Jurnal Upertis
Not a member yet
358 research outputs found
Sort by
Pemberdayaan Industri Rumah Tangga Melalui Pembentukan Kelompok Home Industri Sehat di Kelurahan Air Bang Kabupaten Rejang Lebong Bengkulu
Edukasi kesehatan diberikan kepada individu, kelompok dan masyarakat untuk mengatasi masalah-masalah kesehatannya. Belum adanya instansi yang khusus menangani kelompok home industri secara berkesinambungan yang memberikan edukasi kesehatan. Masyarakat di Kelurahan Air Bang Kabupaten Curup banyak yang mempunyai usaha kecil rumahan yaitu mengelola bahan makanan mentah menjadi makanan ringan yang dipasarkan di sekitarnya.Survey yang dilakukan penulis pada 20 orang usaha kecil rumahan ditemukan 19% kondisi lantai menggunakan lantai tanah, 40% membuang sampah sembarangan, 29% memiliki kandang ternak jarak kurang dari 10 meter dari rumah. 17% membuang limbah sembarangan, 04% menggunakan air yang kurang baik , 33% tempat penyimpanan barang makanan kurang bersih dan banyak debu serta ditemukan 04% pekerja anemia dan 60% pernah mengalami luka bakar ringan. Tujuan pengabmas ini adalah membentuk kelompok Home Industri Sehat agar dapat memelihara kesehatan dan meningkatkan produktifitasnya. Metode pelaksanaan pengabmas ini adalah pembentukan kelompok “Home Industri Sehat” dan sosialisasi rencana kegiatan pengabmas berkelanjutan dengan petugas puskesmas, dinas kesehatan dan kelurahan. Kesimpulan dari hasil kegiatan adalah terjalinnya kerjasama, terbentuknya kelompok “Home Industri Sehat” dan sosialisasi kegiatan pengabmas untuk melaksanakan pembinaan kesehatan secara berkesinambungan
Penyuluhan Physical Distancing Pada Anak Di Panti Asuhan Al Fakri
Corona Virus Disease 2019 telah dinyatakan oleh WHO sebagai kedaruratan kesehatan masyarakat yang wajib dilakukan upaya penanggulangan kekarantinaan berupa physical distancing. Meski pemerintah sudah memberlakukan physical distancing, masih banyak masyarakat yang melanggar. Data yang diperoleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 memaparkan sebanyak 74.018 jiwa yang dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19 dimana 5,7% atau 4.219 anak berusia 6-7 tahun. Pengabdian Masyarakat ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan di Panti Asuhan Al-Faqri di Jalan Antropologi Bangkala, Kecamatan Manggala Kota Makassar. Menggunakan alat bantu berupa brosur dan stiker dinding. Setelah pemaparan materi, selanjutnya dilakukan umpan balik dan evaluasi terhadap informasi yang disampaikan guna mengetahui tingkat pemahaman dari anggota Panti Asuhan Al-Faqri. Sasaran dalam penyuluhan ini lebih terfokus pada anak anggota dari Panti Asuhan Al-Faqri. Setelah dilakukan penyuluhan dapat disimpulkan anggota Panti Asuhan Al-Faqri telah memahami dan bersedia berperan penting dalam memutus rantai COVID-19 dengan melakukan physical distancing. Kegiatan ini memberikan manfaat kepada mayarakat dengan informasi yang mereka peroleh khususnya pada anak karena meraka membutuhkan perhatian lebih untuk memahami pentingnya memutus rantai COVID-19 dengan physical distancing
Pencegahan Covid-19 Melalui Pembagian Masker Di Kelurahan Romang Polong Kabupaten Gowa
Coronovirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit yang perkembangannya sangat cepat dan mewabah di beberapa negara sehingga ditetapkan sebagai kejadian pandemic global oleh World Health Organization (WHO). Pemakaian masker merupakan salah satu upaya yang direkomendasikan pemerintah untuk pencegahan penyebaran COVID-19. Tujuan kegiatan ini adalah mensosialisasikan masyarakat untuk wajib menggunakan masker ketika berada di luar rumah sebagai bentuk pecegahan penyebaran COVID-19. Pembagian masker dilakukan dengan cara door to door dan di tempat pelayanan publik disertai demonstrasi penggunaan masker yang dilakukan oleh dosen, mahasiswa dibantu oleh tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemerintah setempat, dan juga penempatan banner tata cara pencegahan COVID-19 di sudut ruang pelayanan publik Dilaksanakan di Kelurahan Romang Polong, Kabupaten Gowa pada tanggal 12 Juni 2020 dengan jumlah masker yang dibagi 300 kain. Dari hasil kegiatan menunjukkan masyarakat patuh menggunakan masker terutama di pelayanan publik dan rumah ibadah serta menjaga jarak pada saat sholat berjamaah dilakukan. Kegiatan ini disambut antusias dan sangat bermanfaat bagi masyarakat
Penyuluhan Kesehatan Tentang Kekerasan Seksual Pada Anak
Kekerasan terhadap anak adalah semua bentuk perlakuan menyakitkan secara fisik ataupun emosional, penyalahgunaan seksual, penelantaran, komersial yang mengakibatkan cedera terhadap kesehatan anak. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan kepada anak usia sekolah tentang kekerasan seksual pada anak sehingga anak-anak dapat terhindar dari risiko kejadian kekerasan seksual. Metode yang dilakukan adalah merancang dalam pembuatan materi pengabdian dan memberikan materi tentang kekerasan seksual pada anak dengan metode penyuluhan. Hasil pengabdian didadapatkan 80% peserta sangat antusias dalam kegiatan penyuluhan dan 85% peserta mampu menyebutkan kembali tentang materi yang disampaikan. Kekerasan terhadap anak merupakan masalah sosial dan masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Anak-anak mendapatkan kekerasan diantaranya lingkungan keluarga, sekolah, dan dimasyarakat
Penyuluhan Faktor Faktor Penyebab Kecacingan Pada Siswa Sekolah Dasar
Penyakit akibat infeksi cacing usus masih merupakan penyakit endemik yang dapat ditemukan di berbagai tempat di Indonesia dan menyebabkan masalah kesehatan masyarakat, khususnya pada anak. Infeksi parasit usus dapat mengganggu tumbuh kembang anak dan dapat mempengaruhi kualitas hidup anak. Berdasarkan analisis situasi di SD N 21 Kelurahan Balai Gadang masih ditemukan anak yang jajan sembarangan. Penjual makanan tidak menutup makanannya sehingga terlihat dihinggapi oleh lalat yang merupakan vector pembawa telur cacing. Tujuan dilakukannya Pengabmas adalah menambah pengetahuan siswa tentang faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit kecacingan, gejala dan akibat yang diperoleh apabila menderita cacingan. Untuk itu diberikanlan penyuluhan ini kepada murid Sekolah Dasar Negeri 21 Sungai Bangek Kelurahan Balai Gadang dengan harapan hasil dari penyuluhan ini dapat menambah dan meningkatkan pengetahuan siswa tentang perilaku hidup bersih dan sehat sehingg dapat menghindarkan diri dari faktor-faktor yang dapat menimbulkan terjadinya infeksi kecacingan. adanya peningkatan pengetahuan Siswa mengenai penyebab, gejala dan akibat yang dialami bila menderita cacinga
Kualitas Tidur Terhadap Kecemasan pada Warga Binaan Wanita : Cross Sectional Study
Kehidupan di dalam Penjara atau Lembaga Pemasyarakatan yang tertutup selalu menarik peneliti atau akademisi untuk membahas. banyaknya permasalahan hidup, cara untuk beradaptasi, dan bagaimana untuk bersosialisasi dengan kehidupan yang baru menimbulkan banyak masalah diantaranya adalah kualitas tidur dan kecemasan. Kualitas tidur adalah kepuasan seseorang terhadap tidur, sehingga seseorang tersebut tidak memperlihatkan perasaan lelah, lesu dan gelisah. Kualitas tidur buruk dapat mengakibatkan menurunya aktivitas korteks prefrontal yang memerankan peran penting dalam mengatur emosi, salah satunya kecemasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan tingkat kecemasan pada warga binaan wanita di lembaga pemasyarakatan. Jenis penelitian ini adalah Cross Sectional dengan sampel sebanyak 59 responden dengan tekhnik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner Pittsbrugh Sleep Quality Index dan Hamilton Anxiety Rating Scale, dengan uji statistik Chi Square dengan menggunakan hitung manual dengan rumus yate’s correction. Hasil penelitian didapatkan 50 responden (85%) memiliki kualitas tidur buruk dan 36 responden (62%) kecemasan ringan. Tingkat kemaknaan atau α = 0,05 diperoleh Pvalue = 0,015 sehingga Pvalue < Nilai α atau 0,015 < 0,05. Berarti ada hubungan antara level kualitas tidur dengan tingkat kecemasan pada warga binaan wanita di lembaga pemasyarakatani. Kualitas tidur yang baik maka membuat tingkat kecemasan rendah atau tidak mengalami kecemasan. Sebaliknya apabila kualitas tidur buruk maka tingkat kecemasan yang dialami warga binaan wanita menjadi sedang bahkan mengalami tingkat kecemasan bera
Hubungan Sikap Dan Motivasi Dengan Penerapan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Pada Keluarga
Berdasarkan data persentase penduduk ber PHBS dari Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, didapatkan tahun 2018 persentase keluarga yang menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di kota Bukittinggi hanya 52.7%, dimana persentase keluarga melakukan PHBS di Puskesmas Tigo Baleh 55.5% dari target yang telah ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi yaitu sebanyak 80%. Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan sikap dan motivasi dengan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada keluarga di wilayah kerja puskesmas Tigo Baleh kota Bukittinggi tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kolerasi dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 374 orang responden dengan teknik sampel yang digunakan adalah cluster random sampling setelah itu di lakukan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner.Hasil penelitian ini menunjukkan keluarga yang memiliki sikap tidak baik (41.7%), motivasi yang rendah (43.9%), dan PHBS tidak baik (54.8%). Ada hubungan Sikap dan Motivasi dengan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada keluarga diwilayah kerja puskesmas Tigo Baleh Kota Bukittinggi Tahun 2020 dengan nilai p value untuk sikap sebesar 0.000 dan nilai p value untuk motivasi sebesar 0.000
Hubungan Durasi Pemakaian Gadget Dengan Perkembangan Emosional Anak Pra Sekolah
Indonesia ternyata berada diurutan ke enam untuk penggunaan smartphone terbanyak didunia, diketahui jumlah populasi penduduk 261 juta jiwa tercatat yang menggunakan. Dengan ini dibuktikan semakin tingginya tingkat pemakaian Smartphone dibukittinggi sebanyak 32,5 juta unit dan sebanyak 3.400 pelanggan IndiHome .Gadget juga sangat berpengaruh buruk pada setiap orang di usia berapapun, baik usia dewasa, usia remaja, maupun usia anak-anak. Kecanduan Gadget menyebabkan cenderung malas untuk beraktifitas dan tidak peka dengan lingkungan sehingga dapat mempengaruhi tingkat agresifitas anak, pola prilaku serta psikososial anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Durasi Pemakaian Gadget dengan Perkembangan Emosional Anak Pra Sekolah. Jenis penelitian ini yang digunakan adalah Deskriptif Analitik dengan desain penelitian menggunakan pendekatan crosectional study. Hasil penelitian univariat diketahui bahwa dari total 89 orang responden yang diteliti, lebih dari separoh yaitu 49 orang (55,1%) responden dengan pemakaian Gadget berdurasi >1 jam, dan dari total 89 orang responden yang diteliti lebih dari separoh yaitu 47 orang (52,8%) responden dengan Perkembangan Emosional Anak bermasalah, dan Hasil Penelitian Bivariat diperoleh informasi bahwa diantara 49 responden dengan Durasi Pemakaian Gadget kategori >1 jam, sebanyak 34 orang (38,2%) anak dengan mengalami Perkembangan Emosional kategori Bermasalah, dan dari 40 responden dengan durasi Pemakian Gadget Kategori α (0,05). Kesimpulan nya adalah ada 73 hubungan antara Durasi Pemakian Gadget dengan Perkembangan Emosional Anak. Nilai Odds Ratio 4,708, artinya anak dengan Durasi pemakian Gadget kategori >1 jam berpeluang 4,708 kali untuk mengalami Perkembangan Emosional kategori Bermasalah, dibandingkan dengan anak dengan Durasi pemakaian Gadget
Pemberian Edukasi Kesehatan Tentang Pencegahan Diare Pada Anak Di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Dasan Agung Kota Mataram, NTB
Diare pada anak, khususnya anak usia balita merupakan masalah yang tetap menjadi perhatian pemerintah, melalui puskesmas sebagai pemberi pelayanan kesehatan primer yang langsung berhubungan dengan masyarakat diharapkan dapat menekan angka kejadian kasus diare pada anak tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan selalu memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat melalui kegiatan posyandu. Adapun yang menjadi tujuan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan edukasi kesehatan kepada orang tua balita tentang apa itu penyakit diare, etiologi, tanda dan gejala, penatalaksanaan serta pencegahan diare yang terjadi pada balita, dengan harapan setelah pelaksanan kegiatan edukasi kesehatan ini dapat menurunkan angka kejadian kasus diare pada anak, khususnya pada anak usia balita di wilayah kerja puskesmas Dasan Agung. Kegiatan edukasi kesehatan yang dilakukan di posyandu otak dese adalah salah satu upaya intervensi langsung yang dilakukan pihak puskesmas, dengan harapan setelah pemberian pengetahuan dan pemahaman kepada orang tua dan masyarakat tentang penyakit diare pada anak usia balita dapat menekan angka kejadian diare dan menurunkan angka kunjungan anak dengan diare ke Puskesmas Dasan Agung tersebut. 
Pengaruh Infeksi Kecacingan Terhadap Nilai Laju Endap Darah
Penyakit infeksi cacing sering dijumpai pada siswa sekolah dasar. Hal ini disebabkan karena pada usia sekolah dasar ini anak-anak masih sering bermain dan kontak dengan tanah. Untuk menegakkan diagnosis kecacingan diperlukan pemeriksaan laboratorium dengan melakukan pemeriksaan feses. Pemeriksaan laboratorium rutin yang sering digunakan untuk penanda infeksi adalah pemeriksaan Laju Endap Darah (LED). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh infeksi kecacingan terhadap hasil pemeriksaan Laju Endap Darah pada siswa sekolah dasar. Jenis penelitian ini survei dengan rancangan penelitian cross sectional yang bersifat korelasional dengan pendekatan laboratorik. Populasi penelitian adalah semua siswa SDN 06 Pasir Jambak Kecamatan Koto Tangah Padang. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak sampel 64 orang siswa dengan kriteria sampel yang bertempat tinggal di daerah pinggir pantai Pasir Jambak Kecamatan Koto Tangah Padang. Penelitian dilakukan pada bulan Januari–Juli tahun 2019 di laboratorium biomedik STIKes Perintis Padang. Hasil pemeriksaan sampel feses didapatkan 20 siswa SDN 06 (31.2%) terinfeksi kecacingan dengan jenis telur cacing yang ditemukan adalah Ascaris lumbricoides dan Trichuris trichiura. Pada siswa yang terinfeksi kecacingan dilanjutkan dengan pemeriksaan Laju Endap Darah. Hasil pemeriksaan Laju Endap Darah didapatkan bahwa 65% mengalami peningkatan nilai Laju Endap Darah. Uji statistik dilakukan dengan uji chi-square dengan menggunakan software SPSS 16.0 dan didapatkan hasil p value 0,04 dimana (p value < 0.05) artinya terdapat pengaruh yang bermakna antara infeksi kecacingan terhadap hasil pemeriksaan nilai Laju Endap Darah. Simpulan dari penelitian ini bahwa terjadi peningkatan Nilai Laju Endap pada murid SD N 06 Pasir Jambak Padang yang terinfeksi cacing