Universitas Negeri Manado, Jurusan Kimia: Open Journal Systems
Not a member yet
    270 research outputs found

    Kajian kalor reaksi tembaga sulfat (CuSO4.5H2O) melalui prototipe kalorimeter

    Get PDF
    Determination of dissolution heat reaction of copper sulfate hydrate, CuSO4.5H2O and copper sulfate anhydrous, CuSO4 using a calorimeter prototype was carried out. The initial stage is carried out by measuring the calorimeter constant and then measuring the heat of copper sulphate dissolution using Hess's Law to determine the heat of reaction indirectly. The results obtained by the dissolution reaction reaction of copper sulfate CuSO4.5H2O and copper sulfate anhydrous CuSO4 respectively were 723,318 J and 748,26 J.  Telah dilakukan penentuan kalor pelarutan reaksi tembaga sulfat hidrat, CuSO4.5H2O dan tembaga sulfat anhidrat, CuSO4 dengan menggunakan prototype kalorimeter. Tahap awal  dilakukan dengan pengukuran tetapan kalorimeter dan dilanjutkan pengukuran kalor pelarutan tembaga sulfat menggunakan Hukum Hess untuk menentukan kalor reaksi secara tak langsung. Hasil yang diperoleh nilai kalor pelarutan reaksi tembaga sulfat CuSO4.5H2O dan tembaga sulfat anhidrat CuSO4 masing-masing berturut-turut sebesar 723,318 J dan 748,26 J

    Ekstraksi Daun Cocor Bebek Menggunakan Berbagai Pelarut Organik Sebagai Inhibitor Korosi Pada Lingkungan Asam Klorida

    Get PDF
    Research has been conducted on the extraction of cocor bebek leaves using organic solvents with various levels of solvent polarity. This is done to obtain which solvent has a corrosion inhibitor activity in the hydrochloric acid environment, where five fractions are obtained, namely n-hexane, ethyl acetate, acetone, acetic acid, and methanol. Based on quantitative analysis of cocor bebek leaf extract in variations in the polarity of solvents using a spectrophotometer with a wavelength of 511nm. The flavonoid content in cocor bebek leaf extract produced using acetone solvent showed the highest yield. Corrosion rate of carbon steel in 0.1M HCl solution; 0.05M; 0.01M with the addition of  cocor bebek leaf extract decreased as the concentration of extract increased and reached the lowest decrease in the addition of extracts in acetone solvent around 200 ppm with a corrosion rate of 42.18 mpy in 0.1M HCl solution and at an increase in extract concentration there was a decrease does not show a significant reduction in corrosion rate. For 0.05M HCl solution and 0.01m concentration showed a decrease in corrosion rate until the addition of 1500 ppm extract. The results of the extract using acetone solvent showed the corrosion rate of carbon steel in 0.1M HCl solution; 0.05M; and 0.01M lower than the extract results with other solvents (ethyl acetate, methanol, and 5% acetic acid).Telah dilakukan penelitian mengenai ekstraksi daun cocor bebek dengan menggunakan pelarut organik dengan berbagai tingkat kepolaran pelarut. Hal ini dilakukan untuk memperoleh pelarut mana yang mempunyai aktivitas inhibitor korosi pada lingkungan asam klorida, dimana diperoleh lima fraksi yaitu fraksi n-heksana, etil asetat, aseton, asam asetat, dan metanol. Berdasarkan analisis kuantitatif ekstrak daun cocor bebek dalam variasi sifat kepolaran pelarut menggunakan alat spektrofotometer dengan panjang gelombang 511nm. Kandungan flavanoid dalam ekstrak daun cocor bebek dihasilkan menggunakan pelarut aseton menunjukkan hasil paling tinggi. Laju korosi baja karbon dalam larutan HCl 0,1M; 0,05M; 0,01M dengan penambahan ekstrak daun cocor bebek  mengalami penurunan seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak dan mencapai penurunan terendah pada penambahan ekstrak dalam pelarut aseton sekitar 200 ppm dengan laju korosi 42,18 mpy dalam larutan HCl 0,1M dan pada peningkatan konsentrasi ekstrak terdapat penurunan laju tidak menunjukkan penurunan laju korosi yang signifikan. Untuk larutan HCl 0,05M dan 0,01m konsentrasi menunjukkan penurunan laju korosi sampai pada penambahan ekstrak 1500 ppm. Hasil ekstrak menggunakan pelarut aseton menunjukkan laju korosi baja karbon dalam larutan HCl 0,1M; 0,05M; dan 0,01M lebih rendah dibandingkan hasil ekstrak dengan pelarut lain (etil asetat, metanol, dan asam asetat 5%)

    Pengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle 7E Pada Materi Larutan Penyangga Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMA N 2 Langowan

    Get PDF
    The many theories, formulas, and elements that must be memorized make chemistry subjects considered complicated especially if it is not accompanied by the selection of an appropriate learning model, it certainly affects the student learning outcomes. This study aims to determine the effect of the Learning Cycle 7E learning model on buffer material on the learning outcomes of Class XI students of SMA N 2 Langowan by using independent variables (Learning Cycle 7E) and dependent variables (learning outcomes). The research sample is students of Class XI MIPA 1 and XI MIPA 2 in SMA N 2 Langowan, the sample is determined by the Simple Random Sampling technique. The research method used is Quasi Experiment Design with Posttest-only Control Group Design research design. Testing of research instruments (post test) consists of validity and reliability tests. Data analysis method uses homogeneity test, normality test and t-test. Based on the analysis of the data it was found that the sample was homogeneous and normally distributed, t-test data at the real level (α) = 0.05 was obtained tcount = 9,489 and ttable = 2,042. Because tcount> ttable, reject H0 and H1 are accepted. Based on the results of the study concluded that there was an influence of the Learning Cycle 7E learning model on the buffer solution material on the learning outcomes of Class XI students of SMA N 2 Langowan with an average learning outcome in the experimental class 80.00 and the control class 35.59.Banyaknya teori, rumus, dan unsur yang harus dihafal membuat mata pelajaran kimia dianggap rumit apalagi jika tidak disertai dengan pemilihan model pembelajaran yang tepat, hal tersebut tentu berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh model pembelajaran Learning Cycle 7E pada materi larutan penyangga terhadap hasil belajar siswa Kelas XI SMA N 2 Langowan dengan menggunakan variabel bebas (Learning Cycle 7E) dan variabel terikat (hasil belajar). Sampel penelitian yaitu siswa Kelas XI MIPA 1 dan XI MIPA 2 di SMA N 2 Langowan, sampel ditentukan dengan teknik Simple Random Sampling. Metode penelitian yang digunakan yaitu Quasi Experimen Design dengan desain penelitian Posttest-only Control Group Design. Pengujian instrumen penelitian (post test) terdiri atas uji validitas dan uji reliabilitas. Metode analisis data menggunakan uji homogenitas, uji normalitas dan uji-t. Berdasarkan analisis data diperoleh bahwa sampel tersebut homogen dan berdistribusi normal, data uji-t pada taraf nyata ( ) = 0,05 diperoleh thitung = 9,489 dan ttabel = 2,042. Oleh karena thitung > ttabel maka tolak H0 dan H1 diterima. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan terdapat pengaruh model pembelajaran Learning Cycle 7E pada materi larutan penyangga terhadap hasil belajar siswa Kelas XI SMA N 2 Langowan dengan rata-rata hasil belajar pada kelas eksperimen 80,00 dan kelas kontrol 35,59

    Studi kelayakan LKS praktikum berbasis pendekatan saintifik serta dampaknya pada hasil belajar materi sifat larutan penyangga

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan produk LKS praktikum berbasis pendekatan saintifik dan mengetahui dampaknya pada hasil belajar khususnya  materi sifat larutan penyangga dengan melihat seberapa banyak siswa yang mencapai  atau melampaui KKM. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan yang dilakukan di kelas XI IPA 5 SMAN 1 Tondano. Berdasarkan hasil rekapitulasi, LKS praktikum berbasis pendekatan saintifik dinyatakan valid dengan nilai sebesar 83,8%. Dilihat dari respon siswa pada uji coba kelompok kecil dan kelompok besar LKS dinyatakan praktis dengan nilai berturut-turut sebesar 88,17% dan 92,98%. Dampak penggunaan LKS terhadap hasil belajar siswa adalah sebagian besar siswa pada uji coba kelompok kecil dan siswa pada uji coba kelompok besar telah melampaui KKM yang sudah ditetapkan dengan nilai ketuntasan yang diperoleh berturut-turut sebesar 66,67% dan 89,47%. Pengujian hipotesis untuk hasil belajar menggunakan uji t pihak kiri diperoleh nilai thitung(8,517) > ttabel(1,734) yang berarti terima H0 atau tolak H1. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa LKS praktikum berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan layak digunakan dalam proses pembelajaran.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan produk LKS praktikum berbasis pendekatan saintifik dan mengetahui dampaknya pada hasil belajar khususnya  materi sifat larutan penyangga dengan melihat seberapa banyak siswa yang mencapai  atau melampaui KKM. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan yang dilakukan di kelas XI IPA 5 SMAN 1 Tondano. Berdasarkan hasil rekapitulasi, LKS praktikum berbasis pendekatan saintifik dinyatakan valid dengan nilai sebesar 83,8%. Dilihat dari respon siswa pada uji coba kelompok kecil dan kelompok besar LKS dinyatakan praktis dengan nilai berturut-turut sebesar 88,17% dan 92,98%. Dampak penggunaan LKS terhadap hasil belajar siswa adalah sebagian besar siswa pada uji coba kelompok kecil dan siswa pada uji coba kelompok besar telah melampaui KKM yang sudah ditetapkan dengan nilai ketuntasan yang diperoleh berturut-turut sebesar 66,67% dan 89,47%. Pengujian hipotesis untuk hasil belajar menggunakan uji t pihak kiri diperoleh nilai thitung(8,517) > ttabel(1,734) yang berarti terima H0 atau tolak H1. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa LKS praktikum berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan layak digunakan dalam proses pembelajaran

    Analisis Parameter Fisika dan Kimia Air Bersih di Desa Lalumpe Kecamatan Kombi Kabupaten Minahasa

    Get PDF
    A research on physical and  chemical parameters on clean water in Lalumpe village, Kombi district has been done. . Water sampling is done by purposive sampling method. Samples were taken 2 times and then analyzed the physical and chemical parameters in the laboratory of Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pemberantasan Penyakit Menular Kelas 1 Manado. From the research results, clean water samples are categorized well and feasible to use because all parameters both physics and chemistry are analyzed below the  threshold quality standard required based on the standard of environmental health standard for water media for sanitary hygiene purposesLalumpe Kecamatan Kombi telah dilakukan. Pengambilan sampel air bersih dilakukan dengan metode purposive sampling. Sampel diambil sebanyak 2 kali kemudian dianalisis parameter fisika dan kimianya di laboratorium Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pemberantasan Penyakit Menular Kelas 1 Manado. Dari hasil penelitian, sampel air bersih dikategorikan baik dan layak digunakan karena semua parameter baik fisika dan kimia yang dianalisis menunjukkan nilai dibawah ambang batas yang dipersyaratkan berdasarkan standart bakumutu kesehatan lingkungan untuk media air untuk keperluan higiene sanitasi

    Analisis pengaruh penambahan ion H+ pada sintesis material mesopori Al-MCM-41 menjadi H-MCM-41

    Get PDF
    The synthesis of mesoporous Al-MCM-41 material made into H-MCM-41 has been done by mixing 5 grams of Al-MCM-41 synthesis into 100 ml of 0.5 M NH4Cl solution, then filtered and washed and dried in an oven at temperature 80 oC for 24 hours. The acid sites contained in the mesoporous material of H-MCM-41 are the Brønsted acid sites (B) and Lewis acid sites (L). The mesoporous material of H-MCM-41 synthesis shows morphological form of hexagonal pore such as honeycomb. It also makes clear that CTAB as a pore structure steering agent has succeeded in forming a hexagonal phase pore from mesoporous H-MCM-41 synthesized material. The size of the pore diameter of the mesoporous material of H-MCM-41 synthesis was 2.88 Å measured using a measuring ruler based on the scale of the resulting image analysis using TEM.Sintesis material mesopori Al-MCM-41 dibuat menjadi H-MCM-41 telah dilakukan dengan cara mencampur sebanyak 5 gram Al-MCM-41 hasil sintesis ke dalam 100 ml larutan NH4Cl 0,5 M, kemudian disaring dan dicuci serta dikeringkan dalam oven pada suhu 80 oC selama 24 jam. Situs asam yang terkandung pada material mesopori H-MCM-41 adalah situs asam Brønsted (B) dan situs asam Lewis (L). Material mesopori H-MCM-41 hasil sintesis menunjukkan bentuk morfologi berupa pori heksagonal seperti sarang lebah (honeycomb). Hal ini juga memperjelas bahwa CTAB sebagai bahan pengarah struktur pori telah berhasil membentuk pori fasa heksagonal dari material mesopori H-MCM-41 hasil sintesis. Ukuran diameter pori dari material mesopori H-MCM-41 hasil sintesis adalah 2,88 Å diukur menggunakan mistar ukur berdasarkan skala gambar hasil analisis menggunakan TEM

    Uji Tumbuh Kapang Aspergillus niger pada Beberapa Media Bahan Pangan Asal Sulawesi Utara

    Get PDF
    The development of functional food today mainly focuses on founding food that rich in nutrition and also provide health benefit for human consumption.  At this point the combination of prebiotic and probiotic food that refer to food with health benefit to help digestible function become increasing.  This research was done by literature study and laboratory experiment with 5 medium and 4 replications in order to found the possibility to produce fructooligosaccharide from Aspergillus niger fermentation in some typical foodstuffs from North Sulawesi i.e pisang goroho (Musa acuminate), sweet potato (Ipomeae batatas), coconut water, and palm sugar.  Statistical analysis of the results shown that the Aspergillus niger tend to grow in 4 of 5 medium which indicate the possibility of fructooligosaccharide in those medium.  Further studies are needed in order to know the production of fructooligossaccharide based on its medium.Pengembangan pangan fungsional saat ini berfokus pada makanan yang kaya nutrisi dan juga memberikan manfaat kesehatan bagi konsumsi manusia. Pada titik ini kombinasi makanan prebiotik dan probiotik yang mengacu pada makanan dengan manfaat kesehatan untuk membantu meningkatkan fungsi pencernaan. Penelitian ini dilakukan dengan studi pustaka dan percobaan laboratorium dengan 5 media dan 4 pengulangan untuk menemukan kemungkinan untuk menghasilkan fruktooligosakarida dari fermentasi Aspergillus niger di beberapa bahan makanan khas dari Sulawesi Utara yaitu pisang goroho (Musa acuminate), ubi jalar (Ipomeae batatas) , air kelapa, dan gula aren. Analisis statistik dari hasil menunjukkan bahwa Aspergillus niger cenderung tumbuh di 4 dari 5 medium yang mengindikasikan kemungkinan fructooligosaccharide pada medium tersebut. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui produksi fructooligossaccharide berdasarkan medianya

    Pengaruh Komposisi Material Komposit PAni-TiO2 Yang Disintesis secara Elektrodeposisi Terhadap Laju Korosi Pada Baja Karbon Rendah

    Get PDF
    The use of carbon steel to meet human needs is increasing every year. Steel is not a rust-resistant material, so it can corrode over time, especially Indonesia is a tropical country that has high rainfall and humidity. Almost all industrial sectors have problems with corrosion. Problems that arise can be in the form of damage, the age of use of goods that do not meet expectations until inadequate safety factors. This study aims to study the effect of low carbon steel coating composition using the PAni-TiO2 composite material. Coating of PAni-TiO2 composite on low carbon steel was carried out by the electrodeposition method on the acid medium and LiCl salt. TiO2 is synthesized by the sol-gel method, while PAni is synthesized by electrochemical polymerization along with electrodeposition. Based on the results of the study of the highest corrosion rate the Plate was produced without inhibitors with a value of 0.007359 mpy, while the lowest corrosion rate was produced by Plate 2 with a value of 0.003666 mpy. The best composition for protecting the Plate from corrosion is 10-3 M PAni and 10-2 M TiO2.Penggunaan baja karbon untuk memenuhi kebutuhan manusia semakin meningkat tiap tahunnya. Baja bukan termasuk material yang tahan karat, sehingga dapat mengalami korosi seiring berjalannya waktu, terlebih Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki curah hujan dan kelembaban yang tinggi. Hampir semua sektor industri mempunyai permasalahan dengan korosi. Permasalahan yang timbul dapat berupa kerusakan, umur pakai barang yang tidak memenuhi harapan sampai pada faktor keamanan yang tidak memadai. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh komposisi pelapisan baja karbon rendah menggunakan material komposit PAni-TiO2.  Pelapisan komposit PAni-TiO2 pada baja karbon rendah dilakukan dengan metode elektrodeposisi pada medium asam dan garam LiCl.  TiO2 disintesis dengan metode solgel, sedangkan PAni disintesis dengan polimerisasi elektrokimia bersamaan dengan elektrodeposisi. Berdasarkan hasil penelitian laju korosi tertinggi dihasilkan Plat tanpa inhibitor dengan nilai 0,007359 mpy, sedangkan laju korosi terrendah dihasilkan oleh Plat 2 dengan nilai 0,003666 mpy.  Komposisi terbaik untuk melindungi Plat dari korosi adalah 10-3 M PAni dan  10-2 M TiO2

    Analisis kandungan total fenolik pada jonjot buah labu kuning (cucurbita moschata)

    Get PDF
    The purpose of this study was to identify the total phenolic compound extract of pumpkin fruit strands. Pumpkin is a food rich in vitamin A and C, minerals, and phenolic compounds. Pumpkin plant as a minor food commodity, it is very rich in bioactive compounds that act as antioxidant very useful for human health. Strands in yellow fruit processing is often used as waste. This research was conducted by using the method of laboratory analysis through stages, determination and sampling, sample preparation, analysis of phenolic compound content in extract determined by Folin-Ciocalteu method and phenolic content calculation. The results showed that yellow pumpkin strands had total phenolic content 167,85 mg / kg in ethanol extract and 15,20 mg / kg in Petroleum ether extract. The data showed that the highest total phenolic content was found in the ethanol extract 167,85 mg / kg. This is because polar ethanol solvent can dissolve the polar compound.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi senyawa total fenolik ekstrak jonjot buah labu kuning. Labu kuning  merupakan bahan pangan yang kaya vitamin A dan C, mineral, serta senyawa fenolik. Tanaman labu sebagai komoditas pangan minor, ternyata sangat kaya dengan senyawa bioaktif yang berperan sebagai antiokisidan yang sangat berguna bagi kesehatan manusia. Jonjot dalam pengolahan buah labuh kuning sering dijadikan limbah. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode analisis laboratorium melalui tahapan-tahapan, penentuan dan pengambilan sampel, preparasi sampel, analisis kandungan senyawa fenolik dalam ekstrak ditentukan dengan metode Folin-Ciocalteu dan perhitungan kadar fenolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jonjot dari buah labu kuning memiliki kandungan total fenolik, sebagai berikut ekstrak dengan etanol EET-Jonjot 167,85 mg/kg dan ekstrak dengan Petroleum Eter yakni  EPE-jonjot  15,20 mg/kg. Data menunjukan bahwa kandungan total Fenolik tertinggi terdapat pada Ekstrak dengan Etanol yakni EET-jonjot 167,85 mg/kg, Hal ini disebabkan oleh karena  pelarut etanol yang  bersifat polar dapat melarutkan senyawa yang polar

    Studi Kandungan Kimia Ekstrak Buah Pakoba Merah (Syzygium sp)

    Get PDF
    Red Pakoba (Syzygium sp) is a plant endemic to North Sulawesi. This study aims to find secondary metabolites from red pakoba fruit extract (Syzygium sp). The process is carried out by extraction and phytochemical testingFrom the phytochemical filtration results obtained the extract of red Pakoba fruit contains phenol compounds, terpenes, steroids and flavonoids. It needs further investigation the activity and the structure of the active compound from red pakoba fruit extract.Pakoba Merah (Syzygium sp) merupakan tumbuhan endemik daerah Sulawesi Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa metabolit sekunder dari ekstrak buah pakoba merah (Syzygium sp). Proses identifikasi dilakukan dengan ekstraksi dan uji fitokimia Dari hasil screening fitokimia didapatkan hasil ekstrak buah Pakoba merah mengandung senyawa fenol, terpen, steroid dan flavonoid. Selanjutnya perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui secara jelas aktivitas dan struktur senyawa aktif dari ektrak buah pakoba merah

    251

    full texts

    270

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Negeri Manado, Jurusan Kimia: Open Journal Systems
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇