LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA (Faculty of Teaching and Education University of Wiraraja)
Not a member yet
150 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MODUL ELEKTRONIK KIMIA BERBASIS POTENSI LOKAL BATIK BLITAR PADA KONSEP MATERI DAN ASAM BASA
Pengembangan modul elektronik kimia berbasis potensi lokal batik blitar pada konsep materi dan asam basa. Wawancara terhadap 23 Mahasiswa Universitas Islam Balitar (UNISBA) Blitar pada semester ganjil tahun akademik 2023/2024 diketahui bahwa pada matakuliah kimia dasar mereka menginginkan pembelajaran dengan mengkaitkan dengan praktek nyata di kehidupan. Adanya pengolahan batik yang dilakukan oleh pengrajin batik blitar menjadi salah satu potensi yang bisa dikembangkan sebagai bahan ajar pada matakuliah kimia dasar, khusunya pada materi penggolongan materi dan larutan asam-basa. Penelitian ini bertujuan mengembangakan, menguji kelayakan, dan kepraktisan modul elektronik Kimia dengan memanfaatkan potensi lokal batik blitar. Berdasarkan uji validasi materi, penilain modul elektronik dari 3 validator mendapatkan persentase 88 %. Sementara dari validator bahasa mendapatkan persentase 86%, dan validator media sebesar 89%. Nilai tersebut termasuk dalam kategori “sangat layak”. Uji kepaktisan dengan menggunakan aspek visualisasi (10 pernyataan) dan materi (3 pernyataan) terhadap 18 responden menghasilkan persentase sebesar 87%. Nilai tersebut termasuk dalam rentang 80%-100% dalam kriteria penskoran termasuk dalam kategori “sangat praktis”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul elektronik kimia berbasis potensi lokal batik blitar layak dan praktis digunakan untuk pembelajaran pada konsep materi dan asam basa
PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VII
Model Pembelajaran berbasis proyek (PJBL) adalah model pembelajaran memiliki tahapan bermakna untuk mengembangkan kognitif dan pemikiran mendalam peserta didik untuk menentukan tujuan, mencari informasi, dan menuntaskan proyek. Berdasarkan pengamatan awal yang telah dilakukan di UPT SMPN 1 Suppa, ditemukan hasil pembelajaran peserta didik termasuk ke dalam kategori cukup dengan menggunakan metode ceramah. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan hasil pembelajaran peserta didik melalui model pembelajaran berbasis proyek. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 3 siklus dengan menggunakan model penelitian campuran. Setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VII-A sebanyak 32 orang. Terjadi peningkatan persentase keaktifan belajar dan rata-rata hasil belajar peserta didik dengan penerapan model pembelajaran berbasis proyek
PENGEMBANGAN MODUL DIGITAL BERMUATAN CERITA PENDEK BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA MATERI POKOK ASAM BASA
Ketidakoptimalan penerapan teknologi yang informatif, inovatif, serta menarik dalam pembelajaran kimia menyebabkan kurangnya pemahaman materi peserta didik. Terlebih lagi dampak kemajuan teknologi membuat eksistensi budaya lokal dalam diri peserta didik semakin tergerus. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan modul digital bermuatan cerita pendek berbasis kearifan lokal Kota Semarang pada materi asam basa di SMA Negeri 5 Semarang dengan model pengembangan ADDIE. Konten kearifan lokal yang diangkat dalam modul digital yaitu mengenai minuman jamu (jamu kunyit asam dan jamu brotowali) yang ada di Kampung Jamu, pohon asam jawa, tradisi peningset dalam adat pernikahan Semarangan, dan Kampung Batik Semarang. Pengembangan media pembelajaran ini diharapkan mampu menjadikan peserta didik lebih termotivasi dan semangat dalam belajar. Hal tersebut dapat terjadi karena setiap peserta didik dapat mengeksplor materi kimia yaitu asam basa melalui bentuk penyampaian yang unik yaitu disajikan dalam bentuk modul digital bermuatan cerita pendek. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode wawancara, dokumentasi, studi pustaka, serta angket. Hasil validasi 3 ahli media dan 3 ahli materi mendapatkan hasil dengan nilai validitas sebesar 0,85 (sangat valid) dan 0,87 (sangat valid). Penilaian kepraktisan modul digital oleh 2 guru kimia mendapatkan hasil sangat praktis dengan persentase 96% dan penilaian kepraktisan oleh 30 peserta didik mendapatkan hasil sangat praktis dengan persentase 86,57%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul digital bermuatan cerita pendek berbasis kearifan lokal pada materi pokok asam basa dinyatakan layak dan praktis digunakan sebagai media belajar
PROFIL PEMAHAMAN GURU TERHADAP PISA: CROSS SECTIONAL SURVEY
Pemerintah sedang menyiapkan program untuk meningkatkan kualitas pendidikan tingkat menengah untuk menghadapi PISA (Programme for International Student Assesment). Di sisi lain, Pandemi Covid-19 dalam beberapa tahun terakhir mempengaruhi pola dan sistem pembelajaran di setiap satuan pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengetahuan guru IPA tingkat Madrasah Tsanawiyah tentang asesesmen internasioanl PISA. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional survey design dengan data kepada sampel pada satu waktu. Populasi dan sampel adalah guru IPA SMP/Madrasah yang mengikuti workshop pembelajaran IPA secara daring yang berjumlah 287 orang. Teknik pengambilan sampel secara convenience sampling. Data dianalisis secara statistik deskriptif menggunakan program Microsoft excel. Hasil penelitian menunjukkan pemahaman guru terkait PISA masih tergolong rendah dengan skor rata-rata 59%. Metode pembelajaran tipe campuran dengan dominansi penggunaan synchronous lebih banyak digunakan guru yaitu sebesar 38%. Mayoritas guru belum mengetahui soal-soal sesuai dengan standar PISA. Hal ini mengindikasikan pentingnya penguatan keterampilan guru madrasah tentang asesmen PISA untuk peningkatan kualitas pembelajaran
KAJIAN LITERATUR: PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM PEMBELAJARAN IPA DI MADRASAH
Keberagaman peserta didik agar dapat belajar susuai dengan minat dan gaya belajarnya dapat diatasi menggunakan pembelajaran berdiferensiasi sehingga mendapatkan hasil yang maksimal. Pada praktiknya pembelajaran berdiferensiasi belum banyak dilakukan di madrasah khususnya pada pelajaran IPA. Tujuan kajian literatur ini untuk mendeskripsikan pembelajaran berdiferensiasi pada pembelajaran IPA yang diterapkan di Madrasah. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah kajian literatur. Kajian literatur diperoleh dari artikel tahun 2020 hingga 2023. Pencarian literatur difokuskan pada kata kunci “Pembelajaran IPA berdiferensiasi” sehingga total artikel yang diperoleh sebanyak 2260 artikel, untuk penelitian pada jenjang SD, SMP dan SMA, yang diakses menggunakan google scholar. Berdasarkan kajian literatur dapat disimpulkan penelitian pembelajaran diferensiasi yang terintergrasi dengan Al-Qur’an belum dilaksanakan di madrasah khususnya pada pelajaran IPA jenjang MTs
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PBL BERBANTUAN MEDIA ASSEMBLR EDU TERHADAP HASIL BELAJAR IPA
Di era digitalisasi ini peningkatan mutu kualitas pendidikan merupakan suatu hal yang sangat diperlukan guna melahirkan generasi muda yang mempunyai ketrampilan, pengetahuan mumpuni serta dapat mengikuti arus perkembangan zaman. Peningkatan mutu kualitas pendidikan salah satunya dibuktikan dengan hasil belajar IPA yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembeljaran PBL berbantuan media Assmblr EDU terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif quasi eksperimental kontrol grup desain. Populasi pada penelitian ini ialah kelas vii smp negeri 2 pakel, dengan sampel kelas VII B dan VII C berjumlah 64 peserta didik. Teknik sampling dengan memberikan soal pre-test dan post-test teknik analisis data menggunkan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis dengan independent sample t test. Setelah penelitian dilakukan dengan uji soal pre-test dan post-test, data yang didapat selanjutnya hasil penelitian dilakukan uji hipotesis dengan melakukan uji t (independen t test) dan di dapatkan hasil .000 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pembelajaran dengan model Problem Based Learning terhadap hasil belajar IPA peserta didik
EFEKTIVITAS MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN MOTIVASI SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA DI KELAS V SD NEGERI 1 PADOKAN
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keefektifan model Problem Based Learning dalam meningkatkan pemecahan masalah dan motivasi siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen. Hasil Dari hasil analisis T-Test eksperimen dan kontrol diperoleh bahwa nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000. karena sig <0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan nilai pretest dan postest maka didapat hasil uji hipotesis H0 di tolak dan H1 diterima yaitu, “Model Problem Based Learning (PBL) efektif dalam meningkatkan pemecahan masalah dan motivasi siswa pada pembelajaran IPA di kelas V SD Negeri 1 Padokan”. Hasil uji N gain Score kelas ekperimen cukup efektif dan kelas kontrol kurang efektif. Didapat kesimpulan kuesioner ekperimen cukup efektif kuesioner kontrol tidak efektif. Kesimpulaln uji N Galin Score aldallalh, “Model Problem Balsed Lealrning (PBL) efektif dallalm meningkaltkaln pemecalhaln malsallalh daln motivalsi siswal paldal pembelaljalraln IPAL di kelals V SD Negeri 1 Paldokaln
ANALISIS FIELD STUDY DAN HASIL BELAJAR CALON GURU IPA
Kompetensi mengajar sebagai acuan dalam mengelola pembelajaran. Kompetensi mengajar tidak secara instan bisa dimiliki oleh guru bahkan calon guru pun harus bisa menguasai kompetensi mengajar. Implementasi kompetensi mengajar dapat dilakukan melalui field study (praktik mengajar). Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan field study dan hasil belajar calon guru IPA. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah single subject research. Variabel penelitian terdiri dari field study dan hasil belajar calon guru. Pengumpulan data penelitian menggunakan observasi dan dokumentasi. Data penelitian dianalisis menggunakan uji t paired. Hasil penelitian menunjukkan (1) field study (praktik mengajar) calon guru dinyatakan baik dalam pelaksanaan kegiatan awal pembelajaran, kegiatan inti pembelajaran dan kegiatan penutup pembelajaran, (2) ada pengaruh pembelajaran field study terhadap hasil belajar calon guru IPA dengan nilai signifikasi 0.000 < 0.05. Dengan demikian, penerapan field study terbilang baik untuk diterapkan dalam pembelajaran karena sebelum calon guru melakukan field study, dosen pengampu memberi contoh terlebih dahulu tentang teknik mengajar, merencanakan pembelajar hingga mengontrol pembelajaran dan melakukan evaluasi pembelajaran
ANALISIS KEBUTUHAN E-LKPD BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING MATERI FILTRASI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS
Analisis Kebutuhan E-LKPD Berbasis Problem Based Learning Materi Filtrasi Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis. Lembar Kerja Peserta Didik elektronik menjadi aspek penting dalam pembelajaran IPA dan menjadi jembatan untuk meningkatkankan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis perlunya pengembangan LKPD berbasis Problem Based Learning. Materi penyaringan dan pemisahan zat dapat diajarkan sesuai dengan keadaan di sekitar peserta didik sehingga dapat melibatkan peserta didik dalam pembelajarannya dan menjadikan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode survei melalui angket kebutuhan peserta didik dan wawancara kepada guru IPA di SMP N 1 Air Kumbang. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif. Analisis ini dilakukan berdasarkan 4 indikator yaitu (1) kebutuhan pembelajaran; (2) kebutuhan E-LKPD; (3) pengembangan keterampilan berpikir kritis; dan kesiapan dan sumber daya. Berdasarkan hasil analisis, 93,8% peserta didik tertarik untuk menggunakan membran nanofiber pada materi filtrasi dan 93,8% peserta didik membutuhkan pengembangan E-LKPD berbasis masalah sehingga dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Sehingga E-LKPD yang dikembangkan ini dapat digunakan sebagai penunjang pembelajaran
EFEKTIFITAS MEDIA VIRTUAL LABORATORY TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI SAINS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA
Efektifitas media virtual laboratory terhadap kemampuan literasi sains dan kemandirian belajar siswa dalam pembelajaran IPA. Perkembangan zaman menuntut siswa memiliki kemampuan literasi sains dan kemandirian belajar yang dapat diperoleh melalui pembelajaran di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektifitas penggunaan media virtual laboratory terhadap kemampuan literasi sains dan kemandirian belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan data penelitian diambil menggunakan instrumen tes dan kuesioner. Data tes dianalisis menggunakan N-Gain sedangkan data hasil kuesioner dianalisis menggunakan kategori skor. Media virtual laboratory dikatakan efektif jika skor N-Gain minimal termasuk kategori sedang dan skor kemandirian belajar siswa minimal termasuk kategori tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media virtual laboratory dapat meningkatkan skor kemampuan literasi sains siswa dalam kategori tinggi dan membuat skor kemandirian belajar siswa menjadi tinggi. Dapat disimpulkan bahwa media virtual laboratory efektif untuk menanamkan kemampuan literasi sains dan kemandirian belajar. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan dalam konsep atau mata pelajaran lain untuk menananamkan kemampuan literasi sains dan kemandirian belajar pada siswa