LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA (Faculty of Teaching and Education University of Wiraraja)
Not a member yet
150 research outputs found
Sort by
PERMASALAHAN PEMBELAJARAN IPA SMP/MTs DI KABUPATEN SUMENEP TAHUN AJARAN 2010-2011
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dan menggambarkan bagaimana permasalahanpembelajaran IPA SMP/MTs di kabupaten Sumenep.Selain itu juga untuk menggambarkan disparitaspermasalahan yang terjadi.Pengambilan data penelitian dilaksanakan pada beberapa SMP/MTs di kabupatenSumenep yang dipilih secara acak purposif dengan menggunaan metode angket (untuk siswa) dan diskusikelompok terfokus (untuk guru dan kepala sekolah).Data dianalisis secara deskriptif kualitatif denganmenggunakan teknik analisis konten yang terdiri atas tiga tahap utama yaitu katagorisasi (open coding),membuat relasi antar katagori (axial coding) dan teoretisasi (selective coding).Temuan yang didapatkan dalampenelitian ini yaitu adanya enam katagori permasalahan utama dalam pembelajaran IPA SMP/MTs diKabupaten Sumenep, antara lain: kualitas belajar siswa, latar belakang budaya dan orang tua, komunikasisekolah-orang tua, kondisi guru, sarana-prasarana pendukung pembelajaran dan kurikulum-kebijakan.Disparitas permasalahan yang terjadi terutama pada tiga kelompok sekolah yang cenderung semakinmeningkat kompleksitasnya yaitu sekolah favorit, sekolah nonfavorit dan sekolah dalam pesantren
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JUMLAH PENDAFTAR SMA/MA DI KABUPATEN SUMENEP MENGGUNAKAN ANALISIS REGRESI VARIABEL DUMMY
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi jumlah pendaftar sekolah SMA/MA di Kabupaten Sumenep, mendeskripsikan secara kuantitatif jumlah sekolah dan pendaftar SMA/MA di Kabupaten Sumenep berdasarkan mutu sekolah dan lokasi, mengkaji gejala disparitas pendidikan dalam kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu tingkat SMA/MA di Kabupaten Sumenep. Variabel independen adalah akreditasi, status sekolah, jenis sekolah, status mutu dan lokasi sekolah. Variabel dependen adalah jumlah pendaftar. Jumlah sampel 102 sekolah. Analisis data menggunakan analisis regresi variabel dummy dan uji beda kruskall-wallis. Hasil analisis regresi dummy didapatkan, yang berpengaruh terhadap jumlah pendaftar adalah status sekolah dan akreditasi. Jumlah pendaftar sekolah dengan status negeri 91,1% lebih banyak dari pada sekolah dengan status swasta. Jumlah pendaftar Sekolah dengan akreditasi A 161% kali lebih banyak dibandingkan sekolah yang belum terakreditasi. Sekolah dengan akreditasi B lebih diminati 86,2% kali dibandingkan sekolah yang tidak terakreditasi. Hasil dari uji kruskall-wallis setidaknya terdapat 2 sekolah yang mempunyai rata-rata jumlah pendaftar yang berbeda. Urutan rata-rata jumlah pendaftar mulai tertinggi adalah sekolah negeri akreditasi A, negeri akreditasi B, swasta akreditasi A, swasta akreditasi B, swasta akreditasi C dan swasta tidak terakreditasi. Dari hasil diskripsi disimpulkan terdapat gejala disparitas kesempatan dalam memperoleh pendidikan yang bermutu dan terdapat disparitas memperoleh kesempatan pendidikan yang tidak sama diantara berbagai tempat kota, pinggiran dan pesisir
LEARNING COMMUNITY DALAM PERKULIAHAN UNTUK MEMBANGUN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MAHASISWA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kreatif mahasiswa Program Studi Pendidikan fisika FKIP Undana dalam perkuliahan yang berbasis Learning Community. Data diambil dengan menggunakan kuisioner kemampuan berpikir kreatif dengan lima indikator kemampuan berpikir kreatif, yaitu: berpikir lancar, berpikir luwes, berpikir orisinil, berpikir elaboratif dan berpikir evaluatif. Sampel penelitian berjumlah 26 mahasiswa yang merupakan peserta kuliah matakuliah Strategi Pembelajaran Fisika pada semester Ganjil 2019/2020. Data kemampuan berpikir kreatif mahasiswa dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Learning Community (LC) merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (Student Centered Learning) yang menitik beratkan pada konsep belajar dalam kelompok, saling bekerjasama, sharing dan menciptakan suasana belajar untuk saling belajar dalam wadah komunitas belajar sehingga tercipta proses pembelajaran yang lebih bermakna dan berkualitas; (2) Pembelajaran dalam bentuk Learning Community pada perkuliahan Stategi Pembelajaran Fisika efektif untuk membentuk kemampuan mahasiswa dalam berpikir kreatif yang mencakup lima aspek yaitu kemampuan dalam berpikir lancar, luwes, orisinil, elaborasi dan evaluatif dengan ketercapaian rerata sebesar 84,14 persen; (3) Pembelajaran dalam bentuk Learning Community pada perkuliahan Stategi Pembelajaran Fisika efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa perserta kuliah Stategi Pembelajaran Fisika secara umum sebesar 17,24 persen
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN IPA BERBASIS KONTEKSTUAL DI MANGGARAI UNTUK BELAJAR SISWA PADA MASA PANDEMIC COVID-19
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video pembelajaran IPA SMP berbasis pendekatan kontekstual sesuai latar belakang siswa di kabupaten Manggarai. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE (analyze, design, development, implementation, and evaluation). Tahapan yang akan dilakukan yaitu tahap analisis yang dilakukan meliputi: analisis pengetahuan atau kompetensi sasaran, karakteristik sasaran, dan peralatan yang menunjang penggunaan media; tahap perancangan yang dilakukan meliputi: pemindahan informasi dari fase analisis ke dalam bentuk dokumen yang menjadi tujuan dibuatnya video pembelajaran; tahap pengembangan yang dilakukan meliputi: kegiatan produksi atau mengembangkan video pembelajaran, inti dari kegiatan ini adalah pengambilan gambar berupa perekaman gambar dengan menggunakan kamera, dimana pengembangan video dilakukan menggunakan beberapa aplikasi yaitu videoscribe, photoshop, dan editor video; tahap implementasi yang dilakukan meliputi video pembelajaran diterapkan pada siswa kelas VII SMP; dan tahap evaluasi meliputi kegiatan: penilaian media berdasarkan evaluasi formatif. Hasil penelitian pengembangan ini yaitu dihasilkannya video pembelajaran IPA SMP kelas VII berbasis pendekatan kontekstual Manggarai yang bisa digunakan guru dalam proses pembelajaran untuk membantu siswa di Manggarai memahami konsep materi berdasarkan hasil validasi ahli materi sebesar 92,5% dan ahli media sebesar 96% serta hasil uji coba pada kelompok kecil yaitu kelayakan isi sebesar 93,33%, penyajian sebesar 93,89%, dan bahasa sebesar 94,28%. Dengan demikian, video pembelajaran ini bisa digunakan siswa untuk membantu proses belajarnya dari rumah sehingga dengan mudah memahami konsep IPA dasar
VALIDITAS INSTRUMEN PENILAIAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING MENUJU PEMBELAJARAN IPA ABAD KE 21
Penelitian ini merupakan jenis penelitian Research And Development (R&D) yang bertujuan untuk mengetahui validitas dan respon guru terhadap instrumen penilaian yang dikembangkan. Model pengembangan diadaptasi dari model 4D dengan pelaksanaan tahapan Define, Design dan Develop. Instrumen penelitian ini meliputi instrumen validitas materi, bahasa, konstruksi, dan angket respon guru. Subyek penelitian adalah MTsn 2 Sumenep. Bentuk produk yang dikembangkan dianalisis menggunakan analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil validasi penilaian validitas produk didapatkan data pada aspek materi mendapatkan kategori baik (71%), aspek konstruk mendapatkan kategori baik (65%), dan aspek bahasa mendapatkan kategori baik (77%). Hasil respon guru terhadap instrumen penilaian yang dikembangkan adalah baik dan dapat digunakan. Hal ini diihat dari hasil aspek tampilan mendapatkan kategori baik (80%), aspek kebahasaan mendapatkan kategori baik (80%), aspek penggunaan dan penyajian mendapatkan kategori baik (80%), dan standart penilaian berdasarkan kurikulum K-13 mendapatkan kategori baik (80%)
MULTIPLE SEM DALAM MENGIDENTIFIKASI PENGARUH GENDER TERHADAP PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN KECERDASAN INTELEKTUAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA (Studi Kasus : SMA/MA di Kabupaten Sumenep)
Kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual sangat penting dalam upaya peningkatan kualitas hasil belajar. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui apakah gender dalam hal ini laki-laki dan perempuan mempunyai kesamaan pengaruh kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual terhadap prestasi siswa. Analisis Multiple Structural Equation Modelling (SEM) dengan software AMOS akan dipakai untuk membantumenyelasaikan permasalahan tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer dan sekunder dengan jumlah sampel sebanyak 184. Karena asumsi normalitas multivariate tidak terpenuhi pada data penelitian ini, maka dilakukan estimasi dengan menggunakan prosedur bootstrap. Hasil analisis menunjukkan bahwa model struktural yang dikembangkan berdasarkan teori sesuai dengan studi kasus untuk siswa SMA/MA di Kabupaten Sumenep daratan (selain di kepulauan). Kecerdasan emosional tidak berpengaruh secara nyata dan didukung dengan hasil pengujian CFA baik first order maupun second order bahwa terdapat indikator untuk mengukur kualitas kecerdasan emosioanal tidak valid dan tidak reliabel. Kecerdasan intelektual berpengaruh secara nyata terhadap prestasi belajar siswa. Setelah dilakukan analisis multiple group dapat disimpulkan bahwa perbedaan gender berpengaruh secara nyata terhadap pengaruh kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual terhadap prestasi siswa. Dengan kata lain, pengaruh kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual terhadap prestasi siswa laki-laki berbeda dengan pengaruh kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual terhadap prestasi siswa perempuan
PENGEMBANGAN KOMIK BERBASIS SCIENCE EDUTAINMENT TERHADAP SIKAP LITERASI PESERTA DIDIK
Penelitian bertujuan untuk mengetahui tahapan pengembangan komik berbasis Science Edutainment dan untuk mengetahui efektivitas implementasi komik berbasis Science Edutainment terhadap sikap literasi sains peserta didik. Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan (Reseaerch and Development) dengan model 4 D. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VII MTs Asy-Syafi’iyyah Jatibarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan komik meliputi 4 tahap pengembangan yaitu; 1) tahap pendefinisian, 2) tahap perancangan, 3) tahap pengembangan, 4) tahap penyebarluasan meliputi uji skala kecil kepada 7 peserta didik dan uji skala besar kepada 32 peserta didik kelas VII MTs Asy-Syafi’iyyah Jatibarang. Hasil uji skala kecil memperoleh rata-rata skor 33,71, dan uji skala besar memperoleh rata-rata skor 33,6, Sehingga menunjukkan bahwa komik berbasis Science Edutainment sangat layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran. Hasil N-Gain Score pada bidang minat sains sebesar 0,52 yang termasuk kriteria sedang. Hasil N-Gain Score pada bidang menilai pendekatan ilmiah sebesar 0,51 yang termasuk kriteria sedang. Hasil N-Gain Score pada bidang kesadaran lingkungan sebesar 0,59 yang termasuk kriteria sedang. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan media komik berbasis Science Edutainment yang dilakukan sudah cukup efektif sehingga dapat meningkatkan kemampuan literasi sains peserta didik pada aspek sikap
KEMAMPUAN ARGUMENTASI IPA SISWA MELALUI PEMBELAJARAN ARGUMENT DRIVEN INQUIRY (ADI)
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pembelajaran ADI terhadap kemampuan argumentasi IPA siswa. Metode penelitian yang digunakan quasi experiment, dan sampel penelitian ialah siswa kelas VIII yang terdiri dari 27 siswa diperlakukan pembelajaran ADI dikategorikan kelas eksperimen sedangkan 30 siswa yang diperlakukan pembelajaran konvensional dikategorikan kelas kontrol. Tes esai argumentasi gelombang digunakan sebagai instrumen pengumpulan data kemampuan argumentasi IPA siswa yang diberikan pada pretest dan posttest kepada kelas eksperimen dan kontrol. Teknik analisis data dalam penelitian yaitu analisis statistik inferensial dengan memakai uji t. Diperoleh hasil nilai Sig.(2-tailed) < (0,000<0,05) dan nilai thitung diperoleh 3,965, nilai ttabel =1,673. Oleh karena itu jika dikaitkan pada kriteria analisis hipotesis, maka thitung > ttabel (3,965> 1,673) sehingga cukup bukti untuk menyatakan Ho ditolak dan Ha diterima. Ini artinya bahwa Argument Driven Inquiry (ADI) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan argumentasi IPA Siswa SMP. Hasil Level argumentasi mengalami peningkatan pada kelas eksperimen mencapai level 4, sedangkan kelas kontrol dominan level 1 dan 2 yang berada pada diatas 25%. Pembelajaran ADI dengan penguatan praktikum dapat memberi pengaruh terhadap kemampuan keterampilan praktikum siswa dalam hal investigasi. Dalam pengambilan data tidak bisa dilakukan satu kali melainkan minimal lima kali pengambilan data
PENGEMBANGAN LKS IPA SMP KELAS VII BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN PROSES IPA SISWA
Pemerintah saat ini menetapkan suatu kurikulum baru yaitu kurikulum 2013 sebagai hasil dari perkembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Dari segi penilaian dan pendekatan yang digunakan terdapat perbedaan, yaitu penilaian pada kurikulum 2013 adalah penilaian autentik dan pendekatan saintifik atau pendekatan berbasis proses keilmuan. Pendekatan saintifik sangat cocok sekali dengan karakteristik pembelajaran IPA. Siswa diarahkan untuk membandingkan hasil prediksi siswa dengan teori melalui kegiatan eksperimen dengan menggunakan metode ilmiah dalam belajar IPA sesuai dengan maksud diterapkannya pendekatan saintifik dalam proses pembelajaran. Hal ini dapat berjalan dengan baik sesuai dengan harapan tentunya jika didukung dengan sumber belajar yang dapat menjadikan proses pembelajaran menjadi lebih terarah yaitu LKS. Penelitian ini bertujuan menghasilkan LKS IPA SMP Berbasis Pendekatan Saintifik untuk Melatihkan Keterampilan Proses Siswa yang disusun berdasarkan model pengembangan4-D. Proses pengembangan LKS meliputi empat tahapan yaitu: Define ,Design, Develop, and Disseminate. Hasil penelitian dari penelitian ini adalah LKS berbasis Pendekatan Saintifik yang telah dikembnagkan mampu melatihkan keterampilan proses IPA siswa. Hal ini didukung dari hasil penelitian yaitu rata-rata persentase dari kelima aspek keterampilan proses sains tersebut, berada dalam kategori baik dan sangat baik dengan perolehan persentase total antara 72% sampai 96%
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA BERKARAKTER BERBASIS INTEGRASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan perangkat pembelajaran IPA berkarakter berbasis integrasi model pembelajaran problem based learning dan keterampilan proses sains ditinjau dari uji validasi isi, konstruk, dan bahasa serta respon siswa. Prosedur pengembangan perangkat pembelajaran yang digunakan pada model pengembangan 3-D, yaitu Define, Design, Develop. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah silabus dan RPP, Buku Ajar Siswa (BAS) dan Lembar kerja siswa (LKS). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, tes, kuesioner atau angket dan dokumentasi. Kelayakan perangkat pembelajaran yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat layak berdasarkan skor rata-rata oleh tim ahli. Berdasarkan penelitian, dapat disimpulkanbahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan sangat layak ditinjau dari hasil validasi isi, konstruk dan bahasa serta respon siswa sangat baik