LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA (Faculty of Teaching and Education University of Wiraraja)
Not a member yet
    150 research outputs found

    PENGEMBANGAN ALAT PERAGA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO (PLTMH) SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA PADA KONSEP ENERGI TERBARUKAN

    Full text link
    Pengembangan Alat Peraga Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebagai Media Pembelajaran Fisika Pada Konsep Energi Terbarukan. Guru fisika ditu?tut oleh kurikulum 2013 u?tuk melaksa?aka? pembelajara? ya?g me?guasai berbagai be?tuk keterampila? sehi?gga dalam proses pembelajara? guru harus kreatif dalam me?ciptaka? alat peraga atau media pe?u?ja?g proses pembelajara?. Alat peraga pltmh ya?g dikemba?gka? dapat di?tegrasika? ke dalam pembelajara? fisika. Tujua? pe?elitia? i?i u?tuk me?deskripsika? validitas da? kepraktisa? alat peraga Pemba?gkit Listrik Te?aga Mikrohidro pada ko?sep e?ergi terbaruka? de?ga? me?ggu?aka? pe?elitia? pe?gemba?ga?. Pe?elitia? pe?gemba?ga? ya?g digu?aka? berupa A?alysis, Desig?, Developme?t, Impleme?tatio?, Evaluatio? (ADDIE). Validitas alat ba?tu me?gajar te?ta?g Pemba?gkit Listrik Te?aga Mikrohidro diperolah melalui ahli isi, ahli media, da? kepraktisa? diperoleh dari mahasiswa pe?didika? fisika. A?alisis data me?ggu?aka? statistik deskriptif sederha?a. Hasil pe?elitia? me?u?jukka? bahwa validitas isi berkategori sa?gat valid (93%), validitas media berkategori sa?gat valid (90%) da? kepraktisa? alat ba?tu me?gajar berkategori sa?gat praktis (96%). Hal i?i me?u?jukka? bahwa validitas da? kepraktisa? alat peraga pemba?gkit listrik te?aga mikrohidro pada ko?sep e?ergi terbaruka? berada pada kategori valid da? praktis sehi?gga alat ya?g dikemba?gka? layak digu?aka? dalam proses pembelajara?. &nbsp

    ANALISIS MISKONSEPSI PESERTA DIDIK KELAS VI SEKOLAH DASAR PADA PEMBELAJARAN IPA MATERI GAYA GRAVITASI

    Full text link
    Analisis Miskonsepsi Peserta Didik Kelas VI Sekolah Dasar pada Pembelajaran IPA Materi Gaya Gravitasi. Pemahaman konsep pada pembelajaran IPA penting dimiliki untuk menghindari adanya miskonsepsi, namun peserta didik sekolah dasar saat ini masih mengalami miskonsepsi tersebut. Tujuan pelaksanaan penelitian ini untuk mengetahui miskonsepsi peserta didik pada pembelajaran IPA dan mencari tahu cara untuk mengatasi miskonsepsinya. Metode penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru kelas dan peserta didik kelas VI SDN Sekarjati yang berjumlah 10 peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi, dan wawancara. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis model interaktif. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa peserta didik masih mengalami miskonsepsi pada pembelajaran IPA materi gaya gravitasi sebesar 66,7 % dan cara untuk mengatasi miskonsepsi tersebut dengan merancang model dan media pembelajaran yang sesuai untuk pembelajaran tersebut. Hasil penelitian ini dapat berkontribusi dalam mengurangi tingkat miskonsepsi peserta didik SD

    PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KARTU KUARTET TERHADAP HASIL DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN IPA

    Full text link
    Pengaruh Penggunaan Media Kartu Kuartet Terhadap Hasil dan Motivasi Belajar Siswa SMP Dalam Pembelajaran IPA. Keterbatasan media pembelajaran yang digunakan guru membuat hasil belajar dan motivasi siswa rendah. Penelitian bertujuan mengkaji pengaruh penggunaan media kartu kuartet terhadap hasil dan motivasi belajar siswa SMP. Media kuartet ini memiliki kelebihan dilengkapi dengan gambar berwarna dan menarik serta dilengkapi penjelasan gambar Jenis penelitian quasi experiment dengan Non-Equivalent Control Group Design. Lokasi penelitian di SMP Negeri 3 Bondowoso dan sampel penelitian sebanyak 2 kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen yang digunakan tes dan angket. Uji hipotesis yang digunakan adalah independent sample t test. Hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata hasil belajar siswa di kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol, sedangkan nilai rata-rata motivasi belajar di kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol. Berdasarkan hasil uji hipotesis didapatkan signifikansi (2-tailed) yaitu 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media kartu kuartet berpengaruh signifikan terhadap hasil dan motivasi belajar siswa SMP pada pembelajaran IPA

    MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL PHISYCS MODULE (DPM) DI SMA: ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA

    Full text link
    Media Pembelajaran Digital Phisycs Module (DPM) di SMA: Analisis Kemampuan Literasi Sains Siswa. Beberapa guru memiliki cara tersendiri dalam mengajarkan konsep cahaya dan optik pada siswa, dengan beberapa kelebihan yang dimiliki oleh media pembelajaran digital fokus penelitian ini adalah analisis kemampuan literasi sains siswa  dalam konsep cahaya dan optik menggunakan media pembelajaran Digital Phisycs Module (DPM) di SMA. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan instrumen tes hasil belajar. Soal-soal dalam tes diberikan dengan bentuk uraian  yang sudah disesuaikan dengan indikator kemampuan literasi sains. Responden dalam penelitian ini merupakan 106 siswa yang dipilih dengan kriteria tertentu dari beberapa SMA.  Analisis data pada penelitian ini memakai paired sample t-test dengan bantuan software SPSS dan rata-rata skor N-gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest siswa. Nilai kemampuan literasi sains siswa pada setiap indikator mengalami peningkatan. Dan nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,71 dengan kategori tinggi. Maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran  Digital Phisycs Module (DPM) dapat mengembangkan kemampuan literasi sains siswa. Dengan hasil ini diharapkan media pembelajaran DPM dapat di implementasikan juga pada pembelajaran konsep lainnya

    IMPLEMENTASI FLIPPED CLASSROOM BERBASIS VIDEO: STRATEGI PENINGKATAN HASIL BELAJAR DI MASA PANDEMI

    Full text link
    Implementasi Flipped Classroom Berbasis Video: Strategi Peningkatan Hasil Belajar di Masa Pandemi. Video pembelajaran merupakan alat komunikasi pendidik untuk bahan ajar siswa, dengan dikombinasikan menggunakan metode flipped classroom pada pembelajaran IPA dapat menginisiasi keaktifan serta hasil belajar di masa pandemi. Tujuannya (1) menguji keefektifan video pembelajaran getaran dan gelombang melalui metode flipped classroom terhadap keaktifan dan hasil belajar (2) memotret keaktifan dan hasil belajar antara metode flipped classroom menggunakan video pembelajaran dengan metode flipped classroom tanpa video pembelajaran. Jenis penelitiannya quasi eksperimen, design pretest & posttest kontrol group. Populasi siswa kelas VII SMP N 2 Ampelgading. Sampelnya purposive sampling dengan 19 siswa kelas eksperimen dan 18 siswa kelas kontrol. Pengambilan data menggunakan instrumen non-tes berupa studi Dokumentasi, wawancara dan angket sedangkan instrumen tes digunakan untuk mengukur hasil  belajar. Hasil penelitian disimpulkan (1) Pembelajaran metode flipped classroom dengan video pembelajaran cukup efektif dari pada pembelajaran metode flipped classroom tanpa video pembelajaran terhadap keaktifan siswa dengan uji N-Gain sebesar 57,72 (2) Perbedaan pengaruh keaktifan dan hasil belajar siswa dibuktikan uji independent sampel t-test sebesar 0,02 dimana p-value<0,05

    STUDI AKTIVITAS BELAJAR SAINS SISWA DI SMA NEGERI 7 KERINCI

    Full text link
    Studi aktivitas belajar sains siswa di sma negeri 7 kerinci. Studi ini bertujuan untuk mengungkapkan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran sains di SMA Negeri 7 Kerinci. Subjeknya adalah 90 siswa kelas XII MIPA. Kuesioner yang terdiri dari 8 pernyataan terkait pembelajaran sains dan 24 pernyataan aktivitas menjadi instrumen penelitian. Data aktivitas dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil analisis ditunjukkan dari berbagai sudut pandang. Dari sudut pandang aspek aktivitas, terdapat satu aspek yang tergolong sangat aktif, yaitu aktivitas motorik (4.09). Sebagian besar aspek tergolong aktif, yaitu aktivitas mendengar, oral, visual, menggambar, menulis, dan emosional. Kemudian terdapat satu aspek tergolong kurang aktif, yaitu aktivitas mental (2.92). Dari sudut pandang siswa, rata-rata skor aktivitas siswa sebesar 3.46. Secara umum siswa tergolong sebagai siswa yang aktif. Hanya 10 siswa cenderung pasif. Aktivitas siswa berdasarkan kelas tidak menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan. Namun berdasarkan gender dapat disimpulkan secara naif bahwa siswa perempuan cenderung lebih aktif dibandingkan dengan siswa laki-laki. Hasil studi ini kemudian dapat difokuskan dengan mempelajari salah satu aspek aktivitas secara mendalam dan mengintegrasikan aktivitas belajar dengan konten, mata pelajaran, aspek pedagogi dan teknologi

    PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PESERTA DIDIK SMP

    Full text link
    Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif dan Keterampilan Proses Sains Peserta Didik SMP. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan hasil belajar kognitif dan keterampilan proses sains SMP.  P?n?litian dilakukan pada p?s?rta didik k?las VIII SMP N?g?ri 12 M?dan s?banyak 9 k?las dengan jumlah 284 orang, 30 orang kelas VIII-6 dijadikan sebagai sampling purposive. S?b?lum dilakukan p?n?litian, t?s k?t?rampilan pros?s t?rl?bih dahulu divalidasikan k?pada 2 orang ahli yaitu dos?n p?ndidikan fisika dan guru IPA (fisika) SMP N?g?ri 12 M?dan.  B?rdasarkan hasil validasi dip?rol?h nilai rata-rata s?b?sar 3.71 dan t?rgolong valid.  Selain itu, hasil evaluasi kognitif sebanyak 10 soal divalidasi secara langsung oleh 28 peserta didik SMP Negeri 14 Medan, dan berdasarkan analisis data diperoleh rata-rata rhitung= 0.4883 dan lebih besar dari r(28; 0,05)=0.374 sehingga soal dinyatakan sudah valid. Penelitian ini adalah jenis penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam tiga siklus: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Metode untuk menganalisis data yang digunakan untuk hasil belajar kognitif adalah dengan membandingkan skor perolehan dengan skor maksimum ideal, sedangkan keterampilan proses sains dihitung membandingkan jumlah skor yang dihasilkan dari masing-masing indikator aspek keterampilan proses sains dibandingkan dengan total skor yang dihasilkan dari masing-masing indikator aspek keterampilan proses sains. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh peningkatan hasil belajar kognitif dimulai dari prasiklus, siklus pertama, kedua, dan ketiga masing-masing sebesar  13.51, 8.54, dan 6.28.  Sedangkan rata-rata keterampilan proses sains mulai dari siklus pertama, kedua, dan ketiga masing-masing 1.82 (cukup terampil), 2.85 (terampil), dan 3.65 (sangat terampil) dengan peningkatan sebesar 1.03 (25.75%), dan 0.8 (20%). Disimpulkan, bahwa pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan hasil belajar kognitif dan keterampilan proses sains peserta didik SMP pada materi pokok tekanan zat padat

    EKSPLORASI KETERAMPILAN LITERASI SAINS DAN MOTIVASI SAINS SISWA SMP

    Full text link
    Eksplorasi Keterampilan Literasi Sains dan Motivasi Sains Siswa SMP. Salah satu fokus kebijakan merdeka belajar yang digagas oleh Kemendikbud ialah peningkatan keterampilan literasi. Untuk meningkatkan keterampilan literasi sains siswa, mengetahui sejauh mana kemampuan literasi siswa saat ini menjadi penting. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengeksplorasi keterampilan literasi sains dan motivasi sains siswa SMP di Kabupaten Sanggau. Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif, deskripsi statistik dan pengujian korelasi menggunakan IBM SPSS Statistic 25. Teknik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling dengan bentuk purposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 109 siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Balai dan SMP Negeri 1 Parindu. Instrumen penelitian yang digunakan ialah SLA-D dan SLA-MB. Hasil penelitian menggambarkan bahwa rata-rata literasi sains siswa tergolong rendah (M=5.42; SD=2.16), sedangkan rata-rata motivasi sains siswa tergolong tinggi (M=3.82; SD=0.59). Hasil uji korelasi menggunakan uji Spearman rank diketahui bahwa tidak ada hubungan signifikan antara motivasi sains terhadap keterampilan literasi sains siswa. Hasil ini menunjukkan bahwa untuk meningkatkan literasi sains maka tidak harus terfokus pada peningkatan motivasi sains namun dapat mempertimbangkan faktor lainnya

    RANCANGAN MODUL IPA MATERI LAPISAN BUMI TERINTEGRASI AYAT-AYAT AL-QUR’AN UNTUK SISWA SMP/MTS DI LINGKUNGAN PESANTREN

    No full text
    Rancangan Modul IPA Materi Lapisan Bumi Terintegrasi Ayat-ayat Al-Qur’an untuk Siswa SMP/MTs di Lingkungan Pesantren. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan rancangan modul IPA materi Lapisan Bumi terintegrasi ayat-ayat Al-Qur’an untuk siswa SMP/MTs di lingkungan pesantren. Penelitian dan pengembangan telah dijalankan dengan menggunakan model 4-D (Define, Design, Develop, and Disseminate) namun dibatasi pada tahap Develop. Validasi modul dilakukan oleh ahli materi Al-Qur’an, ahli materi IPA, ahli media dan pengguna (guru). Uji respons siswa dilakukan dengan uji skala kecil terhadap 6 siswa dan uji skala besar terhadap 30 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul memiliki ciri khas ruang tadabur isyarat sains dalam Al-Qur’an yang membahas ayat-ayat Al-Qur’an yang bersesuaian dengan materi. Secara keseluruhan modul ini memperoleh penilaian kategori sangat baik oleh ahli materi Al-Qur’an, ahli materi IPA, ahli media, dan pengguna. Hasil uji respons siswa skala kecil dan skala besar melaporkan bahwa modul ini memiliki penilaian kategori sangat baik dari segi keterbacaan dan kemenarikan

    ANALISIS RENDAHNYA LITERASI SAINS PESERTA DIDIK INDONESIA: HASIL PISA DAN FAKTOR PENYEBAB

    Full text link
    Analisis Rendahnya Literasi Sains Peserta Didik Indonesia: Hasil PISA dan Faktor Penyebab. Literasi sains merupakan bagian dari keterampilan abad 21 yang harus dikuasai oleh peserta didik agar dapat mengikuti arus global, sedangkan kondisi sekarang menunjukkan kemampuan literasi sains peserta didik Indonesia masih rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil PISA bidang literasi sains peserta didik Indonesia, dan menemukan faktor-faktor penyebab rendahnya. Metode pengumpulan data melalui Narrative Systematic Review. Data yang dikumpulkan dari tahun 2014 hingga 2022. Database berasal dari Google Scholar, website, dan buku teks. Keabsahan data diuji melalui uji kredibilitas. Data rendahnya literasi sains yang diperoleh kemudian dianalisis dan dicari faktor penyebabnya. Hasil analisis data menunjukkan skor PISA literasi sains peserta didik Indonesia rendah dan belum pernah mencapai skor standar yang ditetapkan PISA. Faktor penyebab rendahnya literasi sains peserta didik Indonesia ialah miskonsepsi IPA oleh peserta didik, guru tidak menguasai literasi sains, dan sarana prasarana sekolah yang kurang memadai

    133

    full texts

    150

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA (Faculty of Teaching and Education University of Wiraraja)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇