LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA (Faculty of Teaching and Education University of Wiraraja)
Not a member yet
    150 research outputs found

    KAJIAN FAKTOR INTRINSIK DAN KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA SMP DI KOTA BANDAR LAMPUNG

    Full text link
    Kajian Faktor Intrinsik dan Kemampuan Literasi Sains Siswa SMP di Kota Bandar Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor penguatan intrinsik dan keberhasilan pelaksanaan literasi sains pada jenjang SMP di kota Bandar Lampung saat pemberlakuan pembelajaran daring selama Pandemi Covid-19. Sampel penelitian sebanyak 331 siswa SMP yang berasal dari kelas VIII tahun ajaran 2020/2021. Sampel dipilih melalui kombinasi teknik stratified dan cluster random sampling untuk memperoleh jumlah sampel yang representatif. Perolehan data penelitian dilakukan dengan menggunakan instrumen beruapa tes literasi sains dan kuesioner penguatan intrinsik. Representasi data selanjutnya dianalisis secara deskriptif melalui nilai presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (i) faktor intrisik pada seluruh indikator masih di bawah 25%, (ii) indikator minat siswa dari dalam diri siswa dalam pelaksanaan pembelajaran sains selama belajar daring dalam kategori tinggi (18,7%) dan (iii) siswa menyadari ketergunaan untuk melakukan belajar sains  dalam kategori tinggi (20,5%) dan (iv) kemampuan literasi sains siswa berdasarkan kompetensinya masih tergolong rendah, dengan keseluruhan aspek literasi sains menunjukan nilai kurang dari 16%.  Kata kunci: faktor intrinsik, literasi sains, pembelajaran daring, sekolah menengah pertama.   ABSTRACT Study of Intrinsic Factors and Science Literacy Ability of Junior High School Students in Bandar Lampung. This study aims to describe the intrinsic reinforcement factor and the success of implementing scientific literacy at the junior high school level in Bandar Lampung during the implementation of online learning in Covid-19 pandemic. The research sample was 331 of 8th grade junior high school students in academic year 2020/2021. Samples were selected through a combination of stratified techniques and cluster random sampling to obtain a representative sample. The data was obtained through scientific literacy test and an intrinsic reinforcement questionnaire. The data analyzed descriptively through the percentage value. The results reveals the fact that: (i) the intrinsic factor in all indicators lower than 25%; (ii) the indicator of students’ interest in the implementation of science learning during online learning was in the high category (18.7%); (iii) students awareness of the usefulness of learning science in the high category (20.5%); and (iv) students’ scientific literacy ability is relatively low (the overall scientific literacy aspect less than 16%). Keywords: intrinsic factor, scientific literacy, online learning, junior high school

    PENGEMBANGAN MOBILE LEARNING MODULE BERBASIS ANDROID UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL SISWA SMP

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas, kepraktisan dan keefektifan modul mobile learning berbasis android pada materi struktur dan fungsi tumbuhan untuk meningkatkan literasi digital siswa SMP. Pengembangan bahan ajar modul mobile learning berbasis android pada materi struktur dan fungsi tumbuhan ini didasari oleh kebutuhan bahan ajar yang sesuai untuk pembelajaran abad 21 yang identik dengan pemanfaatan teknologi, informasi dan komunikasi. Metode penelitian ini adalah desain pengembangan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu analisis, perancangan, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) persentase validitas modul mobile learning berbasis Android adalah 91% dari rata-rata tiga validator, (2) persentase kepraktisan modul mobile learning berbasis Android adalah 96, 8%, (3) skor keefektifan modul mobile learning berbasis android adalah 0,45 yang diperoleh dari uji N-gain dan 97% dari angket respon siswa sehingga dapat disimpulkan bahwa modul mobile learning berbasis android valid, praktis dan efektif untuk meningkatkan literasi digital siswa SMP

    KETERAMPILAN PROSES SAINS MAHASISWA PADA TOPIK KEANEKARAGAMAN HAYATI MELALUI IMPLEMENTASI LABORATORIUM ALAM DAN SPADA UNRAM

    Full text link
    Keterampilan proses sains mahasiswa pada topik keanekaragaman hayati melalui implementasi Laboratorium Alam dan SPADA UNRAM. Implementasi Laboratorium Alam dan SPADA UNRAM (Universitas Mataram) terbukti dapat meningkatkan keterampilan proses sains mahasiswa pada topik Ekosistem. Fakta ini dapat menjadi landasan ilmiah untuk mengimplementasikannya pada topik lain dengan karakteristik yang sama. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan keterampilan proses sains mahasiswa pada topik keanekaragaman hayati melalui implementasi Laboratorium Alam dan SPADA UNRAM. Subjek penelitian terdiri dari 28 mahasiswa kelas 5D Sore Prodi PGSD FKIP Universitas Mataram. Data keterampilan proses sains mahasiswa dikoleksi melalui quiz yang dilaksanakan di akhir pembelajaran. Instrumen yang digunakan adalah tes berbentuk essay. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif yang mencakup derajat penguasaan, rata-rata, dan proporsi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa derajat penguasaan mahasiswa terhadap keterampilan proses sains berada pada kategori kurang. Walaupun demikian, masih terdapat 7.14% mahasiswa dengan KPS kategori sangat baik, 21.43% kategori baik, dan 14.29% kategori cukup. Proporsi yang predominan adalah mahasiswa dengan derajat penguasaan keterampilan proses sains yang berada pada kategori kurang dan sangat kurang (57.14%). Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa keterampilan proses sains mahasiswa pada topik keanekaragaman hayati melalui implementasi Laboratorium Alam dan SPADA UNRAM masih rendah. Kata kunci: derajat penguasaan, keterampilan proses sains mahasiswa, Laboratorium Alam, SPADA UNRAM   ABSTRACT Student science process skills on the topic of biodiversity through the implementation of the Natural Laboratory and SPADA UNRAM. The implementation of Laboratorium Alam and SPADA UNRAM has been proven to improve the science process skills of students on the topic of Ecosystems. This fact can become a scientific basis for implementing it on other topics with the same characteristics. The purpose of this study was to describe the science process skills of students on the topic of biodiversity through the implementation of the Laboratorium Alam and SPADA UNRAM. The research subjects consisted of 28 students in class 5D Sore of PGSD Study Program, FKIP University of Mataram. Data of students science process skills were collected through quizzes which were carried out at the end of the lesson. The instrument used was an essay test. Data were analyzed using descriptive statistics that included mastery degrees, mean, and proportion. The results of this study indicate that the mastery degree of students science process skills is in the poor category. However, there are still 7.14% of students with excellent SPS categories, 21.43% good categories, and 14.29% sufficient categories. The predominant proportion is students with mastery degrees of science process skills who are in the low and very poor category (57.14%). Based on these results it can be concluded that the science process skills of students on the topic of biodiversity through the implementation of the Nature Laboratory and SPADA UNRAM are still low. Keywords: degree of mastery, student science process skills, Natural Laboratory, SPADA UNRA

    EFIKASI DIRI SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA DITINJAU DARI PEMBELAJARAN CORE BERBASIS TUTOR SEBAYA

    Full text link
    Efikasi diri siswa pada pembelajaran IPA ditinjau dari pembelajaran core berbasis tutor sebaya. Pembentukan karakter siswa dapat dimulai dari dalam diri siswa dengan memperkuat kepercayaan diri, keyakinan pada diri serta kemampuan intelek yang dimiliki. Kepercayaan diri atau keyakinan diri ini dikenal dengan efikasi diri. Chemers membuktikan tentang efikasi diri berkaitan dengan prestasi belajar dan adaptasi diri, maka secara tidak langsung dapat mempengaruhi prestasi siswa. Salah satu model pembelajarannya yaitu model CORE (Connecting, Organizing, Reflecting dan Extending) berbasis tutor sebaya. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh model CORE berbasis tutor sebaya terhadap efikasi diri siswa pada pembelajaran IPA. Rancangan penelitian menggunakan quasi eksperimen. Penelitian dilakukan di SMP Ma’arif Ponorogo. Instrumen yang dipakai yaitu soal tes dan angket tentang efikasi diri. Data yang dihasilkan adalah data tentang efikasi diri siswa yang mengalamai pembelajaran IPA dengan model CORE berbasis tutor sebaya. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji t dan uji t-one tailed. Berdasarkan hasil uji t diperoleh nilai t hitung 3,329 > t tabel 2,086. Selanjutnya dilakukan uji lanjut uji t one tiled dan diperoleh hasil t0 -3,313 < dari -t tabel 1,725 dan v 37,256. Maka dapat disimpulkan H0 ditolak dan H1 diterima sehingga penggunaan model CORE berbasis tutor sebaya berpengaruh terhadap efikasi diri. Kata kunci: Keyakinan diri, Model pembelajaran CORE, Pembelajaran Sains. Tutor Sebaya   ABSTRACT Student self-efficacy in science learning in terms of peer tutor-based core learning. The formation of student character can be started from within students by strengthening self-confidence, confidence in themselves and their intellectual abilities. Self-confidence or self-confidence is known as self-efficacy. Chemers proves that self-efficacy is related to learning achievement and self-adaptation, so it can indirectly affect student achievement. One of the learning models is the CORE (Connecting, Organizing, Reflecting and Extending) model based on peer tutors. The purpose of this study was to determine the effect of the peer tutor-based CORE model on students' self-efficacy in learning science. The research design used quasi-experimental. The research was conducted at Ma'arif Ponorogo Junior High School. The instruments used are test questions and questionnaires about self-efficacy. The data generated is data about the self-efficacy of students who experience science learning with the CORE model based on peer tutors. Data analysis in this study used the t test and the t-one tailed test. Based on the results of the t-test, the t-count value was 3.329 > t-table 2.086. Furthermore, further tests were carried out on the one tiled t test and the results obtained were t0 -3.313 < from -t table 1.725 and v 37.256. So it can be concluded that H0 is rejected and H1 is accepted so that the use of the CORE model based on peer tutors has an effect on self-efficacy. Keywords: Self-Efficacy, CORE Learning Model, Peer Tutor-Based, Science Learnin

    PENGEMBANGAN MODUL IPA STEM MATERI CAHAYA DAN ALAT OPTIK KELAS VIII SMPN 2 KALIANGET

    Full text link
    Pengembangan modul IPA STEM materi cahaya dan alat optik kelas VIII SMPN 2 kalianget. Penelitian ini memiliki tujuan menentukan validitas bahan ajar mandiri yaitu modul IPA STEM, (2) mendapatkan respon guru dan respon siswa. Subyek menggunakan siswa kelas VIII SMPN 2 Kalianget. Penelitian ini mengacu pada penelitian dan pengembangan 4-D (four D). Data validitas menggunakan analisis Content Validity Index (CVI). Data responden dari unsur guru maupun peserta didik menggunakan analisis angket. Hasil penelitian didapatkan validitas modul IPA STEM materi cahaya serta alat optik kelas VIII dinyatakan valid ditunjukkan dari skor CVI 1,00 (validitas yang sesuai) ditinjau pada aspek materi, bahasa dan media. Hasil respon guru dan siswa berada pada kategori positif. Respon guru yaitu 100%, sedangkan respon siswa yaitu 98,48 % dengan kategori “tercapaiâ€. Hal ini menunjukkan bahwa modul IPA STEM mudah dipahami dan efektif pada kegiatan proses pembelajaran. Kata kunci: Modul, IPA, STEM, Validitas, Respon   ABSTRACT Development of the STEM science module for light materials and optical instruments for class VIII SMPN 2 Kalianget. This study has the aim of determining the validity of independent teaching materials, namely the STEM Science module, (2) obtaining teacher responses and student responses. The subjects used class VIII SMPN 2 Kalianget students. This research refers to research and development of 4-D (four D). The validity data used Content Validity Index (CVI) analysis. Respondent data from the elements of teachers and students using questionnaire analysis. The results showed that the validity of the STEM science module on light material and optical instruments for class VIII was declared valid, as indicated by a CVI score of 1.00 (appropriate validity) in terms of material, language and media aspects. The results of teacher and student responses are in the positive category. The teacher's response is 100%, while the student's response is 98.48% with the "achieved" category. This shows that the STEM Science module is easy to understand and effective in learning process activities.                                      Keywords:  Module, IPA, STEM, Validity, Respons

    PENGARUH MODEL PROBLEM-BASED LEARNING DISERTAI LKPD BERBASIS MULTIREPRESENTASI PADA PEMBELAJARAN IPA TERHADAP SCIENTIFIC REASONING SKILLS SISWA SMP

    Full text link
    Scientific reasoning skills merupakan salah satu kemampuan berpikir yang menjadi tuntutan pada abad 21. Kemampuan tersebut diharapkan dapat diajarkan di kelas IPA, sebagai persiapan untuk siswa dalam menghadapi tantangan global. Tujuan penelitian ini yakni mengkaji pengaruh dan peningkatan kemampuan scientific reasoning skills siswa menggunakan problem-based learning disertai LKPD berbasis multirepresentasi. Adapun jenis penelitian ini yaitu eksperimen quasi dengan desain non-equivalent pre-test and post-test control-group. Penelitian dilaksanakan di SMPN 7 Jember pada kelas 7 dengan kelas kontrol dan kelas eksperimen masing-masing sejumlah 32 siswa. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran menggunakan model problem-based learning disertai LKPD berbasis multirepresentasi berpengaruh secara signifikan terhadap scientific reasoning skills siswa. Scientific reasoning skills mengalami peningkatan setelah siswa mengikuti pembelajaran secara aktif

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E TERHADAP KETERAMPILAN KOLABORASI DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA IPA SMP

    Full text link
    Paradigma pendidikan era modern menuntut guru memiliki peran dalam mengorganisasi lingkungan belajar dan fasilitator belajar pada era abad 21. Hal ini diperlukan suatu model pembelajaran yang dapat melibatkan siswa secara aktif, seperti model pembelajaran Learning Cycle 7E. Tujuan penelitian yaitu mengkaji pengaruh model pembelajaran Learning Cycle 7E terhadap keterampilan kolaborasi dan kemampuan berpikir kritis siswa IPA di SMP. Jenis penelitian quasi experimental design. Sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling yaitu kelas VIII A 31 siswa sebagai kelas eksperimen dan VIII C 30 siswa sebagai kelas kontrol. Teknik dan instrumen pengumpulan data yaitu tes tulis, angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan SPSS 22.0 Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov, Uji Homogenitas One Way Anova, dan uji hipotesis independent sample t-test. Hasil analisis data keterampilan kolaborasi yaitu nilai sig.(2-tailed) 0,000 < 0,05. Sedangkan hasil analisis data kemampuan berpikir kritis yaitu nilai sig.(2-tailed) 0,000 < 0,05. Hal ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Learning Cycle 7E berpengaruh signifikan terhadap keterampilan kolaborasi dan kemampuan berpikir kritis siswa

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DENGAN MEDIA E-BOOK BERBASIS SMARTPHONE TERHADAP KETUNTASAN BELAJAR SISWA

    Full text link
    Pengaruh model pembelajaran discovery learning dengan media e-book berbasis smartphone terhadap ketuntasan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran discovery learning dengan media e-book berbasis smartphone terhadap ketuntasan belajar siswa pada materi pencemaran lingkungan. Jenis penelitian ini adalah quasi experimental design. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas VII di MTs. Zainul Hasan Balung tahun ajaran 2020/2021 dan sampel penelitian pada kelas VII B 19 siswa dan VII C 22 siswa. Pengambilan data dengan metode tes dan analisis data menggunakan uji Mann Whitney yang dioperasikan menggunakan SPSS. Data berdistribusi normal merupakan syarat mutlak sebelum melakukan analisis statistik parametrik, dikarenakan hasil dari uji normalitas menunjukkan data berdistribusi tidak normal sehingga menggunakan analisis statistik non parametrik.  Berdasarkan hasil penelitian, pengambilan keputusan uji statistik non parametrik diperoleh nilai Asymp.Sig sebesar 0,413 maka dapat disimpulkan “hipotesis ditolak†artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari model pembelajaran discovery learning dengan media e-book berbasis smartphone terhadap ketuntasan belajar siswa. Melalui penelitian ini dapat disimpulkan bahwa diperlukan berbagai upaya untuk memunculkan lagi semangat pada diri siswa, guna meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa. Sehingga semangat siswa akan tetap konsisten baik pada masa pandemi, maupun setelah masa pandemi. Menerapkan penggunaan media pembelajaran agar pembelajaran dikelas lebih menarik dan tidak membosankan, media e-book berbasis smartphone dapat digunakan sebagai variasi media pembelajaran. Kata Kunci: E-Book berbasis Smartphone, Ketuntasan belajar, Model Discovery Learning   ABSTRACT The effect of discovery learning model with smartphone-based e-book media on student's learning compliance. This study aims to determine the effect of discovery learning learning model with smartphone based e-book media on student learning completeness on environmental pollution material. This type of research is a quasi-experimental design. The research population was all seventh grade students in MTs. Zainul Hasan Balung for the 2020/2021 academic year and the research sample was in class VII B 19 students and VII C 22 students. Data retrieval using the test method and data analysis using the Mann Whitney test which is operated using SPSS. Data with normal distribution is an absolute requirement before performing parametric statistical analysis, because the results of the normality test show that the data is not normally distributed so that non-parametric statistical analysis is used. Based on the results of the research, non-parametric statistical test decision making obtained the Asymp.Sig value of 0.413, it can be concluded "the hypothesis is rejected" meaning that there is no significant effect of the discovery learning learning model with smartphone based e-book media on student learning completeness. Through this research, it can be concluded that various efforts are needed to bring back enthusiasm in students, in order to increase students' motivation and interest in learning. So that the spirit of students will remain consistent both during the pandemic, and after the pandemic. Applying the use of learning media so that classroom learning is more interesting and not boring, smartphone based e-book media can be used as a variation of learning media. Keywords: Smartphone based e-book, Complete learning, Discovery learning mode

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MEDIA E-BOOK BERBASIS SMARTPHONE TERHADAP KETUNTASAN BELAJAR SISWA

    Full text link
    berbasis smartphone terhadap ketuntasan belajar siswa. Pembelajaran online bukan suatu alasan untuk guru tidak menggunakan media dan model pembelajaran. Media yang dipakai penelitian ini yaitu e-book berbasis smartphone dengan model pembelajaran problem based learning. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terhadap ketuntasan belajar siswa. Jenis penelitian quasi experimental design. Sampel penelitian yaitu kelas VII B 23 siswa dan kelas VII C 19 siswa dengan menggunakan metode tes dan di analisis menggunakan uji Mann Whitney. Hasil analisis data penelitian diperoleh nilai Asymp.Sig sebesar 0,151 maka “hipotesis ditolak†artinya tidak ada perbedaan ketuntasan belajar pada kelas control maupun kelas eksperimen. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya dapat memperluas materi serta tidak hanya mengukur ketuntasan belajar tetapi juga unsur lain yang mempengaruhi. Kata kunci: E-book berbasis smartphone, ketuntasan belajar, problem based learning   ABSTRACT The effect of problem based learning learning model with smartphone-based e-book media on student learning mastery.Online learning is not an excuse for teachers not to use media and learning models. The media used is a smartphone-based e-book with a problem-based learning model. This study was to determine the effect on student learning completeness. This type of research is a quasi-experimental design. The research sample is class VII B collecting 23 students and class VII C collecting 19 students using the test method and analysis using the Mann Whitney test. The results of data analysis obtained that the Asymp. Sig value of 0.151, it can be said that the "hypothesis is rejected" meaning that there is no difference in learning mastery in the control class and the experimental class. Therefore, further research can expand the material and not only measure learning mastery but also do not affect other factors. Keywords: Smartphone-based e-books, complete learning, problem based learnin

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS ARTICULATE STORYLINE UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA SMP KELAS VII PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN

    Full text link
    Articulate Storyline merupakan suatu software interaktif yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran karena software ini menyajikan audio, gambar serta video. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline untuk meningkatkan keterampilan komunikasi siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian-pengembangan dengan tahapan define, design, develop. Kemudian setelah pengembangan media, dilakukan uji coba produk pada siswa kelas VII E SMPN 11 Jember. Hasil validasi sebesar 85% dengan kriteria sangat valid. Data kepraktisan dilakukan uji keterbacaan media diperoleh skor sebesar 85,56% yang dilanjutkan dengan uji coba lapangan diperoleh data observasi keterlaksanaan sebesar 97,71%. Data efektivitas melalui pre-test dan post-test. Uji N-Gain pada data efektivitas sebesar 0,45 dengan kriteria sedang. Data hasil analisis indikator komunikasi sebesar 8,38% dengan kriteria sedang. Data hasil analisis respon siswa sebesar 92,5% dengan kriteria sangat baik

    133

    full texts

    150

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA (Faculty of Teaching and Education University of Wiraraja)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇