Jurnal Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya
Jurnal Mahasiswa Universitas Negeri SurabayaNot a member yet
27357 research outputs found
Sort by
Tindak Tutur Ilokusi Direktif dalam Anime D-frag Episode 1-12 Karya Tomoya Haruno
ext-transform: none; white-space: normAbstrakBahasa sebagai alat komunikasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam sebuah terjadinyainteraksi. Dalam interaksi tersebut menghasilkan sebuah peristiwa tutur. Peristiwa tutur tersebut masukdalam kajian tindak tutur. Salah satu jenis tindak tutur adalah tindak tutur ilokusi direktif, yaitu penuturmenginginkan sesuatu terhadap lawan tutur. Dengan adanya penelitian ini dapat memberi wawasan dimasyarakat tentang tindak tutur ilokusi direktif.Tujuan dari penelitian ini ada dua, yang pertama menjelaskan jenis tindak tutur ilokusi direktifdalam anime D-frag episode 1-12 karya Tomoya Haruno dan yang kedua perubahan bentuk kata kerja padatuturan ilokusi direktif. Untuk menjawab rumusan masalah pertama menggunakan teori Searle, sedangkanteori bahasa Jepang menggunakan teori Namatame. Dan untuk menjawab rumusan masalah yang keduamenggunakan teori Dedi Sutedi. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif.Hasil penelitian rumusan masalah pertama adalah terdapat 4 jenis tindak tutur ilokusi direktif yaitumenyuruh 手を洗え , memohon 閉めてください , menyarankan 辞めたほうがいいですよ danmenantang 勝てるかな. Hasil penelitian rumusan masalah kedua adalah perubahan bentuk kata kerja padatuturan ilokusi direktif, yaitu ilokusi direktif menyuruh menggunakan pola meirei, ilokusi direktifmemohon menggunakan pola V~てください, ilokusi direktif menyarankan menggunakan pola ~たほうがいいと思う , ilokusi direktif menantang menggunakan pola kanoukei+かな.Kata Kunci: Tindak tutur, ilokusi direktif, perubahan bentuk kata kerja, anime D-fragAbstractLanguage is a tool of communication has a very important role in a interaction. In interaction therewas a speech act. Speech act is included in the speech act study. One type of speech act is directive speechact, directive speech act is the speaker want something with the opponent. For the future with this research,can provide insight into the society about directive speech acts.There is two purpose in this research, first to describe directive speech act in anime D-fragmentsepisodes 1 -12 by Tomoya Haruno and second verb change in directive speech acts. To answer the firstproblem use the Searle’s theory, and the theory in Japanese uses Namatame's theory. To answer the secondproblem use the Dedi Sutedi’s theory. This type of research is descriptive qualitative research.The first result in the first problem is there are 4 types of directive speech acts, that is order(手を洗え), beg(閉めてください), suggest(辞めたほうがいいですよ ), and challenge(勝てるかな).The second result in the second problem is directive speech acts ordered use the meirei pattern,directive speech acts beg use the V~てください pattern, directive speech acts suggest use the ~たほうがいいと思う pattern, and directive speech acts challenge use the kanoukei+かな pattern.Keywords: Speech Act, Directive Speech Act, Verb Change, Anime D-fragment
UNFORCED ERROR DAN ERROR ATLET PB. FIFA SIDOARJO KATEGORI TUNGGAL TARUNA PUTRA SISTEM SETENGAH KOMPETISI
Olahraga merupakan aktivitas fisik yang dilakukan oleh manusia sejak lama untuk mendapatkan manfaat kebugaran jasmani. Bulutangkis merupakan permainan yang bersifat individual yang dapat dilakukan dengan cara satu lawan satu orang atau dua orang melawan dua orang. Didalam Olahraga bulutangkis terdapat beberapa teknik pukulan dasar seperti, Serve, Lob, dropshot, smash, drive, netting, bagi atlet pemula dasar teknik tersebut wajib diketahui dan dikusai pada saat melakukan latihan agar mendapatkan hasil yang maksimal pada saat pertandingan.Dalam dunia bulutangkis ada dua kesalahan yang di dapat di timbulkan yang dapat menyebabkan kerugian dalam pertandingan yaitu kesalahan yang di timbulkan atas dasar pemain itu sendiri (Unforced error) dan kesalahan yang di timbulkan atas dasar disebabkan oleh tekanan lawan (Error). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase unforced error dan error yang dilakukan oleh atlet tunggal taruna putra PB. FIFA Sidoarjo yang memenangkan pertandingan dan yang mengalami kekalahan kategori tunggal taruna putra.Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan rekaman video langsung dengan menggunakan sistem babak setengah kompetisi di Gor Fifa Sidoarjo. Dari penelitian tersebut menghasilkan data jenis pukulan net forehand 33%, net backhand 20 %, Dropshot forehand 13%, dropshot backhand 6%, smash forehand 6%, serve backhand 4%, lob backhand 4%, lob forehand 4%, drive forehand 4%, drive backhand 3%, serve forehand 2% smash backhand 1%. Sementara pada jenis pukulan Error forehand dan backhand paling banyak dilakukan atau banyak dominan mati pada area net backhand 19%, net forehand 16%, smash backhand 14%, lob forehand 13%, dropshot forehand 9 %, smash forehand 9%, lob backhand 5%, dropshot backhand 5%, drive backhand 5%, drive forehand 3%, serve backhand 1%, serve forehand 0%
Evaluasi Kecepatan Tendangan Depan Pada Atlet Pencak Silat Kategori Tanding (Studi Pada Atlet PPLP Pencak Silat Jawa Timur)
Pencak silat merupakan seni bela diri asli yang berasal dari indonesia, pencak silat memiliki beberapa teknik dasar, salah satunya adalah tendangan depan, dengan sasaran ulu hati dan mengarah kedepan. Di dalam pertandingan, tendangan depan yang cepat dan dapat mengenai target atau lawan akan mendapatkan poin. Ketika atlet memiliki tendangan depan yang cepat akan lebih bermanfaat karena tidak mudah dijatuhkan atau mendapat jatuhan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kecepatan tendangan depan Pencak Silat dengan sampel yang digunakan adalah atlet Pencak Silat di PPLP Jawa Timur dengan 4 atlet pria dan 4 wanita menggunakan kaki kanan dan kaki kiri. Penelitian ini menggunakan teknik penelitian kuantitatif deskriptif dengan metode survei dan teknik pengolahan data menggunakan tes.Studi ini menunjukkan bahwa rata-rata atlet pria untuk tendangan depan kanan dan kiri dengan 3 atlet (75%) termasuk dalam kategori penilaian "Sangat Kurang" dan 1 atlet (25%) dalam kategori penilaian "Kurang". Atlet wanita dengan 3 atlet menggunakan tendangan depan kanan (75%) dimasukkan dalam kategori penilaian "Kurang" dan 1 atlet (25%) dalam kategori penilaian "Sangat Kurang", sedangkan 3 atlet menggunakan tendangan depan kiri (75%) adalah termasuk dalam kategori penilaian "Sangat Kurang" dan 1 atlet (25%) dalam kategori penilaian "Kurang".Sehingga dapat disimpulkan bahwa rata-rata tendangan depan Pencak Silat dari PPLP Jawa Timur untuk atlet pria menggunakan tendangan kanan dan kiri berada dalam kategori "sangat kurang", atlet wanita dengan rata-rata tendangan kanan ke dalam kategori "kurang", sedangkan tendangan kiri rata-rata termasuk dalam kategori "sangat kurang".Kata kunci : Evaluasi, Tendangan Depa
SURVEI PELAKSANAAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) PADA SMA/SMK DI KOTA SURABAYA
Abstrak Usaha Kesehatan Sekolah merupakan bagian program kesehatan yang ditujukan untuk anak yang berada di sekolah. Usaha kesehatan sekolah sebagai upaya melaksanakan pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat yang terpadu. Diadakannya usaha kesehatan sekolah diharapkan dapat menanamkan, menumbuhkan, dan mengembangkan prinsip hidup sehat ke dalam kehidupan sehari – hari. Alasan adanya usaha kesehatan sekolah adalah anak usia sekolah masih taraf pertumbuhan dan perkembangan sehingga masih mudah untuk dibimbing.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) SMA/SMK di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan secara akurat tentang populasi yang diteliti. Desain penelitian menggunakan penelitian non – eksperimen dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan dengan angket Health Promoting School Observation Sheets For High School dan wawancara. Populasi penelitian ini adalah SMA dan SMK di Kota Surabaya yang menggunakan sampel 5 Sekolah Menengah Atas Negeri, 5 Sekolah Menengah Atas Swasta, dan 5 Sekolah Menengah Kejuruan. Analisis data menggunakan persentase.Berdasarkan hasil penelitian pelaksanaan usaha kesehatan sekolah SMA dan SMK di Kota Surabaya menjelaskan bahwa untuk program pendidikan kesehatan terdapat 5 sekolah yang berada di strata minimal (33%), 3 sekolah yang berada di strata standar (20%), 2 sekolah yang berada di strata optimal (13%), dan 5 sekolah yang berada di strata paripurna (33%). Untuk program pelayanan kesehatan terdapat 13 sekolah yang berada di strata minimal (87%), 1 sekolah yang berada di strata standar (7%), dan 1 sekolah yang berada di strata optimal (7%). Untuk program pembinaan lingkungan sekolah sehat terdapat 14 sekolah yang berada di strata minimal (93%), dan 1 sekolah berada di strata standar (7%). Kata Kunci : Usaha kesehatan sekolah, SMA, SMK Abstract Health Promoting School is one of the school’s programs which is intended for students at school. Health promoting school is created for performing the health education and health services. So it could foster school’s integrated healthy environment. The existence of health promoting school is expected can embed, grow, and develop the principal of healthy lifestyle into daily life. The reason for the existence of a health promoting school is that school-age children are still at level of growth and development so that it is still easy to be guided.The study aims to find out the representation of the implementation of health promoting school senior high school/vocational high school in Surabaya City. This study uses descriptive with the aim to accurately describe the populational. The design of the study is non-experiment study using survey method. The data is gathered through questionnaire “Health Promoting School Observation Sheets For High School” and interview. The population of this study are senior high school and vocational high school in Surabaya City with the sample of 5 public senior high school, 5 private senior high school, and 5 vocational high school. The data is analyzed using percentage.The result of the study of the implementation of health promoting school in senior high school and vocational high school shows that for the health education program there is 5 schools in the minimum level (33%), 3 schools in the standard level (20%), 2 schools in the optimal level, and 5 schools in the perfect level (33%). For the health services program there are 13 schools in the minimum level (87%), 1 school in the standard level (7%), and 1 school in the optimal level (7%). For the fostering there are 14 schools in the minimum level (93%) and 1 school in the standard level (7%). Keywords : Health promoting school, Senior high school, Vocational high school
PENGEMBANGAN BOOKLET SELF EFFICACY KARIER UNTUK SISWA KELAS X TATA BUSANA SMK NEGERI 1 KASREMAN
Self efficacy karier berpengaruh terhadap minat, tujuan dan seleksi aktivitas penunjang karier pada siswa. Self efficacy karier juga sangat memengaruhi perencanaan karier pada siswa, sehingga kurangnya self efficacy karier dapat mengakibatkan peserta didik kebingungan dan kesulitan dalam perencanaan karier. Hal ini perlu untuk mendapat bantuan salah satunya dengan media untuk membantu siswa mengembangkan self efficacy karier. Tujuan penelitian ini ialah menghasilkan media berupa booklet self efficacy karier untuk membantu siswa memahami dan mengembangkan self efficacy karier sehingga dapat merencanakan karier sejak awal. Metode penelitian ini ialah penelitian pengembangan R&D dalam Sugiyono (2017). Penelitian pengembangan merupakan proses yang digunakan untuk menghasilkan suatu produk mulai dari merancang, mengembangkan dan menguji keefektifan produk yang dapat dimanfaatkan sebagai inovasi media dalam bidang pendidikan. Dalam penelitian ini dilakukan sampai tahap ke enam dari sepuluh tahap yaitu sampai uji coba pada kelompok kecil yang menghasilkan produk prototipe dengan alasan keterbatasan waktu, tenaga dan biaya dalam penelitian. Uji akseptabilitas dilakukan pada ahli materi, media dan calon pengguna (guru BK dan siswa). Hasil uji validasi ahli materi dan calon pengguna (guru BK) memperoleh nilai sebesar 0,68, hasil uji validasi ahli media memperoleh nilai sebesar 0,94, hasil uji validasi calon pengguna dengan nilai 81,66% yang masuk dalam kategori sangat sesuai dan sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa produk booklet self efficacy karier untuk siswa kelas X Tata Busana SMK Negeri 1 Kasreman memenuhi akseptabilitas. Hasil uji coba dalam kelompok kecil dengan pretest-posttest dengan analisis menggunakan wilcoxon memperoleh hasil Asymp.sig.(2-tailed) bernilai ρ = 0,018 yangmana lebih kecil dari nilai 0,05 sehingga dapat diputuskan bahwa Ha diterima artinya ada perbedaan tingkat self efficacy karier setelah penerapan booklet self efficacy karier. Sehingga dapat disimpulkan media booklet self efficacy karier dapat meningkatkan self efficacy karier siswa. Kata Kunci: pengembangan, booklet, self efficacy karier
HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DAN PERILAKU ASERTIF DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PESERTA DIDIK KELAS IX SMP NEGERI 34 SURABAYA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dan perilaku asertif dengan prokrastinasi akademik peserta didik kelas IX SMP Negeri 34 Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Analisis data yang digunakan adalah korelasi product moment dan korelasi multiple product moment. Hasil dari analisis data dari korelasi product moment antara kontrol diri dengan prokrastinasi akademik menunjukkan koefisien korelasi sebesar -0,698 dan taraf sigifikansi sebesar 0,000, perilaku asertif dengan prokrastinasi akademik sebesar -0,442 dan dan taraf sigifikansi sebesar 0,000 serta kontrol diri dengan perilaku asertif sebesar 0,719 dan taraf sigifikansi sebesar 0,000. Hasil analisis data dari korelasi multiple product moment secara bersama-sama antara ketiga variabel menunjukkan hasil koefisien korelasi sebesar 0,703 dan taraf sigifikansi sebesar 0,000 yang menunjukkan bahwa kontrol diri dan perilaku asertif secara bersama sama berhubungan dengan variabel prokrastinasi akademik dengan hubungan yang kuat. Koefisien determinasi sebesar 0,495 memiliki arti bahwa variabel kontrol diri dan variabel perilaku asertif secara bersamasama memberikan pengaruh sebesar 49,5% terhadap prokrastinasi akademik, sedangkan untuk sisanya yaitu 50,5% dapat dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian ini. Kata Kunci: Kontrol Diri, Perilaku Asertif, Prokrastinasi Akademi
Pengaruh Pelatihan Positive Self-talk terhadap Peningkatan Konsentrasi pada Atlet Taekwondo
AbstrakKonsentrasi adalah kemampuan untuk memusatkan perhatian dan pikiran hanya pada informasi yang penting bagi kesuksesan performanya dalam pertandingan. Konsentrasi termasuk dalam salah satu aspek yang utama bagi seorang atlet, maka untuk dapat memiliki kemampuan konsentrasi yang baik diperlukan teknik latihan mental, yaitu salah satunya dengan melakukan Positive Self-talk. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan Positive Self-talk terhadap konsentrasi. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian ini merupakan atlet Taekwondo berjumlah 7 orang. Hasil penelitian menunjukkan hipotesis yang menyatakan “terdapat pengaruh pelatihan Positive Self-talk terhadap Peningkatan Konsentrasi Pada Atlet Taekwondo” diterima. Peneliti melihat dari hasil perhitungan Paired Sampling t-Test menunjukkan bahwa p < 0,05 dimana nilai p adalah 0,033. Jadi H0 ditolak yang berarti ada pengaruh pelatihan Self-talk terhadap konsentrasi pada atlet Taekwondo. Kata kunci: Positif, Self-talk, Konsentrasi, Eksperimen Abstract Concentration is the ability to focus attention and thought only on information that is important for the success of its performance in a match. Concentration is included in one of the main aspects for an athlete, so to be able to have good concentration skills mental training techniques are needed, one of which is by doing Positive Self-talk.The purpose of this study was to determine the effect of Positive Self-talk training on concentration. The research method used was a quasi experiment with one group pretest-posttest design. The subjects of this study were 7 Taekwondo athletes. The results showed the hypothesis that "there was an effect of Positive Self-talk training on Increasing Concentration in Taekwondo Athletes" was accepted. Researchers see the results of the calculation of Paired Sampling t-Test showed that p <0.05 where the value of p is 0.033. So H0 is rejected which means there is an effect of Self-talk training on concentration in Taekwondo athletes. Keywords: Positive, Self-talk, Concentration, Experiment
CAK-CAKANE TRADHISI SEPASARAN BAYI ING DESA TANEN LAN DESA JABALSARI, TULUNGAGUNG (TINTINGAN ETNOLOGI BUDAYA)
ABSTRAK Tradhisi Sepasaran Bayi (TSB) iki ditindakake saben ana bayi lair lan nalika bayi kuwi wis umur limang dina utawa wis pupak pusere. TSB iki kalebu folklor setengah lisan kang tuwuh lan ngrembaka ana ing desa Tanen lan desa Jabalsari. Underan panliten iki yaiku 1) Kepriye tatalaku TSB ing desa Tanen lan ing Desa Jabalsari kabupaten Tulungagung, 2) Kepriye ubarampe TSB ing desa Tanen lan ing Desa Jabalsari kabupaten Tulungagung, 3) Kepriye makna tatalaku lan ubarampe kang ana ing TSB ing desa Tanen lan ing Desa Jabalsari kabupaten Tulungagung, 4) Kepriye bedane antarane TSB ing desa Tanen lan ing Desa Jabalsari kabupaten Tulungagung, lan 5) Kepriye upaya palestarian TSB ing desa Tanen lan ing Desa Jabalsari kabupaten Tulungagung. Ancase panliten TSB iki yaiku jlentrehake tatalaku, ubarampe, makna tatalaku lan ubarampe, bedane, lan upaya pelestarian TSB ing desa Tanen lan ing Desa Jabalsari kabupaten Tulungagung. Paedahe saka panliten iki yaiku nambahi kawruh ngenani tradhisi, nglestarekake kabudayan Jawa, kanggo dhokumentasi utamane TSB ing desa Tanen kecamatan Rejotangan lan ing desa Jabalsari kecamatan Sumbergempol kabupaten Tulungagung ing babagan kabudayan amrih tansah dijaga lan diuri-uri supaya bisa dimengerteni kabeh dhaerah saka sajabane desa Tanen lan desa Jabalsari. Panliten iki kalebu panliten kualitatif dheskriptif komparatif amarga dhata kang dikumpulake rata-rata awujud tetembungan kang tinulis utawa lisan kang diasilake saka asil observasi, wawancara, dhokumentasi lan kuisioner. Tatacara ngolah dhata yaiku wiwit saka transkripsi dhata, banjur nindakake keabsahan dhata, sawise iku nganalisis dhata wiwit saka nggolongake miturut golongane, banjur mriksa dhata kang cocog karo underaning panliten banjur menehi simpulan saka asil panliten. Asiling saka panliten iki nuduhake ngenani TSB kang kelebu salah sawijine ciri khas kabudayan dhaerah kang ana ing kabupaten Tulungagung wigati kang ana ing desa Tanen lan desa Jabalsari. TSB iki minangka wujud rasa syukur dhumateng Gusti Kang Maha Agung amargi sampun diparingi yoga lan ditindakake nalika bayi umur limang dina utawa wis pupak pusere. Wujud lan makna kang kinandut ing sajrone TSB ana loro, yaiku tatalaku lan ubarampe. Ubarampe ing TSB kang wajib ana yaiku cok bakal. Sajrone panliten iki uga nggunakake tintingan etnologi budaya kanthi nggunakake metodhe komparasi budaya. Wujud komparasi kang tuwuh ing TSB kaperang dadi rong aspek yaiku aspek kang padha lan aspek kang beda. Saliyane kuwi uga nuduhake ngenani upaya pelestarian saka TSB kang bisa ditindakake dening para masyarakat desa Tanen lan desa Jabalsari kanthi cara nindakake TSB saben ana bayi lair ing kulawargane, supaya bisa dikenalake marang masyarakat liya mligine para pemudha, amarga TSB iki kalebu tradhisi dhaerah kang dadi ciri khase dhaerah Tulungagung kang wis ngrembaka kanthi cara turun temurun. Tembung wigati: Tradhisi Sepasaran Bayi, Folklor, lan Etnologi Buday
KATRAPSILAN BASA ING TINDAK TUTUR ILOKUSI SAJRONE CECATURAN MASYARAKAT DESA PRIGI KECAMATAN KANOR KABUPATEN BOJONEGORO (TINTINGAN PRAGMATIK)
ABSTRAKPrinsip katrapsilan mujudake aturan utawa norma sosial kang gegayutan karo tindak tutur pawongan sajrone masyarakat kang kudu digatekake sajrone proses komunikasi. Prinsip katrapsilan nduweni nem maksim yaiku maksim kawicaksanan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksim kesederhanaan, maksim kecocogan, lan maksim kasimpaten. Maneka maksim kuwi nuduhake maneka wujud tindak tutur ilokusi kang digunakake dening pawongan. Tujuwan saka panliten iki yaiku supaya bisa meruhi tingkatan katrapsilan lan ora trapsilane basa kang digunakake masyarakat desa Prigi, Kanor, Bojonegoro. Teori kang digunakake ing panlitenn iki yaiku teori pragmatik. Tata cara ngumpulake dhata sajrone panliten iki nggunakake metodhe semak. Teknik dhasar metodhe semak mujudake anane teknik rekam lan teknik nyathet. Sumber dhata panliten iki yaiku cecaturan masyarakat. Dhata panliten disuguhake kanthi wujud teks arupa andharan saka tumindak cecaturan antarane panutur lan mitratutur. Asil panliten iki nuduhake yen kabeh prinsip katrapsilan kang ngandhut nem maksim lan pelanggaran prinsip katrapsilan ana ing cecaturan masyarakat desa Prigi, Kanor, Bojonegoro. Wujud maksim kang ditemokake yaiku maksim kawicaksanan kanthi tipe tuturan dhirektif lan tipe tuturan komisif. Maksim kedermawanan kanthi tipe tuturan dhirektif lan tipe tuuturan komisif. Maksim penghargaan kanthi tipe tuturan ekspresif lan tipe tuturan asertif. Maksim kesederhanaan kanthi tipe tuturan ekspresif. Maksim kecocogan kang nuduhake rasa cocoge panutur lan mitratutur. Maksim kasimpaten nggunakake tipe tuturan asertif lan ekspresif. Tembung Wigati : Prinsip Katrapsilan, Ilokusi, Masyarakat Bojonegoro
ANALISIS KESALAHAN PESERTA DIDIK SMA AL-MIZAN SURABAYA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA SISTEM PERSAMAAN LINEAR TIGA VARIABEL
Errors are mistakes made by students in finding solutions to problems. Errors made by students will result in learning outcomes. Based on the results of interviews with Mathematics teachers at Al-Mizan High School Surabaya, 35% of students in class X Sciences and 90% of students in class X Social Sciences experienced a remission on the SPLTV (Three Variable Linear Equation System) material. This research is a qualitative descriptive study that aims to describe the location and causes of errors of Al-Mizan Surabaya High School students in working on SPLTV story problems and developing solutions. Many research subjects are 4 people with the criteria of students indicated to make the most errors and varied. Data is collected by giving questions and interviews. Error analysis in this study uses the Newman’s Error Analysis (NEA) method. The results of this study indicate that students of class X Sciences of SMA Al-Mizan Surabaya experienced errors in reading questions (with indicators not finding, not explaining, or wrong in writing keywords in questions), transformation (with indicators unsuccessful in writing mathematical sentences of questions) , and process skills (with indicators unsuccessful in writing the correct solution according to procedure) in solving SPLTV story problems. The factors that cause the Al-Mizan Surabaya High School students to make mistakes are because they do not understand the meaning of the keywords, one of which is related to the word more than, not right in the algebraic arithmetic operations, and not focus on workmanship. The solution to these problems includes the teacher teaching how to identify which objects are larger or smaller and then by the difference of the number of two objects can be made a linear equation. Students are asked to interpret the questions correctly, students are expected to focus on working on the problems to avoid carelessness, the teacher teaching the prerequisite material from SPLTV. Keywords: Error, Newman’s Error Analysis, SPLTV