Jurnal Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya

Jurnal Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya
Not a member yet
    27357 research outputs found

    HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI DENGAN KETERIKATAN KARYAWAN PADA PERAWAT

    Full text link
    Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan keterikatan karyawan pada perawat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik korelasi yakni untuk mengetahui sejauh mana variabel bebas berhubungan dengan variabel terikat. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling yakni sampel memiliki kriteria dengan masa kerja minimal 2 tahun sehingga sampel yang memenuhi kriteria dalam penelitian ini adalah 32 perawat tetap. Pengukuran dalam penelitian ini menggunakan instrumen skala persepsi dukungan organisasi dan skala keterikatan karyawan. Analisis data yang diterapkan dalam penelitian ini adalah product moment correlation yang menghasilkan taraf signifikansi sebesar 0,000 (p>0,05) yang maknanya adalah terdapat hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan keterikatan karyawan. Koefisien korelasi dalam penelitian ini adalah 0,657 (r=0,657) yang menunjukkan kategori korelasi antara variabel persepsi dukungan organisasi dan keterikatan karyawan yang masuk dalam kategori kuat. Penelitian ini memiliki arah hubungan positif yang artinya semakin positif persepsi dukungan organisasi karyawan maka semakin tinggi keterikatan karyawan yang dimiliki. Hal ini berlaku sebaliknya, apabila persepsi dukungan organisasi yang dimiliki negatif maka semakin rendah keterikatan karyawan yang dimiliki oleh perawat.Kata Kunci : persepsi dukungan organisasi, keterikatan karyawan, perawa

    PENGARUH MEDIA PAPAN FLANEL ANGKA TERHADAP KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN PADA ANAK USIA 5 - 6 TAHUN DI TK KEMALA BHAYANGKARI 76 BABAT - LAMONGAN

    Full text link
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh media papan flanel angka terhadap kemampuan berhitung permulaan pada anak usia 5-6 tahun di TK Kemala Bhayangkari 76 Babat – Lamongan.Penelitian ini menggunakan pendekatandeskriptif kuantitatif dengan jenis Quasi Eksperimental Design.Sampel dalam penelitian ini adalah anak kelompok B dengan jumlah 16 anak di TK Kemala Bhayangkari 76 Babat – Lamongan.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Data yang terkumpul diuji dengan menggunakan Uji U yaitu Mann-Whithney U Test. Hasil analisismenunjukkan bahwa Thitung = 0 lebih kecil dari Ttabel dengan taraf signifikan 5% dengan N = 16 diperoleh Ttabel sebesar 13 (Thitung<Ttabel = 0<13) sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan media papan flanel angka pengaruh dalam kemampuan berhitung permulaan pada anak usia 5-6 tahun di TK Kemala Bhayangkari 76 Babat – Lamongan. Kata Kunci: berhitung permulaan, media papan flanel angka, anak kelompok B Abstract: This study is aimed to investigate the influence of the numeric board flanel media on the ability to count in the beginning in children aged 5-6 years at Kinergarten Kemala Bhayangkari 76 Babat - Lamongan.This research applied quantitative descriptive approach with Quasi Experimental Design. The sample in this study was 16 children of group B of kindergarten Kemala Bhayangkari 76 Babat - Lamongan. Data collection techniques applied observation and arrangement techniques. The data was analyzed by Mann-Whithney U Test. The researcher used the U test because the hypothesis set by the researcher used a comparative two independent samples with ordinal form data.The result shows that T value = 0 in which less than Ttable on significant level of 5% = 13 (T value<Ttable or 0 <13). Thus it can be concluded that there is positive and significant influence of thenumeric board flanel media usage in the initial numeracy ability in children aged 5-6 years in TK Kemala Bhayangkari 76 Babat - Lamongan. Keywords: beginning of numeracy, numeric board flanel media, kindegarte

    PENGARUH MEDIA PAPAN FLANEL ANGKA TERHADAP KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN PADA ANAK USIA 5 - 6 TAHUN DI TK KEMALA BHAYANGKARI 76 BABAT - LAMONGAN

    Full text link
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh media papan flanel angka terhadap kemampuan berhitung permulaan pada anak usia 5-6 tahun di TK Kemala Bhayangkari 76 Babat – Lamongan.Penelitian ini menggunakan pendekatandeskriptif kuantitatif dengan jenis Quasi Eksperimental Design.Sampel dalam penelitian ini adalah anak kelompok B dengan jumlah 16 anak di TK Kemala Bhayangkari 76 Babat – Lamongan.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Data yang terkumpul diuji dengan menggunakan Uji U yaitu Mann-Whithney U Test. Hasil analisismenunjukkan bahwa Thitung = 0 lebih kecil dari Ttabel dengan taraf signifikan 5% dengan N = 16 diperoleh Ttabel sebesar 13 (Thitung<Ttabel = 0<13) sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan media papan flanel angka pengaruh dalam kemampuan berhitung permulaan pada anak usia 5-6 tahun di TK Kemala Bhayangkari 76 Babat – Lamongan. Kata Kunci: berhitung permulaan, media papan flanel angka, anak kelompok B Abstract: This study is aimed to investigate the influence of the numeric board flanel media on the ability to count in the beginning in children aged 5-6 years at Kinergarten Kemala Bhayangkari 76 Babat - Lamongan.This research applied quantitative descriptive approach with Quasi Experimental Design. The sample in this study was 16 children of group B of kindergarten Kemala Bhayangkari 76 Babat - Lamongan. Data collection techniques applied observation and arrangement techniques. The data was analyzed by Mann-Whithney U Test. The researcher used the U test because the hypothesis set by the researcher used a comparative two independent samples with ordinal form data.The result shows that T value = 0 in which less than Ttable on significant level of 5% = 13 (T value<Ttable or 0 <13). Thus it can be concluded that there is positive and significant influence of thenumeric board flanel media usage in the initial numeracy ability in children aged 5-6 years in TK Kemala Bhayangkari 76 Babat - Lamongan. Keywords: beginning of numeracy, numeric board flanel media, kindegarte

    PENGARUH MEDIA PAPAN FLANEL ANGKA TERHADAP KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN PADA ANAK USIA 5 - 6 TAHUN DI TK KEMALA BHAYANGKARI 76 BABAT - LAMONGAN

    Full text link
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh media papan flanel angka terhadap kemampuan berhitung permulaan pada anak usia 5-6 tahun di TK Kemala Bhayangkari 76 Babat – Lamongan.Penelitian ini menggunakan pendekatandeskriptif kuantitatif dengan jenis Quasi Eksperimental Design.Sampel dalam penelitian ini adalah anak kelompok B dengan jumlah 16 anak di TK Kemala Bhayangkari 76 Babat – Lamongan.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Data yang terkumpul diuji dengan menggunakan Uji U yaitu Mann-Whithney U Test. Hasil analisismenunjukkan bahwa Thitung = 0 lebih kecil dari Ttabel dengan taraf signifikan 5% dengan N = 16 diperoleh Ttabel sebesar 13 (Thitung<Ttabel = 0<13) sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan media papan flanel angka pengaruh dalam kemampuan berhitung permulaan pada anak usia 5-6 tahun di TK Kemala Bhayangkari 76 Babat – Lamongan. Kata Kunci: berhitung permulaan, media papan flanel angka, anak kelompok B Abstract: This study is aimed to investigate the influence of the numeric board flanel media on the ability to count in the beginning in children aged 5-6 years at Kinergarten Kemala Bhayangkari 76 Babat - Lamongan.This research applied quantitative descriptive approach with Quasi Experimental Design. The sample in this study was 16 children of group B of kindergarten Kemala Bhayangkari 76 Babat - Lamongan. Data collection techniques applied observation and arrangement techniques. The data was analyzed by Mann-Whithney U Test. The researcher used the U test because the hypothesis set by the researcher used a comparative two independent samples with ordinal form data.The result shows that T value = 0 in which less than Ttable on significant level of 5% = 13 (T value<Ttable or 0 <13). Thus it can be concluded that there is positive and significant influence of thenumeric board flanel media usage in the initial numeracy ability in children aged 5-6 years in TK Kemala Bhayangkari 76 Babat - Lamongan. Keywords: beginning of numeracy, numeric board flanel media, kindegarte

    PENGARUH MEDIA PAPAN FLANEL ANGKA TERHADAP KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN PADA ANAK USIA 5 - 6 TAHUN DI TK KEMALA BHAYANGKARI 76 BABAT - LAMONGAN

    Full text link
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh media papan flanel angka terhadap kemampuan berhitung permulaan pada anak usia 5-6 tahun di TK Kemala Bhayangkari 76 Babat – Lamongan.Penelitian ini menggunakan pendekatandeskriptif kuantitatif dengan jenis Quasi Eksperimental Design.Sampel dalam penelitian ini adalah anak kelompok B dengan jumlah 16 anak di TK Kemala Bhayangkari 76 Babat – Lamongan.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Data yang terkumpul diuji dengan menggunakan Uji U yaitu Mann-Whithney U Test. Hasil analisismenunjukkan bahwa Thitung = 0 lebih kecil dari Ttabel dengan taraf signifikan 5% dengan N = 16 diperoleh Ttabel sebesar 13 (Thitung<Ttabel = 0<13) sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan media papan flanel angka pengaruh dalam kemampuan berhitung permulaan pada anak usia 5-6 tahun di TK Kemala Bhayangkari 76 Babat – Lamongan. Kata Kunci: berhitung permulaan, media papan flanel angka, anak kelompok B Abstract: This study is aimed to investigate the influence of the numeric board flanel media on the ability to count in the beginning in children aged 5-6 years at Kinergarten Kemala Bhayangkari 76 Babat - Lamongan.This research applied quantitative descriptive approach with Quasi Experimental Design. The sample in this study was 16 children of group B of kindergarten Kemala Bhayangkari 76 Babat - Lamongan. Data collection techniques applied observation and arrangement techniques. The data was analyzed by Mann-Whithney U Test. The researcher used the U test because the hypothesis set by the researcher used a comparative two independent samples with ordinal form data.The result shows that T value = 0 in which less than Ttable on significant level of 5% = 13 (T value<Ttable or 0 <13). Thus it can be concluded that there is positive and significant influence of thenumeric board flanel media usage in the initial numeracy ability in children aged 5-6 years in TK Kemala Bhayangkari 76 Babat - Lamongan. Keywords: beginning of numeracy, numeric board flanel media, kindegarte

    IMPLIKATUR CECATURAN SAJRONE FILM KARTINI

    Full text link
    Abstrak Implikatur cecaturan mujudake salah sawijine elmu pragmatik. Implikatur diperang dadi loro yaiku implikatur cecaturan umum lan implikatur cecaturan khusus. Adhedhasar andharan kasebut underane panliten yaiku: (1) Apa wae jinis implikatur cecaturan sajrone film Kartini, (2) Fungsi implikatur apa wae kang ana sajrone cecaturan film Kartini, (3) Makna implikatur apa wae kang ana sajrone cecaturan film Kartini. Jumbuh karo underane panliten kasebut, ancase panliten yaiku: (1) Ngandharake apa wae jinis implikatur cecaturan sajrone film Kartini, (2) Ngandharake apa makna implikatur cecaturan sajrone film Kartini, (3) Ngandharake apa wae fungsi implikatur kang ana ing sajrone cecaturan film Kartini. Teori kang digunakake yaiku Teorine Searle kang disengkuyung dening teorine Grice. Metodhe panliten iki gunakake metodhe deskriptif kualitatif. Sumber dhata panliten iki yaiku film Kartini. Dhata ing panliten iki dikumpulake kanthi cara transkrip cecaturan saka film dadi teks. Tatacara ngumpulake dhata yaiku kanthi cara nyemak, lan transkrip cecaturan. Tatacara nyuguhake dhata yaiku kanthi cara informal. Lan tatacarane njlentrehake dhata yaiku kanthi cara metodhe distribusional lan dheskriptif. Asile panliten kang wis ditindake yaiku nemokake jinis implikatur cecaturan kang tinemu yaiku implikatur pacaturan umum lan implikatur pacaturan khusus. Banjur fungsi implikatur ditemokake ana ing panliten iki yaiku fungsi implikatur asertif nyatakake, fungsi asertif nglaporake, fungsi implikatur ekspresif atur panuwun, fungsi implikatur ekspresif njaluk sepura, fungsi implikatur dhirektif mrintah, fungsi implikatur dhirektif takon, fungsi implikatur komisif janjeni, fungsi implikatur deklaratif paukuman. Tembung Wigati : Implikatur cecaturan, film Kartini, Jinis, Fungsi

    RASA SUMELANGE PARAGA UTAMA SAJRONE NOVEL NGENTENI REMBULAN NDHADHARI ANGGITANE YES ISMIE SURYAATMAJA (TINTINGAN PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD)

    Full text link
    Abstrak Masalah kapribaden iku mesthi dinduweni saben manungsa. Masalah kapribadene saben manungsa iku bisa uga rasa sumelang kang disandhang. Novel kanthi irah-irahan Ngenteni Rembulan Ndhadhari anggitane Yes Ismie Suryaatmaja nyeritakake lelakone paraga utama Suli kang nduweni masalah kapribaden kang ana ing kajiwane yaiku rasa sumelang. Rasa sumelang kang disandhang paraga Suli iku tuwuh jalaran id, ego, lan superego ora salaras. Paraga utama uga nduweni cara kanggo ngadhepi rasa sumelange kanthi vcara mekanisme pertahanan ego. Adhedhasar kahanan kasebut, novel Ngenteni Rembulan Ndhadhari anggitane Yes Ismie Suryaatmaja bakal kadhudhah kanthi tintingan psikoanalisis Sigmund Freud. Panliten kang migunakake tintingan psikoanalisis Sigmund Freud iki mujudake panliten kualitatif dheskriptif. Dhata sajrone panliten iki arupa tembung-tembung lan ukara-ukara kang ngandharake ngenani perangan struktur kapribadene, rasa sumelange, lan mekanisme pertahanan ego paraga utama kang dijupuk saka sumber dhata, yaiku novel Ngenteni Rembulan Ndhadhari anggitane Yes Ismie Suryaatmaja. Dhata-dhata kasebut dikumpulake kanthi teknik studi kapustakan, maca, nyathet lan klasifikasi. Analisis dhata kang digunakake sajrone panliten iki yaiku dheskriptif. Teori kang digunkakae kanggo analisis dhata yaiku teori psikoanalisis Sigmund Freud mligine rasa sumelang (kecemasan). Asil panliten iki bisa didudut menawa paraga Suli nduweni perangan struktur kapribadene kang paling onjo yaiku superego. Anane id, ego lan superego ora salaras nuwuhake masalah kajiwan paraga Suli kang arupa rasa sumelange. Rasa sumelang kaperang dadi telu yaiku rasa sumelang neoritis, realistis, lan moralistis. Kang paling onjo yaiku rasa sumelang neoritis. Lan paraga Suli migunakake cara mekanisme pertahanan ego kang kaperang dadi papat yaiku rasionalisasi, represi, proyeksi, lan formasi. Sistem kang paling onjo yaiku sistem represi. Tembung wigati : psikologi, superego, neoritis lan repres

    CITRANE WANODYA PEJUWANG SAJRONE NOVEL PARA PAWESTRI PEJUWANG LAN REPUBLIK JUNGKIR BALIK (Tintingan Sastra Bandhingan)

    Full text link
    Abstrak Novel kanthi irah-irahan Para Pawestri Pejuwang (PPP) lan Republik Jungkir Balik (RJB) padha-padha dianggit dening Suparto Brata. Novel kang siji kalebu novel Jawa, dene kang liyane kalebu novel Indonesia. Senadyan beda jinise, nanging kaloro novel kasebut padha-padha ngrembug pajuwangane wanodya. Adhedhasar babagan kasebut, panliten iki nggunakake tintingan sastra bandhingan kang nengenake babagan feminisme. Metodhe kang digunakake sajrone panliten iki yaiku metodhe dheskriptif kualitatif kang nggunakake penapsiran utawa hermeneutika. Sumber dhata sajrone panliten iki yaiku novel PPP lan RJB. Dhata sajrone panliten iki arupa pethilan ukara-ukara kang ana sajrone novel PPP lan RJB. Tatacara nglumpukake dhata yaiku kanthi nyeleksi dhata nggunakake teknik pustaka, dene tatacara nganalisis dhata kanthi nggunakake teknik analisis dheskriptif. Asil panliten iki ngandharake: (1) gegambarane wanodya pejuwang sajrone kaloro novel kang padha-padha ayu, gandhes luwes merak ati, uga padha-padha mandhiri, optimis, wicaksana, pinter, semangat, welas asih, kendel, lan alus pangrasane. Wanodya pejuwang sajrone kaloro novel uga nduweni kalungguhan ing kulawarga lan masarakat; (2) prekara-prekara kang diadhepi dening wanodya pejuwang sajrone kaloro novel yaiku prekara kang ana sesambungane karo bangsa lan panguripan pribadhine. Wanodya sajrone kaloro novel padha-padha ngadhepi prekara kasebut kanthi majuwang; (3) asile bandhingan, yaiku wanodya pejuwang sajrone kaloro novel nduweni babagan kang padha ing gegambaran fisik, psikis, kalungguhan, lan sikape anggone ngadhepi prekara. Babagan kang dadi pambeda yaiku basa lan latar wektune kaloro novel. Tembung Wigati: Gegambaran, wanodya pejuwang, bandhingan

    MARGINALISASI PENGHAYAT KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA SAJRONE NOVEL AKU WONG KAFIR ANGGITANE TULUS SETIYADI (TINTINGAN SOSIOLOGI SASTRA)

    Full text link
    Novel Aku Wong Kafir kang dicekak AWK anggitane Tulus Setiyadi nyritakake panguripane Penghayat Kapercayan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa kang dimarginalisasi dening masarakat sajrone bebrayan. Warga penganut aliran kapitayan kasebut ora diwenehi kabebasan saben tumindake, hak-hak sing kudune ditampa kayadene masarakat umume uga ilang. Anggepan kafir jalaran ora nduweni agama kang njalari masarakat ngemarginalisasi para penghayat kapercayan. Adhedhasar andharan kasebut mula underan panliten kang bakal dirembug yaiku, (1) kepriye wujud marginalisasi tumrap penghayat kapercayan sajrone novel AWK anggitane Tulus Setiyadi?, (2) apa kang nyebabake marginalisasi tumrap penghayat kapercayan sajrone novel AWK anggitane Tulus Setiyadi?, (3) kepriye pejuwangane penghayat kapercayan kanggo nyikapi marginalisasi sajrone novel AWK anggitane Tulus Setiyadi?. Slaras karo underane kang wis diandharake bisa dimangerteni tujuwan saka panliten iki yaiku, ngandharake wujud marginalisasi, panyebab marginalisasi, lan pajuwangan kanggo nyikapi marginalisasi kang ditindakake penghayat kapercayan sajrone novel AWK. Metodhe kang digunakake sajrone panliten yaiku metodhe dheskriptif kualitatif kanthi pendekatan sosiologi sastra kanggo ngonceki underan panliten kang dadi pirembugan sajrone panliten iki. Asil saka panliten iki yaiku bisa mangerteni watesan tumindak lan watesan nalika nindakake pakaryan tumrap penghayat kapercayan minangka wujud marginalisasi sajrone novel AWK. Panyebab utama penghayat dimarginalisasi sajrone novel AWK yaiku jalaran aliran kapitayan sing diugemi. Faktor panyengkuyung kang nalari penghayat dimarginalisasi jalaran faktor ekonomi kulawargane lan faktor pendhidhikan. Pungkasane, pejuwangan kang ditindakake penghayat kapercayan supaya ora dimarginalisasi yaiku ngupaya kanggo ngangkat kalungguhan lan drajad aliran kapitayane. Tujuwane supaya diakoni lan dikurmati dening masarakat. Penghayat kapercayan sajrone novel AWK uga nindakake pakaryan lan sinau minangka upaya kanggo nyikapi marginalisasi

    BUDAYA LOKAL MASYARAKAT BATAK DALAM NOVEL MENOLAK AYAH KARYA ASHADI SIREGAR (KAJIAN ANTROPOLOGI SASTRA CLYDE KLUCKHOHN)

    Full text link
    Abstrak Budaya lokal masyarakat Batak menarik untuk diteliti karena masih terjaganya adat-istiadat di daerah tersebut. Novel Menolak Ayah karya Ashadi Siregar dipilih sebagai sumber data karena merepresentasikan budaya lokal masyarakat Batak. Penelitian ini menggunakan kajian antropologi sastra konsep unsur kebudayaan Clyde Kluckhohn. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan unsur kebudayaan dan nilai budaya masyarakat Batak dalam novel Menolak Ayah karya Ashadi Siregar. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan pendekatan mimetik, sumber data yaitu novel Menolak Ayah karya Ashadi Siregar, data berupa kalimat, paragraf, kutipan dan tuturan tokoh yang memuat unsur kebudayaan masyarakat batak. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian meliputi unsur kebudayaan masyarakat Batak yang memuat tujuh unsur kebudayaan: (a) bahasa, terdiri atas penggunaan bahasa Batak dalam kehidupan sehari-hari, bentuk komunikasi khas masyarakat Batak, perbedaan logat masyarakat Batak, (b) sistem pengetahuan, terdiri atas pengetahuan mengenai jenis flora dan fauna, fenomena alam, dan pengobatan, (c) organisasi sosial, tersiri atas kekerabatan, marga, dan perkawinan, (d) sistem peralatan hidup dan teknologi, terdiri atas alat-alat produksi, wadah, senjata, makanan, dan rumah, (e) sistem mata pencaharian hidup, terdiri atas berburu, berladang, dan mencari ikan, (f) sitem religi, terdiri atas kepercayaan, upacara keagamaan, ilmu gaib, jiwa dan roh, (g) kesenian, terdiri atas seni rupa dan seni musik, (2) nilai budaya yang terdapat dalam unsur kebudayaan masyarakat Batak dalam novel Menolak Ayah karya Ashadi Siregar yang memuat lima nilai budaya yaitu: (a) hubungan manusia dengan Tuhan, (b) hubungan manusia dengan alam, (c) hubungan manusia dengan masyarakat, (d) hubungan manusia dengan orang lain, (e) hubungan manusia dengan diri sendiri. Kata Kunci: budaya lokal, unsur kebudayaan, nilai budaya, masyarakat Batak. Abstract The local culture of the Batak people is interesting to study because there are still preserved customs in the area. The novel Rejecting Father by Ashadi Siregar was chosen as a source of data because it represented the local culture of the Batak people. This study uses the study of the literary anthropology of the cultural elements of Clyde Kluckhohn. The purpose of this research is to describe the cultural elements and cultural values ​​of the Batak people in the novel Rejecting Father by Ashadi Siregar. This research is a qualitative research with a mimetic approach, the source of data is the novel Menolak Ayah by Ashadi Siregar, data in the form of sentences, paragraphs, quotations and utterances that contain elements of Batak society culture. Data collection techniques using library techniques. Data analysis techniques using content analysis techniques (content analysis). The results of the study include elements of the culture of the Batak community which contains seven elements of culture: (a) language, consisting of the use of Batak language in daily life, forms of communication typical of the Batak community, differences in the Batak dialect, (b) knowledge system, consisting of knowledge of types of flora and fauna, natural phenomena, and treatment, (c) social organization, consisting of kinship, clan, and marriage, (d) living equipment and technology systems, consisting of means of production, containers, weapons, food, and housing , (e) the livelihood system of life, consisting of hunting, farming and fishing, (f) religious systems, consisting of beliefs, religious ceremonies, occult sciences, souls and spirits, (g) arts, consisting of fine arts and arts music, (2) cultural values ​​contained in the elements of Batak culture in the novel Rejecting Father by Ashadi Siregar which contains five cultural values, namely: (a) human relationship with God, (b) human relationship with nature, (c) human relations with society, (d) human relations with others, (e) human relations with oneself. Keywords: Local culture, cultural elements, cultural values, Batak societ

    22,790

    full texts

    27,357

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Jurnal Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!