Universitas Negeri Manado, Jurusan Kimia: Open Journal Systems
Not a member yet
270 research outputs found
Sort by
Uji Validitas Sebagai Penentuan Kualitas Butir Soal Pilihan Ganda "Pacu Kimia" FMIPAK Unima
The purpose of this research is to determine the quality of multiple-choice items in the "Chemistry Boost" test from FMIPAK Unima, based on responses from 80 high school students answering 40 items. The validity test used a combination of Discrimination Index (DI) and Difficulty Level (DL). DI has 6 categories: Very Good, Good Enough, Marginal, Poor Discrimination, Negative, while DL consists of 6 categories: Discarded, Very Easy, Easy, Maintained, Very Difficult, and Reviewed for deficiencies or taught. The results obtained are 23 valid items, or 57.5%. Based on the results, the cognitive processes of Anderson's revised Bloom Taxonomy were determined, with valid items in C1, C2, C3, C4, C5, and C6 being 2, 2, 12, 6, 0, respectively. Items categorized as Higher Order Thinking Skills (HOTS) are in C4 and C5, totaling 18 items. Valid chemistry topics include Acid-Base, Atomic Structure, Stoichiometry, and Reaction Rates. Topics less understood by participants include Compounds and Chemical Formulas, Solubility, Chemical Equilibrium, Ionization Energy, Redox, Electrochemistry, and Hydrocarbons.Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kualitas butir soal pilihan ganda “Pacu Kimia” FMIPAK Unima dari 80 siswa SMA dalam menjawab 40 butir soal. Uji validitas yang digunakan adalah perpaduan Indeks Deskriminasi (ID) dengan Taraf Kesulitan (TK). ID memiliki 6 kategori yakni Sangat Bagus, Cukup Bagus, Marjinal, Diskriminasi buruk, Negatif sedangkan TK terdiri dari 6 kategori yakni Dibuang, Sangat Mudah, Mudah, Dipertahankan, Sangat Sulit dan Ditinjau kekurangannya atau diajarkan. Hasil yang diperoleh adalah kualitas butir soal yang valid sebanyak 23 item atau 57,5 %. Berdasarkan hasil dilanjutkan menentukan proses kognitif dari Taksonomi Bloom revisi Anderson yakni butir soal yang valid dari C1, C2, C3, C4, C5 dan C6 adalah 2, 2, 12, 6, 0. Butir soal untuk kategori HOTS adalah C4, C5 sebanyak 18 item. Berdasarkan isi/materi pelajaran kimia yang valid adalah Asam basa, Struktur Atom, Stoikhiometri, dan Laju Reaksi, Kemudian yang kurang dipahami oleh peserta meliputi Senyawa dan Rumus Kimianya, Kelarutan, Kesetimbangan Kimia, Energi Ionisasi, Redoks, Eletrokimia, dan Hidrokarbon
Pengaruh Implementasi Media Pembelajaran Interaktif Mobile Learning Menggunakan Metode SDLC (System Develop Life Cycle) Pada Materi Hidrokarbon Terhadap Hasil Belajar Siswa di SMA Kristen Pais Kalongan Kabupaten Kepulauan Talaud
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh implementasi media pembelajaran interaktif mobile learning menggunkan metode SDLC (System Develop Life Cycle) terhadap hasil belajar siswa di SMA Kristen Pais Kalongan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan desain One-Group pretest-posttest design, yang merupakan penelitian menggunakan satu kelompok. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa SMA Kristen Pais Kalongan dan sampel terdiri dari 1 kelas, yaitu kelas XI MIA sebagai kelas eksperimen berjumlah 10 orang. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan pretest sebelum proses pembelajaran dilaksanakan, dan posttest setelah proses pembelajaran. Data hasil penelitian yang diperoleh berupa selisih pretest dan posttest pada kelas eksperimen 48.9 dan 88.3. Berdasarkan data hasil penelitian diperoleh hasil analisis uji-t pada taraf nyata (α) = 0.05 didapat : thitung = 4.95 dan ttabel = 2.26
Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) Pada Materi Hukum-Hukum Dasar Kimia di Kelas XA SMA Negeri 2 Langowan
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran project based learning pada materi hukum-hukum dasar kimia di kelas XA SMA Negeri 2 Langowan. Metode Penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas XA SMA Negeri 2 Langowan tahun pelajaran 2022/2023 semester genap berjumlah 24 siswa. Teknik pengumpulan data terdiri atas observasi, dokumentasi dan instrumen tes. Teknik analisis data menggunakan data hasil tes dan data observasi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian, ketuntasan hasil belajar siswa yang memperoleh nilai ≥75 sebesar 91,667% dengan kategori tinggi, sedangkan hasil observasi aktivitas siswa memperoleh nilai ≥80 dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa penerapan model Project Based Learning pada materi hukum-hukum dasar kimia dapat meningkatkan hasil belajar siswa
Pengaruh Penambahan Zat Aditif pada Perebusan Daun Singkong (Manihot esculenta Crantz) Terhadap Kadar Besi (Fe) Menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom
Zat besi merupakan salah satu mikromineral yang penting dalam tubuh karena peranan dalam pembentukan sel darah merah. Zat besi dapat ditemukan pada sayuran hijau, salah satunya daun singkong (Manihot esculenta Crantz). Perebusan dilakukan supaya daun singkong menjadi empuk dan lunak. Namun, proses perebusan dengan penambahan zat aditif masakan yang umumnya dilakukan oleh masyarakat dapat memberikan perubahan terhadap ketersediaan zat gizi yang terkandung didalamnya termasuk zat besi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penambahan zat aditif pada perebusan pada daun singkong terhadap kadar besi (Fe) menggunakan spektrofotometri serapan atom (SSA). Sampel yang digunakan adalah daun singkong yang direbus dengan air biasa, air garam serta air garam ditambah baking soda. Pengujian dilakukan dengan menggunakan Spektrofotometri serapan atom (SSA) pada panjang gelombang 248,3 nm. Kadar Fe dalam sampel yang diteliti yaitu pada sampel yang direbus air sebesar 2,611 mg/100 gr, sampel yang direbus air garam sebesar 2,090 mg/100 gr, dan sampel direbus air garam dan baking soda sebesar 1,651 mg/100 gr. Dari penelitian ini diketahui bahwa kadar Fe tertinggi terdapat pada sampel yang direbus air dan penambahan zat aditif berpengaruh terhadap kandungan zat Besi
Pembuatan Arang Aktif Dari Cangkang Pala (Myristica Fragrans Houut) Dan Aplikasinya Untuk Penjernihan Asap Cair Serta Analisis FTIR.
Research on activated charcoal from nutmeg shells (Myristica Fragrans Houut) and its application for liquid smoke clarification and FTIR analysis has been carried out. This study aims to determine the functional groups and composition of nutmeg shell charcoal from Siau Island. This research includes pyrolysis stage, charcoal activation stage and functional group analysis with Fourier Transform Infra-Red (FTIR). The FTIR test results of pyrolyzed nutmeg shell charcoal and the results of activation with , and show the functional groups O-H, C-H Aromatic, C-H Aliphatic, C=C, and C-O which are the composition of the carbon material of nutmeg shell charcoal. The results of testing the physical and chemical properties of nutmeg shell charcoal, namely nutmeg shell charcoal resulting from activation with namely Moisture Content 0.533%, Ash Content 0.653%, Volatile matter content 0.406%, Bonded carbon content 40.70%. The test results for the physical properties of nutmeg shell charcoal activated with were 0.483 water content, 0.4% ash content, 0.403% volatile matter content, and 41.13% bound carbon content. The results of purifying liquid smoke with activated carbon produce reduced turbid water color, reduced smoke odor and a Ph value of 5, while liquid smoke clarification without activated carbon produces cloudy/brownish water color, pungent smoke odor and a pH value of 4
Isoterm Adsorpsi Zat Warna Rhodamin B Menggunakan Karbon Aktif Limbah Sisik Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) Sebagai Adsorben
Adsorption rhodamine B dye using adsorbent of activated carbon from fish scales has been done. The study aims to determine the adsorption isotherm. Activated carbon was obtained through the process of carbonization, putting the fish scales into the furnace at 350 °C and characterized by XRD, the results showed that the three peaks with intensity in their regions were 26.45o, 32.69o, and 33.60o. It was calcined at the temperature of 450 °C and characterized by XRD. The results showed peaks shift were 26.52o, 29.66o, and 32.77o. The activation charcoal in a 3M KOH, dried in oven at 110 °C and characterized by XRD. The results showed, peaks with the highest intensity were 26.22o, 29.12o, and 32.43o, and the basal spacing is biggest than before activation. The determination of rhodamine B dye adsorption was characterized by UV-Vis spectrophotometer. The results showed that the optimum condition were 0.8 g mass adsorbent, the contact time of 100 minutes at pH of 3, and concentration of 10 ppm. The adsorption of rhodamine B dye using activated carbon from fish scales followed Freundlich isotherm with correlation coefficient (r2), KF, and n were 99.68%, 0.6298 mg/g, and 1.8685 respectively that showed fisisorption process
Degradasi Zat Warna Congo Red Menggunakan Komposit TiO2 Termodifikasi Bentonit-Alginat
Congo red is a synthetic dye whose waste needs to be minimized using a photodegradation method with bentonite-alginate-modified TiO2 composite as a photocatalyst. This research aims to determine the characteristics of bentonite-alginate modified TiO2 composite and its effect as a photocatalyst in the degradation of congo red. The bentonite-alginate modified TiO2 composite has a characteristic band gap energy of 3.07 eV with TiO2 diffraction peaks in the anatase, bentonite, and semi-crystalline alginate phases with irregular sphere-like morphology. Bentonite-alginate modified TiO2 composite showed the best activity at pH 7 for 3 hours of irradiation with a TiO2-bentonite mass ratio of 2:4 which showed a degradation percentage of 38.86% in UV light and 44.95% in visible light
Penetapan Kadar Logam Berat Kadmium (Cd) dan Timbal (Pb) pada Ikan Kakap Putih, Ikan Kerapu dan Ikan Tigawaja di Perairan Kota Pekalongan
Kota Pekalongan adalah daerah industri batik yang limbahnya mengandung logam berat berakibat tercemarnya perairan. Pencemaran dapat mempengaruhi kualitas air serta diserap oleh biota perairan sehingga membuat hasil tangkapan ikan tercemar, sehingga jika dikonsumsi oleh manusia menyebabkan toksisitas. Logam kadmium (Cd) dan Timbal (Pb) bersifat karsinogenik, memberikan efek genotoksik, sitotoksik, kerusakan pada paru-paru, ginjal, hati, sistem saraf dan darah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kandungan kadar logam berat kadmium (Cd) dan timbal (Pb) pada ikan kakap putih, ikan kerapu dan ikan tigawaja di Perairan Kota Pekalongan. Metode dalam penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan instrumen AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar kadmium (Cd) dalam ikan kakap putih sebesar 0,17 mg/Kg, ikan kerapu sebesar 0,22 mg/Kg dan ikan tigawaja sebesar 0,19 mg/Kg. Kandungan kadar timbal (Pb) pada ikan kakap putih, ikan kerapu dan ikan tigawaja secara berurutan sebesar 1,64 mg/Kg, 2,63 mg/Kg dan 1,35 mg/Kg. Ketiga sampel kadar kadmiumnya melebihi batas ambang yang ditetapkan oleh BPOM No. 5 Tahun 2018 sebesar 0,10 mg/Kg. Kadar timbal dalam ketiga sampel melebihi batas ambang yang ditetapkan oleh BPOM No. 9 Tahun 2022 sebesar 0,3 mg/Kg
Hubungan Antara Penerapan Model Pencapaian Konsep Dengan Prestasi Belajar Siswa SMA Negeri 1 Manado Pada Mata Pelajaran Kimia
This study aims to determine whether there is a positive relationship between the application of the concept achievement model and the learning achievement of SMA Negeri 1 Manado students in Chemistry Subjects. The survey was conducted at SMA Negeri 1 Manado involving 50 respondents as a sample. Through the results of the study, it was concluded that there is a positive correlation between the application of the concept achievement model and the learning achievement of SMA Negeri 1 Manado students in Chemistry Subjects. Based on these findings, it is recommended that innovative approaches be applied in the Chemistry learning process. New and creative strategies can be introduced to improve learning effectiveness, by utilizing concept achievement models as one approach that is proven to have a positive impact
Sintesis SiC (Silikon Karbida) Berbahan Dasar Pasir Putih Dan Arang Tempurung Kelapa
White sand and coconut shell charcoal are materials that are often found in everyday life. White sand and coconut shell charcoal as basic materials in SiC synthesis. By using the alkali fusion method, SiC can be synthesized at lower temperatures. This research aims to identify the characteristics of SiC synthesis from white sand and coconut shell charcoal as the basic material through XRF and FTIR testing. The results of identification through XRF testing showed that the CaO component was 71.30%. The results of FTIR analysis show that the functional group that appears is Si-C at wave numbers 786.89 – 941.19 cm-