LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA (Faculty of Teaching and Education University of Wiraraja)
Not a member yet
150 research outputs found
Sort by
EFFECT SIZE PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS SETS TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA
Effect Size Pengaruh Pembelajaran Berbasis SETS Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Dan Hasil Belajar Siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis effect size pengaruh pembelajaran fisika dan sains berbasis SETS (Science, Technology, Environment, and Society) terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa karena pembelajaran Fisika dan IPA memerlukan kemampuan berpikir kritis dalam memecahkan solusi baik dalam pembelajaran di sekolah maupun bekal siswa dalam memecahkan permasalahan di masyarakat sedangkan pembelajaran yang tidak berbasis SETS kurang mampu meningkatkan kemampuan tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian meta-analisis. Subjek penelitian ini adalah 20 artikel yang telah dipublikasi oleh beberapa jurnal di Indonesia tentang pengaruh pembelajaran berbasis SETS terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah pemberian kode (coding) dengan metode yang digunakan memakai analisis deskriptif kuantitatif dengan pedoman effect size. Setelah mendapatkan nilai effect size, nilai tersebut kemudian dapat dimasukan dalam kategori effect size yang sesuai. Berdasarkan data yang telah dianalisis dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis SETS memberikan effect size dengan kategori sedang hingga sangat tinggi terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF “AYO BELAJAR BIMASAKTI†BERBASIS ANDROID PADA MATERI SISTEM TATA SURYA
Pengembangan multimedia interaktif “Ayo Belajar Bimasakti†berbasis android pada materi sistem tata surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan multimedia interaktif “Ayo Belajar Bimasakti†berbasis android pada materi sistem tata surya. Model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implement, Evaluate) digunakan dalam tahapan pengembangan. Instrumen validasi ahli menggunakan angket skala likert 0-5. Penelitian melibatkan 33 siswa di kelas VII MTs Minsyaul Wathon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata validasi ahli media sebesar 0,88 dan ahli materi sebesar 0,88 dengan kriteria sangat valid. Hasil respons siswa pada uji coba perorangan memperoleh nilai sebesar 86%, uji coba kelompok kecil memperoleh nilai sebesar 87%, dan uji coba kelompok besar memperoleh nilai sebesar 88% dengan kriteria sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan multimedia interaktif pada materi sistem tata surya layak untuk diimplementasikan dalam pembelajaran IPA
KEMAMPUAN CRITICAL THINKING CALON GURU TERHADAP PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO ONLINE
Kemampuan Critical Thinking Calon Guru Terhadap Penggunaan Media Pembelajaran Video Online. Kemampuan Critical Thinking calon guru akan berguna sebagai proses penyelidikan, proses berpikir kritis merupakan proses intelektual dan terampil dalam menerapkan atau menganalisis permasalahan. Maka berpikir kritis mestinya dimiliki oleh setiap calon guru dalam pembelajaran biologi. Calon guru akan dapat mengatur dirinya sendiri terutama dalam mengambil keputusan untuk mendapatkan pemahaman uraian atau analisis, kesimpulan, evaluasi serta penjabaran dengan bukti, konsep, metodologi, konseptual yang akan menjadi dasar keputusan. Materi perkuliahan mempunyai kontribusi yang baik dalam membentuk kualitas calon guru dalam berpikir kritis. Masalah-masalah konseptual dalam materi genetika diharapkan dapat dipecahkan dan dipahami oleh calon guru karena berkaitan dengan kemampuan menyelesaikan permasalahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kemampuan Critical Thinking terhadap penggunaan media pembelajaran video online. Metode deskriptif kuantitatif digunakan sebagai metodologi pada penelitian ini dengan teknik pengambilan sampelnya teknik sampling jenuh, pengumpulan datanya menggunakan angket penelusuran Critical Thinking kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif serta triangulasi data. Hasil rata-rata persentase Critical Thinking sebesar 80% dengan masing-masing indikator yaitu 59% Jelas mencari sebuah kejelasan, 89% bersifat dengan terbuka, 86% Menahan diri dari sifat yang implusif, 85% Bersifat sensitif dan mengetahui suatu kemampuan pengetahuan temannya
PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MEDIA POWERPOINT TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS IPA SISWA KELAS VIII
Pengaruh Model Discovery Learning Berbantuan Media Powerpoint terhadap Kemampuan Berpikir Kritis IPA Siswa Kelas VIII. Pembelajaran IPA mengutamakan proses penyelidikan dan pemecahan masalah. Berdasarkan hasil observasi, pembelajaran IPA di kelas cenderung berpusat pada guru. Siswa kurang dibekali dengan pemecahan masalah sehingga kemampuan berpikir kritisnya kurang dilatihkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model discovery learning berbantuan media Powerpoint terhadap kemampuan berpikir kritis IPA siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Tulungagung. Jenis penelitian ini merupakan quasi experimental dengan Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel penelitian melibatkan kelas VIII-A sebagai kelas eksperimen dan VIII-B sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian menggunakan tes dan RPP. Analisis data dilakukan melalui uji independent sample t test. Dari hasil analisis data, diperoleh nilai signifikansi (2-tailed) yaitu 0,000 < 0,05, artinya H0 ditolak dan H1 diterima. Diperoleh kesimpulan bahwa terdapat pengaruh model discovery learning berbantuan media Powerpoint terhadap kemampuan berpikir kritis IPA siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Tulungagung
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS PENDIDIKAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN DALAM PEMBELAJARAN IPA
Pengembangan e-modul berbasis pendidikan lingkungan berkelanjutan dalam pembelajaran IPA. Pendidikan lingkungan menjadi sebuah solusi yang dapat digunakan untuk menanamkan konsep peduli lingkungan dan memanfaatkan sumber daya alam dengan bijak sehingga dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Konsep Pendidikan lingkungan yang berkelanjutan perlu diajarkan dengan jelas kepada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar berupa e-modul berbasis education for environment sustainable development (EESD). Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D). Subjek untuk ahli media dan ahli materi merupakan dosen dan siswa untuk mendapat gambaran respon pengguna. Hasil validasi ahli materi bahwa sistematika penulisan modul masuk pada kategori sangat baik, isi modul kategori sangat baik dan konsep Pendidikan lingkungan berkelanjutan juga kategori sangat baik. Rata-rata skor validasi ahli materi sebesar 3,74 telah masuk pada kategori sangat baik. Hasil validasi ahli media menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan telah mencapai skor sebesar 3,61 dengan kategori sangat baik. Respon pengguna berada dikategori baik dengan skor rata-rata 3,00. Hasil ini menunjukkan bahwa e-module dapat digunakan dalam pembelajaran IPA
Climate Flashcard: Inovasi Pembelajaran IPA terintegrasi dengan SDGs “Climate Action” pada Materi Pemanasan Global
Climate Flashcard: Inovasi Pembelajaran IPA terintegrasi dengan SDGs “Climate Action” pada Materi Pemanasan Global. Pemanasan global sebagai dampak dari perubahan iklim merupakan tantangan bagi manusia untuk hidup berkelanjutan. Tujuan penelitian yaitu mengembangkan media pembelajaran berupa flashcard dan menguji efektivitas inovasi pembelajaran pada materi “Pemanasan Global” terintegrasi Sustainable Development Goals (SDGs). Penelitian R & D ini menggunakan model 4D (define, design, develop and disseminate) yang dilaksanakan pada semester Genap Tahun ajaran 2022/2023 dengan jumlah peserta didik kelas VII sebanyak 39 orang. Data diperoleh dari hasil wawancara, observasi, angket dan tes akan dianalisis untuk memperoleh data yang valid. Analisis validitas media menggunakan skala Likert dengan 5 kriteria penilaian. Berdasarkan informasi yang diperoleh, guru jarang menggunakan media flashcard khususnya pada materi pemanasan global. Ukuran flashcard direvisi sesuai saran validator. Climate flashcard setelah direvisi berukuran panjang 10 cm dan lebar 7 cm. Climate flashcard dikategorikan sangat layak dengan interpretasi rerata persentase 97%. Pada tahap diseminasi, nilai N-Gain berkategori “sedang”. Pembelajaran efektif ditunjukkan dengan kelayakan media dan respon >80%
PENGEMBANGAN MODUL FLIPBOOK DIGITAL BERBASIS STEM MATERI SISTEM PENCERNAAN MANUSIA UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS
Pengembangan Modul Flipbook Digital Berbasis STEM Materi Sistem Pencernaan Manusia untuk Meningkatkan Literasi Sains. Modul dalam bentuk flipbook digital didefinisikan sebagai media ajar guna mempermudah materi dan pembelajaran mandiri dengan media elektronik. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul flipbook digital berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian pengembangan (R&D) ini menerapkan model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate). Untuk saat ini, belum ada penelitian mengembangkan modul yang berfokus meningkatkan kemampuan literasi sains dengan pendekatan STEM. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar validasi, observasi keterlaksanaan pembelajaran, tes, dan angket respon siswa. Hasil kevalidan produk adalah 88,37% dikriteriakan sangat valid. Hasil kepraktisan pembelajaran adalah 91,9% dikriteriakan sangat baik. Hasil keefektifan nilai rata-rata pre-test dan post-test dengan uji N-gain adalah 0,64 dikriteriakan sedang. Hasil skor angket respon siswa adalah 82,34% menunjukkan sangat positif. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa modul flipbook digital yang dikembangkan dikatakan layak digunakan pada materi sistem pencernaan manusia untuk meningkatkan literasi sains siswa SMP
VALIDITAS DAN PRAKTIKALITAS BUKU AJAR MIKROBIOLOGI BERBASIS PROYEK BIOENTREPRENEURSHIP
Pengembangan buku ajar yang relevan dengan situasi sekitar mahasiswa menjadi keunggulan dalam proses perkuliahan. Mikrobiologi menjadi mata kuliah yang memberikan skill tambahan bagi mahasiswa untuk berwirausaha di bidang industri pangan, kesehatan, pertanian dan peternakan. Pengembangan buku ajar mikrobiologi berbasis bioentrepreneurship merupakan salah satu usaha pengajar dalam memfasilitasi hal tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan validitas dan praktikalitas dari buku ajar yang dikembangkan menurut nilai V Aiken. Metode penelitian menggunakan model 4D sampai pada tiga tahap yakni define, design dan develop. Hasil penelitian menunjukkan buku ajar layak untuk digunakan berdasarkan ukuran validitas dan praktikalitas. Bahan ajar memiliki nilai validitas V 0,85 dan reliabillitas 0,89. Perangkat ajar berupa RPS, LKM dan Lembar proyek berada dalam kategori validitas tinggi dan reliabel dengan nilai V 0,90 dan reliabilitas 0,89. Instrumen dalam kategori validitas tinggi dan reliabel dengan nilai V 0,87 dan reliabilitas 0,90. Praktikalitas buku ajar dalam kategori praktikalitas tinggi dan nilai praktikalitas 0,95
PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMP: SYSTEMATIC REVIEW
. Kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa salah satunya berpikir kreatif. Hasil PISA pada tahun 2018 menunjukkan Indonesia berada di peringkat ke 74 dari 79 negara. Hasil tersebut menggambarkan perlunya pembelajaran dengan meningkatkan berpikir kreatif. Tujuan penelitian yaitu menganalisis penerapan PjBL terhadap berpikir kreatif. Metode yang digunakan yaitu tinjauan pustaka sistematis (Systematic Literature Review) model prisma dengan menggunakan digital library yaitu Google cendekia dan Crossref. Systematic Review digunakan untuk melaksanakan sintesis bermacam riset yang relevan, mendapatkan artikel ilmiah penerapan model PjBL pada pembelajaran IPA di SMP tahun publikasi 2018–2022. Hasil penelitian menunjukkan model PjBL dapat meningkatkan 4C (Critical Thinking, Communication, Collaboration dan Creativity and inovation) pada pembelajaran IPA terfokus pada sub bidang biologi dan kimia, selain itu juga dapat meningkatkan hasil belajar, self efficacy, komunikasi sains, dan pemahaman konsep
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA BERBANTUAN BUKU PETUNJUK MEDIA PEMBELAJARAN IPA BERBASIS KONTEKSTUAL PESISIR
Pengembangan perangkat pembelajaran IPA berbantuan buku petunjuk media pembelajaran IPA berbasis kontekstual pesisir. Kabupaten Sumenep lebih didominasi oleh wilayah pesisir, sehingga lingkungan pesisir tersebut akan sangat berpotensi apabila dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran IPA kontekstual. Buku petunjuk media pembelajaran IPA kontekstual yang telah dikembangkan sebelumnya dapat dimanfaatkan dalam penerapan pembelajaran kontekstual. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan perangkat pembelajaran IPA berbantuan buku petunjuk media pembelajaran IPA berbasis kontekstual pesisir. Model penelitian yang digunakan adalah model penelitian pengembangan 4D (four D) yang terdiri dari 4 tahapan yaitu: Define (Pendefinisian), Design (Perancangan), Develope (Pengembangan), dan Disseminate (Penyebaran). Penelitian ini terbatas hanya pada tahap define, design, dan develope. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu kelayakan Kelayakan perangkat pembelajaran IPA berbantuan buku petunjuk media pembelajaran IPA berbasis kontekstual pesisir didapatkan dari validasi ahli materi 95,4% dan validasi ahli pembelajaran memperoleh rata-rata persentase 94,3% dengan kategori sangat layak sehingga perangkat pembelajaran IPA berbantuan buku petunjuk media pembelajaran IPA berbasis kontekstual pesisir dapat digunakan..
Kata Kunci: Perangkat pembelajaran, pembelajaran IPA, kontekstual pesisir
ABSTRACT
The development of science learning tools assisted by a coastal contextual-based natural science learning media manual. Sumenep Regency is dominated by coastal areas, so that the coastal environment has the potential if it can be used as a contextual science learning medium. The contextual science learning media manual that has been developed previously can be used in the application of contextual learning. The purpose of this research is to produce science learning tools assisted by a coastal contextual-based science instruction manual. The research model used is a 4D development research model which consists of 4 stages, namely: defining, designing, developing, and distributing. This research is limited to define, design, and develop stages. The research results obtained are the feasibility of learning tools assisted by a coastal contextual-based science learning media manual obtained from material expert validation 95.4% and learning expert validation obtaining an average percentage of 94.3% with a very feasible category so that science learning tools are assisted by Coastal contextual-based science learning media manuals can be used
Keywords: Learning devices, science learning, coastal contextua