Jurnal Upertis
Not a member yet
    358 research outputs found

    Pemberian Edukasi Tentang Pencegahan Hipertensi Di Posyandu Lansia Cendrawasih Bukittinggi

    Get PDF
    Masalah kesehatan fisik masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat terutama pada penyakit tidak menular (PTM) misalnya hipertensi. Hipertensi merupakan factor penyebab utama kematian akibat stroke dan factor yang dapat memperberat infark miokard (serangan jantung). Prevalensi hipertensi sebesar 34,1%  diketahui bahwa sebesar  8,8% terdiagnosis hipertensi dan 13,3% orang yang terdiagnosis hipertensi tidak minum obat serta 32,3% tidak rutin minum obat. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar penderita Hipertensi tidak mengetahui bahwa dirinya  Hipertensi sehingga tidak mendapatkan pengobatan. Hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Mandiangin Kota Bukittinggi merupakan peringkat kedua tertinggi angka kejadian hipertensi. Kegiatan posyandu lansia sudah berjalan dengan baik namun untuk pemberian edukasi berupa penyulahan yang terstruktur belum terlaksana dengan optimal. Tujuan kegiatan pengabmas adalah memberikan eduksi dalam bentuk penyuluhan kepada lansia di Posyandu Lansia Cendrawasih. Kegiatan dilakukan pada tanggal 3 Desember 2019 Hasil yang didapat setelah kegiatan adalah terjadinya peningkatan pemahaman lansia tentang penyakit hipertensi dan pencegahan hipertensi sehingga diharapkan dapat melakukan upaya penceghan dengan menerapkan pola hidup sehat

    Pelatihan Guru Tentang Kesehatan Sekolah Di SDN 15 Nagari Koto Gadang Kecamatan IV Koto

    Get PDF
    Usaha Kesehatan Sekolah adalah segala usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kesehatan anak usia sekolah pada setiap jalur, jenis dan jenjang pendidikan mulai dari TK/RA sampai SMA/SMK/MA/MAK. Peran guru sangatlah penting dalammembina perilaku hidup sehat bagi siswa di sekolah dengan adanya pembinaan yang dilakukan oleh guru dapat meningkatkan kesadaran siswa dalam berperilaku hidup sehat di sekolah maupun di rumah. Hasil wawancara dengan kepala sekolah didapatkan data Manajemen UKS tidak ada ( Tidak adanya perencanaan sampai evaluasi berkaitan UKS, tidak adanya guru pendamping UKS), dan pelaksanaan UKS selama ini belum terintegrasi dengan kegiatan korikuler dan ekstra korikuer). Tujuan pengabdian ini adalah  terlatihnya 9 orang guru  dan meningkatnya pengetahuan guru tentang manajemen UKS dan adanya guru penanggung jawab UKS serta terintegrasinya dalam pengajaran. Pelatihan telah dilakukan pada pelatihan guru tanggal 20 Juli dan 27 Juli 2019 dengan metode kegiatan yang dilakukan adalah  pelatihan dengan 4 sesi pertemuan  ( 3 kali ceramah dan 1kali demonstrasi  ). Hasil yang didapatkan setelah kegiatan pelatihan adalah adanya peningkatan pegetahuan guru, ditunjuknya satu orang guru sebagai penanggung jawab UKS dan dintegrasikan UKS dalam kegiatan ekskul di SDN 15 Sutejo Kata Kunci : Edukasi, Guru, Pelatihan, UKS   ABSTRACT School Health Efforts are all efforts undertaken to improve the health of school-age children in every path, type and level of education ranging from kindergarten to high school  vocational school. The role of the teacher is very important in fostering healthy behavior for students in school with the coaching conducted by the teacher can increase student awareness of healthy behavior in school and at home. The results of interviews with the school principal revealed that there were no UKS Management data (There was no planning until evaluation related to UKS, there was no UKS assistant teacher), and the implementation of UKS had not been integrated with extracurricular and extra-curricular activities. The purpose of this service is to train 9 teachers and increase teacher knowledge about UKS management and the teacher in charge of UKS and its integration in teaching. The training was conducted at the teacher training on July 20 and July 27, 2019 with the method of activities carried out was training with 4 sessions (3 lectures and 1 demonstration). The results obtained after the training activities are an increase in teacher knowledge, the appointment of one teacher as the person in charge of UKS and integrated UKS in extracurricular activities at SDN 15 Sutejo Keywords: Education, Teachers, Training, UK

    Tingkat Pengetahuan Terhadap Tingkat Motivasi Keikutsertaan Mahasiswa Menjadi Relawan Covid-19

    No full text
    Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh tipe baru coronavirus dengan gejala umum demam, kelemahan, batuk, kejang dan diare . Pada Desember 2019, sejumlah pasien dengan pneumonia misterius dilaporkan untuk pertama kalinya di Wuhan, Cina . Virus ini telah dinamai sindrom pernapasan akut parah coronavirus 2 (SARS-CoV-2) dan dapat bergerak cepat dari manusia ke manusia melalui kontak langsung. Perawat merupakan salah satu tebaga kesehatan yang merupaka garda terdepan dalam penanggulangan Covid N19 ini. Namun karena meningkatnya jumlah penderita dan keterbatasn tenaga perawat yang ada maka dalam bencana pandemi covid ini diperlukan adanya bantuan dan dukungan dari sukarelawan khususnya mahasiwa keperawatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan motivasi menjadi relawan covid 19 di STIKes Perintis Padang Tahun 2020. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan crossectional dengan menggunakan alat ukur kuesioner dengan teknik pengambilan sampel dengan accidental sampling kemudian data diolah menggunakan uji chi squere. Sampel dalam penelitian ini ini sebanyak 64 orang. Hasil uji statistik terdapat hubungan pengetahuan dengan tingkat motivasi mahasiswa menjadi relawan covid 19 P Value = 0,010  (P>α) Saran dalam penelitian ini dapat dijadikan masukan bagi pendidikan untuk meningkatkan keterampian dan pengetahuan mahasisiswa dengan memberikan pelatihan dan edukasi kepada mahasiswa dalam kesiapan menjadi Relawan Bencana Covid 19 dalam pencegahan dan penanagan Covid 1

    Studi Fenomenologi Pengalaman Ibu Menerima Peran Petugas Kesehatan Selama Masa Nifas di Kota Bukittinggi

    No full text
    Masa nifas merukan masa dimana banyaknya terjadi perubahan baik secara fisik maupun psikologis bagi ibu. Kondisi ini membutuhkan peran petugas dalam memberikan asuhan, sehingga masa nifas dapat dilalui dengan baik dan masalah kesehatan dapat dicegah. Penelitian ini menggali tentang pengalaman ibu selama menerima peran petugas kesehatan selama masa nifas.Dalam penelitian ini menggunakan desain fenomenologi deskriptif, dengan delapan orang ibu nifas yang berdomisili di Kota Bukittinggi. Metode pengumpulan data dengan wawancara mendalam dan menggunakan catatan lapangan. Teknik Colaizzi digunakan untuk melakukan analisa data. Terdapat tiga tema dalam penelitian ini (1) Memenuhi kebutuhan perawatan fisik, (2) Mengidentifikasi praktik yang salah, (3) Peningkatan peran yang diharapkan dari petugas kesehatan. Penelitian menunjukkan pemenuhan kebutuhan perawatan fisik mencakup memenuhi kebutuhan personal hygine, monitoring perubahan fisik, memberikan edukasi, monitoring tanda dan gejala infeksi, sedangkan dalam peningkatan peran yang diharapkan adalah meningkatkan jumlah kunjungan, program yang berkesinambungan, memperluas fokus perawatan selain masalah fisik. Penelitian ini menekankan pentingnya peran petugas kesehatan dalam melakukan pemantauan terhadap ibu selama masa nifas

    Mutu Hedonik Kimia Dan Mikrobiologi Flakes Yang Disubstitusi Tepung Kecambah Kacang Hijau

    No full text
    Flakes merupakan sarapan siap saji yang berbentuk lembaran tipis, biasanya dikonsumsi dengan penambahan susu sebagai menu sarapan. Awalnya flakes dibuat dari biji jagung utuh yang dikenal dengan corn flakes. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis uji proximat dan uji organoleptik flakes dengan subsitusi tepung kecambah kacang hijau (Phaseolus radiatus L.). Penelitian ini dilakukan di STIKes Perintis Padang dan Laboratorium  Instrumentasi Pusat Fakultas Teknologi Pertanian Univeritas Andalas, serta uji bakteri dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi dan Bioteknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas.. Pengamatan subjektif yang dilakukan uji hedonik dengan 25 orang panelis. Metode penelitian eksperimen dengan 2 kali pengulangan. Analisis uji statistik  yang digunakan yaitu uji ANOVA. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa flakes dengan subsitusi tepung kecambah kacang hijau 30% merupakan flakes yang paling disukai panelis dengan karbohidrat 82%, protein 5,83%, lemak 6,35%, kadar air 4,31%, kadar abu 1,42%, kalori 408,47 kal. Flakes tidak mengandung bakteri Salmonella. Bakteri  Bacillus cereus berada dibawah standar BPOM

    Evaluasi dan Uji Kesesuaian Pemeriksaan Telur Cacing Soil Transmitted Helminths Menggunakan Metode Langsung, Sedimentasi Dan Flotasi

    No full text
    Kecacingan merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih tersebar luas di seluruh dunia terutama di negara-negara berkembang dengan perilaku hidup dan sanitasi yang buruk. Tahun 2015, World Health Organization (WHO) melaporkan lebih dari 24 % populasi dunia terinfeksi kecacingan dan 60 % diantaranya adalah anak-anak. Telah dilakukan penelitian tentang evaluasi dan uji kesesuaian pemeriksaan telur cacing Soil Transmitted Helminths menggunakan metode pemeriksaan langsung, sedimentasi dan flotasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan telur cacing dan mengetahui uji kesesuaian pemeriksaan menggunakan metode langsung, sedimentasi dan flotasi. Penelitian ini bersifat deskriptif. Populasi dalam  penelitian ini adalah semua murid SD 027/XII Kampung Diilir. Sampel pada penelitian ini adalah semua murid SD 027/XII Kampung Diilir yang berjumlah 44 orang. Hasil penelitian didapatkan sensitifitas metode flotasi lebih tinggi daripada metode sedimentasi dan langsung yaitu 77,77%, 71,42% dan 71,42%. Hasil spesifisitas metode langsung 100%, metode sedimentasi 100% dan metode flotasi 100%. Hasil NPN metode flotasi 94,59%, sedimentasi 79,54% dan langsung 79,54%. Nilai Kappa yang didapat dari metode sedimentasi dan metode langsung 1,00 dan metode langsung dengan flotasi 0,848 yang termasuk dalam kategori sangat kuat. Simpulan dari penelitian ini didapatkan bahwa adanya kesesuaian yang sangat kuat pemeriksaan telur cacing dengan menggunakan metode langsung, sedimentasi dan flotasi

    Aktivitas Triterpenoid Kulit Batang Waru Jawa (Hibiscus tiliaceus L.) Terhadap Bakteri Escherichia coli

    Get PDF
    Penyakit infeksi merupakan salah satu masalah kesehatan yang serius, khususnya di negara berkembang. Adanya resistensi antimikroba menyebabkan bahaya penyakit infeksi semakin parah, sehingga menjadi perhatian terbesar bagi kesehatan manusia. World Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa pada tahun 2050, septikemia yang disebabkan oleh bakteri resisten antimikroba dapat mengakibatkan 10 juta kematian selama satu tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan isolasi senyawa triterpenoid yang terkandung dalam tanaman waru jawa (Hibiscus tiliaceus L.) serta melakukan identifikasi terhadap senyawa triterpenoid, dan melakukan pengujian aktivitas antibakteri Escherichia coli. Isolasi triterpenoid dari tanaman waru jawa diawali dengan maserasi menggunakan n-heksana, identifikasi triterpenoid, dan melakukan pengujian untuk aktivitas antibakteri. Hasil penelitian menunjukkan maserasi 3,2 kg serbuk kering kulit batang waru jawa menghasilkan ekstrak kental n-heksana sebesar 13,06 g. Hasil uji fitokimia menggunakan pereaksi Liebermann-Burchard menunjukkan ekstrak kental n-heksana positif mengandung triterpenoid. Pemisahan ekstrak kental n-heksana dengan kromatografi kolom menghasilkan isolat positif mengandung triterpenoid sebanyak 6 fraksi. Hasil identifikasi menggunakan spektrofotometer UV-Vis menunjukkan adanya serapan maksimum untuk fraksi 1, 2, dan 3 pada panjang gelombang 216,50 nm, 217 nm, dan 228,50 nm. Berdasarkan spektrogram FT-IR menunjukkan adanya gugus C-C, C=O,-C-H, -CH3, -CH2, dan C-O. Hasil aktivitas antibakteri dengan metode disc diffusion dan pengenceran dalam tabung menunjukkan bahwa fraksi 1, 3, 5, dan crude n-heksana mampu menghambat pertumbuhan bakteri Eschericia coli. MIC terhadap E. coli fraksi 1 sebesar 0,2 mg/mL

    Madu sebagai Terapi Komplementer Mengatasi Diare pada Anak Balita

    Get PDF
    Diare menimbulkan dampak bagi kesehatan anak salah satunya adalah dehidrasi. Pemberian madu bermanfaat dalam menurunkan frekuensi diare anak. Madu memiliki kandungan antibakteri, antiinflamasi, dan antivirus yang dapat mengatasi diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas madu terhadap frekuensi diare anak balita. Desain penelitian ini quasi experiment pre test and post test nonequivalent without control group pada 20 responden. Madu diberikan 3 kali sehari sebanyak 5 ml dan ORS diberikan setiap anak diare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi diare menurun setelah diberikan madu (p<0,001). Madu dapat dijadikan salah satu alternatif terapi yang dapat diterapkan oleh perawat anak di ruang rawat inap anak untuk menurunkan frekuensi diare pada anak

    Uji Daya Hambat Cairan Pembersih Lensa Kontak Dalam Menghambat Pertumbuhan Staphylococcus aureus

    Get PDF
    ABSTRAK   Penggunaan lensa kontak dapat menimbulkan dampak negatif berupa infeksi mata oleh mikroorganisme. Salah satu bakteri yang paling sering menyebabkan infeksi mata adalah Staphylococcus aureus. Sebagian faktor yang meningkatkan risiko terjadinya infeksi mata terkait penggunaan lensa kontak adalah cairan pembersih lensa kontak yang tidak efektif dalam membunuh bakteri. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui daya hambat cairan pembersih lensa kontak dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental disc diffusion dengan mengukur diameter zona hambat disekitar pertumbuhan bakteri pada media MHA (Mueller-Hinton Agar), dilakukan dengan menggunakan 4 perlakuan cairan pembersih lensa kontak dengan 4 merk berbeda (A, B, C, dan D), kontrol negatif aquadest, kontrol positif amoxillin, dengan ulangan 6 kali ulang. Hasil penelitian menunjukan tidak adanya diameter zona hambat yang terbentuk pada cairan merk A, B, C, dan D (konsentrasi desinfektan 0%, 0.0001%, 0%, dan 20%). Maka dapat disimpulkan bahwa cairan pembersih lensa kontak dengan konsentrasi desinfektan 0%, 0.0001%, 0%, dan 20% tidak memiliki daya hambat dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.     &nbsp

    HUBUNGAN KETUBAN PECAH DINI DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM

    Get PDF
    Tingginya angka kematian bayi disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya asfiksia neonatorum dan ketuban pecah dini. Angka kejadian ketuban pecah dini di RSUD Dr. Adnaan WD Payakumbuh yaitu dari 187 persalinan terdapat 68 kasus dengan asfiksia neonatorum (36,4%) dan mengalami ketuban pecah dini sebanyak 35 kasus (18,7%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan ketuban pecah dini dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Dr. Adnaan WD Payakumbuh Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survey analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh persalinan yaitu 136 kasus. Dan pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari catatan rekam medik RSUD Dr. Adnaan WD Payakumbuh Tahun 2016. Pengolahan data dilakukan secara manual dengan menggunakan data uji statistik chi-square. Hasil analisa univariat menunjukkan bahwa dari 68 kasus asfiksia neonatorum dengan riwayat ketuban pecah dini 22 kasus (66,7%), sedangkan yang tidak asfiksia neonatorum hanya 11 kasus (33,3%). Setelah dilakukan uji statistik X2 hitung = 4,84 > dari X2 tabel = 3,841 ini berarti terdapat hubungan yang bermakna antara ketuban pecah dini dengan kejadian asfiksia neonatorum, dengan p value α <0,05

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Upertis
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇