya komplikasi hipertensi

    Peningkatan Pengetahuan Anak Berkebutuhan Khusus Tentang Pendidikan Seks Usia Pubertas Melalui Metode Sosiodrama Di SLB Negeri 1 Mataram

    Get PDF
    Pendidikan seks bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) sangat penting diberikan secara dini. Anak berkebutuhan khusus memiliki perkembangan dorongan seksual yang sama dengan anak lainnya, dan mereka justru mudah dimanipulasi. Pelecehan seksual, khususnya yang melibatkan individu anak berkebutuhan khusus (ABK) kerap masih terjadi di masyarakat. Mayoritas anak berkebutuhan khusus yang menjadi korban seksual, pelakunya justru orang-orang yang telah dikenal atau dipercaya. Menurut KPAI (2019) selama tahun 2019 terdapat 21 kasus kekerasan seksual dengan jumlah korban mencapai 123 anak yang terjadi di institusi pendidikan  terdiri atas 71 anak perempuan dan 52 anak laki-laki. Tujuan pengabdian masyrakat ini adalah untuk Peningkatan Pengetahuan Anak Berkebutuhan Khusus Tentang Pendidikan Seks Usia Pubertas Melalui Metode Sosiodrama Di SLB Negeri 1 Mataram.  Metode pelaksanaan menggunakan metode sosiodrama (bermain peran) mengenai pubertas, sasarannya adalah seluruh ABK Kelas VII-IX yang hadir pada saat kegiatan berlangsung. Hasil : sebelum dilakukan intervensi dari 30 sampel yang memiliki pengetahuan cukup sebanyak 3 orang (10%), dan kurang sebanyak 27 orang (90%), setelah mendapatkan intervensi terdapat 10 orang (33,3%) yang memiliki pengetahuan baik, cukup 4 orang (13,3%) dan kurang 16 orang (53,4). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan tentang pendidikan seks pada ABK

    Korelasi C-Reactive Protein Dengan Trombosit Pada Penderita Demam Berdarah Dengue

    No full text
    Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue. Infeksi virus dengue dimulai ketika vektor mengambil darah inang dan memasuki proses endositosis seperti sel dendritik dan melibatkan limfosit T penolong (cluster diferensiasi 4), T sitotoksik (cluster diferensiasi 8), makrofag, monosit, sitokin dan aktivasi komplemen. Mediator inflamasi ini menyebabkan trombositopenia. Protein C-reaktif adalah protein fase akut, termasuk sekelompok protein yang kadar darahnya meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kadar protein c-reaktif dengan jumlah trombosit pada pasien demam berdarah dengue. Desain penelitian observasional dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi dengan populasi semua pasien demam berdarah dan sampel 30 orang. Pemeriksaan jumlah trombosit menggunakan analisis hematologi dengan metode impedansi listrik dan CRP menggunakan metode aglutinasi. Hasil penelitian kadar CRP rata-rata dalam serum 42,80 ± 36,03 SD mg / L, dan jumlah trombosit 62.100 ± 34.176 SD sel / uL, hasil uji korelasi spearman diperoleh p = 0,042< 0,05. Ada hubungan yang signifikan antara kadar protein c-reaktif dan jumlah trombosit pada pasien dengan demam berdarah dengue

    Faktor-faktor yag berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24 – 59 Bulan

    No full text
    Indonesia menduduki peringkat ke lima dunia untuk jumlah anak dengan kondisi stunting. Lebih dari sepertiga anak usia di bawah lima tahun tingginya berada di bawah rata-rata. Prevalensi stunting di Indonesia lebih tinggi daripada negara-negara lain di Asia Tenggara, seperti Myanmar (35%), Vietnam (23%), dan Thailand (16%). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan faktor tingkat asupan zat gizi (energi dan protein), berat badan bayi, tingkat ekonomi, tingkat pengetahuan, pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada anak usia 24 – 59 bulan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik. Populasi dalam penelitian ini yaitu adalah seluruh balita usia 24 – 59 bulan di Puskesmas Pasar Muaralabuh sebanyak 98 anak dengan jumlah sample 37 orang. Teknik pengambilan sample menggunakan non probability sampling dengan pendekatan accidental sampling. Intrument penelitian ini adalah kuesioner, microtoice, timbangan digital, dan kamera. Ujistatistik yang digunakan adalah uji Chi-Square pada program computer. Terdapat hubungan antara panjang badan lahir (p=0,000),  berat badan lahir (p=0,033), pemberian ASI eksklusif (p=0,000)  dan jarak kelahiran (p=0,041). Manfaat penelitian ini adalah untuk dapat memberikan gambaran tentang kejadian stunting yang berkaitan dengan factor-faktor penyebabnya

    Edukasi Pencegahan Infeksi Virus Korona Melalui Teknik Cuci Tangan Yang Benar

    No full text
    Pandemi COVID-19 merupakan bencana non alam yang dapat memberikan dampak pada kondisi kesehatan jiwa dan psikososial setiap orang. Virus corona (COVID-19)  kini menjadi wabah yang ditakuti umat manusia karena penyebarannya yang begitu cepat. Oleh karena itu masyarakat termasuk siswa di sekolah perlu mendapatkan edukasi yang komprehensif dan benar terutama cara pencegahannya. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatakan perilaku (pengetahuan, sikap dan keterampilan) siswa tentang pencegahannya melalu cuci tangan yang benar. Kegiatan telah dilakukan pada tanggal 17 Maret 2020 di SMA Al Islah Bukittinggi  dengan jumlah peserta adalah sebanyak 58 orang siswa. Hasil yang didapatkan adalah peningkatan pengetahuan, keterampilan siswa berkaiatan cuci tangan . Kepada pihak sekolah disarankan untuk selalu mengingatkan siwa agar berperilaku sehat dalam rangka menghindari terjadinya penyebaran virus coron

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Upertis
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇