LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA (Faculty of Teaching and Education University of Wiraraja)
Not a member yet
150 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BIOLOGI BERORIENTASI MODEL PEMAKNAAN UNTUK MENGAJARKAN KEMAMPUAN AKADEMIK DAN SENSITIVITAS MORAL
Penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap yakni tahap pertama, mengembangkan perangkat pembelajaran Biologi SMA berorientasi Model Pembelajaran Pemaknaan. Metodenya mengacu pada model pengembangan define, design, and develop. Tahap kedua, mengujicobakan perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan pada siswa SMA Negeri 3 Pamekasan. Bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas siswa, respon siswa, hasil belajar siswa berupa kemampuan kognitif dasar, kemampuan berpikir, keterampilan ilmiah dan sensitivitas moral siswa. Rancangan penelitian ini menggunakan one group pretest-posttest design. Hasil Penelitian ini dianalisis dengan statistik deskriptif kuantitatif dan diperoleh beberapa temuan yakni: respon siswa setelah pembelajaran adalah positif dengan prosentase positif 94%. Persentase skor siswa dalam tes kemampuan kognitif dasar adalah 90%. Perolehan skor kemampuan berpikir siswa rata-rata sebesar 2,9, berdasarkan rubrik kemampuan berpikir termasuk pada katagori berpikir kritis. Skor keterampilan ilmiah berkatagori baik sebesar 3,64. Dalam tes sensitivitas moral secara keseluruhan siswa mendapatkan skor rata-rata 3,8 dengan katagori sensitif. Berdasarkan hasil tersebut, dapat dideskripsikan secara umum bahwa perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan dapat mengajarkan kemampuan kognitif dasar, kemampuan berpikir, keterampilan ilmiah, dan sensitivitas moral
MENUJU PENELITIAN PENDIDIKAN YANG SADAR KONTEKSÂ
Penelitian pendidikan merupakan jantung dari upaya peningkatan kualitas proses pendidikan. Tulisan ini menjelaskan bagaimana karakter yang dimiliki oleh penelitian dalam bidang pendidikan dan perkembangannya yang bersifat integratif untuk dapat benar-benar menyesuaikan diri dengan kompleksitas realita sosial yang menjadi konteks dari proses pendidikan. Juga akan dianalisis bagaimana kondisi penelitian pendidikan di Indonesia yang masih banyak diliputi permasalahan, terutama pada aspek theory oriented.
 
ANALISIS EFFECT SIZE PENGARUH MODUL BERBASIS SAINSTIFIK PADA PEMBELAJARAN IPA
Modul IPA berbasis saintifik diperlukan dalam pembelajaran IPA karena memberikan pengaruh baik terhadap perkembangan pemikiran siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui effect size pengaruh modul IPA berbasis saintifik pada hasil belajar, keterampilan proses sains dan berpikir krtitis. Penelitian menggunakan metode meta analisis dengan 20 artikel sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan rerata effect size pengaruh modul IPA berbasis saintifik terhadap hasil belajar yaitu 1,29 kategori tinggi, effect size pengaruhnya terhadap keterampilan proses sains 1,51 kategori tinggi, effect size pengaruhnya terhadap berpikir krtitis 1,08 kategori tinggi dan effect size pengaruh modul IPA berbasis saintifik pada siswa SMP dan SMA masing-masing 1,32 dan 1,68 kategori tinggi. Sehingga disimpulkan bahwa modul IPA berbasis saintifik menunjukkan pengaruh positif pada hasil belajar, keterampilan proses sains dan keterampilan berpikir kritis siswa dan penggunaan modul IPA berbasis saintifik lebih baik di SMA dibandingkan SMP
IMPLEMENTASI MODEL TEMATIK UNTUK MENGINTEGRASIKAN KEMAMPUAN SOSIAL DALAM PELAJARAN IPA SMA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan respon siswa, kepekaan sosial siswa dan faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran biologi yang dikembangkan dengan model tematik. Jenis Penelitian ini adalah penelitian campuran, dimana perlakuan yang diberikan berupa pembelajaran Biologi menggunakan model tematik bersama dengan ilmu-ilmu sosial dianalisis secara deskriptif secara kualitatif (untuk mengetahui respon dan faktor-faktor yang mempengaruhinya) dan kuantitatif (perubahan moral reasoning sebagai landasan bagi nilai kepekaan sosial). Temuan yang dihasilkan dalam penelitian ini antara lain: respon siswa terbagi menjadi kelas produkstif, kelas produktif, dan kelas kontraproduktif, sedangkan nilai kepekaan sosial siswa dalam pembelajaran mengalami peningkatan. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran berorientasi model tematik ini adalah tingkat pemahaman siswa terhadap materi sebelumnya, media pembelajaran dan jumlah jam pelajaran. Berdasarkan beberapa temuan yang didapatkan pada penelitian ini maka dapat diambil suatu kesimpulan bahwa pembelajaran biologi yang diintegrasikan dengan nilai sosial dapat diajarkan menggunakan model tematik
MEMBANGUN KARAKTER ILMIAH
Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan syarat mutlak bagi perkembangan dan kemajuan suatu bangsa saat ini. Penguasaan tersebut terutama tidak terletak pada kemampuan untuk menggunakan teknologi atau mengenal berbagai teori yang dihasilkan oleh para ilmuwan melainkan lebih penting pada kemampuan untuk melakukan proses dan memiliki karakter ilmiah itu sendiri. Kondisi masyarakat Indonesia secara riil maupun dalam catatan hasil survey lembaga dunia masih berada pada peringkat yang rendah sehingga harus benar-benar fokus pada pembangunan karakter keilmuan. Pembangunan karakter ini harus dimulai dari aspek yang sangat fundamental yaitu pada budaya membaca dan berdiskusi (dialektika)
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA DALAM AKTIVITAS PRAKTIKUM IPA TERHADAP HASIL BELAJAR PSIKOMOTOR DI UNIVERSITAS WIRARAJA SUMENEP
Pendidikan IPA di Perguruan Tinggi diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan IPA menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar peserta didik menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Penerapan aktivitas praktikum IPA dapat membantu mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan memahami pengetahuan baru. Penelitian ini bertujuan (1). Mengetahui motivasi belajar mahasiswa IPA dalam aktivitas praktikum IPA yang dilakukan di Universitas Wiraraja Sumenep; (2) mengetahui hasil belajar psikomotor IPA dalam aktivitas praktikum IPA yang dilakukan di Universitas Wiraraja Sumenep; dan (3) mengetahui hubungan motivasi belajar mahasiswa IPA terhadap hasil belajar psikomotor di Universitas Wiraraja Sumenep. Data yang diperoleh dalam penelitian berupa data kuantitatif. Hubungan motivasi belajar mahasiswa IPA terhadap efektifas proses pembelajaran di Universitas Wiraraja Sumenep dianalisis menggunakan teknik korelasi Product Moment. Ada pengaruh positif antara Motivasi Belajar Mahasiswa Dalam Aktivitas Praktikum IPA Terhadap Hasil Belajar Psikomotor dengan interpretasi cukup yang dinyatakan dari nilai korelasi sebesar 0.62
PROYEK DESAIN REKAYASA DALAM PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN COLLABORATIVE PROBLEM SOLVING DAN PEMAHAMAN KONSEP
Keterampilan Collaborative Problem Solving (CPS) merupakan suatu keterampilan abad 21 yang dianggap penting. Keterampilan CPS dapat dikembangkan melalui pembelajaran berbasis proyek. Namun dalam implementasinya, guru dan siswa sering mengalami berbagai kesulitan. Salah satu strategi untuk menyiasati hal tersebut adalah dengan mengintegrasikan kegiatan rekayasa. Melalui metode analisis deskriptif, penelitian ini mengungkap bagaimana Proyek Desain Rekayasa, yaitu pembelajaran yang mengintegrasikan engineering design dan pembelajaran berbasis proyek, mampu mengembangkan keterampilan CPS dan meningkatkan pemahaman konsep siswa. Empat belas orang siswa kelas delapan terlibat sebagai subjek penelitian, dimana siswa melakukan sebuah proyek untuk memecahkan suatu masalah secara berkolaborasi melalui aktivitas perekayasaan. Keterampilan kolaborasi siswa diukur melalui observasi selama pembelajaran berlangsung. Sedangkan, kemampuan siswa dalam pemecahanan masalah serta pemahaman konseptual siswa diukur dengan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Proyek Desain Rekayasa mampu memfasilitasi siswa untuk mengembangkan keterampilan collaborative problem-solving serta meningkatkan pemahaman konsep siswa mengenai sistem peredaran darah pada manusia
IMPROVING DESCRIPTIVE WRITING ABILITY OF THE FIRST YEAR STUDENTS OF SMA TOHA PRAKTIKA GILIGENTING-SUMENEP BY USING PICTURES
In Indonesia English is a foreign language, not a second language. As a result, it is very difficult for the students to write a paragraph in English because writing is a complex process that allow writers to explore thoughts and ideas, and make them visible and concrete. The indonesian students’ achievement in writing descriptive paragraph is very low due to several reasons. Firstly, the Indonesian community does not support the existence of the English situation
Based on the fact, the researcher focuses this thesis on the problem of improving descriptive writing ability of the first year students of SMA Toha Praktika Giligenting Sumenep by using pictures. The research problem is How can the use of pictures improve the students’ability in writing a descriptive paragraph at SMA Toha Praktika?. The researcher thought that if the students can develop their imagination by the pictures, they will be able to create descriptive paragraphs that are meaningful.
To answer the research problem, this research use the classroom action research at SMA Toha Praktika on the first year students academic year 2010/2011 who have difficulties in writing descriptive paragraph. Exercises was done to know how high the students’ ability in writing descriptive paragraph. the data collection involved instruments, namely writing observation, composition test and questionnaires. The composition test was to measure the students’ ability in writing descriptive and questionnaires was to know the students’ opinion about the implementation of pictures. All of the data were analyzed and compared with the criteria of success that the minimun score of the students was 60 and there was 60% or 17 students mastered the material and can made descriptive paragraph
PENGARUH PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISTIK PBP (PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK) DAN TINGKAT KEMAMPUAN AKADEMIK TERHADAP SIKAP SISWA SMA KELAS X DI MALANG PADA EKOSISTEM SUNGAI
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh penerapan strategi pembelajaran berbasis konstruktivistik PBP terhadap sikap siswa SMA di Malang pada ekosistem sungai, (2) mengetahui pengaruh tingkat kemampuan akademik terhadap sikap siswa SMA di Malang pada ekosistem sungai, dan (3) mengetahui pengaruh interaksi antara penerapan strategi pembelajaran berbasis konstruktivistik PBP dan tingkat akademik terhadap sikap siswa SMA di Malang pada ekosistem sungai.
Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X7 dan X8 SMAN 2 Malang serta X2 dan X6 SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Penelitian ini berlangsung antara tanggal 14 Maret – 31 mei 2009. Data dianalisis menggunakan analisis statistik kovarian (ANAKOVA) dan dilanjutkan dengan uji lanjut LSD.
Hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa PBP berpengaruh nyata secara statistik terhadap sikap siswa pada ekosistem sungai, siswa yang difasilitasi dengan PBP memberikan hasil nilai sikap lebih tinggi 9,9% dari pada multistrategi, sedangkan kemampuan akademik serta interaksi PBP dan kemampuan akademik tidak berpengaruh terhadap sikap siswa pada ekosistem sungai
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS 8.3 SEMESTER II SMPN 1 SUMENEP TAHUN AJARAN 2015/2016
Diakui atau tidak saat ini kebanyakan guru mengajar dikelas lebih banyak menggunakan metode ceramah, alasan yang dikemukakan oleh guru mengapa cenderung menggunakan metode ceramah adalah mudah dilaksanakan, selain itu alasan lainnya adalah kebanyakan murid yang diajarnya bersifat pasif. Namun apakah benar alasan yang dikemukakan oleh guru seperti itu? Menurut hemat penulis, hal tersebut tidak sepenuhnya benar, berdasarkan pengalaman dilapangan sebagai praktisi pendidikan (guru), guru lebih banyak menggunakan metode ceramah dalam mengajar karena mereka miskin metode mengajar yang lain, memang diakui atau tidak Pemerintah sebenarnya telah banyak menggelontorkan uang untuk mendidik dan melatih guru melalui Pendidikan dan pelatihan (Diklat), Workshop, seminar dan lain sebagainya. Tujuannya satu, yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru di dalam menggunakan metode pembelajaran yang merangsang murid untuk aktif, kreatif dan inovatif. Salah satu metode yang dikenalkan kepada guru adalah Model Pembelajaran Kooperatif dengan menggunakan Tehnik Team Asistead Individualisition (TAI). Secara garis besar tehnik ini dilakukan dengan cara membagi kelas menjadi kelompo kecil sekitar 4 atau lima orang yang dipilih secara heterogen, kemudian diberikan bantuan baik secara individual melalui kelompok. Guru memberikan Lembar Kerja Siswa (LKS), kemudian masing-masing kelompok berdiskusi menemukan konsep yang ada di LKS tersebut, setelah itu, setiap siswa diberikan tanggung jawab untuk memecahkan soal di LKS itu, sehingga disinilah peran aktif setiap anggota kelompok dituntut. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Sumenep kelas 8-3, menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang terdiri dari dua siklus. Siklus I menggunakan 2 kali pertemuan tatap muka dan diakhiri dengan penilaian atau Evaluasi. Sedangkan pada siklus II, adapun langkahnya sama dengan siklus I cuma berbeda perlakuan karena di siklus II sub materinya berbeda. Adapun hasil yang didapat dalam pelaksanaan pembelajaran Metode Kooperatif dengan teknik Team Asistead Individualisition (TAI) adalah sebagai berikut: Ketika dilakukan penilaian di Pra Siklus didapat nilai rata-rata siswa : 54,16, kemudian setelah Siklus I terjadi kenaikan nilai rata-rata sebesar: 67,25 dengan tingkat ketuntasan belajar sebanyak 60%. Dan pada saat dilakukan evaluasi pada siklus II nilai rata-rata siswa sudah mencapai nilai : 84,5 dengan ketuntasan belajar sebanyak 97,2%. Sehingga bisa disimpulkan bahwa penggunaan Metode Pembelajaran Metode Kooperatif dengan tehnik Team Asistead Individualisition (TAI), dengan menggunakan dua siklus dapat meningkatkan hasil belajar pada siswa kelas 8-3 SMP Negeri 1 Sumenep dengan materi belajar Tekanan