LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA (Faculty of Teaching and Education University of Wiraraja)
Not a member yet
150 research outputs found
Sort by
KAJIAN BIBLIOMETRIK PENGEMBANGAN E-MODUL BIDANG IPA DI PERGURUAN TINGGI
Kajian Bibliometrik Pengembangan E-Modul Bidang IPA Di Perguruan Tinggi. Pada era revolusi industri 4.0, penggunaan teknologi digital dalam pendidikan menjadi sangat penting, terutama dalam menyelenggarakan pembelajaran yang efektif dan menarik.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan tren publikasi pengembangan e-modul dalam bidang sains di perguruan tinggi menggunakan analisis bibliometrik. Penelitian ini menganalisis 698 artikel ilmiah dari database Google Scholar antara tahun 2013 hingga 2023 dengan fokus pada e-modul IPA sebagai media pembelajaran. Metode analisis bibliometrik yang digunakan mencakup analisis performa dan pemetaan kata kunci. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan jumlah publikasi terkait e-modul, dengan tren yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, analisis co-word mengungkapkan hubungan antar istilah kunci dalam penelitian ini, menyoroti pentingnya integrasi e-modul dalam pendidikan tinggi. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan penelitian lebih lanjut di bidang pendidikan
PENGEMBANGAN MODUL AJAR KONSEP DASAR IPA (BIOLOGI) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS MAHASISWA
PGSD students come from various majors when they are in high school, so that those who were not science majors have difficulty following basic science concepts courses. The purpose of this study was to develop a module based on process skills in biological material for basic science courses and to determine student perceptions of the modules developed. This type of research is development research with the 4D development model by Thiagarajan. The subjects of this study were Jambi University Physics Education students. The instruments used were material expert validation questionnaires, media experts and student perception questionnaires. The results of validation of the material are 82.5% with a very good category, media experts are 86% with a very good category. Perception data obtained 82.94% with a very good category with a reliability of 0.892 these results indicate that the questionnaire used has a very high reliability. Based on these results, it can be concluded that the developed module is feasible to use as learning media in the implementation of learning Basic Science Concepts course.
Keywords: skills, process, science, basi
EKSPLORASI KONSEP SAINS DALAM PEMBUATAN JENANG KUDUS: PENDEKATAN ETNOSAINS UNTUK KEBERLANJUTAN BUDAYA
Penelitian ini bertujuan untuk: menganalisis proses pembuatan Jenang Kudus terhadap keberlanjutan tradisi lokal dengan menggunakan nilai-nilai etnosains. Jenang Kudus merupakan makanan khas daerah Kudus yang memiliki nilai kebudayaan dan Sejarah yang mendalam, Jenang kudus juga dijadikan sebagai simbol akulturasi budaya tradisi lokal dengan ajaran agama Islam. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan memakai motode deskriptif, yaitu dengan mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dari penjual dan pembuat jenang. Kajian etnosains dari pembuatan Jenang Kudus terletak pada saat mengaduk adonan yang awalnya bahan mentah cair kemudian di panaskan diatas bara api. Setelah beberapa jam dipanaskan diatas bara api adonan jenang akan berubah menjadi adonan yang padat dan kental
PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF BERBASIS GOOGLE SITES MATERI BIOTEKNOLOGI UNTUK MENDUKUNG KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA
Pengembangan media interaktif berbasis google sites materi bioteknologi untuk mendukung kemampuan berpikir kritis siswa. Pembelajaran di abad 21 harus interaktif, serta siswa dituntut memiliki keterampilan 4C, termasuk berpikir kritis. Namun, pembelajaran interaktif belum tercipta, dan keterampilan berpikir kritis pada materi bioteknologi dalam kategori rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan media interaktif berbasis Google Sites materi bioteknologi yang mampu mendukung kemampuan siswa untuk berpikir kritis. Research and Development (R&D) adalah metodologi yang digunakan, dan model pengembangan 4D tanpa disseminate. Uji validasi media terbukti “sangat valid” dengan hasil 100%. Uji praktikalitas media kepada guru dan siswa SMP kelas 7 mendapatkan hasil 99,88% termasuk kategori “sangat praktis”. Nilai N-Gain pretest-posttest adalah 0,88 termasuk kategori “tinggi” artinya media sangat layak dan efektif dalam memfasilitasi siswa untuk melatih kemampuan berpikir kritis mereka. Media interaktif berbasis Google Sites materi bioteknologi terbukti valid, praktis, dan efektif mendukung kemampuan siswa untuk berpikir kritis.
Kata kunci: media interaktif, Google Sites, berpikir kritis
ABSTRACT
Develompment of interactive media based on Google Sites for biotechnology material to support students’ critical thinking skills. Learning in the 21st century must be interactive, and students are required to have 4C skills, including critical thinking. However, interactive learning has not been created, and critical thinking skills in biotechnology material are in the low category. The aim of this research is to develop interactive media based on Google Sites on biotechnology material that is able to support students' ability to think critically. Research and Development (R&D) is the methodology used, and the 4D development model is non-disseminated. The media validation test was proven to be “very valid” with 100% results. The media practicality test on grade 7 junior high school teachers and students obtained a result of 99.88%, including the "very practical" category. The pretest-posttest N-Gain value is 0.88, which is in the "high" category, meaning that the media is very feasible and effective in facilitating students to train their critical thinking skills. Interactive media based on Google Sites on biotechnology material has been proven to be valid, practical and effective in supporting students' ability to think critically.
Keywords: interactve media, Google Sites, critical thingkin
ECOPRINT: ALTERNATIF PENDIDIKAN KARAKTER PADA POKOK BAHASAN KIMIA HIJAU DAN PEMBANGUNAN YANG BERKELANJUTAN
Ecoprint: alternatif pendidikan karakter pada pokok bahasan kimia hijau dan pembangunan yang berkelanjutan. Konsep kimia hijau (Green Chemistry) dan pembangunan yang berkelanjutan (Sustainable Development Goals), adalah salah satu pokok bahasan yang tercakup dalam Capaian Pembelajaran (CP) kimia fase E. Nilai karakter yang diharapkan pada pokok bahasan konsep kimia hijau (Green Chemistry) dan pembangunan yang berkelanjutan (Sustainable Development Goals) adalah agar peserta didik dapat mengaplikasikan konsep kimia dalam kehidupan sehari-hari sehingga berdampak pada karakter cinta lingkungan, meningkatkan hasil belajar dengan memanfaatkan bahan alam (kearifan lokal), memanfaatkan limbah menjadi barang-barang yang lebih berdayaguna dan bernilaiguna. Tujuan penelitian adalah menjadikan pembuatan ecoprint menjadi salah satu alternatif model pembelajaran berbasis projek dalam penerapan Kurikulum Merdeka, serta menerapkan pendidikan karakter khususnya pada bidang studi kimia. Penelitian merupakan hasil praktik baik (best practice), dengan metode deskriptif kualitatif. Data disajikan dalam bentuk deskriptif didukung oleh literasi dari studi pustaka. Hasil rata-rata pendidikan karakter adalah 83 (baik), dan hasil rata-rata produk ecoprint yang dihasilkan adalah 93 (sangat baik). Hasil penilaian menunjukkan bahwa praktek pembuatan ecoprint dapat menghasilkan karakter yang baik dan kualitas . Simpulannya projek pembuatan ecoprint dalam mata pelajaran kimia dapat meningkatkan motivasi peserta didik untuk menghasilkan karya yang lebih baik, namun tetap memperhatikan permasahan lingkungan hidup dengan penggunaan bahan-bahan yang ramah lingkungan
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN ARGUMENT DRIVEN INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SMA MATERI ENERGI
Penelitian ini merupakan implementasi model pembelajaran Argument Driven Inquiry untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa SMA materi energi kelas XI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dalam mengimplementasikan model pembelajaran Argument Driven Inquiry untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa SMA materi energi kelas XI. Populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas XI SMAN Boja Kendal tahun ajaran 2023-2024. Sampel penelitian menggunakan teknik stratified random sampling. Hasil penelitian menujukkan bahwa nilai rata-rata posttest pada kelas eksperimen sebesar 80,28 yang dibantu dengan model pembelajaran Argument Driven Inquiry, sedangkan nilai rata-rata posttest pada kelas kontrol sebesar 75,94 dengan Cooperative Quided Inquiry. Model pembelajaran Argument Driven Inquiry pada materi energi meningkatkan hasil belajar kognitif siswa, skor N-Gain yang didapatkan adalah 0,55 yang termasuk kategori “Sedang”. Hal tersebut menunjukkan bahwa hasil belajar kognitif siswa mengalami peningkatan setelah menggunakan model pembelajaran Argument Driven Inquiry dan persentase yang didapatkan sebesar 55,29 % dan termasuk dalam kategori “Cukup Efektif”. Hasil nilai rata-rata dan N-Gain tersebut membuktikan adanya peningkatan terhadap hasil belajar kognitif. Hasil perhitungan one tail pihak kanan juga mendapatkan nilai thitung =3,934 > ttabel = 1,688, maka H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya model pembelajaran Argument Driven Inquiry efektif untuk meningkatkan hasil belajar kognitif dibanding model pembelajaran Cooperative Quided Inquiry
EFEKTIVITAS PENGAPLIKASIAN EXPERIENTIAL LEARNING MENGGUNAKAN ALAT PERAGA PHET DENGAN ALAT PERAGA SEDERHANA PADA MATERI ENERGI DAN PERUBAHANNYA
Experiential learning dapat membantu proses pembelajaran dan memberikan sentuhan yang unik dalam proses pembelajaran sehingga bisa meningkatkan minat dan motivasi siwa dalam pembelajaran terutama dalam pelajaran IPA materi fisika. Penerapan model experiential learning ini dapat menggunakan media yang membantu siswa dalam menemukan konsep yang ada dalam materi pembelajaran. Terdapat dua media yang akan dianalisis kefektifannya pada model experiential learning yaitu, alat peraga sederhana dan alat peraga PhET pada materi energi dan perubahannya. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan semi kualitatif dengan metode DBR (Design Based Research), yang bertujuan untuk memecahkan suatu masalah yang kompleks dan mengembangkan pengetahuan tentang suatu karakteristik dari produk yang terkait, dengan menggunakan pendekatan semi kualitatif. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Teknik observasi, kuesioner, dan teknik analisis data. Dari teknik analisis data tersebut dihasilkan uji kelayakan dari validator dengan respon sangat layak diperoleh rata-rata persentase 93% alat peraga sederhana dan 92% alat peraga PhET. Sedangkan penggunaan alat peraga sederhana mendapatkan respon baik dari siswa serta diperoleh rata-rata 83% alat peraga sederhana dan 79% alat peraga PhET. Dapat disimpulkan lebih efektif penerapan penggunaan alat peraga sederhana dibandingkan alat peraga PhET. Saran untuk penelitian selanjutnya yang perlu diperhatikan yaitu dalam proses pembuatan alat, ketersediaan air di sekolah, dan manajemen waktu
RANCANG BANGUN INSTRUMEN SOAL LITERASI SAINS BERBASIS QUIZIZZ PADA POKOK BAHASAN LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa instrumen soal berbasis literasi sains. Penelitian pengembangan dengan menggunakan model Borg and Gall mencapai tahap 9 yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validitas produk, revisi produk, uji coba produk (skala kecil), revisi produk, uji coba penggunaan (skala besar), dan produk akhir. Validasi dilakukan oleh ahli materi, ahli media dan praktisi. Uji coba dilakukan terhadap 37 siswa untuk mengetahui kemampuan literasi sains siswa. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa instrumen soal berbasis literasi sains dinyatakan valid oleh ahli materi 86% dan ahli media 95%, dinyatakan praktis 95%, angket respon siswa 83%. Literasi sains siswa sebesar 58% dinilai sangat rendah
PENDEKATAN ENVIRONMENTAL LEARNING DENGAN PROBLEM-BASED LEARNING: PENGARUHNYA TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK SMP NEGERI 9 SAMARINDA
Dalam pendidikan, tingkat keterampilan berpikir kritis sangat bermanfaat sebagai bekal untuk menghadapi era globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh metode pembelajaran yang inovatif, yaitu pendekatan environmental learning dengan problem-based learning, dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik SMP Negeri 9 Samarinda pada materi pemanasan global. Penelitian ini adalah penelitian berjenis kuantitatif dengan metode pre-eksperimen menggunakan one-group pretest-posttest design. Sebanyak 31 peserta didik kelas VIID terlibat alam penelitian ini yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah tes esai pretest-posttest. Data hasil penelitian diuji menggunakan uji normalitas, uji N-gain, dan uji-t berpasangan. Hasil uji N-gain sebesar 0.4 menunjukkan bahwa terdapat peningkatan berpikir kritis peserta didik pada kategori “sedang”. Hasil uji-t sebesar thitung 10.328 > ttabel 2.042 menunjukkan adanya pengaruh dari penerapan environmental learning menggunakan problem based learning terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materi pemanasan global. Hasil ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang inovatif seperti ini dapat menjadi strategi efektif untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik, yang sangat dibutuhkan dalam era globalisasi
ANALISIS MANAJEMEN LABORATORIUM BIOLOGI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KOTA BANDAR LAMPUNG
Analisis Manajemen Laboratorium Biologi di Sekolah Menengah Atas di Kota Bandar Lampung. Pendidikan di Sekolah Menengah Atas merupakan fase kritis dalam perkembangan akademik siswa yang memerlukan pengalaman dalam kehidupan nyata. Laboratorium berperan penting dalam menunjang proses pembelajaran, memberikan pengalaman langsung, menerapkan teori, dan menggali ilmu pengetahuan. Namun dalam praktiknya, tidak semua laboratorium biologi beroperasi secara optimal; tantangan dan hambatan yang mungkin timbul sehingga memerlukan pengelolaan yang memadai dan profesional sesuai dengan prinsip standar pengelolaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan laboratorium biologi di kota Bandar Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, angket, dan observasi. Pemilihan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria akreditasi A dan B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat indikator yakni perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan yaitu SMA A, SMA B, dan SMA D memperoleh kriteria baik, sedangkan SMA C memperoleh kriteria kurang baik