Jurnal Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya
Jurnal Mahasiswa Universitas Negeri SurabayaNot a member yet
27357 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASIKEBIJAKAN SEKOLAH RAMAH ANAK DI SMA NEGERI 3 KOTA KEDIRI
Abstrak Kekerasan terhadap anak merupakan permasalahan yang saat ini juga sering terjadi dalam satuan pendidikan. Dalam mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah mengeluarkan Kebijakan Sekolah Ramah Anak. Sekolah Ramah Anak merupakan kebijakan yang dibuat oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia guna untuk melindungi hak-hak anak di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Implementasi Kebijakan Sekolah Ramah Anak di SMA Negeri 3 Kota Kediri. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian ini terdiri dari enam variabel, yaitu ukuran dan tujuan kebijakan, sumber daya, karakteristik agen pelaksana, sikap/kecenderungan (disposition) para pelaksana, komunikasi antarorganisasi dan aktivitas pelaksana, lingkungan ekonomi sosial dan politik. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel ukuran dan tujuan kebijakan telah berjalan dengan baik. SMA Negeri 3 Kota Kediri mampu menciptakan sekolah yang bebas dari kekerasan fisik terhadap anak. Pada variabel sumber daya telah berjalan cukup baik, terdapat pelatihan Konvensi Hak Anak. Namun sekolah tidak mendapatkan bantuan anggaran dari Pemerintah Pusat dan kurangnya fasilitas untuk peserta didik. Variabel karakteristik agen pelaksana telah berjalan dengan baik. Pihak pelaksana memiliki sikap tanggung jawab dalam menjalankan tugasnya. Pada variabel sikap/kecenderungan para pelaksana telah berjalan dengan baik. Sekolah Ramah Anak mendapatkan respon yang baik dari berbagai pihak. Pada variabel komunikasi antarorganisasi dan aktivitas pelaksana, telah berjalan dengan cukup baik. Namun terkadang masih terjadi kesalahpahaman guru dalam konsep Sekolah Ramah Anak. Pada variabel lingkungan ekonomi, sosial, dan politik telah berjalan dengan cukup baik. Terdapat komitmen dalam penerapan Sekolah Ramah Anak. Saran yang dapat diberikan adalah pembuatan pengajuan bantuan anggaran kepada Pemerintah Kota Kediri, mengadakan pelatihan Konvensi Hak Anak, penambahan fasilitas anak berkebutuhan khusus dan kamar mandi, serta memberikan kesamaan pada kelas reguler dan khusus untuk berpatisipasi. Kata kunci : Implementasi, Kebijakan Pendidikan, Sekolah Ramah Anak. Abstract Violence against children is a problem which now also often occurs in education units. In addressing these problems, the government issued a Child Friendly School Policy. Child Friendly Schools are policies made by the Ministry of Womens Empowerment and Child Protection of the Republic of Indonesia in order to protect childrens rights in Indonesia. The purpose of this study is to describe the Implementation of Child Friendly School Policy in SMA Negeri 3 Kediri. This type of research is descriptive with a qualitative approach. The focus of this study consists of six variables, namely the size and objectives of the policy, resources, characteristics of the implementing agents, attitudes / dispositions of the implementers, communication between organizations and implementing activities, social and political economic environment. Data collection techniques in this study through interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques in this study include data reduction, data presentation, and drawing conclusions / verification. The results of this study indicate that the variable size and policy objectives have been going well. SMA Negeri 3 Kediri is able to create a school free of physical violence against children. On the variable of resources has been going pretty well, there is training on the Convention on the Rights of the Child. But schools do not get budget assistance from the Central Government and lack of facilities for students. The implementing agent characteristic variable has run well. The implementing party has an attitude of responsibility in carrying out its duties. In the attitude / tendency variables of the implementers have been going well. Child Friendly Schools get good responses from various parties. On the communication variable between organizations and implementing activities, it has run quite well. But sometimes teachers still misunderstand in the concept of Child Friendly Schools. The economic, social, and political environment variables have run quite well. There is a commitment in the implementation of Child Friendly Schools. Suggestions that can be given are making budget submissions to the Government of the City of Kediri, conducting training on the Convention on the Rights of the Child, adding additional facilities for children with special needs and toilets, and giving similarity to regular and special classes for participation.. Keywords: Implementation, Education Policy, Child Friendly Schools
IMPLEMENTASI HOME PROGRAM (HP) UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) DI POLI TUMBUH KEMBANG ANAK DAN REMAJA RUMAH SAKIT JIWA (RSJ) MENUR PROVINSI JAWA TIMUR
ABSTRAKBanyak diantara mereka anak Indonesia dalam perkembangannya mengalami gangguan, hambatan, keterlambatan atau diperlukan penanganan secara khusus. Kelompok inilah yang dikenal sebagai anak penyandang cacat (disabilitas) atau anak berkebutuhan khusus (ABK). Melalui Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit Jiwa Menur Provinsi Jawa Timur menyebutkan bahwa dipandang perlu untuk membuat inovasi kebijakan publik berupa Home Program Untuk Anak Berkebutuhan Khusus. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode ini bertujuan untuk memperoleh gambaran untuk memahami dan menjelaskan implementasi Home program (HP) untuk anak berkebutuhan khusus. Fokus penelitian ini adalah Standar dan sasaran kebijakan, Sumber daya, Hubungan antar organisasi, Karakteristik agen pelaksana, Sikap/kecenderungan para pelaksana, Kondisi sosial, ekonomi dan politik. Teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian mengenai Implementasi Home Program (HP) untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Poli Tumbang RSJ Menur Pelaksana home program menjalankan tugasnya dengan baik sesuai peraturan yang berlaku di RSJ Menur. Tujuan home program sesuai dari sasaran kebijakan di Poli Tumbang RSJ Menur sudah tercapai. Kekurangan sumber daya manusia untuk melaksanakan home program di Poli Tumbang RSJ Menur. Pelaksana Home Program di Poli Tumbang RSJ Menur melakukan proses komunikasi antar pelaksananya terjalin sangatlah baik. Dilihat melalui sering dilakukannya pemecahan masalah bersama-sama pada jam-jam senggang mereka. Gambaran mengenai karakteristik pelaksana home program Pertama, karakteristik pelaksana assesment yaitu dokter psikiater saat menjalankan tupoksinya dengan memberikan fleksibelitas saat menangani pasien ABK. Sikap/kecenderungan para pelaksana dengan cara berdiskusi yang langsung adalah cara mereka untuk menukar informasi dalam penanganan ABK pada home program. Pembedaan pelayanan baik itu untuk pasien pengguna BPJS ataupun umum. Mereka mendapatkan pelayana serta obat yang diberikan juga sama. Hal yang menghambat untuk menunjang perkembangan dari segi lingkungan sosial, justru terjadi pada peran keluarga ABK itu sendiri. Pengaruh lingkungan sosial yang terjadi pada orang tua ABK yaitu kurangnya bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya saat berada di rumah. Dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mengadakan agenda kegiatan untuk ABK yang diharapkan orang tua ABK dapat memiliki komunitas baru antar orang tua ABK yang berguna untuk membantu pola pikir keluarga ABK dalam memecahkan permasalahan kondisi buah hatinya tersebut.Kata kunci : Implementasi, ABK, Home ProgramABSTRACTMany Indonesian children in their development experience disturbances, obstacles, delays or special handling are needed. This group is known as children with disabilities or children with special needs (ABK). Through the Decree of the Director of the Menur Mental Hospital of East Java Province, it is stated that it is deemed necessary to innovate public policies in the form of a Home Program for Children with Special Needs. This study used descriptive qualitative method. This method aims to obtain a picture to understand and explain the implementation of a Home program (HP) for children with special needs. The focus of this research is the Standards and objectives of the policy, Resources, Relationships between organizations, Characteristics of implementing agencies, Attitudes/propensities of implementers, Social, economic and political conditions. Data analysis techniques are carried out through three stages, namely data collection, data reduction, and concluding. Based on the results of research on the. RSJ Menur implementers of the home program carry out their duties properly following applicable regulations in RSJ Menur. The goal of the home program is following the policy objectives in the Tumbang Poly Menur Hospital. Lack of human resources to implement the home program at Tumbang Poly Menur Hospital. The implementation of the Home Program at the Tumbang Poly Hospital in Menur did a very good communication process between the executors. Seen through frequent problem solving together in their free hours. Description of the characteristics of implementing a home program First, the characteristics of the executor of the assessment are the psychiatrist doctor when running his main duty to provide flexibility when handling ABK patients. The attitude/tendency of the implementers by direct discussion is their way to exchange information in handling ABK in the home program. Distinguishing services both for patients using BPJS or the public. They get the service as well as the medicine they give. The thing that hinders to support the development in terms of the social environment precisely happens to the role of the ABK family itself. The influence of the social environment that occurs in ABK parents is the lack of socializing with the surrounding environment when at home. Support The East Java Provincial Government also held an agenda of activities for ABK parents who were expected to have a new community among ABK parents that were useful to help the mindset of ABK families in solving the problem of the condition of their baby.Keywords: Implementation, ABK, Home Progra
PEMANFAATAN ELETRIC ARC FURNACE SLAG PADA BETON KINERJA TINGGI DENGAN FAS BERVARIASI
Beton kinerja tinggi atau High Performance Concrete (HPC) adalah beton yang memiliki sifat–sifat istimewa yang dirancang untuk memenuhi beberapa keuntungan dalam pelaksanaan struktur beton. Kerikil merupakan sumber daya alam yang akan habis dan tidak dapat diperbarui bila digunakan pada jangka waktu yang panjang. Oleh sebab itu diperlukan bahan penganti yang berfungsi sama dengan kerikil yaitu electric arc furnace slag.Tujuan penelitian dalam penelitian ini adalah menganalisis kuat tekan beton pada masing-masing variasi FAS pada beton kinerja tinggi dengan bertambahnya jumlah semen. Benda uji berbentuk silinder dengan diameter 10 cm dan tinggi 20 cm. Pengujian kuat tekan pada umur 7, 14, 21, dan 28 hari.Hasil penelitian menujukan bahwa diantara variasi FAS 0.24, 0.28, 0.32, 0.36, 0.40 didapat kuat tekan beton terbesar pada variasi FAS 0.40 dengan hasil kuat tekan sebesar 55.598 MPa pada hari ke-28. Sedangkan kuat tekan terendah berada pada variasi FAS 0.24 yaitu sebesar 15.067 MPa. Kuat tekan beton bergantung pada variasi FAS yang digunakan
PEMANFAATAN LIMBAH KARBIT SEBAGAI BAHAN PENGGANTI (SUBSTITUSI) SEMEN PADA PEMBUATAN BETON RINGAN SELULER (CELLULAR LIGHTWEIGHT CONCRETE)
Perkembangan beton ringan pada penerapan elemen non-struktural khususnya terhadap pemilihan bahan pengisi bangunan berupa panel dinding, memberikan alternatif berupa bahan bangunan rendah biaya (low cost). Inovasi ini diterapkan pada produk beton ringan untuk meningkatkan kelemahan beton non-struktural dalam bentuk biaya yang lebih rendah dikarenakan kecepatan pengerjaan lebih cepat, lebih tahan terhadap suhu, berat volume (density) nya lebih ringan, dan mudah dikerjakan (easy of handling). Penelitian ini dilakukan untuk memanfaatkan limbah karbit pada pembuatan beton ringan agar dapat menggantikan sebagian semen terhadap kuat tekan dan kuat lentur pada benda uji kubus, panel, dan balok. Substitusi limbah las karbit ini memiliki variasi sebesar 0%, 1%, 2%, 3% dan 4% terhadap berat benda uji. Hasil penelitian dari penambahan substitusi limbah las karbit variasi tersebut diperoleh bahwa kuat tekan beton meningkat pada variasi 2% sebesar 3.21 MPa dengan berat volume tertinggi 0.83 gr/cm3 dan resapan air terendah 19.01% pada variasi 2%, semua benda uji pada umur 28 hari. Kuat lentur diperoleh variasi tertinggi pada 2% sebesar 1.21 MPa dan berat jenis 0.83 gr/cm3 pada umur 28 hari
PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF BERBASIS ICT PADA MATERI SENI MELUKIS KUKU (NAIL ART) UNTUK KELAS XI SMK NEGERI 8 SURABAYA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur perancangan media interaktif berbasis ICT, kelayakan media dan respon peserta didik setelah menggunakan media materi seni melukis kuku(Nail Art). Media tersebut dapat digunakan sebagai sarana pendukung proses kegiatan belajar dan mengajar. Media ini dirancang dan dibuat dengan mengkombinasikan berbagai macam obyek multimedia seperti teks, gambar, animasi dan tombol interaktif. Materi pelajaran yang digunakan dalam media ini adalah teori-teori seni melukis kuku(Nail Art). Metode penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dan model Pengembangan menggunakan model penelitian dan pengembangan research and development (R&D) dengan 7 tahapan yaitu : potensi dan masalah, mengumpulkan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk. Peneliti mencoba menghasilkan produk berupa media interaktif pembelajaran materi Seni melukis kuku. Validasi media dan uji coba dilaksanakan di SMKN 8 Surabaya, maka didapat kualitas, kelayakan media interaktif. Hasil validasi oleh ahli : 1) ditinjau dari segi kualitas media mendapatkan persentase sebesar ( 88,64% ), kualitas materi mendapat persentase sebesar ( 93,75% ), dan kualitas bahasa mendapatkan persentase sebesar ( 93,18% ), dari ketiga nilai validasi media dapat dinyatakan media sangat layak digunakan. 2) Respon Siswa setelah menggunakan media interaktif sangat layak terhadap media interaktif dengan persentase 93,33% dengan kategori sangat layak. Kesimpulan peneliti yaitu media interaktif materi seni melukis kuku ini sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran dalam proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar). Kata kunci1 : Media Interaktif , ICT, Seni melukis kuku (Nail Art) Abstract1 The purpose of this research is to Procedure of Designing ICT-Based Interactive media, worthiness of interactive media, and Student Response after using media of nail art matter. This media can used as and learning process fasilities. Thus learning media is designed and made with combain of several kinds multimedia object such as text, picture, animation, and interactive button. Learning matter this media is nail art theories.This research method uses qualitative research and model of Interactive Media Development material of this nail art using research and development (R & D) model with 7 steps are: potential and problems, collecting data, product design, design validation, design revision, product trial, product revision. Researchers try to produce products in the form of nail art interactive media and test the worthiness of the product. After validation of media and testing at Vocational High School State 8 Surabaya, it can be known the quality, worthiness of interactive media. The results of validator: 1) in terms of media quality get percentage of (88.64%), the quality of the material gets a percentage of (93.75%), and the quality of the language gets a percentage of (93.18%) of the three media validation values can be declared that its very feasible to use. 2) Student Response after using the interactive media student response is very good to the interactive media with 93,33% percentage with very feasible category. From the results of the analysis conducted, it is concluded that the interactive media of nail art term is very feasible to be used as a learning medium in the process of teaching and learning activities. Keywords: Interactive Media, ICT, Nail Ar
PENGARUH STATUS SOSIAL EKONOMI ORANGTUA DAN SIKAP BERWIRAUSAHA TERHADAP INTENSI BERWIRAUSAHA MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI UNESA
Abstrak Pengkajian data memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh status sosial orangtua terhadap intensi berwirausaha , pengaruh sikap berwirausaha terhadap intensi berwirausaha serta pengaruh status sosial ekonomi orangtua dan sikap berwirausaha pada niat berwirausaha. Jenis pengkajian data adalah kuantitatif dengan obyek penelitian mahasiswa jurusan pendidikan ekonomi 2016 unesa. Pengambilan data dilakukan dengan penyebaran angket pada 178 mahasiswa. Proses telaah menggunakan uji analisis regresi linier berganda. Hasil dari pengkajian ini menunjukkan bahwa variabel status sosial ekonomi orangtua berpengaruh negatif dan signifikan terhadap variabel intensi berwirausaha mahasiswa. Sedangkan variabel sikap berwirausaha memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel intensi berwirausaha. Secara simultan, kedua variabel ini juga dinyatakan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap intensi berwirausaha. Kata kunci : Status Sosial Ekonomi Orangtua , Sikap Berwirausaha , Intensi Berwirausaha Abstract This study aims to determine the effect of parental social status on entrepreneurial intentions, the influence of entrepreneurial attitudes on entrepreneurial intentions and the influence of parental socioeconomic status and entrepreneurial attitudes on entrepreneurial intentions. This type of research is a quantitative study with the object of research students majoring in economic education in 2016 Unesa. Data was collected by distributing questionnaires to 178 students. Data processing in this study uses multiple linear regression analysis test. The results of this study indicate that the parents socioeconomic status variable has a negative and significant effect on the student entrepreneurship intention variable. While the entrepreneurship attitude variable has a positive and significant effect on entrepreneurship intention variables. Simultaneously, these two variables are also stated to have a significant influence on entrepreneurial intentions. Keywords: Parents Socio-Economic Status, Entrepreneurial Attitude, Entrepreneurial Intentio
Pengaruh Beauty Vlogger Review dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian (Studi Pada Kosmetik Maybelline di Surabaya)
Kehadiran produk kecantikan yang beredar di pasaran memunculkan keunggulan produk yang dikeluarkan oleh masing-masing perusahaan, maka banyak faktor yang mempengaruhi dalam melakukan sebuah keputusan pembelian salah satunya konsumen mencari informasi mengenai review produk Melalui Beauty Vlogger Review. Disini terdapat dua faktor yaitu Beauty Vlogger Review dan kualitas produk. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis pengaruh Beauty Vlogger Review dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling, dengan total 110 responden. Responden tersebut merupakan konsumen yang pernah membeli produk Maybelline sebanyak dua kali dan yang sedang menggunakan produk kecantikan Maybelline di Surabaya. Pengumpulan data dengan penyebaran angket kemudian data diolah menggunakan SPSS versi 16.0. Analisis data ini menggunakan regresi linier berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Beauty Vlogger Review (X1) dan kualitas produk (X2) berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian (Y) sebesar 0,367. Kata kunci: Beauty Vlogger Review, Kualitas Produk, Keputusan Pembelian
EKSPERIMENTAL PENGARUH VARIASI RASIO SUDU BERPENAMPANG DATAR TERHADAP DAYA DAN EFISIENSI TURBIN REAKSI CROSSFLOW POROS HORIZONTAL
Krisis energi listrik yang melanda dunia khususnya Indonesia saat ini semakin meningkat. Sumber energi listrik yang digunakan saat ini berasal dari PLN yang mayoritas dihasilkan dan diperoleh dari pembangkit - pembangkit listrik yang masih menggunakan batu bara, minyak bumi, dan gas. Turbin air adalah salah satu alat yang dapat mengkonversi energi yang dimiliki air dan mengubahnya menjadi energi gerak sehingga menghasilkan listrik, namun daya yang dihasilkan turbin crossflow cenderung rendah sehingga perlu adanya pengembangan pada turbin crossflow dengan menggunakan variasi rasio sudu berpenampang datar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan memvariasikan rasio sudu berpenampang datar pada turbin crossflow poros horizontal. Rasio yang digunakan adalah 13/16, 14/16 dan 15/16 yang akan diuji dengan variasi kapasitas air sebesar 12.58 L/s, 11.01 L/s, dan 8.84 L/s dan variasi pembebanan 500 gram, 1000 gram, 1500 gram, dan seterusnya dengan peningkatan pembebanan 500 gram hingga putaran turbin berhenti. Hasil dari penelitian didapatkan turbin dengan rasio 15/16 memiliki daya dan efisiensi yang paling optimal daripada turbin dengan rasio 13/16 dan 14/16. Daya tertinggi dimiliki oleh turbin dengan rasio 15/16 yang terjadi pada kapasitas 12.58 L/s dengan pembebanan 8000 gram, memiliki daya sebesar 3,136 Watt. Efisiensi tertinggi juga dihasilkan oleh rasio 15/16 pada kapasitas 12.58 L/s dengan pembebanan 8000 gram dengan nilai efisiensi sebesar 58,21%. Hal ini dikarenakan pada rasio 15/16 turbin mampu memanfaatkan aliran air dengan baik dan jarak antar lebar turbin dan lebar saluran semakin sempit maka luasan aliran air yang ditampung sudu semakin besar sehingga mampu menghasilkan rpm tinggi serta torsi yang besar, selain itu lebar turbin juga memiliki pengaruh karena semakin lebar turbin maka aliran air yang menuju rongga bilas semakin banyak sehingga kerja dari turbin menjadi lebih berat dan membutuhkan daya yang besar untuk memulai menggerakkan turbin. Kata kunci: Crossflow, Daya, Efisiensi, Rasio, Turbin
HUBUNGAN VARIABEL YANG MEMPENGARUHI KURANGNYA MINAT MASYARAKAT SURABAYA MEMILIH ASURANSI SYARIAH
The low interest of Surabaya people to sharia insurance resulted in the development of sharia insurance. So this research aims to know whether there is a relationship between variable product, price, place, promotion, people, process, and physical evidence with a lack of interest in Surabaya people choose sharia insurance. This research is a correlation study using quantitative methods measured by the likert scale and analyzed using spss version 23. The result showed that only one variable of research showing the relationship with lack of interest in Surabaya people choose sharia insurance, which is price variable. Keywords: marketing strategy, interest, sharia insuranc
Pengembangan Media Pembelajaran Video Tutorial Pada Mata Pelajaran Komunikasi Bisnis Materi Prosedur Interview Bisnis Daring dan Pemasaran SMK Negeri 2 Blitar
Penelitian dan pengembangan bertujuan menghasilkan produk media pembelajaran video tutorial yang layak digunakan pada mata pelajaran komunikasi bisnis. Pengembangan 4D ialah, tahap pendefinisian, tahap perencanaan, tahap pengembangan, serta tahap penyebaran. Tahap pengembangan yang dikembangkan tertuju pada tahap pengembangan, tahap penyebaran tidak dikerjakan. Penelitian dilakukan di SMK Negeri 2 Blitar, di uji cobakan pada siswa X Bisnis Daring dan Pemasaran 3 sebanyak 2 kali uji coba. Hasil data nilai persentase Validasi ahli materi mendapatkan skor rata-rata sejumlah 90%. Validasi ahli media memperoleh skor rata-rata sebesar 85%. Dan respon siswa mendapatkan skor rata-rata sejumlah 90%. Maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran video tutorial pada mata pelajaran komunikasi bisnis kelas X SMK Negeri 2 Blitar termasuk pada kriteria sangat layak. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Video Tutorial, Pengembangan 4D. This study Research and development aim to produce a product in the form of instructional media video tutorial. 4D progression that is, the definition phase, the planning stage, stage of development, and Disseminate developed of the research. The development stage reached the stage of development, deployment phase does not do because there is no comprehensive analysis. The research conducted in Vocational high school 2 Blitar, test in class X student business online and marketing 3. This is shown from the data value of the percentage of expert validation material obtained an average score of 90%. Validation of media experts obtained an average score of 85%. With this we can conclude that instructional media video tutorial of product knowledge class X student of high school 2 Blitar is included in the criteria is very decent. Keywords: Media Education, Mobile Learning, Development 4D