LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA (Faculty of Teaching and Education University of Wiraraja)
Not a member yet
150 research outputs found
Sort by
PENERAPAN INKUIRI TERBIMBING MELALUI IMPLEMENTASI LESSON STUDY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS XI IPA-2 MAN GONDANGLEGI KABUPATEN MALANG
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan inkuiri terbimbing melalui implementasi Lesson Study dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa kelas XI IPA-2 MAN Gondanglegi Malang.Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) atau PTK.Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA-2 Tahun Pelajaran 2011/2012 yang berjumlah 36 siswa.Materi pembelajaran yang digunakan untuk penelitian ini adalah Sistem Gerak.
Dari tindakan yang dilaksanakan peneliti dan pengamat dapat dilaporkan adanya peningkatan hasil belajar kognitif siswa dengan menggunakan inkuiri terbimbing.Penerapan inkuiri terbimbing melalui implementasi Lesson Study pada kelas XI IPA-2, siswa terlibat langsung dalam mempelajari dan memahami materi, siswa secara aktif bersama-sama siswa yang lain membahas dan memahami materi dalam kelompok. Pada pokok bahasan Sistem Gerak, tahap pertama siswa dibentuk dalam kelompok-kelompok dimana setiap kelompok membahas dan mempelajari serta memahami secara bersama-sama materi dan lembar kerja siswa yang telah ditentukan dan tahap kedua guru menyampaikan penguatan konsep pada materi tersebut.
Hasil analisis data menunjukkan nilai rata-rata kelas dari siklus 1 dan siklus 2 pembelajaran Biologi siswa kelas XI IPA-2 dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing mengalami peningkatan, yaitu sebesar 19,15%. Hal ini menunjukan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran Biologi
PENINGKATAN KUALITAS LIMBAH DETERJEN DENGAN FITOREMEDIASI MENGGUNAKAN DIVERSITAS HIDROMAKROFITA INDONESIA
Penelitian ini bertujuan menentukan (1) Efektivitas hidromakrofita polikultur dalam media tanah dibandingkan tanpa tanah pada fitoremediasi, (2) Perubahan pH, suhu, konduktivitas dan kadar deterjen pada variasi proses remediasi tersebut. Hidromakrofita yang digunakan yaitu polikultur (Alternanthera sessilis, Commelina nudiflora, C. brevifolius, Eclipta prostrata, Ipomoea aquatica, Ludwigia alternifolia, L. ascendens dan Marsilea crenata). Penelitian menggunakan RAL dengan lima kali ulangan. Kualitas limbah deterjen yang diamati adalah pH, suhu, konduktivitas dan kadar deterjen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hidromakrofita polikultur yang tumbuh dalam media tanah, sedikit lebih efektif menurunkan limbah deterjen (96,05%) dari kadar deterjen awal 22,88 mg/L selama 15 hari dalam fitoremediasi dibandingkan dalam media hidroponik (92,72%). Hidromakrofita polikultur hidup di tanah tergenang limbah deterjen mampu menurunkan nilai konduktivitas dari 2,35 mS/cm menjadi 1,16 mS/cm selama 15 hari. Akan tetapi konduktivitas pada media hidroponik berfluktuasi. Pada fitoremediasi selama tujuh hari, pH meningkat dan suhu berfluktuasi tanpa terpengaruh oleh media tanam atau kehadiran hidromakrofita
PENGARUH PERSEPSI MATEMATIKA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI PERSPEKTIF GENDER SISWA KELAS V SD NEGERI DI KECAMATAN PASONGSONGAN KABUPATEN SUMENEP
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh persepsi matematika terhadap hasil belajar matematika ditinjau dari perspektif gender siswa kelas V SD Negeri di Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan teknik sampling dengan purposive sampling area. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai sig untuk gender adalah sebesar 0,816 > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan nilai metematika yang dipengaruhioleh gender. Nilai sig untuk Persepsi adalah sebesar 0,924 > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan nilai metematika yang dipengaruhi oleh tinggi rendahnya persepsi. Tidak ada perbedaan hasil belajar antara siswa kelas V yang memiliki persepsi matematika tinggi dengan siswa kelas V yang memiliki persepsi matematika rendah di siswa kelas V SD Negeri Sekecamatan Pasongsongan. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan nilai metematika yang dipengaruhi oleh gender.
 
PENGARUH PENGGUNAAN DIAGRAM ROUNDHOUSE TERHADAP KETERAMPILAN METAKOGNISI SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan strategi diagram roundhouse terhadap keterampilan metakognisi siswa. Jenis penelitian adalah quasi experiment dengan desain one group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas VII di SMPN 1 Pungging Mojokerto tahun ajaran 2019/2020 dan sampel penelitian pada kelas VII-H. Instrumen pengambilan data menggunakan tes MSI (metacognitive skills inventory) sebanyak 10 soal essay untuk mengetahui keterampilan metakognisi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata posttest MSI sebesar 70.0 dengan kategori tinggi. Pengujian hipotesis menggunakan uji t berpasangan. Hasil uji hipotesis menunjukkan thitung sebesar 18.595 dan ttabel sebesar 2.04523 maka thitung ttabel (18.595 2.04523). Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa penggunaan strategi diagram roundhouse berpengaruh terhadap keterampilan metakognisi siswa
PENGEMBANGAN INSTRUMEN Test of Scientific Literacy Skills (TOSLS) BERBASIS DARING PADA PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENGUKUR LITERASI SAINS
Pentingnya mengukur literasi sains pada pembelajaran IPA merupakan salah satu capaian pembelajaran dalam menganalisis permasalahan dalam kehidupan nyata. Tujuan penelitian adalah mengembangkan instrumen penilaian Test of Scientific Literacy Skills (TOSLS) berbasis daring yang akurat digunakan sebagai salah satu bentuk inovasi instrumen pada pembelajaran IPA. Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan menggunakan model 4-D. Subjek uji coba yaitu siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Srono, Kabupaten Banyuwangi. Hasil penelitian yaitu (1) Terdapat 40 soal yang dapat dikatakan valid, (2) Nilai koefisien alpha menunjukkan bahwa nilai reliabilitas 0,8 yang berarti instrument dapat dikatakan baik dan reliable, (3) Hasil ujicoba diperoleh rata-rata dari indikator I dan II yaitu 62,84. Terdapat skor tertinggi yaitu 80,92 pada indikator mengidentifikasi argument saintifik yang tepat, dan terdapat skor terendah yaitu 40,91 pafa indikator membuat grafik data
PENGARUH PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI EKOSISTEM TERHADAP SIKAP DAN HASIL BELAJAR SISWA SMAN 2 MALANG
Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh PBL terhadap sikap dan hasil belajar siswa SMAN 2 Malang. Jenis penelitian menggunakan eksperimen semu atau quasi eksperiment, non equivalent control group design. Siswa yang diajar dengan pembelajaran berbasis proyek memiliki sikap lebih tinggi 11,65% dari peserta didik yang diajar dengan pembelajaran konvensional. Siswa yang difasilitasi pembelajaran berbasis proyek memiliki pemahaman konsep lebih tinggi 81,05% dari siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional. Untuk itu, dalam meningkatkan hasil belajar siswa hendaknya guru memilih strategi pembelajaran yang memungkinkan siswa aktif mengkonstruk pengetahuan sendiri, untuk meningkatkan pemberdayaan sikap siswa terhadap lingkungan hidup, guru dalam mendesain pembelajaran yang memungkinkan siswa menggunakan kognitif tingkat tinggi untuk pemecahan masalah terkait lingkungan hidup
KARAKTERSITIK KHAMIR AMILOLITIK DARI BERBAGAI MACAM BUAH
Enam puluh juta ton amilum per tahun di Indonesia memiliki nilai jual yang rendah berdasarkan nilai ekonomi skala internasional. Peningkatan pemanfaatan amilum dapat dilakukan dengan menghidrolisis amilum menjadi glukosa secara enzimatik oleh mikrob amilolitik. Yeast amilolitik memiliki pertumbuhan yang lebih cepat, lebih efektif memecah amilum dari kapang dan dapat digunakan sebagai protein sel tunggal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat yeast amilolitik yang berasal dari buah sukun, buah pisang, buah mangga dan buah durian. Hasil isolasi didapatkan 11 isolat yeast. Uji semikuantitatif dengan media SSA terhadap 11 isolat yeast, terdapat 5 isolat yang bersifat amilolitik yaitu isolat SiJi-P3, SiJi-P5, SiJi-S1, SiJi-S2, dan SiJi-M2. Isolat SiJi-P3 dan SiJi-P5 yang teridentifikasi sebagai Saccarhomyceteae mempunyai indek amilolitik terbesar
ANALISIS PENERAPAN ASESMEN FORMATIF DALAM PEMBELAJARAN IPA DAN FISIKA : LITERATURE REVIEW
In the 21st century education demands the creation of quality students. One of the methods used is to apply formative assessment in learning. The purpose of this study was to determine the application of formative assessment based on student learning outcomes, education level, learning materials, and integration used. In this study using a literature study (library research) with a literature review approach. The articles used are in the 2015-2020 range. The results of this study are: 1) the use of formative tests can improve various student learning outcomes where the most measured is the understanding/mastery of concepts, 2) the application of formative assessments is more widely used at the junior high school level compared to the high school level, 3) the application of formative assessments in science learning and physics consists of various materials which indicate formative assessment is often used in learning, and 4) there are various kinds of integration used in formative assessment where the most widely used is integrating formative assessment with the web
RESPON GURU IPA TERHADAP PEMBELAJARAN IPA BERINTEGRASI ETNOSAINS: STUDI PENDAHULUAN DI KABUPATEN BANGKALAN
Pengembangan kualitas pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan nasional dan memenuhi tuntutan global yang sangat kompleks membutuhkan guru IPA yang profesional. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas adalah menerapkan pembelajaran IPA berintegrasi etnosains. Tujuan penelitian adalah mengetahui respon guru IPA dalam melaksanakan pembelajaran IPA berintegrasi etnosains Penelitian melibatkan guru IPA di kabupaten Bangkalan. Instrumen pengumpulan data menggunakan data primer yaitu hasil pengisian angket oleh guru IPA. Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan dipersentasekan. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa pembelajaran berintegrasi etnosains merupakan model pembelajaran yang dapat dilaksanakan dengan mudah, semua konsep dapat dilakukan pembelajaran. Metode pembelajaran dilaksanakan dengan observasi, dan sumber belajar dari lingkungan serta penilaian dilakukan secara autentik
KESULITAN MAHASISWA DALAM MEMAHAMI KONSEP GAYA DAN GERAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman konsep dan mengungkap konsepsi mahasiswa pada topik gaya dan gerak. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan 25 soal pilihan ganda beralasan. Penelitian ini merupakan penelitian survei yang dilakukan pada 46 mahasiswa (22 mahasiswa S1 fisika dan 24 mahasiswa S1 pendidikan fisika). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa dalam memahami konsep gaya dan gerak masih rendah. Hal ini diindikasi oleh skor rata-rata mahasiswa dalam menyelesaikan kasus terkait gaya dan gerak hanya 30,35. Selain itu, respon yang diberikan oleh siswa juga menunjukkan kesulitan dalam memahami konsep gaya dan gerak, dan beberapa kesulitan yang terjadi di antaranya adalah dalam menggambarkan arah gaya normal. Siswa juga sulit memahami hukum kedua Newton karena salah menentukan arah percepatan. Dalam memahami hukum ketiga Newton, siswa salah menggambarkan diagram bebas benda (Free-Body Diagrams’) dan membandingkan gaya hasil interaksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran perlu dirancang dengan hati-hati karena banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep fisika