Jurnal Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya

Jurnal Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya
Not a member yet
    27357 research outputs found

    PENDIDIKAN KARAKTER ALA KH. MASYHUR DI PONPES AL ROSYID DANDER BOJONEGORO TAHUN 1959-1974

    Full text link
    Pendidikan merupakan sistem dan cara meningkatkan kualitas hidup manusia dalam segala aspek kehidupan manusia. Artinya sebagai usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan kebudayaan. Lembaga pendidikan Islam yang tertua di Indonesia adalah lembaga pondok pesantren yang memiliki peranan penting dalam usaha memberikan pendidikan agama. Komunitas pesantren merupakan suatu keluarga besar di bawah asuhan seorang kiai atau ulama, yang dibantu oleh beberapa kiai dan ustad.Penelitian ini menitik beratkan pada pondok pesantren yang berada di wilayah Ngumplakdalem Dander Kabupaten Bojonegoro. Al Rosyid merupakan sebuah pondok pesantren yang ada di wilayah Kendal Ngumplakdalem Dander Bojonegoro. Untuk menghindari pembahasan yang terlalu luas maka penulis mengambil rentang waktu antara tahun 1959-1974 di bawah kepemimpinan KH. Masyhur. Di pondok ini diajarkan ilmu-ilmu agama yang representatif dan kompeten secara kognitif, tetapi juga ranah efektif dan menyiapkan anak didiknya mempunyai kepribadian yang baik dengan kebutuhan masyarakat.Berdasarkan latar belakang di atas, maka memunculkan rumusan masalah (1) Bagaimana pola pendidikan karakter ala KH. Masyhur yang diterapkan di Pondok Pesantren Al Rosyid? (2) Bagaiman relevansi pendidikan karakter saat ini dengan pendidikan karakter yang di terapkan oleh KH. Masyhur?. Penelitian ini menggunkaan metode penelitian sejarah yang terdiri dari tahap (1) heuristik, (2) kritik, (3) interprestasi, dan (4) historiografi.Hasil penelitian ini menjelaskan tentang pendidikan karakter santri di Pondok Pesantren Al Rosyid desa Ngumplakdalem Dander Bojonegoro telah menerapkan proses pendidikan karakter yang dilakukan KH. Masyhur melalui berbagai macam kegiatan. KH. Masyhur mengajarkan karakter pada santri yang diterapkan dari mata tertidur sampai gelapnya malam yaitu dari jam 4.30 sampai dengan 21.30 WIB, dimana KH. Masyhur memberikan pengajaran kitab-kitab klasik, membaca AL Qur’an dan juga sholat berjama’ah. Pola pendidikan karakter ala KH. Masyhur diantaranya menerapkan pengajaran Ma’hadiyah, dengan menggunakan sistem wetonan atau badongan. Secara nasional pembentukan atau pendidikan karakter yang paling mendukung nilai Pancasila adalah pendidikan pondok pesantren, salah satunya Pondok pesantren Al Rosyid. Pendidikan pondok pesantren ini selain mengajarkan ilmu-ilmu agama, dan syariat Islam, juga mewujudkan karakter Islami dan karakter pendidikan nasional untuk membentuk kepribadian yang berahklak baik dan berguna bagi bangsa.Relevansinya pendidikan karakter ala KH. Masyhur dengan adanya pengawasan yang diawasi langsung oleh kyai/ustad selama 24 jam. Aktivitas yang dilakukan oleh para santri atau murid di pondok pesantren diterapkan dengan pembelajaran-pembelajaran nilai kehidupan dalam cara berperilaku sopan, baik, tanggung jawab, disiplin dan juga akhlak yang baik.Kata kunci : pendidikan karakter, pondok pesantren, KH. Masyhu

    INOVASI PROGRAM ONLINE SINGLE SUBMISSION (OSS) DALAM LAYANAN IZIN USAHA DI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN SIDOARJO

    Full text link
    AbstrakDinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sidoarjo merupakan sebuah instansi pemerintah daerah Kabupaten Sidoarjo. Dalam rangka meningkatkan pelayanan publik dalam bidang perizinan usaha, Dinas Penanaman Modal dan pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sidoarjo menggagas suatu inovasi yaitu, program Online Single Submission (OSS). Inovasi program Online Single Submission (OSS) merupakan inovasi terbaru dari pemerintah dalam bidang pelayanan perizinan berusaha, yang terintegrasi secara elektronik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan inovasi program Online Single Submission (OSS). Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini ada teori proses pembentukan inovasi yang dikemukakan oleh Arundel, Bloch dan Ferguson (2019) yang memiliki 6 (enam) indikator antara lain, Governance and Innovation, Sources of Ideas for Innovation, Innovation Culture, Capabilities and Tools, Objective, Outcomes, Drivers, and Obstacles, dan Collecting Innovation Data for Single Innovations. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan adalah dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa inovasi program Online Single Submission (OSS) sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Tata Kelola dan Inovasi pelaksanaan program sesudah sesuai dengan PP No. 24 Tahun 2018. Sumber Ide-ide Inovasi terdapat saran dan kritik dari pegawai maupun masyarakat untuk keberlangsungan program. Budaya inovasi pada program Online Single Submission (OSS) merupakan layanan yang terintegrasi secara elektronik, sehingga dapat memudahkan masyarakat dalam memberikan perizinan usaha. Kemampuan dan Alat program Online Single Submission (OSS) cukup memumpuni tetapi, terdapat kekurangan pegawai. Sedangkan Tujuan, Hasil, Pendorong, dan Hambatan, tujuan dari dibentuknya program Online Single Submission (OSS) adalah untuk memudahkan pelaku usaha dalam mendapatkan perizinan usaha, terdapat juga hambatan seperti server yang sering down dan error. Dalam mengumpulkan data inovasi untuk inovasi tunggal, pihak dinas memberikan layanan OSS Mandiri dan OSS Lounge untuk keberlangsungan program Online Single Submission (OSS).Kata kunci: Inovasi, Perizinan Usaha, Online Single Submission (OSS)AbstractThe Department of Investment and Integrated Services One Stop Sidoarjo District is a local government agency Sidoarjo. In order to improve public services in the field of business permits, the Department of Investment and the One Stop service Sidoarjo district initiated an innovation, namely, Single Submission Online program (OSS). Innovation Online Single Submission (OSS) program is the latest innovation of the government in attempting integrated licensing services electronically. The purpose of this study was to describe innovation Single Submission Online (OSS) program. This type of research is descriptive qualitative approach. The theory used in this study there is the theory of the formation process of innovation proposed by Arundel, Bloch and Ferguson (2019), which has six (6) indicators, among others, Governance and Innovation, Sources of Ideas for Innovation, Innovation Culture, Capabilities and Tools, Objective, Outcomes, Drivers, and Obstacles, and Collecting Data Innovation for Single Innovations. Data was collected through interviews, observation and documentation. The data analysis is carried out by data reduction, data presentation and conclusion. The results showed that innovation Single Submission Online (OSS) program has been running well and in accordance with the applicable procedures. Governance and Innovation program in accordance with the PP Number 24 Year 2018 Source of Innovation contained ideas and suggestions from employees and the community for program sustainability. A culture of innovation in the Single Submission Online (OSS) program is an integrated serviceselectronically, so as to facilitate the community in providing business licensing. Abilities and Tools Single Submission Online (OSS) program qualified enough, however, there is a shortage of staff. While Objectives, Results, Drivers and Barriers, the purpose of the establishment of the Single Submission Online program (OSS) is to facilitate entrepreneurs in getting business permits, there are also obstacles such as a server that is frequently down and error. Innovation in collecting data for a single innovation, the office of service Independent OSS and OSS Lounge for Single Submission Online sustainability (OSS) program.Keyword: Innovation, Business Licensing, Online Single Submission (OSS

    MANAJEMEN STRATEGI DALAM PENGEMBANGAN OBYEK WISATA BUKIT KAPUR JEDDIH MADURA (Studi pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangkalan)

    Full text link
    AbstrakBukit Kapur Jeddih Bangkalan merupakan objek wisata dengan jenis perpaduan antara wisata alam dan wisata buatan. Hal ini dikarenakan yang menjadi daya tarik utamanya adalah sebuah ornamen-ornamen sisa penambangan yang dapat dikategorikan sebagai buatan manusia, serta keindahan panorama bukit kapur dan pemandangan disekitarnya yang tergolong sebagai keindahan alam. Tujuan dari penelitian ini ada untuk mendeskripsikan tentang manajemen strategi dalam pengembangan obyek wisata. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini ada teori proses pengembangan pariwisata menurut Suwontoro (2004) yang memiliki 5 indikator yaitu Objek atau Daya Tarik Wisata, Sarana Wisata, Prasarana Wisata, Tata Laksana atau Infrastruktur, dan Masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara,observasi dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan adalah reduksi data,penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi proses pengembangan pariwisata yang sudah dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangkalan adalah adanya pengembangan desa Jeddih. Pada desa Jeddih sendiri juga mengembangkan wisata Bukit Kapur Jeddih sebagai salah satu icon Kabupaten Bangkalan. Dengan adaya objek wisata Bukit Kapur Jeddih ini yang kemudian memotivasi dan memunculkan ide-ide baru terhadap masyarakat sekitar desa Jeddih untuk membuka suatu peluang usaha seperti membuka warung atau kios pusat oleh-oleh di sekitar objek wisata Bukit Kapur Jeddih. Saran dan masukan yang diberikan salah satunya adalah dengan dibangunnya sebuah pos keamanan sehingga pengunjung yang datang tidak merasa khawatir pada saat melintasi akses tersebut dan Perlu adanya penambahan fasilitas umum demi kenyamanan pengunjung wisata Bukit Kapur Jeddih yang sangat perlu diperhatikan.Kata Kunci : Manajemen Strategi,Pengembangan Objek Wisata, Bukit Kapur Jeddih AbstractKapur Bukit Jeddih Bangkalan is a tourist attraction with a blend of nature and artificial tourism. This is because the main attraction is an ornament from mining which can be categorized as man-made, as well as the beauty of the limestone hill panorama and the surrounding scenery that is classified as natural beauty. The purpose of this study is to describe the management of strategies in the development of attractions.This type of research is descriptive with a qualitative approach. The theory used in this research is the theory of the process of tourism development according to Suwontoro (2004) which has 5 indicators namely Tourism Objects or Attractions, Tourism Facilities, Tourism Infrastructure, Governance or Infrastructure, and Society. Data collection techniques are done through interviews, observation and documentation. Data analysis was performed by data reduction, data presentation and conclusion drawing.The results showed that the tourism development process strategy that had been carried out by the Bangkalan District Culture and Tourism Office was the development of the Jeddih village. In the village of Jeddih itself also develops Japurih Kapur Hill tourism as one of the Bangkalan Regency icons. With this Bukit Kapur Jeddih attraction, this then motivates and brings up new ideas for the community around the Jeddih village to open a business opportunity such as opening a stall or souvenir center stalls around the Bukit Kapur Jeddih attraction. One of the suggestions and suggestions given is the construction of a security post so that visitors who come do not feel worried when crossing the access and the need for additional public facilities for the convenience of visitors to the Bukit Kapur Jeddih tour that really needs to be considered.Keywords: Strategy Management, Tourism Object Development, Japurih Limeston

    PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN PEER TEACHING GUNA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN MESIN BUBUT DI KELAS XI JURUSAN TEKNIK MESIN SMK AHMAD YANI PROBOLINGGO

    Full text link
    Rizky Fathur Rahman S1 Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya [email protected] Dewanto Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya [email protected] Abstrak Guru merupakan faktor penting dalam meningkatkan kemajuan belajar siswa dan diharapkan kreatif dalam memilih dan menerapkan metode pembelajaran sehingga tidak terkesan monoton. Penelitian ini memilih menggunakan metode pembelajaran Peer Teaching (tutor teman sebaya) yang dikhususkan pada mata pelajaran mesin bubut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan metode Peer Teaching dapat meningkatkan respon siswa dan hasil belajar siswa kelas XI Jurusan Teknik Mesin di SMK Ahmad Yani Probolinggo melalui penerapan metode tersebut khususnya pada mata pelajaran Mesin Bubut. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan di SMK Ahmad Yani Probolinggo dengan subjek 24 siswa kelas XI Jurusan Teknik Mesin. Pada penelitian ini dilakukan sebanyak dua siklus. Pada siklus I peneliti melakukan Pretest dan merefleksi untuk dilakukanya perbaikan pada siklus II. Pada siklus II dilaksanakan Postest untuk mengetahui respon siswa dan peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkanya metode pembelajaran Peer Teaching. Hasil analisis data menunjukan bahwa respon dan hasil belajar siswa saat pembelajaran setelah diterapkanya metode ini menjadi lebih baik. Dengan merefleksi siklus I dan II didapatkan rata-rata dari keseluruhan aspek sebasar 62,5% dan mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 81,5%, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran Peer Teaching mampu meningkatkan respon siswa dan hasil belajar siswa di SMK Ahmad Yani Probolingo kelas XI pada mata pelajaran mesin bubut. Kata Kunci: Metode Peer Teaching, Mata Pelajaran Mesin Bubut, Hasil Belaja

    KEEFEKTIFAN MEDIA KOMIK UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN MOTIF MEMILIH JAJANAN SEHAT SISWA SDN SUMBERAGUNG 1 PLAOSAN MAGETAN

    Full text link
    Abstrak Media komik merupakan media yang berbentuk susunan gambar sesuai tujuan dan memiliki filosofi sehingga mampu menyampaikan isi cerita kepada pembaca. Media jenis komik edukasi yang digunakan menjelaskan tentang jajanan sehat. Jajanani sehati adalah makanan/minumani siap santap bebas dari cemaran fisik, kimiawi, dan biologis yang diperjualbelikan di tempat umum. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh deskripsi : 1) Keefektifan media komik untuk meningkatkan pengetahuan dan motif memilih jajanan sehat siswa SDN Sumberagung 1, 2) Aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran tentang jajanan sehat di SDN Sumberagung 1 dengan media komik. Jenisi penelitiani inii adalahi quasi experiment.aDesain penelitian yangLdigunakan one grup pre testi post Itest. Data dikumpulkan dengan teknik tes, angket, dan observasi. Teknik tes untukamemperoleh data kuantitatif pengetahuan, angket untukamemperolehi dataakuantitatif motif, sedangkan teknik observasi untuk memperoleh data kualitatif aktivitasi siswai dalam pembelajaran dengan media komik. Analisis data beda skor pengetahuan dilakukan dengan uji beda (uji t) dan analisis data motif dilakukan dengan chi squaree. Hasil penelitian menunjukkani bahwa1) Peningkatan pengetahuan siswa sebesar 25,58 dengan nilai signifikan (p) sebesar 0,000 karena p < 0,05, dan peningkatan motif siswa sebesar 19,71%, dengan nilai signifikan (p) yaitu 0,000 karena p < 0,05. 2) Rata-rata aktvitas siswai sebesar 81,25% yang menunjukkan bahwa siswa sangat aktif selama pembelajaran. Hal tersebut menunjukkan penggunaan media komik efektif sebagai media pembelajaran tentang memilih jajanan sehat untuk siswa SDN Sumberagung 1 Plaosan Magetan. Kata Kunci: Jajanan sehat, Media Komik, Keefektifan. Abstract Comic media is media in the form of arrangement of images according to purpose and has a philosophy so that it can deliver the story contents to the reader. Media type of educational comic in which explains about healthy snacks. Healthy snacks are ready-to-eat foods or drinks that are free from physical, chemical and biological contamination that are traded in public places. The purpose of this study was to obtain a description of 1) The effectiveness of comic media to increase knowledge and motives for choosing healthy snacks for SDN Sumberagung students 1, 2) Student activities during learning activities about healthy snacks at SDN Sumberagung 1 with comic media. This type of research used a quasi experiment. The study design used one group pre test post test. Data collected by test, questionnaire, and observation techniques. Test techniques to obtain quantitative data of students knowledge, questionnaire to obtain quantitative data of motives, while observation techniques to obtain qualitative data on student activities in learning with comic media. Data analysis of different scor of knowledge is processed by different tests (t test) and motives is processed by chi square. Thisi researchi was conductedi too determinei the effectivenesss toi healthy snacks comic media as learning media. The results showed that there was an 1) Increase in students knowledge by 25.58 with significant value (p) 0,000 because p < 0,05, and increase in motives by 19.71% with significanti valuei (p) 0,000, because p,<,0,05. 2) An average student activity of 81, 25% which shows that students are very active during learning. This shows that the used of comics as a learning media in choosing healthy snacks for SDN Sumberagung 1 Plaosan Magetan students is effective.. Keywords: Healthy snacks, Comic Media, Effectivenes

    PERKEMBANGAN RAGAM HIAS DAN WARNA TENUN IKAT BANDAR KIDUL KOTA KEDIRI JAWA TIMUR

    Full text link
    Penelitian inixbertujuan untuk mengetahui ragam hias dan warna serta makna dari ragam hias dan warna pada Tenun Ikat Bandar Kidul Kota Kediri Jawa Timur. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriftif kualitatif, dan menggunakan metode wawancara, dokumentasi dan observasi untuk pengumpulan datanya. Penelitian Deskriftif Kualitatif menggambarkan, menguraikan, menjelaskan dan menerangkan perkembangan ragamxhias dan warna Tenun Ikat Bandar Kidull Kota Kediri Jawa Timur. Informan dalam penelitian ini merupakan pemilik Kerajinan Tenun Ikat Medali Mas, Kodok Ngorek dan cabang dari Kodok Ngorek yaitu A’am Putra. Kemudian dari pihak pemerintahan yaitu Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja bidang UMKM serta Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga. Hasil mengenai ragam hias yang dilakukan berdasarkan penelitian ini terdiri dari ragam hias geometris, flora maupun fauna. Ragam hias dari Tenun Ikat Bandar Kidul ini diambil berdasarkan kebudayaan yang ada di Kota Kediri, lingkungan sekitar dan ragam hias buatan yang di desain khusus untuk memenuhi permintaan dari konsumen (Custom). Ragam hias dari tenun ikat Bandar Kidul adalah ragam hias Tirto, Wajik, Ceplok, Kembang Gunung Kelotok, Setia Hati, Genitri, Bunga Salju, Busur Bima, Kupu-kupu, dan Ombak Berantas. Begitu pula dengan warna, tenun ikat Bandar Kidul Kota Kediri mempunyai beraneka ragam warna. Namun, warna yang sering digunakan pada Tenun Ikat Bandar Kidul adalah warna merah, hitam, biru, ungu dan hijau. Ragam hiasxdan warna yang digunakan pada tenun ikat Bandar Kidul mempunyai pesan moral serta makna harapan supaya masyarakat bisa hidup dengan memberikan kedaimaian dan bermanfaat bagi masyarakat yang lainnya

    PENGEMBANGAN MODUL PADA KOMPETENSI PEMBUATAN BUSANA RUMAH SISWA KELAS XI-TATA BUSANA-3 SMKN 2 BOYOLANGU

    Full text link
    Modul adalah bahan ajar yang disajikan secara terstruktur sehingga pembaca dapat dengan mudah memahami materi tanpa bantuan orang lain atau pengajar. Sebagai bahan ajar yang dapat dipelajari dengan mandiri, modul diharapkan dapat membantu peserta didik lebih mandiri dan aktif dalam pembuatan busana rumah tanpa bertanya dengan guru. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui kelayakan modul busana rumah untuk peserta didik kelas XI Tata Busana 3 di SMKN 2 Boyolangu Tulungagung, 2) mengetahui hasil belajar ranah psikomotor setelah diterapkan modul. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development atau R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Subyek penelitian yang dituju adalah peserta didik kelas X1 Tata Busana 3 SMKN 2 Boyolangu dengan jumlah peserta didik 35. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu angket dan tes. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar instrumen angket kelayakan modul dan lembar penilaian psikomotor. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif.Hasil penelitian menyatakan bahwa, 1) kelayakan modul mencapai skor rerata 4.01 dengan kategori sangat layak, 2) hasil belajar peserta didik dengan penerapan modul mencapai ketuntasan klasikal sebesar 89% dengan kategori baik

    Aturan Penggunaan Becak Tradisional di Kota Surabaya

    No full text
    Becak Tradisional adalah salah satu kendaraan tidak bermotor yang masih bertahan dalam melakukan pengangkutan bagi masyarakat khususnya didaerah pedesaan dan beberapa kawasan di perkotaan. Pada kawasan perkotaan khususnya seperti di mall, alun-alun dan pasar kota, keberadaan becak tradisional yang tanpa ada pengaturan sering mengganggu aktivitas lalu lintas disekitarnya. Selain karena menjadi salah satu faktor dari kemacetan yang ada di lalu lintas, pengoperasian becak tradisional dalam mengangkut barang dan orang juga tidak memiliki batasan angkut yang jelas. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan tidak memberikan pengaturan secara spesifik terkait beroperasinya becak tradisional. Hal itulah yang menyebabkan terjadinya kekosongan norma. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami bagaimanakah pengaturan becak tradisional setelah keluar  Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 Tentang Angkutan Jalan berkaitan dengan Kota Surabaya yang tidak memiliki perda tentang kendaraan tidak bermotor. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conseptual approach). Jenis bahan hukum yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Teknik pengumpulan bahan hukum dengan menggunakan teknik studi kepustakaan. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini yakni dengan menggunakan metode perskriptif. Hasil pembahasan dalam skripsi ini menunjukan bahwa dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 Tentang Angkutan Jalan belum memberikan pengaturan secara spesifik terhadap beroperasinya becak tradisional. Materi-materi pasal yang ada pada Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 hanya menjelaskan landasan umum beserta kelengkapannya terhadap beroperasinya angkutan umum. Pengaturan tentang becak tradisional sangat mendesak untuk diatur mengingat keberadaan becak tradisional masih ada dan dipergunakan sebagai kendaraan umum. Kesimpulannya penerbitan pengaturan terhadap becak tradisional perlu untuk segera dilakukan oleh pemerintah serta membuatkan suatu lembaga khusus transportasi becak agar semakin tertib dan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Kata Kunci: Becak Tradisional, pengangkuta

    PROBLEMATIK YURIDIS KEWENANGAN WAKIL MENTERI DI INDONESIA

    No full text
    Berdasarkan Undang-undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (selanjutnya disebut  UU Kementerian Negara) merupakan pengaturan lebih lanjut mengenai ketentuan Pasal 17 Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang dalam Pasal 10 disebutkan mengenai pengangkatan Wakil Menteri. Pengangkatan Wakil Menteri merupakan hak prerogratif Presiden yang bertujuan untuk membantu Menteri dalam penyelenggaraan urusan Kementerian pada Kementerian tertentu. Pengangkatan Wakil Menteri menimbulkan kekaburan hukum dikarenakan terdapat permasalahan yaitu mengenai kewenangan dan pertanggungjawaban Wakil Menteri. Kewenangan Wakil Menteri yang disebutkan dalam Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2012 Tentang Wakil Menteri menjadi sangat luas. Sementara itu, di Pasal 10 UU Kementerian Negara menyebutkan posisi Wakil Menteri diperlukan apabila pada Kementerian tertentu terdapat beban kerja yang membutuhkan penanganan secara khusus. Mengenai pertanggungjawaban Wakil Menteri diatur dalam Pasal 1 Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2012 Tentang Wakil Menteri yang disebutkan bahwa Wakil Menteri bertanggungjawab kepada Menteri namun Wakil Menteri diangkat oleh Presiden. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami kewenangan serta bentuk dan mekanisme pertanggungjawaban Wakil Menteri dalam urusan penyelenggaraan Kementerian. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statue approach) dan pendekatan konsep (conseptuan approach). Jenis bahan hukum yang digunakan terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekuder, dan bahan non hukum. Teknik pengumpulan bahan hukum dengan menggunakan studi kepustakaan. Teknik analisis bahan hukum yaitu dengan menginterventarisasi serta mengelompokkan bahan hukum serta mengidentivikasi fakta hukum untuk menjawab isu hukum dengan penafsiran hukum. Berdasarkan penelitian jika ditafsirkan dengan metode interprestasi dapat disimpulkan bahwa jabatan Wakil Menteri bukanlah jabatan yang strategis karena Wakil Menteri merupakan subordinasi Menteri yang dimana kewenangan utama tetap berada di tangan Menteri. Pertanggungjawaban Wakil Menteri dalam penyelenggaraan urusan kementerian yaitu menyampaikan laporan hasil pelaksanaan tugasnya kepada Menteri yang selanjutnya akan dipertanggungjawabkan Menteri kepada Presiden.  Kata Kunci : Wakil Menteri, Kewenangan Wakil Menteri, Pertanggungjawaban Wakil Menter

    PENEGAKAN HUKUM PASAL  4 AYAT (1) UNDANG - UNDANG NOMOR 44 TAHUN 2008 TENTANG PORNOGRAFI OLEH POLRESTABES SURABAYA

    No full text
    Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi dengan maraknya kasus pemerkosaan dan tindakan asusila baik dilakukan oleh orang dewasa maupun anak dibawah umur di Kota Surabaya. Maraknya kasus tersebut disebabkan oleh banyaknya beredar gambar dan cerita yang berbau porno baik dari media cetak maupun media online. Beredarnya secara luas hal – hal yang berbau porno tersebut menjadi faktor utama terjadinya kasus pemerkosaan ataupun tindakan asusila, dalam undang-undang nomor 44 tahun 2008 pasal 4 tentang pornografi dijelaskan tentang bagaimana pornografi dilarang keras. Larangan tersebut tidak menjadi penghalang bagi pelaku tindak pidana pornografi. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana upaya preventif, dan upaya represif, serta hambatan Polrestabes Surabaya dalam menegakkan pasal 4 ayat (1) Undang - Undang Pornografi. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis sosiologis. Data dikumpulkan dengan wawancara langsung dengan polisi di Polrestabes Surabaya dan Pedagang di sepanjang jalan Semarang. Data dianalisis secara deskriptif dan kualitatif untuk menjelaskan dan mendeskripsikan penegakan hukum tentang pornografi di Polrestabes Surabaya serta hambatannya. Penegakan hukum pornografi secara preventif yang dilakukan oleh Polrestabes Surabaya adalah memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahayanya tindak pidana pornografi, polisi juga bekerjasama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Pemerintah Kota Surabaya, Komando Rayon Militer (Koramil), dan Kelurahan untuk menegakkan Undang – Undang Pornografi. Sedangkan untuk tindakan represif yang dilakukan oleh Polrestabes Surabaya sudah sesuai dengan KUHAP. Hambatan yang ditemukan adalah kurangnya kesadaran hukum masyarakat terhadap pornografi, keterbatasan sumber daya manusia Polrestabes Surabaya, dan minimnya fasilitas teknologi milik Polrestabes Surabaya.   Kata Kunci : Penegakan Hukum, Tindak Pidana Pornografi, Media Ceta

    22,790

    full texts

    27,357

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Jurnal Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!