LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA (Faculty of Teaching and Education University of Wiraraja)
Not a member yet
    150 research outputs found

    PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING DAN PENGARUHNYA TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA

    Full text link
    Menghadapi tantangan abad 21, siswa diharapkan menguasai keterampilan berpikir kritis. Pembelajaran berbasis masalah mampu melatih keterampilan berpikir. Salah satu perangkat pembelajaran yang mampu meningkatkan keterampilan berpikir adalah LKPD berbasis PBL. Penelitian ini merupakan penelitian R&D dengan mengembangkan LKPD. Model pengembangan yang digunakan adalah 4-D dengan tahapan Define, Design, Develop, dan Disseminate. Instrumen penelitian adalah lembar validasi ahli materi, pembelajaran, dan desain, angket respons guru, angket respon siswa, serta soal pre-test  dan post-test. Produk di validasi oleh ahli materi dengan persentase 90,63 % (sangat layak), pembelajaran dengan persentase 95% (sangat layak), dan desain dengan persentase 88,64% (sangat layak). Hasil respon siswa dengan persentase 90% (sangat layak) pada uji perorangan dan 86% (sangat layak) pada uji kelompok terbatas, hasil respon guru dengan persentase 92,65% (sangat layak). LKPD mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis dengan rata-rata skor pada pretest sebesar 40,26 (rendah) dan posttest sebesar 77,06 (tinggi) dengan N-Gain sebesar 0,57 (sedang)

    ANALISIS KOMPONEN KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA BUKU AJAR IPA KELAS IX

    Full text link
    Pendekatan saintifik (mengamati, menanya, menganalisis, menyimpulkan, mengkomunikasikan, dan mencipta) merupakan bagian dari Keterampilan Proses Sains (KPS). KPS terdiri dari Keterampilan Proses Sains Dasar (KPSD) dan Keterampilan Proses Sains Terintegrasi (KPST). Dalam melatihkan KPSD dan KPST pada siswa harus didukung oleh salah satunya adalah buku ajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis komponen KPS pada buku ajar IPA siswa kelas IX semester 2 di MTsN 6 Tulungagung yang disusun oleh tim MGMP IPA MTs-sekabupaten Tulungagung, dan diterbitkan tahun 2021. Tahapan dalam penelitian ini yaitu memilih buku ajar, pengambilan dan penetapan sampel, menganalisis komponen KPS dalam buku, dan menarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah komponen keterampilan porses sains pada buku ajar IPA siswa kelas IX semester 2 di MTsN 6 Tulungagung yang paling banyak ditemukan adalah KPSD mengamati dan melakukan komunikasi dan KPST merencanakan dan melakukan eksperimen. Sementara komponen KPS yang tidak ditemukan dalam buku tersebut adalah komponen KPST definisi operasional variabel

    PENGARUH MEDIA APLIKASI BERBASIS ANDROID TERHADAP LITERASI SAINS DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA SMP

    Full text link
    Pengaruh media aplikasi berbasis android terhadap literasi sains dan hasil belajar IPA siswa SMP. Dunia pendidikan terus mengalami perkembangan pesat di bidang sains dan teknologi yang dikenal sebagai era abad 21. Untuk menunjang tantangan tersebut, maka pembelajaran di sekolah perlu terintergrasi dengan keterampilan literasi sains. Salah satu caranya melalui penggunaan media aplikasi berbasis android, yang pada penelitian ini dibuat dengan memanfaatkan Microsoft Power Point dan Website 2 Apk Builder. Tujuan penelitian yaitu mengkaji pengaruh penggunaan media aplikasi berbasis android terhadap literasi dan hasil belajar IPA siswa SMP. Jumlah sampel sebanyak 64 siswa kelas VII SMP, dengan teknik Purposive Sampling Area, penggunaanya didasarkan pada kebutuhan penelitian. Adapun materi yang digunakan yaitu KD. 3.6 organisasi kehidupan kelas VII yang dilaksanakan pada tanggal 3 – 24 Februari 2021. Jenis dan desain penelitian  yaitu quasi eksperimen, post test only control group design. Teknik dan instrumen pengumpulan data utama yaitu menggunakan tes tulis. Teknik analisis data menggunakan SPSS Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov, Uji hipotesis independent sample t-test. Hasil analisis keduanya yaitu nilai Sig.(2-tailed) 0,002 < 0,05 yang dapat diambil kesimpulan bahwa media aplikasi berbasis android berpengaruh signifikan terhadap literasi sains dan hasil belajar siswa. Hal tersebut menujukkan bahwa penggunaan media aplikasi yang memanfaatkan Microsoft Power Point dan Website 2 Apk Builder dapat digunakan sebagai alternatif media dalam pembeajaran IPA. Kata kunci: Literasi Sains, Hasil Belajar, Media Aplikasi   ABSTRACT The effect of android based media application on toward junior high school students’ science literacy and learning outcomes. The world of education continues to experience development such as the rapid development in the field of science and technology known as the 21st-century era. To support these challenges, this can be obtained through learning in schools that are integrated with scientific literacy skills. One of the ways is through the use of android-based application media, which in this study were made using Microsoft PowerPoint and Website 2 Apk Builder. The purpose of this study was to examine the effect of using android-based application media on literacy and science learning outcomes for junior high school students. Total of samples is 64 students, with the Purposive Sampling Area technique, its use based on research needs. The material used was KD. 36 life organizations in class VII, which was held on 3 – 24 February 2021. The type and design of the research being quasi-experimental, post test only control group design. Hypothesis testing was the independent sample t-test, with the results of the second analysis, namely the value of Sig. (2-tailed) 0.002 < 0.05 which can be concluded that android-based application media has a significant effect on scientific literacy and student learning outcomes. It provides education that the use of media applications were made using Microsoft PowerPoint and Website 2 Apk Builder can be used by teachers as alternative media in science learning. Keywords: Science Literacy, Learning Outcomes, Application Medi

    ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN BUKU PERKULIAHAN GENETIKA BERBASIS KAJIAN MISKONSEPSI PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

    Full text link
    Mata kuliah genetika mengandung topik yang dianggap sulit dan banyak ditemukan miskonsepsi. Oleh sebab itu, dikembangkanlah buku perkuliahan enetika berbasis kajian miskonsepsi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif sebagai bagian dari tahap Analyze dalam model ADDIE, dengan subyek mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Tidar yang menempuh mata kuliah genetika. Sampel dipilih secara acak sejumlah 45 mahasiswa yang terdiri dari 42 perempuan dan 3 laki-laki. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: (1) mahasiswa masih belum memahami ruang lingkup kajian genetika secara utuh; (2) genetika dianggap sebagai materi yang sulit dipahami; (3) Buku teks yang sudah ada masih sulit untuk dipelajari dan dipahami; (4) Mahasiswa menyadari bahwa karakteristik materi dan sumber belajar pada mata kuliah genetika rawan memicu miskonsepsi; (5) Mahasiswa membutuhkan buku perkuliahan dengan memperhatikan area/materi yang rawan memicu miskonsepsi. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa buku perkuliahan genetika berbasis kajian miskonsepsi perlu dikembangkan guna memfasilitasi pembelajaran mahasiswa yang lebih berkualitas

    PENGARUH PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING MENGGUNAKAN APLIKASI GOOGLE CLASSROOOOM TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA

    No full text
    Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa pemahaman konsep siswa masih rendah dengan penggunaan model pembelajaran blended learning menggunakan Whatsapp.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh pembelajaran blended learning menggunakan aplikasi google classroom terhadap pemahaman konsep IPA. Jenis penelitian yang digunakan yaitu quasi experimen. Sampel penelitian sebanyak 327 siswa kelas VII SMPN 4 Tulungagung. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Pengambilan data penelitian dilakukan menggunakan instrumen berupa soal tes uraian. Representasi data selanjutnya digunakan uji Independent Sample T-Test. Dari hasil analisis data terbukti bahwa nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,046 < 0,05, yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pembelajaran blended learning menggunakan aplikasi google classroom terhadap pemahaman konsep IPA. Kata Kunci : Blended Learning, Google Classroom, Pemahaman Konse

    KEMAMPUAN ARGUMENTASI DAN KEMAMPUAN LITERASI SAINS PESERTA DIDIK KELAS XI MIPA PADA MATERI SEL

    Full text link
    Kemampuan Argumentasi dan Kemampuan Literasi Sains Peserta Didik Kelas XI MIPA Pada Materi Sel. Pendidikan abad 21 menuntut peserta didik untuk mengembangkan kemampuan argumentasi dan literasi sains. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara kemampuan argumentasi dan literasi sains pada materi sel di kelas XI MIPA SMA Negeri 22 Kabupaten Tangerang.  Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2020 – Januari 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah korelasional. Sampel yang digunakan berjumlah 38 orang dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa soal uraian kemampuan argumentasi yang mengacu pada indikator Toulmin dan soal uraian kemampuan literasi sains yang mengacu pada PISA. Hasil kemampuan argumentasi diukur menggunakan soal uraian yang terdiri dari 13 soal kemampuan argumentasi dan 16 soal kemampuan literasi sains. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji korelasi bivariat. Hasil penelitian disimpulkan terdapat korelasi antara kemampuan argumentasi dengan literasi sains peserta didik dengan koefisien korelasi sebesar 0,426 dengan kategori sedang. Kata kunci: Korelasi; Kemampuan Argumentasi; Kemampuan Literasi Sains ABSTRACT Argumentation ability and science literacy in cell material in grade XI MIPA SMA Negeri 22 Tangerang Regency. 21st century education requires learners to develop the skills of argumentation and science literacy. Therefore, this study aims to find out the correlation between argumentation ability and science literacy in cell material in grade XI MIPA SMA Negeri 22 Tangerang Regency.  This research was conducted in November 2020 – January 2021. The research method used is correlational. The samples used amounted to 38 people with purposive sampling techniques. The research instrument used is a description of argumentation ability that refers to the Toulmin indicator and a description of science literacy ability that refers to PISA. The results of argumentation ability are measured using a description question consisting of 13 questions of argumentation ability and 16 questions of science literacy ability. The data analysis technique used is bivariate correlation test. The results concluded that there is a correlation between the ability of argumentation and science literacy of learners with a correlation coefficient of 0.426 with a moderate category. Keywords: Correlation; Argumentation Ability; Science Literacy Abilit

    PENGARUH PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP KETERAMPILAN METAKOGNITIF, KEMAMPUAN BERPIKIR, DAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 PUJON DENGAN KEMAMPUAN AKADEMIK YANG BERBEDA

    Full text link
    Kegiatan belajar di sekolah dirancang untuk mencapai tujuan pembelajaran. Aspek yang harus dikembangkan dalam diri siswa yakni kemampuan berpikir dan keterampilan metakognitif. Diupayakan guru dapat dengan baik memberdayakan siswa berkemampuan akademik rendah sehingga memiliki hasil belajar yang sejajar dengan siswa berkemampuan akademik tinggi. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Pujon selama semester gasal 2007/2008. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 1 Pujon Kelas VII  tahun ajaran 2007/2008. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A sebagai kelas kontrol dan siswa kelas VII E sebagai kelas eksperimen. Siswa kelas VIIA terdiri atas 32 orang sedangkan siswa kelas VII E terdiri dari 35 orang. Rancangan penelitian ini adalah rancangan penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian control group pre test post test. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh, terlihat bahwa strategi pembelajaran TPS dapat diandalkan dalam rangka meningkatkan keterampilan metakognitif, kemampuan berpikir, dan pemahaman konsep. Melihat fakta yang telah ditunjukkan, maka diharapkan guru dapat menerapkan penggunaan strategi pembelajaran TPS dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Selain itu pada penelitian ini strategi pembelajaran yang dipakai adalah strategi pembelajaran TPS, maka dapat dicobakan strategi pembelajaran lain untuk mengetahui pengaruhnya terhadap keterampilan metakogitif, kemampuan berpikir, dan pemahaman konsep siswa pada siswa dengan kemampuan akademik yang berbeda

    DISIPLIN PADA ANAK USIA SEKOLAH

    Full text link
    Pendidikan merupakan salah satu faktor dalam perkembangan kepribadian peserta didik. Pendidikan bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Agar tercipta pendidikan yang bertujuan seperti pada UU nomor 20 tahun 2003, diperlukan sikap yang dapat membantu terlaksananya tujuan tersebut. Sikap dasar manusia terutama pada peserta didik tidak terlepas dari unsur karakter yang terdapat pada individu. Unsur dari karakter peserta didik yang perlu dikembangkan adalah sikap disiplin. Sikap disiplin diperlukan sebagai pondasi dalam pembelajaran di sekolah. Pondasi disiplin yang baik diharapkan akan membentuk keserasian sikap dan tindakan peserta didik

    PENGEMBANGAN MEDIA IPA ADOBE FLASH PADA PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL SISWA KELAS VIII

    Full text link
    Tujuan penelitian untuk menilai kelayakan media pembelajaran IPA menggunakan adobe flash memuat pembelajaran kontekstual dan respon guru dan siswa. Rancangan penelitian ini R&D tipe ADDIE yaitu analyze, design, development, implementation, dan evaluation. Data penelitian diambil dari kelayakan produk dan  respon serta hasil belajar. Data kelayakan dari hasil kelayakan produk. Data respon diperoleh dari hasil angket. Hasil belajar dari pre dan post siswa. Hasil peneltian menunjukkan bahwa kelayakan media pembelajaran kontekstual menggunakan adobe flash memperoleh 86,59% (sangat layak). Respon guru dan siswa memperoleh persentase skor 99,60% (sangat baik). Hasil belajar siswa mengarah pada nilai positif

    KAJIAN TENTANG IMPLEMENTASI MODUL BAHAN KIMIA DI RUMAH TANGGA PADA SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 2 SIDOARJO TAHUN PELAJARAN 2005/2006

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan umum: “Apakah modul bahan kimia di rumah tangga yang telah dikembangkan oleh Susilawati (2004) efektif untuk digunakan dalam pembelajaran di SMP?â€, dan menjawab pertanyaan yang lebih operasional: (1) Bagaimanakah  kualitas proses pembelajaran dengan menggunakan modul bahan kimia di rumah tangga  yang telah dikembangkan?; (2) Bagaimanakah ketuntasan belajar siswa SMP kelas VII dalam mempelajari pokok bahasan bahan kimia di rumah tangga menggunakan modul bahan kimia di rumah tangga  yang telah dikembangkan?; (3) Bagaimana persepsi siswa terhadap modul bahan kimia di rumah tangga? Data penelitian berupa data kuantitatif skor tes untuk materi bahan kima di rumah tangga, serta data kuantitatif lembar observasi ranah psikomotorik, dan data kuantitatif berupa skor siswa hasil pengolahan angket yang diinterpretasikan berdasarkan kriteria yang dinyatakan oleh Arikunto, dan data kualitatif hasil pengolahan lembar observasi diskusi dinyatakan dengan persentase. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: Secara umum modul bahan kimia di rumah tangga yang dikembangkan oleh Susilawati (2004) adalah efektif untuk diimplentasikan dalam pembelajaran di SMP. Secara operasional diperoleh bahwa: (1) kualitas proses pembelajaran ditinjau dari: (a) aspek afektif yaitu keaktifan siswa pada saat diskusi dengan kategori paling aktif dalam kegiatan menjawab pertanyaan; (b) aspek psikomotorik siswa pada saat praktikum tergolong dalam kategori sangat aktif; (2) ketuntasan belajar siswa dalam mempelajari materi bahan kimia di rumah tangga sebesar 90,0% dengan skor rata-rata kelas sebesar 76,10. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar telah memenuhi kriteria standar ketuntasan belajar mengajar (SKBM); (3) data persepsi siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan modul diperoleh 55,0% (22 orang) menyatakan sangat setuju dan 18 orang siswa (45,0%) menyatakan setuju. Hal ini menunjukkan bahwa siswa menyetujui pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan modul bahan kimia di rumah tangga model learning cycle (LC). Dengan demikian hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih strategi belajar ‘baru’ untuk mengaktualisasikan  keterampilan proses sains secara maksimal dalam pembelajaran dan dapat dijadikan sebagai acuan dalam pengembangan modul untuk materi yang lain

    133

    full texts

    150

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA (Faculty of Teaching and Education University of Wiraraja)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇